Anda di halaman 1dari 28

Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.

230, Makassar 90173


Telp. (0411) 3619745

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PROF. DR. H. M . FARID
Nomor: 002/SK/06.02/RSIA-PF/X/20016

TENTANG

PEDOMAN PENGORGANISASIAN KAMAR OPERASI


RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK Prof. dR. H. M. FARID
MAKASSAR

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Kamar


Operasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Prof. dr. H. M. Farid, maka
diperlukan penyelenggaraan pelayanan Kamar Operasi yang
bermutu tinggi,

b. bahwa agar pelayanan Kamar Operasi di Rumah Sakit Ibu dan


Anak Prof. dr. H. M. Farid dapat terlaksana dengan baik, perlu
adanya pedoman pengorganisasian kamar operasi oleh
Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Prof. dr. H. M. Farid sebagai
landasan penyelenggaraan pelayanan Kamar operasi di Rumah
Sakit Ibu dan Anak Prof. dr. H. M. Farid ,

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud


dalam a dan b maka, perlu Ditetapkan Keputusan Direktur
Rumah Sakit Ibu dan Anak Prof. dr. H. M. Farid .

Mengingat : 1. Undang undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

2. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009


tentang Rumah Sakit,

3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor


147/Menkes/Per/III/2010 tentang perijinan Rumah Sakit,

4. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 1691 / Menkes / PER / VIII /


2011, tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit,

5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Inonesia


Nomor/419/Menkes/Per/x/2005 tentang praktek dokter dan
dokter gigi,

6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor/290/Menkes/Per/III/2008 tentang persetujuan tindakan
kedokteran,

7. Permenkes RI 49 Tahun 2013 Tentang Komite Keperawatan


Rumah Sakit,

8. Standar, pedoman dan pernyataan, perhimpunan dokter


spesialis anastesiology dan reanimasi Indonesia (IDSAI) jaya
tahun 2003,
9. KeputusanDirekturRumah Sakit Ibu dan Anak Prof. dr. H. M.
Farid Nomor 002/SK/YD/X/2014 tentang Struktur Organisasi
Rumah Sakit Ibu dan Anak Prof. dr. H. M. Farid.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT KERJA KAMAR OPERASI


DI RSIA Prof. dr. H.M. Farid MAKASSAR

KESATU : Memberlakukan pedoman pengorganisasian unit kerja kamar


operasi sebagaimana terlampir dalam surat keputusan Unit Kamar
Operasi diRumah Sakit Ibu dan Anak Prof. dr. H. M. Farid,

KEDUA : pedoman pengorganisasianUnit Kamar Operasi sebagaimana


dimaksud pada diktum diatas sebagai acuan dalam melaksanakan
pelayanan di Unit Kamar Operasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak
Prof. dr. H. M. Farid,

KETIGA : pedoman pengorganisasian Unit Kamar Operasi di Rumah Sakit Ibu


dan Anak Prof. dr. H. M. Farid, Unit Kamar Operasi tercantum
dalam lampiran keputusan ini Unit Kamar Operasi.

KEEMPAT : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaran pelayanan Rumah


Sakit Ibu dan Anak Prof. dr. H. M. Farid Unit Kamar Operasi
dilaksanakan oleh Unit Kamar Operasi,

KELIMA : Keputusan ini berlaku terhitung tanggal ditetapkan,

KEENAM : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan atau ketidaksesuaian


dalam keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya,

Di tetapkan di : Makassar
Pada Tanggal : 05 Oktober 2016
Direktur,
RSIA PROF.DR.H.M.FARID

(dr.Imam Ahmadi Farid, spoG)


K ATA P E N GAN TAR

Allhamdulillah Rabbil Alamin dengan mengucapkan puji syukur


kehadirat Allah SWT, kita telah dapat menyelesaikan evaluasi dan mencetak
pedoman perorganisasian unit kamar operasi RSIA PROF ,dr. H. M FARID.

Seluruh kelompok telah mengevaluasi buku ini sesuai dengan


kemampuan dan keperluan pelayanan kamar operasi yang aktual di RSIA
PROF. dr. H. M. FARID Makassar.isi buku ini bersifat elektrik, di susun dari
gabungan berbagai standar pelayanan medis sfesifik dan subspesialistik
dengan fleksibelitas yang cukup disesuaikan dengan perkembangan dan
kemajuan IPTEK Kedokteran/ kesehatan.

Pedoman peorganisasian Rekam Medis ini dipakai sebagai pedoman


dan acuan oleh segenap anggota staf Rekam Medis yang terlibat dalam
pelaksanaan medis dilingkungan RSIA PROF. dr, H.M. FARID Makassar.
Dengan demikian akan memperjelas arah pengembangan dan peningkatan
mutu pelayanan di rumah sakit, terutama dalam rangka akreditasi rumah sakit di
indonesia.

Kami memaklumi bahwa isi buku pedoman peorganisasian Rekam


Medis ini masih banyak kekurangan dan belum lengkap .oleh karna itu, kami
mohon maaf yang sebesar- besarnya dan mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari semua pihak demi penyempurnaannya

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah terlibat
langsungmaupun tidak langsung dalam evaluasi dan diberlakukannyabuku ini.
S AM B U TAN
DIREKTUR RSIA PROF. dr, H.M. FARID
MAKASSAR

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, puji Syukur kehadirat Allah SWT, yang


telah memberikan rahmat dan hidaya-NYA, sehingga evaluasi Buku Pedoman
Pengorganisasian Rekam Medis RSIA Prof. dr. H.M. Farid dapat diselesaikan
dan dapat diberlakukan, sebagai acuan bagi tenaga medis dalam
melaksanakan tugasnya.

Dengan adanya Buku Pedoman Pengorganisasian Rekam Medis ini


diharapkan dapat menjadi penilaian tentang mutu pelayanan medik yang sangat
di butuhkan oleh setiap orang dan setiap lembaga atau rumah sakit agar mutu
tugas dan fungsi pelayanan yang diberikan kepada pasien selalu terpelihara
dengan baik. Penilaian merupakan umpan balik untuk selalu memperbaiki
pelayanan dan utnuk selalu meningkatkan mutu sesuai dengan tuntutan
masyarakat.

Kepada teman teman yang menyusun buku ini, yang telah


melakukan evaluasi buku Pedoman Pengorganisasian Rekam Medis RSIA
Prof. dr. H.M. Farid Makassar, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya serta penghargaan yang setulus tulusnya. Semoga buku ini
bermanfaat bagi kita dan masyarakat luas

Direktur
RSIA PROF. dr. H. M. FARID

(dr.Imam Ahmadi Farid, spoG)


DAFTAR ISI

Halaman

SK Pemberlakuan Pedoman Pengorganisasian kamar operasi..................... i

KATA PENGANTAR .....................................................................................................


................................................................................................................. ii

SAMBUTAN DIREKTUR ...............................................................................................


................................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ ii

BAB II GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT.............................................. 1

A. GAMBARAN UMU RUMAH SAKIT

B. VISI & MISI RUMAH SAKIT........................................................ 2

C. FALSAFAH RUMAH SAKIT

D. NILAI RUMAH SAKIT................................................................. 3

E. TUJUAN RUMAH SAKIT............................................................ 5

F. STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT................................ 4

BAB III GAMBARAN UMUM UNIT KERJA..................................................

A. GAMBARAN UMUM UNIT KERJA


B. VISI & MISI UNIT KAMAR OPERASI.......................................
C. FALSAFAH UNIT KAMAR OPERASI .....................................
D. NILAI UNIT KAMAR OPERASI.................................................
E. TUJUAN UNIT KAMAR OPERASI ..........................................
F. STRUKTUR ORGANISASI KAMAR OPERASI.............................

BAB IV URAIAN JABATAN.......................................................................... 12

BAB V TATA HUBUNGAN KERJA.................................................................14

BAB VI POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL................... 15

BAB VII KEGIATAN ORIENTASI................................................................... 16

BAB VIII PERTEMUAN / RAPAT................................................................... 29

BAB IX PELAPORAN.................................................................................. 33

A. LAPORAN HARIAN..................................................................... 36

B. LAPORAN BULANAN................................................................. 36

C. LAPORAN TAHUNAN................................................................. 37

BAB I
P E N D A H U L U AN

Kamar operasi adalah suatu instalasi khusus di rumah sakit yang merupakan
suatu tempat untuk melakukan tindakan pembedahan baik operasi elektif
maupun emergency yang membutuhka keadaan dan peralatan yang steril dan
juga termasuk fasilitas yang mempunyai banyak persyaratan.Tindakan
pembedahan atau tindakan opererasi merupakan tindakan yang kompleks,
penyulit dan tindakan pembedahan dapat disebabkan oleh aspek SDM,
fasilitas/alat dan juga lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan.

Kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran telah menjadikan pembedahan


yang dahulu sebagai usaha terakhir, tetapi sekarang menjadi suatu yang dapat
diterima secara umum. Pelayanan keperawatan di kamar operasi juga ikut
berkembang dari hari ke hari, dimana kegiatan keperawatan mulai dari
identifikasi kebutuhan fisiologis, psikologis, social pasien dan implementasi dari
asuhan keperawatan yang bersifat individualistic. Mengkoordinasikan semua
kegiatan keperawatan berdasarkan lmu keperawatan, ilmu biomedis, ilmu
perilaku dan ilmu alam dasar dalam rangka memulihkan dan mempertahankan
kesehatan, kesejahteraan pasien sebelum, selama dan sesudah tindakan
pembedahan. Tehnik kamar bedah merupakan suatu aturan tentang bagaimana
cara pemberian pelayanan di kamar bedah dengan baik dan benar, dengan
tujuan agar tidak terjadi penyulit akibat tindaka pembedahan.

Pelayana bedah dan anastesi di Instalasi Kamar Operasi proses yang


umu dan merupakan prosedur yang kompleks di rumah sakit, oleh karena itu
dibutuhkan assesmen pasien yang lengkap dan kpmprehensif, perencanaan
asuhan yang terintegrasi, monitoring pasien yang berkesinambungan dan
kriteria transfer untuk pelayanan berkelanjutan, rehabilitasi dan akhirnya
transfer maupun pemulangan pasien.

Tindakan pembedahan dan pembiusan adalah tindakan yang membawa


resiko tinggi, maka penggunaannya haruslah direncakan secara seksama.
Assesmen pasien adalah dasar untuk memulih prosedur pembedahan dan
pembiusan yang tepat, pemulihan prosedur tergantung pada riwayat pasien,
status fisik, dan data diaognostik termasuk resiko dan manfaat prosedur bagi
pasien, dalam hal ini pasien, keluarga atau para pembuat keputusan diberikan
edukasi tentang resiko, manfaat, dan komplikasi serta alternative yang
berhubungan dengan prosedur. Pasien, keluarga atau para pembuat keputusan
diharapkan menerima informasi yang adekuat untuk berpartisipasi dalam
mengambil keputusan pemberian asuhan dan memberikan persetujuan
( informed consent).
Asuhan medis dan perawatan pasca bedah setiap pasien perlu
dibedakan, oleh karena itu penting untuk merencanakan asuhan tersebut yang
berisikan tingkatan asuhan, tempat asuhan, pemantauan tindak lanjut atau
pengobatan dan kebutuhan obat.Perencanaan asuhan pasca bedah dapat
dimulai sebelum pembedahan berdasarkan assesmen kondisi dan kebutuhan
pasien.Asuhan yang direncanakan bagi setiap pasien didokumentasikan dalam
rekam medik pasien untuk memastikan kelanjutan pelayanan selama periode
pemulihan atau rehabilitasi.
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

A. Gambaran Umum Rumah Sakit

RSIA Prof dr. H. M. Farid berdiri sejak tahun 2002 di bawah naungan
Yayasan Dika berdasarkan akte Notaris No. 2 Tanggal 03 November 1997 oleh
Notaris Endang Soelianti, SH. Sebelumnya RSIA Prof dr. H. M. Farid bernama
Rumah Sakit Bersalin Adika lalu berganti nama menjadi Rumah Sakit Bersalin
Prof dr. H. M. Farid. Dan untuk memberikan pelayanan yang lebih luas terhadap
Ibu dan Anak maka statusnya ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak
berdasarkan Surat Keputusan No Skep..01/SK/YD/X.2014 tentang Pendirian
Rumah Sakit Ibu dan Anak.
RSIA Prof dr. H. M. Farid berdiri di atas tanah seluas 1613 m dengan
luas bangunan 1280 m, terdiri dari 2 lantai yaitu :
1. Lantai I, terdiri dari Kamar Barsalin, Kamar OK, Kamar RR, Kamar Rekam
Medik, Kamar Penelitian, Kantor, Dapur, Kamar poli Anak dan Poli
Kandungan, Kamar Perawatan, aula serta Parkiran dan Taman.
2. Lantai II, terdiri dari Kamar Perawatan, Kamar untuk Kelas Belajar,
( Pelatihan dan Pendidikan ), Kantor, Laundry serta ruang terbuka untuk
jemuran.

B. Visi & MisiRumah Sakit

1. Visi Rumah Sakit


Menjadi Rumah Sakit yang terpercaya dan dambaan masyarakat
2. Misi Rumah Sakit
Memberikan pelayanan yang profesional dan aman.
Meningkatkan kemampuan professional SDM Rumah Sakit
Mengembangkan dan meningkatkan teknologi sarana dan prasarana
Rumah Sakit
Melaksanakan pola pembiayaan yang efektif, efisien dan terjangkau.
Upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan

C. FILOSOFI

Kenyamanan dan kepuasan pelanggan dengan pelayanan sepenuh hati

D. NILAI

E. TUJUAN

F. STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT


Bagan no 1 : STRUKTUR ORGANISASI

RSIA

SPI

BIDANG PELAYANAN MEDIK BIDANG UMUM BIDANG PENUNJANG BIDANG PENGEMBANGAN

-RAWAT JALAN - ADMINISTRASI -FARMASI -PEMASARAN

-RAWAT INAP - KEUANGAN -LABORATORIUM -PENDIDIKAN DAN

-KAMAR OPERASI -PERSONALIA -REKAM MEDIK PELATIHAN

-IGD -PEMELIHARAAN -GIZI -HUKUM DAN HUMAS

-KAMAR BERSALIN SARANA - LAUNDRY -JAMINAN KESEHATAN

-KAMAR BAYI -KEAMANAN -STERILISASI

-LOGISTIK

BAB III
GAMBARAN UMUM UNIT KAMAR OPERASI
A. Gambaran Umum Unit Kamar Operasi

B. Visi & Misi Unit Kamar Operasi

1. Visi kamar operasi


Visi Unit Kamar Operasi RSIA Prof dr. H. M. Farid adalah
Menjadikan Unit Kamar Operasi sebagai tempat pemberian pelayanan
kesehatan bagi ibu dan anak yang terbaik, dan terpecaya yang berpusat
pada pasien yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien.

2. . Misi Instalasi Kamar Operasi


Memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan
menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di Unit Kamar Operasi
Memberikan pelayanan prima yang berorientasi kepada peningkatan
mutu dan keselamatan pasien di Unit Kamar Operasi
Menciptakan suasana kerja yang harmonis, dinamis, kebersamaan,
rasa memiliki, serta disiplin yang tinggi di Unit Kamar Operasi
Menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan semua mitra kerja
di Unit Kamar Operasi
Memenjadikan amal usaha yang amanah di Unit Kamar Operasi

C Falsafah Instalasi Kamar Operasi


1. Meyakini bahwa setiap pasien unik, mempunyai kebutuhan bio,
psiko, social dan spiritual
2. Setiap individu berhak mendapatkan pelayanan keperawatan yang
sama tanpa dibedakan suku, agama dan golongan.
3. Dalam memberikan pelayanan keperawatan menggunakan
metodologi proses keperawatan.
4. Dalam pemberian asuhan keperawatan yang berkualitas
diperlukan kerjasama yang baik antara pasien, keluarga dan unit
yang terkait.
5. Dalam pemberian asuhan keperawatan yang berkualitas
dibutuhkan kontunuitas pengembangan SDM dengan peningkatan
ilmu pengetahuan berdasarkan evidence based.

D. Nilai Instalasi Kamar Oerasi


1. Cepat,
melaksanakan kegiatan rekam medis dengan cepat
2. Tepat,
melaksanakan pekerjaan dengan tepat/akurat
3. Rahasia,
menjaga kerahasiaan dan keamanan berkas pasien

E. Tujuan Kamar Operasi


1. Terselenggaranya pelayanan keperawatan yang sesuai standar mutu
kualitas dan keamanan serta kenyamanan pelayanan ibu dan anak

2. Tersusunnya standar operasional prosedur asuhan pelayanan


keperawatan

3. Meningkatnya SDM keperawatan

4. Terbinanya kerjasama dengan bidan perujuk dan klien

5. Tersedianya fasilitas dalam memberikan pelayanan keperawatan.

F. Struktur Organisasi Unit Kamar Operasi

Bagan. No 2 : Struktur Organisasi Unit Kamar Operasi

BAGIAN PELAYANAN MEDIS

KASUB.KEPER.& KEBID.

KOORDINATOR KAMAR

KA. TIM (ASS KA. TIM (ASS KA. TIM (ASS KA. TIM

ASS. 2 ASS. 2 ASS. 2 ASS. 2

ON LOOP ON LOOP ON LOOP ON LOOP

BAB IV

URAIAN JABATAN

A. Koordinator Kamar Operasi

1.NamaJabatan Koordinator Kamar Operasi


2. Misi Jabatan Terlaksananya pengelolaan & koordinasi kegiatan
pelayanan asuhan perawatan di unit kamar
operasi sesuai dengan standar, etik perawatan,
prosedur, kebijakan rumah sakit yang telah
ditetapkan, sehingga dapat memberikan
pelayanan yang optimal bagi pasien &
keluarganya di ruang gawat darurat.
3. Tugas Pokok 1. Melakukan pengelolaan, supervisi dan evaluasi
terhadap terlaksananya asuhan keperawatan di
unit kamar operasi
2. Melakukan koordinasi dengan profesi lain yang
dapat mendukung dan menunjang pelayanan
unit kamar operasi yang optimal
3. Melakukan pengawasan, evaluasi, memberikan
motivasi kepada staff dalam rangka
terselenggaranya pelayanan unit kamar operasi
yang bermutu.
4. Uraian Tugas 1. Membuat rencana ketenagaan sesuai dengan
kebutuhan ruangan.
2. Merencanakan semua kebutuhan, sarana dan
prasarana keperawatan sesuai dengan
kebutuhan pengembangan unit kerja, kebijakan
dan peraturan RS.
3. Membuat program kerja ruangan dan program
pengembangan sumber daya perawat baik
pendidikan formal maupun non formal.
4. Menetapkan jadwal dinas bulanan dan
pembagian tugas harian bagi perawat pelaksana
dan katim.
5. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan di Unit kamar
operasi dalam memberikan pelayanan dan
asuhan keperawatan pasien sesuai berat,
ringannya penyakit dan kecepatan pelayanan
secara optimal dan sesuai prosedur serta
kebijakan Rumah Sakit.
6. Mengatur ketenagaan, membimbing dan
memotivasi untuk
mencapai falsafah dan tujuan keperawatan RSIA
Prof dr. H. M. Farid dan Unit kamar operasi.
7. Melakukan kerja sama dalam tim secara
kolaboratif dengan dokter dan profesi kesehatan
lainnya sehingga masalah kesehatan pasien
ditanggulangi secara cepat, tepat, dan aman.
8. Melakukan komunikasi untuk memberi dukungan,
rasa aman, informasi yang dibutuhkan bagi
pasien dan keluarga dalam menghadapi sakitnya.
9. Mengidentifikasi keluhan-keluhan pasien serta
keluarganya yang istimewa dengan
mendengarkan, memberi penjelasan yang
dibutuhkan, meneruskan masalah pada pihak
terkait untuk ditangani.
10. Mengawasi dan mengontrol kegiatan-kegiatan
keperawatan termasuk penyuluhan yang
dibutuhkan pasien dan perawat agar
dilaksanakan sesuai standar, prosedur, kebijakan
Rumah Sakit.
11. Mendampingi pasien-pasien yang kritis pada saat
akhir, mempersiapkan pelayanan rohani sesuai
keyakinan pasien dan kebutuhannya.
12. Menyelenggarakan Rapat Ruangan minimal
sekali dalam sebulan, untuk evaluasi pelayanan
dan tindak lanjut masalah-masalah yang ada di
ruangan.
13. Supervisi pelaksanaan pengendalian dan
pencegahan infeksi nosokomial, Mutu
Keperawatan dan pengendalian infeksi dan Mutu
RS.
14. Mengawasi pelaksanaan dan melakukan evaluasi
kebersihan dan kerapihan ruang dan melaporkan
bila terjadi kerusakan pada fasilitas ruang.
15. Mengontrol pelaksanaan asuhan keperawatan
berdasarkan standar asuhan, protab dalam
memberikan pelayanan pada pasien.
16. Mengawasi dan mengontrol penggunaan, ceklist
dan pemeliharaan peralatan serta obat-obatan
secara tepat, efektif dan efisien.
17. Memberikan orientasi perawat baru bekerja sama
dengan CI dengan bimbingan dan motivasi agar
mampu melaksanakan kegiatan keperawatan
dan asuhan pasien sesuai standar, prosedur dan
kebijakan Rumah Sakit.
18. Membuat laporan kunjungan pasien di unit kamar
operasi
19. Membuat budget ruangan, laporan tahunan
setiap akhir tahun
20. Membuat laporan kejadian atas suatu masalah
yang timbul akibat kelalaian, penyimpangan
prosedur atau Tata Tertib yang berlaku, keluhan
pasien/keluarga atas pelayanan yang ada yang
menyangkut citra RSIA Selaras.
21. Berpartisipasi aktif dalam program keamanan
dan keselamatan kerja.
22. Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang
ditugaskan oleh Manager Keperawatan.
5. Wewenang 1. Mengambil keputusan sesuai kebijakan dan
falsafah RSIAProf dr. H. M. Farid dalam
mengelolaan pelayanan keperawatan di unit
kamar operasi.
2. Dapat mengendalikan pelayanan keperawatan
yang efektif dan efisien di ruang perawatan.
3. Melakukan koordinasi dengan bagian terkait
untuk kelancaran pelayanan kesehatan di unit
kamar operasi.
6. Tanggung Manager Keperawatan
Jawab
7. Bawahan
1. Perawat Kepala Tim ruang kamar operasi
Langsung
2. Perawat asisten bedah
3. Perawat instrumen
4. Petugas administrasi Unit UGD
8. Hubungan Intern: Perihal :
Kerja 1. Dokter operator -Pelaksanaan program
medik, tindakan medik.
2. Laboratorium Pemeriksaan lab
3. Farmasi -Resep obat, cairan,
alkes
4. Gudang farmasi -Stok obat ruangan
5. Maintenance -Pemeliharaan
&perbaikan, alat medik.
6. Keamanan -Keamanan ruang, waktu
berkunjung.
7. House keeping -Kebersihan ruangan.
8. Laundry -Penyediaan alat-
alattenun.
Eksternal Perihal
1.Pasien & keluarga -Asuhan keperawatan
9. Persyaratan 1. S 1 Keperawatan dengan pengalaman kerja
Jabatan minimal > 2 tahun.
2. D III Keperawatan dengan pengalaman kerja
minimal > 5 tahun.
3. Memiliki sertifikat pelatihan manajemen kamar
operasi
4. Memiliki sertifikat ACLS dan PPGD

B. Perawat asisten bedah

1.Nama Perawat Asisten Bedah


Jabatan
2. Misi Jabatan Memberi bantuan untuk kelancaran kegiatan pembedahan
dokter ahli bedah sebagai mitra kerja selama pembedahan
pasien.
3. Tugas Pokok Bekerja sama dalam tim membantu kelancaran dan
keberhasilan selama operasi sesuai dengan wewenang dan
tanggung jawabnya
4. Uraian Tugas 1. Menerima pembagian tugas sebagi asisten dari
penanggung jawab kamar operasi
2. Bersama dalam tim (Instrumen, Sirkuler dan asisten
anestesi bertanggung jawab terhadap kelengkapan obat,
alat kesehatan dan instrumen medis)
3. Dalam satu tim mempersiapkan kelengkapan operasi
a. Mempersiapkan alat-alat steril dan tidak steril
b. Membantu posisi pasien
c. Mencuci tangan steril
d. Memakai jas dan sarung tangan steril
e. Membantu pemakai jas dan sarung tangan steril untuk
f. operator
g. Mendesinfeksi daerah operasi dan penutupan dengan
doek steril
h. Memasang pegangan lampu steril
4. Selama operasi

a. Sebagai mitra operator selama operasi berlangsung


b. Mengidentifikasikan kebutuhan dan memberi bantuan
pada operator, antara lain:
1) Mensuction daerah operasi jika terjadi
perdarahan
2) Mengarahkan fokus lampu ke daerah operasi
3) Bekerjasama dengan operator menghentikan
pendarahan
4) Menjaga ketenangan suasana operasi jika terjadi
ketegangan dan mengalami kesulitan
5) Mempermudah operator untuk melakukan
tindakan operasi, misalnya : dalam hal
pengangkatan jaringan
6) Bertanggung jawab terhadap kesterilan
(instrumen, alat kesehatan operator)selama
operasi berlangsung
7) Bekerjasama dengan instrumen dan sirkuler
mengecek kelengkapan instrumen, jarum, dan
kassa selama operasi.
5. Selesai operasi
a. Penutup luka steril
b. Pemindahan pasien ke tempat tidur
c. Menyampaikan pesan-pesan khusus jika ada (lokasi
drainage, pemeriksaan jaringan)
6.Kegiatan lainnya
a. Memelihara hubungan kerja yang baik dengan dokter
ahlibedah, dokter anestesi dan tim perawat bedah
lainnya.
b. Melakukan pertolongan pertama pada pasien dalam
keadaan darurat secara tepat sesuai kebutuhan, tugas
dan wewenangnya serta protap yang berlaku, pada
saat terjadi kegawatan di meja operasi
c. Mengikuti pertemuan di kamar bedah yang diadakan
untuk evaluasi pelayanan pasien dan tindak lanjut
masalah-masalah yang ada.
d. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
keperawatan bedah melalui pertemuan dan pelatihan.
e. Berpartisipasi aktif dalam program pengendalian
infeksi nosokomial RS
f. Berpartisipasi aktif dalam program pengembangan
mutu RS
g. Berpartisipasi aktif dalam program pengembangan dan
pendidikan RS
h. Berpartisipasi aktif dalam program keamanan dan
keselamatan kerja RS.
5. Wewenang 1. Mengingatkan kepada operator tentang kesterilan
2. Selama operasi berlangsung memberikan masukan
kepada operator untuk tidak menutup luka operasi
sebelum kassa, instrumen, jarum dan depper dalam
kondisi lengkap.
6.Tanggung Koordinator Unit Kamar Bedah
Jawab
7.Bawahan Perawat instrument dan onloop
Langsung
8.Hubungan Intern: Perihal :
Kerja 1. Ruang Perawatan Lainnya Saling membantu antar
ruangan sesuai beban kerja
dan kebutuhan pelayanan
keperawatan.
2. Para Dokter Membantu dokter selama
tindakan pembedahan
berlangsung
3.Bagian lainnya di R.S Sesuai kebutuhan pelayanan
pasien

Eksternal Perihal
1. Pasien dan Keluarga Memberi informasi dan
penjelasan yang dibutuhkan.
9.Persyaratan 1. D III Keperawatan dengan pengalaman minimal bekerja
Jabatan dikamar bedah 2 tahun.
2. SPK minimal 6 tahun pengalaman
3. S1 keperawatan dengan pengalaman kerja 2 tahun di
kamar operasi
4. Memiliki sertifikat sebagai perawat bedah dasar.

C. Perawat Instrumen Bedah

1. Nama abatan Perawat Instrumen Bedah


2. Misi Jabatan Melakukan pelayanan asuhan keperawatan melalui
penyediaan instrumen, alat kesehatan selama operasi sesuai
pada shift kerjanya.
3. Tugas Pokok 1. Menyiapkan instrumen dan alat kesehatan sesuai dengan
jenis operasi sesuai shift kerjanya.
2. Menjaga sterilitas (instrumen dan alat kesehatan) selama
operasi berlangsung
4. Uraian Tugas 1. Menerima pembagian kerja dari katim sesuai pada shift
kerjanya.
2. Bekerja sama dengan perawat asisten bedah dan sirkulasi
dalam persiapan sebelum operasi, selama operasi dan
setelah operasi.
a. Sebelum Operasi
1) Mempersiapkan alat-alat steril dan tidak steril,
sesuai dengan jenis operasi
2) Mencuci tangan steril
3) Memakai jas sarung tangan steril
4) Menyusun instrumen yang utama di atas meja
mayo sambil menghitung jumlahnya
5) Menghitung jumlah kasa, deper kasa dan rol kasa
sebelum operasi dimulai
6) Menyiapkan kabel diathermi dan selang suction
penutupan steril pada pasien
7) Menjaga kesterilan alat-alat instrumen dan alat
penunjang lainnya sebelum operasi dimulai
b. Selama operasi
1) Memenuhi semua kebutuhan operator dan asisten
operator selama operasi berlangsung a.l; alat
instrumen yang diperlukan, kasa, diathermi,
suction, dll.
2) Tetap menjaga kesterilan, kebersihan dan
kerapihan alat-alat selama operasi berlangsung.
3) Menghitung jumlah kasa alat dan alat instrumen
sebelum daerah operasi ditutup.
c. Setelah operasi
1) Penutup luka steril
2) Merapihkan alat-alat instrumen maupun penunjang
operasi serta kelengkapan jumlahnya sama seperti
sebelum operasi.
3. Kegiatan lainnya
a. Memelihara hubungan kerja yang baik dengan dokter
ahli bedah, dokter anestesi dan tim perawat bedah
lainnya.
b. Mengikuti pertemuan berkala dikamar bedah yang
diadakan untuk evaluasi pelayanan pasien dan tindak
lanjut masalah-masalah yang ada.
c. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
keperawatan bedah melalui pertemuan dan pelatihan.
d. Berpartisifasi aktif dalam program pengendalian infeksi
RS
e. Berpartisipasi aktif dalam program pengembangan
mutu RS
f. Berpartisipasi aktif dalam program pengembangan dan
pendidikan RS
g. Berpartisipasi aktif dalam program keamanan dan
keselamatan kerja RS
h. Melakukan pertolongan pertama pada pasien dalam
keadaan darurat secara tepat sesuai kebutuhan, tugas
dan wewenangnya serta protap yang berlaku, pada
saat terjadi kegawatan di meja operasi
5. Wewenang 1. Mengingatkan operator/asisten untuk tidak menggunakan
instrumen yang tidak sesuai dengan fungsinya.
2 Menunda penutupan luka operasi jika alat dan kasa
belum lengkap
3. Memberi saran untuk meningkatan kualitas pelayanan
pasien dikamar bedah.
6. Tanggung Jawab Koordinator Unit Kamar Operasi
7. Bawahan Onloop
Langsung
8. Hubungan Kerja Intern: Perihal :

1.Ruang Perawatan lainnya - Saling membantu antar


ruangan sesuai beban
kerja dan kebutuhan
pelayanan keperawatan
2. Para Dokter - Membantu kelancaran
tindakan pembedahan
dan pencegahan
komplikasi
3.Bagian lainnya di R.S - Sesuai kebutuhan
pelayanan pasien

Eksternal Perihal

1. Pasien dan Keluarga Memberi informasi dan


penjelasan yang
dibutuhkan.
9. Persyaratan 1. D III Keperawatan dengan pengalaman minimal bekerja
Jabatan dikamar bedah 2 tahun
2. SPK minimal 4 tahun.
3. Memiliki sertifikat sebagai perawat bedah dasar

D. Onloop Kamar Operasi


1. Nama Jabatan Onloop Kamar Operasi
2. Misi Jabatan Melayani semua kebutuhan peralatan yang steril maupun
tidak steril selama operasi berlangsung.
3. Tugas Pokok Memenuhi kebutuhan alat-alat kesehatan dan instrumen
tambahan selama operasi berlangsung sesuai shift kerjanya
4. Uraian Tugas 1. Menerima pembagian tugas dari katim pada shift tertentu
2. Bekerja sama dengan anggota tim operasi yang lain
menyiapkan semua alat-alat yang diperlukan/digunakan.
3. Menyiapkan pasien dengan mengatur posisi yang
diperlukan dan kerjasama dengan tim anestesi a,l :
a. Pasang pasien plate
b. Pasang kateter menetap sesuai kebutuhan
c. Membersihkan daerah yang akan dioperasi
d. Mengikat tali jas operator, perawat asisten dan
instrumen
e. Menyalakan lampu operasi
f. Menuangkan yodium 1%, betadine solution, dll, ke
mangkok steril.
g. Memasang dan menghidupkan diathermi, suction,dll
h. Melayani penambahan instrumen, alat-alat selama
operasi berlangsung.
i. Mencatat semua pemakaian lengkap dengan nama,
kode barang, nomor dan jumlahnya.
j. Menghitung jumlah kasa yang sudah dipakai,
jumlahnya sesuai dengan sebelum dimulai operasi
k. Membantu penutup luka.
l. Memindahkan pasien dari kamar operasi ke ruang
pulih
m. Memelihara hubungan kerja yang baik dengan dokter
bedah, dokter anestesi dan tim perawat bedah lainnya.
n. Mengikuti pertemuan berkala dikamar bedah yang
diadakan untuk evaluasi pelayanan pasien dan tidak
lanjut masalah-masalah yang ada.
o. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
keperawatan bedah melalui pertemuan dan pelatihan.
p. Berpartisipasi aktif dalam program pengembangan
mutu R.S
q. Berpartisipasi aktif dalam program pengendalian
infeksi R.S
r. Berpartisipasi aktif dalam program pengembangan dan
pendidikan R.S berpartisipasi aktif dalam program
keamanan dan keselamatan kerja R.S
4. Melakukan pertolongan pertama pada pasien dalam
keadaan darurat secara tepat sesuai kebutuhan, tugas
dan wewenangnya serta protap yang berlaku, pada saat
terjadi kegawatan di ruang pemulihan
5. Bertanggung jawab terhadap kelengkapan dokumentasi
keperawatan
5. Wewenang Mengingatkan dokter dan tim bedah tentang kesterilan
selama operasi berlangsung
6. Tanggung Jawab Koordinator Unit Kamar Operasi
7.BawahanLangsung
8. Hubungan Kerja Intern: Perihal :
1. Ruang Perawatan lainnya Saling membantu antar
ruangan sesuai beban kerja
dan kebutuhan pelayanan
keperawatan.
2. Para Dokter Membantu kelancaran
pelaksanan program medik
terapi dan diagnostik serta
pencegahan komplikasi selama
pembedahan.
3.Bagian lainnya di RS Sesuai kebutuhan pelayanan
pasien

9.Persyaratan 1. SMK Kesehatan atau sederajat


Jabatan 2. Mendapatkan pelatihan intern selama 6 bulan
BAB V
TATA HUBUNGAN KERJA

Bagan. No 3 : Skema Tata Hubungan Kerja


HCU
Perina

BAB VI
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

A. POLA KETENAGAAN
Dalam upaya mempersiapkan tenaga kamar operasi yang handal, perlu
kiranya melakukan kegiatan menyediakan, mempertahankan sumber daya
manusia yang tepat bagi organisasi.
Atas dasar tersebut perlu adanya perencanaan SDM, yaitu proses
mengantisipasi dan menyiapkan perputaran orang ke dalam, di dalam dan
ke luar organisasi. Tujuannya adalah mendayagunakan sumber-sumber
tersebut seefektif mungkin sehingga pada waktu yang tepat dapat
disediakan sejumlah orang yang sesuai dengan persyaratan jabatan.
Perencanaan bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan
kemampuan organisasi dalam mencapai sasarannya melalui strategi
pengembangan kontribusi.
Adapun pola ketenagaan dan kualifikasi sumber daya manusia di Unit
Kamar OperasiRSIA Prof dr. H. M. Farid adalah sebagai berikut:

TABEL. NO 1 : POLA KETENAGAAN

NAMA JABATAN KUALIFIKASI TENAGA YANG


FORMAL & INFORMAL DIBUTUHKAN
Koordinator Kamar 1. Keperawatan dengan 1
Operasi pengalaman kerja minimal > 2
tahun.
2. D III Keperawatan dengan
pengalaman kerja minimal > 5
tahun.
3. Memiliki sertifikat pelatihan
manajemen kamar operasi
4. Memiliki sertifikat ACLS dan
PPGD
Kepala tim/Assisten Satu 1. D III Keperawatan dengan 13
pengalaman minimal bekerja
dikamar bedah 2 tahun.
2. SPK minimal 6 tahun
pengalaman
3. Keperawatan dengan
pengalaman kerja 2 tahun di
kamar operasi
4. Memiliki sertifikat sebagai
perawat bedah dasar.
Assisten 1. D III Keperawatan dengan 13
Dua/instrumentator pengalaman minimal bekerja
dikamar bedah 2 tahun
2. SPK minimal 4 tahun.
Memiliki sertifikat sebagai
perawat bedah dasar
Onloop 1. SMK Kesehatan atau sederajat 6
2. Mendapatkan pelatihan intern
selama 6 bulan

BAB VII
KEGIATAN ORIENTASI

A. Pendahuluan
Dalam rangka memberikan kesempatan pegawai baru untuk mengenal
unit Kamar Operasi di RSIAProf dr. H. M. Faridperlu diadakan orientasi
sebelum terjun kelapangan.

B. Tujuan Umum
Mengenal Iingkungan RSIAProf dr. H. M. Farid dan Sub Bagian Unit Kamar
Operasi.

C. Tujuan Khusus
Pegawai baru mengetahui secara garis besar/jajaran yang terkait struktur
organisasi Unit Kamar Operasi dari RSIA Prof dr. H. M. Farid.
1. Mengetahui tata tertib Unit Kamar Operasi dari RSIAProf dr. H. M.
Farid.
2. Mengetahui kebijakan dan prosedur kerja di Sub Bagian Unit kamar
Operasi.
3. Mengetahui prosedur kerja pelayanan Unit Kamar Operasi.

D. Materi
1. Struktur Organisasi
2. Kebijakan dan prosedur kerja di Sub Bagian Unit Kamar Operasi
RSIAProf dr. H. M. Farid.
3. Batasan-batasan yang boleh dikerjakan dan yang dilarang untuk
mengerjakan.

E. Waktu Orientasi
1. Oleh KoordinatorKamar Operasi diberikan pada saat pertama kali
datang di Sub Bagian RSIAProf dr. H. M. Farid.
2. Oleh masing-masing sub Bagian.
3. Diberikan pada waktu pegawai baru datang untuk menjalankan
pekerjaan sebagai karyawan RSIAProf dr. H. M. Farid khususnya Sub
Bagian Unit Kamar Operasi.

Program ini ditujukan untuk memberikan pedoman kepada lingkungan


Sub Bagian Unit Kamar Operasi memberikan orientasi kepada pegawai baru.

BAB VIII
PERTEMUAN/RAPAT

B. Rapat Rutin
Rapat Rutin diselenggarakan pada :
Waktu : Setiap Bulan (setiap tanggal 7)
Jam : 08.00 s.d selesai
Tempat : Ruang Aula RSIA Prof dr. H. M. Farid
Peserta : KoordinatorKamar Operasi, Ka.tim, pelaksana Kamar
Operasi
Materi :
1. Evaluasi kinerja Unit Kamar Operasi
2. Evaluasi SDM Unit kamar Operasi
3. Evaluasi terhadap materi dan pelaksanaan pelayanan Unit Kamar
Operasi
4. Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM Unit Kamar
Operasi
5. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja pelayanan
Unit Kamar Operasi.
Kelengkapan Rapat :Undangan, daftar hadir, notulen rapat,
laporan/rekomendasi/ usulan kepada pimpinan.

B. Rapat Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan pada :
Waktu : Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal
yang perlu dibahas dan diselesaikan segera.
Jam : Sesuai undangan
Tempat : Ruang Aula RSIA Prof dr. H. M. Farid
Peserta : Koordinator Unit Unit.
Materi : Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas.
Kelengkapan rapat :Undangan, daftar hadir, notulen rapat,
laporan/rekomendasi/ usulan kepada pimpinan.

BAB IX
PELAPORAN

A. Laporan Harian
Mencangkup tanggal,shif,nama pasien, umur,diagnosa, tindakan,tanda-
tanda vital, pasien keterangan asal pasien Selaras atau rujukan.yang
membuat adalah perawat/bidan yang bertugas saat itu, di laporkan setiap
pagi oleh dokter jaga bangsal.

B. Laporan Bulanan
Mencangkup jumlah tindakan tiap bulan, laporan rekapitulasi jumlah
tindakan setiap dokter, nama pasien diagnosa awal dan diagnosa akhir,
waktu operasi, mulai operasi dan selesai operasi,indikasi pasien Selaras
atau rujukan,yang membuat adalah Koordinator ruangan di laporkan setiap
bulan ke pada manager pelayanan medis di kumpulkan tiap tanggal 3.
C. Laporan Tahunan
Mencangkup jumlah tindakan tiap bulan yang di kumpulkan langsung ke
bagian manajer pelayanan medis.