Anda di halaman 1dari 4

DEMENSIA

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/6
PUSKESMAS Dr.HERMANSYAH,MM
BALONG NIP.19681004 200212 1 004
1. Pengertian Demensia merupakan sindrom akibat penyakit otak yang bersifat kronik progresif,
ditandai dengan kemunduran fungsi kognitif multiple, termasuk daya ingat
(memori), daya pikir, daya tangkap (komprehensi), kemampuan belajar, orientasi,
kalkulasi, visuospasial, bahasa dan daya nilai.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan demensia di Puskesmas Balong.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Balong Nomor : 188.4/ /405.09.20/SK/2015
tentang.............
4. Referensi Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduang Praktik Klinik bagi Dokter
di Fasyankes Primer
5. Prosedur/ 1. Anamnesa keluhan pasien
Langkah- 2. Mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien
langkah 3. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi: tekanan
darah, nadi , pernafasan. Pemeriksaan kepala/leher, dada, perut , dan
ekstrimitas
4. Penegakan diagnosis demensia
5. Penatalaksanaan
a. Non farmakologi
1. Modifikasi faktor resiko yaitu kontrol penyakit fisik, lakukan aktifitas
fisik sederhana seperti senam otak, stimulasi kognitif dengan
permintaan, kuis, mengisi teka-teki silang, bermain catur.
2. Modifikasi lingkungan sekitar agar lebih nyaman dan aman bagi pasien.
3. Rencanakan aktivitas hidup sehari-hari (mandi, makan, dan lain-lain)
untuk mengoptimalkan aktivitas independen, meningkatkan fungsi,
membantu adaptasi dan mengembangkan keterampilan, serta
meminimalisasi kebutuhan akan bantuan.
4. Ajarkan kepada keluarga agar dapat membantu mengenal barang milik
pribadinya, mengenal waktu dengan menggunakan jam besar, kalender
harian, dapat menyebutkan namanya dan anggota keluarga terdekat,
mengenal lingkungan sekitar, beri pujian jika dapat menjawab dengan
benar, bicara dengan kalimat sederhana dan jelas (satu atau dua tahap
saja), bila perlu gunakan isyarat atau sentuhan lembut.
b. Farmakologi
1. Jangan berikan inhibitor asetilkolinesterase (seperti: donepzil,
galantamine dan rivastigmine) atau memantine secara rutin untuk
semua kasus demensia. Pertimbangkan pemberiannya hanya pada
kondisi yang memungkinkan diagnosis spesifik penyakit Alzheimer
ditegakkan dan tersedia dukungan serta supervisi adekuat oleh spesialis
serta pemantauan efek samping oleh pelaku rawat.
2. Bila pasien berperilaku agresif, dapat diberikan antipsikotik dosis
rendah, seperti: Haloperidol 0,5 1 mg/hari.
6. Kriteria Rujukan
a. Pasien dirujuk untuk konfirmasi diagnosis dan penatalaksanaan lanjutan.
b.Apabila pasien menunjukkan gejala agresifitas dan membahayakan
dirinya atau orang lain.
6.Diagram Alir
Mulai

Kartu Status
Anamnesa & Pemeriksaan Fisik

Penegakkan Diagnosa : Demensia


Kartu Status

Terapi:
Non Farmakologi:
Aktifitas Fisik : senam otak, mengisi TTS, bermain catur
Buat suasana yang aman & nyaman
Rencanakan aktifitas hidup sehari ( mandi, makan, dll )
Ajarkan keluarga agar membantu untuk mengenal barang-barang miliknya
Farmakologi :
Bila pasien bersifat agresif beri : Haloperidol 0,5 1 mg/hari

KIE

Apotek Kertas Resep

Selesai
7.Unit Terkait Loket
Unit layanan poli umum
Unit layanan KIA
Apotek

8. Rekaman Historis Perubahan

N Isi Perubahan
Yang diubah Tgl. Mulai Diberlakukan
o