Anda di halaman 1dari 62

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia industri yang berkembang saat ini terus meningkat seiring dengan
persaingan usaha yang ketat. Perkembangan tersebut harus disertai dengan ilmu
pengetahuan yang maju dan dikelola dengan sumberdaya manusia yang
berkualitas untuk memenuhi kebutuhan manusia di sektor industri. Tingkat
kualitas produk dan masing-masing perusahaan menentukan hasil yang akan
dicapai. Dengan naiknya kebutuhan akan hasil sektor industri, harus di iringi
dengan perkembangan teknologi yang mengkombinasikan dari berbagai unsur
ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada dasarnya seiring perkembangan harus
mencapai kebutuhan akan kecepatan, keterampilan, ketepatan, dan serta efisiensi
sangat di perlukan pada era globalisasi saat ini.
Dengan seiring kemajuan di dunia teknologi, maka untuk meningkatkan
sumber daya manusia agar memiliki kemampuan dan kopetensi harus melalui
lembaga pendidikan maupun lembaga pelatih kerja yang terdiri dari SMK, Balai
Latihan Kerja(BLK), serta universitas dengan fakultas teknik yang ada di
dalamnya. Diharapkan melalui lembaga-lembaga penunjang tersebut dapat
menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki mutu, kualitas, dan daya
saing yang tinggi dibidang indutri.
Mata kuliah praktik industri yang dilakukan universitas ini untuk
mengetahui kinerja, keterampilan, dan kemampuan mahasiswa dalam
melaksanakan praktik kerja langsung di lapangan. Tidak hanya untuk memenuhi
kurikulum yang ada dalam universitas melainkan untuk melatih mahasiswa untuk
terjun langsung ke dunia kerja dan realita langsung yang terjadi di lapangan dan
belajar untuk proses beradaptasi dengan orang-orang yang baru di sebuah instalasi
suatu industri.
Karena hal-hal tersebut maka mahasiswa melakukan praktik industri
selama dua bulan terhitung mulai tanggal 02 Mei 2016 30 Juni 2016, yang
dilaksanakan di PT. Gudang Garam Tbk. Kediri, Jawa Timur. Perusahaan ini

1
adalah salah satu industri produsen rokok terbesar di indonesia yang memiliki
berbagai macam mesin-mesin sebagai penunjang produksi rokok.
Produk yang memiliki kualitas yang bagus harus disertai proses yang
sempurna. Produksi suatu pabrik akan dapat mencapai target yang diharapkan
apabila didukung oleh berbagai macam faktor pendukung antara lain: faktor
sumber daya manusia, faktor proses produksi serta faktor manajemen perusahaan
yang sangat menentukan keuntungan yang akan dicapai.
1.2 Tujuan
Praktik Industri adalah salah satu mata kuliah dan juga kurikulum yang wajib
ditempuh di suatu industri dengan melakukan sistem kerja lapangan langsung
yang memadukan antara materi yang di dapat selama perkuliahan dengan
gambaran nyata selama di lapangan dalam sebuah industri.
1.2.1 Tujuan Umum
Tujuan umum dari pelaksanaan Praktik Industri adalah:
1. Menambah wawasan pengetahuan, pengalaman lapangan serta mengetahui
permasalahan praktis dan kemungkinan penyelesaiannya.
2. Sebagai salah satu usaha penerapan ilmu yang telah diperoleh selama
perkuliahan yang nantinya akan diterapkan di lapangan.
1.2.2 Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari pelaksanaan Praktik Industri ini adalah:
1. Mengetahui secara umum kondisi pabrik rokok PT.Gudang Garam Tbk.
Kediri.
2. Mengetahui sistem organisasi dan pembagian pekerjaan dalam suatu bagian
perusahaan khususnya di bidang teknisi.
3. Mengetahui dan mempelajari kegiatan pada Bengkel maintenance facility
Unit III PT.Gudang Garam Tbk. Kediri.
1.3 Manfaat
Dalam pelaksanaan Praktek Industri ini memiliki manfaat, sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat membantu kegiatan perbaikan dalam perusahaan.
2. Mahasiswa dapat mengamalkan ilmu yang sudah didapat selama
perkuliahan.
3. Mahasiswa dapat menjalani hubungan kemitraan antara Universitas
dengan industri, dan sebagainya.
4. Mahasiswa dapat menambah ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan
pengalaman kerja langsung di lapangan tentang di dunia industri yang
mungkin tidak di ajarkan selama di perkuliahan.
1.4 Metodologi

2
1.4.1 Lokasi
Kegiatan Praktik Industri yang kami lakukan bertempat di PT.Gudang
Garam Tbk. Kediri Jawa Timur. Dengan alamat Jl. Semampir II/I Kediri 64121,
Indonesia.
1.4.2 Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Praktik Industri ini dilaksanakan selama dua bulan terhitung
mulai tanggal 02 Mei 2016 sampai 30 Juni 2016. Dengan ketentuan jam kerja bagi
mahasiswa praktik industri sesuai dengan jam kerja harian karyawan di tempat
praktik industri tersebut.
1.4.3 Metode Pengambilan Data
Metode ini digunakan selama Praktik Industri untuk mengumpulkan data
dan informasi yaitu :
1. Wawancara
Kegiatan wawancara yang kami lakukan selama praktik industri adalah
wawancara langsung kepada petugas yang ada di lapangan maupun pegawai yang
ada di PT.Gudang Garam Tbk. Kediri.
2. Observasi atau Pengamatan Langsung
Kegiatan observasi secara langsung terhadap objek-objek penelitian.
3. Studi Literatur
Guna menunjang kelengkapan laporan ini maka kita lakukan studi
literature yaitu dengan membaca buku-buku literatur dan sumber data lainnya di
perpustakaan. Terutama buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang akan
dibahas.
1.5 Ruang Lingkup
Dalam pelaksanaan Praktek Industri di PT. Gudang Garam Tbk. Ruang
lingkup pelaksanaan praktek industri yang kami lakukan adalah dalam bagian
ultilitas yang menyangkut perawatan dan perbaikan unit boiler, chiler, cooling
tower, AHU (Air Handing Unit), kompresor

3
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan


Pemilik pertama sekaligus pendiri PERUSAHAAN ROKOK TJAP
GUDANG GARAM KEDIRI adalah BAPAK TJOA ING HWE.Beliau
dilahirkan di Hokian Daratan Cina pada tanggal 15 Agustus 1923.Diajak pindah

4
oleh ayahnya ke Indonesia, tepatnya ke Krampon sebuah Desa Kecamatan
Krampon, Kabupaten Sampang Madura. Didesa itulah beliau pada usia yang ke-7,
masuk sekolah dasar milik yayasan Chung Hwa Chung Hsueh, hingga selesai.
Namun ketika tamat dari sekolah tersebut,beliau tidak lagi melanjutkan
sekolahnya melainkan ikut membantu orang tuanya mengelola sebuah toko
kelontong.
Pada tahun 1943, pada usianya yang ke-20, beliau pindah ke Kota Kediri
sebagai seorang anak yatim piatu, sebab kedua orang tuanya telah meningal dunia.
Ditempat yang baru ini beliau berusaha seadanya untuk membiayai kedua
saudaranya. Tahun 1947 lima tahun sejak meninggalkan Madura dan setelah
menikah ia memulai suatu usaha jenis dagang: BERDAGANG TEMBAKAU
DAN PALAWIJA.
Tahun 1949, jenis usaha itu ditingkatkan dan bergabung dengan pamannya
yang sebelumnya telah memproduksi Rokok Kretek dibawah badan hukum
NV.JIAU SAN yang akhirnya berubah menjadi NV. SEMBILAN TIGA.
Perusahaan ini berlokasi di JL.Raden Patah - Kediri. Beliau diserahi tugas sebagai
tenaga pemasaran.
Tahun 1957 beliau keluar dari NV. SEMBILAN TIGA untuk mendirikan
perusahaan rokok milik sendiri. Berkat keuletan dan kegigihan berjuang dan
didukung oleh kesetiaan teman-temannya, maka secara resmi beliau mendirikan
perusahaan baru: PERUSAHAAN ROKOK TJAP GUDANG GARAM
KEDIRI, pada tanggal 26 Juni 1958. Perusahaan yang baru ini didukung oleh 50
karyawan berlokasi di atas sebidang tanah yang luasnya lebih satu hektar(1000
m2) dengan status sewaan, di Desa Semampir, Kecamatan Kota, Kota Madya
Kediri. Sekarang lokasi pertama ini dikenal dengan sebagai Unit Satu (I) sekaligus
menjadi kantor pusat.
Pada tanggal 26 juni 1958 dengan didorong instituasi yang tajam dalam
bisnis,kemauan kerja keras dan dukungan 50 orang rekan kerja, Almarhum Surya
Wonowidjojo membulatkan tekad untuk mendirikan pabrik rokok TJAP Gudang
Garam Tbk. Di atas tanah sewaan seluas kurang lebih 1000 m 2 di Desa Semampir
Kediri. Pada awal tahun berdiri usaha ini bercirikan industri rumah tangga dengan
teknologi dan manajemen yang sederhana memproduksi Sigaret Kretek Tangan

5
(SKT) dan Sigaret Kretek Klobot (SKL). Total produksi pada tahun 1958 tersebut
sekitar 50 juta batang dan di pasarkan ke kota-kota terdekat dengan Kediri seperti
Nganjuk, Kertosono, Blitar dan Solo dengan harga Rp 1,- per bungkus.
Pada tahun 1960, sebuah cabang produksi SKT dan SKL dibuka di Gurah
13 km arah tenggara Kota Kediri, guna memenuhi permintaan pasar yang semakin
meningkat.Setiap hari kurang lebih 200 orang karyawan pulang pergi Gurah-
Kediri.Mereka mengggunakan gerbong kereta api khusus yang dibiayai oleh
perusahaan.
Pada tahun 1969, perusahaan berubah status dari perusahaan perseorangan
menjadi firma. Hal ini disebabkan adanya kebijakan ekonomi pemerintah dan
stabilitas politik pada awal orde baru, secara umum sangat menunjang
perkembangan industri dalam negeri. Peluang ini sangat mendukung kemauan
Almarhum Surya Wonowidjojo, yang senantiasa bekerja keras mengarahkan
usaha ke jenjang yang lebih maju.Hasil yang dicapai memang tidak sia-sia.
Akselerasi perkembangan usaha semakin dimungkinkan dengan dukungan dari
BNI 1946, sehingga pada bulan September 1968, areal pertama seluas 1000 m 2
dibeli dan dijadikan Unit I dan pada tahun yang sama dibangun satu unit baru
yang disebut Unit II disusul oleh pemindahan Unit Produksi dari gurah ke Kediri
pada tahun 1969.
Pada tahun 1971 perusahaan berubah dari firma menjadi Perseroan
Terbatas(PT). Pada tahun yang sama juga, perusahaan memperoleh fasilitas dari
pemerintah berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang akhirnya
mendorong perusahaan untuk berkembang terus.
Pada tahun 1979 perusahaan mengembangkan jenis produk Sigaret Kretek
Mesin (SKM).Pada tahun 1990, perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Untuk memperkuat struktur pemodalan,
PT.Gudang Garam Tbk. Melakukan penawaran modal saham kepada masyarakat
luas pada bulan Juli sampai Agustus 1990 sebesar 12,02% dari jumlah modal yang
ditempatkan dan disetor penuh. Pada waktu yang sama juga melakukan
pendaftaran tambahan sebesar 7,98 % dari jumlah modal yang ditempatkan dan
disetor penuh, sehingga total saham yang dicatatkan pada waktu itu sebesar 20%
dari jumlah total yang ditempatkan dan disetor penuh. Setelah menjadi Warga

6
Negara Indonesia, bapak Tjoa Ing Hwie berganti nama menjadi menjadi SURYA
WONOWIDJOJO. Pada 28 Agustus 1985, beliau meninggal dunia dan
pengelolaan perusahaan diserahkan kepada putra-putrinya.
2.2. Deskripsi perusahaan
2.2.1 Tim perusahaan
a. Dewan komisaris
Dewan komisaris adalah badan non eksekutif yang mewakili
kepentingan seluruh pemegang saham dan berperan mengawasi
menejemen perusahaan. Dewan Komisaris berangota sedikitnya tiga
orang, dimana salah seorang di antaranya diangkat sebagai Presiden
Komisaris. Anggota Dewan Komisaris diangkat untuk masa jabatan
lima tahun dan disetujui oleh rapat umum Pemegang Saham. Dewan
Komisaris Gudang Garam Tbk, saat ini ada 4 (empat) orang terdiri
atas:
1. Juni Setiawati Wonowidjojo
Menjabat Komisaris sejak tahun 1983, Juni diangkat menjadi
Presiden Komisaris Perseroan pada bulan Juni 2009 hingga kini.
2. Frank w. Van Galder
Diangkat menjadi Komisaris Independen Perseroan pada bulan
Maret 2002. Saat ini beliau adalah Managing Partner Perusahaan
Konsultasi New Frontier Solutions Pte. Ltd., di Singapura .
Sebelumnya beliau bekerja di Bank ABN AMRO selama 12 tahun .
Meraih gelar Master Hukum Perdata, dari leiden university
belanda.
3. Lucas Mulia Suhardja
Menjabat Komisaris pada bulan Juni 2009, Lucas adalah seorang
dokter umum yang sangat berpengalaman. Pria ini sebelumnya
pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Jakarta (1976-
2009 )
4. Gotama Hengdratsonata
Diangkat menjadi Komisaris Independen Perseroan pada Juni
2014. Saat ini menjadi sebagai PT Semesta Indovest Securities ,
Jakarta sejak tahun 2000. Sebelumnya beliau bekerja di Lippo
Bank dari tahun 1985 hingga tahun 2004 menjabat sebagai Group

7
Head untuk Indonesia Timur. Meraih gelar Sarjana Tinggi Sipil di
Universitas Feng Chia, Taiwan.
b. Dewan Direksi
Perusahaan dipimpin dan dikelola oleh Direksi yang beranggotakan
sedikitnya tiga orang . salah seorang diantaranya ditunjuk menjadi
Presiden Direktur. Anggota Direksi diangkat untuk menjabat lima
tahun dan disetujui Rapat Umum Pemegang Saham. Direksi tidak
diperkenankan merangkap jabatan lain yang dapat menimbulkan
benturan kepentingan dengan perusahaan, kecuali atau persetujuan
Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham. Anggota
Direksi PT Gudang Garam Tbk saat ini ada 7 orang, terdiri atas:
1. Susilo Wonowidjojo
Menjabat Presiden Direktur sejak bulan Juni 2009, Susilo
sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur (1990-2009)
yang menagani bidang pengadaan/pengelolaan bahan baku dan
permesinan.
2. Heru Budiman
Menjabat Direktur pada tahun 2000 setelah sebelumnya menjabat
Sekertaris Perseroan (1996-2000). Kariernya di Gudang Garam
berawal pada tahun 1990 di bidang Treasury dan hubungan
Investor.
3. Herry Susianto
Menjabat Direktur Keuangan pada tahun 2007. Sebelumnya pernah
menjabat sebagai Kepala Internal Audit (2002 2007) dan Kepala
Divisi Akuntansi (2001 2002). Kariernya di Gudang Garam
berawal di Devisi Akuntansi pada tahun 1983.
4. Buana Susilo
Menjabat Direktur Teknik pada tahun 2008 dan menangani urusan
desain peralatan, perencanaan proses, serta konfigurasi.
Sebelumnya pernah menjabat Wakil Direktur Teknik (1991
2008). Kariernya di Gudang Garam berawal pada tahun 1981.
5. Istata Siddharta
Diangkat sebagai Direktur yang menangani terutama bidang
Teknologi Informasi pada tahun 2012. Mulai bekerja di Perseroan
sejak tahun 2008 dan menjabat sebagai Wakil Direktur urusan
Pemasaran dari tahun 2008 hingga 2010. Sebelum bergabung

8
dengan Perseroan, beliau adalah Partner di KPMG Indonesia,
berpengalaman di kantor akuntan publik selama dua puluh tahun.
Meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia, Jakarta.

6. Sony Sasono Rahmadi


Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2012 dan diangkat
sebagai Direktur yang membidangi percetakan kemasan rokok.
Dari tahun 2008 hingga 2012, menjabat sebagai Direktur PT Cipta
Kretek Nusantara dan PT Karyadibya Mahardhika. Sebelumnya,
bekerja di PT Surya Zig Zag menjabat sebagai General Manager
dan Perwakilan Manajemen. Diangkat sebagai Direktur
Independen pada tahun 2014. Meraih gelar Sarjana Teknik Kimia
dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

7. Lengga Nurullah
Diangkat sebagai Direktur yang membidangi produksi SKM di
Kediri pada tahun 2015. Sebelumnya menjabat sebagai Wakil
Direktur produksi di Gempol pada 2014-2015 dan sebelumnya
sebagai Kepala Produksi LTN (rendah tar, rendah nikotin) pada
2013-2014. Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2012 di Divisi
Teknik. Sebelumnya bekerja dalam bidang manufaktur otomotif di
Bosch, Jerman. Lulusan Technical University of Berlin.

2.3. PT.Gudang Garam Tbk. dan Anak Perusahaan


PT.Gudang Garam Tbk. Berdomisili di Indonesia dengan kantor pusat di
JL.Semampir II/I, Kediri, Jawa Timur saat ini memiliki dua kantor perwakilan
yang berlokasi di Jakarta dengan alamat di JL. Jend. A. Yani 79 Jakarta 10510 dan
Surabaya dengan Alamat JL.Pengenal 7-15 Surabaya 60174.
Anak perusahaan PT.Gudang Garam Tbk. :
1. PT.Surya Pamenang
Berdiri pada tanggal 26 November 1990.PT.Surya Pamenang berdomisili
di JL.Raya Kertosono KM.7, Desa Ngebrak, Kediri, Jawa Timur.
Perusahaan ini bergerak di bidang industri kertas.
2. PT.Surya Madistrindo

9
Berdiri tanggal 8 Maret 2002 yang berdomisili di JL.Raya Kebayoran
Lama Pal 7 N0.24,Jakarta 11540, bergerak di bidang perdagangan yang
terkait dengan industri rokok yang beroperasi secara komersial dimulai
Maret 2004.
3. PT. Graha Surya Media (Jasa Hiburan)
Jl. Semampir 11/1, kediri
Sebagai anak perusahaan dari PT. Gudang Garam Tbk. PT Graha Surya
Media menyediakan layanan berupa kegiatan hiburan serta pengembangan
media. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2007 dan menghabiskan
usahanya di Kediri.
4. PT. Surya Air (Jasa, 2011)
JL. Sursan KKO Usman No. 27,Kediri
PT. Surya Air adalah sebuah penerbangan sewaan yang berbasis di Kediri.
Berdiri pada Oktober 2011 , PT Surya Air menyedikan jasa transportasi
udara dengan menggunakan helikopter yang dimiliki perusahaan.

5. PT. Surya Inti Tembakau


JL. Raya kediri-kertosono desa ngebrak , kediri. Adalah industri
pengolahan tembakau.
6. PT. Surya abadi tembakau
Kabupaten pasuruan. Industri rokok elektrik.
7. Galaxy Prime Ltd.
Nerine chambers, 905 road town, tortola, british, virgin island adalah jasa
transportasi udara tidak terjadwal.
2.4. Produk PT.Gudang Garam Tbk.
Produk yang dihasilkan PT.Gudang Garam Tbk. Meliputi Sigaret Kretek
Tangan (SKT), Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Kretek Klobot (SKL), dan
Sigaret Putih Mesin (STM).
Tabel 2.1 Produk Rokok PT.Gudang Garam Tbk. Kediri
JENIS ROKOK KETERANGAN
SKT : SIGARET KRETEK TANGAN
10 AS 10 King Size (Soft Pack)
12 AS 12 King Size (Soft Pack)

10
JENIS ROKOK KETERANGAN
SKT : SIGARET KRETEK TANGAN
12 KS 12 King Size (Soft Pack)
16 KS 16 King Size (Soft Pack)
12 DJ 12 Djaja
12 KDJ 12 Djaja KS Hijau Hart Pack
12 SWL 12 Sriwedari Lurik
12 SWBL 12 Sriwedari Biru Lurik
16 C 16 Spesial Deluxe
12 TMB 12 Tanda Mata Biru
SKL : SIGARET KLOBOT
12 KL 12 Klobot Tawar
6 KLM 6 Klobot Manis
12 KL 12 Klobot Tawar
SKM : Sigaret Kretek Mesin
12 FIM 12 Filter Internasional Merah
12 FIC 12 Filter Internasional Ambri Coklat
12 FS 12 Filter Surya
16 FS 16 Filter Surya
20 FS 20 Filter Surya
36 FS 36 Filter Surya
16 PRO 16 Surya Professional
20 PRO 20 Surya Profesional
20 LIGHT 20 Light
16 MILD 16 Surya Mild
16 MTL 16 Menthol
20 MTL 20 Menthol
16 SSYM 16 Surya Signiture Yellow Menthol
50 FIM 50 Filter Internasional Merah
50 FS 50 Filter Surya
12 SS 12 Surya Signature
16 SS 16 Surya Signature
20 SSB 20 Surya Signature Blue
20 SSG 20 Surya Signature Green
20 SSR 20 Surya Signature Red
12 KNM 12 Kretek Nusantara
12 KNMM 12 Kretek Nusantara Menthol Mild
20 KNM 20 Kretek Mild Nusantara
20 KNMM 20 Kretek Nusantara Menthol Mild
16 KNM 16 Kretek Nusantara Mild
12SSLM 12 Surya Slim Menthol
12SSL 12 Surya Slim
16SSL 16 Surya Slim
16 SSLM 16 Surya Slim Menthol
12 SSLP 12 Surya Slims Premium
16 SSLP 16 Surya Slims Premium

11
JENIS ROKOK KETERANGAN
SKT : SIGARET KRETEK TANGAN
SPM:
20 P 20 Halim Putih
20 PC 20 Halim Coklat
2.5 Struktur Organisasi
Maintenance Facility Unit III

Gambar 5. Struktur organisasi


pada Maintenance Facility unit III
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK
3.1 Kegiatan praktik industri
Kegiatan praktik industri yang
ditempuh selama 2 bulan
dilaksanakan di PT. Gudang Garam
Tbk. Kediri pada bagian Maintenance
Facility pada-Unit 3 yaitu bagian
Teknik Perawatan BTP Air, AC,
Boiler. Kami ditempatkan untuk
membantu bagian utilitas yang
menyangkut perawatan dan perbaikan
unit boiler, chiller, coolingtower,
AHU(Air Handling Unit),AC (Air
Conditioner),kompresor,air dryer,
dan sebagainya.
Jenis kegiatan yang di tempuh selama dua bulan tersebut diantaranya
adalah mempelajari sistem dan cara kerja berbagai mesin konversi energi,
diantaranya adalah boiler baik yang berbahan bakar solar dan gas maupun yang
berbahan bakar sampah. Sistem pendingin diantaranya chiller yang merupakan
alat pendingin air sebagai salah satu peralatan pendukung dalam proses produksi
di perusahaan ini, yang bekerjanya selalu berkaitan dengan cooling tower, dan
juga air handling unit (AHU). Juga alat-alat pendukung lainnya seperti pompa,

12
motor, kompresor dan lain sebagainya. Selain itu kami juga ikut dalam beberapa
kegiatan m
aintenance, remove dan install komponen , assembly dan disassembly komponen.
3.2 Jadwal dan Jam Kerja
a. Hari Kerja
Hari senin- jumat
b. Jam Kerja
Jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB -17.00WIB
c. Waktu Istirahat
Senin- Kamis pukul 12.00WIB - 13.00WIB
Jumat pukul 11.30WIB - 13.00WIB
3.3 Rancangan Kegiatan Praktik Industri
Rencana praktik industri adalah rencana mahasiswa untuk melakukan rencana
kegiatan yang akan dilakukan selama melakukan praktik industri, sebagai
berikut:
Tabel 1. Rancangan Kegiatan Praktek Industri
Jadwal Rencana Kegiatan
N Kompetensi yang
ingin dicapai Minggu ke
o
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Observasi cara kerja
1. mesin kompresor di unit 11
2 Perbaikan screw pada
2. kompresor di unit 11
3 Penggantian bearing pada
3. kompresor di unit 5
4 Observasi cara kerja
. chiller dan AHU (Air Handling
Unit) beserta Check listnya
yang dilakuakan di unit 9
5 Observasi cara kerja boiler
. berbahan bakar solar di unit 6
6 Service pada boiler
berbahan solar dan hydrotest
oleh petugas disnaker di unit 6
7 Observasi cara kerja boiler
. weiss( berbahan bakar sampah)
di unit 9

13
8 Service boiler berbahan
. bakar solar di unit 9
Keterangan :
: kegiatan yang rencana dilakukan dalam satu minggu

3.3.1 Hasil yang Diharapkan


Tabel 2. Kompetensi yang ingin dicapai, Rencana Kegiatan, dan
Perkiraan Waktu untuk Dicapai
N Kompeten Uraian Rencana Kegiatan Perkiraan
O si yang Ingin Waktu Pencapaian
Dicapai Kopetensi
1 Observasi Penjelasan Selama 5
. cara kerja bagaimana bagian dan hari
mesin yang akan dikerjakan
kompresor di pada saat di lapangan.
unit 11 Pengenalan
terhadap cara kerja
kompresor.
Mengetahui
berbagai type dan model
kompresor.
Mengetahui cara
perawatan kompresor.
2 Perbaikan Perbaikan pada Selama 5
. screw screw kompresor hari
kompresor di Penggantian

unit 11 glasswool pada filter


udara
Mengganti oil
separator pada
kompresor

14
3 Pengganti Penggantian Selama 5
. an bearing bearing pada screw hari
pada Penggunaan alat

kompresor di bantu heater untuk


unit 5 pemasangan bearing.
Service mingguan

4 Observasi Pengenalan Selama 5


. cara kerja bagaimana cara kerja hari
chiller dan Chiller
AHU (Air Pengenalan cara

Handling Unit) kerja AHU (Air Handing


pada unit 9. Unit)
Pengecekan harian
Check list yang
dan juga mingguan pada
dilakuakan di
Chiller, AHU (Air Heading
unit 9
Unit)
5 Observasi Pengenalan Selama 5
. cara kerja bagaimana cara kerja dan hari
boiler perawatan mesin boiler
berbahan berbahan bakar solar.
bakar solar di Pengenalan alat-

unit 6 alat yang di gunakan pada


saat pembersihan boiler
berbahan bakar solar.
6 Service Pembersihan kerak Selama 5
. pada boiler dalam steam drum yang hari
berbahan meliputi lorong api dan
bakar solar dan pipa api
pengecekan Pengecekan oleh

pada disnaker pihak DISNAKER Kab.


di unit 6 KEDIRI

15
7 Observasi Pengenalan Selama 5
. cara kerja bagaimana cara kerja hari
boiler weiss di boiler yang menggunakan
unit 9 bahan bakar sampah.
Pengenalan bagian-
bagian dan juga fungsi
setiap bagian di boiler
weiss.
8 Perawatan Cleaning pada Selama 5
. boiler weiss dan bagian furnace yang di hari
service di unit 9 lakukan pada saat
pembersihan mingguan.
Pengontrolan cara
kerja boiler weiss yang di
lakukan dengan komputer
pada control room.
3.3.2 Rencana Kegiatan
Tabel 3. Rencana Kegiatan
N DEPARTEMEN MINGGU KE
O YANG DITUJU 1 2 3 4 5 6 7 8
1 PT. GUDANG
. GARAM. Tbk. Unit 1
2 PT. GUDANG
. GARAM. Tbk. Unit 11
3 PT. GUDANG
. GARAM. Tbk. Unit 9
4 PT. GUDANG
. GARAM. Tbk. Unit 5
5 PT. GUDANG
. GARAM. Tbk. Unit 9

16
6 PT. GUDANG
. GARAM. Tbk. Unit 6
7 PT. GUDANG
. GARAM. Tbk. Unit 6
8 PT. GUDANG
. GARAM. Tbk. Unit 9
9 PT. GUDANG
. GARAM. Tbk. Unit 9
Keterangan :
: lokasi kegiatan yang dilakukan dalam setiap minggu

3.3.3 Diskripsi Kegiatan Praktik Industri


Tabel 4. Diskripsi Kegiatan Praktek Industri
n Ha Rencana Realisasi Kopete Para
o ri/tgl Kegiatan Kegiatan nsi yang f
Yang Dicapai Pembimbi
dilakukan ng dari
Industri
1 Sen Ijin
. in/2 Mei melak
16 sanakan UAS
2 Sel Mempel mempel kita
. asa/ 3 ajari ajari laporan dapat
Mei 16 bagaimana cara kerja mempelajari
cara kerja dari setiap bagian-
mesin mesin yang bagian dari
boiler,chiler,A ada di komponen
HU, dan maintenance setiap mesin.
Kompresor facility

17
3 Ra Orientas Melakuk Menget
. bu/4 i kompresor an ahui cara
Mei 16 bertempat di pengamatan kerja dari
unit 11 lokasi dan rangkaian
mesin mesin
kompresor kompresor
unit 11 dan
komponen
penunjang
kompresor.
4 Ka Libur
. mis/05
Mei 16
5 Ju libur
. mat/6
Mei 16
6 Sen Bersama Melakuk Menget
. in/9 Mei melepasan an ahui cara
16 bearing pada pembongkara melepas
scwer n pada bagian bearing
bertempat di screw kompresor .
unit 11 kompresor.
7 Sel Bersama Melakuk Melaku
. asa/10 teknisi an kan
Mei 16 melepas pembongkara pelepasan
bering yang n pada bagian bearing
satu di screw menggunaka
bertempat kompresor. n trackker.
unit 11

18
8 Ra Ijin
. bu/11 melaksanaka
Mei 16 n UAS

9 Ka Bersama Melakuk Mengg


. mis/12 teknisi dan an anti spare
Mei 16 oprator penggantian part filter
mengganti spare part. udara yang
filter udara di sobek.
unit 9
1 Ju Bersama Melakuk Ikut
0. mat/13 teknisi an check list melakukan
Mei 16 melakukan mesin pengecekan
check list kompresor tekanan
bertempat di unit 3 pada
unit 3 kompresor.
1 Sen bersama Melakuk Menget
1. in/16 teknisi an ahui
Mei 16 melakukan pemasanagan kerusakan
pemasangan bearing baru. pada
bearing di bearing
unit 11 yang harus
diganti.
1 Sel Bersama Melakuk Menget
2. asa/17 teknisi dalam an ahui cara
Mei 16 pemasangan pemasangan pemasangan
bagian bagian bearing bearing
kompresor dengan hitter dengan cara
bertempat di pemanas. dipanasan
unit 11 hitter.
1 Ra Bersama Melakuk Ikut
3. bu/18 teknisi dan an check list. melakukan

19
Mei 16 operator check list
check list dan juga
bertempat di tekanan
unit 5 pada mesin
kompresor.

1 Ka Bersama Melakuk Menget


4. mis/19 teknisi an ahui
Mei 16 mengganti penggantian kerusakan
sparepart spare part pada spare
bertempat di part yang
unit 5 perlu
diganti.
1 Ju Bersama Melakuk Menget
5. mat/20 teknisi check an checklist ahui jika
Mei 16 list bertempat pada ada
di unit 5 kompresor kelebihan
yang suhu ,
kelebihan terdapat
suhu. kerusakan
pada
kompresor
1 Sen Bersama Melakuk Menget
6. in/23 teknisi an ahui cara
Mei 16 mengenalan pengamatan kerja dari
langsung lokasi dan rangkaian
AHU cara kerja chiller
bertempat di dari mesin sampai
unit 9 AHU. proses ke
AHU.
1 Sel Bersama Melakuk Menget
7. asa/24 teknisi an ahui bagian
Mei 16 melakuakn penggantian mesin AHU

20
check list filter udara dan
bertempat di pada AHU. komponenny
unit 9 a.

1 Ra Dengan Melakuk Menget


8. bu/25 teknisi senior an ahui cara
Mei 16 melakukan pengenalan kerja dari
pengecekan terhadap boiler unit 6
dan mesin boiler yang
perkenalan berbahan menggunaka
boiler solar bakar solar n bahan
unit 6 di unit 6 bakar solar.
1 Ka melakuk Melakuk Menget
9. mis/26 an an ahui cara
Mei 16 pembersihan pembersihan membersih
boiler solar dan juga kan boiler
bertempat di service pada unit 6 .
unit 6 boiler solar
unit 6.
2 Ju melakuk Melakuk Menget
0. mat/27 an an ahui alat
Mei 16 pembersihan pembersihan penunjang
boiler solar menyeluruh dalam
bertempat di di bagian luar melakukan
unit 6 maupun service
dalam. boiler.
2 Sen Bersama Melakuk Menget
1. in/30 operator dan an ahui cara
Mei 16 DEPNAKER pengecekan pengecekan
melakukan dari yang

21
Pengujian DISNAKER dilakukan
tekanan pada kab. Kediri oleh perugas
boilet solar dari
unit 6 DISNAKER.

2 Sel Dengan Melakuk menget


2. asa/31 teknisi senior an ahui
Mei 16 Pemasangan pemasangan sebelum
gasket gasket untuk boiler di
bertempat di melakukan aktifkan
unit 6 mengaktifan menhole dan
boiler. handhole
harus di
ganti gasket
yang baru.
2 Ra Dengan Melakuk Menget
3. bu/1 operator an ahui kadar
Juni 16 melakuakan pengecekan PH air harus
pengecekan kadar PH rendah
PH softener yang ada di supaya tidak
air bertempat softener mengakibat
di unit 6 kan korosi
pada
dinding dan
pipa boiler
2 Ka Dengan Melakuk Menget
5. mis/2 operator an ahui bagian
Juni 16 melakukan pengecekan yang dapat
Pengecekan PH air dari mengeluar
PH air dari kondensat kan sampel
kondensate air yang

22
unit 6 dapat di
teliti.

2 Ju Ijin
6. mat/3 untuk
Juni 16 meminta
surat
keterangan
dan
konsultasi
pada dosen.
2 Sen Konsulta Melakuk Menyera
7. in/6 Juni si dengan an konsultasi hkan surat ke
16 Pembimbing mengenai bagian humas
Maintenance praktek PT. GUDANG
Facility unit 3 industri GARAM Tbk.
2 Sel pengenal Melakuk Mengeta
8. asa/7 an boiler an observasi hui cara kerja
Juni 16 weiss dari cara kerja dari boiler
teknisi senior dari boiler weiss
di unit 9 weiss berbahan
berbahan bakar sampah
bakar sampah di unit 9
di unit 9
2 Ra melakuk Melakuk Mengeta
9. bu/8 an tanya an tanya hui bagian-
Juni 16 jawab cara jawab seputar bagian
kerja boiler boiler weiss penting yang
weiss di unit 9 unit 9 berperan

23
dengan penting dalam
operator proses
boiler weiss pembentukan
uap.

3 Ka Melakuk Mengam Menget


0. mis/9 an tanya ati proses ahui sistem
Juni 16 jawab dengan pembuangan penyaring di
operator yang terjadi boiler untuk
tentang di cimney. meminimali-
proses sir polusi
pembuang gas yang
buang di dilepaskan
cimney unit 9 gas buang.
3 Ju Melakuk Melakuk Menget
1. mat/10 an obserfasi an ahui cara
Juni 16 cara kerja pengamatan kerja dari
sistem cara kerja sistem
hidrolis dari sistem hidrolis
pendorong hidrolis pendorong
bahan bakar pendorong bahan bakar
sampah bahan bakar. dari hopper
menuju dapur menuju
furnance unit dapur
9 furnace
3 Sen Pengam Melakuk Menget
2. in/13 bilan sampel an ahui setiap
Juni 16 air boiler pengambilan boiler yang
bersama sampel perlu di
petugas WIS dengan check

24
petugas WIS. sampel
airnya.
3 Sel Check Melakuk Melaku
3. asa/14 list dengan an check list kan check
Juni 16 operator unit boiler unit 9 list boiler
9 weiss unit 9

3 Ra Pengam Melakuk Menget


4. bu/15 bilan sempel an ahui setiap
Juni 16 air boiler pengambilan boiler yang
bersama sampel perlu di
petugas WIS dengan check
petugas WIS. sampel
airnya.
3 Ka Melakua Melakuk Menget
5. mis/16 kan cleaning an proses ahui proses
Juni 16 dan servis cleaning pada cleaning
dengan boiler yang pada boiler
petugas wis di akan yang akan
unit 9 dilakukan dilakukan
pengecekan pengecekan
dari dari
DISNAKER DISNAKER
3 Ju Melakuk Melakuk Menget
6. mat/17 an tanya an tanya ahui cara
Juni 16 jawab dengan jawab dengan kerja dan
operator petugas fungsi dari
tentang cara operator moistening.
kerja boiler
moistening. mengenai
moistening.
3 Sen Pengam Melakuk Menget

25
7. in/20 bilan sempel an ahui setiap
Juni 16 air boiler pengambilan boiler yang
bersama sampel perlu di
petugas WIS dengan check
petugas WIS. sampel
airnya.

3 Sel Pengece Melakuk Menget


8. asa/21 kan an ahui kinerja
Juni 16 DISNAKER pengamatan dan tujuan
boiler solar dari dari
bertempat di pengencekan diadakannya
unit 9 yang pengecekan
dilakukan dari
oleh petugas . disnaker.
3 Ra Pembuat
9. bu/22 an laporan
Juni 16 praktik
industri
4 Ka Pembuat
0. mis/23 an laporan
Juni 16 praktik
industri
4 Ju Pembuat
1. mat 24 an laporan
Juni 16 praktik
industri
4 Sen Pembuat
2. in/27 an laporan
Juni 16 praktik
industri
4 Sel Pembuat

26
3. asa/28 an laporan
Juni 16 praktik
industri
4 Ra Pembuat
3. bu/29 an laporan
Juni 16 praktik
industri

4 Ka Pembuat
4. mis/30 an laporan
Juni 16 praktik
industri

27
BAB IV
PEMBAHASAN

7.1 Pendahuluan
PT. Gudang Garam Tbk, adalah salah satu industri produsen rokok terbesar
di indonesia yang memiliki banyak mesin-mesinsebagai penunjang produksinya.
Mulai dari mempersiapkan bahan baku, pengolahan, sampai menghasilkan produk
yang telah di kemas dan siap untuk di distribusikan kepada konsumen di seluruh
indonesia bahkan hingga di ekspor hingga manca negara.
Dalam laporan praktik industri ini penulis ingin mengulas salah satu mesin
yang termasuk mesin konversi energi yang keberadaan nya sangat vital dalam
industri ini. Boiler adalah salah satu mesin yang terdapat dalam industri ini,
jenisnya yang digunankan disini juga beraneka ragam dan beraneka merk
produsen. Selama melaksanakan praktik industri penulis menjumpai berbagai
jenis Boiler, seperti fire tube, water tube, boiler menggunakan bahan bakar gas
dan juga solar, hingga boiler yang bahan bakarnya memanfaatkan limbah/sampah
dari hasil pengolahan tembakau.
Boiler atau ketel uap adalah suatu perangkat mesin yang berfungsi untuk
mengubah air menjadi uap. Proses perubahan air menjadi uap terjadi dengan cara
memanaskan air yang berada di dalam pipa-pipa dengan memanfaatkan panas dari
hasil pembakaran bahan bakar. Pembakaran dilakukan secara kontinyu didalam
ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar dan udara dari luar.
Dalam laporan ini penulis akan membahas jenis boiler yang ber-merk
THERMOMATIC WARMETECHNIK 60743 dan boiler yang ber-merk WEISS
12637

28
4.2 Komponen Utama dan Komponen Pendukung pada Boilet Thermomatic
Warmetechnik 60743

Gambar Rangkaian Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Thermometic Warmetechnik adalah boiler yang menggunakan bahan bakar solar
dengan kapasitas 1600 kg/H, dengan kapasitas tekanan 10 bar. Boiler merupakan
alat yang digunakan untuk menghasilkan uap air atau steam untuk berbagai
keperluan di produksi.
a. Keuntungan boiler solar
1. Sisa pembakaran tidak banyak dan lebih mudah di bersihkan
2. Bahan baku mudah didapatkan
b. Kerugian boiler solar
1. Harga bahan bakar mahal
2. Mahal kontruksinya

4.2.1. Safety valve

29
Gambar 4.2.1. Safety valve Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743
Safety valve berfungsi sebagai otomatis katup untuk pengaman boiler apa bila
pada steam drum terjadi tekanan yang berlebihan.Safety valve dapat di-setting
sesuai sehingga jika terjadi tekanan yang berlebih maka safety valve akan terbuka
untuk melepaskan tekanan berlebihan tersebut.
4.2.2. Steam Header (pipa distributor)

Gambar 4.2.2. Header Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Steam Header berfungsi sebagai pipa distributor yang berisi uap/steam yang
keluar dari boiler dan uap/steam yang disalurkan ke pengguna untuk keperluan
produksi. Pipa pipa pada header dilapisi glasswool (peredam panas) untuk
mecegah penguapan dari panas uap air sehingga suhu dalam kondisi tetap
4.2.3. Softener

30
Gambar 4.2.3. Softener Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743
Air-pelunakan (water softening) adalah suatu proses yang berfungsi sebagai
penurunan konsentrasi ion kalsium, magnesium dan ion lainnya di dalam air keras
(hardness). Adanya kandungan ion Ca dan Mg yang cukup besar dapat
menyebabkan berbagai efek yang tidak diinginkan kerak pada pipa boiler yaitu
sehingga mempengaruhi proses perpindahan panas .
4.2.4. Deaerator

Gambar 4.2.4. Deaerator Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Deaerator adalah perangkat yang banyak digunakan untuk
menghilangkan kandungan oksigen dan gas-gas terlarut lainnya dari air
umpan boiler. Secara khusus, oksigen terlarut di feedwaters boiler akan
menyebabkan kerusakan korosi di pipa boiler demikian juga kandungan
gas karbon dioksida terlarut yang bereaksi dengan air untuk membentuk
asma karbonat yang menyebabkan korosi lebih lanjut.
4.2.5. Feed water

31
Gambar 4.2.5. Feed water Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743
a. Feed water digunakan untuk mengisi air pada steam drum, yang air
diambil dari deaerator. Pada deaerator air sudah di panaskan
menggunakan steam/uap dari boiler. Pemanasan tersebut bertujuan
untuk menghilangkan kandungan oksigen dan gas-gas terlarut dalam
air dan juga sebagai pemanas awal sebelum air masuk ke boiler
sehingga dapat mengurangi bahan bakar akan meningkatkan efisiensi
dari boiler selain itu agar tidak terjadi perbedaan temperatur yang
besar di dalam boiler yang dapat mengakibatkan keretakan dinding
boiler.
b. Di injeksikan chemical agar air memenuhi standar sebagai air pengisi
ketel, ini dimaksudkan agar sebisa mungkin air yang digunakan dalam
proses tidak merusak pipa-pipa dan komponen lainnya yang
berinteraksi langsung dengan air.
4.2.6. Gelas penduga

Gambar 4.2.6. Gelas penduga Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743

32
Gelas penduga berfungsi Untuk mengukur volume air di dalam steam drum
dan juga sebagai batas ketinggian air dalam steam drum. Ketinggian air dapat
dilihat dengan batas warna pada gelas penduga yang mempunyai tiga warna
seperti: warna biru menandakan batas maksimal pada boiler, warna kuning
sebagai batas normal, dan warna merah sebagai batas minimum pada boiler.

4.2.7. Injeksi bahan kimia

Gambar 4.2.7. Larutan kimia Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


a. Sebelum air umpan masuk ke boiler dilakuakan air umpan yang
berfungsi untuk mengurangi standar sebagai air pengisi ketel. Hal ini
dimaksudkanagar air yang digunakan tidak merusak pipi-pipa dan
komponen lainnya. Contohnya seperti timbulnya kerak , korosi dan
fenomena dari air lainya yang dapat merusak boiker

33
4.2.8. Water level control

Gambar 4.2.8. Water level control Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Berfungsi untuk secara automatis mengatur jumlah volume air yang ada pada
steam drum.

4.2.9. Condensate water

Gambar 4.2.9. Condensate water Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Condensate water berfungsi untuk pengambilan air sempel pada kondensate
yang diambis setiap satu minggu sekali.
4.2.10. Steam drum

34
Gambar 4.2.10. Steam drum Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743
Steam drum berfungsi sebagai tempat penampungan air panas dan proses
pembuatan uap air yang sudah di panaskan dengan pipa api didalam steam
drum tersebut.
4.2.11. Manometer ( pengukur tekanan)

Gambar 4.2.11. Manometer Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Manometer adalah alat untuk pengukur tekanan uap di dalam ketel.

4.2.12. Steam trap

Gambar 4.2.12. Steam Trap Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743

35
Steam trap (perangkap uap air) sesuai dengan namanya alat ini berfungsi
sebagai perangkap uap air untuk untuk memisahkan antara uap air dan air (uap
yang terkondensasi menjadi air.
4.2.13. Burner

Gambar 4.2.13. Burner Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Burner berfungsi sebagai alat pemanas pada boiler.
Cara kerja burner:
1. Alat untuk menyemprotkan bahan bakar cair kedalam lorong api.
2. P[da ujung burner ada pemantik pada ujung burner yang berfungsi sebagai
pemantik untuk menyalakan api
3. Selain itu juga terdapat forced draft fan sebagai pengatur tinggi rendahnya
semburan api pada lorong api.

4.2.14. Chimney gas buang

Gambar 4.2.14. Chimney Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Chimney (cerobong asap) yang berfungsi sebagai cerobong asab untuk membuang
atau melepas sisa gas hasil pembakaran ke lingkungan.
4.2.15. Fire tube (pipa api)

36
Gambar 4.2.15. Fire tube Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743
Fire tube (pipa api) berguna sebagai penerus api pada burner yang berfungsi
sebagai pemanasan air yang ada di rongga steam drum.
4.2.16. Tangki solar

Gambar 4.2.16. Tangki solar Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Tangki solar berkapasitas 1000 liter, untuk menampung bahan bakar yang akan di
gunakan oleh burner ketika proses pemanasan pada lorong api boiler.

4.2.17. Flowmeter solar

Gambar 4.2.17. Flowmeter solar Boiler Thermomatic Warmetechnik 60743


Flometer solar di gunakan untuk mengukur besaran penggunaan solar yang akan
dikeluarkan oleh burner.

4.3 . Komponen Utama dan Komponen Pendukung pada Boilet Weiss 12637

37
Gambar. Rangkean Boiler Weiss 12637
Secara umum cara kerja boiler weiss yaitu mengubah air umpan
menjadi uap (gas) untuk keperluan pembentukan tenaga pada keperluan
produksi dengan bahan bakar limbah/sampah dari sisa-sisa pengolah
tembakau. Berikurt adalah proses pada boiler, langkah pertama adalah air
dalam tangki feed water diberlakukan proses pemanasan awal dengan tujuan
membuang kandungan oksigen didalam air, agar dalam proses pemanasan
selanjutnya tidak terdapat sisa oksigen, karena oksigen ini akan
menyebabkan korosi.
Selanjutnya air yang disebut feed water ini mengalami proses
penyesuaian pH, yaitu dengan penambahan NaOH (basa) untuk perlindungan
selama pemanasan di boiler agar pipa tidak mengalami karat yang dapat
mengganggu proses pemanasan. Sesudah diproses feed water akan dipompa
masuk ke dalam ketel uap untuk mengalami proses pemanasan dengan bahan
bakar.
Penting dan perlu diperhatikan dalam pengoperasian suatu boiler
adalah level air, karena ketinggian level air yang tidak sesuai dapat
membahayakan. Jika level air pada boiler kurang dari takaran yang
disarankan, boiler akan retak dan pecah karena kurannya air yang dipanaskan
dan suhu boiler yang terlalu panas. Begitu pula sebaliknya, jika level air
berlebihan dan tidak sesuai dari yang dianjurkan maka pada boiler akan
timbul tekanan berlebih dan dapat berakibat boiler meledak. Bahan bakar

38
yang digunakan pada boiler ini antara lain adalah tikar, bambu, karung bekas
cengkeh, pelepah pisang dan limbah dari pengolahan tembakau.
Sebelum memulai mengoperasikan suatu boiler perlu diperhatikan 5
syarat operasional boiler, yaitu :
1. Pengendalian air
2. Pengendalian kelistrikan
3. instrumen
4. penggunaan steam
5. bahan bakar
Syarat-syarat ini sangat penting untuk dipastikan, agar boiler dapat
beroperasi dan juga aman dalam pengoprasiannya tanpa masalah.

4.3.1.Hopper

Gambar 4.3.1.Hopper Boiler Weiss 12637


Berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar dan juga sebagai
penampung sementara sebelum bahan bakar masuk ke dalam furnace.
4.3.2.Pusher

Gambar 4.3.2. Pusher di dalam hopper Boiler Weiss 12637

39
Berfungsi sebagai pintu masuk bahan bakar ke dalam furnace
mekanismenya dengan mendorong bahan bakar yang berada dalam
hopper ke dalam furnace sesuai dengan pengaturan yang telah
dilakukan.Pusher ini digerakkan oleh sistem hidrolik.
4.3.3.Deaerator Tank

Gambar 4.3.3. Daerator Boiler Weiss 12637


daerator merupakan alat yang berfungsi untuk menghilangkan
kandungan oksigen atau gas-gas terlarut lainnya pada air umpan boiler,
karena gas ini akan mengoksidasi material sistem peralatan boiler
sehingga terjadi pengkaratan (korosi). Selainitu daerator berfungsi
sebagai Feed water tank berfungsi sebagai penampung air yang berasal
dari sumur, yang selanjutnya disiapkan untukk air umpan ketel.

4.3.4.Furnace

Gambar 4.3.4. Furnace Boiler Weiss 12637

40
Suatu ruangan furnace yang berfungsi sebagai penerima bahan
bakar untuk pembakaran dan sekelilingnya adalah pipa-pipa air ketel
yang menempel pada dinding tembok furnace yang mendapat atau
menerima panas dari bahan bakar.
4.3.5.Upper Steam Drum

Gambar 4.3.5. Upper Steam drum Boiler Weiss 12637


Upper Steam drum berfungsi sebagai tempat pembentukan uap
yang dilengkapi dengan sekat-sekat penahan untuk memperkecil
kemungkinan air terbawa uap. Steam drum terletak di bagian atas,
adalah suatu tabung atau bejana yang berisi air sebagai uap.

4.3.6. Lower Steam Drum

Gambar 4.3.6. Lower Steam Drum Boiler Weiss 12637

41
Berfungsi sebagai tempat pemanasan awal air ketel lower steam
drum terletak di bagian bawah yang berisi air sebagai penghubung pipa-
pipa ketel dari upper steam drum.disamping itu juga berfungsi sebagai
tempat pengendapan kotoran-kotoran air dalam ketel yang selanjutnya
dapat dibuang melalui Blow Dwon.
4.3.7.Economizer

Gambar 4.3.7. Economizer Boiler Weiss 12637


untuk boiler dengan pressure yang tinggi, diperlukan pemanasan
awal dengan memanfaatkan panas gas buang flue gas dari boiler atau
disebut economizer. Economizer berfungsi untuk efisiensi panas dan
bahan bakar, dengan menaikkan suhu boiler feed water sebelum masuk
steam drum, sehingga panasyang dibutuhkan air untuk berubah lebih
sedikit. Flue gas panas akan dilewatkan melalui pipa pipa yang berisi
boiler feed water, hingga panas file gas akan ditransfer melalui pipa ke
air boiler.
4.3.8.Cyclone

42
Gambar 4.3.8 . Cylone Boiler Weiss 12637
Cylone adalah separator untuk debu uyang menggunakan prinsip
gaya sentrifugal dan tekanan rendah karena adanya perputaran untuk
memisahkan materi berdasarkan perbedaan massa jenis dan ukuran.
4.3.9. ESP (Electrostatic Precipitator)

Gambar 4.3.9. ESP Boiler Weiss 12637


Suatu perangkat listrik yang berfungsi sebagai alat pengendap atau
pemisah debu dari udara dengan menggunakan listrik statis, sebelum
udara hasil pembakaran dilepas ke lingkungan melalui chimney. Limbah
debu yang telah disaring dengan ESP bisa diturunkan hingga 95-99,9%
4.3.10.Primary Air System

43
Gambar 4.3.10. Primary Air System Boiler Weiss 12637
Berfungsi sebagai pensuplai utama udara pembakaran ke furnace.
Primary air yang masuk ke dalam furnace dengan Primary Air Fan
bertekanan tinggi, yang terletak di lantai dasar.
4.3.11.Secondary Air fen Sistem

Gambar 4.3.11. Secondary Air Sistem Boiler Weiss 12637


Secondary Air fan adalah alat yang mendukung primary air fan
untuk menyuplai udara pembakaran. Secondary air fan adalah 50% dari
jumlah total udara yang diumpankan, dan secara terpisah masuk ke
dalam furnace melalui damper secondary air fun, yang disusun untuk
mengontrol pembakaran dan suhu furnace. Secondary air fun digunakan
apabila udara yang dihasilkan PAF tidak cukup dalam pembakaran
dengan arti bahwa beban pembakaran bertambah. Udara di alirkan ke
furnace bagian atas.

44
4.3.12.Chimney

Gambar 4.3.12. Chimney Air Sistem Boiler Weiss 12637


Berfungsi melepas gas sisa hasil pembakaran ke lingkungan
4.3.13.Safety Valve

Gambar 4.3.13. Safety Valve Boiler Weiss 12637


Katup yang berfungsi sebagai pengaman boiler apabila terjadi
tekanan berlebih.
4.3.14. Gelas Penduga (Sight Glass)

Gambar 4.3.14. Gelas Penduga Boiler Weiss 12637

45
Gelas penduga dipasang pada drum atas, ini berfungsi untuk
mengetahui ketinggian permukaan air di dalam drum. Gelas penduga ini
secara berkala harus dilakukan pencucian untuk mengindari terjadinya
penyumbatan sehingga level air tidak bisa dibaca.
4.3.15. Silo

Gambar 4.3.15. Silo Boiler Weiss 12637


Tempat penampungan bahan bakar yang akan disalurkan ke
hopper melalui konveyor dan kemudian dibakar di furnace.
4.3.16. Softener

Gambar 4.3.16. Softener Boiler Weiss 12637


Air yang digunakan dalam boiler weiss ini menggunakan air yang
bersumber dari air tanah yang diambil melalui sumur bor. Air umpun
boiler harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan agar tidak
menimbulkan masalah-masalah pada pengoperasian boiler. Air
tersebut harus bebas dari mineral-mineral yang tidak diinginkan serta

46
pengoto-pengotor lainnya dapat menurunkan efisiensi kerja dari
boiler.
Air umpan melalui proses pretreatment di softner atau air condensate
dipompakan ke economizer.
softener
4.3.17. Pompa yang mengalirkan air umpan untuk hoder

Gambar 4.3.17. Pompa yang mengalirkan air umpan untuk hoder


Boiler Weiss 12637
Air umpan adalah air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi
steam.Sedangkan sistem air umpan adalah sistem penyediaan air secara
otomatis untuk boiler sesuai dengan kebutuhan steam. Ada dua sumber Air
umpan, yaitu:
Kondensat : steam yang telah berubah fasa menjadi air
(mengembun)
Air make up : air baku yang sudah diolah
Untuk meningkatkan efisiensi boiler, air umpan sebelum di suplai ke
boiler selain dilakukan pemanasan awal di deaerator, air tersebut juga
dipanaskan terlebilh dahulu di economizer menggunakan limbah panas dari
chimney.
Dari tangki air umpan (feed Water), air umpan dipompa melalui pompa
air urnpan ke dalam ketel. Sebelum air masuk kedalam drum terlebih dahulu
air tersebut dikurangi oksigen terlarutnya melalui deaerator tank.

47
4.3.18. Chemical yang diinjeksikan kedalam air yang bersirkulasi
dalam boiler

Gambar 4.3.18. Chemical yang diinjeksikan kedalam air yang


bersirkulasi dalam Boiler Weiss 12637
Di economizer terjadi pemanasan awal yang memanfaatkan panas buang
di chimney. Pernanasan awal dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi
dari boiler. Sehingga air yang akan dipanaskan oleh furnace adalah air
ang sudah hangat, ini memungkinkan energi yang diperlukan untuk
merubah air menjadi uap dapat dikurangi yang dampaknya akan
meningkatkan efisiensi dari boiler dan juga agar tidak terjadi perbedaan
temperatur yang besar di dalam boiler yang dapat mengakibatkan
keretakan dinding boiler.
Selanjutnya air umpan masuk ke dalam ketel tapi sebelumnya diberikan
chemical sesuai dosis yang ditentukan. Di injeksikan chemical agar air
memenuhi standar untuk air pengisi ketel, ini dimaksudkan agar sebisa
mungkin air yang digunakan dalam proses tidak merusak pipa-pipa dan
komponen lainnya yang berinteraksi langsung dengan air. Contohnya
seperti timbulnya kerak, korosi, dan fenomena dari air lainnya yang dapat
merusak boiler.
Ketika keadaan air umpan di drum sudah panas, memungkinkan air
umpan tidak melalui economizer melainkan langsung menuju drum.
Setelah itu air umpan yang mengalami pemanasan didalam ketel uap
berubah fasa menjadi steam/uap, ini belum bisa didistribusikan karena

48
sifat dari uap yang terjadi masih bersifat basah atau masih kaya akan
kandungan air. Dalam boiler ini tidak memiliki dryer khusus untuk
mengeringkan uapnya, namun konstruksi dari pipa distribusinya telah
meminimalisir air yang terbawa uap.
Uap yang digunakan dalam proses pemanfaatan dan pada saat sirkulasi
tidak terjadi kontak langsung dengan bahan yang diproses, sehingga
tidak terjadi kontaminasi dan uap dapat disirkulasikan untuk digunakan
sebagai air umpan kembali yang disebut sebagal air kondensat.
Setelah steam berubah fasa kembali menjadi air (air kondensat) maka
dapat dipompa kedalam ketel kembali. Air make up hanya digunakan
untuk menggantikan hilangnya air akibat proses blowdown.
4.3.19. Steam Flowmeter

Gambar 4.3.19. Steam Flowmeter Boiler Weiss 12637


Steam Flometer digunakan untuk mengukur aliran uap air yang mengalir
dari steam drum.
4.3.20. Tangki kompresor

Gambar 4.3.20. Tangki Kompresor Boiler Weiss 12637

49
Tanki kompresor berfungsi utuk menjalankan penometik automatis pada
sistem pendorong di dalam furnace.

Sistem Bahan Bakar


Pada boiler Weiss ini menggunakan bahan bakar sampah/limbah dari
proses pengolahan tembakau yang ditampung pada silo sebelum disalurkan
dengan konveyor menuju ke boiler dan dibakar dalam furnace. Perlu
diperhatikan bahwa penempatan ruangan untuk silo dan juga boiler alangkah
baiknya dipisah atau diberi penyekat, ini dilakukan agar ruangan boiler tidak
terlalu berdebu (tetap bersih). Namun apabila peyekatan maupun penempatan
pada ruangan yang berbeda tidak memungkinkan maka pertu ditambahkan
exhausefan. Selain menggunakan sampah/limbah dari proses pengolahan
tembakau boiler ini juga dapat menggunakan bahan bakar tikar, bambu,
karung bekas cengkeh, dan juga pelepah pisang,
4.3.21. Conveyor menuju hopper

Gambar 4.3.21. Conveyor menuju hopper bo Boiler Weiss 12637


Sampah yang ditampung pada silo disalurkan dengan menggunakan
konveyor menuju ke hopper.
Pada saat sampah disalurkan menggunakan konveyor menuju hopper juga
melalui proses penggilingan agar sampah yang masuk ke hopper sudah
dalam kondisi tercacah (menjadi bagian kecil-kecil) sehingga lebih
mudah terbakar.

50
4.3.22. Sensor pada hopper

Gambar 4.3.22. Sensor pada hopper Boiler Weiss 12637


Setelah sampai pada hopper sampah ditampung lagi dalam jumlah yang
sedikit dan dengan interval waktu yang lebih singkat
Di dalam hopper terdapat sensor-sensor yang memberi sinyal kapan pintu
hopper dibuka dan konveyor bekerja untuk mengirimkan bahan bakar.
4.3.23. Sistem hidrolik sebagai penggerak pusher yang medorong
bahan bakar ke furnace

Gambar 4.3.23. Sistem hidrolik sebagai penggerak pusher yang


medorong bahan bakar ke furnace Boiler Weiss 12637
Setelah itu sampah didorong masuk kedalam furnace dengan
menggrunakan pusher yang menggunakan sistem hidrolik

51
4.3.24. Moshtening pada hopper

Gambar 4.3.24. Moshtening pada hopper Boiler Weiss 12637


Di dalam dinding hopper diatas pusher terdapat moistening yang
menyemprotkan air setiap beberapa saat dan juga sebagai pengaman agar
bahan bakar yang terbakar tidak menjalar ke dalam hopper.
4.3.25. dust dosing screw

Gambar 4.3.25. Abu dibuang melalui dust dosing screw Boiler


Weiss 12637
Sampah yang masuk terbakar dalam furnace

52
Karena pada boiler ini tidak menggunakan burner maka penyalaan api
pertama dapat dilakukan dengan cara manual. Seperti membakar kertas
dan memasukannya ke dalam furnace.
Suhu kerja dalam boiler sekitar 600-700c, walaupun sebenarnya boiler
ini merniliki kemampuan suhu maksimurn sekitar 1200c
Kerja konveyor dan juga pusher adalah secara otomatis yang telah diatur
dengan sensor dan komputer. Jadi ketika bahan bakar telah cukup maka
keduanya akan berhenti dan apabila kurang dua komponen tersebut akan
beroperasi menyesuaikan kebutuhan bahan bakar.
Bahan bakar yang telah menjadi abu disalurkan ke furnace bagian bawah
dan kemudian abunya dibuang menggunakan dust dosing screw dan
ditampung untuk dibuang.
4.3.26. Output dari primary air fan di dalam furnace

Gambar 4.3.26. Output dari primary air fan di dalam furnace


Boiler Weiss 12637
Bila mengacu pada 3 unsur terjadinya api maka selain bahan bakar,
panas, maka juga perlu adanya oksigen (udara) dalam suatu proses
pembakaran.
Dalam proses pembakaran udara yang masuk kedalam furnace disuplai
dari primary air system dan secondary air system, yang melalui kedua
sistem tersebut udara dihembuskan masuk menggunakan penggerak
motor yang pada boiler Weiss ini digerakkan dengan sumber energi
listrik.
Fungsi dari primary air system dan secondary air systemsama yaitu untuk
menyuplai udara untuk proses pembakaran namun secara konstruksi

53
berbeda. Primary air system terhubung dengan furnace bagian bawah
sedangkan secondary air system terhubung dengan furnace bagian atas.

4.3.27. Induced Draft Fan

Gambar 4.3.27. Induced Draft Fan Boiler Weiss 12637


Secoritiary air system bekerja membantu primary air sistem. Secoritiary
bekerja bila primary tidak mampu rnemenuhi kebutuhan udara
pembakaran yang dapat diketahui dari pembakaran yang tidak sempurna
dan turunnya kadar oksigen gas buang.
Udara masuk ke dalam furnace kemudian diguanakan untuk proses
pembakaran bahan bakar.
Udara sisa hasil pembakaran yang panas dialirkan economizer guna
dimanfaatkan panasnya untuk pre-heater air umpan yang akan masuk
dalam drum.
Setelah melalui economizer kemudian dialirkan menuiu cyclone untuk
pisahkan debunya yang masih terbawa oleh udara hasil gas buang,

54
Sebagian udara dihembuskan kembali ke furnace yang berasal dari
cyclone guna dimanfaatkan kembali sebagai udara pembakaran.
Sebagian lagi disalurkan melalui ESP agar debu-debu halus sisa hasil
pembakaran yang masih terbawa dapat tersaring.
ESP bagian bawah selalu menyala guna memanaskan sisa-sisa debu agar
tidak sampai menggumpal. sedangkan ESP sendiri disetting beketja
apabila suhu pembakaran telah mencapal 150oc
Udara yang sudah cukup bersih dan memenuhi standar dari Disnaker
dilepas ke udara sekitar oleh chimney IDF (Induced Draft Fan).

4.3.28. Komputer control

Gambar 4.3.28. Komputer kontrol Boiler Weiss 12637


Secara keseluruhan operasional dari boiler dikontrol secara otomatis
apabila suhu telah mencapai sekitar 350c.Operator dapat mengubah tabel
angka-angka pada komputer sesuai dengan kebutuhan.
4.3.29. Control panel boiler yang terletak pada ruang control

55
Gambar 4.3.29. Control panel boiler yang terletak pada ruang
control Boiler Weiss 12637
Salah satu kelemahan dari boiler ini adalah karena bahan bakarnya dari
sampah yang terbakarnya bertahap maka kebutuhan akan naik turunnya
beban tidak dapat dilakukan secara cepat dan spontan. Maka operator harus
dapat memperkirakan dan mengaturnya menggunakan komputer kontrol
pada ruang kontrol.

4.4. Perawatan
a. drive bearing
Perbarui grease setahun sekali dan bersihkan dari sisa grease lama yang
tertinggal. tambahkangrease setiap bulan sekali. Bersihkan nipple bearing
sebelum ditambahkan menggunakan grease gun. Tambahkan grease sampai
terlihat keluar/meluber dari bearing.
b Chain drives
Selalu periksa secara rutin kerenggangan antara chaindrive dengan idler.
Pastikan telah sesuai yang ditentukan
c. Combustion air system
Pada interval teratur, periksa sistem udara pembakaran dari kotoran periksa
fungsi peredam kontrol dan aliran bebas yang melalui nozzle udara.Lakukan
pembersihan seperti yang diperlukan. Pemeriksa impellerfan dari kotoran, lakukan
pembersihan jika perlu. Impeller terkontaminasi menyebabkan ketidakseimbangan
dan kerusakan pada ventilator.
Interval pemeriksaan: sebulan sekali
d. Flue gas system
Pada interval teratur, periksa seluruh sistem gas buang dari kotoran, periksa
fungsi peredam kontrol dan aliran bebas yang melalui cerobong saluran

56
gas.Lakukan pembersihan seperti yang telah ditentukan. Periksa impeller fan dari
kotoran dan lakukan pembersihan, jlika perlu impeller terkontaminasi
menyebabkan ketidakseimbangan dan kerusakan pada ventilator.
Interval pemeriksaan: sebulan sekali
e. Boiler water quality
Persyaratan kondisi air boiler adalah harus memadai. Lakukan blow-down
pada boiler setiap hari atau minggu atau bulan, tergantung dari kondisi air.
Biarkan katup blow-down terbuka sampai air murni keluar. Ganti air yang hilang
dengan air umpan.
Interval pemeriksaan : sebulan sekali
f. Safety valve
Safety valve harus diperiksa secara teratur.Adjusment pada katup pengaman
ini harus sesuai dan dapat bekerja secara normal, dilarang keras mengubah tanpa
persetujuan pihak terkait.
Interval pemeriksaan : sebulan sekali
g. Control and monitoring equipment
Periksa adjustment dari peralatan kontrol dan monitor untuk memeriksa
temperature atau pressure dan water level setting, setiap minggut
h. Fireextinguishersystem of fuel conveyor
Fungsi dari sistem pemadam kebakaran harus diperiksa dengan
membongkar dan memanaskan sensor suhu di atas api suhu pemadam.
Interval pemeriksaan : sebulan sekali
i. Hydraulic
Unit dan semua yang terhubung dengan pipa dan silinder hidrolik harus
dikontrol setiap hari terhadap kekencangannya.
Periode test: sekali per hari
Oli hidrolik harus diganti untuk pertama kalinya setelah 50 jam operasional,
kemudian sesuai dengan kondisi, tetapi setidaknya sekali setahun.
Periode test: sekali per tahun
4.5 Permasalahan pada Boiler

57
Masalah-masalah pada boiler sering terjadi diakibatkan karena kondisi yang
kurang baik. Ini menyebabkan cepat ataupun lambat masalah-masalah tersebut
akan timbul yang akan mempengaruhi kinerja dan kualitas dari boiler.
Kurangnya penanganan terhadap air umpan yang digunakati pada
boilerakan menimbulkan masalah-masalah diantaranya:
a. Terbentuknya kerak
Terjadi pada dinding boiler karena adanya mineral-mineral yang terlarut
pada air dan akibat dari gas penguapan.Selain itu juga dapat terjadi karena adanya
pemekatan di dalam boiler akibat dari pemanasan.
Kerak yang menutupi permukaan boiler berpengaruh terhadap perpindahan
panas permukaan yang berakibat pada berkurangnya panas yang ditransfer dari
dapur ke air yang berakibat meningkatnya temperatur di sekitar dapur dan juga
penurunan efisiensi boiler.
b. Terjadinya korosi
Korosi bisa terjadi karena oksigen dan karbondioksida yang terdapat dalam
uap yang terkondensasi.
Untuk rnengurangi terjadinya peristiwa korosi dapat dilakukan pencegahan
sebagai berikut :
- Mengurangi gas-gas yang bersifat korosif
- Mencegah terbentuknya kerak dan deposit dalam boiler
- Mencegah korosi galvanis
- Menggunakan zat yang dapat menghambat peristiwa korosif
- Mengatur pH dan alkalinitas air boiler dan lain-lain
c. Terbentuknya deposit
Deposit merupakan peristiwa penggumpalan zat dalam air umpan boiler
yang disebabkan oleh adanya zat padat tersuspensi.
Pencegahan-pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya
peristiwa deposit dapat dilakukan diantaranya :
- Meminimalisasi masuknya mineral-mineral yang dapat menyebabkan deposit
- Mencegah korosi pada sistem kondensat dengan proses netralisasi
- Mencegah kontaminasi uap selanjutnya menggunakan bahan kimia untuk
mendispersikan mineral-mineral penyebab deposit.

58
d. Terbawanya uap (Steam carryover)
Ketika air boiler mengandung garam terlarut dan zat tersuspensi dengan
konsentrasi yang tinggi, ada kecendrungan baginya untuk membentuk busa secara
berlebihan sehingga dapat menyebabkan steam carryover zat-zat padat dan cairan
pengotor ke dalam uap.
Steam carryover dapat dihindari dengan menahan zat-zat padat terlarut pada
air boiler di bawah tingkat tertentu melalui suatu analisa sistematis dan kontrol
pada pemberian zat-zat kimia dan blowdown, Carryover karbon dicksida dapat
mengernbalikan uap dan asam-asam terkondensasi.

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Praktik industri adalah suatu kegiatan sekaligus mata kuliah berguna bagi
mahasiswa, karena rnahasiswa daat memperoleh banyak ilmu yang tidak diajarkan
dalam perkuliahan maupun pendidikan formal lainnya.Selain itu mahasiswa juga
dapat memperoleh gambaran dan pengalaman tentang bagaimana bekerja secara
nyata di lapangan serta kehidupan dalam dunia Industri itu sendiri. Semua itu
sangat diperlukan bagi bekal kedepan bagi mahasiswa setelah lulus, baik nantinya
akan menjadi tenaga pendidik, pegawai di Industri maupun berwirausaha.
Setelah menempuh praktik industri di PT. Gudang Garam Tbk. Ini juga
mahasiswa mengetahui banyak tambahan ilmu khususnya yang merupakan faktor
dari bagian Maintanance Facility Unit 3 BTP Air, AC dan Boiler.Tentang
penerapan unit-unit mesin konversi energi tersebut dan pemanfaatanya serta
perkembangan teknologi sesuai dengan kebutuhan agar semakin menguntungkan
dalam penggunaanya.
Selain banyak pengetahuan yang didapat yang sifatnya dapat
meningkatkan kemarnpuan hard skill, pengalaman paktik industri ini sedikit

59
banyak juga menambah kemampuan yang sifatnya soft skill dengan interaksi
mahasiswa di lingkungan industri yang dihuni oleh berbagai macam karakter
orang yang beraneka ragam, disiplin yang diterapkan dalam dunia industri dan
juga kegiatan-kegiatan lainnya.
5.2 Saran
Dalam pelaksanaan Praktik Industri yang telah dilakukan dengan mengkaji
dan memahami situasi dan perkembangan Bengkel Umum Unit III PT. Gudang
Garam Tbk. Kediri sudah mengalami peningkatan-peningkatan. Antara lain
penambahan mesin-mesin baru yang canggih untuk mengganti mesin yang
kelihatan kurang memenuhi syarat.
Saran yang disampaikan penyusun antara lain :
1. Pemberi pengetahuan tentang peraturan yang ada di PT Gudang Garam Tbk.
2. Peningkatan pengetahuan tentang perlunya K3 (Keselamatan dan Kesehatan
Kerja ) untuk karyawan.
3. Perlu adanya rasa saling pengertian antara atasan dan bawahan agar tercipta
kesepahaman dalam bekerja.
Saran penyusun kepada Kepala Jurusan Teknik Mesin :
1. Sebelum melaksanakan kegiatan Praktik Industri mahasiswa harus diberi
pengarahan.
2. Sebelum melaksanakan kegiatan Praktik Industri mahasiswa harus sudah
menempuh matakuliah yang berkaitan dengan Praktik Industri.

60
DAFTAR PUSTAKA

Univesitas Negeri Malang , 2012. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.


Edisi Kelima. Malang.

61
62