Anda di halaman 1dari 4

Nama : Neno Kharisma

Nim : 04074821416038

INDIRECT PULP CAPPING & DIRECT PULP CAPPING

PULP CAPPING
Tujuan pulp capping adalah untuk mempertahankan vitalitas pulpa
dengan menenmpatkan bahan yang sesuai, baik secara langsung pada pulpa
yang terbuka (direct pulp capping) atau di atas lapisan dentin yang tipis dan
lunak (indirect pulp capping).

A. INDIRECT PULP CAPPING

Indirect pulp capping didefinisikan sebagai prosedur penempatan suatu material pada
karies dentin, jika karies tersebut dibuang mungkin dapat menyebabkan pulpa terekspose
(terbuka).

INDIKASI
1. History
- Rasa tidak nyaman yang sedang bila terkena rangsangan panas dan kimia
- Tidak adanya nyeri spontan
2. Pengujian klinis
- Tidak ada limfadenopati
- Warna gigi normal
- Penampakan yang normal dari gingival yang berdekatan
3. Pengujian Radiografi
- Lesi karies yang besar berdekatan dengan pulpa
- Lamina dura normal
- Tidak ada gambaran radiolusen pada periapikal gigi tersebut

KONTRAINDIKASI

1. History
- Nyeri yang tajam bahkan setelah stimulus dihilangkan
- Nyeri spontan berkepanjangan, terutama saat malam hari
2. Pengujian klinis
- Tidak ada respon tes pulpa
- Mobility pada gigi yang berlebihan
- Terdapat fistula pada gigi yang bersangkutan
- Perubahan warna pada gigi

3. Pengujian radiografi
- Terdapat karies yang besar dan tampak pulpa telah terbuka
- Rusaknya atau terputusnya lamina dura
- Radiolusen pada periapikal atau daerah furkasi

TEKNIK

Teknik ini dapat dilakukan sebagai prosedur satu kali kunjungan atau dua kali kunjungan.
Bagi yang tidak berpengalaman dianjurkan untuk melakukan dalam dua kali kunjungan,
karena dengan membongkar tumpatan sementara pada gigi yang dirawat pada kunjungan
kedua akan dapat dinilai keberhasilan perawatan, sehingga diperoleh penilaian
praoperatif yang lebih tepat. Pada teknik satu kali kunjungan, penilaian pasca perawatan
harus dilakukan dengan lebih kritis.

TEKNIK PERAWATAN

1. Lakukan anastesi local


2. Gigi diisolasi
3. Semua karies dibersihkan kecuali yang berdekatan dengan pulpa karena dapat
menyebabkan perforasi pulpa.
4. Jaringan karies yang tertinggal tidak boleh lunak, basah atau lembab.
5. Kavitas dibersihkan
6. Dasar kavitas diberikan pelindung pulpa kemudian ditumpat sementara ataupun
permanen.

EVALUASI SETELAH PERAWATAN

Kriteria untuk menilai keberhasilan suatu perawatan adalah sebagai berikut : tidak ada
tanda-tanda klinis atau gejala-gejala seperti rasa sakit, pembengkakan atau mobilitas,
terdapat bukti radiografis terbentuknya dentik reparatif atau dentin sekunder, berhentinya
proses lesi karies.

Restorasi sementara dibiarkan paling sedikit enam bulan sampai delapan minggu
(McDonald, 2000), oleh karena itu restorasi ini harus benar- benar baik dan tidak boleh
bocor. Pembentukkan dentin reparative paling tinggi terjadi pada enam bulan pertama
selanjutnya berangsur- angsur berkurang sampai kira-kira 9 bulan 1 tahun.

Pada waktu tumpatan sementara dibongkar jaringan karies dibawah sub-base harus
terlihat kering, berwarna coklat atau abu-abu dan keras.

B. DIRECT PULP CAPPING


Direct pulp capping didefinisikan sebagai bahan dressing luka pada saat pulpa terbuka,
ukuran kecil (seujung jarum) yang disebabkan oleh factor mekanis saat prosedur operatif
secara klinis pulpa tersebut normal dan tidak ada tanda-tanda serta gejala keparahan
pulpa.

INDIKASI
1. Perforasi secara mekanis dengan ukuran tidak lebih dari 1 mm
2. Dikelilingi oleh dentin sehat
3. Pada gigi vital dan sebelumnya tanpa gejala patologis
4. Tidak boleh dilakukan pada perforasi akibat karies

KONTRAINDIKASI

Kontraindikasi pulpa direct sama seperti perawatan pulpa indirect ialah:

1. Sakit spontan
2. Mobilitas patologis
3. Keluar pus atau eksudat dari pulpa terbuka
4. Pembengkakan
5. Fistula
6. Sakit pada perkusi
7. Resorbsi interna
8. Resorbsi eksterna
9. Radiolusensi pada periapikal

TEKNIK PERAWATAN

1. Pada perawatan direct pulp capping daerah kerja harus sesteril mungkin
2. Kavitas dibersikan dengan larutan yang tidak mengiritasi, misalnya larutan garam
fisiologis atau akuades steril untuk menghilangkan kotoran
3. Perdarahan dihentikan dengan cotton pellet steril dengan tekanan ringan
4. Pada tempat perforasi diletakkan selapis Ca(OH)2 tanpa tekanan
5. Di atasnya diletakkan dasar semen dan kemudian restorasi permanen.

EVALUASI SETELAH PERAWATAN

Evaluasi dilakukan paling sedikit 2 bulan, tetapi tidak boleh lebih dari 6 bulan, setelah
perawatan. Kriteria untuk menilai keberhasilan perawatan ialah sebagai berikut: tidak ada
gejala atau tanda-tanda klinis, secara radiografis terdapat respon yang baik seperti
terbentuknya jembatan dentin, serta tidak ada bukti kelainan pulpa. Kegagalan perawatan
ditandai dengan adanya resorbsi interna dan abses dentoalveolar akut.

REFERENSI

1. Budiyanti E.A. Perawatan Endodontik Pada Anak.EGC. 2006; 21-29.


2. Andlaw R.J dan Rock W.P. Perawatn Gigi Anak (A Manual of Paedodontics). Widya
Medika. 2011; 107-109
3. Ingle J.I dan Leif K.B. Endodontics. PMPH-USA. 2002;866-868.
4. Willerhausen B dkk. Restrospective study on direct pulp capping with calcium
hydroxide. Quintessence International. 2011; 42, 165-171.