Anda di halaman 1dari 2

PENATALAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA

III
No. Dokumen No. Halaman
RSU MITRA Revisi 1/2
DELIMA R.0
Tanggal Terbit Ditetapkan :
STANDAR Direktur RSU Mitra Delima
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Nofita Dwi Harjayanti,
MMRS
NIK : 11.07.0002
Persalinan kala III dimulai sejak lahirnya bayi dan
PENGERTIAN
berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban
1. Menghasilkan kontraksi uterus yang lebih efektif

TUJUAN sehingga dapat mempersingkat waktu


2. Mengurangi jumlah kehilangan darah
3. Mengurangi kejadian retensio plasenta
Keputusan Menteri Kesehatan no.
KEBIJAKAN 603/Menkes/SK/VII/2008 tentang pemberlakuan Program
Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi
PROSEDUR 1. Setelah bayi lahir pastikan tidak ada bayi lain di
dalam uterus
2. Segera (dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir)
suntikkan oksitosin 10 unit IM pada 1/3 bagian atas
paha bagian luar (aspektus lateralis)
3. Setelah 2 menit baru dilakukan pemotongan tali
pusat
4. Penolong berada didepan vulva atau samping kanan
pasien
5. Bila kandung kemih penuh kosongkan kandung kemih
dengan kateter
6. Pindahkan klem pada tali pusat sekitar 5-10 cm dari
vulva
7. Letakkan tangan yag lain pada abdomen ibu tepat
diatas simfisis pubis. Gunakan tangan ini untuk
meraba kontraksi uterus dan menekan uterus pada
saat melakukan penegangan tali pusat.
8. Setelah terjadi kontraksi yang kuat, tegangkan tali
pusat dengan satu tangan dan tangan yang lain
(pada dinding abdomen) menekan uterus ke arah
dorso kranial. Lakukan secara hati-hati agar tidak
terjadi inversion uteri
9. Bila plasenta belum lepas, tunggu uterus berkontraksi
kembali untuk mengulangi kembali penegangan tali
pusat terkendali.
10.Saat mulai kontraksi tegangkan tali pusat kearah
bawah, lakukan tekanan dorso-kranial hingga tali
pusat makin menjulur dan korpus uteri bergerak
keatas yang menandakan plasenta telah lepas dan
dapat dilahirkan
PENATALAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA
III
No. Dokumen No. Halaman
RSU MITRA Revisi 2/2
DELIMA R.0
Tanggal Terbit Ditetapkan :
STANDAR Direktur RSU Mitra Delima
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Nofita Dwi Harjayanti,
MMRS
NIK : 11.07.0002
11.Setelah plasenta terpisah, anjurkan ibu untuk
meneran agar plasenta terdorong keluar melalui
introitus vagina. Tetap tegangkan tali pusat dengan
arah sejajar lantai.
12.Pada saat plasenta terlihat di introitus vagina,
lahirkan plasenta dengan mengangkat tali pusat
keatas menopang plasenta dengan tangan lainnya
untuk diletakkan dalam wadah penampung. Pegang
plasenta dengan kedua tangan dan secara lembut
putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin
menjadi satu.
13.Lakukan penarikan dengan lembut dan perlahan-
lahan untuk melahirkan selaput ketuban
14.Jika selaput ketuban robek dan tertinggal di jalan lahir
saat melahirkan plasenta, dengan hati-hati periksa
vagina dan serviks dengan seksama. Gunakan jari-jari
tangan anda atau klem untuk mengeluarkan selaput
ketuban yang teraba.
15.Segera setelah plasenta lahir lakukan masase fundus
uteri selama 15 detik.
16.Pantau jumlah perdarahan
17.Membersihkan pasien dan merapikan pasien
18.Periksa TTV, kontraksi uterus, dan jumlah perdarahan
19.pencatatan
UNIT TERKAIT 1. Kamar Bersalin