Anda di halaman 1dari 1

Resume Toleransi ala Nabi oleh Ustadz Muhammad Yusuf Shandy

Minggu, 4 Desember 2016, di Mujahidin

Salah satu faktor yang mendorong tersebarnya agama Islam agar lebih lebar, lebih masif,
adalah toleransi yang telah dilakukan Rasulullah, mulai dari di Mekah sampai Madinah.

1. Saat Rasul berada di Mekah, beliau berusia 35 tahun dan telah menunjukkan bagaaimana
kualitas seorang pemuda. Beliau membangun sebuah kebudayaan/tradisi bagaimana
menghargai satu sama lain. Rasul melihat keadaan di Mekah, melihat bagaimana Kabah
di renovasi, dan yang akan ditempelkan di Kabah adalah Hajar Aswat. Semua kabillah
merasa mulia dan memiliki hak untuk menempelkannya. Rasul mengambil kain panjang
dan meminta seluruh kabillah yang ada disana untuk memegang ujung-ujung dan sudut-
sudut kain tersebut sehingga seluruh kabillah ikut serta menempelkan Hajar Aswat
tersebut.
2. Ketika Rasul sudah diangkat menjadi Nabi, Rasul melakukan dakwahnya secara
sembunyi-sembunyi, kemudian secara terang-terangan. Rasul tidak memaksa orang-
orang untuk masuk Islam, beliau mendatangi setiap keluarga dan menyampaikan bahwa
ini agama saya, ini impian saya, ini petunjuk yang disampaikan Allah SWT kepada kami,
karena salah satu petunjuk soal toleransi yaitu kita tidak boleh memaksa orang lain untuk
masuk ke dalam agama kita. Tapi kalau dia memilih untuk masuk Islam dengan
sendirinya maka dia harus patuh dengan perintah dan aturan di Islam.
3. Rasul meminjam unta kepada seseorang di Madinah dan akan dibayar beberapa
kemudian dengan unta yang sama. Kemudian setelah jatuh tempo, sahabat yang
meminjamkan unta datang menemui Rasul dan berkata, Ya Rasulullah, seerti yang Anda
janjikan kepada saya, hari ini saya datang untuk menagih janji Anda ya Rasul. Rasul
mendengarkan dan menyambut dengan baik orang itu.

Nama : Agrisinta Dwi Lestari

NIM : B1034161011

Prodi : Akuntansi Internasional