Anda di halaman 1dari 10

TUGAS METODELOGI PENELITIAN

Dosen : Gandung Triyono, M.Kom

Oleh:

Yudhastya Nugraha
NIM : 1212500316
Muhammad Hasyrul Arifin
NIM : 1212505448

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS BUDI LUHUR
Obyek - penyakit pernapasan pada anak
2.masalah - mendiagnosa penyakit pada anak
3. Metode - sistem arloritma dgn bb
4. Pekerjaan - yg dilakukan a-b
5. Hasilnya gimana

1. Objek yg diteliti
Sistem Informasi Penjualan pada Toko Ribu Jaya Ambon

2. Masalah
Mengefektifkan tingkat waktu pelayanan dan mengurangi tingkat
kesalahan yang dilakukan oleh manusia (human error) dalam transaksi
penjualan dengan menerapkan hasil rancangan program sistem informasi
penjualan pada toko Ribo Jaya

3. Metode
System Development Life Cycle (SDLC)

4. Pekerjaan Yang dilakukan


-Identifikasi masalah, perumusan masalah dan tujuan penelitian. Sebagai
langkah awal dalam melakukan penelitian dilakukan identifikasi masalah,
perumusan masalah dan tujuan penelitian
- Survey di tempat penelitian Penelitian dilanjutkan dengan melakukan
survey tentang rata rata waktu, jumlah dan jenis barang terjual yang
terjadi di lokasi penelitian dengan menggunakan data primer.
- Studi literature
Studi literatur digunakan untuk mempelajari teori dasar pengetahuan
yang berhubungan denganpermasalahan yang diteliti.

5. Hasilnya atau kesimpulan


Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil
beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pada program sistem informasi penjualan yang direncanakan, penyajian
laporan pembelian dan penjualan yang mudah serta menghasilkan
informasi yang lebih cepat dan akurat sehingga memudahkan pemilik toko
dalam mengontrol persediaan (inventory) barang serta membantu dalam
mengambil keputusan dalam pembelian barang dan kebijakan dalam
pemberian diskon oleh pemilik toko.
2. Dengan menggunakan program ini sebagai alat bantu dalam transaksi
penjualan, terjadi perbedaan waktu sejak pembeli masuk area penjualan
sampai dengan keluar dari area penjualan terjadi efisiensi/pengurangan
waktu sekian 63.68 % dari waktu rata-rata keseluruhan 10 jenis barang
secara manual dimana waktu yang dibutuhkan 22.27 menit dengan
menggunakan program menjadi 8.09 menit dan mengurangi tingkat
kesalahan karena perhitungan telah dilakukan secara otomatis oleh
program.
1. Objek yg diteliti
PERANCANGAN SISTEM PENJUALAN TUNAI TERKOMPUTERISASI PADA AL
ISHBA KARPET

2. Masalah
Al Ishba Karpet masih menggunakan sistem manual pada seluruh kegiatan
usahanya dan dikelola oleh pemilik usaha sendiri. Dalam melakukan
transaksi penjualan, pemilik masih terkendala pada pencatatan transaksi
penjualan, terutama penjualan tunai, karena transaksi dicatat secara
manual, sehingga menyebabkan kendala dalam hal ketepatan waktu, yang
berkaitan dengan pengelolaan data, serta efisiensi dalam kinerja
perusahaan.

3. Metode
System Development Life Cycle (SDLC)

4. Pekerjaan yang dilakukan


a. Observasi
Merupakan metode pengumpulan data dengan cara melakukan
pengamatan terhadap objek secara langsung yaitu pada Batara Komputer
Semarang mengenai proses penjualan barang.
b. Wawancara (Interview)
Yaitu wawancara langsung pada obyek penelitian yang dalam hal ini
adalah Bapak Dwi sebagai pemilik Batara Komputer Semarang.
c. Kepustakaan
Yaitu metode pengumpulan data dengan mempelajari buku-buku yang
berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi dalam penelitian.

5. Hasilnya atau kesimpulan


a. Dengan adanya sistem terkoterisasi, maka pengolahan data penjualan
akan lebih akurat dan efisien.
b. Sistem terkoputerisasi dapat meminimalisir kesalahan pada pengolahan
data.
c. Meningkatkan kelancaran proses penjualan tunai sehingga sangat
menunjang
kemajuan
1. Obyek yang Diteliti
SISTEM INFORMASI PENJUALAN ASSESORIS KOMPUTER
2. Masalah
Masalah yang sering dihadapi adalah keberadaan barang dengan data
stok tidak sama, sering terjadi kekurangan stok pada waktu stok opname
di akhir bulan
3. Metode
System Development Life Cycle (SDLC)
4. Pekerjaan yang dilakukan
1. Metode Wawancara
Melakukan wawancara dengan mewawancarai pegawai
untuk mendapatkan informasi yang akurat.

2. Metode Observasi
Metode observasi berupa pengamatan secara langsung tahap-tahap
Jalannya kegiatan untuk mengetahui proses kerja dari program yang nanti
akan di buat.

3. Metode Kepustakaan
Metode ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi melalui
catatan-catatan selama kuliah, diktat-diktat, buku-buku yang
bersangkutan serta beberapa referensi

4. Metode Dokumentasi
Dengan mengumpulkan data maupun informasi yang terkait

5. hasil dan Kesimpulan


a. Sistem Informasi Penjualan ini mempermudah dan mempercepat dalam
pengecekan stok barang.

b. Sistem Informasi Penjualan ini mempercepat dalam proses pencarian


barang.

c. Sistem Informasi Penjualan membuat proses penjualan dan pembuatan


nota menjadi lebih cepat dan akurat.

d. Sistem Informasi Penjualan membantu pembuatan laporan menjadi


lebih mudah, cepat, dan akurat.

e. Sistem Informasi Penjualan memudahkan dalam menghitung omset


penjualan per periode. Objek yg diteliti
1. Objek yg diteliti
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI UNTUK
MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN PADA PT. GENDISH MITRA
KINARYA

2. masalah

a. Apakah ada kelemahan dan kebaikan dalam sistem informasi akuntansi


yang dipakai perusahaan ini?
b. Apakah sudah memadai pengendalian internal terhadap sistem
inforrmasi akuntansi yang di pakai oleh perusahaan ?

3. Metode

System Development Life Cycle (SDLC)

4. Pekerjaan yang dilakukan

Data di peroleh secara langsung dari PT. Gendish Mitra Kinarya dengan
teknik-teknik sebagai berikut :

1. Wawancara (interview).
2. Observasi .

Sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu menganalisa sistem informasi


akuntansi penjualan, metode pendekatan yang digunakan adalah siklus
pengembangan sistem informasi akuntansi, yang merupakan modifikasi
dari sistem yang sudah ada dan telah disesuaikan dengan kebutuhan akan
sistem informasi akuntansi untuk meningkatkan pengendalian internal.
Tahap-tahap yang dilaksanakan dalam penelitian ini. Tahapan tersebut di
mulai dengan deskripsi sistem, identifikasi kelemahan, dan implementasi
sistem,. Tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Deskripsi Sistem
2. Identifikasi Kelemahan
3. Implementasi Sistem

5. Hasil dan Kesimpulan


Dari analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut :
Hasil analisis sistem informasi akuntansi menunjukan adanya
beberapa kelemahan dan kebaikan dalam sistem informasi akuntansi
penjualan pada PT. Gendish Mitra Kinarya.

a. Kelemahan diantaranya:
1. Surat pesanan dari kasir/counter sales langsung diberikan ke
costumer, belum melalui persetujuan bagian-bagian yang lain yang
memang dibutuhkan.hiping list dari bagian gudang hanya untuk
penentuan jenis bahan dan desain pakaian dan tidak adanya
pengawasan kepada bagian gudang. Sehingga mudah terjadinya
penyelewengan jumlah barang dari gudang.
2. Pada bagian kasir/counter sales, sales supervisor, sales manager
tidak ada sistem dokumentasi, sehingga tidak adanya bukti surat
pesanan yang di paraf.
3. Shiping list dari bagian gudang hanya untuk penentuan jenis bahan
dan desain pakaian dan tidak adanya pengawasan kepada bagian
gudang. Sehingga mudah terjadinya penyelewengan jumlah barang
dari gudang
4. Dalam proses akuntansinya, masih ada kelemahan, seperti
kelemahan pencatan dan pelaporan, kesalahan jurnal dan posting. Itu
semua dalam kegiatan manual yang dilakukan oleh karyawan
perusahaan.

b. Kebaikan diantaranya :
1. Perusahaan mampu untuk menganalisa sampai sejauh mana Sistem
Informasi Akuntansi Penjualan yang ada dapat menjalankan fungsinya
secara benar sesuai dengan ketentuan yang ada dan dibuat oleh
perusahaan.
2. perusahaan telah menggunakan Sistem Informasi Akuntansi yang
terkomputerasi, walaupun terkadang menggunakan sistem yang
manual untuk pengecekan.
3. Sistem Pengendalian Intern peruasahaan untuk akuntansi penjualan
perusahaan juga telah menjalankan fungsinya secara baik, sehingga
tidak ada lagi campur tangan dari pihak-pihak yang tidak berwenang,
karena dalam Sistem Informasi Akuntansi penjualan telah terjadi
pemisahan tugas dan wewenang.
1. Objek yg diteliti
Sistem Informasi Penjualan dan Pengendalian Persediaan Barang
Menggunakan Metode Economic Order Quantity ( EOQ )

2. Masalah

Masalah yang sering terjadi di dalam usaha dagang antara lain persediaan
barang berlebih dan persedian barang kurang. Dalam menanggulangi
permasalahan tersebut diperlukan manajemen persediaan untuk
menganalisis tingkat persediaan yang optimum. Berdasarkan masalah
tersebut dapat dibuat sistem penjualan dan pengendalian persediaan
barang dengan tujuan agar pihak toko tidak terjadi stok out atau loss sale,
dapat meminimalkan biaya dan dapat membantu pendataan barang
ditoko serta pelaporannya.

3. Metode
Metode Economic Order Quantity ( EOQ )

4. Pekerjaan yang dilakukan


1. Metode Wawancara
Melakukan wawancara dengan mewawancarai pegawai
untuk mendapatkan informasi yang akurat.
2. Metode Observasi
Metode observasi berupa pengamatan secara langsung tahap-tahap
Jalannya kegiatan untuk mengetahui proses kerja dari program yang nanti
akan di buat.
3. Metode Kepustakaan
Metode ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi melalui
catatan-catatan selama kuliah, diktat-diktat, buku-buku yang
bersangkutan serta beberapa referensi
4. Metode Dokumentasi
Dengan mengumpulkan data maupun informasi yang terkait

5. Hasil dan kesimpulan


Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan penulis pada sistem
informasi penjualan dan pengendalian persediaan barang menggunakan
metode
EOQ maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Penelitian ini berhasil merancang dan membangun sistem sistem
informasi
penjualan dan pengendalian persediaan barang menggunakan metode
EOQ
dapat membantu proses pendataan barang serta pelaporan penjualan dan
pembelian.
2. Perhitungan fisik barang toko (stock opname) dapat dilakukkan setiap
waktu.
3. Penelitian ini berhasil menerapkan metode EOQ untuk membantu
pengendalian persediaan barang.
1. Objek yg diteliti
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN SEPEDA MOTOR HONDA
SECARA KREDIT PADA PD BUDI MOTOR JAKARTA
2. Masalah
permasalahan-permasalahan dalam sistem yang masih dikerjakan secara
manual. Sehingga perlu dibuatkan suatu sistem aplikasi yang berguna
untuk dapat menangani masalah yang timbul atau paling tidak
mengurangi tingkat kesalahan yang selama ini terjadi pada proses
penjualan dan sekaligus meningkatkan kinerja serta produktifitas kerja
dari sumber daya yang ada
3. Metode
System Development Life Cycle (SDLC)
4. Pekerjaan yang dilakukan
1. Metode Observasi
Data dikumpulkan langsung dengan cara melakukan pengamatan
langsung
di PD Budi Motor yang berlokasi di Jl.Prof.Dr.Latumeten No.16 B/C pada
objek yang diteliti agar penulisan tugas akhir ini mudah terlaksana.
2. Metode Wawancara
Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai langsung atau tanya
jawab kepada narasumber yaitu Ibu Endang selaku sales counter apabila
ada sesuatu yang tidak dimengerti yang dilakukan dengan sistematis dan
berdasarkan tujuan penelitian. Cara ini dimaksudkan untuk kemudahan
mendapatkan data.
3. Metode Kepustakaan
Pengumpulan data dilakukan dengan melihat dan mengambil data-data
yang
terdapat dalam buku-buku atau literatur yang berkaitan.
5. Hasil dan kesimpulan
1. Dengan pemakaian sistem yang diterapkan oleh PD Budi Motor maka
keterlambatan dalam proses pencatatan dan penjualan barang sering
terjadi.
2. Untuk mengetahui tentang transaksi penjualan yang telah dilakukan
sulit
untuk mengetahui dengan akurat.
3. Apabila permintaan penjualan terjadi dalam jumlah yang banyak, maka
dalam penyajian laporan penjualan barang tidak tepat waktu.
1. Objek yg diteliti
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN BERBASIS WEB DI PT.
GARAM (PERSERO)
2. Masalah
(a) PT Garam (Persero) masih memanfaatkan system pemesanan biasa (datang
langsung, melaluitelepon atau email) sehingga pelanggan masih mengalami
kesulitan dan transaksi berjalanlambat.
(b) terdapat masalah terkait kendala waktu dalam pengiriman info produk
ataupertukaran informasi dengan pelanggan yang memakan waktu lama,
terutama untuk pelanggan di luar kota karena dukungan sarana komunikasi dan
transportasi yang tersedia kurang efektif.
(c) Berdasarkanperbandingan data transaksi atau volume penjualan dan informasi
produk tidak melingkupi seluruh wilayah indonesia.
3. Metode
Berbasis Web
4. Pekerjaan yang dilakukan
a. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2012
bertempat di PT Garam (Persero) Jl. Arief Rachman Hakim 93 Surabaya.
b. Identifikasi Masalah Dalam pemasaran dan informasi produk, PT Garam
(Persero) menggunakan sistem sampel dengan menyebarluaskan contoh
informasi produk kepada pelanggan tetap dan baru yang ada di berbagai daerah
dengan menggunakan email, fax atau pos.
5. Hasil dan Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan terhadap perancangan sistem
penjualan berbasis web di PT.Garam (Persero), penulis dapat mengambil beberapa
kesimpulan sebagai berikut, perancangan sistem informasi penjualan garam berbasis
web ini, lebih efektif karena dalam implementasinya memberi kemudahan kepada
konsumen dalam informasi produk PT. Garam (Persero). Selanjutnya, perancangan
system informasi penjualan garam berbasis web ini, juga memberi kemudahan
konsumen dalam bertransaksi, serta efisien berdasarkan simulasi awal yang
dilakukan, dimana waktu transaksi hanya 10-15 menit, dengan
mengakses web penjualan PT. Garam (Persero) tanpa harus mengeluarkan biaya dan
tenaga seperti bertransaksi manual. Meskipun demikian, penelitian, pengembangan
dan peningkatan terhadap sistem yang sudah ada perlu dikembangkan untuk
kemudian diupgrade (up to date) sesuai dengan kebutuhan pasar, serta adanya
perbaikan untuk kemudahan dalam pembayaran dengan penerapan E-Banking.