Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Evolusi merupakan perubahan biologis yang dialami mahluk hidup seiring berjalannya
waktu. Ada banyak sekali bukti dari banyak sumber independen mendukung keberadaan
evolusi, yang tidak bertentangan dengan keyakinan agama ataupun keyakinan kepada
Tuhan. Ilmuan menggunakan teori evolusi untuk menjawab pertanyaan seperti: Mengapa
ada banyak sekali jenis tanaman dan spesies hewan? dan Bagaimana bisa kesamaan
diantara spesies dapat dijelaskan? (Yasin.S, 2010)
Selama lebih dari seratus tahun, argumen pro dan kontra terhadap teori evolusi telah
diteliti dan diperdebatkan. Benarkah evolusi itu ada? Apa buktinya kalau evolusi itu
ada? Untuk menunjukkan bukti-bukti bahwa proses evolusi itu ada, kita dapat melakukan
pendekatan terhadap kenyataan/fakta yang ada di sekitar kita. Bagi para spesialis di
bidang biologi dan disiplin ilmu lain yang berkaitan, mungkin pertanyaan tersebut sudah
terjawab. Akan tetapi, bagaimana bagi kelompok lain yang tidak mempunyai kesempatan
untuk mengikuti jalannya perkembangan teori evolusi? (Eksakta, 2012)
Pernahkah kita berpikir, siapakah nenek moyang kita? Dari berbagai proses
pengamatan, bukti yang ada, dan penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya muncul
suatu teori evolusi. Berdasarkan data atau petunjuk yang ada, makhluk hidup (hewan dan
tumbuhan) telah menghuni bumi jutaan tahun yang lampau. Jenis-jenis yang hidup pada
masa lampau tersebut berbeda dengan jenis yang hidup pada masa sekarang ini. Bahkan
beberapa jenis hewan dan tumbuhan purba saat ini telah punah, tinggal fosilnya saja.
(Febry dkk)

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa saja yang merupakan bukti-bukti evolusi ?
2. Bagaimana contoh-contoh dari bukti evolusi ?
3. Mengapa bukti-bukti evolusi yang telah ada bisa dikatakan bukti ?

1.3 Batasan Masalah


Agar masalah dalam makalah ini tidak meluas dan menjadi lebih terfokus maka
pembahasan dalam makalah ini terbatas pada bukti-bukti yang menunjukkan telah
terjadinya evolusi.

1.4 Tujuan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui apa saja yang merupakan bukti evolusi
2. Mengetahui contoh-contoh evolusi
3. Mengetahui alasan mengapa bukti yang telah ada bisa dikatakan sebagai bukti.

1.5 Manfaat
Makalah ini disusun dengan harapan agar dapat menambah wawasan bagi pembaca
terutama mahasiswa/siswi tentang bukti-bukti yang menunjukan terjadinya evolusi dan
sekaligus menjadi renungan bersama apakah bukti-bukti tersebut pantas dikatakan sebagai
bukti.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Anonim (2012), Evolusi dapat dilihat dari dua segi yaitu sebagai proses historis
dan cara bagaimana proses itu terjadi. Sebagai proses historis evolusi itu telah dipastikan
secara menyeluruh dan lengkap sebagaimana yang telah dipastikan oleh ilmu tentang
suatu kenyataan mengenai masa lalu yang tidak dapat disaksikan oleh mata. Hal ini berarti
bahwa evolusi itu ada dan merupakan suatu kenyataan yang telah terjadi. Berikut ini
merupakan bukti-bukti evolusi yang ada Adanya variasi antar individu dalam satu
keturunan, Peristiwa Domestikasi, Ditemukannya fosil di berbagai lapisan batuan
bumi, Adanya homologi organ pada berbagai jenis makhluk hidup, Studi
perbandingan embriologi, Studi perbandingan biokimia, Organ yang Mengalami
Rudimentasi/Organ Tubuh yang Tersisa, Bukti Biogeografi, Perbandingan Fisiologi,
Perbandingan Genetika, dan Bukti Molekuler.

1. Adanya variasi antar individu dalam satu keturunan


Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak kembar
sekalipun pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam satu
spesies. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kebiasaan, dan lain-lain. Jadi antar
individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan
yang terdapat antar individu dalam satu spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh
berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat. Seleksi yang dilakukan
bertahun-tahun terhadap suatu spesies akan menyebabkan munculnya spesies baru yang
berbeda dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi merupakan bahan dasar
terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru. (Anonim 2012)

2. Peristiwa Domestikasi
Domestikasi adalah usaha manusia untuk menjadikan hewan/tanaman liar menjadi
tanaman/hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat bagi manusia.Pada dasarnya
tindakan ini adalah memindahkan makhluk hidup dari lingkungan aslinya ke lingkungan
yang diciptakan oleh manusia. Tindakan ini dapat mengakibatkan timbulnya jenis-jenis
hewan dan tumbuhan yang menyimpang dari aslinya, yang mengarah terbentuknya spesies
baru. (Anonim 2012)
Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah
mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena
di tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya.
Selanjutnya, adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin
banyaknya penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup semula. Dua
tempat yang dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai
flora dan fauna yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua
tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi geografis. (Eksakta, 2012)

3. Ditemukannya fosil di berbagai lapisan batuan bumi


Fosil (bahasa Latin: fossa yang berarti "menggali keluar dari dalam tanah") adalah sisa-
sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil,
sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. Oleh para pakar
dibedakan beberapa macam fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam
batu ambar, fosil ter, seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di Kalifornia. Hewan atau
tumbuhan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup. Fosil yang
paling umum adalah kerangka yang tersisa seperti cangkang, gigi dan tulang. Fosil jaringan
lunak sangat jarang ditemukan.Ilmu yang mempelajari fosil adalah paleontologi, yang juga
merupakan cabang ilmu yang direngkuh arkeologi. (Yasin, 2010)
Menurut Oxlay (2011), Adapun fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia
antara lain sebagai berikut:
a. Pithecanthropus erectus. Tempat penemuan di Desa Trinil di pinggir sungai Bengawan
Solo di dekat Ngawi, Propinsi Jawa Timur. Orang yang menemukannya adalah Dr. Eugene
Dubois. Tahun penemuannya adalah pada tahun 1890. Fosil ini dikenal juga dengan
sebutan Manusia Jawa dan merupakan jenis manusia purba yang pertama kali ditemukan
di Indonesia.
b. Pithecanthropus mojokertensis. Tempat penemuannya adalah di daerah Perning,
Mojokerto, Jawa Timur. Nama penemunya adalah Duyfjes dan Von Koenigswald. Tahun
penemuannya adalah pada tahun 1936. Fosil ini berupa tengkorak anak-anak yang berusia
sekitar 6 tahun dan diperkirakan hidup sekitar 1,9 juta tahun yang lalu.
c. Meganthropus palaeojavanicus. Tempat penemuannya di Sangiran, daerah Surakarta,
Propinsi Jawa Tengah. Nama penemunya adalah Von Koenigswald. Tahun penemuan fosil
tersebut adalah antara tahun 1936 1941. Fosil ini lebih besar dan lebih tegap daripada
Pithecanthropus Erectus. Usianya diperkirakan paling tua di antara jenis manusia purba
yang lain di Indonesia.

4. Adanya homologi organ pada berbagai jenis makhluk hidup


Organ-organ berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama dan kemudian
berubah struktur sehingga fungsinya berbeda disebut organ yang homolog. Homologi
organ menunjukkan tingkat kekerabatan makhluk yang bersangkutan. Makin banyak organ
yang homolog kemungkinan kekerabatannya makin dekat, yang artinya nenek moyangnya
mungkin sama. (Anonim 2012)
Sumber: http://biologimediacentre.com/evolusi-pemahaman-teori-dan-bukti-evolusi/

Gambar 1. Homologi organ: perhatikan bahwa anggota gerak pada makhluk di atas memiliki bentuk berbeda,
tetapi pada dasarnya memiliki bagian yang sama. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan fungsi.
Contohnya: tangan manusia berfungsi untuk memegang adalah homolog dengan sirip
depan paus yang digunakan untuk berenang, atau sayap kelelawar yang berguna untuk
terbang homolog dengan tungkai depan kucing yang berguna untuk berjalan.
Lawan dari homolog adalah organ yang analog, yaitu organ-organ dari berbagai
makhluk hidup yang fungsinya sama tanpa memperhatikan bentuk asalnya. Bisa juga
diartikan organ-organ tubuh dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tetapi
bentuk asalnya berbeda. (Anonim 2012)

5. Studi perbandingan embriologi


Perkembangan embrio berbagai spesies yang termasuk kelas vertebrata menunjukkan
adanya persamaan pada fase tertentu yakni pada fase morulla, blastula, dan gastrula/awal
embrio. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara hewan-hewan
sesama vertebrata, yang mungkin pula mereka memiliki satu nenek moyang. (Anonim
2012)

6. Studi perbandingan biokimia


Bila membandingkan makhluk hidup pada tingkat biokimia, ternyata hasilnya
mendukung teori evolusi. Sebagai contoh, Hb manusia lebih mirip dengan simpanse atau
gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah. Tingkat kemiripan ini menunjukkan
manusia lebih dekat kekerabatannya dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing
atau cacing tanah. (Anonim 2012)

7. Organ yang Mengalami Rudimentasi/Organ Tubuh yang Tersisa


Rudimentasi organ merupakan petunjuk adanya evolusi. Organ yang berguna pada
suatu makhluk hidup, pada makhluk hidup lain mungkin kurang berfungsi. Contoh tulang
ekor pada manusia kurang berfungsi sehingga mengalami rudimenter. Organ yang
mengalami rudimenter akan membuang waktu saja untuk terus-menerus menyediakan
darah, zat makanan, dan ruangan bagi organ yang tidak lagi memiliki fungsi penting.
seleksi alam cenderung menguntungkan individu yang memiliki organ dalam bentuk
tereduksi, dan dengan demikian cenderung akan menghilangkan struktur yang tidak
berfungsi lagi. Namun pada kelompok mamalia lain, ekor sangat berkembang dan
berfungsi sebagai ekor, begitu juga pada kelompok Vertebrata lainnya. (Yasin, 2010)

8. Bukti Biogeografi
Biogeografi adalah mempelajari distribusi geografi dari tanaman dan hewan. Dengan
mempelajari biogeografi kita dapat menjelaskan mengapa spesies-spesies berdistribusi,
dan apa bentuk distribusi yang diperlihatkan mengenai habitat dan daerah asal mula
mereka. Dari perjalanan Darwin mengelilingi dunia dengan H.M.S. Beagle, ia menemukan
bahwa spesies tanaman dan hewan umumnya tidak berdistribusi jauh dari habitat yang
potensial. Studi-studi mengenai biogeografi sejak Darwin dibuktikan berulang-ulang oleh
para ilmuan. (Anonim 2012)

9. Perbandingan Fisiologi
Makhluk hidup mulai dari yang derajat terendah hingga ke derajat yang paling tinggi
tubuhnya tersusun atas sel. Walaupun jumlah sel dan morfologi setelah dewasa berbeda-
beda, namun kegiatan fisiologis di dalam setiap selnya memiliki kemiripan, seperti :1) dalam
metabolism; 2) dalam respirasi; 3) dalam sintesa protein; 4) sintesa ATP dan
penggunaannya dalam aktivitas hidup. (Anonim 2012)

10. Perbandingan Genetika


Teori ini dipelopori oleh George Mendel. Ia mengemukakan teori genetika yang
menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen. Dengan demikian
banyaknya variasi alel menentukan kemampuan terhadap ketahanan untuk dapat terus
hidup. (Anonim 2012)

11. Bukti Molekuler


Evolusi melekuler merupakan merupakan proses evolusi yang terjadi pada
skala DNA, RNA, dan protein. Secara garis besar, evolusi molekuler ini membahas
mengenai RNA, DNA, analisis filogenik, dan evolusi eukariot. Evolusi molekuler muncul
sebagai bidang ilmu pengetahuan pada tahun 1960-an ketika peneliti dari bidang biologi
molekuler, biologi evolusi, dan genetika populasi berusaha memahami stuktur dan fungsi
asam nukleat dan protein yang baru ditemukan. Evolusi molekuler pada dasarnya
menjelaskan dinamika perubahan evolusi pada tingkat molekuler, bahasan pada evolusi
molekuler itu meliputi perubahan materi genetik (urutan DNA atau RNA) dan produknya
serta rata-rata dan pola perubahannya serta mengkaji pula sejarah evolusi organisme dan
makromolekul yang didukung data-data molekuler (filogeni molekuler). (Eksakta, 2012)
Dalam tinjauan molekuler, evolusi merupakan perubahan susunan genetik pada
generasi yang berurutan. Untuk mengetahui evolusi, sangat baik untuk mengetahui tentang
genetika dari populasi (population genetic). Penelitian selama 30 tahun yang dilakukan oleh
R.A. Fisher di Inggris dan S. Wright di Amerika memperlihatkan bahwa evolusi tidak
mengenai sebuah gen atau suatu individu, tetapi melaui sekelompok gen atau sekumpulan
individu yang disebut populasi. (Anonim 2012)
Genetika individu selalu menyangkut konsep genotipe yakni konstitusi genetika pada
individu. Dan jika kita katakan bahwa evolusi adalah perubahan dalam komposisi genetis
dari populasi, maka yang diartikan adalah suatu perubahan dari frekuensi genetis di dalam
seluruh gen (termasuk plasmagen) yang dimiliki semua individu dalam populasi tersebut.
(Yasin, 2010)
BAB III
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari pembahasan tentang bukti-bukti evolusi adalah:
1. Beberapa petunjuk adanya evolusi, yaitu : Peninggalan fosil di berbagai lapisan batuan
bumi, Anatomi perbandingan, Adanya alat-alat tubuh yang tersisa, Bukti biogeografi,
Peristiwa domestikasi, Perbandingan fisiologi, Embriologi perbandingan, Variasi antar
individu dalam satu keturunan, Perbandingan genetic, Petunjuk secara biokimia, Bukti
molekuler.
2. Contoh-contoh evolusi antara lain: Pithecanthropus erectus, Pithecanthropus
mojokertensis, Meganthropus palaeojavanicus
3. Ada banyak alasan yang dapat digunakan untuk membuktikan bahwa evolusi memang
terjadi. Bukti-bukti evolusi yang dikemukakan pada makalah ini hanya beberapa contoh
yang mungkin akan mudah dimengerti. Evolusi dapat dibuktikan mulai dari bukti skala kecil
seperti pada pemuliaan anjing atau tumbuhan, homologi antara suatu bagian dari
organisme hingga menyangkut pada masalah yang lebih luas seperti pembandingan data
sistematik. Data-data yang ada saling mendukung bahwa suatu proses yang universal telah
berlangsung, yaitu proses evolusi abiotik maupun proses evolusi biotik. Kedua-duanya
bekerjasama ataupun saling mempengaruhi hingga terbentuknya bumi sekarang. Data-data
modern seperti data genetika (DNA) dan data biokimia yang menunjukkkan betapa
kesamaan yang besar antara organisme eukariot mulai dari tanaman hingga manusia
merupakan fakta yang sangat meyakinkan mengenai proses evolusi.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2012.Bukti-Bukti Evolusi.http://biologimediacentre.com/evolusi-pemahaman-teori-
dan-bukti-evolusi/.Artikel.Diakses 02/03/2013
Eksakta.R.S.2012.Bukti Evolusi.http://rizalsuhardieksakta.blogspot.com/2012/12/bukti-
evolusi 28.html.Artikel.Diakses 02/03/2013

Febry,dkk.2013

Oxlay.2011.Fosil Manusia Purba.http://id.shvoong.com/humanities/history/2187699-fosil-


manusia-purba-yang-ditemukan/#ixzz2MNCDKnFV.Artikel.Diakses 02/03

3. Domestikasi Perhatikanlah hewan atau tumbuhan yang dibudidayakan,


akan terlihat betapa suatu bunga mempunyai begitu banyak variasi dalam
bentuk, ukuran dan warna. Kita juga mengetahui adanya variasi warna,
bentuk, dan ukuran dari anjing ras. Adanya variasi menunjukan bahwa suatu
organisme mempunyai begitu banyak kemungkinan. Kebanyakan varisi
tersebut bukan variasi yang unggul di alam, hanya karena dipelihara
manusialah maka mereka dapat bertahan.hal ini dapat kita analogikan
dengan suatu kelompok organisne di alam yang tiba-tiba dapat berkembang
dan dapat menjadi sangat beragam. Domestikasi menunjukan bagaimana
suatu organisme dapat berevolusi (Djoko T. Iskandar :2001). Gambar
Beberapa varietas anjing yang telah berkembang akibat domestikasi yang
dilakukan manusia

4. Adanya Variasi Antar Individu Dalam Satu Keturunan Jika diamati


bahwa akibat domestikasi maka timbul variasi. Sebenarnya tidak demikian,
karena variasi sudah ada sebelum domestikasi. Yang dilakukan oleh manusia
adalah melakukan seleksi dari variasi yang ada. Di dunia ini tidak pernah
dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak kembar sekalipun
pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam
satu spesies. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kebiasaan, dan lain-
lain. Jadi antar individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi
adalah segala macam perbedaan yang terdapat antar individu dalam satu
spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu,
tanah, makanan, dan habitat. Perhatikan bahwa dalam satu keturunan pun
akan selalu memunculkan variasi. Ini disebabkan karena pada perkawinan
selalu terjadi rekombinasi gen. Seleksi yang dilakukan bertahun-tahun
terhadap suatu spesies akan menyebabkan munculnya spesies baru yang
berbeda dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi merupakan
bahan dasar terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies
baru.

5. Anatomi Komparatif Studi komparatif struktur tulang dan sistem tubuh


hewan dari beragam filum menunjukkan sejumlah besar kesamaan. Bukti
yang lebih jelas terletak pada perbandingan anatomi primitif dan modern.
Karakter primitif adalah karakter yang ada sebelum karakter modern. Primitif
tidak harus lebih sederhana, karena hilangnya sebuah struktur atau
kerumitan juga termasuk perubahan. Primitif dan modern hanya dapat
berguna saat kita merujuk pada bagian tertentu karakter tersebut, dan
sebuah karakter dapat primitif di satu hal dan modern dalam hal lainnya.
Perkembangan kuda modern adalah salah satu bentuk yang paling lengkap
dalam fosil. Peningkatan ukuran tubuh terlihat jelas seiring berjalannya
waktu saat bentuk primitif memunculkan spesies modern yang lebih besar.
Saat ukuran tubuh meningkat dari Hyracotherium terkecil di zaman Eosen
(sekitar 50 juta tahun lalu) hingga Equus yang terbesar (kuda modern),
terdapat penurunan kerumitan pada tulang kaki. Seluruh berat kuda
sekarang bertopang pada jari ketiga, sementara jari lainnya begitu kecil dan
tidak banyak bermanfaat. Evolusi Kuda

6. Radiasi Adaptasi Radiasi adptasi adalah suatu fakta mengenai


timbulnya suatu kelompok organisme pada suatu masa. Kemunculan
kelompok organisme tersebut biasanya digambarkan sebagai kemunculan
yang tidak terlalu mendadak, tetapi pada umumnya melibatkan banyak
sekali anggotanya (Djoko T. Iskandar :2001). Gambar ; Pohon evolusi Finch
Darwin Radiasi adaptasi terjadi saat sebuah bentuk primitif sebuah spesies
berkembang menjadi sejumlah besar bentuk modern, masing-masing
teradaptasi dengan kondisi lingkungan tertentu. Salah satu contoh terbaik
radiasi adaptasi adalah burung finch Darwin dari kepulauan Galapagos.
Kepulauan Galapagos adalah sekelompok pulau di Samudera Pasifik yang
berjarak 965 kilometer di barat Ekuador. Setiap pulau memiliki iklim
mikronya sendiri dengan flora dan fauna berbeda. Ahli biologi Charles Darwin
mengunjungi Kepulauan Galapagos pada abad ke-19. Ia menemukan kalau
tiap pulau memiliki tipe finch nya sendiri-sendiri. Mereka teradaptasi untuk
makan makanan tertentu yang ada di pulaunya. Semua finch hanya berbeda
sedikit satu sama lain dan dari burung finch primitif yang ada di daratan
Amerika Selatan. Darwin menyatankan kalau individu tertentu di tiap pulau
memiliki keuntungan bertahan hidup bila mereka lebih baik dalam makan
makanan yang tersedia di tempatnya. Selama banyak generasi, finch ini
bertambah jumlahnya, dan karena mereka terisolasi dari finch di pulau lain,
mereka pada akhirnya menjadi spesies yang berbeda (M. Datun
Sukandarrumidi : 1980).

7. Rudimentasi Rudimentasi diartikan sebagai organ atau bagian tubuh


suatu organisme yang pada awalnya ada tetapi semakin tidak ada fungsi
karena perkembangan zaman dan proses adaptasi.
http://biologionline.blogspot.com/2011/04/bukti-evolusi.html

Berikut beberapa contoh rudimentasi pada organisme :

Contoh sebelumnya menunjukan adanya celah insang pada semua


Vertebrata darat. Dengan berkembangnya embrio, maka celah insang akan
berkembang menjadi insang pada ikan dan katak, tetapi mengalami reduksi
pada Vertebrata darat.

Umbai cacing merupakan contoh lain dari rudimentasi sebagian usus.

Tidak ada alasan bahwa manusia mempunyai tulang ekor, karena


selama hidup tulang ekor tidak berfungsi sama sekali. Gambar : tulang ekor
pada manusia

8. Bukti Biokimiawi Fakta menunjukan bahwa adanya suatu protein sering


kali bersifat universal. Misalnya enzim Laktat dehidroginase ditemukan pada
semua vertebrata. Kesamaan tersebur bukan saja dari fungsinya, tetapi juga
bentuk proteinnya. Lebih dekat hubungan kekerabatan dua organisme, lebih
mirip pula struktur biokimiawinya. Kesamaan ini dapat pula ditelusuri hingga
pada DNAnya. Kalau kesamaan itu hanya diantara dua organisme berlainan
jenis, dapat dikatakan sebagai kebetulan. Tetapi kesamaan yang dapat
ditemui adalah pada semua organisme. Contoh lain adalah misalnya protein
histon yang terdapat pada kacang kapri dan sapi hanya berbeda dalam dua
asama amino (Djoko T. Iskandar :2001).

9. Bukti Sistematik Data sistematik dapat memberikan gambaran yang


nyata dari organisme yang paling primitive kepada organisme yang lebih
maju. Misalnya kalau kita memngambil contoh vertebrata, maka kita akan
melihat dengan jelas bagaimana antara ikan dengan reptile terdapat katak.
Katak merupakan hewan peralihan dari ikan ke reptile misalnya masih
mempunyai insang seperti ikan, tetapi berkaki empat seperti reptile. Kalu
reptile berevolusi dari ikan dan kemudian berevolusi ke amfibi, maka pada
reptile, insang telah hilang, dan harus kembali diciptakan untuk amfibi. Data
fosilpun mendukung bahwa ikan ada sebelum ada amfibi dan reptile,
sedangkan amfibi ada sebelum reptile. Jadi data sistematik sudah
memberikan gambaran mengenai proses evolusi tanpa perlu diterangkan
secara terperinci.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef