Anda di halaman 1dari 16

Kesulitan Menelan dan Nafas Akibat Benjolan di

Leher
Windy Silvia
102013479
Email: Windysilvia@ymail.com
Blok 21 Metabolik Endokrin 2
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Telp. 021-56942061

Pendahuluan
Kelenjar tiroid termasuk bagian tubuh yang jarang mengalami
keganasan, terjadi 0,85% dan 2,5% dari seluruh keganasan pada
pria dan wanita. Tapi diantara kelenjar endokrin, keganasan tiroid
termasuk jenis keganasan kelenjar endokrin yang paling sering
ditemukan. Secara klinis, antara nodul tiroid yang ganas dengan
yang jinak sulit dibedakan, bahkan baru dapat dibedakan setelah
mendapatkan hasil evaluasi sitologi preparat biopsi jarum halus
atau histopatologi dari jaringan kelenjar tiroid yang diambil saat
operasi. Tampilan klinis karsinoma tiroid pada sebagian besar kasus
umumnya ringan. Pada nodul tiroid yang ganas, bisa saja nodul
tiroid tersebut baru muncul dalam beberapa bulan terakhir, tetapi
dapat pula sudah mengalami pembesaran kelenjar tiroid berpuluh
tahun lamanya serta memberikan gelaja klinis yang ringan saja,
kecuali jenis karsinoma tiroid anaplastik yang perkembangannya
sangat cepat dengan prognosis buruk. Dari berbagai penelitian,
terdapat beberapa petunjuk yang dapat digunakan untuk menduga
kecendrungan nodul tiroid ganas atau tidak, antara lain riwayat
terekspos radiasi, usia saat nodul timbul, dan konsistensi nodul.
Dengan kemajuan teknologi kedokteran seperti aplikasi biopsy
aspirasi jarum halus (BAJAH), ultrasonografi (USG), tyroid
stimulating hormone (TSH) sensitif dan terapi supresi L-tiroksin,
telah memungkinkan para peneliti melakukan evaluasi nodul tiroid

1
secara lebih cermat hingga sampai pada diagnosis tumor jinak atau
ganas. Modalitas terapi karsinoma tiroid , khususnya yang
berdeferensiasi, adalah operasi, ablasi iodium radioaktif dan terapi
supresi L-tiroksin. Agresivitas terapi didasarkan atas faktor resiko
prognostic pada masing-masing pasien. Untuk evaluasi hasil
pengobata, parameter yang digunakan adalah pencitraan dan
1
petanda keganasan.

Skenario kasus
Seorang laki-laki berusia 60 tahun, datang ke klinik tempat
anda bekerja dengan keluhan terdapat benjolan dileher bagian
depan yang kian hari makin membesar, sejak 1 tahun yang lalu.
Awalnya benjolan tersebut kecil dan tidak dihiraukan pasien, namun
sekarang pasien menjadi sulit menelan dan pasien mengeluh tidak
bisa bernafas dengan lapang. Pasien juga mengeluh suaranya
menjadi serak akhir-akhir ini dan berat badannya menurun.

Rumusan masalah
Seorang laki-laki berusia 60 tahun dengan keluhan terdapat
benjolan dileher bagian depan yang kian hari makin membesar,
sejak 1 tahun yang lalu. Pasien menjadi sulit menelan dan pasien
mengeluh tidak bisa bernafas dengan lapang.

Hipotesis
Seorang laki-laki berusia 60 tahun tersebut menderita karsinoma
tiroid.

Pembahasan
Anamnesis
Pada anamnesis , sebagian besar keganasan tiroid tidak
memberikan gejala yang berat kecuali keganasan anaplastik.
Dijumpai keluhan tentang benjolan pada leher bagian depan.
Benjolan tersebut mungkin ditemukan secara kebetulan oleh

2
penderita sendiri atau oleh orang lain. Benjolan membesar sangat
lambat, dan jika terjadi cepat harus dicurigai sebagai degenerasi
kistik atau karsinoma anaplastik. Yang terakhir ini umumnya disertai
dengan tanda penekanan terhadap organ dan strukur sekitarnya,
biasanya nodul tiroid tidak disertai rasa nyeri, kecuali timbul
pendarahan ke dalam nodul. Keluhan lain pada keganasan yang
mungkin adalah suara serak. pada anamnesis juga harus ditanyakan
dalam hal riwayat kesehatan, banyak faktor yang perlu ditanyakan,
apakah kearah ganas atau tidak. Seperti misalnya usia pasien saat
pertama kali nodul tiroid ditemukan, riwayat radiasi pengion saat
usia anak-anak, jenis kelamin pria, meskipun prevalensi nodul tiroid
lebih rendah dibandingkan pada wanita tetapi kecendrungan tetapi
kecendrungan menjadi ganas lebih tinggi. Respon terhadap
pengobatan dengan hormone tiroid juga dapat digunakan sebagai
petunjuk dalam evaluasi nodul tiroid. Riwayat karsinoma tiroid
medulare dalam keluarga penting untuk evaluasi nodul tiroid kearah
ganas atau jinak. Sebagian pasien dengan karsinoma tiroid
medulare herediter juga punya penyakit lain yang tergabung dalam
1,2
MEN 2A atau 2B.

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik diarahkan pada kemungkinan adanya
keganasan tiroid. Pertumbuhan nodul yg cepat merupakan salah
satutanda keganasan tiroid, terutama jenis karsinoma tiroid yang
tidak berdiferensasi (anaplastik). Tanda lainya adalah konsistensi
nodul keras dan melekat ke jaringan sekitar, serta terdapat
pembesaran kelenjar getah bening didaerah leher.
Untuk memudahkan pendekatan diagnostik berikut adalah
kumpulan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik yang mengarah
pada nodul tiroid jinak, tanpa menghilangkan kemungkinan adanya
keganasan, yaitu :
Riwayat keluarga tiroiditis Hashimoto atau penyakit
tiroid autoimun

3
Riwayat keluarga dengan nodul tiroid jinak atau goiter
Gejala hipotiroidisme atau hipertiroidisme
Nyeri dan kencang pada nodul
Lunak, rata, dan tidak terfiksir
Strauma multinodular tanpa nodul dominan dan
konsistensi sama
Sedangkan dibawah ini adalah kumpulan riwayat kesehatan dan
pemeriksaan fisik yang meningkatkan kecurigaan kearah keganasan
tiroid, yaitu : usia <20th atau >60th mempunyai prevalensi tinggi
keganasan pada nodul yang teraba. Nodul pada pria mempunyai
kemungkinan 2 kali lebih tinggi menjadi ganas daripada wanita
Keluhan suara serak, susah napas, batuk, disfagia
Riwayat radiasi pengion pada saat kanak kanak
Padat, keras, tidak rata, terfiksir
Limfadenopati servikal
Riwayat keganasan tiroid sebelumnya.

Pemeriksaan penunjang

o Biopsy aspirasi jarum halus (BAJAH)


Pemeriksaan sitologi dari BAJAH nodul tiroid merupakan
langkah pertama yang harus dilakukan dalam proses diagnosis.
BAJAH oleh operator yang trampil saat ini dianggap sebagai metode
yang efektif untuk membedakan jinak atau ganas pada nodul
soliteratau nodul dominan dalam struma multinodular. Hasil BAJAH
dibagi menjadi 4 kategori, yaitu : jinak, mencurigakan, ganas dan
tidak adekuat. Jenis karsinoma yang dapat ditentukan ialah
karsinoma papilare, medulare, dan anaplastic. Sedangkan untuk
jenis karsinoma fesikulare harus dilakukan pemeriksaan
histopatologi yang dapat memperlihatkan adanya invasi kapsul
tumor dan invasi vascular.
o Laboratorium
Pemeriksaan kadar tiroglobulin serum untuk keganasan tiroid
cukup sensitive tetapi tidak spesifik, karena peningkatan kadar
tiroglobulin juga ditemukan pada tiroiditis, penyakit grave dan

4
adenoma tiroid. Pemeriksaan kadar tiroglobulin sangat baik untuk
monitor kekambuhan karsinoma tiroid pasca terapi, kecuali pada
karsinoma tiroid medulare dan anaplastic karna karsinoma
anaplastik tidak mensekresi tiroglobulin. Pada pasien dengan
riwayat keluarga karsinoma medulare, tes genetik dan pemeriksaan
kadar kalsitonin perlu di kerjakan.
o Pencitraan
Pencitraan pada nodul tiroid tidak dapat menentukan jinak
atau ganas, tetapi dapat membantu mengarahkan dugaan nodul
tiroid tersebut cenderung jinak atau ganas. Modalitas pencitraan
yang sering digunakan pada nodul tiroid ialah sidik (sintigrafi) tiroid
dan USG
Sintigrafi tiroid pada keganasan hanya memberikan gambaran
hipofungsi atau nodul dingin, sehingga dikatakan tidak spesifik dan
tidak diagnostic. Sintigrafi tiroid dapat dilakukan dengan
menggunaakan 2 macam isotope, yaitu iodium radioaktif ( 123-I) dan
technetium pertechnatate (99m-Tc). 123-
I lebih banyak digunakan
99m-
dalam evaluasi fungsi tiroid, sedangkan Tc lebih digunakan untuk
evaluasi anatominya.
USG pada evaluasi awal nodul tiroid dilakukan untuk
menentukan ukuran dan jumlah nodul, meski sebenarnya USG tidak
dapat membedakan nodul jinak dan yang ganas. USG juga di
kerjakan untuk menentukan multinodularitas yang tidak teraba
dengan palpasi kususnya pada individu dengan riwayat radiasi
pengion pada daerah kepala dan leher
o Jenis karsinoma tiroid dilihat dari pemeriksaan PA
1. Karsinoma papiler
Makroskopik : ukuran sangat kecil sampai 10cm, kistik atau
bersimpai
Mikroskopik : papiler dengan poros jaringan fibrovaskuler,
tampak tanda-tanda ganas (atipik, disorientasi, invasi ke
stroma), kadang-kadang dapat ditemukan calcopherites,
sugresif untuk karsinoma papiler.

5
Metastasis : sering ke kelenjar getah bening leher lateral
walaupun tumor primer pada tiroid sangat kecil.
2. Karsinoma fesikuler
Makroskopik : tyroid sebagian besar terdiri atas massa
tumor yang menyebabkan pembesaran tidak teratur,
terdapat invasi ke jaringan sekitarnya (tracea, otot, kulit,
pembuluh darah, n.laryngeus recurens), penampang
seperti daging.
Mikroskopik : terdapat unsur-unsur adenokarsinoma,
terdapat invasi ke simpai jaringan sekitarnya dan
pembuluh darah, kadang-kadang terdapat bentuk asinus-
asinus berisi koloid
3. Karsinoma anaplastic
Makroskopis : tidak berdiferensiasi, invasi ke simpai/
pembuluh darah, nekrosis. Kematian biasanya dalam
6bulan sampai 1 tahun.

Working Diagnosis
Ca Tiroid
Karsinoma tiroid berasal dari sel folikel tiroid. Dikelompokkan
menjadi karsinoma tiroid berdiferensiasi baik, yaitu bentuk papilar,
folikular, atau campuran keduanya; karsinoma medular yang
berasal dari sel parafolikular dan mengeluarkan kalsitonin dan
karsinoma bediferensiasi buruk/ anaplastik.

Adenokarsinoma papilar
Adenokarsinoma papiler merupakan 80-85% dari
seluruh keganasan pada kelenjar tiroid. Karsinoma tipr ini
dapat terjadi pada semua umur, dengan puncak kejadian pada
usia 40-49 tahun. Karsinoma ini merupakan karsinoma tiroid
yang bersifat kronik, tumbuh lambat, dan punya prognosis
yang paling baik diantara jenis karsinoma tiroid lainnya.
Walaupun telah ada metastasis limfogen dileher dengan
pengobatan yang baik, dapat dicapai ketahanan hidup sampai
20 tahun atau lebih. Karena tubuh lambat dan penyebarannya

6
diluar tiroid juga lambat. Sukar sukar untuk menilai
keberhasilan sebagai cara teknik pembedahan atau
penanganan lain. Faktor yang membuat prognosis baik adalah
usia dibawah 40 tahun, wanita, jenis histologik papilar.
Penyebaran limfogen tidak terlalu mempengaruhi prognosis.
Faktor yang membuat prognosis kurang baik adalah usia
diatas 45 tahun serta grade tumor T3 dan T4. Tumor ini jarang
bermetastasis secara hematogen , tapi pada 10% kasus
terdapat metastasis jauh. Secara makroskopis,
adenokarsinoma papiler tiroid merupakan tumor tidak
berkapsul, berbatas tegas dengan jaringan tiroid normal,
kadang di dapatkan gambaran kistik, kalsifikasi, arau osifikasi.
Delapan persen multisentris dan sering didapatkan pada
kedua lobus. Sebagian besar disertai pembesaran kelenjar
getah bening regional dileher.

Adenokarsinoma folikular
Karsinoma folikular pada umumnya timbul pada usia
lebih tua, paling sering pada usia 50-59 tahun dan jarang
terjadi pada usia dibawah 30 tahun. Angka kejadiannya lebih
jarang daripada kejadian karsinoma papilar, yaitu 5-20% dari
semua keganasan tiroid didaerah non-endemik. Kadang
ditemukan adanya tumor soliter besar ditulang seperti
ditengkorak atau humerus, yang merupakan metastasis jauh
dari adenokarsinoma folikular yang tidak ditemukan karena
kecil dan tidak bergejala.

Adenokarsinoma medular
Karsinoma medular merupan 5-10% dari semua
keganasan pada kelenjar tiroid, sering sebagai bagian dari
multiple endocrine neoplasia dan bagian besar bilateral.
Tumor ini berasal dari sel parafolikuler yang memproduksi
kalsitonin. MEN tipe 2A (sindrom sipple) sering disertai

7
hiperparatiroidisme dan feokromositoma, sedangkan MEN tipe
2B disertai feokromositoma dan adanya neuromatosis mukosa
pada bibir dan lidah, ganglioneuromatosis usus, dan
gambaran deformitas marfanoid pada tulang rangka. Bentuk
penyakit familial non-MEN tidak disertai dengan gangguan
ekstratiroid. Bentuk ini sering dijumpai pada orang dewasa
dan memiliki prognosis buruk. Adenokarsinoma medular
berasal dari sel parafolikular, atau sel C yang memproduksi
tirokalsitonin. Kadang dihasilkan juga CEA (carsinoembryonic
antigen). Tumor adenokarsinoma medular berbatas tegas dan
keras pada perabaan. Tumor ini terutama didapat pada usia
diatas 40 tahun, tetapi juga ditemukan pada usia yang lebih
muda bahkan pada anak, dan biasanya disertai gangguan
endokrin lainnya.

Adenokarsinoma anaplastik
Karsinoma anaplastik didapatkan pada 5-15% dari
keganasan tiroid dan lebih sering ditemukan pada decade 6-8
kehidupan, kususnya wanita. Pada umumnya berawal dari
pembesaran kelenjar tiroid yang sudah ada dalam waktu
lama, tiba-tiba membesar dengan cepat disertai nyeri yang
menjalar ke telinga dan suara parau. Tumor ini sangat ganas,
terdapat terutama pada usia lanjut, dan lebih banyak pada
wanita. Tumor tumbuh progresif mengadakan invasi ke
struktur sekitarnya. Sebagian tumor terjadi pada struma
nodosa lama yang kemudian membesar dengan cepat. Tumor
ini sering disertai nyeri dan nyeri alih ke daerah telinga dan
suara serak karena infiltrasi ke n.rekurens. biasanya waktu
penderita datang sudah terjadi penyusupan ke jaringan
sekitar, seperti laring, faring, dan esophagus sehingga
prognosisnya buruk. Pada anamnesis ditemukan struma yang
telah diderita cukup lamadan kemudian membesar dengan
cepat, disertai rasa nyeri dan penekanan terhadap atau

8
infiltrasi ke organ atau struktur. Salah satu gejala yg mungkin
timbul adalah suara menjadi parau pada penderita struma
nodosa yang sudah lama, maka harus dicurigai adanya
degenerasi maligna yaitu karsinoma anaplastik.

Differential Diagnosis
Limfadenitis
Limfadenitis adalah inflamasi kalenjar limfa.
Limfadenitis dapat sekunder akibat berbagai kondisi,
seperti infeksi mononukleus, campak, demam tifoid,
infeksi luka dan kulit, dll. Diagnosis penyakit tergantung
pada hasil pemeriksaan histologist dan mikrobiologis
dari jaringan kalenjar limfe ini. Sedian berasal dari
kalenjar limfe daerah servikal yang membesar

Ca Nasopharyng
Tumor ganas yang tumbuh didaerah nasofaring
dengan predileksi di fosa rossenmuller dan atap
nasofaring. Karsinoma ini sering ditemukan pada pria
berusia lebih dari 40 tahun. Banyak terdapat pada
bangsa asia terutama orang Tionghoa. Diagnosis dini
dapat memberikan prognosis yang baik, namun cukup
sulit dilakukan karena nasofaring terletak dibelakang
tabir langit-langit dan terletak dibawah dasar
tenggorokan serta berhubungan dengan banyak daerah
penting didalam tenggorokan dan kelateral maupun
posterior leher.

Epidemiologi
Karsinoma tiroid agak jarang didapat, yaitu sekitar 3-5 % dari
semua tumor maligna. Insiden karsinoma tiroid diperkirakan
berkisar antara 30-60 kasus persatu juta populasi pertahun. Di
Amerika serikat, insiden karsinoma tiroid adalah 4 per 100.000

9
populasi atau sekitar 0,004% pertahun. Insiden lebih tinggi dinegara
dengan struma endemic, terutama jenis tidak berdiferensiasi.
Karsinoma tiroid didapat pada semua usia dengan puncaknya pada
usia muda (7-20 tahun) dan usia setengah baya. (40-60 tahun).
Karsinoma jarang ditemukan pada anak-anak dan insiden meningkat
sejalan dengan dengan peningkatan usia. Rasio perbandingan
insiden antara wanita dan pria dilaporkan 2,5:1.
Angka kekerapan keganasan pada nodul tiroid berkisar 5-10%
prevalensi keganasan pada multinodular tidak jauh berbeda. Gharib
H dalam laporannya mendapatkan angka 4,1% dan 4,7% masing-
masing prevalensi untuk nodul tunggal dan multiple. Bila dilihat dari
jenis karsinomanya kurang lebih 90% jenis karsinoma papilare dan
folikulare, 5-9% jenis karsinoma medulare, 1-2% jenis karsinoma
anaplastic, 1-3% jenis lainnya. Kelompok usia 60 tahun disamping
punya prevalensi keganasan lebih tinggi juga mempunyai tingkat
agresivitas penyakit yang lebih berat yang terlihat dari seringnya
kejadian jenis karsinoma tiroid tidak berdiferensiasi.

Etiologi
Radiasi daerah leher merupakan salah satu faktor resiko yang
penting. Lebih kurang 25% orang yang pernah menerima radiasi
dileher pada usia muda suatu saat akan memperlihatkan nodul
kelenjar tiroid berupa adenokarsinoma tiroid, terutama tipe papilar.
Resiko menderita karsinoma tiroid akibat radiasi biasanya juga
tergantung pada usia. Bila radiasi terjadi pada usia lebih dari
20tahun , korelasi resikonya menjadi kurang bermakna. Masa laten
mungkin lama sekali sampai puluhan tahun, seperti terlihat pada
penduduk Hiroshima dan penderita lain yang mengalami radiasi
bentuk apapun pada lehernya.
Stimulasi TSH yang lama merupakan salah satu faktor etiologi
karsinoma tiroid. Pemberian diet tanpa garan iodium pada binatang
percobaan , pemberian zat radioaktif atau subtotal tiroidektomi
berakibat stimulasi STH meningkat dan dalam jangka waktu yang

10
lama dapat terjadi karsinoma tiroid. Faktor lain yang dijuga
dilaporkan berhubungan dengan terjadinya karsinoma tiroid adalah
jenis kelamin dan kelainan benigna pada tiroid

Klasifikasi
Klasifikasi karsinoma tiroid menurut World Health Organization
2
(WHO) :
1. Tumor epitel maligna:
Karsinoma folikulare
Karsinoma papilare
Campuran karsinoma folikulare-papilare
Karsinoma anaplastik (undifferentiated)
Karsinoma sel squamosa
Karsinoma tiroid medulare
2. Tumor non-epitel maligna
Fibrosarkoma
lainnya
3. Tumor maligna lainnya
Sarcoma
Limfoma maligna
Teratoma maligna
4. Tumor sekunder dan unclassified tumors
Untuk menyederhanakan penatalaksanaan, Mc Kenzie
membedakan karsinoma tiroid atas 4 tipe berdasarkan kepada
histopatologi mayor yaitu:
Karsinoma papilare
Karsinoma folikulare
Karsinoma medulare
Karsinoma anaplastik

Klasifikasi klinis TMN karsinoma tiroid :


T (tumor primer)
T0- tidak ada bukti tumor
Tx- tumor tidak dapat dinilai
T1- < 1 cm
T2- 2-4 cm masih terbatas pada tiroid
T3- > 4 cm terbatas pada tiroid atau tumor dengan ukuran berapa
saja dengan ekstensi ekstra tiroid yang minimal (missal ke otot
sternotiroid atau jaringan lunak peritiroid)

11
T4a- tumor telah berestensi keluar kapsul tiroid dan menginvasi
ketempat berikutnya; jar lunak subkutan, laring, trakea, esophagus,
n. laringeus recurren atau karsinoma anaplastik terbatas pada tiroid
(intra tiroid)
T4b- tumor telah menginvasi fasia prevertebra, pembuluh
mediastinal atau arteri carotis atau karsinoma anaplastik berestensi
keluar kapsul (ekstra tiroid)
N (kalenjar getah bening regional)
Nx- kalenjar getah bening tidak dapat dinilai
N0- tidak ditemukan metastasis ke kalenjar getah bening
N1- pembesaran (dapat dipalpasi)
N1a- hanya ipsilateral
N1b- kontralateral, bilateral, garis tengah, atau mediastinum
M (metastasis jauh)
Mx- metastasis jauh tidak dapat dinilai
M0- tidak terdapat metastasis jauh
M1- terdapat metastasis jauh

Patologi
Tumor dapat berupa nodul lunak, tetapi sering pula berupa
tumor keras. Adenokarsinoma papilar (60%) biasanya bersifat
multisentrik dan 50% penderita memperlihatkan sarang ganas
dilobus homolateral dan lobus kontralateral. Tumor ini mula-mula
bermetastasis ke kelenjar limfe regional, dan akhirnya dapat terjadi
metastasis hematogenik. Sebaliknya, adenokarsinoma folikular
biasanya bersifat unifokal dan jarang bermetastasis ke kelenjar limf
leher. Jenis ini lebih sering menyebar secara hematogenik, antara
lain ketulang dan paru.
Adenokarsinoma medular berasal dari sel C/ sel parafolikular
sehingga kadang mengeluarkan kalsitonin. Kadang terdapat
hubungan dengan adenoma endokrin lain dalam bentuk sindrom
MEN II. Pada tahap dini, juga dapat terjadi metastasis ke kelenjar
limf regional.

12
Adenokarsinoma anaplastik yang jarang ditemukan (10%)
merupakan tumor yang agresif, bertumbuh cepat, dengan infiltrasi
masif ke jaringan sekitarnya. Pada tahap dini sudah terjadi
penyebaran hematogen pada penyembuhan jarang dicapai.
Karsinoma anaplastik sering menyebabkan kesulitan bernafas
karena infiltrasi ke trakea sampai ke lumen yang ditandai dengan
dyspnea dengan stridor inspirasi.
Infiltrasi karsinoma tiroid dapat ditemukan di trakea, laring,
faring, esophagus, nervus rekurens, pembuluh darah karotis, vena
jugularis, dan struktur lain dalam leher dan kulit. Metastasis
limfogenik dapat meliputi semua region leher , sedangkan
metastasis hematogen ditemukan terutama diparu, tulang, otak,
dan hati.

Gejala klinis
Gejala karsinoma tiroid adalah sebagai berikut:
Nodul jinak perlahan, sedangkan nodul ganas lebih cepat, dan
nodul yang anaplstik lebih cepat lagi (dihitung dalam minggu)
tanpa nyeri.
Terdapat faktor resiko:
Masa anak-anak pernah mendapat terapi sinar didaerah leher
atau sekitarnya, ada naggota keluarga lain yang menderita
penyakit gondok, tetangga atau ada penduduk sekampung
ada atau banyak yang menderita penyakit gondok (endemis)
Merasakan adanya gangguan mekanik didaerah leher, seperti
gangguan menelan yang menunjukkan adanya desakan
esophagus , atau perasaan sesak yang menunjukkan adanya
desakan/ infiltrasi ke trakea.
Pembesaran kalenjar getah bening didaerah leher (mungkin
metastasis)
Penonjolan kelainan pada tulang cranium (metastasis di
kepala)
Perasaan sesak dan batuk-batuk yang disertai dahak berdarah
(metastasis di paru-paru bagi jenis folekular).

13
Tata laksana

Pada adenokarsinoma papilar, pembedahan enukleasi pada


struma bernodul tunggal sebaiknya tidak dilakukan karena dianggap
tidak adekuat. Selain itu, apabila hasil pemeriksaan patologi
ternyata ganas diperkirakan sudah terjadi kontaminasi lapangan
operasi oleh sel tumor sehingga pembedahan berikutnya menjadi
tidak sempurna lagi. Harus diingat bahwa sebagian struma nodul
tunggal adalah ganas dan juga nodul yang teraba secara klinis
tunggal mugkin merupakan bagian dari struma multinodusa. Nodul
soliter jinak jarang terdapat pada anak, pria (semua umur), dan
wanita dibawah 40 tahun ataupun diatas 60 tahun. Bila ditemukan
struma nodul tunggal pada golongan tersebut harus dianggap suatu
keganasan dan minimal harus dilakukan istmolobektomi.
Pengobatan primer karsinoma papilar dengan radioaktif tidak
memberikan hasil yang memuaskan karena adenokarsinoma papilar
pada umumnya tidak menyerap yodium 131. Pada
pascatiroidektomi total ternyata yodium lebih dapat ditangkap oleh
sel anak sebar karsinoma papilar tertentu sehingga pemberian
pascabedah dengan yodium radioaktif akan lebih bermanfaat.
Radiasi eksternal dapat diberikan bila tidak terdapat fasilitas radiasi
intern, dengan hasil yang masih kontroversional. Metastasis
sebaiknya ditangani secara ablasio radioaktif.

Adenokarsinoma folikuler, pembedahan yang dilakukan adalah


tiroidektomi total. Karena sel karsinoma ini mengangkap yodium,
radioterapi dengan yodium 131 dapat digunakan. Bila masih ada
tumor yang tersisa ataupun terdapat metastasis dilakukan
pemberian yodium radioaktif. Radiasi eksternal untuk metastasis
pada tulang ternyata dilaporkan memberikan hasil yang cukup baik.

Adenokarsinoma medular, penanggulangannya adalah dengan


tiroidektomi total. Pemberian radioterapi tidak memuaskan.
Pemberian yodium radioaktif juga tidak berhasil karena tumor ini

14
bukan berasal dari sel folikular, tetapi dari sel parafolikular (sel C)
sehingga tidak menangkap atau menyerap yodium radioaktif.

Adenokarsinoma anaplastik, pembedahan biasanya sudah


tidak mungkin lagi sehingga hanya dapat dilakukan biopsy aspirasi
jarum halus atau biopsy insisi untuk mengetahui jenis karsinoma.
Satu-satunya terapi yang bisa diberikan adalah radiasi eksternal
dengan atau tanpa pemberian kemoterapi antikanker
(doksorubisin).

Prognosis

Adenokarsinoma papilar, prognosis adenokarsinoma papilar


cukup baik pada tumor tingkatan T1 dan T2.
Adenokarsinoma folikuler, prognosis cukup baik terutama
untuk tipe mikroinvasif.
Adenokarsinoma anaplastic memiliki prognosis buruk dan
penderita biasanya meninggal dalam waktu enam bulan
sampai satu tahun setelah diagnosis.

Penutup

Kesimpulan

Karsinoma tiroid adalah suatu pertumbuhan yang ganas dari


kelenjar tiroid. Keganasan tiroid dikelompokkan menjadi karsinoma
tiroid berdiferensi baik (bentuk papiler,folikuler, meduler) dan
karsinoma berdiferensiasi buruk/anaplastik. Gejala karsinoma tiroid
secara umum diantaranyanya adalah: ditemukan pembesaran nodul
yang relatif cepat, adanya gangguan mekanik di leher (seperti
gangguan menelan), perasaan sesak, dan perubahan suara.
Pengobatan yang paling dianjurkan adalah pengobatan secara
operatif

15
Daftar Pustaka

1. Setiati S, et all. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid II. Ed 6.


Jakarta: Internapublishing; 2014
2. Sjamsuhidajat R, de Jong W. Buku Ilmu Bedah. Ed 3. Jakarta:
EGC; 2010
3. Mansjoer A, Triyant K, Savitri R, et all. Kapita Selekta Jilid II. Ed
4. Jakarta: Media Aesculapius; 2014
4. Hirmawan S. Kumpulan Kuliah Patologi Anatomik. Jakarta:
FKUI; 2010
5. Corwin EJ. Buku Saku Patofisiologi. Ed 3. Jakarta: EGC; 2009

16