Anda di halaman 1dari 3

Content :

1. Benarkah Pakaian Merupakan Pelindung Sinar UV ?


2. Mengenal Kusta Lebih Jauh

Benarkah Pakaian Merupakan Pelindung Sinar UV ?


dr. Nilam Permata

Sinar matahari seperti yang kita tahu menguntungkan bagi tubuh, menyegarkan, dan
menyehatkan. Namun yang perlu kita tahu bahwa sinar matahari juga dapat membakar kulit kita,
membuatnya kering, menimbulkan keriput, tanda-tanda penuaan dini lainya, alergi dan
pengaruh-pengaruh lainnya yang mematikan, seperi kanker kulit. Melakukan tindakan
pencegahan cukup penting maka kita dapat menikmati keuntungan dari sinar matahari dengan
meniadakan resiko buruk terhadap kulit kita.

Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet A (UV A) dan sinar UV B. Sinar UV A dapat
menimbulkan penuaan dini, jerawat, hilangnya elastisitas kulit, dan rentan terhadap infeksi.
Sedangkan sinar UV B dapat langsung mempengaruhi DNA sehingga kulit terbakar, memerah,
bernoda hitam, dan mengalami penuaan, yang paling berbahaya adalah terjadinya kanker kulit.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah
1. Batasi paparan radiasi UV paling tinggi pukul 10.00 sampai pukul 16.00 WIB.
2. Menutup badan dengan pakaian yang tepat seperti baju yang tertutup, topi lebar,
mempraktekkan shadow rule cari tempat teduh terutama pada anak-anak lebih utama
dibandingkan mneggunakan tabir surya. Penelitian di Australia tahun 1992 Gies
memperkenalkan konsep perlindungan surya oleh pakaian dan menyebutnya disebut
Ultra Violet Protection Factor (UPF) dan ternyata jauh lebih efektif dari lotion SPF
yang selama ini kita tahu karena tidak memiliki efek samping apapun dan lebih berefek
cepat dibanding lotion SPF.
3. Memakai tabir surya minimal Sun Protection Factor (SPF) 15. Pemilihan tabir surya
perlu diperhatikan yaitu yang enak, mudah dipakai, jumlah yang menempel mencukupi
tubuh, lotion tersebut tetap mempertahankan kelembutan dan kelembaban kulit. Namun
jika terjadi iritasi pada kulit anda segera hentikan.
4. Melakukan hal-hal yang tidak menyebabkan terjadinya penipisan ozon. Karena ozon
merupakan lapisan yang dapat mengurangi penyebaran sinar UV.
Dengan cara-cara tersebut diharapkan kita dapat mencegah terpapar dari sinar UV. Dan ternyata
dengan menggunakan pakaian yang tertutup dapat melindungi kulit kita, tanpa harus
mengeluarkan biaya yang mahal, simpel, dan tidak menyusahkan.
Sources: webMD
Kata kunci : UVA, UVB, kulit sehat

2. Mengenal Kusta Lebih Jauh

dr. Nilam Permata

Dalam memperingati hari kusta internasional yaitu tanggal 27 Januari marilah kita mengenal
lebih jauh apakah kusta itu sendiri dan bagaimana perkembangan dari penanganan kusta itu
sendiri di Indonesia.

Apa itu kusta? Kustha berasal dari bahasa sanskerta, yaitu kustha berarti kumpulan gejala-
gejalaklit secara umum. Penyakit kusta atau lepra atau disebut juga Morbus Hensen, sesuai
dengannama yang menemukan kuman tersebut. MH atau Morbus Hensen adalah penyakit yang
disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae. Mh menyerang berbagai bagian tubuh
diantaranya saraf dan kulit.

Apa penyebab kusta? Penyakit kusta atau MH disebabkan oleh bakteri yang bernama
Mycobacterium leprae. Bakteri ini memiliki ciri-ciri berbentuk batang, kuman aerob, tidak
membentuk spora, berukuran 1-8 micro, hidup dalam sel dan bersifat tanhan asam (BTA).

Bagaimana cara penularan penyakit kusta? Kuman dari kusta dapat menular melalui kontak
langsung, lama dan berulang-ulang dari penderita dan juga melalui pernapasan. Sejak kuman
masuk hingga terjadi gejala sekitar kurang lebih 5 tahun. Setelah 5 tahun tanda-tanda gejalan
mulai muncul.

Apa saja faktor risiko penyakit kusta? Factor risiko terkena kusta adalah tinggal diaerah yang
endemik penyakit kusta, kondisi lingkungan yang buruk seperti tempat tidur yang tidak
memadai, air yang tidak bersih, asupan gizi yang buruk, ataupun memiliki penyakit lain yang
menurunkan sistem imun tubuh seperti HIV/AIDS.
Bagaimana cara pencegahan penyakit kusta? kuman kusta diluar tubuh manusia dapat hidup
24-48 jam hingga 7-9 hari, tergantung dari suhu dan cuaca, makin panas cuaca makin cepat
kuman mati. Dengan demikian pentingnya sinar matahari masuk kedalam rumah dan hindari
ruangan menjadi lembab.

Apa tanda dan gejala kusta? Kulit mengalami bercak putih seperti panu, awalnya kecil emakin
lama semakin membesar, adanya bintil kemerahan yang tersebar pada kulit, rasa kesemutan,
hingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seperti ada bagian tubuh tidak berkeringat, muka
berbenjol-benjol dan tegang seperti facies leomina (muka singa), dan bahkan mati rasa karena
kerusakan saraf tepi. Jika tidak ditatalaksana dengan baik dapat terjaid kerusakan permanen kulit,
saraf, anggota gerak, dan mata.

Bagaimana cara pengobatan kusta? Yang terpenting adalah stigma penyakit kusta BUKAN
penyakit guna-guna dan merupakan penyakit yang dapat disembuhkan, bagi anda atau orang-
orang disekitar anda yang memliki gejala-gejala dicurigai kusta segera ke dokter atau ke fasilitas
kesehatan secepatnya agar penanganaan dapat terlaksana lebih cepat.