Anda di halaman 1dari 5

Tidak Memiliki Anak Setelah Menikah Selama Dua

Tahun
Windy Silvia
102013479
Email: Windysilvia@ymail.com
Blok 24 Hematologi Onkologi
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Telp. 021-56942061

Pendahuluan
Fertilitas bergantung pada keberhasilan sebuah sel sperma
yang sehat untuk mencapai sel telur yang baru dilepaskan serta
membuahinya, dan pada keberhasilan sel telur yang sudah dibuahi
ini untuk menanamkan dirinya di dalam endometrium yang sehat
serta bertahan disana sampai kehamilan mencapai usia aterm.
Dengan memvisualisasikan lintas perjalanan yang harus dilalui oleh
sperma untuk mencapai sel telur. kita dapat mengenali banyak
penyebab infertilitas yang penting. Namun demikian, fertilitas pada
pria ditentukan oleh kelenjar hipofisis serta testis yang sehat,
sementara fertilitas pada wanita bergantung pada kelenjar hipofisis
serta ovarium yang sehat.
Sekitar satu dari tujuh pasangan sulit mempunyai anak.
Umumnya 80% pasangan yang melakukan hubungan badan teratur
dan tidak menggunakan kontrasepsi akan hamil pada satu tahun.
Sebagian besar dari 20% yang tersisa akan hamil setelah 2 tahun
mencoba.1 Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami
istri yang telah menikah selama satu tahun dan sudah melakukan
hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tetapi
belum memiliki anak.

Pembahasan

Klasifikasi
Infertilitas terdiri dari 2 macam, yaitu :
1) Infertilitas primer yaitu jika perempuan belum berhasil hamil
walaupun
bersenggama teratur dan dihadapkan kepada kemungkinan
kehamilan
selama 12 bulan berturut-turut.

2) Infertilitas sekunder yaitu Disebut infertilitas sekunder jika


perempuan
penah hamil, akan tetapi kemudian tidak berhasil hamil lagi
walaupun
bersenggama teratur dan dihadapkan kepada kemungkinan
kehamilan
selama 12 bulan berturut- turut.

Etiologi Infertilitas
Faktor-faktor gaya hidup yang menyebabkan terjadinya infertilitas
dapat mempengaruhi kesuburan pada pria maupun wanita.
Misalnya merokok, BB berlebih atau justru kurang dan stress.
Penyebab infertilitas- faktor wanita
Sering dengan meningkatnya usia, wanita menjadi berkurang
kesuburannya.
Ada banyak penyebab infertilitas. Terkadang kegagalan untuk
mempunyai anakdapat disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.
Meskipun demikian, sekitar 30% kasus, penyebab yang jelas tidak
pernah bisa ditemukan.

Infertilitas yang tidak dijelaskan 28%


Infertilitas yang disebabkan 21%
faktor pria
Gangguan ovulasi 18%
Penyakit tuba 14%
Endometriosis 6%
Masalah koitus 5%
Faktor-faktor serviks 3%

Faktor-faktor lainnya yang dapat memainkan peranan meliputi


kondisi medis kronik, misalnya diabetes, epilepsy, penyakit tiroid
dan saluran cerna.

Penyebab infertilitas- faktor pria


Infertilitas seringkali dianggap sebagai masalah wanita, tapi sekitar
30% kasus, masalahnya terletak pada pasangan pria. Seperti halnya
pada wanita, fertilitas pada pria juga diduga menurun seiring
dengan meningkatkan usia , tetapi hingga sebatas apa, hal ini
masih belum jelas. Panyebab infertilitas pria yang mungkin
meliputi :
Masalah pada saluran pembawa sperma
Disfungsi ereksi
Masalah ejakulasi
Riwayat orkitis
Riwayat infeksi bakteri yang menyebabkan timbulnya
jaringan parut, menyumbat tuba di dalam epididimis
saat saluran ini menyatu dengan vas
Riwayat pengobatan sebelumnyaseperti terapi obat,
radioterapi atau membedahan misalnya untuk bedah
koreksi hernia, testis yang tidak turun atau testis yang
terpuntir
Masalah genetik
Penyakit kronik, misalnya diabetes
Obat-obatan

Pemeriksaan
Pemeriksaan lanjut dipusat layanan primer
Ketika pasangan datang ke praktek dokter umum dengan masalah
infertilitas, pemeriksaaan awal berikut ini perlu dilakukan.
Pasangan wanita Uji apusan serviks
Pemeriksaan urin untuk
chlamydia (hal ini dapat
menyebabkan
penyumbatan tuba fallopii)
Pemeriksaan kadar
progeteron dalam serum
untuk memeriksa ovulasi.
Pemeriksaan ini dilakukan
1 minggu sebelum
mensturasi , jadi hari ke 21
untuk siklus 28 hari atau
hari ke 28 untuk siklus 35
hari
Imunitas terhadap rubella-
bila rubella tidak dicegah
selama 3 bulan pertama
kehamilan, maka dapat
membahayakan
perkembangan janin.
Wanita yang mempunyai
imunitas tubuh terhadap
rubella perlu divaksinasi
dan disarankan untuk
menghindari kehamilan
selama 3 bulan
Mengukur kadar FSH, LH,
san estradiol dalam serum
untuk mengidentifikasi
adanya
ketidakseimbangan
hormonal atau
kemungkinan menopouse
dini
Pasangan pria Analisis semen untuk
memeriksa kelainanpada
sperma , misalnya jumlah,
motalitas, dan morfologi
Pemeriksaan urin untuk
Clamydia yang selain
menyebabkan infertilitas
pda wanita, juga dapat
mempengaruhi fungsi
sperma dan kesuburan
pada pria.

Pemeriksaan lanjut dipusat layanan sekunder


Pemeriksaan ini dilakukan di klinik kesuburan yang berada di tingkat
pelayanan tersier dan setelah pemeriksaan dipusat layanan primer
telah dilakukan. Beberapa dari pemeriksaan berikut ini dilakukan :
Pasangan wanita Pengukuran kadar FSH, LH
dan estradiol untuk
mengidentifikasi
ketidakseimbangan
hormone atau
kemungkinan terjadinya
menoupause dini
Pengukuran kadar
progesteron dalam serum
untuk memeriksa ovulasi .
Pasangan pria