Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pelaksanaan Manajemen ruangan berjalan dengan lancar berdasarkan
pendekatan pada pilar-pilar model praktek keperawatan profesional.
2. Kebutuhan pelayanan keperawatan, sumber daya manusia, kebutuhan
sarana dan prasarana yang ada di Ruang Dahlia RSD Balung Jember
sudah mencukupi.
3. Masalah yang diperoleh di Ruang HCU RSD dr. Soebandi Jember
berdasarkan kajian yaitu :
a. Belum terpampangnya pendokumentasian visi dan misi
b. Belum terbentuknya rencana harian karu dan katim
c. Belum adanya daftar alokasi pasien
d. Belum adanya pendokumentasian yang baik dan terstruktur untuk
pendelegasian dan supervisi.
e. Belum dilaksanakannya survei kepuasan pasien
f. Belum dilakukannya case conference oleh kepala ruang setiap
bulannya.
g. Belum adanya Standar Asuhan Keperawatan dan Standar
Operasional Prosedur di Ruang Dahlia.
4. Pemecahan Masalah yang sudah dilaksanakan
a. Terpampangnya dokumentasi visi dan misi
b. Dilakukannya rencana harian karu, katim dan pp yang dilakukan
setiap hari
c. Pembuatan alokasi pasien dan diterapkan pada tanggal 22 April
2016
d. Tersedianya pendokumentasian terstruktur delegasi dan supervisi
e. Dilaksanakannya survei kepuasan pasien/ keluarga pasien,
dilakukan setiap pasien akan KRS
f. Pelaksanaan case Conferen pada tanggal 25 April 2016
g. Penyusunan SAK dan SOP dalam bentuk Workshop yang
dilakukan pada tanggal 2 April 2016
5. Penerapan Model Praktek Keperawatan Profesional di ruang Dahlia telah
berjalan dengan baik namun dalam berjalannya terdapat beberapa
kekurangan dan masalah tersebut dijadikan diagnosa oleh mahasiswa
praktikan yang mencoba menyelesaikannya melalui kegiatan role play

43
44

dan grand kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar


sehingga tercipta model pelaksanaan model konsep keperawatan yang
sesuai dengan yang diharapkan yakni menjalankan 4 pilar utama yakni
manajemen, compensatory and rewards, hubungan profesional, dan
asuhan keperawatan pada tiap pemegang jabatan.

B. Saran
1. Diharapkan pendokumentasian dilaksanakan dengan baik dan terstruktur
untuk pendelegasian dan supervisi oleh kepala ruang dan katim.
2. Case conference diharapkan dapat dilakukan oleh ketua tim di Ruangan
dan melibatkan tim kesehatan yang lain seperti gizi, fisioterapi, dokter, dan
farmasi minimal 1 bulan sebanyak 1 kali dan pelaksanaannya mengarah
pada kasus pasien.
3. Perawat Ruang Dahlia RSD Balung Jember dapat menerapkan asuhan
keperawatan sesuai Standar Asuhan Keperawatan (SAK).

C. Rencana Tindak Lanjut


1. Pendelegasian dan supervisi diharapkan dapat selalu didokumentasikan
dengan format yang sudah baku seperti yang sudah dilakukan mahasiswa
pada pelaksanaan role play dan mahasiswa mencoba menyediakannya.
2. Pelaksanaan case conference diharapkan dapat dilakukan minimal 1 bulan
1 (satu) kali dan pelaksanaannya mengarah pada kasus pasien.
3. Penyusunan Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dan standar Operasional
Prosedur sudah dilaksanakan secara workshop dalam bentuk grand
kegiatan. Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dan standar Opersional
prosedur (SOP) yang sudah disusun diharapkan dapat menjadi pedoman
perawat dalam dalam menentukan tindakan keperawatan yang akan
dilakukan terhadap pasien.