Anda di halaman 1dari 34

1

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM


SEDIAAN LIKUIDA PARACETAMOL

Disusun Untuk Tugas Praktikum Farmasetika Sediaan Likuida

KELOMPOK : 2
KELAS: C

Disusun Oleh :
Mahmud Y. 2013104103111
Gita Annisa Fadhilla
201410410311107
Muftia Mualimah
201410410311111
Rifka Rufaidah
201410410311118
Nur Cholidah 201410410311124
Ilma Nurhidayati
201410410311129
Aulia Tamara 201410410311134
Anita Hariati 201410410311139
Masrurotul Muflihah
201410410311145
Kukuh Adhe Kurniawan
201410410311148
Noviani 201410410311154

DOSEN PEMBIMBING:
2

MIA

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
OKTOBER, 2016
1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .i
KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
BAB 1 ........................................................................................................3
PENDAHULUAN.......................................................................................................3
BAB 2 ........................................................................................................4
TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................................4
BAB 3 ......................................................................................................15
RANCANGAN FORMULASI SEDIAAN...........................................................15
BAB 4 ......................................................................................................18
FORMULASI SEDIAAN DROP PARACETAMOL............................................18
BAB 5 ......................................................................................................26
RANCANGAN PRODUKSI.................................................................................26
BAB 6 ......................................................................................................29
EVALUASI SEDIAAN..........................................................................................29
BAB 7 ......................................................................................................31
PEMBAHASAN....................................................................................................31
BAB 8 ......................................................................................................35
PENUTUP ......................................................................................................35
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................36
LAMPIRAN 1 ......................................................................................................37

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas perkenanNYA laporan


Pembuatan Tablet Paracetamol ini dapat diselesaikan sesuai dengan
waktu yang diberikan.
Dalam pembuatan laporan ini, kami banyak mengucapkan
terimakasih kepada Tim Dosen mata kuliah Farmasetika Sediaan Likuida
yang telah membantu dan memberi dukungan dalam proses pembuatan
drop paracetamol ini, dan kepada teman-teman kelompok 2 yang mau
2

merelakan waktunya untuk mengerjakan lapoan ini bersama-sama. semoga


laporan ini dapat bermanfaat bagi semua khalayak.
Laporan ini memiliki banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena
itu kami memohon maaf atas kekurangan dan kesalahannya, kami
mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun laporan ini agar
menjadi lebih baik lagi.

Malang, 18 Oktober 2016

Penyusun

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang
digunakan untukmempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan
patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan,
penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk
manusia (UU No. 36 Thn 2009)
Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat
yang terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat
berpariasi. Larutan dapat berupa gas, cairan, atau padatan. Larutan encer adalah
larutan yang mengandung sebagian kecil solute, relative terhadap jumlah pelarut.
Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute.
Solute adalah zat terlarut. Sedangkan solvent (pelarut) adalah medium dalam
mana solute terlarut (Baroroh, 2004).
3

Larutan Oral adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral,
mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis,
atau pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven air ( Anonim, 1995 )
Menurut Farmakope Indonesia Edisi III 1979 halaman 31, sediaan
sirup merupakan sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa
kecuali dinyatakan lain, kadar sakarosa C12H22O4 tidak kurang dari 64,0%
dan tidak lebih dari 66%. Pembuatan kecuali dinyatakan lain sirup dibuat
sebagai berikut: Buat cairan untuk sirup, panaskan, tambahkan gula, jika
perlu didihkan hingga larut, tambahkan air mendidih secukupnya hingga
diperoleh bobot yang dikehendaki, buang basa yang terjadi, serkai. Pada
pembuatan sirup dari simplisia yang mengandung glukosida antara kuinon,
ditambahkan natrium karbonat sejumlah 10% bobot simplisia. Kecuali
dinyatakan lain, pada pembuatan sirup simplisia untuk persediaan
ditambahkan metil paraben 0,25% atau pengawet yang cocok.

Drop atau guttae adalah sediaan cair berupa laritan, emulsi atau suspense
dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar, digunakan dengan cara meneteskan
menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan yang setara dengan penetes
baku (FI III, hal: 37)
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

I TINJAUAN TENTANG BAHAN OBAT


1 LATAR BELAKANG BAHAN OBAT
Nama Bahan aktif : Parasetamol (Acetaminofen ) ( FI V hal.984-985)
- Rumus Kimia :CHNO

- BM : 151,16
- Organoleptis : Warna = putih
Bau = Tidak Berbau
Rasa = Tidak Berasa
- Pemerian : Serbuk hablur, putih; tidak berbau; rasa sedikit pahit.
- Kelarutan : Larut dalam air mendidih dan dalam natrium hidroksida 1
N; mudah larut dalam etanol. (FI V hal. 984 ) 1 bagian parasetamol larut
dalam 70 bagian air mendidih, dalam 7 bagian etanol ( 95%), dalam 13 bagian
aseton, dalam 40 bagian gliserol dan dalam 9 bagian propilenglikol, larut
4

dalam alkali hidroksida membentuk larutan jenuh dalam air pada PH 5,1 6,5.
( FI III hal.37 )
- Titik Lebur : 168 - 172
- Mikroskopis : Bentuk kristal : Serbuk hablur
- Wadah dan Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.
Simpan dalam suhu ruang, hindarkan dari kelembapan dan panas.
- Kemurnian : Parasetamol mengandung tidak kurang dari 98,0% dan
tidak lebih dari 101,0% CHNO, dihitung terhadap zat anhidrat.
- Dosis :
Anak-anak dan bayi :
o Umur 6 12 bulan : 50mg 200 mg
o Umur 1 5 tahun : 50 mg 100 mg / 200 mg 400 mg
o Umur 5 10 tahun : 100 mg 200 mg / 400 mg 800 mg
o Umur > 10 tahun : 250 mg 1 g
Dewasa : 500 mg / 500 mg 2 g (FI III hal.920)

2 TINJAUAN FARMAKOLOGI OBAT


Farmakodinamik :
Efek analgesik parasetamol serupa dengan salisilat yaitu menghilangkan
atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang. Keduanya menurunkan suhu tubuh
dengan mekanisme yang diduga juga berdasarkan efek sentral seperti salisilat.
Efek antiinflamasinya sangat lemah, oleh karena itu parasetamol tidak digunakan
sebagai antireumatik. Parasetamol merupakan penghambat biosintesis
prostaglandin yang lemah.Efek iritasi, erosi dan perdarahan lambung tidak terlihat
pada kedua obat ini, demikian juga dengan gangguan pernapasan dan
keseimbangan asam dan basa.
(Farmakologi dan Terapi Universitas Indonesia halaman 238)

Farmakokinetik :
Parasetamol diabsorbsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna.
Konsentrasi tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu jam dan masa paruh
plasma antara 1-3 jam. Obat ini tersebar ke seluruh cairan tubuh.Dalam plasma,
25% parasetamol terikat protein plasma.Obat ini dimetabolisme oleh enzim
mikrosom hati.Obat ini diekskresi melalui ginjal, sebagian kecil dalam bentuk
parasetamol (3%) dan sebagian besae dalam bentuk terkonjugasi.
(Farmakologi dan Terapi Universitas Indonesia halaman 238)

Efek Samping :
Reaksi alergi terhadap derivat para amino fenol jarang terjadi.
Manifestasinya berupa eritema atau urtikaria dan gejala yang lebih berat berupa
demam dan lesi pada mukosa. Penggunaan semua analgesik dosis besar secara
menahun terutama dalam kombinasi menyebabkan nefropati analgesik.
(Farmakologi dan Terapi Universitas Indonesia halaman 238)

Interaksi Obat :
5

Pada dosis tinggi dapat memperkuat efek anti koagulansia tetapi pada
dosis biasa tidak interaktif kombinasi dengan obat AIDS zidovudin meningkatkan
resiko akan neutropenia.
(Obat-Obat Penting Halaman 318)

3 ORGANOLEPTIS
Warna : Putih (Farmakope Indonesia Edisi III halaman 37), (Farmakope
Indonesia Edisi IV halaman 649)
Rasa : Pahit (Farmakope Indonesia Edisi III halaman 37)
Sedikit pahit (Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 649)
Bau : Tidak berbau (Farmakope Indonesia Edisi III halaman 37)
(Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 649)

4 MIKROSKOPIS
Bentuk kristal : serbuk kristal, tidak berbau, tidak berwarna, putih atau hampir
putih (Martindale edisi 36 halaman 108)

5 KARAKTERISTIK FISIK / FISIKOMEKANIK


1 Titik lebur : 1690 sampai 1720 (Farmakope Indonesia Edisi III halaman 37)
Antara 1680 dan 1720 (Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 649)
2 Bobot jenis : pada suhu 210 C bobot jenis 1,293 g/cm3
( Merck Index 12 th edition halaman 48)
3 Ukuran/distribusi ukuran partikel : 2-6 mikrometer
4 Sifat alir : jelek karena parasetamol memiliki kelarutan yang buruk dan
permeabilitas yang rendah
5 Kompaktibilitas : Jelek (Lachman, Pharmaceutical Dosage Form)
6 Higroskopisitas : parasetamol menyerap uap air dalam jumlah yang tidak
signifikan pada suhu 250C, pada kelembapan relatif meningkat sekitar 90%
(Codex 12 th edition halaman 989)
7 Polimorfisme : tiga bentuk metastabil dari asetaminofen, yaitu orthorombik
asetaminofen untuk pembuatan tablet ( bentuk polimorf bentuk Kristal
orthorombik lebih baik)

6 KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA


1 Kelarutan :
Larut dalam air mendidih dan dalam natrium hidroksida 1N, mudah larut
dalam etanol (Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 649). Larut dalam 70
bagian air, dalam 7 bagian etanol (95%) P, dalam 13 bagian aseton P, dalam 40
bagian gliserol P dan dalam 9 bagian propilenglikol P, larut dalam larutan alkali
hidroksida P ( Farmakope Indonesia Edisi III halaman 37)
2 pKa : 9,5 (Codex 12 th edition halaman 988)
3 Profil kelarutan terhadap pH : 5,3 dan 6,5 (Codex 12 th edition halaman 989)
4 Laju disolusi :
Dalam waktu 30 menit harus larut tidak kurang dari 80% (Q) C8H9NO2
dari jumlah yang tertera pada etiket, dengan media disolusi 900 ml larutan
dapar fosfat pH 5,8 (Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 650)
5 Koefisien Partisi :
6

Calculation using fragmentation methods based on atomic constribution to


lipophilicity and using clog P program gave values of 0,31 , 0,49, 0,89
( kalkulasi dengan menggunakan metode fragmentasi berdasarkan konstribusi
atom terhadap lipofilisitas dan menggunakan program clog P memberikan nilai
0,31 , 0,49, 0,89)

7 STABILITAS
Stabilitas bahan padat
- Terhadap suhu : stabil pada suhu 450C ( Codex 12th halaman 989 )
- Terhadap cahaya : perlu perlindungan dari cahaya ( Codex 12 th
halaman 989 )
- Terhadap kelembapan : Parasetamol menyerap uap air dalam
jumlah yang tidak signifikan pada suhu 250C, pada kelembapan
relatif menningkat sekitar 90% ( Codex 12th halaman 989 )
Stabilitas larutan
- Terhadap pelarut : sangat stabil dalam air ( Codex 12 th halaman 989
)
- Terhadap pH : hidrolisis minimum pada pH 5-7 pada suhu 25 0C,
t1/2 parasetamol pH 2,5,6 dan 9 adalah 0,73 ; 19,8 ; 21,8 ; dan
2,28 tahun ( Codex 12th halaman 989 )
- Terhadap cahaya : perlu perlindungan terhadap cahaya ( Codex 12 th
halaman 989 )
- Terhadap oksigen : tahan atau stabil terhadap oksidasi dan kondisi
lembab p-aminophenol terdegradasi menjadi quinonimine dan
warnanya merah muda, cokelat dan hitam ( Codex 12th halaman
989 )

8 INKOMPATIBILITAS DENGAN EKSIPIEN


Parasetamol tidak terdekomposisi dengan kebanyakan bahan tambahan,
tetapi dengan adanya p-aminophenol dalam parasetamol akan bereaksi dengan
serbuk besi pada kadar rendah, menyebabkan warnanya merah muda ( Pharm
Dosage Form Vol 1 halaman 362 )

9
RANCANGAN KEMASAN PRIMER DAN SEKUNDER
A Rancangan kemasan primer
Etiket : nama obat jadi
netto
komposisi obat
nama industri farmasi
alamat industri
farmasi
no reg, no batch
tanggal
kadaluarsa
cara
penyimpanan
Rancangan Kemasan Primer tanda obat
bebas
7

Strip :nama obat jadi


nama industri farmasi
no reg
no batch
tanggal kadaluarsa

B Rancangan kemasan sekunder


Nama obat jadi
Netto
Komposisi obat
Nama industri
farmasi
No reg, no
batch
Tanggal
kadaluarsa
Cara
penyimpanan
Tanda obat
bebas
Rancangan Kemasan Sekunder
10
RANCANGAN BROSUR
Nama obat jadi
Netto
Komposisi obat
Nama industri farmasi
Alamat industri farmasi
No reg
Dosis
Cara penggunaan
Farmakologi
Indikasi
Kontra indikasi
Efek samping
Interaksi obat
Perhatian atau peringatan
Cara penyimpanan
Logo obat bebas

11 PENENTUAN WAKTU KADALUARSA


1 Dicari data t pada pH tertentu
2,303 X logCo
K= x
2 Dicari log K dengan rumus t 1/2 Ct
log
3 Selanjutnya perhitungan t 90 sebagai penentuan waktu kadaluarsa
2,303 X loga
K= x
t 90 0,9 a
log
8

12 Perhitungan Dapar
gram 1000
x
Dapar Asam = Mr volume

gram 1000
x
Dapar Garam = Mr volume

II TINJAUAN TENTANG EKSIPIEN


1) Propylene Glikol ( HPE ed.6th hal.592-593)
- Sinonim : 1,2-Dihydroxypropane; E1520; 2-
hydroxypropanol; methyl ethyleneglycol; methyl glycol; propane-
1,2-diol; propylenglycolum.
- BM : 76.09
- Struktur : C3H8O2

- Fungsi : pengawet
antimikroba ; desinfektan ; humektan ; plastieizer ; pelarut ;
stabilitas agen ; larutan kosolvent.
- Organoleptis
- Warna = tidak berwarna
- Bau = tidak berbau
- Rasa = sedikit pedas menyerupai gliserin
- Titik didih : 188C
- Kelarutan : Terlarut dengan aseton, kloroform, etanol 95%,
gliserin, dan air ; larut pada 1 dalam 6 bagian eter; tidak larut
dengan minyak mineral ringan atau minyak tetap, tetapi larut dalam
minyak esensial.
- Stabilitas dan Penyimpanan :
Pada suhu dingin, propilen glycol stabil dalam wadah tertutup
rapat, tetapi pada suhu tinggi, di tempat terbuka cenderung akan
mengoksidasi, sehingga menimbulkan produk seperti
propilonaldehida, asam laktat, asam piruvat, asam asetat.
Propilenglycol secara kimiawi stabil bila dicampur dengan etanol
95%, gliserin, atau air; larutan air dapat di sterilkan dengan
autoklaf. Propilen glikol termasuk higroskopis dan harus disimpan
dalam wadah tertutup dengan baik, terlindung cahaya, ditempat
yang sejuk dan kering.
- Inkompaktibilitas :
9

Propilen glikol inkompaktibilitas tidak sesuai dengan reaggen


pengoksidasi seperti kalium permanganat.

2) Gliserin (HPE ed.6th hal 283-285)


- Sinonim : Croderol; E422; glicerol; glycerine; glycerolum;
Glycon G-100; Kemstrene; Optim; Pricerine; 1,2,3-propanetriol;
trihydroxypropane glycerol.
- BM : 92.09
- Struktur : C3H8O3

- Fungsi : pengawet antimikroba, pelarut,


sebagai melunakkan; humektan;
plastieizer; pemanis agen, agen Tonisitas.
- Organoleptis
Warna = Tidak berwarna
Bau = Tidal Berbau
Rasa = Manis, kira 0,6 kali dari manis sukrosa
- Titik didih : 290 ( dengan dekomposisi)
- Kelarutan :

- Stabilitas dan
penyimpanan :
Gliserin adalah higroskopis. gliserin murni tidak rentan terhadap
oksidasi oleh suasana di bawah kondisi penyimpanan biasa, tapi itu
terurai pada pemanasan dengan evolusi akrolein beracun.
Campuran gliserin dengan air, etanol (95%), dan propilen glikol
kimia yang stabil. Gliserin dapat mengkristal jika disimpan pada
suhu rendah; itu kristal tidak meleleh sampai 208C.
Gliserin harus disimpan dalam wadah kedap udara, di tempat yang
sejuk, kering tempat.
- Inkompaktibilitas :
Gliserin dapat meledak jika dicampur dengan oksidator kuat seperti
kromium trioksida, potasium klorat, atau kalium permanganat.
Dalam larutan encer, reaksi berlangsung pada tingkat lebih lambat
dengan beberapa produk oksidasi yang terbentuk. Hitam perubahan
warna gliserin terjadi di hadapan cahaya, atau kontak dengan seng
oksidaatau dasar bismut nitrat. Sebuah kontaminan besi dalam
gliserin bertanggung jawab untuk gelap yang dalam warna
10

campuran yang mengandung fenol, salisilat, dan tanin. Gliserin


membentuk kompleks asam borat, asam glyceroboric, yang
merupakan asam kuat dari asam borat.

3) Polietilene Glycol (PEG) ( HPE ed.6th hal 517-518)


- Sinonim : Carbowax; Carbowax Sentry; Lipoxol; Lutrol E;
macrogola; PEG; Pluriol E; polyoxyethylene glycol.
- BM :
- Struktur : HOCH2(CH2OCH2)mCH2OH

- Fungsi : Basis salep;


plasticizer; pelarut; basis
supositoria; tablet dan Pelumas kapsul.
- Organoleptis

Warna = Tidak berwarna atau sedikit berwarna kuning


Bau = Sedikit bau
Rasa = pahit
Titik didih : 238C
- Kelarutan :
Semua nilai dari polietilen glikol yang larut dalam air dan larut
dalam semua proporsi dengan polietilen glikol lainnya (Setelah
leleh, jika perlu). larutan air dari highermolecular- nilai berat badan
dapat membentuk gel. polyethylene cair glikol yang larut dalam
aseton, alkohol, benzena, gliserin, dan glikol. glikol polietilen padat
yang larut dalam aseton, diklorometana, etanol (95%), dan
metanol; mereka sedikit larut dalam hidrokarbon alifatik dan eter,
tapi larut dalam lemak, minyak tetap, dan minyak mineral.

- Stabilitas dan Penyimpanan :


polietilen glikol secara kimiawi stabil di udara dan dalam larutan,
meskipun nilai dengan berat molekul kurang dari 2000 yang
hidroskopis. polietilen glikol tidak mendukung pertumbuhan
mikroba, dan mereka tidak menjadi tengik.
polietilen glikol harus disimpan dalam wadah yang tertutup
ditempat yang sejuk dan kering. baja, aluminium, kaca, atau baja
dilapisi stainless kontainer lebih disukai untuk penyimpanan nilai
cair.

- Inkompaktibilitas :
Reaktivitas kimia polietilena glikol terutama terbatas kedua
kelompok hidroksil terminal, yang dapat baik esterifikasi atau
11

dieterifikasi. Namun, semua nilai dapat menunjukkan beberapa


aktivitas oksidasi karena kehadiran kotoran peroksida dan sekunder
Produk yang dibentuk oleh autoksidasi. Cair dan padat nilai
polietilen glikol mungkin tidak kompatibel dengan beberapa zat
pewarna. Aktivitas antibakteri antibiotik tertentu berkurang di basis
polietilen glikol, terutama yang dari penisilin dan bacitracin.
Khasiat pengawet parabens juga mungkin gangguan karena
mengikat dengan polietilen glikol.

4) Sakarin (HPE ed.6th hal.605 607)


- Sinonim : 1,2-Benzisothiazolin-3-one 1,1-dioxide; benzoic acid
sulfimide; benzoic sulfimide; benzosulfimide; 1,2-dihydro-2-
ketobenzisosulfonazole; 2,3-dihydro-3-oxobenzisosulfonazole; E954;
Garantose; gluside; Hermesetas; sacarina; saccarina; saccharin
insoluble;saccharinum; o-sulfobenzimide; o-sulfobenzoic acidimide.
- BM : 183,18
- Struktur : C7H5NO3S
- Fungsi : Pemanis agen
- Organoleptis
- Warna = kristal putih atau hablur
kristal putih
- Bau = tidak berbau
- Rasa = manis
- Kelarutan : Mudah dibubarkan oleh solusi amonia encer, alkali solusi
hidroksida, atau solusi alkali karbonat (dengan evolusi karbon dioksida)

-
Stabilitas dan penyimpanan
Sakarin stabil di bawah kisaran normal kondisi dipekerjakan dalam
formulasi. Dalam bentuk curah tidak menunjukkan terdeteksi dekomposisi
dan hanya jika terkena suhu tinggi (1258C) pada pH rendah (pH 2) selama
lebih dari 1 jam tidak signifikan dekomposisi terjadi. Produk
dekomposisi terbentuk adalah (Amonium-o-sulfo) asam benzoat, yang
tidak manis. (4 stabilitas berair sakarin sangat baik. Sakarin harus
disimpan dalam wadah tertutup baik di tempat yang kering tempat.
- Inkompaktibilitas
Sakarin dapat bereaksi dengan molekul besar, sehingga endapan yang
terbentuk itu tidak mengalami Maillard browning.
12

5) Sukrosa (HPEed.6th hal.703-706)


- Sinonim : Beet sugar; cane sugar; a-D-glucopyranosyl-b-D-
fructofuranoside; refined sugar; saccharose; saccharum; sugar.
- BM : 342.30

- Struktur : C12H22O11

- Fungsi : dasar gula; lapisan agen;


bantuan granulasi; menangguhkan agen; pemanis agen; tablet pengikat;
tablet dan kapsul pengencer; tablet filler; agen terapi; viskositas meningkat
agen.
- Organoleptis

Warna : kristal berwarna, bubuk kristal putih


Bau : tidak berbau
Rasa : manis
Titik lebur : 160 - 186C
- Kelarutan

- Stabilitas dan Penyimpanan


Sukrosa memiliki stabilitas yang baik pada suhu kamar dan pada moderat
kelembaban relatif. Menyerap hingga 1% uap air, yang dirilis setelah
pemanasan pada 908C. Sukrosa caramelizes ketika dipanaskan untuk suhu
di atas 1608C. Encer solusi sukrosa bertanggung jawab untuk fermentasi
oleh mikroorganisme tetapi menolak dekomposisi di lebih
tinggikonsentrasi, misalnya di atas 60% w / w konsentrasi. Encer solusi
dapat disterilkan dengan autoklaf atau filtrasik.
- Inkompaktibilitas
Bubuk sukrosa mungkin terkontaminasi dengan jejak berat logam, yang
dapat menyebabkan ketidakcocokan dengan bahan aktif, misalnya asam
askorbat. Sukrosa juga dapat terkontaminasi dengan sulfit dari proses
pemurnian. Dengan konten sulfit yang tinggi, perubahan warna dapat
terjadi pada tablet berlapis gula; untuk warna tertentu yang digunakan
dalam sugarcoating batas maksimum untuk konten sulfit, dihitung sebagai
sulfur, adalah 1 ppm. Di hadapan encer atau asam terkonsentrasi, sukrosa
13

dihidrolisis atau terbalik untuk dekstrosa dan fruktosa (gula invert).


Sukrosa dapat menyerang penutupan aluminium.

BAB 3
RANCANGAN FORMULASI SEDIAAN

A. Dosis dan Jumlah Sediaan Perkemasan


Perhitungan dosis (Martindale The Exstra Pharmacopeia 27th ed)
Dosis dalam literature
0,5 g to 1 g; up to 4 g daily indevided dosis children up to 1 year, 120
mg; 1 to 5 year 250 mg; 6-12 year; 250-500mg
Konsumen yang dituju:
0 12 bulan, alas an : anak-anak pada rentang 0-12 ulan lebih mudah
untuk meminum obat dalam bentuk cairan atau larutan daripada bentuk
tablet
Dosis Pemakaian:
- Dosis Paracetamol
Dewasa : o,5 1 g tiap 4- 6 jam maksimum 4 g sehari
Anak-anak 2 bulan = 60 mg setiap setelah melakukan imunisasi
pyreksia, jika diperlukan dapat diulang 1 kali setelah 6 jam
3 bulan 1 tahun = 60 -120 mg,
1 tahun 6 tahun = 120-250 mg
7 tahuh 12 tahun = 250 -500 mg
Dosis ini dapat diulang setiap 4 6 jam jika diperlukan (maksimal
4 kali dalam 24 jam)
- Neonatus 28 -32 minggu
Dosis tunggal = 20 mg/kgBB
10 mg/KgBB 15mg/KgBB tiap 8-12 jam maksimal 30 mg/KgBB
- Neonatus diatas 30 minggu
Dosis Tunggal = 20mg/KgBB
10 -15 mg/KgBB tiap 6-8 jam maksimal 60 mg/KgBB per hari
- 1-3 bulan = 30 60 mg tiap 8 jam
Karena lama pengobatannya selama 3 hari
Bila dalam 1 tetes 0,6 ml mengandung 30mg paracetamol maka dosis
yang dipakai adalah :

VOLUME MINUM VOLUME MINUM


USIA
PER HARI SELAMA 3 HARI
0 3 bulan 1 -2 tetes 3x (1-2 teets) =(3-6 tetes)
3 6 bulan 2 4 tetes 3x ( 2-4 tetes) = 6 12 tetes
6 12 bulan 2 -4 tetes 3x ( 2-4 tetes) = 6 12 tetes
Jadi, diambil takaran 30 mg/0,6 ml karena lebih efektif dalam
pembuatan sediaan dan pemakaiannya bisa untuk semua pasien.
Volume yang dibutuhkan

0-3 bulan = 1- 2 tetes ( 30 mg/ 0,6 ml 60 mg/ 1,2 ml )


1 Hari = 3 x ( 0,6 ml 1,2 ml ) = 1,8 3,6 ml
3 Hari = 3 x (1,8 3,6 ml) = 5,4 ml 10,8 ml
14

3- 6 bulan = 2- 4 tetes ( 60 mg/1,2 ml 120 mg/ 2,4 ml


1 Hari = 4 x ( 1,2 ml 2,4 ml ) = 4,8 9,6 ml
3 Hari = 4 x (4,8 9,6 ml) = 19,2 ml 38,4 ml
6- 12 bulan = 2- 4 tetes ( 60 mg/1,2 ml 120 mg/ 2,4 ml )
1 Hari = 4 x ( 1,2 ml 2,4 ml ) = 4,8 9,6 ml
3 Hari = 4 x (4,8 9,6 ml) = 19,2 ml 38,4 ml
Dipilih kemasan dengan skala terkecil 15 ml
Alasan :karena lebih efektif dan efisien untuk semjua konsumen yang
dituju dan dengan pertimbangan jumlah pemakaian ( untuk selama 3)
hari dibuat untuk tidak bias banayk karena stabilitas bahan aktif dalam
penyimpanan.
Persyaratan untuk sediaan

Bentuk Sediaan Drop ( Larutan )


Kadar bahan aktiv 0,75 mg
Dosis 30 mg/ 0,6 ml
pH sediaan 6

Viskositas 8,3 mpas


Kemasan terkecil 15 ml
Warna Merah muda
Bau Aroma leci

Perhitungan pH

Sediaan yang digunakan pH 6,0


Menggunakan dapar phospat
Dapar phospat memiliki 3 pKa dalam suhu 25.
pKa 1 = 2,12 (HPO) -- NaPO
pKa 2 = 7,21 (HPO) -- NaHPO
pKa 3 = 12,67 (HPO)-- NaHPO
pKa+ garam
pH =
asam

7,21+ log Na 2 HPO 4


0,6=
NaH 2 PO 4

7,21+ log Na 2 HPO 4


0,6=
NaH 2 PO 4

Na2 HPO 4=0,0617 X NaH 2 PO 4

pKa = 7,21 Ka = 6,17 x 10


pH = 6,0 HO = 1 x 10
Persamaan van slyke

=2,3C(Ka[HO])/(Ka+[HO]2)
0,02 = 2,3 C (0,0546)
15

0,02 = 0.1258 C
C = 0,1592 M
C = garam + asam
0,1592 = 0,062 (NaHPO) + NaHPO
0,1592 = 1,062 NaHPO
NaHPO = 0,15 M
C = garam + asam
0,1592 M = garam + 0,15 M
Garam = 9 x 103 M.
Untuk NaHPO.2HO dalam 15 ml asam (MR 15,01)

NaHPO = gram x 1000 / 156,01 x 15


Gram = 0.15 x 156 x 15 ml / 1000 ml
= 0,35 g (NaHPO.2HO )
Untuk NaHPO.2HO dalam 60 ml garam (MR 177,98)

NaHPO = gram x 1000 ml / 177,98 x 60 ml


9,2 x 10 -3 M = gram x 1000 ml / 177,98 x 60 ml
Gram = 9,2 x 10-3 x 177,99 x 15 ml / 1000 ml
= 0,024 g (NaHPO.2HO)
Expired date

paracetamol pH 6 - t = 21,8
2,303 log C 0
x
log K = t 1/2 Ct

2,303 log C 0
x
log K = 21,8 1
C0
2

log K = 0,0318
Perhitungan t90
2,303 log a
x
log K = t 90 0,9 a

2,303 log 1
x
0,0318 = t 90 0,9

t1/2 = 3,31 tahun (3 tahun 3 bulan 21 hari/ 24 januari 2020)

BAB 4
FORMULASI SEDIAAN DROP PARACETAMOL

1.1. Rancangan Formulasi Sediaan Drop FORMULA 1 (15 ml)


16

No % Rentang %
Nama Bahan Fungsi Jumlah
. Pemakaian dipakai
1. Paracetamol Bahan Aktif 30 mg/ 0,6 ml 0,75 g
2. Propilenglikol Kosolven 10 25 %, 25 % 3,892 g
Pengawet : 15-30%
3. Gliserin Kosolven 50 % 47 % 8,9 g
4. PEG 400 Kosolven 15-25 % 25% 4,237 g
5. Sacharin Na Pemanis 0,02 0,5 % 0,13 % 0,2 g
6. Na2HPO4.2H2O Dapar - - 0,024 g
7. NaH2PO4.2H2O Dapar - - 0,35 g
8. Essense Perasa - - Qs
9. Pewarna Pewarna - - Qs
10 Aquades Pelarut Ad 15 ml
.
Kelarutan Paracetamol dalam Kosolven
25 3,75 ml
15 ml=3,75 ml 1=0,416 g
Propilenglikol = 100 9

47 7,05 ml
15 ml=7,05 ml 1=0176 g
Gliserin = 100 40

25 3,75 ml
15 ml=3,75 ml 1=0,536 g
PEG 400 100 7

0,45
1 ml=0,006 g
Aqua 100

Total 1,134 g>1,125 g ( larut )

Perhitungan ADI
1. Propylen glikol

ADI = 25 mg/KgBB
BJ = 1,038 g/ml
Umur Berat Badan Dosis
0 3 bulan 3,05 Kg-5,65 Kg 76,25 mg 141,25 mg
3 bulan 6 tahun 5,65 Kg- 7,85Kg 141,25 mg 196,25 mg

6 bulan 12 bulan 7,05 7,85 kg 176,25 mg 196,25 mg

perhitungan
0 3 bulan 3 x ( 0,6 ml1,2ml )
x 3,892 g=0,47 g0,93 g
15 ml
17

3 bulan 6 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 3,892 g=1,25 g2,49 g
15 ml

6 bulan 12 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 3,892=1,25 g2,49 g
15 ml

2. PEG 400

ADI = 2,5 mg/KgBB

BJ = 0,8 1,1 g/ml Rata-rata : 0,95 g/cm3


Umur Berat Badan Dosis
0 3 bulan 3,05 Kg-5,65 Kg 3,95 mg 56,5 mg
3 bulan 6 bulan 5,65 Kg- 7,05 Kg 56,5 mg 70,5 mg
6 bulan 12 bulan 7,05 kg 7,85 kg 7,05 mg 78,5 mg
Perhitungan
0 3 bulan 3 x (0,6 ml1,2 ml)
x 4,237 g=0,51 g1,02 g
15 ml

3 bulan 6 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 4,237 g=1,36 g2,71 g
15 ml

6 bulan 12 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 4,237 g=1,36 g2,71 g
15 ml

3. Gliserin

ADI = 1,0 1,5 g/KgBB


BJ = 1,2620 g/cm3
Umur Berat Badan Dosis
0 3 bulan 3,05 Kg-5,65 Kg (76,25mg 141,25mg)
3 bulan 6 5,65 Kg- 7,05Kg (141,25mg- 196,25mg)
bulan
6 bulan 12 7,05 kg 7,85 kg ( 176,25 mg- 196,25 mg )
bulan
Perhitungan
0 3 bulan 3 x (0,6 ml1,2 ml)
x 8,900 g=1,07 g2,14 g
15 ml

3 bulan 6 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 8,900 g=2,85 g5,70 g
15 ml

6 bulan 12 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 8,900 g=2,85 g5,70 g
15 ml

CARA KERJA
18

1. Siapkan alat dan bahan


2. Kalibrasi botol 15ml
3. Timbang PEG 400 sebanyak 4,24 g
4. Timban gliserin sebanyak 8,900 g
5. Timbang propilenglikol sebanyak 3,892 g
6. Campur PEG 400, propilenglkol dan gliserin dalam beaker glass
7. Timbang parasetamol sebanyak
8. Masukkan parasetamo ke daam campuran (6) sedikit demi sedikit, aduk ad
larut sempurna
9. Timbang sukrosa sebanyak 0,45 g, maskkan ke dalam campuran (8) aduk
ad homogen
NaH 2 PO 4 . 2 H 2 O
10. Timbang sebanyak 0,350 g

Na 2 HPO4 . 2 H 2 O
11. Timbang sebnyak 0,24 g

12. Masukkan dan campurkan larutan dapar kedalam campuran (9)


13. Tambahkan essense dan pewarna
14. Mengecek pH sediaan
15. Masukan sediaan dalam botol
16. Tambahkan aquadest ad tanda kalibrasi
17. Kocok ad homogen
18. Beri etiket dan label

2.2. Rancangan Formulasi Sediaan Drop FORMULA 2 (15 ml)


No % Rentang %
Nama Bahan Fungsi Jumlah
. Pemakaian dipakai
1. Paracetamol Bahan Aktif 30 mg/ 0,6 ml 0,75 g
2. Propilenglikol Kosolven 10 25 %, 25 % 3,892 g
Pengawet : 15-30%
3. Gliserin Kosolven 50 % 43 % 8,15 g
4. PEG 400 Kosolven 15-25 % 25% 4,237 g
5. Sacharin Na Pemanis 0,02 0,5 % 0,13 % 0,2 g
6. Na2HPO4.2H2O Dapar - - 0,024 g
7. NaH2PO4.2H2O Dapar - - 0,35 g
8. Essense Perasa - - Qs
9. Pewarna Pewarna - - Qs
19

10 Aquades Pelarut Ad 15 ml
.

Kelarutan Paracetamol dalam Kosolven


25 3,75 ml
15 ml=3,75 ml 1=0,416 g
Propilenglikol = 100 9

43 6,45 ml
15 ml=6,45 ml 1=0,161 g
Gliserin = 100 40

25 3,75 ml
15 ml=3,75 ml 1=0,535 g
PEG 400 100 7

1,05
1=0,015 g
Aquadest 70

Total = 1,127 g >0,750 g

Perhitungan ADI
Propylen glikol

ADI = 25 mg/KgBB
BJ = 1,038 g/ml
Umur Berat Badan Dosis
0 3 bulan 3,05 Kg-5,65 Kg 76,25 mg 141,25 mg
3 bulan 6 tahun 5,65 Kg- 7,85Kg 141,25 mg 196,25 mg

6 bulan 12 bulan 7,05 7,85 kg 176,25 mg 196,25 mg

perhitungan
0 3 bulan 3 x ( 2,4 ml4,8 ml )
x 3,892 g=0,4670 g0,9340 g
15 ml

3 bulan 6 bulan 4 x (4,8 ml9,6 ml)


x 3,892 g=1,2454 g2,4909 g
15 ml

6 bulan 12 bulan 4 x (2,4 ml4,8 ml)


x 3,892 g=2,4909 g4,9819 g
15 ml

PEG 400

ADI = 2,5 mg/KgBB


BJ = 0,8 1,1 g/ml Rata-rata : 0,95 g/cm3
Umur Berat Badan Dosis
0 3 bulan 3,05 Kg-5,65 Kg 3,95 mg 56,5 mg
20

3 bulan 6 bulan 5,65 Kg- 7,05Kg 56,5 mg 70,5mg


6 bulan 12 bulan 7,05 kg 7,85 kg 7,05 mg 78,5 mg
Perhitungan
0 3 bulan 3 x (2,4 ml4,8 ml)
x 4,237 g=0,5048 g1,0169 g
15 ml

3 bulan 6 bulan 4 x (4,8 ml9,6 ml)


x 4,237 g=1,3558 g2,7117 g
15 ml

6 bulan 12 bulan 4 x (2,4 ml4,8 ml)


x 4,237 g=2,7117 g5,4233 g
15 ml

Gliserin

ADI = 1,0 1,5 g/KgBB


BJ = 1,2620 g/cm3
Umur Berat Badan Dosis
0 3 bulan 3,05 Kg-5,65 Kg (76,25mg 141,25mg)
3 bulan 6 5,65 Kg- 7,05Kg (141,25mg- 196,25mg)
bulan
6 bulan 12 7,05 kg 7,85 kg ( 176,25 mg- 196,25 mg )
bulan
Perhitungan
0 3 bulan 3 x (2,4 ml4,8 ml)
x 8,150 g=0,9780 g1, 9560 g
15 ml

3 bulan 6 bulan 4 x (4,8 ml9,6 ml)


x 3,150 g=2, 6080 g5,2160 g
15 ml

6 bulan 12 bulan 4 x (2,4 ml4,8 ml)


x 3,150 g=5,2160 g10,4320 g
15 ml

CARA KERJA
1. Siapkan alat dan bahan
2. Kalibrasi botol 15ml
3. Imbang prpiengikol sebnyak 3,892 g dan PCT sebanyak 0,416 g
(masukkan ke beaker glass 1) , aduk ad homogen
4. Timbang gliserin sebanyak 8,150 g dan PCT sebanyak 0,161 g (masukkan
ke beaker glass 2), aduk ad homogen
5. Timbang PEG 400 sebanyak 4,27 g dan PCT sebanyak 0,173 g (masukkan
ke beaker glass 3 , aduk ad homogen
6. Campurkan beaker 1,2,3 ke dalam satu beaker glass, aduk ad homogen
21

7. Timbang sukrosa 16,08 g , masukkan ke beaker glass dan aduk ad


homogen
Na 2 HPO4 . 2 H 2 O NaH 2 PO 4 . 2 H 2 O
8. Timbang sebanyak 0,036 g dan
sebanyak 0,270 g masukkan ke beaker glass. Aduk ad homogen
9. Tambahkan pewarna ad warna yang diinginkan
10. Tambahkan essense rasa strawberry
11. Masukkan dalam botol tambahkan aqua ad tanda
12. Tutup dan kocok botol
2.3. Rancangan Formulasi Sediaan Drop FORMULA 3 (15 ml)
No % Rentang %
Nama Bahan Fungsi Jumlah
. Pemakaian dipakai
1. Paracetamol Bahan Aktif 30 mg/ 0,6 ml 0,75 g
2. Propilenglikol Kosolven 10 25 %, 30 % 4,671 g
Pengawet : 15-30%
3. PEG 400 Kosolven 50 % 25% 4,237 g
4. Sukrosa Pemanis 67 % 67 % 10,05 g
5. Sorbitol Anti cap 15-35 % 15 % 3,388 g
locking
6. Na2HPO4.2H2O Dapar - - 0,024 g
7. NaH2PO4.2H2O Dapar - - 0,35 g
8. Essense Perasa - - Qs
9. Pewarna Pewarna - - Qs
10 Aquades Pelarut Ad 15 ml
.

Kelarutan Paracetamol dalam Kosolven


30 4,5 ml
15 ml=4,5 ml 1=0,5 g
Propilenglikol = 100 9

25 3,75 ml
15 ml=3,75 ml 1=0,535 g
PEG 400 = 100 7

15
15 ml=2,24 ml
Sorbitol = 100

4,5
1=0,0643 g
Aquadest = 70

TOTAL = 1,1314 g>0,75 g ( larut )

Perhitungan ADI
22

Propylen glikol

ADI = 25 mg/KgBB
BJ = 1,038 g/ml
Umur Berat Badan Dosis
0 3 bulan 3,05 Kg-5,65 Kg 76,25 mg 141,25 mg
3 bulan 6 tahun 5,65 Kg- 7,85Kg 141,25 mg 196,25 mg

6 bulan 12 bulan 7,05 7,85 kg 176,25 mg 196,25 mg

perhitungan
0 3 bulan 3 x ( 0,6 ml1,2ml )
x 4,671G=0,5606 g1,1210 g
15 ml

3 bulan 6 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 4,671G=1,4947 g2,9894 g
15 ml

6 bulan 12 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 4,671 g=1,4947 g2,9894 g
15 ml

PEG 400

ADI = 2,5 mg/KgBB

BJ = 0,8 1,1 g/ml Rata-rata : 0,95 g/cm3


Umur Berat Badan Dosis
0 3 bulan 3,05 Kg-5,65 Kg 3,95 mg 56,5 mg
3 bulan 6 bulan 5,65 Kg- 7,05 Kg 56,5 mg 70,5 mg
6 bulan 12 bulan 7,05 kg 7,85 kg 7,05 mg 78,5 mg
Perhitungan
0 3 bulan 3 x (0,6 ml1,2 ml)
x 4,2375=0,5085 g1,017 g
15 ml

3 bulan 6 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 4,2375 g=1,356 g2,712 g
15 ml

6 bulan 12 bulan 4 x (1,2 ml2,4 ml)


x 4,2375 g=1,356 g2,712 g
15 ml

CARA KERJA

1. Siapkan alat dan bahan


2. Kalibrasi botol 15ml
3. Timbang PEG 400 sebanyak 4,2375 g
4. Timbang parasetamol sebnyak 0,75 g
23

5. Campur (3) dan (4), aduk


6. Timbang propilenglikol sebanyak 4,671 g
7. Campur ke (6), aduk ad larut (campuran 1)
8. Ambil aqua 3 ml
Na 2 HPO4 . 2 H 2 O
9. Timbang sebanyak 0,036 g

NaH 2 PO 4 . 2 H 2 O
10. Timbang sebanyak 0,27 g

11. Larutkan dalam aqua (campuran 2)


12. Timbang sukrosa 10,05
13. Masukkan sukrosa ke campuran 1 , aduk ad larut
14. Tambahkan campuran 2 ke campuran 1 , aduk ad homogen
15. Cek pH larutan
16. Bila pH tepat 6, masukkan ke botol
17. Tambah aquadest ad 15ml

BAB 5
RANCANGAN PRODUKSI

5.1. Formula 3 Terpilih Scale Up (150 ml)

No % Rentang
Nama Bahan Fungsi % dipakai Jumlah
. Pemakaian
1. Paracetamol Bahan Aktif - 30 mg/0,6 ml 7,50 g
2. Propilenglikol Kosolven 15-30% 30 % 45 ml=46,476 g
3. PEG 400 Kosolven 50 % 25 % 37,5
ml=42,375g
4. Sakarin Pemanis 0,02-0,5 % 0,13% 0,2 g
5. Sorbitol Anti 15 35 % 15 % 22,5 ml=33,885
caplocking g
10 Na2HPO4.2H2O Dapar - - 0,24 g
.
11 NaH2PO4.2H2O Dapar - - 3,50 g
.
12 Essense Leci Perasa - - Qs
.
13 Pewarna Merah Pewarna - - Qs
.
24

14 Aquadest Pelarut - - Ad 150 ml


.

Keterangan BJ
- Propilenglikol: 1,0328
- PEG 400 : 1,13

Perhitungan kelarutan
30 45 ml
1) Propilenglikol= 100 x 150 ml = 45 ml 9 x1=5g

25 37,5
2) PEG 400 = 100 x 150 ml = 37,5 ml 7 x 1 = 5,36 g

67,5
3) Aquadest = 150 ml ( 45 ml + 37,5 ml) = 67,5 70 x 1 = 0,96 g

Jadi, 5 g + 5,36 g + 0,96 g = 11,32 > 7,5 g LARUT


5.2. Cara Peracikan

1. Kalibrasi botol dan beker glass 150 ml


2. Timbang Propilenglikol pada cawan porselen sebanyak 46,476 g dan PCT
sebanyak 5 g masukkan ke dalam beker glass (Larutan 1), aduk ad homogen
3. Timbang PEG 400 pada cawan porselen sebanyak 42,375g dan PCT
sebanyak 2,5 g masukkan ke dalam beker glass (Larutan 2), aduk ad
homogen
4. Campurkan Larutan 1 dan 2 ke dalam beker glass, aduk ad homogen
5. Timbang sakarin sebanyak 0,24 g, masukkan dalam beker glass, aduk ad
homogen
6. Timbang Na2HPO4.2H2O sebanyak 0,24 g dan NaH2PO4.2H2O sebanyak
0,35 g, masukkan dalam beker glass, aduk ad homogen
7. Tambahkan pewarna merah qs ad warna yang diinginkan
8. Tambahkan essense leci
9. Masukkan dalam botol yang telah dikalibrasi
10. Tambahkan aquadest ad tanda kalibrasi
11. Tutup botol, kocok ad homogeny

5.3 Skema Kerja

Siapkan alat dan bahan

Timbang Propilenglikol dan sebagian PCT masukkan ke dalam beker glass


(Larutan 1), aduk ad homogen
25

Timbang PEG 400 dan sebagian PCT masukkan ke dalam beker glass (Larutan
2), aduk ad homogen

Timbang Propilenglikol dan sebagian PCT masukkan ke dalam beker glass

Timbang sakarin masukkan dalam beker glass, aduk ad homogen

Timbang Na2HPO4.2H2O dan NaH2PO4.2H2O masukkan dalam beker glass,


aduk ad homogen

pada seluruh campuran ditambahkan essense dan pewarna

seluruh campuran di adkan dengan aquadest ad 150 ml

Tutup botol, kocok ad homogen

5.4. Perhitungan Adi Formula Scale Up


1) Propilenglikol

Umur BB (kg) ADI 25 mg/kg BB


0-3 bulan 3,05 5,65 76,25 141,25
3-6 bulan 5,65 7,05 141,25 176,25
6-12 bulan 7,05 7,85 176,25 196,25

Umur 0-3 bulan


3 x (0,6 ml1,2 ml)
Sehari = 150 ml x 46,476 g = 0,5577 g 1,1154 g

Umur 3-6 bulan


4 x (1,2 ml2,4 ml)
Sehari = 150 ml x 46,476 g = 1,4872 g 2,9745 g
26

Umur 6-12 bulan


4 x (2,4 ml4,8 ml)
Sehari = 150 ml x 46,476 g = 2,9745 g 5,9489 g

Kesimpulan : Propilenglikol tidak memasuki syarat ADI

2) PEG 400
Umur BB (kg) ADI 10 mg/kg BB
0-3 bulan 3,05 5,65 39,5 56,5
3-6 bulan 5,65 7,05 56,5 70,5
6-12 bulan 7,05 7,85 70,5 78,5

Umur 0-3 bulan


3 x (0,6 ml1,2 ml)
Sehari = 150 ml x 42,375 g = 0,5085 g 1,017 g

Umur 3-6 bulan


4 x (1,2 ml2,4 ml)
Sehari = 150 ml x 42,375 g = 1,356 g 2,712 g

Umur 6-12 bulan


4 x (2,4 ml4,8 ml)
Sehari = 150 ml x 42,375 g = 2,712 g 5,424 g

Kesimpulan : PEG 400 tidak memasuki syarat ADI.


BAB 6
EVALUASI SEDIAAN
6.1 Organoleptis
Warna : merah muda
Rasa : leci
Bau : buah leci
Kejernihan : jernih

6.2 Pemeriksaan Viskositas


Alat yang digunakan adalah Viskometer Brookfield. Metode pengerjaan :
Masukkan laruran drop ke beaker glass
Pasang alat brookfield masukan spindel larutan drop
Pilih pengatur kecepatan, amati jarum penujuk pada saat konstan
Catat angka yang ditunjuk jarum, hitung viskositasnya.

Berdasarkan metode diatas dapat ditentukan bahwa viskositas dari sediaan


drop yaitu 8,3 mpas.
27

6.3 Pemeriksaan BJ
Alat yang digunakan Piknometer. Metode pengerjaan :
Buat piknometer menjadi suhu 20C, kemudian timbang piknometer
kosong.
Isi piknometer dengan aquadest, buat suhu 20C. Kemudian timbang berat
piknometer.
Isi piknometer dengan larutan drop, buat suhu 20C. Kemudian timbang
berat piknometer. Ulangi selama 3 kali.
w 2w1
Rumus BJ = v
60,78 g33,03 g
1. BJ 1 = 24,512 ml = 1,13g/ml

60,79 g33,03 g
2. BJ 2 = 24,512 ml = 1,13 g/ml

60,69 g33,03 g
3. BJ 3 = 24,512 ml = 1,128g/ml

60,79 g33,03 g
4. BJ 4 = 24,512 ml = 1,13 g/ml

Rata-rata BJ = 4,158/4 = 1,129 = 1,13 g/ml


57,3333,03
BJ aquadest = 24,512 = 0,99 g/ml (standar evaluasi)

Berdasarkan metode diatas dapat ditentukan bahwa BJ dari sediaan drop yaitu
1,13 g/ml.
8.4 Pemeriksaan pH
Alat yang digunakan kertas pH indikator. Metode pengerjaan :
Oleskan sedikit larutan d kertas pH indikator
Kemudian amati warna kertas pH bandingkan dengan pH indikator sesuai
dengan pH yang diingikan.

Berdasarkan metode diatas dapat ditentukan bahwa pH dari sediaan drop yaitu
6
BAB 7
PEMBAHASAN

Parasetamol merupakan metabolit fenasetin dengan efek antipiretik


dan analgesik. Parasetamol memiliki kelarutan 1:70 dalam air, 1:40 dalam
gliserin, 1:9 propilenglikol, 1:7 dalam PEG 400 dalam PVP K 30 1 : 9. Bersifat
sangat stabil dalam larutan sehingga dimungkinkan untuk membuat sediaan sirup
parasetamol dengan pelarut aquades dan bantuan kosolven.
28

Larutan oral adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung
satu ataulebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanisatau pewarna
yang larut dalam air atau campurankosolven-air (Farmakope Indonesia Edisi 5).
Sediaan drop parasetamol merupakan sediaan larutan parasetamol. Di
tujukan untuk pemakaian peroral (obat dalam), digunakan dengan cara diambil
menggunakan pipet ukur lalu diminum, dan di tujukan untuk penggunaan anak-
anak usia 0 12 bulan. Parasetamol yang sebenarnya berasa pahit di buat dalam
bentuk sediaan larutan sirup dimana diharapkan dari sediaan ini didapatkan
parasetamol yang jernih, berbau sedap dan berasa manis dan mempermudah
pengaturan dosis serta meningkatkan acceptability pada target produk.
Bahan yang harus ada dalam sediaan sirup adalah pelarut kosolven, yaitu
campuran dari beberapa pelarut yang bertujuan untuk meningkatkan kelarutan
bahan aktif yang pada dasarnya tidak larut dalam air tetapi larut dalam bahan
tambahannya, seperti pada sediaan bahan aktif parasetamol ini. Selain kosolven,
sirup juga memerlukan pemanis dan pengaroma untuk memberikan rasa manis
dan bau yang sedap. Pemanis yang digunakan adalah sakarin Na essence ceri
sebagai pengaromanya.
Sediaan yang mengalami penyimpanan harus diberi pengawet untuk
menjga stabilitas sediaan. Dalam formula sirup ini pengawet yang digunakan
adalah nipagin dan nipasol dengan konsentrasi penggunaan yang sesuai. Proses
pencampuran dilalukan dengan cara mencampur semua cosolven dan ditambah
bahan aktif sedikit-demi sedikit sampai bahan aktif larut. Setelah pemilihan
metode selesai, selanjutnya menentukan formula yang akan di scale up, dalam
proses tersebut kami dapatkan formula pertama menghasilkan pH yang bagus
yaitu pH 6diketahui pula rasa dan aroma pada formula 1 juga enak, jadi kelompok
kami memutuskan utuk menggunakan formula 1 untuk scale up.
Pada awal perancangan skala kecil kami membuat 3 rancangan formula, di
evaluasi dan di pilih 1 formula untuk di scale up.
Formula 1 :

No % Rentang %
Nama Bahan Fungsi Jumlah
. Pemakaian dipakai
1. Paracetamol Bahan Aktif 30 mg/ 0,6 ml 0,75 g
2. Propilenglikol Kosolven 10 25 %, 25 % 3,892 g
Pengawet : 15-30%
3. Gliserin Kosolven 50 % 47 % 8,9 g
4. PEG 400 Kosolven 15-25 % 25% 4,237 g
5. Sacharin Na Pemanis 0,02 0,5 % 0,13 % 0,2 g
6. Na2HPO4.2H2O Dapar - - 0,024 g
29

7. NaH2PO4.2H2O Dapar - - 0,35 g


8. Essense Perasa - - Qs
9. Pewarna Pewarna - - Qs
10 Aquades Pelarut Ad 15 ml
.
Hasil : semua bahan obat dapat larut tapi memerlukan waktu yang lama
Formula 2:

No % Rentang %
Nama Bahan Fungsi Jumlah
. Pemakaian dipakai
1. Paracetamol Bahan Aktif 30 mg/ 0,6 ml 0,75 g
2. Propilenglikol Kosolven 10 25 %, 25 % 3,892 g
Pengawet : 15-30%
3. Gliserin Kosolven 50 % 43 % 8,15 g
4. PEG 400 Kosolven 15-25 % 25% 4,237 g
5. Sacharin Na Pemanis 0,02 0,5 % 0,13 % 0,2 g
6. Na2HPO4.2H2O Dapar - - 0,024 g
7. NaH2PO4.2H2O Dapar - - 0,35 g
8. Essense Perasa - - Qs
9. Pewarna Pewarna - - Qs
10 Aquades Pelarut Ad 15 ml
.

Hasil : semua bahan obat dapat larut memerlukan waktu yang lebih cepat
Formula 3:

No % Rentang %
Nama Bahan Fungsi Jumlah
. Pemakaian dipakai
1. Paracetamol Bahan Aktif 30 mg/ 0,6 ml 0,75 g
2. Propilenglikol Kosolven 10 25 %, 30 % 4,671 g
Pengawet : 15-30%
3. PEG 400 Kosolven 50 % 25% 4,237 g
4. Sukrosa Pemanis 67 % 67 % 10,05 g
5. Sorbitol Anti cap 15-35 % 15 % 3,388 g
locking
6. Na2HPO4.2H2O Dapar - - 0,024 g
7. NaH2PO4.2H2O Dapar - - 0,35 g
8. Essense Perasa - - Qs
9. Pewarna Pewarna - - Qs
10 Aquades Pelarut Ad 15 ml
.

Hasil : sukrosa tidak dapat larut, karena jumlahnya terlalu banyak


seharusnya sukrosa terlebih dulu dibuat menjadi sirupus simplex
30

Dari hasil evaluasi terpilih formula 3 yang akan di buat scale up dengan
menggunakan cara peracikan pada formula 2 dan mengganti sukrosa dengan
sakarin. Proses scale up dilakukan dengan menambah jumlah bahan untuk 150 ml.

No % Rentang %
Nama Bahan Fungsi Jumlah
. Pemakaian dipakai
1. Paracetamol Bahan Aktif 30 mg/ 0,6 ml 7,5 g
2. Propilenglikol Kosolven 10 25 %, 30 % 46,47 g
Pengawet : 15-30%
3. PEG 400 Kosolven 50 % 25% 42,37 g
4. Sacharin Na Pemanis 0,02 0,5 % 0,13 % 0,2 g
5. Sorbitol Anti cap 15-35 % 15 % 33,9 g
locking
6. Na2HPO4.2H2O Dapar - - 0,24 g
7. NaH2PO4.2H2O Dapar - - 3,5 g
8. Essense Perasa - - Qs
9. Pewarna Pewarna - - Qs
10 Aquades Pelarut Ad 150 ml
.

Dari hasil evaluasi, terpilihlah formula 3 yang akan di buat scale up


dengan menggunakan cara peracikan pada formula 2 dan mengganti pemanis
sukrosa dengan menggunakan pemanis sakarin. Karena ketika menggunakan
pemanis sukrosa, maka sukrosa yang ditimbang dengan persentase 67% didapat
hasil sediaan drop yang mengendap dan susah di larutkan seperti pada
praformulasi ke-3 sehingga tidak mendapatkan hasil yang terbaik. Adapun sediaan
drop yang menggunakan sakarin, dengan menggunakan persentase pemakaian
yang rendah (0,13%) didapatkan hasil yang maksimal, mudah larut dan
didapatkan rasa yang manis tanpa ada pengendapan.
Proses pelarutan bahan aktif terhadap cosolven tidak membutuhkan waktu
yang lama. Pada saat pembuatan skala kecil PH sediaan tepat 6 sehingga tidak
perlu dilakukan adjust PH. Namun saat peracikan sekala scale up Ph sediaan tidak
6 sehingga perlu dilakukan adjust PH agar PH sediaan bisa mendekati 6
kemungkinan hal ini terjadi karena aquades yang digunakan memiliki pH yang
berbeda dengan yang digunakan saat peracikan pada skala kecil. Selain itu kita
juga tidak mengukur PH dari aquades.
Pengujian evaluasi dilakukan setelah sediaan disimpan selama seminggu.
Evaluasi tersebut dilakukan dengan menguji kadar pH, berat jenis, viskositas serta
organoleptis, tetapi dalam praktikum ini hanya dilakuakan uji berat jenis sirup dan
viskositas sirup. Hasil evaluasi viskositas sediaan drop adalah 5 mpas, dengan
31

hasil ini dapat dikatakan bahwa sediaan sirup ini memiliki kekentalan yang cukup
untuk persyaratan sediaan sirup pada umumnya. BJ dari larutan sirup ini juga
memenuhi syarat karena melebihi BJ air yaitu 1,31 g/ml. Untuk pengukuran BJ
rata-rata semua kelompok memiliki BJ sediaan > 1 hal ini sudah tepat karena
sediaan paracetamol seharusnya memiliki BJ lebih besar dari air. Untuk
pengukuran viskositas itu tergantung keinginan setiap kelompok untuk
mengestimasi kekentalan sirup yang mereka buat. Menurut kami dengan
viskositas sebesar 5 mpas sudah cukup untuk sediaan sdrop, drop dapat diambil
dengan mudah.
Pada saat pembuatan skala kecil pH sediaan tepat 6 sehingga tidak perlu
dilakukan adjust pH. Namun saat peracikan sekala scale up pH yang didapat
kurang dari 6, maka dilakukan adjust pH sebanyak 14 ml larutan dapar. Hal ini
terjadi karena aquadest yang digunakan memiliki pH yang berbeda dengan yang
digunakan saat peracikan pada skala kecil. Selain itu tidak ada pengukururan pH
dari aquadest.

BAB 8
PENUTUP
A. KESIMPULAN

1. Sediaan drop parasetamol merupakan sediaan larutan parasetamol. Di


tujukan untuk pemakaian peroral (obat dalam), digunakan dengan cara
diambil menggunakan pipet ukur lalu diminum, dan di tujukan untuk
penggunaan anak-anak usia 0 12 bulan
2. Sediaan drop memiliki BJ > 1, Karena dalam campuran mengandung gula.
Selain itu sediaan larutan dalam pemakaiannya harus mudah dituang.
3. Larutan oral adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral,
mengandung satu ataulebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma,
pemanisatau pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven-air

B. SARAN
Dalam penulisan laporan ini, masih terdapat banyak kesalahan.
Dikarenakan banyak ketidaktelitian dalam prosesnya dan dalam
perhitungannya. Kami harap laporan yang dibuat dapat bermanfaat untuk
semua khalayak dan bermanfaat sebagai proses pembelajaran oleh
pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
32

Depkes. 1979. Farmakope Indonesia, Edisi III. Departemen


Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Depkes. 1995. Farmakope Indonesia, Edisi
IV. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Lachman, L., A. L. Herbert, & L. K. Joseph. 1994. Teori dan
Praktek Farmasi Industri. Diterjemahkan oleh: Siti Suyatmi.
Universitas Indonesis Press. Jakarta
Voigt, R. 1984. Buku Ajar Teknologi Farmasi, Edisi V.
diterjemahkan oleh Soewandhi, S. N., Edisi 5. UGM Press.Yogyakarta.
Ansel, H. C. 2005. Pengantar Bentuk sediaan Farmasi, Edisi
IV. Universitas Indonesia Press. Jakarta
Agoes, Goeswin. (2008). Pengembangan Sediaan Farmasi. Bandung: ITB
Press.

LAMPIRAN 1
(LITERATUR )