Anda di halaman 1dari 3

Nama : Aris Sofiyana NPM : 1441177005127 Prodi : Teknik Mesin S1 Dosen: Deri Teguh Santoso, ST., MT. Mata Kuliah : Perancangan dan Konstruksi Mesin

"T-BOX" Alat Pengubah Asap Rokok Jadi Oksigen.

Keperdulian mereka gundah karena asap rokok yang diembuskan "ahli hisab" (sebutan untuk perokok) sangat mengganggu kesehatan lingkungan. Berbagai pengelola tempat umum dan instansi, termasuk yang ada di Kota Semarang sebenarnya telah menyediakan fasilitas ruangan merokok (smoking room) untuk "mengarantina" perokok, namun kebanyakan tak dimanfaatkan secara maksimal.

perokok, namun kebanyakan tak dimanfaatkan secara maksimal. Kedua remaja itu melihat fasilitas "smoking room"

Kedua remaja itu melihat fasilitas "smoking room" kerap tak dimanfaatkan karena dibuat apa adanya, asal ruangan tertutup yang terisolasi. Bahkan, terkadang dibuat tanpa memerhatikan sirkulasi udara di ruang tersebut. "Kalau `smoking room` dibuat seperti itu, tentu saja ruangan akan menjadi penuh asap. Tidak akan mungkin orang mau merokok di situ (smoking room). Beda kalau sirkulasi udara di ruangan itu diatur secara baik," kata Afdi.

Sejak Juni 2011, kedua remaja yang bersahabat sejak kelas X SMA itu memulai proyek menciptakan alat pengisap asap rokok dan dalam perkembangannya mereka kembali memutar otak untuk memaksimalkan fungsi alat itu. Mereka membuat alat yang tidak hanya mampu mengisap asap rokok, melainkan sekaligus mampu menyaring karbondioksida (CO2) yang terkandung dalam asap rokok hingga didapatkan oksigen (O2). Oksigen dialirkan kembali ke dalam "smoking room".

Dalam mekanismenya di "smoking room", alat yang selesai digarap pada Juli 2012 itu berfungsi mengisap asap rokok, kemudian menyaringnya hingga tersisa oksigen yang akan dialirkan kembali ke dalam "smoking room". Zihramma Afdi, remaja kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 17 Februari 1995 itu mengungkapkan, pembuatan alat tersebut sangat mudah, sederhana, dan murah.Ia dan Hermawan Maulana hanya berbekal Rp200 ribu untuk menciptakan inovasi sains tersebut.

Meraih Penghargaan Medali Emas Di Bangkok

Berbekal alat yang dinamai "T-BOX Application to Reduce The Danger Impact of CO dan CO2 in Smoking Room" itu, mereka memberanikan diri maju ke ajang Internasional Exhibition for Young Inventors (IEIY) di Bangkok, Thailand. Pada ajang yang berlangsung 28 Juni-1 Juli 2012 itu, alat ciptaan mereka ternyata merebut medali emas, mengalahkan inovasi- inovasi pelajar dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, China, dan Jepang.

Afdi, putra pasangan Abdul Hafid dan Ninik Budi itu mengaku awalnya sempat tidak percaya diri tatkala alat mereka diadu dengan hasil penemuan siswa-siswa dari negara lain. Apalagi, stan mereka bersebelahan dengan peserta dari Jepang. Rekan satu timnya, Hermawan menambahkan bahwa alat ciptaan mereka itu hanya memerlukan komponen sederhana, seperti travo dua ampere, kipas adsorber, lempeng PCB, paku baja, dan "power supply" yang hanya menelan Rp200 ribu.

dan "power supply" yang hanya menelan Rp200 ribu. Cara kerja alat Asap rokok akan diisap ke

Cara kerja alat

Asap rokok akan diisap ke dalam kotak (T-BOX) pertama oleh kipas adsorber yang didalamnya berisi sejumlah komponen yang dirancang sanggup menghasilkan loncatan listrik bertegangan 2.000 volt. "Listrik bertegangan itu disebut plasma yang akan menghasilkan ozon. Ketika CO2 masuk, ozon akan bereaksi dengan CO2 dan mengikat molekul oksigen yang membentuk senyawa baru, yakni ozon dan oksigen," katanya. Setelah delapan detik, kata Hermawan, ozon akan berubah menjadi oksigen, sedangkan karbon (C) mengalami proses elektroferesis. "Output" dari "T-BOX" pertama berupa oksigen dan sisa CO2 yang belum terurai.

Selanjutnya, putra pasangan Suwaji dan Setijawati, warga Jalan Kenconowungu II/10 Semarang itu mengungkapkan molekul hasil

Selanjutnya, putra pasangan Suwaji dan Setijawati, warga Jalan Kenconowungu II/10 Semarang itu mengungkapkan molekul hasil proses "T-BOX" pertama itu masuk ke ruang filter, kemudian diisap lagi oleh "T-BOX" kedua.

"Melalui proses yang sama di `T-BOX` kedua, menghasilkan oksigen dalam persentase besar yang dialirkan kembali ke `smoking room`. Ini membuat `smoking room` tersuplai oksigen," kata remaja kelahiran Pekanbaru, 24 Mei 1996 itu. Eksperimen mereka terhadap alat itu belum selesai. Kedua remaja jenius itu mengaku akan menyempurnakan alat tersebut untuk mengurangi kadar nikotin dan tar sehingga oksigen yang dihasilkan lebih bersih.

Kelebihan :

1. Meningkatkan kualitas udara.

2. Penguraian karbon monoksida yang membuatnya menjadi oksigen.

3. Alat ini di desain dengan biaya yang murah yang memungkinkan dapat digunakan di setiap kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Kekurangan :

1. Alat ini masih dalam bentuk prototipe.

2. Kapasitas penguraian CO2 masih sebatas smooking room.

3. Pemasaran alat ini masih terbatas sehingga pengaplikasian di public area masih minim.

Tanggapan saya mengenai penemuan alat ini sangatlah berguna dalam mengurangi tingkat polusi udara yang sangat memburuk. Khususnya polusi yang ditimbulkan oleh asap rokok yang sangat buruk bagi kesehatan manusia, baik dari perokok aktif ataupun perokok pasif disekitarnya. Penemuan yang dapat menguraikan kadar karbon monoksida menjadi oksigen, penemuan yang sangat berguna bagi kehidupan dan kesehatan manusia untuk selanjutnya. Alat yang sangat efisien namun menghasikan manfaat yang sangat bisa membantu berkurangnya polusi udara yang terjadi.