Anda di halaman 1dari 13

TUGAS 5

KL 4100

Lingkungan Laut

Dosen : Andojo Wurjanto, Ph. D.

Oleh :

Farina Samantha

15513035

PROGRAM STUDI TEKNIK KELAUTAN

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2015
SOAL 1
Hitung dengan tool (perkakas) yang Anda miliki atau Anda bisa akses (misalnya Google Earth),
volume material yang diperlukan untuk membuat 17 Pulau Reklamasi DKI. Jawaban Anda
harus memuat peta yang Anda gunakan dan metoda yang Anda terapkan untuk mengerjakan
soal ini. Jika Anda merasa perlu membuat sketsa dan potongan pulau, muat sketsa dan
potongan tersebut dalam pekerjaan Anda untuk menunjukkan bahwa Anda memang calon
Engineer KL yang resourceful dan rajin. Buat yang belum tahu: Google Earth memuat informasi
kedalaman perairan.

Jawab

Berikut merupakan peta 17 Pulau Reklamasi DKI:

Untuk menghitung volume material yang dibutuhkan pertama-tama saya mengukur luas permukaan
area reklamasi.

Metoda yang Saya terapkan untuk mengerjakan soal ini adalah dengan menggunakan aplikasi Google
Earth dan perhitungan menggunakan tools Add Polygon tab Measurement dengan satuan Hectares

Berikut adalah pengukuran luas permukaan tiap pulau :


Setelah mengukur luas permukaan yang saya lakukan selanjutnya adalah mencari kedalaman dengan
menggunakan Google Earth dan merata-ratakannya

Berikut adalah contoh potongan salah satu pulau (pulau G)

4m Muka air
10,71 m

Setelah mendapat kedalaman rata-rata lalu dihitung volumenya dengan mengalikan kedalaman dengan
luas permukaan. Sehingga didapatkan table sebagai berikut:

Tinggi Tinggi
Rata-rata
Luas Kedalaman Kedalaman Reklamasi Reklamasi
Pulau tinggi Volume
Permukaan Terdangkal Terdalam Terdangkal Terdalaml (
Reklamasi
( 4m) 4m)
A 79.3 0 0 4 4 4 3172000
B 382 0 2.745 4 6.745 5.3725 20522950
C 272 0 3.66 4 7.66 5.83 15857600
D 319 0 4.27 4 8.27 6.135 19570650
E 287 0 4.88 4 8.88 6.44 18482800
F 191 0 5.795 4 9.795 6.8975 13174225
G 158 0 6.71 4 10.71 7.355 11620900
H 65.6 5.185 7.93 9.185 17.115 13.15 8626400
I 416 0 4.575 4 8.575 6.2875 26156000
J 318 0 4.575 4 8.575 6.2875 19994250
K 34.2 0 2.745 4 6.745 5.3725 1837395
L 482 0 4.27 4 8.27 6.135 29570700
M 581 0 3.355 4 7.355 5.6775 32986275
N 410 0 1.22 4 5.22 4.61 18901000
O 344 0 2.745 4 6.745 5.3725 18481400
P 463 0 3.66 4 7.66 5.83 26992900
Q 379 0 4.575 4 8.575 6.2875 23829625
Total Volume 309777070

Total volume yang dibutuhkan untuk mebuat reklamasi adalah 309.777.070 m3


SOAL 2

Volume material reklamasi harus dipasok dari tempat lain, dan hanya mungkin diambil dari laut (pasir
laut). DKI melarang wilayah lautnya ditambang. (Peta wilayah darat dan laut DKI dimuat di Perda DKI 01-
2012.) Carilah calon lokasi tambang pasir di perairan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan material
17 Pulau Reklamasi DKI. Jika kawasan tambang pasir itu digali sedalam rata-rata n meter, hitung luas
tambang pasir yang dibutuhkan (nilai n Anda tentukan sendiri). Jawaban Anda harus memuat(i) peta
kawasan tambang pasir usulan Anda, (ii) narasi pertimbangan mengapa Anda memilih lokasi tersebut, dan
(iii) nota perhitungan luas kawasan tambang pasir.

Jawab

(i) peta kawasan tambang pasir usulan

(ii) narasi pertimbangan mengapa Anda memilih lokasi tersebut

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : KEP. 33/ MEN/ 2002 Tentang Zonasi
Wilayah Pesisir dan Laut untuk Kegiatan Pengusahaan Pasir Laut, Bab III Zona Perlindungan pasal 5 bagian
d dan e.

Pasal 5

Zona Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, merupakan zona yang dilarang untuk
kegiatan penambangan pasir laut, meliputi:
d. perairan dengan jarak kurang dari atau sama dengan 2 (dua) mil laut yang diukur dari garis pantai
ke arah perairan kepulauan atau laut lepas pada saat surut terendah;
e. perairan dengan kedalaman kurang dari atau sama dengan 10 meter dan berbatasan langsung
dengan garis pantai, yang diukur dari permukaan air laut pada saat surut terendah;
Berdasarkan pertimbangan dari Keputusan diatas, maka saya melakukan analisis untuk menentukan
lokasi pengambilan pasir laut.

Lokasi yang biasa digunakan perusahaan tambang pasir laut adalah didaerah utara selat sunda karena
bebas dari kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan perlindungan ekosistem pesisir serta tidak berada
di alur laut kepulauan Indonesia

Maka saya menentukan lokasi yang tepat untuk Offshore Borrow Area berada di daerah timur laut Selat
Sunda yang berjarak 90 km dari area reklamasi.

(iii) nota perhitungan luas kawasan tambang pasir.

Jika kawasan tambang pasir itu digali sedalam rata-rata n meter, dengan nilai n yang saya tentukan
sebesar 5 meter, maka luas kawasan tambang pasir adalah :

309.777.070 m3 : 5 m = 61.955.414 m2

Saya menentukan nilai n sebesar 5 meter berdasarkan kontur laut dari daerah tersebut sehingga proses
pengerukan pasir laut tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan bagi perairan di daerah
tersebut. Apabila terlalu dalam maka akan menyebabkan pusaran arus dan mempengaruhi arus disekitar
dan mengganggu aktivitas nelayan.
SOAL 3

Penentuan luas pulau, konfigurasi pulau reklamasi, jarak pulau ke daratan semula, dan jarak antar pulau,
seharusnya menjadi ranah kajian Teknik Kelautan dalam naskah akademik Perda DKI mengenai tata
ruang laut. Karena KL-4100 merupakan mata kuliah tingkat-4, Mahasiswa diharapkan sudah paham
mengenai kaidah pemodelan hidrodinamika kawasan perairan. Kriteria utama yang harus dipenuhi oleh
skema reklamasi adalah tata air sungai tidak boleh terganggu oleh keberadaan pulau reklamasi (lihat
Pengantar butir [d]).

Terangkan setup model hidrodinamika kawasan perairan untuk menemukan konfigurasi pulau
reklamasi yang memenuhi kriteria utama tersebut.

Jawab

Perhitungan dilakukan dengan melakukan analisa perilaku muka air dengan adanya debit di hulu dan
pasang surut dalam kondisi reklamasi tanpa pintu dengan menggunakan model numerik Surface-Water
Modeling System (SMS) versi 8.1.

Hasil pemodelan Modul RMA2 dari perangkat lunak SMS ini adalah berupa pola kecepatan dan elevasi
muka air pada daerah yang dimodelkan. Proses simulasi RMA2 dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut:

1. Mempersiapkan peta batimetri

2. Membuat mesh dan domain pemodelan

3. Memasukkan data batimetri

4. Menentukan kontrol model

5. Memasukkan Kondisi Batas (Boundary Condition)

Output elevasi muka air pada daerah pemodelan ditampilkan pada saat akan surut dalam kondisi
purnama (spring) dari data pasang surut yang digunakan dalam pemodelan

(i) peta scenario sebelum reklamasi


Untuk mempermudah, saya melakukan permodelan tata air sungai dari reklamasi 3 pulau
yaitu pulau C, D dan E seperti gambar berikut :

Diatas merupakan peta skenario sebelum diadakan reklamasi. Gambar diatas menunjukkan
vektor kecepatan dan arah aliran saat menuju surut di spring tide

Grafik diatas menunjukkan perbandingan pengaruh pasang surut disaat belum diadakan
reklamasi di 4 titik muara sungai.
(ii) peta scenario setelah reklamasi

Diatas merupakan peta skenario setelah diadakan reklamasi. Gambar diatas menunjukkan
vektor kecepatan dan arah aliran saat menuju surut di spring tide

Grafik diatas menunjukkan perbandingan pengaruh pasang surut setelah diadakan reklamasi
di 4 titik muara sungai.

Dari hasil perbandingan grafik pengaruh pasang surut sebelum dan setelah reklamasi,
didapatkan bahwa perbedaan elevasi muka air saat pasang maupun surut tidak berbeda
secara signifikan.

Kriteria utama yang harus dipenuhi oleh skema reklamasi adalah tata air sungai tidak boleh
terganggu oleh keberadaan pulau reklamasi
(iii) posisi titik pantau representative untuk menguji terpenuhi atau tidaknya kriteria utama

(iv) besaran fisik yang diperiksa di titik pantau


Bila dilihat dari perbandingan angka hasil pemodelan tiap skenario pada waktu-waktu
tertentu, dapat diketahui bahwa dengan adanya pulau hasil reklamasi pada wilayah studi
menyebabkan naiknya elevasi muka air. Kenaikan yang terjadi tidak begitu signifikan, selisih
maksimum dari kondisi sebelum reklamasi dan sesudah reklamasi adalah 0,180 m.

Mayoritas selisih tertinggi terjadi pada bagian tengah dan muara sungai. Sehingga dapat
mengakibatkan pengaruh pasang surut akan tertarik ke arah muara sungai. Angka hasil
pemodelan di bawah ini didapat setelah menjalankan program RMA2 untuk kondisi
sebelum reklamasi dan setelah reklamasi. Untuk bagian pasang, angka hasil pemodelan
diperoleh dari data pada waktu ke 99. Sedangkan untuk bagian surut, angka hasil
pemodelan diperoleh dari data pada waktu ke 135. Selain menggunakan data input arus
rata-rata pada tiap sungai, skenario II ini juga menggunakan input hidrograf sungai. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui perubahan elevasi muka air yang terjadi pada sungaisungai
sesuai dengan kondisi hidrograf banjir. Kecepatan arus rata-rata dari hasil pemodelan pada
saat menuju surut di spring tide adalah 6,00 m/s.
(v) cara teknik (grafik) untuk menyajikan hasil model guna menunjukkan terpenuhi atau
tidaknya kriteria utama.

Berikut adalah tata air sungai setelah keberadaan pulau C D E beserta pintu air yang
dibangun

Dari hasil pemodelan kondisi eksisting (sebelum adanya reklamasi) memperlihatkan bahwa sungai-
sungai yang berada di sekitar area reklamasi masih mendapatkan pengaruh pasang surut yang cukup
besar. Bila dibandingkan dengan kondisi setelah reklamasi dengan pintu terbuka, dapat diketahui bahwa
bila ditinjau dari pasang surut muka air laut hasil reklamasi tidak memberikan perbedaan yang signifikan.
Hal ini dapat dilihat dari kemiringan / slope pengaruh pasang surut diantara kedua kondisi tersebut yang
sudah mulai landai sehingga pengaruh pasang surut akibat adanya reklamasi paling terjadi pada bagian
muara sungai.

Catatan: Pasti ada yang informasi yang kurang ketika Anda benar-benar serius mengerjakan sendiri
tugas ini. KL-4100 adalah mata kuliah tingkat-4; Mahasiswa tingkat-4 tidak boleh cengeng menunggu
disuapi semua informasi. Informasi yang tidak diberikan dalam naskah tugas ini namun Anda butuhkan
untuk dapat menyelesaikan soal, Anda asumsikan dalam bentuk pernyataan tertulis yang jelas.