Anda di halaman 1dari 2

MEMBANGUN KESADARAN BELA NEGARA MASYARAKAT INDONESIA

Indonesia, tanah air kita yang dulunya merupakan negara bekas jajahan orang-orang Belanda
dan Jepang selama kurang lebih 100 tahun. Mereka menjajah tanah air kita karena tanah air kita
memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah sehingga para penjajah sangat menginginkan untuk
menguasai Indonesia. Namun keinginan mereka sangat ditentang oleh bangsa Indonesia, pejuang dan
para pahlawan yang rela berkorban dan bertumpah darah berperang melawan penjajah demi untuk
mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, untuk
menghargai jasa pahlawan kita, kita juga harus memiliki rasa rela berkorban untuk
mempertahankan negara, memiliki kesadaran bela negara dan memiliki rasa nasionalisme yang
tinggi terhadap negara yang merupakan tempat tinggalnya baik secara langsung maupun tidak
langsung. Walaupun sekarang kita tidak perlu lagi berperang melawan penjajah, kita harus memiliki
kesadaran bela negara sebagai bangsa Indonesia. Apasih kesadaran bela negara itu sendiri? Mengapa
kita harus memiliki rasa kesadaran bela negara? Bagaimana wujud dari bela negara itu sendiri di
masa sekarang?
Kesadaran bela negara adalah dimana kita berupaya untuk mempertahankan negara kita dari
ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta
tanah air. Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di
dalam diri masyarakat. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan
kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh tanggung
jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Keikutsertaan kita dalam
bela negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air kita.
Namun, kesadaran bela negara bukan berarti pula kalau kita harus angkat senjata untuk
berperang. Ancaman terhadap bela negara tidak hanya datang dari luar negeri, bahkan justru
ancaman dari dalam negeri lebih dominan serta harus lebih diwaspadai. Kita harus mensyukuri
keberagaman etnis, bahasa, dan agama yang ada di tanah air kita. Namun harus disadari
keberagaman tersebut juga mengandung potensi konflik yang apabila tidak dapat dikelola dengan
baik akan dapat menjadi sumber terjadinya disintegrasi bangsa. Contohnya konflik komunal yang
terjadi di Sulawesi Tengah, Maluku, Kalimantan akibat SARA dan provokasi. Masyarakat Indonesia
cenderung berpendapat bahwa wujud bela negara hanya dilakukan oleh para TNI(Tentara Nasional
Indonesia). Namun sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnyalah seluruh masyarakat bukan
hanya TNI ikut serta dalam bela negara, hal tersebut adalah sebagai bentuk kecintaan kita kepada
negara dan bangsa. Dalam Pasal 9 ayat 1 Undang-undang nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan
Negara yang berbunyi bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela
negara.
Adapun nilai-nilai bela negara yang harus lebih dipahami penerapannya dalam kehidupan
masyarakat berbangsa dan bernegara antara lain:
1. Cinta Tanah Air
Telah kita ketahui bahwa kesadaran bela negara yang ada pada setiap masyarakat didasarkan pada
kecintaan kita kepada tanah air kita. Kita dapat mewujudkan itu semua dengan cara kita mengetahui
sejarah negara kita sendiri, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan
pastinya menjaga nama baik negara kita.
2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang harus sesuai dengan kepribadian
bangsa yang selalu dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsanya. Kita dapat
mewujudkannya dengan cara mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok dan
menjadi anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
3. Yakin pada Pancasila
Dengan kembali ke ideologi kita, pancasila bukan hanya sekedar teoritis dan normatif saja tapi juga
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah alat pemersatu
keberagaman yang ada di Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain.
Nilai-nilai pancasila inilah yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan hambatan.
4. Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara
Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban untuk bangsa dan negara. Contoh
nyatanya seperti sekarang ini yaitu perhelatan seagames. Para atlet bekerja keras untuk bisa
mengharumkan nama negaranya walaupun mereka harus merelakan untuk mengorbankan
waktunya untuk bekerja sebagaimana kita ketahui bahwa para atlet bukan hanya menjadi seorang
atlet saja, mereka juga memiliki pekerjaan lain. Begitupun supporter yang rela berlama-lama
menghabiskan waktunya antri hanya untuk mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet
yang berlaga demi mengharumkan nama bangsa.
5. Memiliki Kemampuan Bela Negara
Contoh kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan tetap menjaga kedisiplinan,
ulet, bekerja keras dalam menjalani profesi masing-masing.
Kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan lingkungan
sekitar seperti menjadi bagian dari siskamling, membantu korban bencana sebagaimana kita ketahui
bahwa Indonesia sering sekali mengalami bencana alam, menjaga kebersihan minimal kebersihan
tempat tinggal kita sendiri, mencegah bahaya narkoba yang merupakan musuh besar bagi generasi
penerus bangsa, mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok karena di Indonesia
sering sekali terjadi perkelahian yang justru dilakukan oleh para pemuda, cinta produksi dalam
negeri agar Indonesia tidak terus menerus mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya
Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat nasional maupun
internasional.
Kesadaran bela negara dibangun sebagai bagian dari sistem pertahanan negara. Oleh sebab itu
pertahanan negara dilaksanakan oleh pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan sistem
pertahanan semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional
lainnya. Mengembangkan penyiapan dini memang perlu dilakukan sejak usia sekolah, sehingga
diharapkan para generasi muda yang merupakan calon pemimpin dan calon intelektual bangsa
nantinya mampu menganalisa dan mengambil keputusan yang mengedepankan kepentingan bangsa
dan negara.
Membangun Kesadaran Bela Negara pada pemuda merupakan sesuatu yang penting karena
pemuda merupakan generasi penerus bangsa. Pendidikan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang
dilakukan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (KEMENEGPORA) adalah salah satu
inisiasi penting dalam upaya memberikan pemahaman kepada pemuda akan hakekat bela negara.
Pada saat sekarang ini, pemuda Indonesia mengalami penurunan kesadaran bela negara. Hal
tersebut bisa kita lihat dari persoalan seperti, kebiasaan pemuda yang lebih bangga dengan budaya
atau simbol-simbol bangsa lain dan tidak bangga dengan budaya bangsa sendiri, dan semakin
banyaknya pemuda yang melakukan perilaku penyalahgunaan narkoba. Permasalahan ini jelas
mengganggu sikap kesadaran bela negara pada pemuda. Kondisi pemuda yang seperti itu akan
menjadikan pemuda kita menjadi pemuda yang kehilangan identitas dan karakter bangsa.