Anda di halaman 1dari 2

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KORBAN RAWAN BENCANA :

ANAK

A. DEFINISI
Anak adalah karunia yang terbesarbagi keluarga, agama, bangsa dab negara.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bangsa bagi
kemajuan suatu bangsa. Hak asasi anak dilindungidalam pasal 28 (B)(2) UUD 1945 yang
berbunyi setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta
berhak atas perlindungan dari kekersan dan diskriminasi.

Bagi anak- anak bencana bisa sangat menakutkan, fisik mereka yang tidak sekuat
orang dewasa membuat mereka lebih rentan tehadap ancaman bencana. Rasa aman
utama anak-anak adalah orang dewasa disekitar mereka (orang tua dan guru) serta
keteraturan jadwal. Oleh karena itu anak-anak juga sangat terpengaruh oleh reaksi orang
tua mereka dan orang dewasa lainya . Jika orangtua dan guru mereka bereaksi dengan
panik, anak akan semakin ketakutan. Saat mereka tinggal di pengungsian dan kehilangan
ketaraturan hidupnya. Tidak ada jadwal yang teratur untuk kegiatan belajar, dan
bermain, membuat anak kehilangan kendali atas hidupnya.

Kerentanan Psikologis Pada Anak Pra sekolah

Tanda-tanda anak pra sekolah (1-4 tahun) mengalami gangguan psikis adalalah
adanya perilaku ngompol, gigit jempol, mimpi buruk, kelekatan, mudah marah, temper
tantrum, perilaku agresive hiperaktif, baby talk muncul kembali ataupun semakin
meningkat intensitasnya (Norris et al. 2002).

Kerentanan psikologis Anak Usia Sekolah (5-12)

Anak usia ini menunjukkan adanya reaksi ketakutan dan kecemasan, keluhan
somatis, gangguan tidur, masalah dengan prestasi sekolah, menarik diri dari pertemanan,
apatis, enggan bermain, PTSD, dan sering bertengkar dengan saudara (Mandalakas,
Torjesen, and Olness 1999).
B. EMERGENCY MANAGEMENT OF DISASTER NURSING
1. MIGITATION
Tindakan yang dapat dilakukan perawat pada tahap migitasi antara lain :
a. Anjurkan orangtua agar memberikan pengawasan kepada anak, terutama saat
bermain diluar rumah
b. Anjurkan orangtua agar memberikan makanan bergizi pada anak
2. PREPAREDNESS
Tindakan yang dapat dilakukan perawat pada tahap kesiapsiagaan antara lain :
a. Anjurkan orangtua agar memberikan pengawasan kepada anak, terutama saat
bermain diluar rumah
b. Anjurkan orangtua agar memberikan makanan bergizi pada anak
c. Menyiapkan peralatan atau perlengkapan yang diperlukan ketika bencana datang,
seperti : masker, sarungtangan, obat P3K, dll
d. Siapkan kebutuhan-kebutuhan darurat yang akan dipakai di tempat yang mudah
dijangkau dan jagalah tetap berada di tempatnya.
3. RESPONSE
Tindakan yang dapat dilakukan perawat pada tahap tanggap darurat antara lain :
a. Anjurkan orangtua agar tetap tenang supaya memberi ketenangan pada anak
b. Minta bantuan orang lain jika tidak mampu melakukan pertolongan sendiri.
c. Segera evakuasi ibu dan anak ketempat pengungsian/ penampungan jika keadaan
ditempat bencana tidak kondusif.
4. RECOVERY
a. Anjurkan ibu agar tidak stress dan tetap tenang agar anak juga tenang
b. Berikan anak makanan yang bergizi
c. Sosialisasikan pola hidup bersih pada korban bencana (anak), terutama cuci
tangan sebelum dan sesudah makan pakai sabun, mandi pakai sabun dan minum
air yang sudah dimasak.
d. Kolaborasi dalam pemberian obat untuk menangani anak yang mengalami gejala
agitasi, kegelisahan, ataupun depresi.

Pada anak yang mengalami gangguan stres paska trauma dapat dilakukan
psikoterapi baik secara individu, kelompok, atau keluarga yang memungkinkan anak
untuk berbicara, menggambar, bermain, atau menulis tentang peristiwa yang mereka
alami. Terapi perilaku dan terapi kognitif juga dapat membantu mengurangi rasa
takut dan kekhawatiran anak akan hal-hal tertentu.