Anda di halaman 1dari 2

PENCEGAHAN PERDARAHAN PADA KALA NIFAS

DINI
No. Dokumen No. Halaman
RSU MITRA Revisi 1/2
DELIMA R.0
Tanggal Terbit Ditetapkan :
STANDAR Direktur RSU Mitra Delima
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Nofita Dwi Harjayanti,
MMRS
NIK : 11.07.0002
Mencegah terjadinya perdarahan yang patologis pada
kala nifas dini yaitu perdaralran lebilr dari 500 cc setelah
PENGERTIAN
plasenta lahir sampai 24 jam pertarna setelah
persalinan.
Untuk mencegah terjadinya perdarahan yang patologis pada
TUJUAN kala nifas dini yaitu perdarahan lebih dari 500 cc setelah
plasenta lahir sampai 24 jam pertama setelah persalinan.
1. Keputusan Menteri Kesehatan no.
KEBIJAKAN 603/Menkes/SK/VII/2008 tentang pemberlakuan
Program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi
PROSEDUR 1. INDIKASI
Terjadi perdarahan kala nifas (lebih atau diduga lebih
500 cc sejak plasenta lahir.
2. Petunjuk :
a. Perhitungan secara visual (sulit karena sering
sudah menggumpal atau meresap dalam kain)
b. Atau dengan monitoring tanda vital dan
menghitung dalam formula Giesecke
3. Penatalaksanaan
a. Pemasangan infus ukuran besar apabila belum
terpasang, bila pendarahan banyak dan syok
berat sebaiknya dipasang lebih dari satu saluran
infus.
b. Pemberian cairan pengganti (RL/PZ) sesuai
dengan formula Giesecke.
c. Pemasangan kateter tetap den mengukur produksi
urine secara berkala.
d. Monitor tanda vital secara intensif selarna
pertolongan diberikan.
e. Massage uterus atau kompresi bimanual.
f. Pernberian uterotonika kalau perlu secara kontinyu
melalui drip, dengan 20 30 unit oksitosis dalam
1000 cc cairan kristaloid dengan kecepatan 200
cc/jam Quilligan menganjurkan pemberian
oksitosin 10 20 unit RL 5000 cc/jam disertai
massege bimanual kemudian intermitten fundal
PENCEGAHAN PERDARAHAN PADA KALA NIFAS
DINI
No. Dokumen No. Halaman
RSU MITRA Revisi 2/2
DELIMA R.0
Tanggal Terbit Ditetapkan :
STANDAR Direktur RSU Mitra Delima
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Nofita Dwi Harjayanti,
MMRS
NIK : 11.07.0002
massege selama 10 20 merit dilakukan selama
beberapa jam sampai kontraksi uterus cukup
keras tanpa stimuli.
g. Apabila setelah pemberian oksitosis dalam 1000
cc cairan tidak berhasil dapat diberikan derifat
ergot atau prostagladin.
h. Penggunaan tampon uterus mungkin berhasil
untuk menghentikan perdarahan karena atonia
yang gagal dengan obat-obatan: Pernasangan
tampon harus secara hati-hati den secara padat.
Bahaya adalah memberi rasa aman yang semu
sehingga menunda tindakan definitif yang perlu.
Tampon yang padat menyerap darah sampai 1000
cc. Untuk mencegah infeksi sebaiknya diberikan
antibiotika dan diangkat dalam 24 jam.
i. Apabila usaha di atas juga gagal maka dapat
dipertimbangkan tindakan operatif yang ligasi
arteria hypogastrika pada wanita yang masih ingin
anak atau histerektomi bila sudah tidak
menginginkan
1. Kamar Bersalin
UNIT TERKAIT
2. IRNA 2