Anda di halaman 1dari 8

UJIAN BIOMEDIK KEKHUSUSAN ANATOMI

MATA AJARAN : ANTROPHOLOGI RAGAWI

MAKBRURI/KEKHUSUSAN ANATOMI

1. Apa yang dimaksud dengan evolusi? Jelaskan secara ringkas dan berikan pendapat anda
mengenai teori evolusi manusia ?
Evolusi adalah suatu perubahan morphology, ekologi,behavior,physiology yang
berangsur-angsur terus menerus terjadi dari satu generasi ke generasi berikutnya dan
perubahan sifat ini diwariskan yang bisa disebabkan oleh seleksi alam, mutasi, genetic
drift, migrasi dan gene flow.
Teori evolusi manusia merupakam roses evolusi makhluk hidup yang paling menarik
untuk dibahas hingga saat ini. Kebanyakan orang menanyakan apakah manusia yang ada
sekarang adalah produk evolusi, jika ya tentunya manusia berasal atau berkembang dari
dari makhluk yang lebih sederhana bisa jadi manusia berasal dari kera apabila pandangan
ini ditegakan , namun pandangan bahwa manusia adalah produk evolusi juga membawa
konsekuensi bahwa keturunan manusia yang akan datang adalah makhluk yang lebih
sempurna dari manusia yang sekarang, dan saat ini kita kurang sempurna dibanding
manusia yang akan dating . Berbicara keturunan ada dua hal yang akan diwariskan pada
anakan manusia yaituu informasi genetik dan informasi non-genetik. Informasi genetik
sudah sangat jelas wujudnya, namun informasi non-genetik adalah hasil interaksi
manusia terhadap lingkungan., Kalau kita percaya nenek moyang kita adalah kera
tentulah gen kita ini akan diturunkan gen kita similar dengan penemuan fosil saat ini,
ternyata hasilnya tidak ada yang menunjukan kita similar, dari penemuan manusia purba
atau setengah kera fosil terdahulu menunjukan tidak ada fosil yang benar-benar
menyerupai dengan homo sapiens saat ini, dan terbukti dari seluruh fosil yang ditemukan
tidak bisa menjadi penyambung dengan manusia modern saat ini, menurut pendapat saya
hal ini membuktikan bahwa manusia adalah evolusi dari manusia purba atau manusia
purba terdahulu tidaklah benar. Kera yang menyerupai wujud manusia memang ada pada
jutaan tahun yang lalu tapi bukanlah asal dari manusia modern saat ini.
Sumber : BIOL 2007 Evolutionary Genetics course website:
http://ucl.ac.uk/~ucbhdjm/courses/
2. Apakah yang dimaksud dengan fosil? Bagaimana menentukan umur fosil? Jelaskan
secara ringkas dan berikan contoh-contoh manusia purba yang pernah ditemukan
Fosil adalah sisa dari organisme yang tersimpan di dalam lapisan tanah atau bebatuan
dapat berupa bagian dari tumbuhan atau hewan dan makhluk hidup lainnya, mereka
terbentuk karena reaksi yang berlangsung terus menerus antara lingkungan, dan
kehadirannya sangat menunjang untuk perkembangan kehidupan hingga saat ini
Cara menentukan umur fosil dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain :
1. Pertumbuhan cincin pertumbuhan (pada tumbuhan/kayu/dendrochronology) dan pada
rangka skeleton molusca,coral/sclerochronology)
2. Radiocarbon dating
Menghitung unsur radiocarbon yang dimiliki oleh makhluk hidup
Dihitung berdasarkan waktu paruh
3. Asam amino
Menghitung perbandingan asam amino yang dimiliki oleh makhluk hidup tersebut.
Dan waktu paruh asam amino yang masih tersisa di dalam fossil tersebut
Sumber : California Geological Survey Fossils avaialable at
http://www.conservation.ca.gov/cgs/information/publications/cgs_notes/note_51/docu
ments/note_51.pdf
Contoh manusia purba yang pernah ditemukan
1. Ardhipthecus ramidus
2. Orrorin tugenensis
3. Sahelanthropus tchadensis
4. Australopitheus anamensis
5. Australopithecus afarensis
6. Australopithecus africanus
7. Paranthropus Aethiopicus
8. Paranthropus boisei
9. Paranthropus robustus
10. Meganthropus Paleojavanicus
11. Pithecantropus Erectus
12. Pithecanthropus robustus

Sumber ; Lewis B, Jurmain R, Kilgore L. Understanding Humans: Introduction to Physical


Athropology and Achaeology. 10th Ed. Belmont:Wadsworth, 2010

3. Jelaskan teori asal-usul Homo dan Homo Sapiens?


Awal mula genus Homo berasal dari Afrika. Hal ini ditandai oleh pergeseran ciri dari kera
bipedal menjadi makhluk primitif berotak besar, pemakan daging dan mampu membuat
alat dari batu. Awal mula genus Homo diwakili oleh 3 spesies: Homo habilis, Homo
rudolfensis, dan Homo erectus. Terdapat 2 teori utama yang berkembang untuk
menjelaskan asal dari manusia modern(Homo Sapiens), yaitu:
1. Model penggantian komplet: Evolusi Afrika baru
Teori ini berdasarkan asal manusia modern di Afrika dan adanya penggantian populasi
pada waktu berikutnya di Eropa dan Asia. Secara anatomi, manusia modern berasal dari
Afrika dalam 200 ribu tahun terakhir kemudian migrasi dan menggantikan seluruh populasi
di Eropa dan Asia. Teori ini muncul berdasarkan anggapan bahwa secara anatomi, manusia
modern muncul sebagai akibat peristiwa spesialisasi biologis. Dengan basis molekuler dan
genetic, muncul hubungan yang konsisten bahwa populasi asli Afrika memiliki diversitas
yang tinggi dibandingkan populsi di lokasi lainnya. Konsistensi hasil ini sangat signifikan
karena sangat mendukung asumsi manusia modern Afrika menggantikan populasi manusia di
lokasi lainnya. Selain itu, dengan ditemukannya 9 tulang skeleton H.sapiens modern dari
situs yang terdapat di Italia, Perancis, Cheko dan Rusia kemudian diperoleh sekens mtDNA
nya, menunjukkan bahwa terdapat pola DNA yang sama antara fosiltersebut dengan manusia
yang hidup saat ini; dan ternyata pola tersebut sangat berbeda signifikan dengan pola DNA
yang terdapat di semua Neandertals. Dari hasil tersebut, terdapat bukti kuat bahwa terdapat
diskontinuitas genetic antara Neandertals dengan manusia modern, sehingga sangat kecil
kemungkinannya terjadi persilangan antara Neandertals dengan manusia modern.
2. Model kontinuitas regional: evolusi multiregional
Teori ini mengatakan bahwa tidak semua populasi lokal di Eropa, Asia dan Afrika
melanjutkan perkembangan evolusi dari bentuk premodern Pleistocene Tengah menjadi
manusia modern secara anatomi dikarenakan adanya seleksi alam. Tidak ada perbedaan
taksonomi antara manusia modern dengan hominin premodern. Semua populasi di area yang
berbeda merupakan hominin yang berlanjut sebagai H.erectus lalu menjadi manusia modern,
yang kemudian dinamakan H.sapiens. Kelemahan model ini adalah tidak bisa menjelaskan
bagaimana mugkin populasi yang berbeda di lokasi yang berbeda pula yang berkembang
masing-masing, namun menghasilkan generasi yang saat ini hidup menjadi manusia modern
yang memiliki tampilan yang hampir sama
3. Teori pertengahan: model penggantian parsial
Teori ini mengemukakan bahwa mungkin terdapat persilangan yang terjadi antara
populasi Afrika yang melakukan emigrasi dengan populasi di lokasi lain yang memang
menetap di tempat tersebut. Teori ini tidak menyatakan adanya spesiasi, dan semua hominin
merupakan anggota dari H.sapiens.
Dari data sekuens DNA fosil, berbagai pola DNA manusia kontemporer dann fosil
terbaru yang ditemukan di Etiopia menunjukkan bahwa model multiregional sangat tidak
mungkin terjadi. Yang mungkin terjadi adalah selama Pleistocene akhir, satu atau lebih
peristiwa migrasi populasi Afrikauntuk menyebar ke belahan bumi lain terjadi, dan emigrant
Agrika ini terkadang melakukan persilangan dengan populasi lokal di luar Afrika selama
migrasi tersebut. Dengan ini dapat dikatakan proses ini mengikuti model kontuitas
multiregional yang minimal dan tidak sepenuhnyamengikuti model penggantian komplet
Sumber ; Lewis B, Jurmain R, Kilgore L. Understanding Humans: Introduction to Physical
Athropology and Achaeology. 10th Ed. Belmont:Wadsworth, 2010

4. Jelaskan secara singkat dan padat tentang ras-ras manusia yang ada di Indonesia.
Menurut anda, apa guna mempelajari rasiologi (ilmu tentang ras)?
Ras yang ada di Indonesia antara lain
1. Negrito
Populasi negrito bertubuh kecil terdiri atas negrito semenanjung Malaysia dan
Sumatera (Semang), yang mendiami kawasan pegunungan dari Pahang ke utara
sampai ke perbatasan Muang Thai dan Negrito Filipina yang mendiami baik di daerah
pantai maupun di pedalaman Luzon, Palawan bagian utara, panai, negros, dan
Mindanao, di Indonesia terkenal orang Andaman yang diklasifikasikan sebagai
kelompok Negrito. Negrito Indonesia biasanya adalah pemburu dan pengumpul
makanan di daerah hutan dan pantai,mereka memiliki perbedaan yang cukup banyak
dengan tetangga mongoloid mereka dan memiliki karakteristik1 ;
1. Tubuhnya pendek , rata-rata sekitar 145-155 cm
2. Memiliki kulit yang gelap
3. Memiliki rambut keriting pekat (terkadang merah atau coklat)
4. Ciri-ciri wajah menyerupai orang Melanesia tetapi lebih kecil dan ramping
Kesimpulan yang paling sederhana adalah mereka merupakan perwakilan tubuh
pendek dari populasi Australomelanesia.
2. Australomelanesia
Dikenal dengan Proto-Melayu, kelompok yang lebih dulu ada, kelompok ini
dibedakan dengan Deutero-Melayu yang dianggap melakukan migrasi kedua setelah
Proto-Melayu. Kelompok Proto-Melayu mencakup orang pedalaman dari pulau-pulau
besar di Indonesia, terutama di kawasan Indonesia bagian timur. Karakteristik ragawi
masyarakat austromelanesia antara lain;
1. Memiliki kulit hitam,
2. Bibir tebal,
3. Rambut ikal atau bergelombang
4. Memiliki rahang yang besar dan lebar
5. Rahang lebih bersifat prognathism
3. Mongoloid Selatan
Disebut juga kelompok Deutero-Melayu yang dianggap melakukan migrasi kedua setelah
Proto-Melayu. , aliran gen Mongoloid terus memasuki Indonesia sampai masa-masa
sejarah, aliran gen ini menyebabkan timbulnya kelompok Deutero-Melayu, kelompok ini
terdapat di populasi di daerah yang terbuka lebih mudah didatangi, sehinggga mereka
dapat melakukan banyak kontak dengan dunia Mongoloid Asia. Penyebaran populasi di
Indonesia dapat digambarkan bahwa fenotipe mongoloid mendominasi wilayah barat dan
utara dan berangsur-angsur menurun populasinya di bagian timur. Indonesia bagian
timur . Coon menuturkan dengan jelas ciri populasi ini yaitu ;
1. Sebagian besar pendek dengan kaum prianya mempunyai tinggi rata rata 157-160 cm
2. Berperawakan sedang
3. Kulit kekuningan atau coklat
4. Sebagian besar berambut lurus
5. Jarang terdapat kelopak mata mongol
6. Bergigi besar seperti orang australoid
7. Mewakili campuran yang cukup seimbang antara unsur-unsur mongoloid dan
Australoid dengan variasi-variasi lokal
Fungsi kita untuk mempelajari rasiologi (ilmu tentang ras) adalah
1. Dengan mempelajari rasiologi kita akan mengetahui mengenai morfotipe ras yang
berada di daerah tertentu, yang tentunya ini akan berguna untuk identifikasi asal
individu tersebut, berguna dalam identifikasi forensic dalam bidang hokum
2. Dengan mempelajari rasiologi kita dapat mempelajari tentang karakterisitik
genetik yang dimiliki ras tertentu contohnya; orang pygmy afrika kurang mampu
menghasilkan IGF 1 yang menyebabkan tubuh mereka lebih pendek dibanding
dengan orang sekitarnya, tetapi dengan tubuh yang lebih pendek mereka dapat
lebih bisa beradaptasi dalam lingkungan yang panas dan tidak mendukung
3. Dalam bidang klinis morfotipe ras dapat diaplikasikan dalam penanganan trauma
maxillofacial yang digunakan sebagai standar ras tertentu dalam operasi
rekonstruksi wajah.
4. Pembagian ras dapat juga mempelajari informasi mengenai genetic drift, mutasi
dan aliran gen
Sumber :
1. Bellwood P, Manusia Indonesia pada 40.000 tahun terakhir; Dalam Prasejarah
Kepulauan Indo-Malaya 2000, 99-139. Jakarta. PT.Gramedia Pustaka Utama
2. Glinka J, Koesbardiati T. Morfotipe Wajah dan Kepala di Indonesia : Suatu usaha
identifikasi variasi populasi. Jurnal Anatomi Indonesia 2007; 2:41-48
3. Benny Perabuwijaya, Analisis Konveksitas wajah jaringan lunak secara sefalometri
lateral pada mahasiswa deuteromelayu fkg usu usia 20-25 tahun.2007.Skripsi.
Departemen Ortodonti FKG USU
4. Elfiah U, Perdanakusuma DS, Koesbardiati T. Variasi Antropometri, Wajah Indonesia
dan Sefalometri sebagai data dasar pada Rekonstruksi trauma maksilofacial. Journal of
Emergency 2001; 1:6-12
5.Tentukan somatotipe individu-individu di bawah ini dan buatlah somatochart

Subyek B

Laki-Laki, 26 tahun
Tinggi Badan (cm) 166
Berat Badan (kg) 52
Tebal lipatan kulit triceps (mm) 16,5
Tebal lipatan kulit subscapula (mm) 14,2
Tebal lipatan kulit supraspinale (mm) 10,1
Tebal lipatan kulit betis (mm) 12,7
Lebar humerus (cm) 7,0
Lebar femur (cm) 8.5
Lingkar Lengan Atas (cm) 27,4
Lingkar Betis 31,2

Somatotipe Subyek B

Endomorphy

Rumus: - 0.7182 + 0.1451 (X) - 0.00068 (X 2) + 0.0000014 (X 3)

Dimana X merupakan jumlah 3 tebal lipatan kulit yaitu triceps, subscapula, supraspinale dikali
170.18/tinggi dalam cm

X = (16.5+14.2+10.1) x (170.18/166)

X = 40,8 x 1,0251

X = 41.827373

X2 = (41.827373)2 = 1.749,5291

X3= (41,827373)3 = 73.178,2075


Dimasukkan ke dalam rumus

: -0.7182 + 0.1451 (41,827373) - 0.00068 (1749,5291) + 0.0000014 (73.178,2075)

: -0.7182 + 6,069 - 1,1896 + 0,1024

: 4,2846

Mesomorphy

Rumus : (0.858 x lebar humerus) + (0.601 x lebar femur) + ( 0.188 x lingkar lengan
terkoreksi) + (0.161 x lingkar betis terkoreksi) - (tinggi badan x 0.131) + 4.5

: (0.858 x lebar humerus cm) + (0.601 x lebar femur cm) + ( 0.188 x (lingkar lengan
atas cm (tebal lipatan kulit triceps mm/10)) + (0.161 x lingkar betis cm - (tebal
lipatan kulit betis mm/10)) - (tinggi badan x 0.131) + 4.5

: (0.858 x7) + (0.601 x 8.5) + (0.188 x (27,4 (16,5/10)) + (0.161 x (31,2 (12,7/10)) -
(166 x 0.131) + 4.5

: 6.006 + 5.1085 + 4.8410+ 4.8187- 21.746 + 4.5

: 3.5282

Ectomorphy

HWR = TB (cm)/BB (kg)1/3

= 166 / 521/3

= 44.4740

Apabila HWR > 40.75 maka

= 0.732 x HWR - 28.58

= 0.732 x 44.4740 -28.58

= 32.5549 - 28.58

= 3.97

Somatotipe Subyek B berdasarkan urutan endomorphy, mesomorphy, ectomorphy . (Angka


decimal dibulatkan) :
Endomorphy : 4,2846 4

Mesomorphy : 3.5282 3

Ectomorphy : 3.97 4

Maka somatotipe subyek B adalah 444

Berdasarkan Heath dan Carter (1990)4, somatotipe subyek D (444) termasuk dalam
kategori :

Endomorph -ektomorf : sama, mesomorphy lebih kecil

Penghitungan somatotipe ke somatochart :

Koordinat X = nilai ectomorf - endomorf = 4 4 = 0

Koordinat Y = 2 nilai mesomorf (nilai endomorf +ectomorf)

= 2 x 3 (4 + 4 )

= 6 8 = -2

Tipe somatotype individu ini adalah endomorphy-ectomorph


Sumber :
Carter JEL. The Heath-Carter Anthropometric Somatotype. 2002;(March):1-26. doi:10.1201/9781420008784.pt5.