Anda di halaman 1dari 8

Saat itu usianya 5 tahun ketika kali pertama menginjakkan kakinya di

Mutsu no Kuni ditemani si rubah Konnosuke. Pipi gembilnya dihiasi rona

merah karena perasaan girang yang menyelimutinya. Dan pedang pertama

yang diubahnya menjadi touken danshi, adalah salah satu pedang dari kapten

divisi pertama Serigala Mibu; Kashuu Kiyomitsu, itulah nama sang toudan

bersurai hitam kecoklatan, dengan sepasang manik merah serta kulit sedikit

pucat. Touken danshi pertama, sekaligus yang menjadi kesayangannya.

Perasaan itu tidak pernah berubah, meski beberapa toudan sudah kembali ke

honmaru. Bersama, mereka melewati hari-hari dengan riang.

Saga yang kesepian, harinya berwarna bak pelangi. Hari seperti ini,

jika selamanya tetap seperti ini, pasti akan menyenangkan. Harap sang gadis

mungil kala memandangi para toudannya yang ramai di halaman. Di sisinya

duduk Kashuu Kiyomitsu, mewarnai kuku mungilnya dengan warna shell

pink lembut dan juga sedikit merah sebagai dekorasi, membentuk crest dari

sang uchigatana merah.

Ne, ne, Kiyomitsu-san! suara manisnya memanggil nama sang

uchigatana yang sibuk mewarnai kuku sang saniwa. Manik ungunya

memandang ke arah Kashuu Kiyomitsu yang tampak serius.

Hm? manik merah Kashuu Kiyomitsu hanya sesaat melirik Saga,

disertai senyuman khas sang toudan.


Kiyomitsu-san, tidak akan meninggalkan Saga, bukan?pertanyaan

polos keluar dari bibir gadis 5 tahun itu, membuat tangan yang bekerja

berhenti. Kashuu Kiyomitsu kini memfokuskan pandangannya ke arah sang

tuan.

Kiyomitsu-san, serta yang lain, tidak akan meninggalkan Saga,

bukan? gadis kecil itu mengulang lagi pertanyaannya. Kita semua akan

selalu bersama, kan? Saga suka bersama kalian. Soalnya, bersama kalian,

Saga gak kesepian!pernyataan itu juga di dengan oleh toudan lain yang ada

di sana. Mereka menghentikan pekerjaannya, memandang Saga kecil

beberapa saat dalam hening. Oh oh. Keheningan yang membuat Saga kecil

celingukan panik.

A-ano gumamnya lemah. Dan tawa meledak dari masing-masing

toudan, termasuk Kashuu Kiyomitsu, dan itu memecah hening yang

menyelimuti mereka tadi. Membuat sang saniwa kecil menjadi salah tingkah.

Satu tangan menepuk pundak kecil Saga; tangan milik pedang Masamune

Date, Shokudaikiri Mitsutada. Manik emasnya sedikit berair, sisa dari tawa

barusan.

Aruji-sama, pertanyaanmu aneh sekali. Bukankah jawabannya

sudah jelas? Shokudaikiri Mitsutada berucap, memandang lembut sang

saniwa mungil yang masih tampak kebingungan.


Sungguh, anda polos sekali, aruji-sama, Hachisuka Kotetsu pun

kini mendekat, dengan senyum khasnya, ia mengusap-usap penuh sayang

kepala pink Saga.

Dan selanjutnya suara cempreng dari rubah milik Nakigitsune pun

menyahuti setelah Hachisuka Kotetsu.

Aruji-sama! Tentu saja kita semua akan selalu bersama! Bukankah

begitu, Nakigitsune? seru si rubah kecil, diikuti anggukan Nakigitsune, dan

juga para tantou yang langsung mengerubungi gadis kecil itu.

Kami tidak akan meninggalkan aruji-sama! Kita akan selalu

bersama-sama dan melindungimu, Aruji-sama!Midare Toushiro berkata

riang, memberikan tusukan ringan dengan jari telunjuknya di pipi gembil

Saga. Manik birunya yang jernih memandang lurus sang aruji.

U-unh Aku pun.. akan melindungi Aruji-sama.. Dan tidak.. akan

meninggalkan Aruji-sama..suara lemah Gokotai terdengar dari balik tubuh

Midare diikuti senyuman gugup manis dari si tantou bersurai putih itu.. Para

macan mungil itu melompat ke pangkuan Saga, bermanja di sana. Saga

memandangi mereka satu per satu dengan mata yang berbinar; mempelajari

satu per satu ekspresi toudan yang dimilikinya saat ini. Perhatiannya

teralihkan kembali pada Kashuu ketika sang uchigatana mengangkat kedua

tangan mungilnya, mendaratkan ciuman di buku tangan si gadis kecil.

Anda sudah dengar sendiri, bukan?kelopak mata Kashuu

Kiyomitsu yang tadinya tertutup, kini sedikit membuka untuk memandang


wajah manis sang aruji cilik. Dan senyum tipis tertoreh di bibir Kashuu

Kiyomitsu. Kami akan di sini, selalu bersamamu. Tidak akan

meninggalkanmu. Dan itu adalah hal nyata, yang kami lakukan, Aruji-

sama,kata Kashuu Kiyomitsu.

Saga tersenyum lebar. Saga tersenyum bahagia, secerah matahari di

musim panas. Meski yang dimilikinya baru beberapa, tapi begini saja sudah

cukup. Mereka akan menemaninya selalu. Mereka mentarinya. Kebahagiaan

ini tidak akan pernah pupus.

Atau, begitulah seharusnya.

Harapan dan kebahagiaan itu telah habis dilalap oleh api. Dan ini

semua salahnya. Karena dirinya yang masih muda, dan tidak kompeten, tidak

dapat mempertahankan kekkai citadelnya dari serangan para revisioner. Kini

semuanya habis. Hanya dirinya yang selamat karena Kashuu Kiyomitsu

melindunginya; mengirimnya pulang kembali ke zamannya bersama

Konnosuke yang memandu.

Bahkan, bau kematian masih bisa diciumnya. Pemandangan

kematian, bagaimana Shokudaikiri Mitsutada, Hachisuka Kotetsu,

Nakigitsune, Midare Toushiro, Gokotai.

Dan Kashuu Kiyomitsu


-- Patah. Melindunginya.

Dan mereka masih bisa tersenyum sebelum ajal menjemput.

Mereka bilang, semua akan baik-baik saja.

Mereka bilang, tidak akan meninggalkannya.

Mereka bilang

Di hari berhujan, kala dirinya sampai di belakang kuil Kusanagi,

tangisnya meledak. Menangis dengan kepala menantang hujan yang turun.

Suaranya tenggelam dalam hujan yang menghapus jelaga serta darah kering

yang menempel padanya.

Hari itu, menjadi titik balik kehidupannya.

Hari itu, Saga yang baik hati pun ikut mati.

Yang tersisa kini, adalah Saga kecil yang dipenuhi dendam.

Saga kecil, yang membulatkan tekad mengubah sejarah di hari itu.

Hanya dengan satu tujuan..

Dan tujuan itu --

+-+-+-+-+
Enam tahun berlalu. Sekali lagi, entah bagaimana dirinya kembali ke

Mutsu no Kuni, menggunakan cara yang sama dengan diri kecilnya ketika

dating ke tempat itu. Kepolosan telah berganti menjadi ekspresi keras yang

dingin. Sopan santun tergantikan dengan kekasaran. Rona merah di pipi

tergantikan dengan hansaplast yang menutup luka akibat perkelahian.

Saga yang sekarang sudah kuat.

Dia akan membalaskan dendam.

Dan dia akan mengubah sejarah.

Itu yang menjadi tekadnya. Tekad yang seharusnya tidak goyah

Sampai sekali lagi, suara yang sama, serta kata-kata yang sama

melintas di telinganya, kala melakukan proses penempaan serta ritual

membawa kehidupan kepada pedang itu

Dari balik cahaya tipis itu, suara yang telah samar diingatan kembali

terdengar

Namaku Kashuu Kiyomitsu. The child beneath the river, the child

of the river banks, kurasa,senyum terukir dari sang uchigatana, memandang

gadis 11 tahun yang baru saja membawa kehidupan untuknya. Mungkin,

anda akan merasa kesusahan untuk mengendalikanku, tapi kemampuanku

tidak diragukan lagi. Aku selalu mencari orang yang dapat mengendalikan
saya dengan baik. Oh well, kuharap anda akan menyayangiku dan

mendandaniku dengan cantik, aruji-sama,

Pandangan mereka bertemu.

Tidak. Jangan.

Jangan sekarang.

Jangan menangis sekarang.

Tahan air matamu.

Kashuu Kiyomitsu, meski masih mengukir senyum, tampak sedikit

bingung dengan heningnya sang aruji selama beberapa saat. Keterpakuan itu,

setelah beberapa saat, tergantian dengan seringai dingin, serta pandangan

mata kosong dari sang gadis kecil ketika memandang langsung mata Kashuu

Kiyomitsu.

Tidak boleh goyah.

Kuatlah.

Jangan lagi

Terlalu terikat

Karena itu akan sangat menyakitkan

Kashuu Kiyomitsu, huh? Kau tampak girly sekali, Saga

mengeluarkan suara, terdengar sinis dan mengejek.

Selamat datang, harus kuucapkan, kurasa? seringainya sinis.


Selamat datang di neraka dunia, Kashuu Kiyomitsu,

+-+ Fin -+-