Anda di halaman 1dari 10

erhubung beberapa hari yang lalu saya telah membahas mengenai tanda tanda kehamilan, maka

untuk kali ini saya akan melompat sedikit yaitu membahas tentang langkah langkah menyusui
yang baik dan benar. Mengapa saya ambil topik ini, karena masih banyak saya temui ibu ibu
yang tidak paham tentang cara menyusui yang baik dan benar sehingga manfaat dari ASI tidak
sepenuhnya dirasakan oleh sang bayi. Berikut langkah langkah tersebut yang saya bagi menjadi 5
bagian :

1. Persiapan mental dan fisik. Ibu yang akan menyusui harus dalam keadaan tenang, tidak tergesa
gesa atau takut dan malu payudaranya yang indah nongol ke permukaan. Tentu untuk
memperoleh suasana ini, perlu dicari lokasi menyusui yang pas dan terjaga privasinya sehingga
terhindar dari tontonan orang. Minum segelas air sebelum menyusui merupakan salah satu cara
untuk membuat sang ibu merasa tenang. Hindari menyusui dalam keadaan haus dan lapar.

2 Persiapan tempat dan alat. Sebelum menyusui perlu dicari tempat duduk/kursi yang nyaman
dengan sandaran punggung dan tangan serta bantalan untuk menopang tangan yang
menggendong bayi. Capek khan kalau tangan terus terusan menyangga bayi dengan tidak
nyaman, yang ujung ujungnya mempersingkat waktu menyusui.

3. Sebelum menggendong bayi, tangan dicuci sampai benar benar bersih untuk menghindari ASI
terkontaminasi oleh kuman. Lalu sebelum menyusui, tekan daerah sekitar puting susu diantara
telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2 3 tetes ASI, kemudian oleskan ke seluruh bagian puting
susu. Cara menyusui yang baik adalah bila ibu melepaskan kedua payudaranya dari pemakaian
BH.

4. Susukan bayi sesuai dengan kebutuhan, jangan dijadual. Biasanya kebutuhan terpenuhi dengan
menyusui tiap 2 3 jam. Setiap menyusui, lakukan pada kedua payudara secara bergantian
masing masing selama kurang lebih 10 menit. Mulai selalu dengan payudara sisi yang terakhir
disusui sebelumnya. Periksa ASI sampai payudara terasa kosong.

5. Setelah selesai, oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara sebelum
memakai BH untuk mencegah lecet. Hal ini dapat dilakukan sambil menyangga bayi agar
bersendawa. Menyendawakan bayi setelah menyusui harus selalu dilakukan untuk mengeluarkan
udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.
MANAGEMEN MENYUSUI

Oleh : dr. TONY WIDYANTO

Pengantar

Perempuan mendapat anugrah Tuhan untuk dapat mengandung, melahirkan dan


menyusui. Kodrat pada perempuan ditandai oleh perangkat reproduksi yakni rahim,
kandung telur serta payudara sebagai organ penunjang. Sayangnya tidak semua
perempuan bisa memahami dan menghayati kodratnya, seorang ibu lebih memilih susu
formula daripada ASI, padahal s/d sekarang ASI belum ada tandingannya.

Beberapa mitos tentang menyusui yang beredar di masyarakat :

Menyusui membuat tubuh ibu sukar kembali ke bentuk semula ( faktanya,


timbunan lemak akan mudah lenyap saat menyusui )

ASInya tak mencukupi ( faktanya, ASI diproduksi sesuai dengan


permintan,makin sering menyusui makin banyak produksi yang dihasilkan)

Ukuran payudara ( >Besar kecilnya payudara tidak berkaitan dengan


kemampuan memberikan ASI. >ASI diproduksi oleh jaringan kelenjar
susu(alveolus),bukan jaringan lemak (pada payudara besar). Asal normal produksi ASI
akan sesuai dengan kebutuhan bayi.)

ASI pertama bisa menimbulkan penyakit (Pada hari pertama s/d kelima
banyak mengandung protein tinggi,zat kekebalan tubuh,serta laktosa dan lemak yang
rendah sehingga mudah dicerna.)

Menyusui membuat bentuk payudara tidak bagus (Bagus tidaknya bentuk


payudara dipengaruhi oleh faktor keturunan dan usia)

Menyusui itu merepotkan Sebenarnya menyusui lebih praktis,buka payudara


tinggal sodorkan ke mulut bayi pasti suhunya pas, takaranya pas daripada
membersihkan botol, menakar,membawa perlengkapan susu kemana-mana saat
pergi.
Manfaat dan keunggulan ASI
Manfaat ASI untuk ibu :

1. Isapan bayi pada payudara merangsang hormon oxytocin yang


diproduksi kelenjar hipofise meningkat, sehingga mengecilnya rahim kebentuk
semula( involusi )lebih cepat. Mencegah perdarahan pasca melahirkan dan
Resiko kanker payudara lebih rendah.

2. Menyusui secara murni ( eklusive ),akan menunda kehamilan karena hormon


menyusui akan menghambat proses ovulasi.

3. Kedekatan psikologis dengan anak, kasih sayang lebih tercurah, bayi merasa
aman ada di dekapan ibu.

Manfaat untuk keluarga :

1. Aspek Ekonomis : Lebih menghemat ( Kuranglebih Rp 800.000,0/bln untuk


membeli susu Formula )

2. Aspek Psikologis : Kebahagiaan bertambah dengan kelahiran jarang.

Manfaat untuk negara :

1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak ( ASI mengandung zat


kekebalan )

2. Mengurangi subsidi untuk RS

3. Bayi yang diberi ASI lebih jarang dirawat di RS daripada bayi yang mendapat
susu formula.
4. Mengurangi pengeluaran negara untuk import susu formula

5. Kuranglebih Rp 8,6 Milyar/th yang digunakan untuk membeli susu formula.

6. Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Anak bisa tumbuh dan


berkembang secara optimal.

Kerugian susu formula :

1. Pengenceran yang salah, bila kental terjadi hipernatrium,


hipertensi,kegemukan,infeksi usus. Bila encer : Malnutrisi ( kurang gizi dan gangguan
pertumbuhan)

2. Kontaminasi mikroorganisme.

3. Alergi.

4. Diare kronis

Tehnik menyusui:
Posisi dan perlekatan menyusui
Ada beberapa macam posisi menyusui:duduk, berdiri, atau berbaring.
Posisi : Bayi lurus sejajar, menghadap ibu, telinga dan lengan pada satu garis lurus,
dagu bayi setinggi aerola,ada bonding antara ibu dan bayi.Perlekatan : hidung
menempel payudara, sebagaian besar aerola bawah masuk mulut,mulut terbuka lebar,
bibir bawah ndower
Langkah menyusui yang benar :

1. sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada putimg


susu dan aerola sekitarnya.Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan
menjaga kelembaban puting susu.

2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara.

3. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari lain menopang dibawah,
jangan menekan puting susu atau aerolanya saja.

4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflek) dengan cara : 1.
menyentuh pipi dengan puting susu atau, 2.menyentuh sisi mulut bayi

5. Setelah bayi membuka mulut,dengan cepat kepala bayi didekatkan ke


payudara ibu dengan puting serta aerola dimasukkan ke mulut bayi; a. Usahakan
sebagaian besar aerola dapat masuk kemulut bayi,sehingga puting susu berada
dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat
penampungan ASI yang terletak dibawah aerola. b. Setelah bayi mulai menghisap,
payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi
Cara pengamatan Tehnik menyusui Yang Benar :

Menyusui dengan tehnik yang tidak benar bisa menyebabkan puting susu menjadi
lecet, ASI keluar tidak optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau
bayi enggan menyusu.Untuk mengetahui bayi telah menyusui dengan benar, perhatikan
:
- Bayi tampak tenang
- Badan bayi menempel pada perut ibu,
- Mulut bayi terbuka lebar,
- Dagu bayi menempel pada payudara ibu,
- Sebagaian besar aerola masuk kedalam mulut bayi,aerola bawah lebih banyak
yang masuk,
- Bayi nampak mengisap dngan kuat dengan irama perlahan,
- Puting susu ibu tidak terasa nyeri,
- Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus,
- Kepala agak menengadah.
- Melepas isapan bayi :
Setelah meyusui pada satu payudara sampai terasa kosong,sebaiknya mengganti
denagn payudara yang lain.Cara melepas isapan bayi :
# jari kelingking ibu dimasukkan kemulut bayi melalui sudut mulut atau,
# dagu bayi ditekan kebawah.
Setelah selesai menyusui,ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan
pada puting susu dan aerola sekitarnya,biarkan kering dengan sendirinya.

Menyendawakan bayi,dengan tujuan mengeluarkan udara dari lambung supaya


bayi tidak muntah(gumoh)setelah menyusui.dengan cara: Bayi digendong tegak dengan
bersandar pada bahu ibu kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan atau, Bayi
tidur tengkurap dipangkuan ibu,kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan.

Lama dan frekwensi menyusui

Sebaiknya bayi disusui secara sesuai keinginan bayi(on demand),karena bayi akan
menentukan sendiri kebutuhannya.Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu
payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung akan kosong dalam 2 jam.
Menyusui yang dijadwalkan akan berakibat kurang baik,karena isapan bayi sangat
berpengaruh pada rangssangan produksi berikutnya.menyusui malam hari juga akan
memacu produksi ASI.
Selama masa menyusui sebaiknya ibu menggunakan BH (kutang) yang dapat
menyangga payudara,tetapi tidak terlalu ketat.
Pengeluaran ASI
Apabila ASI berlebihan, sampai keluar memancar,maka sebelum menyusui sebaiknya
ASI dikeluarkan lebih dahulu untuk menghindari bayi tersedak atau enggan
menyusu.Pengeluaran ASI juga berguna bagi ibu yang bekerja bisa meninggalkan ASI
untuk bayinya.
Pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan dua cara :

Pengeluaran dengan tangan : tangan ibu dicuci dengan bersih,menyiapkan


cangkir/gelas tertutup yang telah dicuci dengan air mendidih.ibu melakukan
pemijatan payudara dengan kedua telapak tangan dari pangkal ke arah
aerola.dilakukan pemijatan secara merata mengelilingi payudara.

Pengeluaran dengan pompa

Bila payudara bengkak/ terbendung dan puting susu terasa nyeri,maka akan
lebih baik bila ASI dikeluarkan dengan pompa payudara.Pompa baik digunakan
bila ASI benar-benar penuh,tetapi pada payudara yang lunak akan lebih
sukar.Ada dua macam pompa,pompa tangan dan pompa listrik,yang biasa
digunakan adalah pompa Payudara tangan.

Penyimpanan ASI
ASI yang dikeluarkan dapat disimpan untuk beberapa saat.Ada perbedaan lamanya
disimpan dikaitkan dengan tempat penyimpanan:
- Di udara bebas/terbuka : 6-8 jam
- Di lemari Es : 24 jam
- Di lemari pendingin/beku (-18 C) : 6 bulan
ASI yang didinginkan tidak boleh direbus bila akan dipakai,karena kualitsnyaakan
menurun,yaitu unsur kekebalannya.ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat
didalam suhu kamar,agar tidak terlalu dingin,atau dapat pula direndam di dalam wadah
yang telah terisi air panas.
Pemberian ASI peras

Perlu diperhatikan,jangan diberikan dengan botol/dot,karena hal ini akan menyebabkan


bayi bingung puting.Berikan pada bayi dengan cangkir atau sendok,sehingga saat ibu
menyusui langsung,bayi tidak menolak menyusu.
Cara pemberian dengan menggunakan cangkir :

Ibu atau yang memberi minum bayi,duduk dengan memangku bayi.

Punggung bayi dipegang dengan lengan.

Cangkir diletakkan pada bibi bawah bayi.

Lidah bayi berada diatas pinggir cangkir dan biarkan bayi mengisap ASI dari
dalam cangkir(saat cangkir dimiringkan).

Beri sedikit waktu istirahat saat bayi menelan.

Demikian sedikit informasi yang bisa saya sampaikan, semoga ada manfaatnya dan
berguna bagi temen-temen yang mempunyai bayi. Semoga anak-anak kita menjadi
generasi yang lebih baik dari kita dan tentunya menjadi anak yang sholeh &
sholehah.Amien.

Sby, agustus 08
inot
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi
yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan
pakaian kepada para ibu dengan cara maruf. Seseorang tidak dibebani melainkan
menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan
karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban
demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan
keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu
ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu
memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan
ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Baqarah-233)