Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH GEOLOGI DAN LINGKUNGAN

Chapter 8 Waktu dan Geologi

Dosen Pengajar :

Drs. H. Sidharta Adyatma M.Si

Dr. Deasy Arisanty, M.Sc

Disusun Oleh

Kelompok 8

Siti Aisyah 1610115120013

Uswatun Hasanah 1610115320026

Kelas : B

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

BANJARMASIN TAHUN 2017


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ,kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiratnya yang telah melimpahkan rahmat,dan hidayah
kepada kami , sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Waktu dan Geologi
pada mata kuliah Geologi dan Lingkungan.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini . untuk itu kami
menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini .

Terlepas dari semua itu ,kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya . oleh karena itu dengan tangan terbuka
kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah
ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun
inspirasi terhadap pembaca.

Banjarmasin, 11 Februari 2017

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................ ..i


DAFTAR ISI.................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.........................................................................................1 - 2


1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3 Maksud dan Tujuan................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Waktu Geologi...................................................................................... 3 - 13


2.2 Prinsip yang digunakan untuk Usia Relatif Batuan..............................13- 14
2.3 Unconformities (Ketidakselarasan) Batuan..........................................14 - 16
2.4 Korelasi Geologi...................................................................................16 - 17
2.5 Usia Numerik........................................................................................17
2.6 Penentuan Usia Bumi ...........................................................................17 - 20
2.7 Usia Bumi.............................................................................................20 - 21

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan............................................................................................22 - 23

3.2 Saran..................................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 24

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Secara Etimologis Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang artinya bumi dan
Logos yang artinya ilmu, Jadi Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Secara umum
Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi, termasuk Komposisi, keterbentukan,
dan sejarahnya. Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi,
pembentukan, dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi. Dengan
kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari dalam geologi.

Besarnya waktu geologi sulit bagi manusia untuk memahami. Hal ini tidak biasa bagi
seseorang untuk hidup seratus tahun, namun seseorang harus hidup 10.000 kali selama itu
untuk mengamati proses geologi yang membutuhkan juta tahun. Dalam makalah ini, kami
mencoba untuk mengembangkan rasa dari sejumlah besar waktu di mana proses geologi telah
bekerja.

Ahli geologi yang bekerja di lapangan atau dengan peta atau ilustrasi di laboratorium
prihatin dengan relatif waktu- mengungkap urutan di mana peristiwa geologi terjadi.
Misalnya, seorang ahli geologi melihat foto dari Arizona Grand Canyon di halaman berikut
dapat menentukan bahwa batuan sedimen miring lebih tua dari batuan sedimen horisontal dan
lapisan bawah batuan sedimen horisontal lebih tua dari lapisan diatas mereka. Tapi ini
memberitahu kita apa-apa tentang berapa lama yang lalu salah satu batu yang terbentuk.
Untuk menentukan berapa tahun batu lalu dibentuk, kita perlu teknik khusus penanggalan
isotop radioaktif. Melalui penanggalan isotop, telah mampu menentukan bahwa batu-batu di
paling bawah bagian dari Grand Canyon adalah lebih dari satu miliar tahun. Makalah
ini menjelaskan bagaimana menerapkan beberapa prinsip dasar menguraikan urutan kejadian
bertanggung jawab untuk geologi fitur. Prinsip-prinsip ini dapat diterapkan untuk banyak
aspek geologi-seperti, misalnya, dalam memahami struktur geologi ,memahami sejarah
kompleks sabuk gunung juga membutuhkan pengetahuan teknik untuk menentukan usia
relatif batuan.

Hubungan usia menentukan antara geografis yang terpisah satuan batuan yang diperlukan
untuk memahami sejarah geologi suatu daerah, benua, atau seluruh Bumi. Pembuktian dari
teori lempeng tektonik tergantung pada korelasi antar unit batu dan peristiwa geologi, bagian
bersama bukti bahwa benua dulunya satu tubuh yang besar.
Meluasnya penggunaan fosil menyebabkan perkembangan standar geologi skala waktu.
Awalnya berdasarkan usia relatif hubungan, subdivisi dari waktu geologi standar skala kini
telah ditetapkan usia numerik dalam ribuan, jutaan, dan miliaran tahun melalui penanggalan
isotop. Pikirkan yang geologi skala waktu sebagai semacam kalender yang peristiwa dan
satuan batuan dapat disebut.

1.2 Rumusan Masalah

Di dalam makalah ini kami ambil beberapa masalah yaitu :

1. Waktu Geologi
2. Prinsip yang digunakan untuk usia relatif
3. Unconformities (Ketidakselarasan) batuan
4. Korelasi geologi
5. Usia Numerik
6. Penentuan usia bumi
7. Usia bumi

1.3 Maksud dan Tujuan Pembuatan Makalah

Tujuan kami membuat makalah ini bukan hanya untuk memenuhi salah satu tugas, tetapi
masih banyak tujuan pembuatan makalah ini di antaranya :

1. Dapat menambah wawasan yang lebih luas tentang waktu dan geologi
2. Untuk memahami tentang waktu geologi

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Waktu dan Geologi

Urutan stratigrafi yang disusun berdasarkan fossil indeks dan umur relatif dari
seluruh benua memperlihatkan kesamaan. Dari korelasi stratigrafi di seluruh dunia
disusun suatu Kolom Waktu Geologi, yang merupakan standard urutan kejadian di bumi.
Apabila ada penemuan baru, fossil misalnya, kolom ini selalu akan disempurnakan.
Skala waktu geologi yang ditetapkan oleh International Union of Geological
Sciences (IUGS) pada tahun 2004 membagi sejarah bumi ke dalam beberapa interval
waktu yang berbeda-beda panjangnya dan terukur dalam satuan tahun kalender. Interval
terpanjang adalah Kurun. Setiap Kurun terbagi menjadi beberapa Masa. Setiap Masa
terdiri dari beberapa Zaman, dan Zaman terbagi menjadi beberapa Kala.
Skala waktu internasional yang dipergunakan untuk satuan waktu dalam kolom waktu
geologi adalah:
1. Kurun (eon)
2. masa (era)
3. zaman (period)
4. kala (epoch)
Dasar pembagian skala waktu geologi menjadi kurun, bertitik tolak dari ada dan
belum adanya kehidupan yang nyata, yaitu :
A. Kurun Kriptozoikum :
Kurun Kriptozoikum adalah kurun yang belum dijumpai adanya suatu kehidupan yang
nyata. Kurun Kriptozoikum terbagi atas:
1. Hacean
2. Arkean
a)Carkean
b) Paleo arkean
c)Meso arkean
d) Neo arkean
B. Kurun Fanerozoikum
Kurun Fanerozoikum adalah kurun yang sudah ada kehidupan yang nyata. Kurun
Fanerozoikum berdasarkan adanya perkembangan kehidupan, di bagi menjadi 3, yaitu:
1. Masa Paleozoikum
Paleo = tua/kuno, masa dimana pada lapisan-lapisan batuan tersebut sudah terdapat
jenis tumbuh-tumbuhan dan binatang, semua jenis kehidupan tersebut kini sudah tidak
terdapat lagi / punah. Masa Paleozoikum menjadi enam periode, berturut-turut dari yang
paling tua: Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon, dan Perm.
a. Kambrium
Zaman Kambrium adalah periode pada skala waktu geologi yang dimulai pada sekitar
542 1,0 jtl (juta tahun lalu) di akhir kurun Proterozoikum dan berakhir pada sekitar 488,3
1,7 jtl dengan dimulainya zaman Ordovisium. Zaman ini merupakan periode pertama masa
Paleozoikum dari kurun Fanerozoikum. Nama "Kambrium" berasal dari Cambria, nama
klasik untuk Wales, wilayah asal batuan dari periode ini pertama kali dipelajari.
b. Ordovisium
Ordavisium adalah suatu periode pada kurun Paleozoikum yang berlangsung antara
488,3 1,7 hingga 443,7 1,5 juta tahun lalu. Zaman ini melanjutkan zaman Kambrium dan
diikuti oleh periode Silur. Zaman yang namanya diperoleh dari salah satu suku di Wales,
Ordovices, ini didefinisikan oleh Charles Lapworth pada tahun 1879 untuk menyelesaikan
persengketaan antara pengikut Adam Sedgwick dan Roderick Murchison yang masing-
masing mengelompokkan lapisan batuan yang sama di Wales utara masuk dalam periode
Kambrium dan Silur. Lapworth mengamati bahwa fosil fauna pada strata yang
dipersengketakan ini berbeda dengan fauna pada periode Kambrium maupun Silur sehingga
seharusnya memiliki periode tersendiri.

c. Silur
Zaman Silur adalah periode pada skala waktu geologi yang berlangsung mulai akhir
zaman Ordovisium, sekitar 443,7 1,5 juta tahun lalu, hingga awal zaman Devon, sekitar
416,0 2,8 juta tahun yang lalu. Seperti periode geologi lainnya, lapisan batuan yang
menentukan awal dan akhir periode ini teridentifikasi dengan baik, tapi tanggal tepatnya
memiliki ketidakpastian sebesar 5-10 juta tahun. Awal zaman Silur ditentukan pada suatu
peristiwa kepunahan besar 60% species laut (peristiwa kepunahan Ordovisium-Silur).
d. Devon
Zaman Devon adalah zaman pada skala waktu geologi yang termasuk dalam kurun
Paleozoikum dan berlangsung antara 416 2,8 hingga 359,2 2,5 juta tahun yang lalu.
Namanya berasal dari Devon, Inggris, tempat pertama kalinya batuan Exmoor yang berasal
dari periode ini dipelajari. Semasa zaman Devon, ikan pertama kali berevolusi dan memiliki
kaki serta mulai berjalan di darat sebagai tetrapoda sekitar 365 juta tahun yang lalu.
Tumbuhan berbiji pertama tersebar di daratan kering dan membentuk hutan yang luas. Di
laut, hiu primitif berkembang lebih banyak dibanding periode Silur dan Ordovisium akhir.
Ikan bersirip (lobe-finned, Sarcopterygii), ikan bertulang (bony fish, Osteichthyes) serta
moluska amonite muncul untuk pertama kalinya. Trilobit, brachiopoda mirip moluska, dan
terumbu karang besar juga masih sering ditemukan. Kepunahan Devon Akhir sangat
memengaruhi kehidupan laut. Paleogeografi didominasi oleh superbenua didominasi oleh
superbenua Gondwana di selatan, benua Siberia di utara, serta pembentukan awal superbenua
Euramerika di bagian tengah.
e. Karbon
Zaman Karbon adalah suatu zaman dalam skala waktu geologi yang berlangsung
sejak akhir periode Devon sekitar 359,2 2,5 juta tahun yang lalu hingga awal zaman Perm
sekitar 299,0 0,8 juta tahun yang lalu. Seperti halnya zaman geologi yang lebih tua lainnya,
lapisan batuan yang menentukan awal dan akhir zaman ini teridentifikasi dengan baik, tapi
tanggal tepatnya memiliki ketidakpastian sekitar 5-10 juta tahun. Nama "karbon" diberikan
karena adanya lapisan tebal gamping pada periode ini yang ditemukan di Eropa Barat. Dua
pertiga masa awal periode ini disebut subperiode Mississippian dan sisanya disebut sub-
zaman, yaitu subzaman Pennsylvanian. Tumbuhan berdaun konifer muncul pada zaman yang
penting ini.
f. Permin
Zaman Perm adalah zaman dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 299,0
0,8 hingga 251,0 0,4 juta tahun yang lalu. Periode ini merupakan periode terakhir dalam
era Paleozoikum. Perm dikelompokan menjadi 3 (tiga) kala, yaitu Lopongian, Guadalupian,
dan Cisuralian.
2. Masa Mesozoikum
Mesos = masa tengah, masa dimana pada lapisan-lapisan bebatuan tersebut sudah
terdapat tumbuh-tumbuhan dan binatang yang erat hubungan kekeluargaannya dengan yang
ada sekarang, meskipun sejumlah besar dari jenis tersebut kini telah punah. Masa ini
mempunyai bentuk-bentuk reptilia raksasa sebagai penciri utama. Masa Mesozoikum dibagi
menjadi tiga periode: Trias, Jura, dan Kapur.
a. Terias
Zaman Trias adalah suatu zaman dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara
251 200 juta tahun yang lalu. Zaman ini berlangsung setelah Permian dan diikuti oleh Jura.
Awal dan akhir zaman Trias masing-masing ditandai dengan peristiwa kepunahan besar.
Peristiwa kepunahan yang mengakhiri zaman Trias baru-baru ini berhasil ditentukan
waktunya secara lebih akurat, tapi sebagaimana halnya dengan zaman geologi lain yang lebih
tua, lapisan batuan yang mencirikan awal dan akhir teridentifikasi dengan baik, tapi waktu
persis awal dan akhir periode ini memiliki ketidakpastian sebanyak beberapa juta tahun.
Semasa zaman Trias, kehidupan laut dan daratan menunjukkan sebaran adaptif yang dimulai
dengan biosfer yang sangat miskin setelah peristiwa kepunahan zaman Permian-Trias.
Karang dari kelompok Zoantharia muncul untuk pertama kalinya. Tumbuhan berbiji tertutup
(Angiospermae) mungkin mulai berkembang pada periode Trias, seperti juga vertebrata
terbang pertama, pterosaurus.
b. Jura
Zaman Jura adalah suatu zaman utama dalam skala waktu geologi yang berlangsung
antara 200 145 juta tahun yang lalu, setelah zaman Trias dan mendahului zaman Kapur.
Lapisan batuan yang mencirikan awal dan akhir zaman ini teridentifikasi dengan baik, tapi
waktu tepatnya mengandung ketidakpastian sebesar 5 hingga 10 juta tahun. Jura merupakan
periode pertengahan kurun Mesozoikum, yang dikenal juga dengan "ZamanDinosaurus".
Awal periode ini ditandai dengan peristiwa kepunahan zaman Trias-Jura. Nama zaman ini
diberikan oleh Alexandre Brogniart berdasarkan banyaknya batugamping yang ditemukan di
Pegunungan Jura, di daerah pertemuan Jerman, Perancis, dan Swiss.
c. Kapur
Zaman Kapur atau Cretaceous adalah salah satu zaman pada skala waktu geologi yang
bermula pada akhir periode Jura dan berlangsung hingga awal Paleosen atau sekitar 145 65
juta tahun yang lalu. Zaman ini merupakan periode geologi yang paling lama dan mencakup
hampir setengah dari kurun Mesozoikum. Akhir zaman ini menandai batas antara
Mesozoikum dan Kenozoikum. Zaman ini ditandai sebagai suatu periode terpisah pertama
kali oleh ahli geologi Belgia, Jean d'Omalius d'Halloy, pada tahun 1822 dengan
menggunakan stratum di Cekungan Paris dan mendapat namanya berdasarkan banyaknya
lapisan batuan karbonat (kalsium karbonat yang terbentuk oleh cangkang invertebrata laut,
terutama coccolith) yang ditemukan pada zaman Kapur Akhir di Eropa daratan dan
Kepulauan Britania.
3. Masa Kenozoikum
Kainos = baru, masa dimana pada lapisan-lapisan batuan tersebut sudah terdapat sisa-
sisa kehidupan yang menunjukkan suatu permulaan pembentukan tumbuh-tumbuhan dan
binatang yang sekarang, dijumpai binatang menyusui dan binatang lunak yang kini masih
hidup.
Kurun Kenozoikum dikelompokan menjadi 2 (dua) zaman yang setara, yaitu zaman
Tersier yang mencakup hampir seluruh kurun Kenozoikum dan zaman Kuarter yang
mencakup kurang lebih 1 juta tahun yang lalu. Lebih dari 95% kurun Kenozoikum kepunyaan
zaman Tersier. Dari tahun 1760-1770, Giovanni Arduino sebagai inspektur tambang di
Tuscany dan professor mineralogi dari Padua, membagi skala waktu geologi menjadi 4 kelas
berdasarkan urutan batuan yang ada di Bumi, yaitu dengan istilah Primitif, Primer, Sekunder,
dan Tersier.
Selama abad ke 18 istilah Primer, Sekunder dan Tersier diberikan terhadap urut-urutan
lapisan batuan, dimana Primer merupakan batuan batuan yang paling tua sedangkan Tersier
untuk batuan-batuan yang lebih muda atau paling muda.
Pada tahun 1829 P.G. Desnoyers menambahkan pembagian skala waktu geologi yaitu
dengan yang ke-empat, yaitu Kuarter. Pembagian ini kemudian ditinggalkan, dimana Primitif
dan Primer menjadi kurun Paleozoikum, sedangkan Sekunder menjadi kurun Mesozoikum,
akan tetapi istilah Tersier dan Kuarter masih tetap dipakai Untuk dua tahapan utama dalam
kurun Kenozoikum.
Kurun Kenozoikum dimulai kurang lebih 65 juta tahun yang lalu dengan punahnya
Dinosaurus dan berlanjut hingga saat ini. Selama 65 juta tahun terakhir, benua Pangea
mengalami pemecahan menjadi beberapa benua dan pecahan pecahan benua ini saling
bergerak hingga keposisi seperti yang kita lihat saat ini.
Kurun Kenozoikum dibagi menjadi dua zaman, yaitu: Paleogen dan Neogen, dimana
kedua zaman dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kala. Zaman paleogen terbagi dalam kala
Paleosen, Eosen, dan Oligosen, sedangkan zaman neogen terdiri dari kala Miosen dan
Pliosen. Kurun Kenozoikum dapat pula dibagi menjadi Tersier (kala Paleosen hingga kala
Pliosen) dan Kuarter (kala Pleistosen hingga kala Holosen.
a) Paleogen adalah periode dalam skala waktu geologi yang merupakan bagian pertama dari
kurun Kenozoikum dan berlangsung selama 42 juta tahun antara 65,5 0,3 hingga 23,03
0,05 juta tahun yang lalu. Periode ini terdiri dari kala Paleosen, Eosen, dan Oligosen, dan
dilanjutkan oleh kala Miosen pada periode Neogen. Paleogen merupakan saat pertama
berkembangnya mamalia dari jumlah yang sedikit dan bentuk yang sederhana, hingga
membengkak menjadi beragam jenis pada akhir kepunahan massal yang mengakhiri periode
Kapur (kurun Mesozoikum) sebelumnya. Beberapa mamalia ini akan berevolusi menjadi
bentuk yang lebih besar yang mendominasi daratan, dan ada pula yang berevolusi menjadi
mampu hidup di lingkungan lautan, daratan khusus, dan bahkan di udara. Burung juga
berkembang pesat pada zaman ini menjadi kurang lebih bentuk modern yang dikenal saat ini.
Cabang kehidupan lain di bumi bertahan relatif tidak berubah dibandingkan dengan
perubahan yang dialami burung dan mamalia pada periode ini. Iklim menjadi lebih dingin
sepanjang Paleogen dan batas laut menyurut di Amerika Utara di awal zaman ini.
b) Neogen adalah suatu periode bagian dari kurun Kenozoikum pada skala waktu geologi yang
dimulai sejak 23.03 0.05 juta tahun yang lalu, melanjutkan zaman Paleogen. Berdasarkan
usulan terakhir dari International Commission on Stratigraphy, Neogen terdiri dari kala
Miosen, Pliosen, Pleistosen, dan Holosen dan berlangsung hingga saat ini. Sistem Neogen
(formal) dan Sistem Tersier (informal) merupakan istilah untuk batuan yang terbentuk pada
zaman ini. Neogen berlangsung kurang lebih selama 23 juta tahun. Selama zaman ini,
mamalia dan burung berevolusi dengan pesat; genus Homo juga mulai muncul pada periode
ini. Bentuk kehidupan lain relatif tidak berubah. Terjadi beberapa gerakan benua, dengan
peristiwa yang paling penting adalah terhubungnya Amerika Utara dan Selatan pada akhir
Pliosen. Iklim mendingin sepanjang periode ini yang memuncak pada glasiasi kontinental
pada zaman Kuarter.

Tabel 1. Skala Waktu Geologi

KURUN MASA ZAMAN KALA

Fanerozoikum Kenozoikum Holosen


Kwarter
Pleistosen
Tersier Neogen* Pliosen
Miosen
Oligosen
Paleogen* Eosen
Paleosen
Kapur
Mesozoikum Jura Lihat Tabel 3.
Trias
Perm
Karbon
Devon
Paleozoikum Lihat Tabel 4.
Silur
Ordovisium
Kambrium
Kriptozoikum Arkeozoikum
Keterangan : * = Sub-zaman

Tabel 2. Jangka Waktu Skala Waktu Geologi

(Dikutip dari : Earth and Space Science, Wolfe et al., 1966)

ZAMAN KALA JANGKA WAKTU

(X 106 tahun yang lalu)

Holosen sekarang ?
Kwarter
Pleistosen ? 0.6

Tersier
Pliosen 0.6 11

Miosen 11-25

Oligosen 25-40

Eosen
40-60
Paleosen 60-70

Kapur 70-135

Jura Lihat Tabel 3. 135-180

Trias 180-225

Perm 225-270

Pensylvanian 270-330

Mississipian 330-350

Devon Lihat Tabel 4. 350-400

Silur 400-440

Ordovisium 440-500

Kambrium 600-600

Pra-Kambrium 600-4500

Tabel 3. Pembagian Mesozoikum

ZAMAN KALA WAKTU

Kapur Atas Maastrichtian


Campanian

Santonian

Coniacian

Turonian

Cenomanian

Albanian

Aptian

Barremian
Bawah

Valangian

Berrasian

Jura Portlandian

Kemmeridgian
Atas

Oxfordian

Callovian

Bathonian
Tengah

Bajician

Bawah Aelenian

Toarcian

Plinsbachian

Sinemurian
Hattengian

Trias Rhaetian

Atas
Norian

Carnian

Ladinian
Tengah

Anisian

Bawah Schytian

Tabel 4. Pembagian Paleozoikum

ZAMAN KALA WAKTU

Tatarian

Atas
Kazanian

Perm* Tengah Kungurian


Artinskian

Bawah
Sakmarian

Stephanian

Westphalian
Atas

Karbon* Namurian

Visean

Bawah
Tournaisian

Devon* Atas Fanenian


Frasnian

Emsian

Siegenian
Bawah

Gedennian

Downtonian

Ludlovian

Silur*
Wenlockian

Llandoverian

Ashgillian

Atas
Caradocian

Llandeillian

Ordovisium**
Llanvirnian

Bawah
Arenigian

Tremadocian

Atas Postdamian
Kambrium** Tengah Acadian
Bawah Georgisan
Keterangan :* = Paleozoikum Atas ** = Paleozoikum Bawah

2.2 Prinsip yang digunakan untuk Menentukan Usia Relatif


Subdisiplin geologi yang menggunakan hubungan timbal balik antara batu berlapis
(kebanyakan) atau sedimen ke menginterpretasikan sejarah suatu daerah atau wilayah
yang dikenal sebagai stratigrafi. Empat prinsip stratigrafi ini digunakan untuk
menentukan sejarah geologi dari wilayah atau daerah. Ini adalah prinsip-prinsip dari
(1) horizontalitas asli, (2) superposisi, (3) lateralis hubungan kontinuitas, dan (4)
lintas sektoral.
a. Horizontal Asli
Prinsip horizontalitas asli menyatakan bahwa tempat tidur sedimen diendapkan
dalam air dibentuk sebagai horisontal atau hampir horisontal lapisan
b.Superposisi
Prinsip superposisi menyatakan bahwa dalam urutan batuan sedimen atau
vulkanik terganggu, lapisan tertua adalah di bagian bawah dan lapisan yang
semakin muda ke atas di tumpukan
c. Kontinuitas Lateral
Prinsip kesinambungan lateral yang menyatakan bahwa sedimen asli Lapisan
meluas lateral sampai mengecil atau menipis di perusahaan tepi. Ini adalah apa
yang kita harapkan di tepi pengendapan suatu lingkungan, atau di mana satu jenis
interfingers sedimen lateral dengan jenis lain dari sedimen sebagai lingkungan
perubahan.
d.Hubungan Lintas-Cutting
Prinsip keempat dapat diterapkan untuk menentukan tersisa hubungan usia Kecil
Canyon. Prinsip crosscutting hubungan menyatakan bahwa pola terganggu lebih
tua dari penyebab gangguan. Sebuah kue lapis (pola) harus panggang (didirikan)
sebelum dapat diiris (gangguan).

2.3 Ketidakselarasan (unconformity) Batuan


Dalam stratigrafi ada suatu fenomena yang disebut dengan ketidakselarasan
(unconformity). Ketidakselarasan berhubungan dengan sedimentasi antara satu lapisan
batuan dengan batuan lain. Dalam proses sedimentasi, jika sedimentasi normal maka
alur perlapisan batuan akan terlihat normal dan tidak ada perbedaan yang mencolok
tiap lapisan. Akan tetapi kadangkala terdapat kasus dimana sedimentasi hilang pada
satu waktu sehingga terjadi ketidakselarasan (unconformity) antara lapisan atas dan
bawah. Berikut adalah beberapa macam ketidakselarasan dalam perlapisan batuan
1. Non-conformity
Adalah fenomena adanya lapisan batuan beku/metamorf yang dibawah lapisan
sedimen.
2. Angular unconformity
Adalah fenomena dimana beberapa lapisan sedimen memiliki perbedaan sudut yang
tajam dengan lapisan di atasnya (ketidakselarasan menyudut).

3. Disconformity
Adalah hubungan antara lapisan batuan sedimen yang dipisahkan oleh bidang
erosi. Fenomena ini terjadi karena sedimentasi terhenti beberapa waktu dan
mengakibatkan lapisan paling atas tererosi sehingga menimbulkan lapisan kasar.

4. Paraconformity
Adalah hubungan antara dua lapisan sedimen yang bidang ketidakselarasannya
sejajar dengan perlapisan sedimen. Pada kasus ini sangat sulit sekali melihat batas
ketidakselarasannya karena tidak ada batas bidang erosi. Cara yang digunakan untuk
melihat keganjilan antara lapisan tersebut adalah dengan melihat fosil di tiap lapisan.
Karena setiap sedimen memiliki umur yang berbeda dan fosil yang terkubur di
dalamnya pasti berbeda jenis.
2.4 Korelasi Geologi

Dalam geologi, korelasi biasanya berarti menentukan waktu kesetaraan dari


satuan batuan. satuan batuan dapat berkorelasi dalam wilayah, benua, dan bahkan
antar benua. Berbagai metode korelasi dijelaskan bersama dengan contoh bagaimana
prinsip-prinsip yang kita digunakan untuk menentukan apakah batu di satu daerah
yang lebih tua atau lebih muda daripada batu di daerah lain.
a. Keadaan Fisik terus menerus
Menemukan kontinuitas-yang fisik, mampu melacak secara fisik jalannya batu
unit adalah salah satu cara untuk mengkorelasikan batu antara dua tempat yang
berbeda.
b.Kesamaan Jenis Batuan
Dalam kondisi tertentu, korelasi antara dua daerah dapat dibuat dengan
mengasumsikan bahwa jenis batuan yang sama di dua daerah terbentuk pada saat
yang sama. Metode ini harus digunakan dengan sangat hati-hati, terutama jika
batu yang berkorelasi adalah yang umum.
c. Korelasi dengan Fosil
Fosil yang umum di batuan sedimen, dan kehadiran mereka penting untuk
korelasi. Tumbuhan dan hewan yang hidup di mengatur waktu batu yang
terbentuk dikuburkan oleh sedimen, dan fosil mereka Sisa-sisa diawetkan dalam
batuan sedimen. Sebagian besar fosil spesies yang ditemukan di lapisan batuan
yang telah punah-99,9% dari semua spesies yang pernah hidup punah. (Konsep
spesies fosil adalah mirip dengan yang di biologi.)

2.5 Usia Numerik


Menghitung cincin pertumbuhan tahunan di batang pohon akan
memberitahu kita bagaimana pohon itu tua. Demikian pula, lapisan sedimen
diendapkan setiap tahun di danau glasial dapat dihitung untuk menentukan berapa
lama danau itu ada . Tapi hanya dalam beberapa dekade berikut penemuan
radioaktivitas pada tahun 1896 telah para ilmuwan mampu menentukan usia numerik
dari satuan batuan.
Para peneliti kemudian mampu memberikan nilai numerik untuk skala
waktu geologi dan menentukan berapa tahun yang lalu berbagai era, periode,dan
zaman mulai dan berakhir: The Era Kenozoikum dimulai beberapa 65 juta tahun yang
lalu, Era Mesozoikum dimulai sekitar 250 juta tahun yang lalu, dan Prakambrium
berakhir (atau Paleozoic dimulai) sekitar 545 juta tahun yang lalu. Prakambrium
meliputi sebagian besar waktu geologi, karena usia bumi umumnya dianggap sebagai
sekitar 4,5 sampai 4,6 miliar tahun.

2.6 Penentuan Umur Bumi


Umur bumi dapat diestimasi berdasarkan materi radioaktif
yang ditemukan. Salah satu peluruhan yang menjadi patokan dalam
menentukan umur bumi adalah proses peluruhan uranium-timbal.
Dengan mengetahui konstanta peluruhan dan berapa jumlah
uranium dan timbal yang ada saat ini maka lama proses peluruhan
uranium menjadi timbal dapat diperoleh. Waktu peluruhan dari
unsur radioaktif ini dapat dijadikan sebagai acuan yang
menggambarkan umur bumi.
Mineral batuan secara alamiah mengandung unsur-unsur
radioaktif yang terus mengalami proses peluruhan.Dengan
mengetahui berapa jumlah unsur radioaktif yang meluruh dan
konstanta peluruhannya, maka pentarikhan umur suatu mineral
dapat dimungkinkan untuk dilakukan. Salah satu unsur radioaktif
di bumi yang mengalami peluruhan adalah uranium dengan produk
akhirnya adalah timbal. Pada awal terbentuknya bumi, dapat
dianggap bahwa unsur-unsur radioaktif tersebut belum mengalami
peluruhan. Dari beberapa peluruhan radioaktif yang ada di bumi,
peluruhan uranium-timbala dalah peluruhan yang memiliki
waktu paruh yang paling besar. Dengan anggapan bahwa dari awal
terbentuknya bumi hingga saat ini uranium mengalami proses
peluruhan, maka dengan mengetahui jumlah uranium saat ini
dan jumlah hasil peluruhannya yaitu timbal,maka lama proses
peluruhan tersebut dapat dianggap menggambarkan berapa umur
bumi saat ini.
Hingga saat ini para akhli ilmu kebumian belum mendapatkan
cara yang tepat untuk menentukan umur Bumi secara pasti hanya
dengan batuan yang ada di Bumi mengingat batuan tertua yang ada
di Bumi telah terdaur ulang dan hancur oleh proses tektonik
lempeng serta belum pernah ditemukan batuan-batuan yang terjadi
saat pembentukan planet Bumi. Meskipun demikian para akhli
sudah mampu menentukan kemungkinan umur dari Sistem Tata
Surya dan menghitung umur Bumi dengan mengasumsikan bahwa
Bumi dan benda-benda padat yang ada di dalam Sistem Tata Surya
terbentuk pada saat yang bersamaan dan sudah pasti memiliki
umur yang sama pula.
a. Observasi (Pengamatan)

Untuk menentukan umur bumi, dapat dilakukan berdasarkan


observasi (pengamatan) terhadap kejadian alam yang ada di muka
bumi. Jika diamati bahwa beberapa peristiwa geologis terjadi pada
masa tertentu, maka bisa diasumsikan dengan mempergunakan
data ini, kejadian yang sama telah terjadi dalam kurun waktu yang
sama di masa lalu.

b. Tes Radiometrik

Test ini ditemukan awal abad 20 dan menjadi sangat populer.


Teknik tes Radiometrik terletak pada prinsip bahwa atom tidak
stabil di material radioaktif akan berubah menjadi atom stabil
dalam satu interval waktu tertentu. Kenyataan bahwa perubahan ini
terjadi dengan jumlah yang sudah dipastikan dan juga dalam
periode waktu yang tertentu, membuat timbulnya gagasan untuk
mempergunakan data ini sebagai penentu dari umur fosil dan umur
bumi.

c. Tes Uranium

Test Uranium adalah yang pertama kali digunakan, tetapi


kemudian tidak dipakai lagi. Prinsip dari test ini adalah perubahan
uranium menjadi timah. Uranium berubah menjadi atom thorium saat
memancarkan radiasinya. Thorium adalah sebuah elemen radioaktif,
berubah menjadi protactinium setelah beberapa waktu tertentu.
Setelah tiga belas perubahan tambahan, uranium pada akhirnya
berubah menjadi timah yang merupakan elemen stabil.

Waktu yang dibutuhkan oleh elemen radioaktif untuk berubah dari setengah
masanya menjadi elemen yang lain, disebut setengah-umur dari elemen ini. Setengah-
umur dari uranium-238 adalah 4,5 miliar tahun. Artinya 100 gram uranium yang kita
miliki hari ini, akan menjadi 50 gram uranium-238 dan 50 gram timah-206 setelah 4,5
miliar tahun kemudian. Dan setelah 4,5 miliar tahun berikutnya, ada tersisa seperempat
dari jumlah uranium yang kita miliki mula-mula. Reaksi ini akan berlanjut sampai
uranium itu habis.

d. Teori menghitung Kadar Garam

Diasumsikan bahwa saat Bumi berumur nol, kadar garam dari


Laut dan Sungai adalah sama, yaitu sama-sama air tawar.Lalu diukur,
dalam waktu tertentu, jumlah garam yang dibawa oleh sungai ke
laut. Pengukuran dilakukan bisa dengan mengambil beberapa sample
dari hulu, badan, dan hilir sungai, untuk melihat berapa banyak
penambahan mineral garam dari lingkungan (tanah/pasir) yang
dilewati. Setelah mengetahui berapa banyak garam yang dibawa oleh
sungai, kemudian hitung berapa banyak garam yang dikandung oleh
laut saat ini.

2.7 Usia Bumi


Pada tahun 1625, Uskup Agung James Ussher menetapkan bahwa bumi
diciptakan pada tahun 4004 SM penentuan umur nya dibuat oleh menghitung kembali
generasi di dalam Alkitab. Hal ini akan membuat Bumi berusia 6.000 tahun saat ini.
Itu usia yang sangat muda dari Bumi sebagian besar diambil untuk diberikan oleh
negara-negara Barat. Sebaliknya, umat Hindu pada saat itu dianggap bumi sebagai
sangat tua. Menurut kuno kalender Hindu, tahun Masehi 2000 akan menjadi tahun
1972949101. Dengan mempopulerkan uniformitarianisme pada awal 1800, para
ilmuwan bumi mulai menyadari bahwa bumi harus sangat tua-setidaknya dalam
ratusan juta tahun. Mereka ditangani kemunduran oleh fisikawan Inggris yang
terkenal, Lord Kelvin.
Kelvin, pada tahun 1866, dihitung dari tingkat di mana bumi kehilangan panas
yang Earth pasti seluruhnya cair antara 20 dan 100 juta tahun yang lalu. Dia kemudian
disempurnakan perkiraan untuk antara 20 dan 40 juta tahun. Dia agak sombong di
mencemoohkan ilmuwan bumi yang percaya uniformitarianisme yang ditunjukkan
usia jauh lebih tua untuk Bumi. Penemuan radioaktivitas di 1896 batal klaim Kelvin
karena itu disediakan sumber panas bahwa dia tidak tahu tentang. unsur Ketika
radioaktif pembusukan, panas dilepaskan dan panas yang ditambahkan ke panas
sudah di bumi. Jumlah panas radioaktif yang dilepaskan pada saat ini mendekati
panas bumi kehilangan. Jadi, untuk semua tujuan praktis, Bumi tidak mendapatkan
dingin.
Penemuan radioaktivitas juga disediakan sarana untuk menentukan berapa
umur bumi adalah. Pada tahun 1905, para isotop mentah pertama tanggal dilakukan
dan menunjukkan usia dari 2 miliar tahun. Tapi sejak itu, kami telah tanggal batuan di
bumi yang dua kali usia itu.
Bumi kini dianggap sebagai antara 4,5 dan 4,6 miliar tahun tua-jauh lebih tua
dari batuan tertua yang ditemukan. karena erosi dan aktivitas tektonik telah daur ulang
bahan asli di permukaan bumi, kita tidak dapat menentukan usia bumi dari batuan
tersebut. Penentuan usia terutama berasal dari tanggal yang diperoleh dari meteorit
dan batu bulan. Kebanyakan meteorit dianggap sebagai fragmen dari bahan yang tidak
menyatu menjadi sebuah planet. Itu tanggal tertua yang diperoleh dari meteorit dan
batuan bulan berada di 4,5 untuk berbagai 4,6 miliar tahun. Hal ini sangat mungkin
bahwa planet-planet dan badan-badan lain dari sistem surya, termasuk Bumi,
terbentuk pada sekitar waktu yang sama.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Skala waktu international yang dipergunakan untuk satuan waktu dalam


kolom geologi adalah kurun (eon), masa (era), zaman (period) dan kala (epoch). Eon
merupakan pembagian interval terbesar dari waktu geologi, yang terdiri dari Hadean,
Archean, Proterozoic dan Phanerozoic. Kurun dibagi menjadi beberapa era, dan era
dibagi lagi menjadi beberapa masa. Masa dibagi menjadi 3, dan zaman dan kala
menjadi lebih detil, atau interval yang lebih pendek.

Untuk menentukan sejarah geologi dari wilayah atau daerah terdapat 4 prinsip,
yaitu : (1) horizontalitas asli, (2) superposisi, (3) lateralis hubungan kontinuitas, dan
(4) lintas sektoral.

Dalam stratigrafi ada suatu fenomena yang disebut dengan ketidakselarasan


(unconformity). Ketidakselarasan berhubungan dengan sedimentasi antara satu lapisan
batuan dengan batuan lain, ada 4jenis ketidakselarasan pada batuan yaitu :
nonconformity, angular uncomformity, disconformity, dan paraconformiy

Dalam geologi, korelasi biasanya berarti menentukan waktu kesetaraan dari


satuan batuan. satuan batuan dapat berkorelasi dalam wilayah, benua, dan bahkan
antar benua. Berbagai metode korelasi dijelaskan bersama dengan contoh bagaimana
prinsip-prinsip yang digunakan untuk menentukan apakah batu di satu daerah yang
lebih tua atau lebih muda daripada batu di daerah lain.

Para peneliti memberikan nilai numerik untuk skala waktu geologi dan
menentukan berapa tahun yang lalu berbagai era, periode,dan zaman mulai dan
berakhir: The Era Kenozoikum dimulai beberapa 65 juta tahun yang lalu, Era
Mesozoikum dimulai sekitar 250 juta tahun yang lalu, dan Prakambrium berakhir
(atau Paleozoic dimulai) sekitar 545 juta tahun yang lalu. Prakambrium meliputi
sebagian besar waktu geologi, karena usia bumi umumnya dianggap sebagai sekitar
4,5 sampai 4,6 miliar tahun.

Dalam menentukan umur bumi, terdapat beberapa metode, yaitu : obsevasi


(lapangan), tes radioaktif, tes uranium dan tes mengitung kadar garam.

Bumi kini dianggap sebagai antara 4,5 dan 4,6 miliar tahun tua-jauh lebih tua
dari batuan tertua yang ditemukan. karena erosi dan aktivitas tektonik telah daur ulang
bahan asli di permukaan bumi, kita tidak dapat menentukan usia bumi dari batuan
tersebut. Penentuan usia terutama berasal dari tanggal yang diperoleh dari meteorit
dan batu bulan. Kebanyakan meteorit dianggap sebagai fragmen dari bahan yang tidak
menyatu menjadi sebuah planet. Itu tanggal tertua yang diperoleh dari meteorit dan
batuan bulan berada di 4,5 untuk berbagai 4,6 miliar tahun. Hal ini sangat mungkin
bahwa planet-planet dan badan-badan lain dari sistem surya, termasuk Bumi,
terbentuk pada sekitar waktu yang sama.

3.2 Saran

Dengan telah dibuatnya makalah ini yang berjudul WAKTU DAN


GEOLOGI semoga dapat bermanfaat bagi kami khususnya selaku penyusun dan
para pembaca umumnya. Disamping itu dengan adanya makalah ini semoga para
pembaca dapat memahami betapa pentingnya kita menjaga lingkungan untuk dapat
menghindari bencana bencana yang disebabkan oleh kesalahan tingkah laku
manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Carlson, Dian H. 2011.Physical Geology Earth Revealed. Newyork.
ISBN 978-0-07-336940-2

Sapiie, Benyamin, dkk. anonim. Geologi Fisik. Bandung: ITB.