Anda di halaman 1dari 29

CENTRIFUGAL FAN

BAB I
CENTRIFUGAL FAN TESTING APPARATUS

1.1 Dasar Teori


1.1.1 Pengertian Fan
Fan merupakan suatu piranti yang menyebabkan aliran suatu fluida gas
dengan cara menciptakan sebuah beda tekanan melalui pertukaran momentum dari
bilah ke partikel-partikel fluida gas. Secara umum berdasarkan aliran fluida terdapat
dua jenis fan, yaitu centrifugal fan dan axial fan.
1. Centrifugal Fan
Centrifugal fan bekerja dengan menghisap fluida dari arah aksial dan
mengalirkannya ke arah tangensial. Arah aksial adalah arah yang sama dengan
sumbu lurus. Sedangkan arah tangensial adalah arah yang tegak lurus dengan
arah radial atau sejajar dengan arah garis lingkaran. Fan sentrifugal
meningkatkan kecepatan aliran fluida dengan impeler yang berputar dengan
menggunakan prinsip gaya sentrifugal untuk membangkitkan aliran fluida gas..
Kecepatan meningkat sampai mencapai ujung sudu dan kemudian diubah ke
tekanan oleh volute.

Gambar 1.1 Centrifugal Fan


Sumber : Avallone, et al (ed). 2007: 1446
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

1
CENTRIFUGAL FAN

Macam-macam Centrifugal Fan


1. Fan radial dengan blades datar

Gambar 1.2: Fan radial dengan blades datar


Sumber : Pawiro (2015)

Keuntungan :
Cocok untuk tekanan statis tinggi (sampai 1400 mmWC) dan suhu tinggi.
Rancangannya sederhana sehingga dapat dipakai untuk unit penggunaan
khusus.
Dapat beroperasi pada aliran udara yang rendah tanpa masalah getaran.
Sangat tahan lama.
Efisiensinya mencapai 75%.
Memiliki jarak ruang kerja yang lebih besar yang berguna untuk handling
padatan yang terbang (debu, serpih kayu, dan skrap logam).
Kerugian :
Hanya cocok untuk laju aliran udara rendah sampai medium.

2. Fan yang melengkung kedepan, dengan blade yang melengkung kedepan

Gambar 1.3: Fan yang melengkung kedepan, dengan blade yang melengkung
kedepan
Sumber : Pawiro (2015)

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL


Keuntungan :

2
CENTRIFUGAL FAN

Dapat menggerakan volume udara yang besar terhadap tekanan yang relatif
rendah.
Ukurannya relatif kecil.
Tingkat kebisingannya rendah (disebabkan rendahnya kecepatan) dan sangat
cocok untuk diguna kan untuk pemanasan perumahan, ventilasi, dan penyejuk
udara (HVAC).
Kerugian :
Hanya cocok untuk layanan penggunaan yang bersih, bukan untuk layanan
kasar dan bertekanan tinggi.
Keluaran fan sulit untuk diatur secara tepat.
Penggerak harus dipilih secara hati-hati untuk menghindarkan beban motor
berlebih sebab kurva daya meningkat sejalan dengan aliran udara.
Efisiensi energinya relatif rendah (55-65%).

3. Backward inclined fan, dengan balde yang miring jauh dari arah perputaran ; datar,
lengkung dan airfoil.

Gambar 1.4: Backward inclined fan


Sumber : Pawiro (2015)
Keuntungan :
Dapat beroperasi dengan perubahan tekanan statis (asalkan bebannya tidak
berlebih ke motor).
Cocok untuk sistim yang tidak menentu pada aliran udara tinggi.
Cocok untuk layanan forced draft. Fan dengan blade datar lebih kuat.
Fan dengan blades lengkung lebih efisien (melebihi 85%).
Fan dengan blades air-foil yang tipis adalah yang paling efisien.

Kerugian :
Tidak cocok untuk aliran udara yang kotor (karena bentuk fan mendukung
terjadinya penumpukan debu).
Fan dengan blades air-foil kurang stabil karena mengandalkan pada
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL
pengangkatan yang dihasilkan oleh tiap blade.

3
CENTRIFUGAL FAN

Fan blades air-foil yang tipis akan menjadi sasaran erosi.

2. Axial Fan
Axial fan menggerakan aliran fluida sepanjang sumbu fan. Cara kerja
aksial fan pada impeller pesawat terbang yaitu dengan putaran blades fan
menghasilkan pengangkatan aerodinamis yang menekan udara. Jadi, Axial fan
akan menghisap fluida gas dengan putaran blades fan kemudian mengeluarkan fluida
gas yang telah dihisap tadi searah dengan arah aksial atau searah dengan arah
hisapannya.

Gambar 1.5 Axial Fan


Sumber : Avallone, et al (ed). (2007: 1446)

Macam-macam Axial fan, antara lain :


1. Fan Propeller

Gambar 1.6: Fan Propeller


Sumber : Pawiro (2015)

Keuntungan :
Menghasilkan laju aliran udara yang tinggi pada tekanan rendah.
Tidak membutuhkan saluran kerja yang luas (sebab tekanan yang
dihasilkannya kecil).
PRAKTIKUM FENOMENA
Murah DASAR MESIN
sebab konstruksinya yang2016/2017
sederhana. GASAL

4
CENTRIFUGAL FAN

Mencapai efisiensi maksimum, hampir seperti aliran yang mengalir sendiri,


dan sering digunakan pada ventilasi atap.
Dapat menghasilkan aliran dengan arah berlawanan.
Membantu dalam penggunaan ventilasi.
Kerugian :
Efisiensi energinya relatif rendah.
Agak berisik.

2. Fan pipa axial,

Gambar 1.7: Fan pipa axial


Sumber : Pawiro (2015)

Keuntungan :
Tekanan lebih tinggi dan efisiensi operasinya lebih baik daripada fan
propeller.
Cocok untuk tekanan menengah, penggunaan laju aliran udara yang tinggi,
misalnya pemasangan saluran HVAC.
Dapat dengan cepat dipercepat sampai ke nilai kecepatan tertentu (karena
putaran massanya rendah) dan menghasilkan aliran pada arah berlawanan,
yang berguna dalam berbagai penggunaan ventilasi.
Menciptakan tekanan yang cukup untuk mengatasi kehilangan di saluran
dengan ruang yang relatif efisien, yang berguna untuk pembuangan.

Kerugian :
Relatif mahal.
Kebisingan aliran udara sedang.
Efisiensi energinya relatif rendah (65%).
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL
3. Fan dengan baling baling axial

5
CENTRIFUGAL FAN

Gambar 1.8: Fan dengan baling baling axial


Sumber : Pawiro (2015)

Keuntungan :
Cocok untuk penggunaan tekanan sedang sampai tinggi (sampai 500
mmWC), seperti induced draft untuk pembuangan boiler.
Dapat dengan cepat dipercepat sampai ke nilai kecepatan tertentu (disebabkan
putaran massanya yang rendah) dan menghasilkan aliran pada arah
berlawanan, yang berguna dalam berbagai penggunaan ventilasi.
Cocok untuk hubungan langsung ke as motor.
Kebanyakan energinya efisien (mencapai 85% jika dilengkapi dengan fan
airfoil dan jarak ruang yang kecil).
Kerugian :
a. Relatif mahal dibanding fan impeler.

1.1.2 Fenomena Volute


Volute merupakan saluran melengkung yang luas penampangnya semakin
lama semakin membesar yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan fluida pada
saat keluar.
Fenomena volute yaitu mengubah energi kecepatan menjadi energi tekanan.
Ketika fluida yang masuk diputar oleh fan maka kecepatan bertambah dan fan yang
berputar akan meneruskan dan memberikan gaya putar centrifugal kepada
fluida sehingga fluida bergerak keluar dengan tekanan tinggi, sesuai dengan luas
penampang
PRAKTIKUM volute yangDASAR
FENOMENA semakinMESIN
lama semakin membesar.
2016/2017 GASAL

6
CENTRIFUGAL FAN

Sehubungan dengan hukum kontinuitas, jika semakin besar luas penampang


suatu ruang maka kecepatan akan berkurang sedangkan tekanannya bertambah,
begitu juga sebaliknya.

Gambar 1.9 Fenomena Volute


Sumber : White (2003 : 714)

1.1.3 Hukum Kontinuitas


Hukum kontinuitas disebut juga hukum kekekalan massa, bahwa laju
perubahan massa alir fluida yang terdapat dalam ruang yang ditinjau pada selang
waktu tertentu, harus sama dengan perbedaan antara jumlah laju massa alir yang
masuk dengan laju massa alir yang keluar dalam ruang yang ditinjau.
a. Persamaan kontinuitas untuk fluida tak termampatkan

Pada fluida tak termampatkan, massa jenis fluida selalu sama di setiap
titik yang dilaluinya. Massa alir fluida yang mengalir dalam pipa dengan luas
penampang A1 (diameter pipa besar) selama selang waktu tertentu adalah :

m
=
V
Di mana:
m1=m2
m1=V 1 x
m1=V 2 x
V 1= A1 x L1= A1 x V 1 x t x m1= x A1 x V 1 x t

Mengingat bahwa dalam aliran fluida steady, massa fluida yang masuk
sama dengan massa fluida yang keluar, maka:
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

7
CENTRIFUGAL FAN

m1=m2
x A1 x V 1 x t= x A2 x V 2 x t
A 1 x V 1= A2 x V 2

Jadi pada fluida tak termampatkan, berlaku persamaan kontinuitas :

A 1 x V 1= A2 x V 2
Dimana :
A1 : Luas penampang 1
A2 : Luas penampang 2
v1 : Kecepatan aliran fluida pada penampang 1
v2 : Kecepatan aliran fluida pada penampang 2
Av : Laju aliran volume v/t alias debit

b. Persamaan kontinuitas untuk fluida termampatkan

Untuk kasus ini massa jenis fluida berubah ketika dimampatkan. m1= m2

x A1 x V 1 x t= x A2 x V 2 x t

Selang waktu aliran fluida sama:

x A1 x V 1= x A 2 x V 2

Bedanya pada fluida tak termampatkan hanya terletak pada massa jenis fluida.

1.1.4 Pengukuran Tekanan


Pada kenyatannya dalam sebuah fan terdapat dua jenis tekanan, yaitu
tekanan masuk dan tekanan keluar. Untuk menghitung tekanan suatu fluida gas
dengan cara membandingkan dengan tekanan atmosfir digunakan alat yang disebut
dengan manometer.
Manometer digunakan untuk menetukan perbedaan tekanan diantara dua
PRAKTIKUM
titik diFENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL
saluran pembuangan udara. Perbedaan tekanan kemudian dapat

8
CENTRIFUGAL FAN

digunakan untuk menghitung kecepatan aliran di saluran dengan menggunakan


persamaan Bernoulli.
Hukum Bernoulli menyatakan bahwa tekanan dari fluida yang bergerak
seperti udara berkurang ketika fluida tersebut bergerak lebih cepat. Hukum Bernoulli
ditemukan oleh Daniel Bernoulli, seorang matematikawan Swiss yang
menemukannya pada 1700-an. Bernoulli menggunakan dasar matematika untuk
merumuskan hukumnya.
Terdapat beberapa Asumsi Hukum Bernoulli diantaranya:
a. Fluida tidak dapat dimampatkan (incompressible) dan nonviscous.
b. Tidak ada kehilangan energi akibat gesekan antara fluida dan dinding pipa.
c. Tidak ada energi panas yang ditransfer melintasi batas-batas pipa untuk cairan
baik sebagai keuntungan atau kerugian panas.
d. Tidak ada pompa di bagian pipa
e. Aliran fluida laminar (bersifat tetap)

Rumus Hukum Bernoulli:


Keterangan:
P = Tekananal (Pascal)
v = kecepatan (m/s)
p = massa jenis fluida (kg/m3)
h = ketinggian (m)
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
Persamaan di atas berlaku untuk aliran tak-termampatkan dengan asumsi-asumsi
sebagai berikut:
Aliran bersifat tunak (steady state)

Tidak terdapat gesekan

Dalam bentuk lain, Persamaan Bernoulli dapat dituliskan sebagai berikut:

Macam-macam manometer, antara lain :


1. Manometer U
Manometer pipa U diisi cairan setengahnya (biasanya berisi minyak, air
atau air raksa) dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa, sementara
tekanan (yang mungkin terjadi karena atmosfer) diterapkan pada tabung yang
PRAKTIKUM FENOMENA
lainnya. PerbedaanDASAR MESIN
ketinggian 2016/2017
cairan GASAL
memperlihatkan tekanan yang diterapkan.

9
CENTRIFUGAL FAN

Gambar 1.10 Manometer Pipa U


Sumber : Avallone, et al (ed) (2007: 334)

2. Manometer pipa U satu sisi


Manometer pipa U satu sisi sebenarnya pada prinsipnya sama
dengan manometer pipa U, akan tetapi manometer pipa U satu sisi
digunakan untuk mengukut tekanan lebih dari 1 atm. Sebelum digunakan
tinggi permukaan raksa sama dengan tekanan dalam pipa U satu adalah 1 atm.

Gambar 1.11 Manometer Pipa U Satu Sisi


Sumber : Avallone, et al (ed) (2007: 334)

3. Manometer pipa miring


Manometer pipa-U kurang peka untuk mendeteksi perbedaan tekanan
yang sangat kecil, karena perbedaan ketinggian pada kedua kaki juga sangat
kecil, maka manometer ini dimodifikasi dengan cara memiringkan salah satu
kaki pipa-U agar kenaikan tinggi cairan yang kecil tetap dapat terlihat, dengan
memiringkan salah satu kaki manometer pipa-U maka panjang jarak yang
ditempuh cairan semakin panjang dan memungkinkan penggunaan skala yang
teliti.
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

10
CENTRIFUGAL FAN

Gambar 1.12 Manometer Pipa Miring


Sumber : Avallone, et al (ed) (2007: 334)

1.1.5 Variasi Pengukuran Tekanan Keluar pada Centrifugal Fan


1. Venturi
Venturi adalah sebuah pipa yang berfungsi menurunkan tekanan fluida
yang terjadi ketika fluida tersebut bergerak melalui pipa yang menyempit.
Kecepatan fluida dipaksa meningkat untuk mempertahankan debit fluida yang
sedang bergerak tersebut, sementara tekanan pada bagian sempit ini harus turun
akibat pemindahan energi potensial tekanan menjadi energy kinetik. Hal ini
juga berhubungan dengan hulu

Gambar 1.13: Venturi


Sumber : White (2003 : 181)

2. Nozzle
Nozzel adalah alat yang digunakan untuk mengekspansikan fluida
sehingga kecepatannya meningkat dan tekanannya menurun. Fungsi Nozzle
adalah pressure control untuk mesin dan perangkat percepatan konversi energi
gas menjadi energi kinetik.

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

11
CENTRIFUGAL FAN

Gambar 1.14: Nozzle


Sumber : White (2003 : 599)

1.2 Tujuan Pengujian


Tujuan pengujian sesuai dengan peralatan MH@)) dan Unit AT100 adalah :
1. Melihat grafik karakteristik dari sebuah fan sentrifugal
2. Mengukur debit dengan mempergunakan venturi dan iris Damper.
3. Mengetahui pengaruh rpm terhadap keluaran
4. Mencari besarnya daya dengan mengukur torsinya
Beberapa tujuan ini dituangkan dalam 9 unit percobaan yang dapat dilaksanakan
dengan cara seperti pada bab selanjutnya.
Pada setiap unit percobaan diberikan
1. Tujuan percobaan
2. Susunan alat percobaan
3. cara percobaan
4. Table dan pengukuran
5. Tugas-tugas

1.3 Spesifikasi Alat

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

12
CENTRIFUGAL FAN

Gambar 1.15 : Centrifugal Fan Testing Unit


Sumber : Laboratorium Fenomena Dasar Mesin Universitas Brawijaya (2016)

1. Tipe : WG 25
2. Aliran volume (tanpa hambatan) : 6.3 m3/menit
3. Kenaikan tekanan statis, tertutup penuh : 1180 Pa
4. Daya motor : 0.14 kW
5. Rpm motor, Blow out : 2200

1.3.1 Unit Penggerak

Gambar 1.16 : Drive Unit


Sumber : coateshire.com.au : 2016

Dalam versi standar HM200 digunakan motor penggerak GUNT AT100


Drive Unit.
PRAKTIKUM Untuk unit
FENOMENA ini putaran
DASAR MESINmotor dapat diatur.
2016/2017 Selain itu dapat dilakukan
GASAL
pula pengukuran daya yang diberiukan pada Blower secara mekanik. Daya

13
CENTRIFUGAL FAN

keluaran motor biasanya antara 100-200 Watt. Sehingga harus diperhatikan bahwa
putaran nominal dari Blower sekitar 2200 rpm.

1.3.2 Unit Lengkap Alat Pengujian


Gambar dibawah merupakan skema dari peralatan HM200 dan AT100.
Bagian-bagian dari peralatan ini, yaitu:
1. Alas untuk meletakkan unit penggerak dan fan
2. Handle
3. Unit penggerak AT100
4. Titik-titik pengukuran
5. Fan sentrifugal
6. Seksi pengatur aliran mantap
7. Seksi uji venture
8. Seksi uji Damper

Gambar 1.17 : Peralatan penguji Fan sentrifugal


Sumber : Laboratorium Fenomena Dasar Mesin Universitas Brawijaya (2016)

1.3.3 Blower / Fan


Dalam pengujian ini, fan yang dipergunakan mempunyai variable-
variabel sebagai berikut:
V : aliran volume (m/menit)
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL
Pt : beda kenaikan tekanan total (Pa)

14
CENTRIFUGAL FAN

Ps : beda kenaikan tekanan statis (Pa)


Pd2 : beda kenaikan tekanan dinamis (Pa) diukur pada saluran ujung keluar

Data Teknik
Tipe : WG25
Aliran Volume : 6,3 m3/menit
Kenaikan Tekanan Statis, Tertutup : 1180 Pa
Daya Motor(Nominal) : 0.14 kW
Rpm Motor, Blow Out : 2200

1.3.4 Nozzle Venturi


Nozzle-venturi ini dirancang berdasarkan DIN 1952 (deutsche industrie
normung/german industrial standard). Nozzle venturi dipasang pada rangkaian
saluran dengan sambungan flens yang dilengkapi dengan seal O-ring.

Gambar 1.18 : Venturi meter


Sumber : Laboratorium Fenomena Dasar Mesin Universitas Brawijaya (2016)

1.3.5 Iris Damper


Pengukuran debit aliran tidak mengikuti aturan DIN 1952. Cara perhitungan
dan data yang diberikan dalam DIN 1952 tidak dapat dipakai untuk iris Damper ini.
Juga informasi yang ada pada diagram yang diberikanoleh pabriktentang penurunan
tekanan, debit aliran dan kecepatanperlu dipertanyakan. Karakteristik yang
sesungguhnya dapat dilakukan dengan menghubungkan secara seri dengan Nozzle-
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

15
CENTRIFUGAL FAN

venturi. Rangkaian ini dapat dilihat pada percobaan belakang. Dalam hal ini nosel-
Venturi dapat dianggap memenuhi standarDIN serta sesuai untuk kalibrasi Damper.

Gambar 1.19 : Iris Damper


Sumber : Laboratorium Fenomena Dasar Mesin Universitas Brawijaya (2016)

1.3.6 Reducing Damper


Ini digunakan untuk mengatur jumlah aliran selain dengan mengatur
putaran motor itu sendiri.

Gambar 1.20 : Conical iris


Sumber : Laboratorium Fenomena Dasar Mesin Universitas Brawijaya (2016)

1.3.7 Sistem Pengukuran Tekanan Diferensial


Gambar dibawah ini menunjukkan sistem pengukuran tekanan yang dipakai
dalam percobaan ini.

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

16
CENTRIFUGAL FAN

Gambar 1.21 : Manometer Pipa U Tegak- Sisi Sama 15 mbar > 0 > 15 mbar, Berat
Jenis Cairan 1g/cm3.
Sumber : Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2014

Gambar 1.22 : Manometer Pipa U- Satu Sisi 0-1 kPa, Berat Jenis Cairan 0,78 g/cm3.
Sumber : Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2014

Gambar 1.23 : Manometer Pipa Miring 0 500 Pa, Berat Jenis Cairan 0,78 g/cm3.
Sumber : Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin 2013

Contoh Alat Pengukur Tekanan Diferensial

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

17
CENTRIFUGAL FAN

Gambar 1.24 : Differential Pressure Transmitter


Sumber : abi-blog.com : 2016

Differential Pressure adalah pada dasarnya adalah salah satu metode


pengukuran tekanan yang tidak mengacu pada referensi tekanan khusus, seperti di
bahas pada posting yang lalu.
Transmitter adalah pemancar yang berfungsi mengirimkan signal dari
pengukur / sensor ke suatu sistem kontrol monitoring.
Jadi Differential Pressure Transmitter adalah suatu alat yang berfungsi
mengirimkan signal pengukuran dari suatu alat ukur tekanan diferensial.

1.4 Cara Pengambilan Data


1.4.1. Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Statis
a. Kenaikan Tekanan Statis
Tujuannya untuk mengetahui pengaruh perubahan fan terhadap jumlah
tekanan (statis) masuk dan keluar pada kondisi saluran keluar tanpa
hambatan.
Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.20. Hubungkan titik titik
pengukuran tekanan dengan ujung ujung manometer : (+) dengan (+), dan
() dengan (-).
Kondisi pengujian berupa aliran tanpa hambatan, dan saluran penyeragaman
terbuka pada bagian atasnya.
Cara Pengujian:
1. Hidupkan motor dan pada putaran rendah, misalnya pada 400 rpm,
kenaikan tekanannya diukur.

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

18
CENTRIFUGAL FAN

2. Kemudian, putaran fan dinaikkan menjadi 600 rpm dan tekanannya


diukur lagi. Kemudian diulangi dengan menaikkan putaran fan sebesar
200 rpm sampai mencapai putaran 2200 rpm.
b. Beda tekanan pada saluran masuk fan
Tujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan putaran fan terhadap jumlah
tekanan (statis) pada saluran masuk fan pada kondisi saluran keluar tanpa
hambatan.
Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.20. Hubungan titik-titik
pengukuran tekanan ( pengukuran dilakukan pada saluran masuk ) dengan
ujung-ujung manometer : () dihubungkan dengan (-).
Aliran tanpa hambatan, dan saluran penyeragaman terbuka pada bagian
atasnya.
Kodisi pengujian berupa aliran tanpa hambatan dan saluran penyeragam
aliran terbuka pada bagian atasnya.
Cara pengujian:
1. Hidupkan motor dan pada putaran rendah, misalnya pada 400 rpm,
kenaikan tekanannya diukur.
2. Putaran fan dinaikkan menjadi 600 rpm dan tekanannya diukur lagi.
Kemudian diulangi dengan menaikkan putaran fan sebesar 200 rpm
sampai mencapai putaran 2200 rpm.

c. Beda Tekanan pada Saluran Keluar Fan


Tujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan putaran fan terhadap jumlah
besarnya tekanan (statis) pada saluran keluar fan pada kondisi saluran keluar
tanpa hambatan.
Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.20. Hubungan titik-titik
pengukuran tekanan ( pengukuran dilakukan pada saluran keluar ) dengan
ujung-ujung manometer : (+) dihubungkan dengan (+).
Kondisi pengujian berupa aliran tanpa hambatan, dan saluran penyeragaman
terbuka pada bagian atasnya.
Cara pengujian:
1. Hidupkan motor dan pada putaran rendah, misalnya pada 400 rpm,
kenaikan tekanannya diukur.
2. Kemudian, putaran fan dinaikkan menjadi 600 rpm dan tekanannya
diukur lagi. Kemudian diulangi dengan menaikkan putaran fan sebesar
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR
200 rpm sampai MESINputaran
mencapai 2016/2017
2200rpm.
GASAL
1.4.2. Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Statis

19
CENTRIFUGAL FAN

Tujuan untuk mengetahui pengaruh pembukaan Damper yang dipasang pada


ujung saluran terhadap tekanan statis.
Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.20. hanya pada ujung saluran
keluar dipasang damper. Pada pengujian ini dilakukan dengan tiga macam
posisi damper yaitu terbuka penuh, kira-kiran setengah dan tertutup penuh.

terbuka penuh kira kira 1/2 tertutup penuh

Gambar 1.25 : Posisi Damper


Sumber: Panduan Praktikum Fenomena dasar mesin 2014

Kondisi pengujian berupa aliran dengan hambatan dan damper terpasang pada
ujung saluran penyeragaman.
Cara pengujian
1 Susunlah alat pengujian seperti pada gambar 2.20 tetapi ujung atasnya
terpasang damper.
2 Hubungkan titik-titik pengukuran tekanan dengan ujung-ujung
manometer adalah (+) dihubungkan dengan (+) dan (-) dihubungkan
dengan (-).
3 Hidupkan motor listrik.
4 Naikkan putarannya sehingga mencapai putaran 2200 rpm.
5 Posisi damper terbuka penuh, ukurlah tekanan-tekanannya.
6 Ulangi langkah 3, tetapi posisi damper terbuka setengah.
7 Ulangi langkah 3, tetapi posisi damper terbuka penuh.

1.4.3. Pengukuran Kecepatan Aliran Volume dengan Venturimeter


a. Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Efektif Venturi
Tujuan untuk mengetahui hubungan antara putaran fan dengan tekanan
efektif yang diukur pada venturi.
Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.22, venturi dipasang pada
ujung saluran keluar. Pengukuran perbedaan tekanan pada kedua titik
pada venturi dilakukan dengan menggunakan manometer pipa U.
Cara Pengujian
1. Susunlah alat pengujian seperti pada gambar 2.22
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR
2. Hubungkan MESIN
titik-titik 2016/2017
engukuran GASAL
tekanan pada venturi dengan ujung-
ujung manometer U.

20
CENTRIFUGAL FAN

3. Hidupkan motor listrik.


4. Naikkan putaran fan pelan-pelan dan pada putaran 400 rpm. Catat
tekanan yang terbaca pada manometer U.
5. Pada tiap kenaikan putaran sebesar 200 rpm, ulangi pencatatan
tekanannya sampai putaran mencapai 2200 rpm.
b. Pengaruh Pembukaan Damper terhadap Tekanan efektif Venturi
Tujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi pembukaan damper
dengan tekanan efektif pada venturi.
Susunan alat pengujian seperti pada gambar 2.22, venturi dipasang pada
ujung saluran keluar. Pengukuran perbedaan tekanan pada kedua titik
pada venturi dilakukan dengan menggunakan manometer pipa U.
Cara pengujian
1. Susun alat pengujian dengan menempatkan venturi pada saluran
keluar.
2. Hubungkan titik-titik pengukuran tekanan pada venturi dengan
ujung-ujung manometer pipa U.
3. Hidupkan motor listrik.
4. Putaran fan dinaikkan perlahan sampai mencapai putaran 2200 rpm.
5. Pada putaran ini pengukuran P dan tekanan pada oulet dari fan
dilakukan pada tiga posisi damper.
- Terbuka penuh
- Terbuka 2
- Tertutup Penuh

1.5 Hasil Pengujian


1.5.1 Data Hasil Pengujian
1. Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Statis
Tabel 1.1 Data Hasil Pengujian Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Statis
Putaran Kenaikan Tekanan
Saluran Masuk Saluran Keluar
Statis
No Fan
H P (kPa) H P (kPa) H P (kPa)
(Rpm)
1 400 -0.00015 -0.00147 0.00015 0.00147 0.0003 0.00294
2 600 -0.0002 -0.00196 0.0002 0.00196 0.0004 0.00392
3 800 -0.0003 -0.00294 0.0003 0.00294 0.0006 0.00588
4 1000 -0.0004 -0.00392 0.0004 0.00392 0.0008 0.00784
5 1200 -0.0006 -0.00588 0.0006 0.00588 0.0012 0.01176
6
PRAKTIKUM 1400 -0.0008
FENOMENA DASAR-0.00784 0.0008 GASAL
MESIN 2016/2017 0.00784 0.0016 0.01568
7 1600 -0.0011 -0.01078 0.0011 0.01078 0.0022 0.02156

21
CENTRIFUGAL FAN

8 1800 -0.0013 -0.01274 0.0013 0.01274 0.0026 0.02548


9 2000 -0.0015 -0.0147 0.0015 0.0147 0.003 0.0294
10 2200 -0.0021 -0.02058 0.0021 0.02058 0.0042 0.04116
13000 -0.00845 -0.08281 0.00845 0.08281 0.0169 0.16562

2. Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Efektif Venturi


Tabel 1.4 Data Hasil Pengujian Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Efektif
Venturi

Terbuka Terbuka Tertutup


No Posisi Damper
Penuh Setengah Penuh
H 0.005 0.00225 0
1 Tekanan Efektif
P (kPa) 0.049 0.02205 0
2 Aliran Volume Q (m3/s) 0.000366 0.000246 0

3. Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Statis


Tabel 1.2 Data Hasil Pengujian Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Statis

Terbuka Terbuka Tertutup


No Posisi Damper
Penuh Setengah Penuh

Tekanan Keluar dengan H 0.004 0.003 0.005


1
Tekanan Atmosfer P (kPa) 0.0392 0.0294 0.049
Tekanan Masuk dengan H 0.0022 0.0016 0
2
Tekanan Atmosfer P (kPa) 0.02156 0.01568 0
Beda Tekanan Masuk dan H 0.0042 0.0045 0.0055
3
Keluar P (kPa) 0.04116 0.0441 0.0539

4. Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Efektif Venturi


PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL
Tabel 1.3 Data Hasil Pengujian Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Efektif

22
CENTRIFUGAL FAN

Venturi

No. Putaran Fan (Rpm) H P (kPa)


1 400 0.0003 0.00294
2 600 0.0005 0.0049
3 800 0.0007 0.00686
4 1000 0.0011 0.01078
5 1200 0.0014 0.01372
6 1400 0.002 0.0196
7 1600 0.0025 0.0245
8 1800 0.0031 0.03038
9 2000 0.004 0.0392
10 2200 0.0045 0.0441
13000 0.0201 0.19698

1.5.2 Contoh Perhitungan

1. Mengkonversi Tinggi Air Pada Manometer Menjadi Tekanan

P= . g . H
Keterangan
P : Perbedaan Tekanan
: Massa Jenis Air (1000kg/m3)
g : Percepatan Grafitasi (9.8 m/s2)
H : Perbedaan Ketinggian

P=1000 kg/m 3 9.8 m/s 2 0.00015m


P=0.00147 kPa
PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

23
CENTRIFUGAL FAN

2. Mengukur Besar Volume Aliran

V = A
Keterangan:
2 P

Q : Volume aliran (m3/s)


: koefisien gesek = 1.03
: koefisien kecepatan aliran = 0.99
d : Diameter = 4 x 10-2 m
A : luas penampang Damper (m2)
P : selisih tekanan (kPa)
: berat jenis udara (1.32 kg/m3)

1. Pada Damper terbuka penuh

4 x 102 2 x

2 x 0.049
1.32
Q=1.03 x 0.99 x
Q=0.000366 m3 /s

2. Pada Damper terbuka setengah

4 x 102 2 x

2 x 0.02205
1.32
Q=1.03 x 0.99 x
Q=0.000246 m3 /s

3. Pada Damper tertutup penuh


2 x0
4 x 102 2 x
1.32
Q=1.03 x 0.99 x

Q=0 m3 / s

1.5.3 Grafik dan Pembahasan


1.5.3.1 Grafik Hubungan Putaran Fan terhadap Beda Tekanan Statis

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

24
CENTRIFUGAL FAN

0.05

0.04

0.03

Saluran Masuk0.02 Polynomial (Saluran Masuk) Saluran Keluar

P (kPa) 0.01

0
0 500 1000 1500 2000 2500
-0.01
P olynomial (Saluran Keluar) Kenaikan T ekanan Statis Polynomial (Kenaikan T ekanan Stat is)
-0.02

-0.03

Putaran Fan (rpm)

Gambar 1.26 Grafik Hubungan Putaran Fan terhadap Beda Tekanan

Analisis Grafik:
Tekanan statis adalah perbandingan antara tekanan masuk dengan tekanan
keluar. Dari grafik didapatkan hubungan semakin besar putaran fan maka semakin
besar perbedaan tekanan yang terjadi. Hal ini disebabkan adanya fenomena volute, di
mana fan mula-mula berputar, perputaran tersebut menyebakan tekanan pada saluran
masuk menjadi rendah. Semakin besar putaran fan maka tekanan masuk akan
semakin kecil, sehingga udara dari lingkungan mengalir ke dalam fan.
Udara yang telah masuk kedalam fan kemudian digerakan oleh sudu impeller
mengarah ke saluran keluar fan. Saluran keluar fan memiliki luas penampang yang
besar. Semakin besar luas penampang yang dialiri fluida maka kecepatan semakin
rendah. Akibatnya tekanan yang dihasilkan semakin besar.
Pada tekanan masuk, P bernilai negatif hal ini dikarenakan perbedaan tekanan pada
saluran masuk merupakan besarnya tekanan di dalam saluran masuk yang dikurangi
tekanan atmosfir. Sehingga semakin cepat putaran menghasilkan tekanan saluran
masuk yang semakin kecil, namun P semakin besar.

1.5.3.2 Grafik Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Efektif Venturi


PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

25
CENTRIFUGAL FAN

0
Volume Aliran (m3/s)
0

0
0 0.5 1

Bukaan Damper

Volume Aliran Logarithmic (Volume Aliran)


Polynomial (Volume Aliran)

Gambar 1.27 Grafik Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Efektif Venturi
Analisis Grafik:
Dari grafik dapat diketahui bahwa volume aliran adalah besar volume fluida
yang mengalir pada satuan waktu. Terlihat bahwa semakin besar bukaan damper
maka volume aliran juga semakin besar. Hal ini disebabkan dalam pengukuran
volume aliran yang dipakai adalah perbedaan tekanan, karena tekanan berbanding
terbalik dengan volume aliran, sehingga semakin besar bukaan damper maka
semakin besar pula volume aliran. Sedangkan saat damper tertutup penuh, tidak ada
volume aliran yang mengalir. Pada percobaan ini berlaku hukum kontunuitas. Namun
pada percobaan kali ini terjadi penyimpangan data karena pada saat damper tertutup
penuh, volume aliran tetap ada atau aliran tetap mengalir yang seharusnya tidak ada
aliran. Hal ini disebabkan kemungkinan pada saat menutup, damper tidak tertutup
dengan sempurna.

1.5.3.3 Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Statis

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

26
CENTRIFUGAL FAN

0.06
0.05
0.04
0.03
P (kPa)
0.02
0.01
0
0 0.5 1

Bukaan Dampe r

Tekanan Masuk Polynomial (Tekanan Masuk)


Tekanan Keluar Polynomial (Tekanan Keluar)
Beda Tekanan Polynomial (Beda Tekanan)

Gambar 1.28 Pengaruh Bukaan Damper terhadap Tekanan Statis

Analisis Grafik:
Dari grafik didapatkan hubungan antara bukaan damper dengan beda tekanan
yaitu, semakin damper tertutup maka beda tekanan masuk dan keluar semakin naik.
damper yang semakin menutup menyebabkan kecepatan aliran yang menurun.
Sehingga ketika kecepatan alirannya semakin menurun maka beda tekanannya akan
semakin naik.
Dari grafik, tekanan masuk dan keluar memiliki kecenderungan yang sama
yaitu ketika beda tekanan semakin naik saat damper semakin tertutup. Pada saat
damper tertutup penuh maka tidak ada udara yang mengalir ke saluran keluar
sehingga tekanan pada saluran keluar pun meningkat akibatnya timbulah tekanan
balik, tekanan balik tersebut menyebabkan beda tekanan pada saluran masuk
meningkat hingga nilai tekanan masuk sama dengan tekanan atmosfir. Tetapi setelah
demper dibuka udara mengalir dan memperbesar kecepatan di sisi luar yang
menyebabkan tekanan pada saluran keluar menurun.

1.5.3.4 Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Efektif Venturi

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

27
CENTRIFUGAL FAN

0.05

0.04

0.03

P (kPa) 0.02

0.01

0
0 500 1000 1500 2000 2500

Putaran Fan (rpm)

Beda Tekanan Polynomial (Beda Tekanan)

Gambar 1.29 Pengaruh Putaran Fan terhadap Tekanan Efektif Venturi

Analisis Grafik:
Dari grafik dapat diketahui bahwa P adalah besar beda tekanan efektif
venturi. Terihat bahwa semakin besar putaran fan maka perbedaan tekanan efektif
venturi semakin besar. Hal ini dikarenakan pada venturi memiliki daerah luas
penampang besar dan kecil. Mula-mula udara yang mengalir dari fan menuju ke arah
venturi diawali di daerah dengan luas penampang besar. Sesuai hukum kontunuitas
maka kecepatannya semakin rendah. Setelah itu mengalir ke venturi dengan luas
penampang yang kecil. Semakin kecil luas penampang maka semakin besar
kecepatannya akibatnya tekanannya akan semakin kecil, namun tidak pada perbedaan
tekanannya, terjadi perbedaan tekanan yang semakin tinggi seiring dengan
bertambahnya kecepatan putaran fan.

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

28
CENTRIFUGAL FAN

1.6 Kesimpulan dan Saran


1.6.1 Kesimpulan
Pada praktikum dengan alat Centrifugal Fan Testing Apparatus dapat
disimpulkan bahwa :
1. Hubungan antara putaran fan dengan beda tekanan adalah semakin besar
putaran fan maka beda tekanan masuk semakin kecil. Perbandingan
berbanding terbalik. Semakin besar putaran fan maka tekanan keluar semakin
besar. Dan semakin besar putaran fan maka tekanan keluar semakin besar
beda tekanan statis semakin besar dengan kata lain berbanding lurus.
2. Hubungan antara bukaan damper terhadap beda tekanan adalah semakin kecil
bukaan damper maka beda tekanan masuk dan beda tekanan keluar
meningkat dikarenakan adanya tekanan balik.
3. Hubungan antara putaran fan dengan tekanan efektif venture adalah semakin
besar putaran fan maka perbedaan tekanan dalam venture semakin besar.
4. Hubungan antara bukaan damper terhadap volume aliran adalah semakin
besar bukaan damper maka volume aliran semakin besar. Sedangkan saat
damper tertutup penuh maka volume aliran tidak mengalir.

1.6.2 Saran
1. Alat-alat praktikum diharapkan sering dirawat secara berkala aar tidak cepat
rusak sehingga dapat menambah variasi dalam praktikum.
2. Asisten diharapkan merespon dengan cepat ketika praktikum meminta janji
asistensi.
3. Praktikan diharapkan membaca modul dengan baik dan teliti agar lancer saat
praktikum nantinya.
4. Sebaiknya untuk membuat janji asistensi dengan asisten dapat melalui sms untuk
memudahkan komunikasi.
5. Sebaiknya praktikan melakukan praktikum dengan lebih cermat dan teliti.
6. Sebaiknya saat praktikum alat-alat sudah dipastikan benar sehingga dapat
berjalan dengan lancar dan lebih efektif.
2.

PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017 GASAL

29