Anda di halaman 1dari 4

Lampiran 7

DEFINISI OPERASIONAL
PENGISIAN REGISTER PELAYANAN KORBAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP
PEREMPUAN, ANAK DAN KDRT DI PUSKESMAS & RUMAH SAKIT

Kolom Variabel Definisi Operasional

1 Nomor Nomor urut dalam pencacatan


2 Tanggal Kunjungan Tanggal korban datang pada saat meminta pelayanan
3 Nomor Family Nomor RM sesuai peraturan di sarana pelayanan
Folder/Rekam Medik
4 Nama Lengkap Nama lengkap korban, dalam kurung ditambahkan nama
orangtua (bagi pasien anak) dan nama suami (bagi isteri), jika
tidak punya suami tulis namanya saja
5 Alamat Lengkap Alamat lengkap korban dengan RT,RW, Desa/Kelurahan,
Kecamatan. Kalau tidak bisa lengkap semua, minimal
kelurahan dan kecamatan sesuai dengan tempat tinggal
sekarang
6 Kasus Jenis kasus, diisi dengan : Kasus Baru, Kasus Berulang, atau
Rujukan:
Kasus Baru:
Kasus baru pertama kali ditangani oleh unit pelayanan
kesehatan untuk kasus kekerasan terhadap perempuan/anak
maupun KDRT
Kasus Berulang:
Kasus kedua dan seterusnya dari korban yang sama untuk
kasus kekerasan terhadap perempuan/anak maupun KDRT
Rujukan:
Hanya diisi oleh Rumah Sakit, merupakan kasus rujukan dari
Puskesmas
7 Umur Umur korban pada saat meminta pelayanan, diisi dengan
tahun dan bulan
8 Jenis kelamin Jenis kelamin korban, diisi dengan: Laki2 (L) atau perempuan
(P)
9 Pendidikan Jenjang Pendidikan terakhir yang pernah dijalani korban, diisi
dengan:
Tidak Sekolah:
Korban tidak pernah mengenyam pendidikan
Belum Sekolah:
Korban yang belum mendapat pendidikan di sekolah karena
umur yang belum usia sekolah
Pra sekolah:
Korban yang sudah masuk pendidikan kelompok bermain
dan taman kanak-kanak
SD:
Korban yang duduk di bangku SD/sederajat
SLTP:
Korban yang duduk di bangku SLTP/sederajat
SLTA:
Korban yang duduk di bangku SLTA/sederajat
PT:
Korban yang duduk di bangku PT
Putus Sekolah:
Korban yang sudah tidak sekolah lagi dimana sebelumnya
pernah bersekolah
10 Pekerjaan Status Pekerjaan korban pada saat kejadian, diisi dengan salah
satu:
PNS
TNI
POLRI
BUMN
Swasta Formal
Swasta Informal
Lain-lain
Tidak Bekerja
11 Status Perkawinan Status perkawinan korban saat kejadian
Belum Kawin:
Korban yang belum pernah kawin termasuk yang tidak kawin
Kawin:
Korban yang masih dalam ikatan perkawinan yang syah
secara hukum
Cerai:
Korban yang sudah pernah kawin namun sekarang sudah
bercerai baik cerai mati atau secara hukum
12 Tindak Kekerasan Tindak kekerasan yang dialami
Kekerasan Fisik:
Kekerasan dimana korban mengalami tindak kekerasan yang
mengakibatkan gangguan pada fisik (luka, lebam, fraktur, dll)
Kekerasan Psikis:
Kekerasan dimana korban mengalami tindak kekerasan yang
mengakibatkan gangguan pada psikis (tertekan batin, sakit
hati, dll)
Perkosaan
Kekerasan dimana korban mengalami tindak kekerasan
seksual berupa perkosaan
Pelecehan Seksual
Kekerasan dimana korban mengalami tindak kekerasan berupa
pelecehan seksual
Eksploitasi Seksual
Kekerasan dimana korban dipekerjakan untuk melayani
kebutuhan seksual untuk mendapatkan keuntungan
Eksploitasi Ekonomi
Kekerasan dimana korban dipekerjakan untuk mendapatkan
keuntungan ekonomi
Penelantaran
Kekerasan dimana korban tidak mendapatkan segala sesuatu
yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya seperti
kesehatan, pendidikan , perkembangan emosional, gizi, tempat
bernaung dan keadaan yang aman.
Trafiking
Korban yang diperdagangkan dengan tujuan mendapatkan
keuntungan
13 Dampak Dampak yang diderita akibat tindak kekerasan, diisi dengan:
hamil, abortus, cacat, dll
14 TKP Tempat/lokasi terjadinya tindak kekerasan
Rumah Tanga
Tempat Kerja
Sekolah
Tempat-Tempat Umum
15 Waktu kejadian Waktu saat terjadinya kekerasan, diisi dengan tanggal, bulan,
tahun, jam
16 Pelayanan yang Pelayanan yang diberikan kepada korban
diberikan Konseling
Medis
Visum et Repertum
Rujukan
Lain-lain:
Pelayanan lain selain yang tersebut di atas
17 Umur Umur pada saat melakukan tindak kekerasan
<10 tahun:
0 sampai 1 hari sebelum usia 10 tahun
10-17tahun:
17 sampai 1 hari sebelum usia 17 tahun
18-49tahun:
18 sampai 1 hari sebelum usia 49 tahun
>50 tahun:
Usia 50 tahun ke atas
18 Pendidikan Pendidikan pada saat melakukan tindak kekerasan
Tidak Sekolah:
Korban tidak pernah mengenyam pendidikan
Belum Sekolah:
Korban yang belum mendapat pendidikan di sekolah karena
umur yang belum usia sekolah
Pra sekolah:
Korban yang sudah masuk pendidikan kelompok bermain
dan taman kanak-kanak
SD:
Korban yang duduk di bangku SD/sederajat
SLTP:
Korban yang duduk di bangku SLTP/sederajat
SLTA:
Korban yang duduk di bangku SLTA/sederajat
PT:
Korban yang duduk di bangku PT
Putus Sekolah:
Korban yang sudah tidak sekolah lagi dimana sebelumnya
pernah bersekolah
19 Pekerjaan Pekerjaan saat melakukan tindak kekerasan, diisi dengan salah
satu:
PNS
TNI
POLRI
BUMN
Swasta Formal
Swasta Informal
Lain-lain
Tidak Bekerja
20 Hubungan dengan Hubungan antara pelaku dengan korban
korban Orangtua
Pelaku adalah orangtua korban: ayah dan/atau ibu kandung,
atau ayah dan/atau ibu tiri, atau ayah dan/atau ibu angkat
Keluarga
Pelaku masih memiliki hubungan sedarah dalam garis lurus ke
atas maupun ke bawah sampai dengan derajat ketiga
Guru
Pelaku sebagai guru di sekolah formal maupun informal
Suami/Isteri
Pelaku sebagai suami/isteri dari korban
Lain-lain
Hubungan lain-lain diluar yang disebutkan di atas
21 Kebangsaan Sesuai dengan KTP
22 Keterangan Keterangan yang dianggap penting yang berhubungan dengan
korban/pelaku