Anda di halaman 1dari 3

ASTIGMATISMA

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/6
PUSKESMAS Dr.HERMANSYAH,MM
BALONG NIP.19681004 200212 1 004
1. Pengertian Astigmatisma adalah suatu keadaan dimana bayangan yang terbentuk berasal
dari titik atau garis focus yang multiple.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan penatalaksanaan astigmatisma dalam rangka
peningkatan mutu dan kinerja di Puskesmas Balong
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Balong Nomor : 188.4/ /405.09.20/SK/2015
tentang.............
4. Referensi 1. Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter di
Fasyankes Primer.
2. Vaughan, Daniel. Buku Ophtamologi Umum. Edisi 14. 2000. Widya Medika.
5. Prosedur/ 1. Petugas menanyakan keluhan dan gejala yang dirasakan oleh pasien
Langkah- Anamnesa: apakah tidak dapat membedakan garis lurus dan mendatar
langkah
dalam waktu bersamaan?
2. Petugas mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien
3. Lakukan pemeriksaan refraksi pada pasien dengan menggunakan
snellen chart dan unit lensa refraksi
4. Penegakan diagnosis astigmatisma
5. Koreksi dengan kaca mata atau lensa kontak silindris
Rujuk pada dokter spesialis mata apabila terdapat indikasi untuk dilakukan
transplantasi kornea
6.Diagram Alir

Mulai

Kartu status
Anamnesa

Lakukan pemeriksaan refraksi


Kartu status

Penegakan diagnosis : Astigmatisma

Mulai

Kartu status
Koreksi dengan kaca mata atau lensa kontak silindris
Anamnesa & Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang untuk skrining: DL, faal hati

Selesai
Penegakan diagnosis: pendarahan saluran cerna bagian bawah

Pemberian terapi:

Puasa dan Perbaikan hemodinamik


Pasang Nasogastric tube
Penatalaksanaan sesuai penyebab perdarahan
Pemberian ferrosulfat 325 mg tiga kali sehari

Rujuk rumah sakit Form rujukan

Selesai
Lembar observasi rujukan
7.Unit Terkait Loket pendaftaran
Unit layanan poli KIA
Unit layanan poli umum
Apotek

8. Rekaman Historis Perubahan

N Isi Perubahan
Yang diubah Tgl. Mulai Diberlakukan
o