Anda di halaman 1dari 5

39

3.4 PIPA BERCABANG.


MATA KULIAH

aliran yang berbeda,


MEKANIKA FLUIDA 2
Pipa bercabang adalah susunan pipa yang terdiri dari beberapa cabang dengan sumber
masing-masing cabang dengan kapasitas yang tidak sama bertemu pada
satu titik simpul. Pada teori pipa bercabang begaimana cara menentukan kapasitas masing-
masing cabang pada Gambar 3.11.

1
HT1
2 HT2

HT3
Z1
Z2 J
3
Z3

Gambar 3.11 Gambar pipa bercabang tiga.

Untuk menyelesaikan perhitungan kapasitas masing-masing cabang dilakukan dengan


beberapa tahapan, yang pada intinya guna mendapatkan ketinggian hidrolik pada titik simpul
yang dimaksud.
Pada ketinggian hidrolik dalam keseimbangan diperoleh jumlah harga-harga kapasitas
masing-masing cabang sama dengan nol, kondisi ini menunjukan bahwa setiap penurunan head
DOSEN PENGAMPUH
masing masing cabang dihitung dengan tepat.
Apabila dalam analisa penurunan ketinggian hidrolik tidak memuaskan maka penyelesaian

EMIL MUHAMMAD DJAWAS


dilakukan pada tahap berikutnya dengan berpegang pada pengambilan ketinggian hidrolik pada
simpul melalui pendekatan yang wajar.
Dengan penambilan ketinggian hidrolik di simput dianggap sudah tepat maka dapat
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI JURUSAN MESI
dipastikan jumlah kapasitas masing masing yang menuju simpul sama dengan yang menjauhi
simpul, pada saat ini analisis diangap selesai perhatikan contoh berikut.
40

Contoh-1.
MATA KULIAH
MEKANIKA FLUIDA 2
Gambar 3.12 meperlihatkan ada tiga sumbet air dengan level ketinggian yang berbeda,
untuk sumber mata air;
Pertama ketinggian , panjang pipa , diameter pipa .
Ke dua ketinggian , panjang pipa , diameter pipa .
Ke tiga ketinggian , panjang pipa , diameter pipa .

Jawaban:
Analisa dalam suatu sistem pipa bercabang harus memusatkan diri pada titik simpul (titik
pipa bercabang) J, dengan prinsip dasar harus memenuhi prinsip keseimbangan aliran yang
menuju J, artinya jumlah aliran yang menuju J harus sama dengan jumlah aliran yang menjauhi
J. Kedua penentuan ketinggian garis drajat hidrolik merupakan kunci penyelesaiannya.

1
HT1 = 43,8 m
2
HT2 = 33,8 m

HT3 = 26,2 m Z1 = 90 m
Z2 = 80 m
J
HJ = 46,2 m 3

Z3

Gambar 3.12 Gambar analisa pipa bercabang tiga

DOSEN PENGAMPUH
Untuk menghitung ketinggian garis drajat hidrolik di J, pertama kali dengan memisalkan
turunya head, 1 ke J, sebesar 45 m. maka selanjutnya di peroleh harga-harga

EMIL MUHAMMAD
,
,
DJAWAS
,
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI JURUSAN MESI
41

MATA KULIAH
Pada permisalan ketinggian hidrolik di J sebesar 45 m belum mencapai keseimbangan
aliran di titik percabangan pipa, dimana aliran menuju titik sama dengan . Untuk

MEKANIKA FLUIDA 2
itu selanjutnya dengan memisalkan turunya head, 1 ke J, adalah 50 m. Maka diperoleh harga-
harga baru
,
,
,

Q (menuju J)

1,362 A

1,314
Y
B 1,278

Q (+)
-0,287 0,092

Gambar 3.13 Diagram laju aliran (Q Vs Q)

Dengan menggunakan Gambar 3.12 untuk mendapatkan sebuah permisalan ketiga yang
masuk akal, hubungan antara titik A dan titik B yang telah dilukis memotong absis di nol di
, berubah-ubah secara linier, gunakan suatu aliran ke J yang sedikit
lebih besar, misalnya , , dan sehingga garis
drajat hidrolik di 1 berada pada ketinggian (90-43,8) = 46,2 m maka

DOSEN PENGAMPUH
,
,

EMIL MUHAMMAD DJAWAS


Aliran yang dihasilkan tersebut yang ke J dan dari J sebesar 1,342 m3/dtk cukup sesuai
dengan baik sehingga tidak memerlukan perhitungan lebih lanjut.
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI JURUSAN MESI
Untuk dapat dilihat dengan mudah harga-harga hasil perhitungan diatas dapat juga
dilakukan dengan mentabulasikan harga-harga pada tabel 3.3
42

MATA KULIAH
Tabel 3.3 Tabel perhitungan keseimbangan aliran
Misal HJ
No Z MEKANIKA FLUIDA 2
C
45 m
d L HT S Q
3
mer m - m m m 1/1000 m /dtk
1 90 100 0,6 1000 45 45 1,362
2 80 100 0,5 700 35 50 0,892
3 20 100 0,7 500 -25 50 -2,162
Q = 0,092

Misal HJ 50 m
No Z C d L HT S Q
3
mer m - m m m 1/1000 m /dtk
1 90 100 0,6 1000 40 40,000 1,278
2 80 100 0,5 700 30 42,857 0,821
3 20 100 0,7 500 -30 60,000 -2,386
Q = -0,287

Misal HJ 46,20 m
No Z C d L HT S Q
mer m - m m m 1/1000 m3/dtk
1 90 100 0,6 1000 44 43,800 1,342
2 80 100 0,5 700 34 48,286 0,876
3 20 100 0,7 500 -26 52,400 -2,218
Q = 0,000

Contoh 2.

Pada gambar 3.14 diketahui air mengalir dari 1 ke J 0,4 m3/det dengan tekanan keluar di 3 pada
tekanan 0,098 bar, berapa besar daya yang dapat dimanfaatkan mengerakan turbin air.

Jawab. DOSEN PENGAMPUH

garis hidrolik
EMIL MUHAMMAD DJAWAS
Ketinggian drajat hidrolik dapat dihitung dengan menggunakan
dengan head turun sebesar
, diperoleh kemiringan
, ketinggian hidrolik di J
.
( FAKULTAS
) TEKNIK
, INDUSTRI JURUSAN
, MESI
43

Pada cabang 3 kapasitas aliran


hidrolik
MATA KULIAH
, dengan kerugian hidrolik
, dengan kemiringan garis drajat
.

MEKANIKA FLUIDA 2
Jadi ketingian hidrolik pada saat air meninggalkan nozzle 3 adalah
, jadi head yang tersedia untuk turbin adalah

(dengan menyebut ketinggian di 3 = 0).

1
HT1 = 21 m
2
HT2 = 16 m

HT3 = 20,4 m
Z1 = 120 m
Z2 = 115 m J
HJ = 99 m H3 = 78,76 m
HT = 79.73 m
3
Hout = 0,96 m

Z3 =10 m

Gambar 3.14 Gambar pipa bercabang guna menggerakan turbin

Pada tekanan keluar . Maka head yang tersedia pada nozle untuk
menngerakan turbin . Jadi secara teoritis dengan
mengganggap efisiensi turbin 100% daya yang dapat dibangkitkan

DOSEN PENGAMPUH
( )( )( )

Dengan memasukan EMIL


MUHAMMAD
atau DJAWAS maka daya turbin

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI JURUSAN MESI