Anda di halaman 1dari 33

Laporan Penelitian

PENGUJIAN TAPPING
TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20

Oleh :

Ir. Leonardus Siregar, MT


Dosen Tetap Fakultas Teknik

LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS HKABP NOMMENSEN
MEDAN
2013
Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yeang maha pengasih, atas segala
kasih karunia dan kemurahan-Nya kepada peneliti, sehingga penelitian dengan judul
Analisa Pengujian Tapping Transpormator Distribusi 20 KV. dapat diselesaikan. Penelitian
ini merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang Penelitian Fakultas Teknik
Universitas HKBP Nommensen.
Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis banyak menerima masukan-masukan dan
bantuan dar berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini peneliti mengucapkan banyak
terima kasih, khususnya kepada :
1. Bapak Ketua Lembaga Penelitian Universitas HKBP Nommensen Medan
2. Bapak Rektor Universitas HKBP Nommensen
3. Bapak Dekan dan Staf Pegawai Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen
4. Bapak Ketua Program Studi Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Medan.
Akhirnya peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang, semoga
penelitian ini berguna bagi institusi Universitas HKBP Nommensen, bagi pembaca maupun
masyarakat.

Medan, Januari 2013


Peneliti,

Ir. Leonardus Siregar, MT


DAFTAR ISI

Kata Pengantar..................................................................................................................... i
Dafta Isi .............................................................................................................................. ii
Ringkasan .......................................................................................................................... iii
I. Pendahuluan ................................................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang ..................................................................................................... 1
1.2. Perumusan Masalah............................................................................................... 1
1.3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ........................................................................... 1
II. Tinjauan Pustaka ........................................................................................................ 2
2.1. Jenis-Jenis Hubungan Belitan Transformator Tiga Phasa ....................................... 2
2.2. Tapping ............................................................................................................... 4
2.2.1. Tap Changer Tanpa beban ............................................................................ .. 6
2.2.2. Tap Changer Berbeban ................................................................................... 7
2.3. Variasi Tegangan Selama Perubahan Tapping .................................................... 10
III. Metodologi Penelitian ................................................................................................ 11
3.1. Penggulungan Kumparan (Coil Winding) Belitan................................................. 11
3.1.1. Sisi Sekunder ............................................................................................... 12
3.1.2. Sisi Primer .................................................................................................... 12
3.2. Penyambungan Hubungan Antar Kumparan (Coil Assembly) ............................ 14
3.3. Pengujian Transformator ................................................................................... 15
3.3.1. Pengujian Tanpa Beban .................................................................................. 15
3.3.2. Pengujian Hubung Singkat .............................................................................. 16
3.3.3. Peralatan Pengujian .......................................................................................... 17
3.3.4. Rangkaian Pengujian Beban Nol ................................................................... 17
3.3.5. Rangkaian Pengujian Hubung Singkat ............................................................ 17
3. 3.6. Pemanfaatan Tapping pada Jaringan Distribusi ............................................... 18
IV. Hasil dan Analisa ....................................................................................................... 19
4.1. Data Hasil Pengujian Beban Nol dan Hasil Perhitungan Percobaan Berbeban ....... 19
4.2. Data Hasil Pengujian Hubungan Singkat ............................................................... 20
4.3. Hasil Perhitungan Pengaturan Tapping ................................................................. 25
V. Kesimpulan .............................................................................................................. 29
Daftar Pustaka .............................................................................................................. 28
RINGKASAN

Pusat-pusat pembangkit tenaga listrik berada jauh dari pusat beban, hal ini
mengakibatkan kerugian yang cukup besar dalam penyaluran daya listrik. Kerugian tersebut
disebabkan oleh saluran yang cukup panjang, sehingga dalam penyaluran daya listrik melalui
transmisi maupun distribusi akan mengalami tegangan jatuh (drop Voltage) sepanjang
saluran yang dilalui. Salah satu cara untuk memperbaiki jatuh tegangan adalah dengan
pemasangan tapping pada transformator distribusi.
Tapping transformator dibuat pada sisi tegangan tinggi dan dibagi dalam lima bagian.
Mengubah posisi tapping sama dengan mengubah jumlah belitan primer dan dikendalikan
oleh tap changer. Perubahan nilai (jumlah belitan primer) akan mempengaruhi rasio
perbandingan belitan transformator. Perubahan rasio perbandingan belitan ini
menyebabkan perubahan tegangan pada sisi tegangan tinggi sementara tegangan
rendahnya konstan. Setelah tapping selesai dibuat, dilakukan pengujian untuk mengetahui
rugi-rugi transformator. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa rugi-rugi transformator pada
setiap variasi tapping masih pada batas yang ditentukan.
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan sistem kelistrikan saat ini telah mengarah pada peningkatan efisiensi
dan mutu tegangan dalam penyaluran energi listrik. Peningkatan efisiensi dan mutu
tersebut dapat dimulai dari pembangkitan, transmisi, dan distribusi. Pada sisi distribusi,
peningkatan efisiensi dapat dilakukan dengan cara mengurangi terjadinya jatuh tegangan
pada saluran dengan memberikan tingkat tegangan yang aman bagi peralatan pelanggan.
Besarnya tegangan yang diterima oleh konsumen listrik tidaklah sama, hal ini terjadi
karena adanya impedansi dari jaringan. Oleh karena itu, jatuh tegangan selalu ada pada
setiap bagian dari sistem tenaga, mulai dari sumber sampai ke pelanggan. Jatuh tegangan
berbanding lurus dengan besarnya arus dan sudut phasanya. Dengan pemasangan tapping
pada trasformator distribusi maka tegangan sekunder dapat dinaikkan maupun diturunkan
sehingga diperoleh tegangan yang kostan. Oleh karena itu, tegangan yang sampai pada
pelanggan dapat dikendalikan. Adapun tujuan pengendalian tegangan sistem dengan
menggunakan tap changer adalah agar penggunaan daya dan tegangan menjadi lebih
ekonomis yang maksudnya tegangan yang digunakan sesuai dengan tegangan yang didesain
dari peralatan yang dipakai, sampai pada suatu batas tertentu.
Penelitian ini akan menganalisa pemasangan tapping dan rugi-rugi transformator
distribusi karena pemasangan alat tersebut,sehingga tegangan keluaran dari transformator
distribusi tiga phasa dapat dikendalikan.

1.2. Perumusan Masalah


Adapun masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah menjelaskan pemasangan
tapping pada sisi tegangan tinggi transformator distribusi tiga phasa, pemanfaatan
pengendalian tegangan dengan menggunakan tap changer, mengitug rugi-rugi
transformator distribusi tiga phasa dengan variasi tapping.

1.3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian


Tujuan dan kegunaan penelitian ini dengan judul pengujian tapping transformator
distribusi20 kv di Pt Morawa Elektrik Transbuana adalah :
1. Untuk menambah pemahaman tentang pengujian Transformator.
2. Untuk memberikan pemahaman tentang pemasangan tapping pada transformator
distribusi tiga phasa.
3. Untuk mengetahui manfaat pengendalian tegangan dengan tap changer.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Jenis-Jenis Hubungan Belitan Transformator Tiga Phasa


Pada transformator tiga phasa terdapat dua hubungan belitan utama yaitu
hubungan delta dan hubungan bintang dengan kombinasi Y - Y, Y - , - Y, - , bahkan
untuk kasus tertentu belitan sekunder dapat dihubungkan secara berliku-liku (zig-zag),
sehingga diperoleh kombinasi - Z dan Y Z. Hubungan zig-zag (Z) merupakan sambungan
bintang istimewa, hubungan ini dibuat dengan menambahkan kumparan yang
dihubungkan secara segitiga pada kumparan sekunder yang dihubungkan secara bintang.
Berikut ini pembahasan hubungan transformator tiga phasa secara umum:
1. Hubungan Wye-Wye ( Y-Y )
Hubunangan ini ekonomis digunakan untuk melayani beban yang kecil dengan
tengangan transformasi yang tinggi. Hubungan Y-Y pada transformator tiga phasa dapat
dilihat pada Gambar 1 berikut ini.

Gambar 1. Transformator Hubungan Y-Y


Pada hubungan Y-Y , tegangan primer pada masing-masing phasa adalah
(1)
= / 3

Tegangan phasa primer sebanding dengan tegangan phasa sekunder dan perbandingan
belitan transformator. Maka diperoleh perbandingan tegangan pada transformator adalah:
3
= = (2)
3

2. Hubungan Wye-Delta ( Y- )
Digunakan sebagai penaik tegangan untuk sistem tegangan tinggi. Hubungan Y- pada
transformator tiga phasa dapat dilihat pada Gambar 2 berikut ini.
Gambar 2. Transformator Hubungan Y-
Pada hubungan ini tegangan kawat ke kawat primer sebanding dengan tegangan
phasa primer = 3 dan tegangan kawat ke kawat sekunder sama dengan tegangan

phasa = . Sehingga diperoleh perbandingan tegangan pada hubungan ini adalah


sebagai berikut:
3
= = 3 (3)

3. Hubungan Delta Wye (Y )


Umumnya digunakan untuk menurunkan tegangan dari tegangan transmisi ke
tegangan rendah. Hubungan Y pada transformator tiga phasa ditunjukkan pada Gambar
3.

Gambar 3. Transformator Hubungan Y


Pada hubungan ini tegangan kawat ke kawat primer sama dengan tegangan phasa
primer = dan tegangan sisi sekunder = 3 . Maka perbandingan tegangan
pada hubungan ini adalah :

= = (4)
3 3
4. Hubungan Delta-Delta ( ).
Hubungan ini pada transformator tiga phasa ditunjukkan pada Gambar 4
berikut

Gambar 4. Transformator Hubungan


Pada hubungan ini, tegangan kawat ke kawat dan tegangan phasa sama untuk
primer dan sekunder transformator VAB = VBC = VAC = VL . Maka hubungan tegangan
primer dan sekunder transformator adalah sebagai berikut :
VLL = VLN (volt) (5)

VAB = VBC = VAC (volt) (6)

dengan :
VLL = Tegangan line to line
VLN =Tegangan line to netral
Sedangkan arus pada transformator tiga phasa hubungan delta dapat dituliskan
sebagai berikut :
IL = 3IP (ampere) (7)

dengan :
IL = Arus line
IP = Arus phasa

2.2. Tapping
Prinsip pengaturan tegangan sekunder berdasarkan perubahan jumlah belitan
pirmer atau sekunder. 1, 1 dan 2, 2 adalah parameter primer dan sekunder.
1 2
=
1 2
1
2 = 2 (8)
1

dimana:

1 = Tegangan Primer

1 = Belitan Primer

2 = Tegangan sekunder

Jika 1 berkurang, tegangan per belitan ( 1 ) bertambah, sehingga tegangan


1

sekunder 1
2 bertambah. Di sisi lain, jika 2 bertambah sementara 1 tetap, tegangan
1

sekunder 1
2 juga bertambah.
1

Dengan kata lain, pengurangan belitan primer 1 mempunyai pengaruh yang sama
dengan penambahan belitan 2.

Tapping dapat dibuat di awal, di akhir dan di tengah belitan transformator,


ditunjukkan Gambar 5 berikut.

Gambar 5. Tapping Akhir dan Tapping Tengah

Ketika arus pada belitan primer dan sekunder mengalir dengan arah yang
berlawanan. Arus-arus ini berinteraksi dengan fluks bocor diantara kedua belitan dan
menghasilkan gaya radial yang saling tolak-menolak. Gaya radial ini menekan belitan dalam
ke inti dan mendorong pelitan luar menjauhi inti. Gaya yang berlawanan ini akan
menimbulkan gaya aksial jika tapping dibuat pada belitan transformator. Pada gambar
diatas, belitan dengan tapping akhir menimbulkan gaya aksial yang lebih besar dengan
belitan dengan tapping tengah. Pada keadaan hubung singkat, gaya aksial yang timbul akan
sangat besar. Sehingga posisi tapping yang sering dipakai adalah tapping tengah.
Tapping transformator distribusi adalah dari tegangan nominalnya. Jadi tegangan
pada sisi primer transformator distribusi mempunyai 5 tapping yaitu:
Tapping 1 = + (0,1 )

Tapping 2 = + (0,05 )
Tapping 3 =
Tapping 4 = (0,05 )

Tapping 5 = + (0,1 )

Jumlah belitan transformator distribusi tiga phasa:


Belitan primer dihubungkan Y

1 = (9)
3 /

Dimana : V/T = Tegangan per lilitan


Belitan primer terhubung

= (10)
1
/
Jumlah belitan sekunder per kaki, jika belitan terhubung Z

= (11)
2
3 /
Jika tap changer didisain beroperasi, ketika transformator di luar rangkaian disebut
tap changer tanpa beban. Tap changer yang didisain beroperasi ketika transformator dalam
rangkaian disebut tap changer berbeban.

2.2.1. Tap Changer Tanpa Beban


Tap changer ini biasanya digunakan pada transformator distribusi, dimana
tegangannya lebih stabil. Sehingga pengaturan tappingnya, dilakukan pada saat
pemasangan transformator ke dalam sistem tenaga listrik dan dalam jangka waktu yang
lama. Tap changer tanpa beban diilustrasikan pada Gambar 6 dan 7. Terdapat enam stut
dari 1-6, belitan disadap dalam enam titik, sama dengan jumlah stut. Tap changer
dihubungkan ke enam titik sadapan melalui stut yang berbentuk lingkaran. Tap changer
transformator dapat ditempatkan dimana saja, bisa di bagian atas tangki atau tempat yang
memungkinkan lainnya. Jarum penunjuk dapat diputar melalui pemutar yang ada di luar
tangki.
Jika belitan disadap pada interval 2,5%, maka dengan pemutaran jarum penunjuk R
menyebabkan:
1. Pada stut 1, 2 ; belitan penuh dalam rangkaian
2. Pada stut 2, 3 ; 97,5% belitan dalam rangkaian
3. Pada stut 3, 4 ; 95% belitan dalam rangkaian
4. Pada stut 4,5 ; 92,5% belitan dalam rangkaian
5. Pada stut 5,6 ; 90% belitan dalam rangkaian

Gambar 6. Penyusunan Posisi Tap Changer Tanpa Beban yang Terhubung Y

Gambar 7 Penyusunan Posisi Tap Changer Tanpa Beban yang Terhubung


Stut merupakan posisi akhir dan menjaga jarum penunjuk tidak berputar penuh.
Jika stut tidak ada, jarum penunjuk dapat tidak menghubungkan belitan. Mengubah
tapping hanya bisa dilakukan, ketika transformator tidak terhubung dengan sumber.
Seandainya jarum menunjuk berada pada stut 1 dan 2. Untuk memindahkannya ke stut 2
dan 3, pertama transformator dilepas dari rangkaian dan kemudian jarum penunjuk R
diputar ke posisi stut 2 dan 3. Setelah itu, transformator dihubungkan dengan sumber dan
sekarang 97,5% saja belitan pada rangkaian.
2.2.2. Tap Changer Berbeban
Pengubah tapping ini biasanya digunakan untuk perubahan tegangan dalam periode
waktu yang singkat. Tegangan keluaran dapat diatur dengan tap changer, tanpa
menyebabkan gangguan terhadap sistem.
Selama operasi tap changer berbeban:
1. Rangkaian utama tidak harus dilepas kecuali jika menyebabkan percikan api.
2. Tidak ada bagian dari sadapan belitan yang akan terhubung singkat.
Salah satu bentuk tap changer berbeban diilustrasikan pada Gambar 8a. Dilengkapi
dengan reaktor untuk menjaga sadapan belitan dari hubung singkat. Tapping transformator
dihubungkan ke segmen 1 sampai 5 secara terpisah. Dua stut dan , terhubung dengan
reaktor sadapan tengah melalui saklar dan , sehingga membuat hubungan dengan
setiap segmen dalam operasi normal.
Gambar 8.a, kedua stut terhubung dengan segmen 1 dan seluruh belitan dalam
rangkaian. Saklar , ditutup. Setengah total arus mengalir melalui menuju setengah
reaktor pada bagian bawah kemudian ke rangkaian luar. Setengah total arus yang lain
mengalir melalui y menuju setengah reaktor pada bagian atas kemudian menuju rangkaian
luar. Arus yang mengalir pada bagian atas dan bagian bawah reaktor mengalir dalam arah
yang berlawanan. Reaktor dililit dengan dengan arah yang sama, sehingga ggm yang
dihasilkan setengah belitan berlawanan dengan ggm yang dihasilkan setengah belitan yang
lainnya. Gaya-gaya ini sama besarnya dan penjumlahannya nol. Reaktor hampir tidak
induktif dan impedansinya sangat kecil. Oleh karena itu, tegangan jatuh pada reaktor
sadapan tengah tidak ada.

Gambar 8.a. Tap Changer Berbeban


b. Operasi dari Segmen 1 ke Segmen 2

Ketika perubahan tegangan dibutuhkan, stut dan dipindahkan ke segmen 2


dengan urutan operasi sebagai berikut:
I. Buka saklar , gambar ( . ). Arus masuk melalui reaktor pada bagian bawah.
Reaktor menjadi sangat induktif dan tegangan jatuhnya besar. Oleh karena
itu, reaktor harus didisain menahan arus beban penuh sesaat.
II. Stut tidak dialiri arus, sehingga bisa dipindahkan ke segmen 2 tanpa percikan api.
III. Tutup saklar , gambar ( . ). Belitan transformator antara sadapan 1 dan 2
terhubung melalui reaktor. Impedansi reaktor besar, pada saat arus mengalir
dalam satu arah, arus sirkulasi yang mengalir melalui reaktor dan sadapan
belitan sangat kecil. Pada keadaan ini, reaktor melindungi sadapan belitan
dari hubung singkat.
IV. Buka saklar . Arus masuk mengalir hanya melalui reaktor pada bagian atas,
menyebabkan tegangan jatuh yang besar.
V. Pindahkan stut A dari segmen 1 ke segmen 2 dan tutup saklar . pada saat ini
perpindahan sadapan 1 ke 2 telah selesai.
Untuk transformator yang besar, saklar dan dapat dibuat dari circuit breaker.
Jenis tap changer berbeban yang lain, juga dilengkapi dengan reaktor sadapan
tengah, diilustrasikan pada Gambar 9. Fungsi reaktor adalah melindungi sadapan belitan
dari hubungan singkat. Saklar 1, 2, 3, 4 dan 5 dihubungkan dengan sadapan belitan.

Gambar 9. Tapping Berbeban


Saklar pada Gambar 9 ditutup selama operasi normal, dengan saklar 2, 3, 4, 5
dibuka dan saklar 1 ditutup. Pada saat ini, arus mengalir melalui reaktor bagian atas dan
reaktor bagian bawah dengan arah yang berlawanan. Perubahan sadapan 1 ke sadapan 2,
dilakukan dengan urutan operasi sebagai berikut.
i. Buka saklar S. Sekarang arus total mengalir melalui reaktor pada bagian atas dan
tegangan jatuhnya besar.
ii. Tutup saklar 2. Belitan antara sadapan 1 dan sadapan 2 terhubung melalui reaktor.
iii. Buka saklar 1. Sehingga arus mengalir melalui reaktor pada bagian bawah dan
tegangan jatuhnya besar.
iv. Tutup saklar S. Arus mengalir melalui kedua bagian reaktor .
Untuk perubahan sadapan 2 ke sadapan 3, urutan operasi di atas diulangi.
2.3. Variasi Tegangan Selama Perubahan Tapping
Asumsikan tapping dibuat pada sisi primer, dimana:

1 = jumlah belitan antara tegangan terminal dengan sadapan 1.

2 = jumlah belitan antara tegangan terminal dengan sadapan 2.


= jumlah belitan sekunder, diasumsikan lebih kecil dari 1 dan 2.

1 = tegangan primer
= arus primer
= tahan reaktor ketika arus mengalir pada setengah bagian reaktor.
Pada Gambar 8a, ketika semua belitan primer dalam rangkaian, tegangan sekunder

1 adalah:
1
1 = (12)
1

1
2 = (13)
1
2 1
3 = (14)
1+ 2

1
4 = (15)
2

1
5 = (16)
1

Gambar 10 Variasi Tegangan Selama Perubahan Tapping


Perubahan tegangan sekunder 1 ke 2 yang ditunjukkan pada Gambar 10
menjelaskan tegangan sekundernya, pertama-tama berkurang dari ke sampai
akhirnya bertambah ke . Tegangan berubah dari ab, bc, cd, ke de dalam Gambar 8
merupakan tegangan yang paling besar.
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Penggulungan Kumparan (Coil Winding) Belitan


Pemasangan tapping pada transformator distribusi tiga phasa bertujuan untuk
menjaga tegangan pada sisi tegangan sekunder selalu konstan, meskipun terjadi perubahan
tegangan pada sisi tegangan tinggi dengan menggunakan tap changer. Jenis tap changer
yang digunakan adalah tap changer tanpa beban.
Studi ini dimaksudkan untuk mengetahui cara pemasangan tap changer tanpa beban
dan mengetahui rugi rugi transformator distribusi tiga phasa pada setiap variasi tapping.
Hal yang perlu diperhatikan adalah penggulungan kumparan, penentuan jumlah belitan
pada setiap variasi tapping, penyambungan hubungan antar kumparan, pemasangan tap
changer tanpa beban dan pengujian rugi-rugi pada setiap variasi tapping.
3.1.1. Sisi Sekunder
Transformator distribusi tiga phasa, 160 KVA, hubungan Y-Zn5, 20 KV/400 volt, Volt/Turn
= 7,02. Untuk menentukan jumlah belitan, dapat kita hitung sebagai berikut:
Hubungan belitan zig-zag pada sisi sekunder. Dari data diatas telah dihitung
tegangan per satuan belitan V/T = 7,02.
Tegangan nominal line to line sisi sekunder = 400 volt.
Tegangan nominal line to netral sisi sekunder = 400/3 volt.

Tegangan nominal per kaki sisi sekunder = Volt

Untuk lebih jelasnya, dapat kita perhatikan gambar 11.

38

Gambar 11. Belitan Trafo 3 Phasa 160 KVA dengan Vector Y-Zn5
Terminal-terminal , , , adalah pada sisi primer dan , , , pada sisi sekunder dengan
(titik netral) ditarik keluar.
V /3
N = (17)
V/T

400
N2 = 3 = 19 belitan tiap kaki
7,02

Dimana:
N = Jumlah belitan tiap kaki
Jadi belitan per phasa sisi sekunder terbagi menjadi 2 bagian pada setiap kaki,
dengan belitan tiap bagian adalah 19 lilitan. Penampang kawat yang dipergunakan untuk
sisi sekunder sebanyak 2 batang, sehingga besarnya penampang kawat total adalah 2 x (3,7
x 11) mm. Kawat-kawat ini berbentuk empat persegi yang dibungkus dengan kertas isolasi
setebal 4 x 0,05 mm = 0,2 mm.

3.1.2. Sisi Primer


Tegangan pada sisi primer mempunyai 5 tapping yaitu:
Tapping 1 = 20 + (0,1 x 20 KV) = 22 KV
Tapping 2 = 20 + (0,05 x 20 KV) = 21 KV
Tapping 3 = Nominal = 20 KV
Tapping 4 = 20 - (0,05 x 20 KV) = 19 KV
Tapping 5 = 20 - (0,1 x 20 KV) = 18 KV
Kumparan primer dihubungkan Y, tegangan per satuan belitan = 7,02 sehingga
belitan pada masing-masing tapping adalah:
V/3
N1 = (18)
V/T
Kumparan primer dihubungkan Y, tegangan per satuan belitan = 7,02 sehingga
belitan pada masing-masing tapping adalah:
223
Tapping 1 = 7,02
103 = 1809,35 1809 belitan
213
Tapping 2 = 7,02
103 = 1727,11 1727 belitan
203
Tapping 3 = 7,02
103 = 1644,87 1645 belitan
193
Tapping 4 = 7,02
103 = 1562,62 1563 belitan
183
Tapping 5 = 7,02
103 = 1480,58 1481 belitan

Maka, dapat dicari selisih antartapping dengan perhitungan


St = Tn T(n+1)
Keterangan:
St = Selisih antartapping
T = Tapping
n = Jumlah belitan yang awal
n+1 = jumlah belitan yang ingin dikurangi dari jumlah belitan Tn
Misalnya,
n = Tapping 1
St = T1 T(1+1) = T1-T2 = 1809-1727 = 82
n = Tapping 2
St = T2 T(2+1) = T2-T3 = 1727-1645 = 82
dan seterusnya,
Jadi, selisih antar tapping adalah 82
Belitan per phasa pada kumparan primer dibagi menjadi 2 bagian yang dihubung-
kan seri dengan tiap-tiap bagian adalah 1809/2 = 904,5 belitan dibulatkan menjadi 905
belitan.

Gambar 12. Kumparan Primer yang Terbagi 2 dan Dihubungkan Seri

Adapun, hubungan taping dengan gambar 3.3 di atas dapat dilihat dari perhitungan
sebagai berikut:
Tapping 1 : Urutan 4 ke 5 = 905 + (904-0) = 1908
Tapping 2 : Urutan 5 ke 3 = (904-0) + 823 = 1727
Tapping 3: Urutan 3 ke 6 = 823 + (904-82) = 1645
Tapping 4 : Urutan 6 ke 2 = (904-82) + 741 = 1563
Tapping 5 : Urutan 2 ke 7 = 741 + (904-164) = 1481
Masalah yang harus diperhatikan pada penggulungan kumparan adalah Tensile
Strength jangan terlalu besar sehingga mengakibatkan permukaan luar kawat (enamel)
retak ataupun rusak.

3.2. Penyambungan Hubungan Antar Kumparan (Coil Assembly)


Kumparan yang telah selesai digulung, kemudian disambungkan antara kumparan yang satu
dengan yang lain ,seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 13. Penyambungan Hubungan Antar Kumparan


Untuk membandingkannya dengan kumparan yang telah siap dikerjakan dapat
dilihat pada gambar 15.

Gambar 15. Kumparan yang Selesai Dihubungkan

Sedangkan untuk tapping ditunjukkan pada gambar berikut:


Gambar 16. Tapping Sisi Primer
Setelah transformator selesai dan dimasukkan ke dalam tangki, dilakukan pengujian
beban nol dan pengujian hubung singkat untuk menentukan rugi-rugi transformator pada
setiap variasi tapping.

3.3. PENGUJIAN TRANSFORMATOR


Persamaan yang digunakan dalam menganalisa karakteristik transformator tiga fasa
adalah sama dengan analisa karakteristik pada transformator satu fasa, hanya saja
besarannya diganti dengan besaran tiga fasa.
3.3.1. Pengujian Beban Nol
Persamaan yang digunakan dalam menganalisa karakteristik beban nol
transformator tiga fasa, terutama adalah rugi-rugi inti transformator tiga fasa tesebut.
Sehingga didapat karkteristik rugi-rugi beban nol terhadap kenaikan tegangan. Sedangkan
arus beban nol yang mengalir ada dua komponen, yaitu :
1. Arus rugi-rugi inti atau arus penguat yaitu arus yang aktif yang dapat menimbulkan
rugi-rugi int i ( Ic = Io Cos ).
2. Arus yang timbul karena adanya fluks yang menimbulkan arus eddy dan arus
hysteresis yang dikenal dengan arus magnetisasi. ( Im = Io Sin ).
Pada keadaan beban nol, Io sangat kecil maka rugi-rugi tembaga pada sisi primer
dapat diabaikan, jadi rugi-rugi yang ada praktis hanya rugi-rugi besi.
Daya beban nol dapat dihitung dengan persamaan:
(3.3)
P0 = 3VL I0 cos

Dimana,
P0 = Daya pada beban nol ( rugi-rugi inti ) (watt)
VL = Tegangan saluran pada sisi primer (volt)
I0 = Arus beban nol (ampere)
Untuk menghitung faktor daya beban nol pada transformator tiga fasa dapat dihitung
sebagai berikut :
P0
cos C = (3.4)
3V1 I0

Untuk mencari besar tahanan pada inti besi adalah :


1 1
= = (3.5)
cos

Untuk mencari reaktansi magnetisasi adalah :


1 1
= = (3.6)
0 sin

Pada keadaan tanpa beban 0 = hysteresis + eddy current

dengan
2
hysteresis = = 0
dan eddy current = 0 0

3.2.2. Pengujian Hubung Singkat


Dalam percobaan ini terminal sekunder transformator dihubung singkat. Tujuannya
agar didapat karakteristik daya hubung singkat yang merupakan rugi-rugi tembaga
kumparan belitan transformator. Dan juga karakteristik tegangan jatuh yang terjadi akibat
adanya arus hubung singkat.
Perhitungan yang digunakan untuk mencari karakteristik hubung singkat tersebut
adalah sebagai berikut :
Untuk mencari impedansi hubung singkat, dimana R = R + R dan X = X + X , maka

= + = (3.7)

Untuk mencari rugi-rugi daya pada kumparan:


= (3.8)

Sedangkan tegangan jatuh dalam belitan primer dan sekunder:


Vsc = Isc + Zsc (3.9)
3.3.3. Peralatan Pengujian
Pengujian ini menggunakan beberapa peralatan, yaitu :
1. Transformator 3, 160 KVA, 20KV/400 V, hubungan Y-Zn5
2. Voltage Regulator 500 V Maxwell Electric Taiwan
3. Wattmeter 3
4. Ammeter (YEW skala 2 10 A)
5. Voltmeter (YEW skala 300 750 volt)
3.3.4. Rangkaian Pengujian Beban Nol

Gambar 3.7 Rangkaian Pengujian Beban Nol

Prosedur Pengujian Beban Nol :


1. Letakkan trafo pada tempat yang cukup aman.
2. Peralatan dirangkai seperti gambar
3. Hidupkan Power Supply.
4. Naikkan tegangan 1 secara bertahap dengan mengatur tegangan keluaran dari
Power Supply.
5. Untuk setiap kenaikan tegangan 1 catat pembacaan alat ukur 1, dan 1.

6. Turunkan kembali tegangan 1 dan matikan kembali Power Supply.


7. Percobaan selesai.
3.3.5. Rangkaian Pengujian Hubung Singkat

Gambar 3.8 Rangkaian Pengujian Hubung Singkat


Prosedur Pengujian Hubung Singkat
1. Letakkan trafo pada tempat yang cukup aman.
2. Peralatan dirangkai seperti gambar
3. Hidupkan Power Supply.
4. Naikkan tegangan 1 secara bertahap dengan mengatur tegangan keluaran dari
Power Supply.
5. Untuk setiap kenaikan arus 1 catat pembacaan alat ukur 1 dan 1.

6. Turunkan kembali arus I1 dan matikan kembali Power Supply.


7. Percobaan selesai.
3. 3.6. Pemanfaatan Tapping pada Jaringan Distribusi

Gambar 3.9 Sistem Tenaga Listrik


Tapping diset pada tegangan nominal pada saat pemakaian transformator distribusi
pada jaringan, tetapi letak pemakaian transformator pada jaringan distribusi menyebabkan
tegangan pada sisi tegangan tinggi berubah dari tegangan nominalnya. Sehingga diperlukan
pengaturan tapping.
Mekanisme pengaturan tapping pada jaringan distribusi:
1. Transformator dengan tapping nominal dirangkai pada jaringan distribusi.
2. Ukur tegangan sekunder.
3. Jika tegangan sekunder tidak sama dengan 400 volt, maka diperlukan pengaturan
tapping.
4. Transformator lepaskan dari jaringan.
5. Atur kembali tapping sehingga tegangan sekunder menjadi 400 volt.
6. Transformator dengan tapping yang baru dirangkai pada jaringan.
BAB IV
HASIL DAN ANALISA

Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan penelitian dan mengambil data
pada PT. MORAWA ELEKTRIK TRANSBUANA. Penelitian ini memberikan hasil mengenai
langkah-langkah pemasangan tapping dan rugi-rugi transformator distribusi tiga phasa
dalam bentuk grafik. Dari masing-masing grafik yang diperoleh, dapat diketahui pengaruh
perubahan jumlah belitan pada setiap variasi tapping terhadap rugi- rugi hubung singkat
atau rugi-rugi tembaga. Sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa jumlah belitan sangat
mempengaruhi rugi-rugi hubung singkat tersebut.
4.1. Data Hasil Pengujian Beban Nol dan Hasil Perhitungan Percobaan Berbeban
Data yang diperoleh dari pengujian beban nol:
Tabel 4.1 Data Pengujian Beban Nol
No. 1 (Volt) 1 (Amp) P1 Watt)
1 170 0,24 64
2 200 0,27 84
3 225 0,30 108
4 250 0,33 138
5 275 0,36 156
6 300 0,395 188
7 325 0,43 224
8 350 0,47 256
9 375 0,52 308
10 400 0,57 368
Perhitungan pada beban nol dilakukan sebagai berikut :
1 64
cos = = = 0,90
3 1 1 3 170 0,24
=arc.Cos 0,90
( . 0,90) = 25,84
= Sin 25,84 = 0, 435
Arus rugi-rugi besi = 1 cos = 0,24 0,90 = 0,216
Arus rugi-rugi besi magnetisasi = 1 sin = 0,24 0,435 = 0,1044
170
Tahanan inti besi = 1
= 0,216 = 787,04
170
Reaktansi magnetisasi = 1
= 0,1044 = 1628,35
Dengan cara yang sama, data selanjutnya dapat ditentukan sehingga didapat tabel
analisa data sebagai berikut :
Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Percobaan Berbeban
No. cos () () () ( )
1. 0,90 783,04 1686,5 0,216 0,1008
2. 0,90 826,45 1666,7 0,242 0,12
3. 0,92 812,27 1875 0,277 0,12
4. 0,97 783,70 2906,98 0,319 0,086
5. 0,91 833,33 1833 0,33 0,15
6. 0,92 833,33 1935,48 0,36 0,155
7. 0,92 821,5 1994,79 0,4 0,163
8. 0,97 770,93 2916,67 0,454 0,12
9. 0,92 791,14 1785,71 0,474 0,21
10. 0,93 754,72 1904,76 0,53 0,21

P1(Watt) Rugi-Rugi Beban Nol


400
368
300 308
256
224
200 188
138 156
100 108
64 84
0
170 200 225 250 275 300 325 350 375 400
V1 (Volt)
Gambar 4.1 Karakteristik Daya Beban Nol

4.2. Data Hasil Pengujian Hubungan Singkat


160000
Tapping 1 = 22 KV, 1 = 3
= 322000 = 4,2

Data yang diperoleh dari pengujian hubung singkat:


Tabel 4.3 Data Pengujian Hubung Singkat pada Tapping 22 KV
No. 1 (Amp) 1 (Volt) 1 (Watt)
1. 1 194 90
2. 2 385 390
3. 3 585 880
4. 4 800 1640
5. 4,2 902 1980
194
Impedansi hubungan singkat = 1
= 1
= 194
1
90
Tahanan hubung singkat = 1
= = 90
1
2
12

Reaktansi hubung singkat = 2


2
= 1942 902 = 171,86
Dengan cara yang sama, data selanjutnya dapat ditentukan sehingga didapat tabel
analisa data sebagai berikut :
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Pengujian Hubung Singkat pada Tapping 22 KV
No. () () ()

1. 194 90 171,86
2. 192,5 98,75 165,24
3. 195 97,78 168,71
4. 200 102 171,74
5. 214,76 112,24 183,1

1( )
2500

2000 1980
1640
1500

1000
880
500 390
0 90
1 2 1(
3) 4 4,2

Gambar 4.2 Karakteristik Daya Hubung Singkat pada Tapping 22 KV


Tapping 2 = 21 KV
160000
1 = = = 4,4
3 3 21000
Data pengujian hubung singkat dapat ditabelkan seperti ditunjukkan pada Tabel 4.5
No. 1 (Amp) 1 (Volt) 1 (Watt)
1. 1 170 80
2. 2 355 360
3. 3 545 880
4. 4 710 1500
5. 4,4 805 1996
Analisa Data :
170
Impedansi hubungan singkat = 1
= 1
= 170
1
80
Tahanan hubung singkat = 1
= = 80
1
2
12

Reaktansi hubung singkat = 2


2
= 1702 802 = 150

Dengan cara yang sama, data selanjutnya dapat ditentukan sehingga didapat tabel
analisa data sebagai berikut :
Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Pengujian Hubung Singkat pada Tapping 21 KV
No. () () ()

1. 194 90 171,86
2. 192,5 98,75 165,24
3. 195 97,78 168,71
4. 200 102 171,74
5. 214,76 112,24 183,1

1( )
2500
2000 1996
1500 1500
1000
880
500
360
0 80
1 2 1 ( )
3 4 4,4

Gambar 4.3 Karakteristik Daya Hubung Singkat pada Tapping 21 KV

Tapping 3 = 20 KV
160000
1 = = = 4,6
3 3 20000
Data yang diperoleh dari pengujian hubung singkat:
Tabel 4.7 Data Pengujian Hubung Singkat pada Tapping 20 KV
No. 1 (Amp) 1 (Volt) 1 (Watt)
1. 1 165 60
2. 2 320 320
3. 3 480 760
4. 4 650 1400
5. 4,6 760 1880
Analisa Data :
165
Impedansi hubungan singkat = 1
= 1
= 165
1

60
Tahanan hubung singkat = 1
= = 60
1
2
12

Reaktansi hubung singkat = 2


2
= 1652 602 = 153,7

Dengan cara yang sama, data selanjutnya dapat ditentukan sehingga didapat tabel
analisa data sebagai berikut :
Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Pengujian Hubung Singkat pada Tapping 20 KV
No. () () ()

1. 165 60 153,7
2. 160 80 138,56
3. 160 84,44 135,9
4. 162,5 87,5 136,93
5. 165,22 84,85 141,77

1 ( )
2000
1880
1500
1400
1000
760
500
320
0 60
1 2 1 ( )3 4 4,6

Gambar 4.4 Kurva Karakteristik Daya Hubung Singkat pada Tapping 20 KV


Tapping 4 = 19 KV
160000
1 = = = 4,8
3 3 19000
Data yang diperoleh dari pengujian hubung singkat:
Tabel 4.9 Data Pengujian Hubung Singkat pada Tapping 19 KV
No. 1 (Amp) 1 (Volt) 1 (Watt)
1. 1 164 55
2. 2 300 340
3. 3 440 720
4. 4 595 1340
5. 4,8 720 1960
164
Impedansi hubungan singkat = 1
= 1
= 164
1
55
Tahanan hubung singkat = 1
= = 55
1
2
12

Reaktansi hubung singkat = 2


2
= 1642 552 = 154
Dengan cara yang sama, data selanjutnya dapat ditentukan sehingga didapat tabel
analisa data sebagai berikut :
Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Pengujian Hubung Singkat pada Tapping 19 KV
No. () () ()

1. 164 55 154,5
2. 150 85 123, 6
3. 146,67 80 122,93
4. 148,75 83,75 122,9
5. 150 85,07 123,54

1( )
2500

2000 1960
1500
1340
1000
720
500
340
0 55
1 2 3) 4 4,8
1(

Gambar 4.5 Karakteristik Daya Hubung Singkat pada Tapping 19 KV


Tapping 5 = 18 KV
160000
1 = = = 5,1
3 3 18000
Data yang diperoleh dari pengujian hubung singkat:
Tabel 4.11 Data Pengujian Hubung Singkat pada Tapping 18 KV
No. 1 (Amp) 1 (Volt) 1 (Watt)
1. 1 165 50
2. 2 270 320
3. 3 400 680
4. 4 545 1280
5. 5 675 1920
6. 5,1 697 1984
Analisa Data :
165
Impedansi hubungan singkat = 1
= 1
= 165
1

50
Tahanan hubung singkat = 1
= = 50
1
2
12

Reaktansi hubung singkat = 2


2
= 1652 502 = 157,24

Dengan cara yang sama, data selanjutnya dapat ditentukan sehingga didapat tabel
analisa data sebagai berikut :

Tabel 4.12 Hasil Perhitungan Pengujian Hubung Singkat pada


Tapping 18 KV
No. () () ()

1. 165 50 157,24
2. 135 80 108, 74
3. 133,33 75,56 109,85
4. 136,25 80 110,29
5. 135 76,8 111,03
6. 136,67 76,28 113,4

1( )
2500

2000 1920 1984


1500
1280
1000
680
500
320
0 50
1 2 3 4 5 5,1
1( )

Gambar 4.6 Karakteristik Daya Hubung Singkat pada Tapping 18 KV

4.3. Hasil Perhitungan Pengaturan Tapping


Asumsikan tegangan sekunder pada masing-masing jarak, pada saat pemakaian
transformator distribusi dengan tapping nominal adalah sebagai berikut:
10 = 420
30 = 400
50 = 380
Dari nilai-nilai di atas dapat dihitung tegangan pada sisi tegangan tinggi yaitu:
420
10 = 1645 = 21
3 19
400
30 = 1645 = 20
3 19
380
50 = 1645 = 19
3 19
Jadi, transfromator yang digunakan pada masing-masing jarak adalah:
1. Jarak 10 km menggunakan transfromator dengan tapping 2.
2. Jarak 30 km menggunakan transformator dengan tapping 3.
3. Jarak 50 km menggunakan transformator dengan tapping 4.
BAB V
KESIMPULAN

Dari pembahasan yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Transformator distribusi 3, 160 KVA, Y-Zn5 mempunyai 5 tapping yang dibuat
pada sisi tegangan tinggi dengan tegangan 22 KV, 21 KV, 20 KV, 19 KV dan 18 KV
serta tegangan rendahnya 400 KV Standar PLN.
2. Pada pengujian beban nol, ketika tegangan 1= 170 V, 1= 64 W dan pada = 400
V, 1 = 368 W. Jadi rugi-rugi besi akan bertambah ketika tegangan semakin

dinaikkan.
3. Pada pengujian hubung singkat, jika rangkaian dialiri arus 4A pada setiap variasi
tapping, rugi-rugi tembaganya akan semakin kecil ketika tapping semakin dinaikkan.
DAFTAR PUSTAKA

Berahim,Hamzah.Penghantar Teknik Tenaga listrik.Yogyakarta:ANDI


OFFSET,1999

Franklin,A.C,dkk,The J&P Transpormer Book1983

Kadir,Abdul.,Tranpormator.Gramedia,Jakarta.1998

Kulkarni, S.V. & S.A. Khaparde, Transformer Engineering Design and Practice, Bombay :
Marcel Dekker Inc, 2004.

Kelompok Pembakuan Bidang Transmisi.1997.Spesufikasi Transformator Distribusi.Jakarta


P.T.Perusahaan Listrik Negara (PERSERO)

Wijaya, Mochtar.2001.Dasar-Dasar Mesin listrik.Djambatan.Jakarta

Zuhal,1991,.Dasar Tenaga Listrik.Bandung:ITB