Anda di halaman 1dari 14

SISTEM TRANSMISI DAYA MANUAL DAN OTOMATIS

KELOMPOK : 7

SUWANDI 2013440096
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang menjadi penghantar
energi dari mesin ke diferensial dan as. Dengan memutar as, roda dapat
berputar danmenggerakkan mobil.Transmisi diperlukan karena mesin
pembakaran yang umumnya digunakan dalammobil merupakan mesin
pembakaran internal yang menghasilkan putaran (rotasi) antara600 sampai
6000 rpm. Sedangkan, roda berputar pada kecepatan rotasi antara 0
sampai2500 rpm.Sekarang ini, terdapat dua sistem transmisi yang umum, yaitu
transmisi manualdan transmisi otomatis. Terdapat juga sistem-sistem transmisi
yang merupakan gabunganantara kedua sistem tersebut, namun ini merupakan
perkembangan terakhir yang barudapat ditemukan pada mobil-mobil
berteknologi tinggi dan merek-merek tertentu saja.Transmisi manual merupakan
salah satu jenis transmisi yang banyak dipergunakan dengan alasan perawatan
yang lebih mudah. Biasanya pada transimimanual terdiri dari 3 sampai dengan 7
speed.Transmisi semi otomatis adalah transmisi yang dapat membuat kita
dapatmerasakan sistem transmisi manual atau otomatis, bila kita sedang
menggunakan sistemtransmisi manual kita tidak perlu menginjak pedal kopling
karena pada sistem transmisiini pedal kopling sudah teratur secara
otomatis.Transmisi otomatis terdiri dari 3 bagian utama, yaitu : Torque
converter,Planetary gear unit, dan Hydraulic control unit. Torque converter
berfungsi sebagaikopling otomatis dan dapat memperbesar momen mesin.
Sedangkan Torque converter terdiri dari Pump impeller, Turbine runner,

B. Rumusan masalah
1. makalah ini akan membahas tentang:

a. Pengertian Sistem Transmisi Otomatis dan manual

b. Komponen utama transmisi otomatis dan manual

c. Fungsi transmisi otomatis dan manual

d. Cara Kerja Transmisi Otomatis dan manual Pada Mobil

C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah:
1. Mendeskripsikan tentang pengertian Transmisi otomatis dan manual
2. Untuk mengetahui apa saja komponen utama dari Transmisi otomatis dan
manual
3. Mengetahui bagaimana cara kerja dari Transmisi otomatidan manual
4. Mengetahui fungsi dari Transmisi otomatis dan manual
TRANSMISI MANUAL (MANUAL GEAR BOX)

Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana bisa digunakan untuk merubah


kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan yang diinginkan untuk tujuan
tertentu. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen
(tenaga putaran) mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor.
Transmisi pada sepeda motor terbagi menjadi ; a) transmisi manual, dan b)
transmisi otomatis.

Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari
susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan
perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut
berada pada poros utama (main shaft/input shaft) dan pasangan gigi lainnya
berada pada poros luar (output shaft/ counter shaft).

Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung kepada


model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Kalau kita memasukkan
gigi atau mengunci gigi, kita harus menginjak pedal pemindahnya. Tipe transmisi
yang umum digunakan pada sepeda motor adalah tipe constant mesh, yaitu
untuk dapat bekerjanya transmisi harus menghubungkan gigi-giginya yang
berpasangan. Untuk menghubungkan gigi-gigi tersebut digunakan garu pemilih
gigi/garpu persnelling (gearchange lever).

Cara kerja transmisi manual adalah sebagai berikut:

Pada saat pedal/tuas pemindah gigi ditekan (nomor 5), poros pemindah (21) gigi
berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum (6) akan mengait dan mendorong
shift drum (10) hingga dapat berputar. Pada shift drum dipasang garpu pemilih gigi (11,12
dan 13) yang diberi pin (pasak). Pasak ini akan mengunci garpu pemilih pada bagian ulir
cacing. Agar shift drum dapat berhenti berputar pada titik yang dikendaki, maka pada bagian
lainnya (dekat dengan pemutar shift drum), dipasang sebuah roda yang dilengkapi dengan
pegas (16) dan bintang penghenti putaran shift drum (6). Penghentian putaran shift drum ini
berbeda untuk setiap jenis sepeda motor, tetapi prinsipnya sama.
Garpu pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser (sliding gear). Gigi geser ini akan
bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemilih gigi. Setiap pergerakannya
berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan bagian poros tempat gigi itu
berada.
Gigi geser, baik yang berada pada poros utama (main shaft) maupun yang berada pada poros
pembalik (counter shaft/output shaft), tidak dapat berputar bebas pada porosnya (lihat no 4
dan 5). Lain halnya dengan gigi kecepatan (1, 2, 3, 4, dan seterusnya), gigi-gigi ini dapat
bebas berputar pada masing-masing porosnya. Jadi yang dimaksud gigi masuk adalah
mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu berada, dan sebagai alat penguncinya
adalah gigi geser.
Dengan adanya transmisi salah satunya dapat memperbesar moment atau daya. Susunan roda
gigi pada transmisi manual dibuat bermacam-macam disesuaikan dengan kecepatan dan
momen yang diperlukan. Besar kecilnya momen pada roda belakang (rear wheel) tergantung
dari transmisi

Tekanan pada permukaan


roda gigi sebesar 100 kg

Momen 400 kg.m


1. Transmission Case, berfungsi sebagai tempat
berdiamnya semua komponen transmisi
2. Shift Fork, berfungsi sebagai garfu pemindah gigi
Komponen sistem transmisi manual 3. Input Shaft, berfungsi untuk meneruskan putaran
dari kopling ke transmisi / counter gear
4. Counter Gear, berfungsi untuk meneruskan putaran
dari inputshaft ke gigi percepatan
5. Gigi percepatan, berfungsi untuk merubah momen
yang dihasilkan mesin sesuai dengan kebutuhan
(beban mesin dan kondisi jalan)
6. Hub Sleave, berfungsi untuk mengunci singkromes
dengan gigi percepatan sehingga memungkinkan
output shap bisa perputar dan berhenti
7. Sinkronizer ring / Singkromes, berfungsi sebagai
komponen transmisi yang memungkinkan
perpindahan gigi pada transmisi dapat bekerja/hidup
8. Reverse Gear, berfungsi sebagai gear perubah arah
putaran output shaft sehingga memungkinkan
kendaraan bisa bergerak mundur
9. Main Bearing, berfungsi sebagai bantalan output
shaft
10. Output shaft, berfungsi untuk meneruskan putaran
dari transmisi ke propeller shaft
11. Extension Housing, berfungsi sebagai penutup
output shaft sekaligus dudukan tongkat perseneling.
MACAM-MACAM TRANSMISI MANUAL

TRANSMISI SLIDING MESH

Sliding mesh merupakan jenis awal transmisi manual dan paling mudah untuk dimengerti.
Transmisi jenis ini, karena memang memiliki banyak kekurangan dalam cara kerjanya.
Diantaranya adalah karena mengeluarkan suara yang kasar saat perpindahan gigi,
perpindahan gigi membutuhkan waktu yang cukup lama, hanya dapat menggunakan salah
satu dari roda gigi.
Mekanisme dasar pada transmisi sliding mesh ditunjukkan pada gambar-5. Dimana poros
input (input shaft) dan poros output (output shaft) dihubungkan melalui sebuah counter shaft.
Hanya dengan menggeser (sliding) gear pada poros output , maka akan menghasilkan rasio
gear yang berbeda . Arah dari alur daya direpresentasikan sebagai garis putus-putus merah
pada gambar-5.

Transmisi Tipe Constant Mesh.

Transmisi tipe constant mesh adalah jenis transmisi manual yang cara kerja dalam
pemindahan giginya memerlukan bantuan kopling geser agar terjadi perpindahan tenaga dari
poros input ke poros out put. Transmisi jenis constant mesh antara roda gigi input dan out put
nya selalu berkaitan, tetapi roda gigi out put tidak satu poros dengan poros out put transmisi.
Tenaga akan diteruskan ke poros out put melalui mekanisme kopling geser. Transmisi jenis
ini memungkinkan untuk menggunakan roda gigi lebih dari satu jenis.
Transmisi Tipe Sincromesh.

Transmisi Tipe Sincromesh adalah transmisi manual dengan cara kerja perpindahan
giginya dengan terlebih dahulu menyamakan putaran antara roda gigi penggerak (input) dan
kemudian baru roda gigi yang di gerakkan (output)

Transmisi Otomatis
Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk
konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan
yang berbeda-beda untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah
kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau
sebaliknya.

Contoh transmisi 5-kecepatan pada rpm mesin 4.400

RPM pada
Gir nomor Rasio gir
poros keluar transmisi

1 3.769 1.167

2 2.049 2.147

3 1.457 3.020

4 1.000 4.400

5 0.838 5.251

Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan


dari batas putaran mesin yang diijinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi
tertinggi pada saat mulai bergerak. Selain itu, kendaraan yang berjalan pada
jalan yang mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan mobil yang
berjalan pada jalan yang mendatar. Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan
rendah memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan tinggi.
Dengan kondisi operasi yang berbeda-beda tersebut maka diperlukan sistem
transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuhi oleh mesin.
Transmisi otomatik dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas
percepatan ke posisi tertentu.Posisi tuas transmisi otomatik disusun mengikut
format P-R-N-D-3-2-L, sama ada dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah.
Mesin hanya bisa dihidupkan pada posisi P ataupun N saja.Umumnya moda
transmisi otomatik adalah seperti berikut:
Posisi P (Park)
Pada posisi ini kendaraan tidak dapat bergerak (roda tidak dapat diputar) tetapi
mesin dapat dihidupkan.Posisi ini digunakan untuk kendaraan yang diparkir, atau
pada kendaraan untuk keperluan mesin dihidupkan tetapi kendaraan tidak
dijalankan.
Posisi R (Reverse)
Posisi ini jadi digunakan untuk menggerakan kendaraan mundur.
Posisi N (Netral)
Pada posisi ini kendaraan tidak bergerak tetapi roda dapat diputar dan mesin
dapat dihidupkan.Hanya posisi N dan P mesin dapat dihidupkan, posisi N
transmisi pada posisi netral,

biasanya digunakan untuk menghidupkan mesin sebelum kendaraan dijalankan


atau ketika kendaraan berhenti sementara mesin hidup, seperti menunggu
lampu hijau menyala di perempatan jalan.
Posisi D (Drive)
Posisi D, digunakan untuk menggerakkan kendaraan bergerak maju secara
otomatis dan dapat mengatur posisi kerja dari gigi 1, 2 dan 3, atau sebaliknya,
jika switch O/D di-posisikan ON, transmisi secara otomatis dapat mengatur kerja
dari gigi 1, 2, 3 dan 4 atau sebaliknya. Posisi ini biasanya digunakan untuk jalan
normal dan rata.
Posisi 2
Posisi ini digunakan untuk menggerakan kendaraan bergerak maju, tetapi secara
otomatis hanya dapat mengatur posisi kerja dari gigi 1 ke gigi 2 atau sebaliknya,
biasanya digunakan untuk jalanan menanjak atau turunan tajam.
Posisi L
Posisi ini digunakan untuk menggerakan kendaraan bergerak maju tetapi hanya
pada posisi gigi 1 saja, biasanya digunakan untuk jalanan yang sangat menanjak
atau turunan yang sangat tajam yang tidak dapat dilakukan pada posisi gigi 2.

2. Komponen Utama Transmisi Otomatis

A. TORQUE CONVERTER
Pada system transmisi manual cara menghubungkan tenaga dari mesin ke
transmisi hingga sampai ke roda adalah kopling (clutch). Karena fungsi kopling
adalah menghubungkan dan memutus tenaga putar dari mesin ke transmisi. Hal
ini berbeda dengan transmisi otomatis (automatic transmission), namanya juga
otomatis yang identik dengan suatu pekerjaan yang di kerjakan tanpa tenaga
manusia atau bergerak sendiri(dengan mesin).
Pada system transmisi otomatis cara menyalurkan tenaga dari mesin ke
transmisi adalah melalui torque converters. Jadi, torque converters penganti unit
kopling pada transmisi otomatis. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai
torque converters inilah wujudnya.
1. Fungsi dari torque converter adalah :
a. Melipatgandakan momen yang dihasilkan oleh mesin
b. Menjadi kopling otomatis yang mengirimkan momen mesin menuju ke transmisi
c. Menyerap getaran mesin
d. Melembutkan putaran mesin
e. Sebagai pompa oli ke hidraulic control system
2. Bagian bagian utama dari Torque Converters
Bagian utama torque converters : Turbine Runner, Stator, Impeller Pum

3. Cara kerja torque converters


Prinsip dasar cara kerja torque converters diambil dari dua kipas angin yang
dipasang saling berhadapan, dimana kipas yang satu dialiri arus listrik (PLN)
sementara yang satunya dibiarkan tanpa dialiri arus listrik. Pada hal ini kipas
yang tidak dialiri arus listrik akan ikut berputar karena tertiup angin dari kipas
yang berada dihadapanya dengan arah yang sama, prinsip dasar inilah yang
digunakan pada torque converters.
4. Lock up mechanism
Torque converter tidak selamanya menyalurkan tenaga putar ke transmisi
dengan perbandingan 1 : 1, tapi ada sebagian kecil tenaga yaitu sekitar 4 - 5 %
yang hilang. Hal ini tentunya sangat merugikan karena akan mengakibatkan
pemborosan bahan bakar. Untuk menghindari hal tersebut di buat mekanisme
lock up mechanism yang akan mengunci torquer converter ketika kendaraan
berjalan pada kecepatan 37 mph atau 60 km/jam atau lebih tinggi. Ketika
mekanisme ini bekerja maka tenaga putar dari mesin akan di salurkan 100 %
menuju ke transmisi.
B. PLANETARY GEAR UNIT
Planetary gear unit dipakai untuk menaikan dan menurunkan momen mesin,
menaikan dan menurunkan kecepatan kendaraan, di pakai untuk memundurkan
kendaraan dan dipakai untuk bergerak maju. Pada dasarnya planetary gearunit
dipakai mesin untuk menghasilkan tenaga dan menggerakan kendaraan dengan
beban yang berat dengan tenaga yang ringan.
Hubungan antara kecepatan dan momen mesin dapat di jelaskan sebagai
berikut:
Pada saat kendaraan berhenti dan mau berjalan dibutuhkan momen yang besar,
dan pada posisi ini dibutuhkan gigi yang rendah untuk menggerakan kendaraan.
Akan tetapi pada kecepatan yang tinggi maka akan dibutuhkan gigi yang tinggi
dan momen yang kecil untuk menjaga laju kendaraan.
C. HIDROULIC CONTROL SYSTEM
Bagian ini mengontrol kerja dari rem dan koling pada transmisi otomatis dengan
tekanan yang diperoleh dari pompa oli.
Unit pengendali hidrolik mempunyai 3 fungsi yaitu sebagai berikut:
1. Untuk membangkitkan/mengahasilkan tekanan hidrolik
Pompa oli mempunyai fungsi membangkitkan tekanan hidrolik. Pompa oli
membangkitkan tekanan hidrolik yang diperlukan untuk pengoperasian transaxle
otomatis dengan menggerakkan tempat/kotak pengubah tenaga putar (mesin).
2. Menyesuaikan tekanan hidrolik
Tekanan hidrolik yang ditekan oleh pompa oli disesuaikan dengan pentil pengatur
utama. Juga pentil katup penghambat menghasilkan tekanan hidrolik yang sesuai
dengan output mesin
3. Mengalihkan (shift) roda gigi (untuk mengoperasikan kopling dan
rem)
Ketika operasi kopling dan rem pada unit roda gigi planetary dialihkan (switch),
roda gigi dialihkan.Jalur cairan diciptakan sesuai dengan posisi shift oleh pentil
manual. Ketika kecepatan lendaraan meningkat, signal sikirimkan ke pentil
solenoid dari mesin & ECT ECU (Electronic Control Unit). Pentil solenoid
mengoperasikan setiap pentil shift ke pemindahan (shifting) roda gigi
Komponen-komponen utama dari unit kontrol hidrolik adalah sebagai berikut:
Pompa oli Valve body
Primary regulator valve Manual valve
Shift valve Solenoid valve
Throttle valve
Automatic Transmision Fluid
Minyak transmisi otomatis mempunyai kualitas yang tinggi dengan berbagai
macam bahan tambah. Minyak transmisi otomatis ini di kontrol oleh katup
hidrolik melalui transmisi ke gear shift dan melumasi komponen yang berputar
dari transmisi otomatis.
Minyak transmisi otomatis harus memenuhi syarat-syarat sebagi berikut:
kekentalan yang sesuai stabil terhadap panas dan oksidasi
tidak berbusa koefisien gesek yang sesuai
berwarna mempunyai bahan tambah yang lain
Minyak transmisi otomatis (ATF) mempunyai macam-macam viskositas dan
koefisien geseknya. Hal ini perlu diketahui karena pengunaan miyka transmisi
otomatis bisa berbeda tiap tipe kendaraan.
Penggunaan miyak transmisi otomatis yang tidak benar tidak hanya menurunkan
tenaga, tetapi juga bisa menyebabkan bunyi serta kerusakan yang lain.
3. Fungsi Transmisi Otomatis
Sistem transmisi berfungsi: mengatur tingkat kecepatan dalam proses
pemindahan tenaga antara lain : unit kopling, transmisi, diferential, poros-poros
dan pada kendaraan,
Fungsi transmisi untuk mengatur tingkat perbedaan putaran antara putaran
mesin melalui unit kopling, dengan putaran poros yang keluar dari transmisi dan
diteruskan ke roda melalui propeler shaft, pengaturan ini dimaksudkan agar
kendaraan mampu bergerak sesuai dengan beban dan kecepatan kendaraan.
Rangkaian : engine- clutch- gear box- difreential- final gear- wheel.
Cara Kerja Transmisi Otomatis Pada Mobil
CARA KERJA TRANSMISI OTOMATIS
Poros Engkol >> Torque Converter >> Planetary Gear >> [Differential >> Drive
Shaft >> Roda]
pada penggerak roda belakang, bagian didalam kurung kotak diganti [As
Kopel>> Gardan/Differential>>Roda]
Torque converter menggantikan kopling mekanikal pada transmisi manual.
Lewat torque converter ini torsi disalurkan dengan mekanisme pompa dan
turbin. Didalam torque converter terdapat 3buah baling2. Yang pertama bekerja
sebagai pompa yang dikopel langsung dengan mesin. Yang kedua "turbin"
dikopel langsung dengan planetray gear. Dan yang terakhir adalah stator. Cara
kerjanya, baling-baling yang terkopel pada mesin berputar untuk memompakan
Oli transmisi didalam sebuah ruang tertutup. Lalu tekanan oli tersebut
mendorong turbin layaknya air bertekanan yang menggerakkan pembangkit
listrik tenaga air. Konsep sederhananya, anda menyalakan sebuah kipas angin
lalu tepat didepannya anda letakkan kipas angin yang lain dalam keadaan mati.
Maka kipas angin yang mati tadi akan berputar seiring meningkatnya tekanan
udara dari kipas angin yang menyala. Dari sistem tersebut, didapatkan
peningkatan torsi pada turbin saat RPM pada mesin meningkat. Karena itulah
perlengkapan ini disebut torque converter. Karena dia merubah putaran tinggi
pada mesin menjadi torsi saat dibutuhkan. Namun alat ini jugalah yang
menyebabkan konsumsi bahan bakar pada mobil matik meningkat. Karena
pompa dan turbin tidak akan pernah berputar 1:1 saat berbeban. Oleh karena
itu, pada pengembangannya di aplikasikan perangkat "lock up" yang akan
mengunci pompa dan turbin secara mekanis untuk mendapatkan efisiensi saat
RPM tinggi dan overdrive. Lalu fungsi stator? Nah stator adalah pengembangan
sistem dua baling-baling menjadi 3 baling baling. Dimana baling diantara pompa
dan turbin tidak bergerak. Oleh karena itu dinamakan stator (statis:diam) dan
fungsinya adalah mengoptimalkan arah tekanan oli untuk menggerakkan turbin.
Planetary Gear.
Komponen ini menggantikan gigi-gigi rasio pada transmisi manual untuk
merubah rasio putaran turbin terhadap roda. Fungsi utamanya sebetulnya
tidaklah berbeda dengan fungsi transmisi manual yang biasa anda ganti-ganti
dengan tuas persneling saat menjalankan mobil. Namun desain fisiknya yang
berbeda cukup jauh.Pada planetary gear tidak ada dua barisan roda gigi yang
saling berhubungan dengan rasio berbeda-beda.
Tetapi sebuah roda gigi yang dikelilingi banyak roda gigi kecil dan ruman
planetary yang memiliki gigi dibagian dalamnya. Untuk lebih jelas, carilah
gambarnya di search engine. Karena cukup sulit menggambarkannya hanya
dengan tulisan. Nah, disinilah Valve body bekerja. Valve body mengatur jalannya
oli untuk merubah rasio planetary gear secara hidraulis.
Itulah cara kerja tranmisi yang banyak digunakan pada mobil-mobil yang
bersliweran saat ini. Torque converter menyebabkan mobil serasa berjalan
dengan kopling yang selip. Dan planetary gear menyebabkan mobil seperti
memindahkan giginya secara otomatis.
6. Keunggulan,Kelemahan Transmisi otomatis dan cara Merawat Transmisi
otomatis
Transmisi otomatis memiliki beberapa keunggulan antara lain:

Membuat anda nyaman berkendara di kemacetan karena tidak diperlukan

pergantian gigi secara manual dengan menggunakan tuas transmisi dan

menginjak kopling.

Apabila dirawat dengan baik, dapat memiliki umur yang panjang.

Cenderung less maintenance (tidak memerlukan perawatan) selain ganti

oli dan filter nya.

Apabila dalam keadaan prima, maka anda tidak akan merasakan

perpindahan dari gigi rendah ke gigi tinggi dan sebaliknya.

Adapun kelemahannya adalah:

Apabila aki soak, maka kendaraan tidak dapat didorong untuk jump start.

Apabila rusak maka penggantiannya akan memakan biaya yang besar.

Pada saat jalan menurun, mobil tidak memiliki engine brake,dimana mesin

tidak ikut membantu pengereman mobil.


Cara merawat transmisi otomatis :

Sebisa mungkin jangan gunakan mobil bertransmisi otomatis untuk

menarik kendaraan, apabila terpaksa, gunakan gigi rendah yang dimiliki

oleh mobil tersebut.

Lakukan penggantian oli transmisi secara teratur.

Apabila kendaraan ditarik, maka salah satu sumbu roda yang

berpenggerak harus diangkat (contoh; menarik mobil penggerak depan

maka bagian depan diangkat). Hal ini dilakukan untuk mencegah putaran

roda mempengaruhi kerja transmisi yang tidak memiliki pelumasan yang

baik.

Di tanjakan, anda jangan menahan transmisi di D dan menginjak gas

setengah untuk mempertahankan agar mobil tidak turun, tapi gunakan

rem dan pindah transmisi ke N (Neutral).

Apabila kendaraan di kemacetan berhenti lebih dari 15 detik, pindahkan

tuas ke N (Neutral).

Jangan menginjak gas terlebih dahulu baru memindahkan tuas ke D atau

R, sebaiknya mobil dalam keadaan rpm idle baru tuas dipindahkan.

7. Jangan menahan posisi mobil di tanjakan dengan menggunakan daya mesin


karena kopling otomatis akan cepat aus/ selip.Gunakan rem tangan atau rem
kaki untuk menahan posisi mobil
8. Ketika berada di tengah kemacetan lalu lintas atau sedang menanti di traffic
light, sebisa mungkin letakkan posisi tuas transmisi pada N
9. Jangan menetralkan posisi tuas transmisi ketika mobil sedang bergerak karena
supply oli pada sistem transmisi akan berkurang(tekanannya menurun)dan
berakibat pada berkurangnya keawetan usia transmisi
10. Jika mobil bertransmisi otomatis perlu ditarik,sebisa mungkin angkat roda
penggerak dengan trolley. Jika hal ini tidak dimungkinkan,yakinkan bahwa tuas
berada pada posisi N dan tambahkan oli kedalam gearbox sekitar 2 liter extra.
PENUTUP
1. Kesimpulan :
Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk
konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan
yang berbeda-beda untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah
kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau
sebaliknya.
Transmisi menggunakan roda gigi-roda gigi (gears) dari rasio rendah ke tinggi
untuk memaksimalkan torsi mesin sesuai dengan perubahan yang terjadi pada
saat berkendara. Ada dua macam transmisi yaitu manual dan otomatis. Pada
transmisi manual yang digunakan adalah kopling dan lock unlock berbagai
macam set gear untuk mendapatkan rasio gigi yang berbeda. Transmisi otomatis
menggunakan torque converter dan planetary gears (roda gigi satelit) yang
dapat membuat satu set gear menghasilkan rasio gigi yang berbeda.
Perpindahan gigi pada transmisi otomatis secara otomatis sesuai dengan
posisi tuas, terdapat 6 posisi yaitu, posisi P, R, N, D, 2 dan L. Sedangkan untuk
Over Drive (O/D) menggunakan switch yang ada pada tuas transmisi, demikian
pula untuk meningkatkan performa kerja transmisi khususnya waktu
perpindahan gigi terdapat 2 poisisi switch yang ditempatkan di console box,
yaitu Power dan Normal (P/N) mode.
Daftar Pustaka
http://indrasetiawan17.wordpress.com/2011/06/21/pengertian-transmision-pada-
mobil/
25 Agustus 2012 jam 18.30
http://www.scribd.com/doc/24394040/Sistem-transmisi
25 Agustus 2012 jam 18.30
http://m-edukasi.net/online/2008/transmisimanual/fungsi.html
25 Agustus 2012 jam 18.45
http://muslimhidayat-07.blogspot.com/2012/02/sistem-transmisi.html
25 Agustus 2012 jam 19.00
http://sistemtransmisikendaraan.blogspot.com/
25 Agustus 2012 jam 19.00
http://m-edukasi.net/online/2008/transmisiotomatis/materi02b.html
25 Agustus 2012 jam 19.30
http://www.scribd.com/doc/74585502/10/Nama-dan-fungsi-komponen-transmisi-
otomatis
26 Agustus 2012 jam 15.00
http://m-edukasi.net/online/2008/transmisiotomatis/materi02.html
26 Agustus 2012 jam 15.00
Diposkan oleh putra tanah air di 18.27
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Label: makalah