Anda di halaman 1dari 7

MATEMATIKA PEMINATAN

HUBUNGAN ANTARA INTEGRAL TENTU


DAN
INTEGRAL TAK TENTU

Disusun oleh : XI.IPA 4

Anggota : 1.M. Rizal Adi


2. Rina Apriani
3. Riza Utami
4. Vivi Ayu Kurniasih
5. Tri Sandi Situmeaang

Guru pembimbing : Emi Herawati Sp.d

SMA Negeri 1 Martapura


Tahun Pelajaran 2016/2017

SEJARAH INTEGRAL
hitung integral merupakan metode matematika dengan latar belakang
sejarah penemuan dan pengembangan yang agak unik. Metode ini banyak di
minati oleh para ilmuwan lain di luar bidang matematika. Beberapa ilmuwan
yang telah memberikan sumbangan terhadap penemuan dan pengembangan
metode matematika hitung integral ini, di antaranya adalah :

1. Archimedes (287-212 SM), seorang fisikawan sekaligus matematikawan dari


Syracuse, Yunani.
Pada abad kedua sebelum masehi, Archimedes talah menemukan ide
penjumlahan untuk menentukan luas sebuah daerah tertutup dan volume dari
benda putar. Diantaranya adalah rumus lingkaran, luas segmen parabola,
volume bola, volume kerucut, serta volume benda putar yang lain. Ide
penjumlahan ini merupakan salah satu konsep dasar dari Kalkulus Integral.

Pengertian Integral
Integral adalah kebalikan dari proses diferensiasi. Integral
ditemukan menyusul ditemukannya masalah dalam diferensiasi di mana
matematikawan harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang
berkebalikan dengan solusi diferensiasi. Lambang integral adalah .

Integral terbagi dua yaitu integral tak tentu dan integral tertentu.
Bedanya adalah integral tertentu memiliki batas atas dan batas
bawah. Integral tak tentu biasanya dipakai untuk mencari
volume benda putar dan luas.

INTEGRAL TAK TANTU


Adalah sebuah bilangan yang dimana unuk mencari besaran
dan volume benda.
Misalkan diberikan fungsi-fungsi berikut.
2
y = x + 2x + 5
y = x2 + 2x 2
Kedua fungsi itu memiliki turunan yang sama, yaitu:
= 2x+2
Sekarang, tinjau balik. Misalkan diberikan
= 2x + 2. Jika dicari integralnya, akan diperoleh fungsi-fungsi :
y = x2 + 2x + 5,
y = x2 + 2x 2, bahkan
y = x2 + 2x + 10,
y = x2 + 2x log 3, dan sebagainya.

Dengan demikian, fungsi yang memiliki turunan = 2x + 2,


bukan saja dua fungsi di atas, tetapi banyak sekali. Walaupun
demikian, fungsi-fungsi itu hanya berbeda dalam hal bilangan tetap
saja (seperti 5, 2, 10, log 3, dan seterusnya). Bilangan-bilangan ini
dapat disimbolkan dengan C. Karena nilai C itulah hasil integral ini
disebut integral tak tentu.

1. Notasi Integral Tak Tentu

Perhatikan kembali definisi integral tak tentu di atas. Secara


umum, jika F(x) menyatakan fungsi dalam variabel x, dengan f(x)
turunan dari F(x) dan ckonstanta bilangan real maka integral

tak tentu dari f(x) dapat dituliskan dalam bentuk


dx=F(x)+c
dibaca integral fungsi f(x) ke x sama dengan F(x) + c.
Keterangan:
dx = notasi integral tak tentu
F(x) + c = fungsi antiturunan
f(x) = fungsi yang diintegralkan (integran)
c = konstanta
dx = diferensial (turunan) dari x

ATURAN

i). xndx=1n+1xn+1+cxndx=1n+1xn+1+c
ii). axndx=an+1xn+1+caxndx=an+1xn+1+c

Khusus untuk pankatnya 11 maka berlaku aturan :


i). x1dx=1xdx=lnx+cx1dx=1xdx=lnx+c
ii). ax1dx=axdx=alnx+cax1dx=axdx=alnx+c
dengan fungsi lnxlnx dibaca "len xx" yang sama dengan
fungsi logaritma dengan basis e=2,718...e=2,718...

Contoh soal integral fungsi aljabar :


1). Tentukan hasil integral dari bentuk berikut :
a). x3dxx3dx
b). 6x3dx6x3dx

Penyelesaian :
*). Kita langsung gunakan rumus integral fungsi aljabar di atas.
*). Kita membutuhkan sifat eksponen :
am+n=am.an,a=a12am+n=am.an,a=a12 dan am
n=amnamn=amn
a). x3dx,x3dx, artinya n=3n=3
x3dx=13+1x3+1+c=14x4+cx3dx=13+1x3+1+c=14x4+c.

b). 6x3dx,6x3dx, artinya a=6,n=3a=6,n=3


6x3dx=63+1x3+1+c=64x4+c=32x4+c6x3dx=63+1x3+1+c=64
x4+c=32x4+c.

SIFAT-SIFAT INTEGRAL TAK TENTU

Untuk memudahkan dalam mengerjakan integral, sebaiknya


kita harus menguasai juga sifat-sifat integral tak tentu sebagai
berikut :
1). kdx=kx+ckdx=kx+c dimana kk adalah suatu konstanta
2). kf(x)dx=kf(x)dxkf(x)dx=kf(x)dx (konstanta bisa dikeluarkan
terlebih dahulu).
3). [f(x)+g(x)]dx=f(x)dx+g(x)dx[f(x)+g(x)]dx=f(x)
dx+g(x)dx
4). [f(x)g(x)]dx=f(x)dxg(x)dx[f(x)g(x)]dx=f(x)
dxg(x)dx

Contoh soal :
2). Tentukan hasil integral berikut ini :
a). 3dx3dx
b). 3x5dx3x5dx

Penyelesaian :
a). 3dx=3x+c3dx = 3x+c (sifat 1)
b). berdasarkan difat (2) :
3x5dx =3x5dx = 3.15+1x5+1+c = 3.16x6+c =12x
6+c3x5dx = 3x5dx = 3.15+1x5+1+c = 3.16x6+c
= 12x6+c

INTEGRAL TENTU

Misalkan didefinisikan dalam selang a<x<b dan jika


selang ini dibagi menjadi n bagian yang sama panjang yaitu

Sehingga integral tentu f(x) pada selang x=a dan x=b yaitu

Limit ini pasti ada apabila f(x) kontinu sepotong demi sepotong
dan jika

Jadi berdasarkan dalil pokok dari kalkus integral, integral tentu


diatas dapat dihitung dengan rumus :

Rumus-rumus integral tentu :


Contoh Soal :

1. Gradien garis singgung pada suatu kurva dirumuskan


sebagai dy/dx=2x-3, apabila kurva tersebut melalui titik
A(-1,5) maka persamaan kurvanya adalah...

Pembahasan :

y= 2x 3dx = x2 3x + c
melalui(-1,5)
5=(-1)2 = 3(-1)c
5= 1 + 3 + c
C=1
Maka y = x2 3x + 1