Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Anemia pada umumnya terjadi diseluruh dunia, terutama di negara berkembang


(developing countries) dan pada kelompok sosial-ekonomi rendah yang diperkirakan 30%
penduduk dunia menderita anemia.1 Anemia banyak terjadi pada masyarakat terutama pada
remaja dan ibu hamil. Health Organization (WHO) prevalensi anemia dunia berkisar 40-88%.2
Anemia ialah berkurangnya jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin atau kadar hematokrit
dalam darah tepi di bawah nilai normal sesuai umur dan jenis kelamin penderita, sehingga
eritrosit tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke
jaringan perifer.3,5
Pada dasarnya anemia disebabkan oleh gangguan pembentukaan eritrosit oleh sumsum
tulang, perdarahan dan proses penghancuran eritrosit dalam tubuh sebelum waktunya (hemolisis)
dimana normalnya selama 120 hari.4 Hemolisis berbeda dengan proses penuaan (senescence),
yaitu pemecahan eritrosit karena memang sudah cukup umurnya. Apabila kecepatan destruksi
melebihi kapasitas sumsum tulang untuk memproduksi eritrosit, maka akan terjadi anemia.
Anemia yang disebabkan oleh proses hemolisis ini disebut sebagai anemia hemolitik. 5

Anemia pada anemia hemolitik sebagian besar bersifat normokromik normositer, tetapi
dapat juga bersifat hipokromik mikrositer, seperti pada thalassemia. Penurunan kadar
hemoglobin sangat bervariasi, mulai dari berat sampai ringan dan dapat berlangsung cepat, tetapi
dapat juga berlangsung secara perlahan-lahan, seperti pada anemia hemolitik kronik.5

Anemia hemolitik diklasifikasikan kedalam dua kelompok besar berdasarkan


penyebabnya, yaitu karena gangguan intrakorpuskuler atau anemia hemolitik karena faktor
eritrosit sendiri yang sebagian besar bersifat herediter dan gangguan ekstrakorpuskuler atau
anemia hemolitik karena faktor di luar eritrosit yang sebagian besar bersifat didapat (acquired).
Pada anemia hemolitik yang bersifat ekstrakorpuskuler dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu
anemia hemolitik imun dan bukan imun.5 Dan pada pembahasan kali ini, akan dibahas lebih
lanjut tentang anemia hemolitik didapat (acquired).
2. The Proportion of Anemia Associated with
Iron
Deficiency in Low, Medium, and High Human
Development Index Countries: A Systematic
Analysis
of National Surveys. Nutrients 2016, 8, 693; doi:10.3390/nu8110693. Nicolai
Petry 1,, Ibironke Olofin 1,2,, Richard F. Hurrell 3, Erick Boy 4, James P. Wirth 1,
Mourad Moursi 4, Moira Donahue Angel 4 and Fabian Rohner.

4. Clinical Applications of Hemolytic


Markers in
the Differential Diagnosis and Management
of
Hemolytic Anemia W. Barcellini and B. Fattizzo. Hindawi Publishing
Corporation
Disease Markers
Volume 2015, Article ID 635670, 7 pages
http://dx.doi.org/10.1155/2015/635670

5. Buku prof bakta


1. HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN ANEMIA
PADA
IBU HAMIL DI BPS T YOHAN WAY HALIM BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015
Ana Mariza1 . JURNAL KESEHATAN HOLISTIK
Vol 10, No 1, Januari 2016 : 5-8. Program Studi Kebidanan FK Universitas Malahayati Bandar Lampung

3,. GAMBARAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL DAN FAKTOR-FAKTOR YANG


BERHUBUNGAN
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KISMANTORO WONOGIRI TAHUN 2012. UI. 2012.
WINDARTI