Anda di halaman 1dari 19

CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

BAB II
CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

2.1Dasar Teori
2.1.1PengertianFan
Fanmerupakansuatupirantiyangmenyebabkanaliransuatufluidagasdengan
cara menciptakan sebuah beda tekanan melalui pertukaran momentum dari bilah ke
partikelpartikelfluidagas.Secaraumumberdasarkanaliranfluidaterdapatduajenis
fan,yaitucentrifugalfandanaxialfan.
1.CentrifugalFan
Centrifugal fan bekerja dengan menghisap fluida dari arah aksial dan
mengalirkannyakearahtangensial. Fan sentrifugalmeningkatkankecepatanaliran
fluidadenganimpelleryangberputar.Kecepatanmeningkatsampaimencapaiujung
sududankemudiandiubahketekananolehvolute.

Gambar2.1CentrifugalFan
Sumber:Avallone,etal(ed).(2007:1446)

2.AxialFan
Aksialfanmenggerakanaliranfluidasepanjangsumbufan.Carakerjaaksial
fan pada impeller pesawatterbangyaitudenganputaran blades fan menghasilkan
pengangkatanaerodinamisyangmenekanudara.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

Gambar2.2AxialFan
Sumber:Avallone,etal(ed).(2007:1446)

2.1.2FenomenaVolute
Volutemerupakansaluranmelengkungyangluaspenampangnyasemakinlama
semakinmembesaryangbertujuanuntukmeningkatkantekananfluidapadasaatkeluar.
Fenomena volute yaitu mengubah energi kecepatan menjadi energi tekanan. Ketika
fluidayangmasukdiputaroleh fan makakecepatanbertambahdan fan yangberputar
akanmeneruskandanmemberikangayaputarcentrifugalkepadafluidasehinggafluida
bergerak keluar dengan tekanan tinggi, sesuai dengan luas penampang volute yang
semakinlamasemakinmembesar.
Sehubungan dengan hukum kontinuitas, jika semakin besar luas penampang
suaturuangmakakecepatanakanberkurangsedangkantekanannyabertambah,begitu
jugasebaliknya.
Udara masuk melalui sisi inlet yang mempunyai tekanan rendah karena adanya
putaran impeller, udara dalam fan harus mempunyai tekanan yang lebih rendah dari
tekanan udara luar sehingga memungkinkan udara luar dapat masuk dalam fan.

Gambar2.3FenomenaVolute
Sumber:White.(2003:714)

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

2.1.3HukumKontinuitas
Hukum kontinuitasdisebut jugahukumkekekalanmassa, bahwalajuperubahan
massaalirfluidayangterdapatdalamruangyangditinjaupadaselangwaktutertentu,harus
samadenganperbedaanantarajumlahlajumassaaliryangmasukdenganlajumassaalir
yangkeluardalamruangyangditinjau.

Gambar2.4HukumKontinuitas
Sumber:Anonymous14,2014

Persamaankontinuitasuntukfluidataktermampatkan
Padafluidataktermampatkan,massajenisfluidaselalusamadisetiaptitik
yangdilaluinya.Massaalirfluidayangmengalirdalampipadenganluaspenampang
A1(diameterpipabesar)selamaselangwaktutertentuadalah:
m
=
v
Dimana m = m
m=V
m1= V 1
V 1 = A 1 L1 = A 1 v 1 t
m1= A 1 v 1 t
Mengingat bahwa aliran fluida steady, masa fluida yang masuk sama dengan massa
fluida yang keluar, maka :
m1=m2
A 1 v 1 t= A2 v 2 t
A 1 v 1= A2 v 2
Jadi pada fluida tak termampatkan, berlaku persamaan kontinuitas :
A 1 v 1= A 2 v 2
A1=luaspenampang1( m 2 )

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
A2=luaspenampang1( m 2 )
v1=Kecepatanaliranfluidapadapenampang1( m/s 2 )
v2=Kecepatanaliranfluidapadapenampang2( m/s 2 )
Av=Lajualiranvolumev/taliasdebit
Persamaankontinuitasuntukfluidatermampatkan
Untukkasusinimassajenisfluidaberubahketikadimampatkan.
m1=m2
A 1 v 1 t= A2 v 2 t
Selang waktu aliran fluida sama :
A 1 v 1= A 2 v 2
Bedanya pada fluida tak termampatkan hanya terletak pada massa jenis fluida.
Pembuktian rumus matematis untuk tekanan (P) sebanding dengan luas
permukaan (A), dengan menstubtitusikan persamaan kontinuitas pada persamaan
bernoulli :
1
mgh+ mv 2 + PV =Konstan
2
1 1
A A


1 1
mgh+ m mgh+ PV = m
2 2
A


mgh+ PV =2 m
Jadi dapat diketahui dari persamaan diatas bahwa tekanan (P) sebanding
dengan luas permukaan (A).

2.1.4PengukuranTekanan
Padakenyatannyadalamsebuah fan terdapatduajenistekanan,yaitutekanan
masukdantekanankeluar.Untukmenghitungtekanansuatufluidagasdengancara
membandingkan dengan tekanan atmosfir digunakan alat yang disebut dengan
manometer.
Manometerdigunakanuntukmenetukanperbedaantekanandiantaraduatitikdi
saluran pembuangan udara.Perbedaan tekanan kemudian dapat digunakan untuk

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
menghitung kecepatan aliran di saluran dengan menggunakan persamaan Bernoulli.
Macammacammanometer,antaralain:
1.ManometerU
ManometerpipaUdiisicairansetengahnya(biasanyaberisiminyak,airatau
airraksa)dimanapengukurandilakukanpadasatusisipipa,sementaratekanan(yang
mungkinterjadikarenaatmosfer)diterapkanpadatabungyanglainnya.Perbedaan
ketinggiancairanmemperlihatkantekananyangditerapkan.

Gambar2.5ManometerPipaU
Sumber:Avallone,etal(ed).(2007:334)

2.ManometerpipaUsatusisi
Manometer pipa U satu sisi sebenarnya pada prinsipnya sama dengan
manometer pipa U, akan tetapi manometer pipa U satu sisi digunakan untuk
mengukut tekanan lebih dari 1 atm. Sebelum digunakan tinggi permukaan raksa
samadengantekanandalampipaUsatuadalah1atm.

Gambar2.6ManometerPipaUSatuSisi
Sumber:Avallone,etal(ed).(2007:334)

3.Manometerpipamiring
ManometerpipaUkurangpekauntukmendeteksiperbedaantekananyang

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
sangatkecil,karenaperbedaanketinggianpadakeduakakijugasangatkecil,maka
manometerinidimodifikasidengancaramemiringkansalahsatukakipipaUagar
kenaikantinggicairanyangkeciltetapdapatterlihat,denganmemiringkansalahsatu
kakimanometerpipaUmakapanjangjarakyangditempuhcairansemakinpanjang
danmemungkinkanpenggunaanskalayangteliti.

Gambar2.7ManometerPipaMiring
Sumber:Avallone,etal(ed).(2007:334)

2.1.5 VariasiPengukuranTekananKeluarpadaCentrifugalFan
1.Venturi
Venturiadalahsebuahpipayangberfungsimenurunkantekananfluidayangterjadi
ketikafluidatersebutbergerakmelaluipipa yang menyempit.Kecepatanfluida dipaksa
meningkatuntukmempertahankandebitfluidayangsedangbergeraktersebut,sementara
tekananpadabagiansempitiniharusturunakibatpemindahanenergipotensialtekanan
menjadienergikinetik.Halinijugaberhubungandenganhukumkontinuitas.

Gambar2.8Venturi
Sumber:White.(2003:18)

2.Nozzle
Nozzleadalahalatyangdigunakanuntukmengekspansikanfluidasehingga

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
kecepatannyameningkatdantekanannyamenurun.Fungsi Nozzle adalahpressurecontrol
untukmesindanperangkatpercepatankonversienergigasmenjadienergikinetik.

Gambar2.9Nozzle
Sumber:White.(2003:599)

2.2 Tujuan Pengujian


Tujuan praktikum sesuai dengan peralatan MH200 dan Unit AT100 adalah:
1. Melihat grafik karakteristik dari sebuah fan sentrifugal.
2. Mengukur debit dengan mempergunakan venturi dan iris Damper.
3. Pengaruh rpm terhadap keluaran.

2.3 Spesifikasi Alat

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

Gambar 2.10 Centrifugal Fan Testing Unit


Sumber : Laboratorium Fenomena Dasar Mesin Universitas Brawijaya

1. Tipe : WG 25
2. Aliran volume (tanpa hambatan) : 6,3 m3/menit
3. Kenaikan tekanan statis, tertutup penuh : 1180 pa
4. Daya motor (nominal) : 0,14 kW
5. Rpm motor, blow out : 2700

a. Unit Penggerak
Dalam versi standart HM200 digunakan motor penggerak GUNT AT100 Drive
Unit (lihat gambar 1 atau gambar 2). Dalam unit ini putaran motor dapat diatur. Selain
itu dapat dilakukan pula pengukuran daya yang diberikan pada blower secara mekanik.
Daya keluaran motor 100-200 watt. Harus diperhatikan bahwa putaran nominal dari
blower 2700 rpm.
b. Unit lengkap alat percobaan
Gambar 2.11 merupakan skema dari peralatan HM200 dan AT10. Bagian-bagian
dari peralatan ini adalah:

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

Gambar 2.11 Peralatan Percobaan Fan Sentrifugal


Sumber: Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2014

1. Alas untuk meletakkan unit penggerak dan fan


2. Handle
3. Unit penggerak AT100
4. Titik-titik pengukuran
5. Fan sentrifugal
6. Seksi pengatur aliran mantap
7. Seksi uji venturi
8. Seksi uji Damper

Sedangkan foto dari peralatan ini dapat dilihat pada gambar 2.12. di sini terlihat tiga
buah manometer yang dipasang untuk mengukur tekanan.

Gambar 2.12 Foto Sentrifugal Fan Testing Set


Sumber: Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2014

c. Blower/Fan
Dalam percobaan ini, fan yang digunakan mempunyai data dari pabrik pembuat
sebagai berikut:

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

Gambar 2.13 Grafik Karakteristik


Blower
Sumber: Panduan Praktikum Fenomena dasar mesin 2014

Keterangan:
V : aliran volume (m3/menit)
Pt : kenaikan tekanan total (Pa)
Ps : kenaikan tekanan statis (Pa)
Pd2 : kenaikan tekanan dinamis (Pa) diukur pada saluran ujung keluar
1 Pa (pascal) = 1 N/m2; 0,1 mmWS = 0,01 bar

d. Nozzle-Venturi
Nozzle-venturi ini dirancang berdasarkan DIN 1952 (Deutsche Industrie
Normung/ German Industrial Standard). DIN 1952: pengukuran aliran dengan Nozzle
standar, Nozzleorifice dan venture VDI (Verein Deutsche Ingenieure/ Union of German
Engineers) Flow Measurement Norms. Nozzle-venturi dipasang pada rangkaian
saluran dengan sambungan flens yang dilengkapi dengan seal O-ring.

Gambar 2.14 Dimensi Venturi


Sumber: Panduan Praktikum Fenomena dasar mesin 2014

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

Gambar 2.15 Nozzle Terpasang Pada Saluran


Sumber: Panduan Praktikum Fenomena dasar mesin 2014

e. Iris Damper
Gambar 2.16 menunjukkan gambar Iris Damper yang akan digunakan.
Pengukuran debit aliran dengan Damper ini tidak mengikuti aturan DIN 1952. Cara
perhitungan dan data yang diberikan tidak dapat dipakai pada iris Damper ini. Juga
informasi yang ada pada diagram yang diberikan yang diberikan oleh pabrik tentang
penurunan tekanan, debit aliran dan kecepatan perlu dipertanyakan. Karakteristik yang
sesungguhnya dapat dilakukan dengan menghubungkan secara seri dengan Nozzle-
venturi. Rangkaian ini dapat dilihat pada percobaan belakang. Dalam hal ini nosel-
venturi dapat dianggap memenuhi standar DIN serta sesuai untuk kalibrasi Damper.

Gambar 2.16 Iris Damper


Sumber: Panduan Praktikum Fenomena dasar mesin 2014

f. Reducing Damper
Untuk mengatur jumlah aliran selain dengan mengatur putaran motor, dapat
dilakukan pula dengan menggunakan reducing Damper.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

Gambar 2.17 Damper Pengatur Jumlah Aliran


Sumber: Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2014

g. Sistem Pengukuran Tekanan Diferensial


Gambar dibawah ini menunjukkan sistem pengukuran tekanan yang dipakai
dalam percobaan ini.

Gambar 2.18 Manometer Pipa U Tegak- Sisi Sama 15 mbar > 0 > 15 mbar, Berat
Jenis Cairan 1g/cm3.
Sumber : Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2014

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
Gambar 2.19 Manometer Pipa U- Satu Sisi 0-1 kPa, Berat Jenis Cairan 0,78 g/cm3.
Sumber : Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2014

Gambar 2.20 Manometer Pipa Miring 0 500 Pa, Berat Jenis Cairan 0,78 g/cm3.
Sumber : Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2013

2.4 Cara Pengambilan data


1. Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Statis
a. Kenaikan Tekanan Statis
Tujuannya untuk mengetahui pengaruh perubahan fan terhadap jumlah tekanan
(statis) masuk dan keluar pada kondisi saluran keluar tanpa hambatan.

Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.20. Hubungkan titik titik
pengukuran tekanan dengan ujung ujung manometer : (+) dengan (+), dan ()
dengan (-).

Kondisi pengujian berupa aliran tanpa hambatan, dan saluran penyeragaman


terbuka pada bagian atasnya.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
Gambar 2.21 Pengukuran Tekanan
Sumber: Panduan Praktikum Fenomena dasar mesin 2014

Cara Pengujian:

1. Hidupkan motor dan pada putaran rendah, misalnya pada 500 rpm,
kenaikan tekanannya diukur.
2. Kemudian, putaran fan dinaikkan menjadi 750 rpm dan tekanannya diukur
lagi. Kemudian diulangi dengan menaikkan putaran fan sebesar 250 rpm
sampai mencapai putaran 2700 rpm.
b. Beda tekanan pada saluran masuk fan
Tujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan putaran fan terhadap jumlah
tekanan (statis) pada saluran masuk fan pada kondisi saluran keluar tanpa
hambatan.

Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.20. Hubungan titik-titik


pengukuran tekanan ( pengukuran dilakukan pada saluran masuk ) dengan
ujung-ujung manometer : () dihubungkan dengan (-).

Aliran tanpa hambatan, dan saluran penyeragaman terbuka pada bagian


atasnya.

Kodisi pengujian berupa aliran tanpa hambatan dan saluran penyeragam


aliran terbuka pada bagian atasnya.

Cara pengujian:

1. Hidupkan motor dan pada putaran rendah, misalnya pada 500 rpm,
kenaikan tekanannya diukur.

2. Putaran fan dinaikkan menjadi 750 rpm dan tekanannya diukur lagi.
Kemudian diulangi dengan menaikkan putaran fan sebesar 250 rpm
sampai mencapai putaran 2700 rpm.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
c. Beda Tekanan pada Saluran Keluar Fan
Tujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan putaran fan terhadap jumlah
besarnya tekanan (statis) pada saluran keluar fan pada kondisi saluran keluar
tanpa hambatan.

Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.20. Hubungan titik-titik


pengukuran tekanan ( pengukuran dilakukan pada saluran keluar ) dengan ujung-
ujung manometer : (+) dihubungkan dengan (+).

Kondisi pengujian berupa aliran tanpa hambatan, dan saluran penyeragaman


terbuka pada bagian atasnya.

Cara pengujian:

1. Hidupkan motor dan pada putaran rendah, misalnya pada 500 rpm, kenaikan
tekanannya diukur.
2. Kemudian, putaran fan dinaikkan menjadi 750 rpm dan tekanannya diukur
lagi. Kemudian diulangi dengan menaikkan putaran fan sebesar 250 rpm
sampai mencapai putaran 2700 rpm.
2. Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Statis
Tujuan untuk mengetahui pengaruh pembukaan Damper yang dipasang pada
ujung saluran terhadap tekanan statis.

Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.20. hanya pada ujung saluran
keluar dipasang damper. Pada pengujian ini dilakukan dengan tiga macam posisi
damper yaitu terbuka penuh, kira-kiran setengah dan tertutup penuh.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

terbuka penuh kira kira 1/2 tertutup penuh

Gambar 2.22 Posisi Damper


Sumber: Panduan Praktikum Fenomena dasar mesin 2014

Kondisi pengujian berupa aliran dengan hambatan dan damper terpasang pada
ujung saluran penyeragaman.

Cara pengujian

1. Susunlah alat pengujian seperti pada gambar 2.20 tetapi ujung atasnya
terpasang damper.

2. Hubungkan titik-titik pengukuran tekanan dengan ujung-ujung manometer


adalah (+) dihubungkan dengan (+) dan (-) dihubungkan dengan (-).

3. Hidupkan motor listrik.

4. Naikkan putarannya sehingga mencapai putaran 2700 rpm.

5. Posisi damper terbuka penuh, ukurlah tekanan-tekanannya.

6. Ulangi langkah 3, tetapi posisi damper terbuka setengah.

7. Ulangi langkah 3, tetapi posisi damper terbuka penuh.

3. Pengukuran Kecepatan Aliran Volume dengan Venturimeter


a. Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Efektif Venturi
Tujuan untuk mengetahui hubungan antara putaran fan dengan tekanan
efektif yang diukur pada venturi.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.22, venturi dipasang pada
ujung saluran keluar. Pengukuran perbedaan tekanan pada kedua titik pada
venturi dilakukan dengan menggunakan manometer pipa U.

Gambar 2.23 Pemasangan Venturi pada Saluran


Sumber: Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2014

Cara Pengujian

1. Susunlah alat pengujian seperti pada gambar 2.22

2. Hubungkan titik-titik engukuran tekanan pada venturi dengan ujung-


ujung manometer U.

3. Hidupkan motor listrik.

4. Naikkan putaran fan pelan-pelan dan pada putaran 500 rpm. Catat
tekanan yang terbaca pada manometer U.

5. Pada tiap kenaikan putaran sebesar 250 rpm, ulangi pencatatan


tekanannya sampai putaran mencapai 2700 rpm.

b. Pengaruh Pembukaan Damper terhadap Tekanan efektif Venturi

Tujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi pembukaan damper


dengan tekanan efektif pada venturi.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.22, venturi dipasang pada
ujung saluran keluar. Pengukuran perbedaan tekanan pada kedua titik pada
venturi dilakukan dengan menggunakan manometer pipa U.

Cara pengujian

1. Susun alat pengujian dengan menempatkan venturi pada saluran keluar.


2. Hubungkan titik-titik pengukuran tekanan pada venturi dengan ujung-
ujung manometer pipa U.
3. Hidupkan motor listrik.
4. Putaran fan dinaikkan perlahan sampai mencapai putaran 2700 rpm.
5. Pada putaran ini pengukuran P dan tekanan pada oulet dari fan
dilakukan pada tiga posisi damper.
- Terbuka penuh
- Terbuka 2
- Tertutup Penuh

4. Pengaruh Pembukaan Conical iris terhadap Tekanan Efektif Venturi


Tujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi pembukaan Conical iris
dengan tekanan efektifnya.

Susunan alat pengujian yang dipakai seperti pada gambar 2.22 tetapi venturi
diganti dengan conical iris. Pengukuran perbedaan tekanan pada kedua titik pada
komponen ini dilakukan dengan menggunakan manometer U.

Cara Pengujian:

1. Susunlah alat pengujian seperti pada gambar 2.22 tetapi venturi diganti
drngan conical iris.
2. Hubungkan titik-titik pengukuran tekanan pada conical iris dengan ujung-
ujung manometer pipa U.
3. Hidupkan motor listrik.
4. Putaran fan dinaikkan perlahan sampai mencapai putaran 2700 rpm.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS
5. Pada putaran ini pengukuran P Conical iris dilakukan pada 6 bentuk
kerucut.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN