Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI PANAS BUMI

Pemanfaatan Panas Bumi

Oleh :

Rizka Mutiara (1302712)

Dosen :
Ansosry, ST, MT.

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberi penulis kekuatan dan kemudahan dalam menyelesaikan Tugas ini
sehingga dapat diselesaikan dalam waktu yang ditentukan. Tugas ini dibuat
untuk memenuhi Tugas pada Mata Kuliah Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi
sebagai Civitas Akademik di Universitas Negeri Padang, namun juga demikian
semoga Tulisan ini tidak hanya bermanfaat bagi penulis namun juga bisa
bermanfaat dan menambah wawasan bagi semua pihak.
Penulis menyadari bahwa dalam Penulisan ini banyak mengalami
kekurangan, karena itu penulis berharap masukan dari pembaca agar Tugas ini
menjadi lebih sempurna dikemudian hari. Dalam kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada dosen pengasuh mata kuliah Drs. Yunasril
yang telah memberi penulis kesempatan untuk menyelesaikan tugas ini di
lingkungan Universitas Negeri Padang. Secara khusus, penulis ingin mengucapkan
terima kasih kepada rekan-rekan sejawat di Universitas Negeri Padang yang
senantiasa mengingatkan dan memberi motivasi kepada penulis untuk segera
menyelesaikan makalah ini.
Wallahu Walliyut Taufiq Walhidayah

Padang, Januari 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman judul .....................................................................................................i

Kata Pengantar ....................................................................................................ii

Daftar Isi ..............................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................1

1.1 Latar Belakang ...............................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah .........................................................................................1

1.3 Tujuan............................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................3

BAB III PENUTUP .................................................................................................15

A. Kesimpulan ..................................................................................................15

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Energi merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan
baik kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Kebutuhan energi
tersebut tentunya harus diimbangi dengan tersedianya pasokan energi
yang cukup. Akan tetapi semakin berkembangnya proses kehidupan
manusia,energi yang dibutuhkan semakin banyak sementara
ketersediaan energi makin berkurang.
Manusia dan semua mahluk hidup yang ada di bumi sangat
bergantung terhadap energi. Energi yang saat ini banyak digunakan
adalah energi fosil. Ketergantungan terhadap energi fosil menjadi bom
waktu yang dapat meledak seketika. Energi fosil, seperti yang sudah kita
ketahui sejak duduk di bangku sekolah dasar, adalah energi yang tidak
dapat diperbarui. Artinya suatu saat akan habis sehingga diperlukan
upaya pencarian sumur minyak baru sebagai cadangan dan mencari
alternatif-alternatif lainnya selain fosil yang sifatnya dapat diperbaharui
untuk mencukupi kebutuhan energi masa depan (Andri, 2013).
Berdasarkan statistical world review yang dirilis oleh British
Petroleum pada bulan Juni 2012, cadangan terbukti minyak di dalam
perut bumi Indonesia hanya tersisa sekitar 4 miliar barel per akhir tahun
2011. Dengan asumsi produksi minyak mentah dalam negeri adalah 942
ribu barel per hari maka secara matematis minyak-minyak tersebut akan
habis dalam waktu tidak lebih dari 12 tahun. Masih dari data yang sama,
Indonesia juga mengalami defisit minyak mentah sebanyak 488 ribu barel
karena kebutuhan yang mencapai 1,43 juta barel per harinya (Andri,
2013). Artinya bahwa pada tahun 2025 Indonesia sudah sangat
kekurangan energi yang berasal dari energi fosil, atau bahkan kehabisan

1
2

sehingga perlu adanya Energi Baru Terbarukan (EBT) yang harus


dikembangkan oleh Indonesia.
Energi panas bumi merupakan salah satu diantara beberapa
energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan manusia. Di
Indonesia sendiri sampai tahun 2004 diidentifikasi terdapat 252 area yang
berpotensi panas bumi sudah termasuk dalam inventarisasi dan
eksplorasi. Sebagian besar berada pada lingkungan vulkanik sisanya
berada dilingkungan batuan sedimen dan metamorf. Dari jumlah lokasi
tersebut mempunyai total potensi tersebut hanya 3% yang dimanfaatkan
untuk energi listrik atau sekitar 807 MWe dan 2% pemakaian energi
listrik nasional (Novitasari, 2011).
Berdasarkan data dari Kementrian ESDM, sampai dengan
November 2009 total potensi panas bumi Indonesia diperkirakan
mencapai 28.112 MWe yang tersebar di 256 titik. Terdapat penambahan
8 lokasi baru dengan potensi 400 MWe yang berasal dari penemuan
lapangan pada tahun 2009. Pada tahun 2025 diproyeksikan geothermal
Indonesia dapat menghasilkan panas bumi sebesar 9500 MW atau setara
dengan 400 ribu Barel Oil Equivalen (BOE) per harinya. Sebuah potensi
energi yang sangat besar.
Melihat besarnya potensi tersebut maka perlu adanya perhatian
yang lebih dalam upaya pengembangannya. Sehingga dengan demikian,
pemakaian energi dalam kehidupan dapat dapat dimaksimalkan

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan beberapa masalah antara
lain:
1. Bagaimana pemanfaatan energi panas bumi bagi daerah sekitar?
2. Apa saja contoh pemanfaatan energi panas bumi?
3

C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan
tambahan pengetahuan tentang pentingnya pemanfaatan energi panas
bumi sebagai salah satu energi alternatif pengganti energi fosil serta
menjelaskan bagaimana cara dan proses pengkonversian energi panas
bumi menjadi energi listrik sehingga dapat dimanfaatkan dalam
kehidupan manusia.
BAB II
PEMBAHASAN

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pengguna dan produsen


energi terbarukan di Asia Tenggara.Dengan populasi melebihi 250 juta orang
yang memiliki permintaan listrik tinggi. Permintaan Indonesia tergantung pada
berbagai metode yang digunakan untuk menghasilkan listrik dari batubara,
minyak mentah, dan pembangkit tenaga air untuk pembangkit daya listrik. Di
bawah permukaan bumi ada beberapa lempeng tektonik yang meluncur di atas
mantel. Arus konveksi menggerakan lempeng bumi hingga saling bertabrakan
satu sama lain. Dimana dua lempeng yang bertemu disebut dengan nama batas
lempeng. sepanjang batas lempeng tersebut, terjadilah gempa bumi, aktivitas
gunung berapi, dan terbentuknya palung. Batas-batas lempeng memiliki dua
jenis yaitu batas konvergen, dimana dua lempeng saling bertabrakan satu sama
lain menciptakan zona subduksi yang memaksa satu lempeng untuk menghujam
lempeng lainnya. Batas lainnya disebut batas divergen.
Sepanjang batas ini, dua lempeng bergerak menciptakan ruang yang
dipenuhi magma dan menjadi cekungan laut. Karena posisi Indonesia di Cincin
Api Pasifik yang mengelilingi Samudera Pasifik, negara memperoleh kelimpahan
batuan yang mampu menampung panas bumi, yang dapat digunakan sebagai
energi terbarukan untuk menghasilkan listrik. Reservoir geothermal terjadi pada
batas-batas yang terdiri dari 4 komponen utama: waduk, cairan, batuan penutup,
dan sumber panas. Reservoir bertindak sebagai wadah yang terdiri dari cairan
panas bumi dan bisa memiliki bentuk baik uap, air, ataupun keduanya, yang
kemudian terjebak di bawah permukaan.
Batuan penutup merupakan lapisan kedap air yang terletak di atas wadah
atau waduk yang bertindak sebagai penutup untuk menghentikan cairan agar
tidak bergerak ke permukaan, dan magma menjadi sumber panas yang
memanaskan cairan untuk menghasilkan energi.

4
5

Untuk memanfaatkan energi panas bumi, perlu adanya pengeboran


sumur jauh ke dalam bumi yang kedalamannya bisa mencapai 4 kilometer. Panas
kemudian diambil uapnya dari bawah bumi dengan menyalurkan cairan untuk
menggerakan turbin yang kemudian menghasilkan listrik. Lalu hal itu akan
mampu menghasilkan tenaga listrik bagi ribuan rumah.
Indonesia memiliki potensi sebesar 40% sumber daya panas bumi karena
mengandung cadangan panas bumi terbesar di dunia yang letaknya di
permukaan negara Indonesia.Namun Indonesia hanya menggunakan cadangan
tersebut sebesar 5% karena kebanyakan dari sumber tersebut terletak di hutan
dan kawasan konservasi yang dilindungi.
Sejak kegiatan panas bumi digolongkan sebagai aktivitas pertambangan,
perusahaan dilarang untuk melakukan eksplorasi atau pengeboran di daerah
tersebut, sedangkan peraturan yang baru sekarang memisahkan kegiatan
eksplorasi panas bumi dengan pertambangan yang mengambil keuntungan dari
cadangan negara besar.
Indonesia saat ini merupakan produsen panas bumi terbesar ketiga di
dunia, daru tujuh area panas bumi yang tersebar di seluruh Jawa, Sumatera
Utara, dan Sulawesi Utara yang memproduksi 1,439 MW 2.
Pembangkit Wayang Windu dioperasikan oleh Star Energy di Jawa Barta yang
merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, yang mampu memproduksi
tenaga listrik hingga 227 MW, yang berkontribusi sekitar 16% dari tenaga panas
bumi negara. Lahan terletak pada resevoir yang unik, transisi antara dominasi
vapour dan dominasi cairan di area seluar 40 kilometer persegi, salah satu
potensi yang sangat besar.
Pemanfaatan panas bumi ini dapat dibagi menjadi dua jenis, pertama
adalah pemanfaatan (fluida) secara langsung seperti di Ciater Bandung, dan
kedua pemanfaatan (fluida) secara tidak langsung. Kedua jenis pemanfaatan ini
memerlukan fluida dari bawah tanah sebagai pembawa panasnya, baik yang
berbentuk air maupun yang berbentuk uap. Proses terjadinya persis seperti
6

memasak air, fluida yang masuk dari rekahan/ celah akan menuju daerah yang
memiliki sumber panas seperti magma atau yang lainnya. Pada saat fluida
bersentuhan dengan sumber panas, fluida tersebut pun akan ikut panas bahkan
dapat mendidih. Fluida yang sudah panas biasanya akan mencoba menuju
permukaan untuk melepaskan energinya, ada yang berbentuk air dan ada juga
yang berbentuk uap. Pemanfaatan panas bumi dapat memanfaatkan sumber
keluar yang alami seperti mata air maupun buatan seperti sumur pengeboran
tergantung dari tujuan pemanfaatannya.

1. Pemandian Air Panas


Di Jepang, salah satu daya tarik wisatanya adalah onsen atau pemandian
air panas. Onsen di Jepang umumnya berada di pegunungan dengan
memanfaatkan sumber air panas alami (fluida geothermal). Harga
masuknya bervariasi dari mulai 550 yen (Rp 60.500), 2500 yen (Rp
275.000) dan bahkan ada yang lebih dari itu. Terkadang tidak cuma
manusia yang mandi di onsen,tapi ada monyet ikut berendam juga lho.
Ada satu lagi tempat pemandian air panas yang terjadi bukan karena
sumber air panas alami, yaitu Blue Lagoon Islandia. Pemandian air
panas Blue Lagoon ini sebenarnya adalah air buangan dari pembangkit
listrik tenaga panas bumi tahun 1976, akan tetapi masyarakat mencoba
memanfaatkannya pada 1981 dan menjadikannya kolam pemandian air
panas. Pada tahun 1992 perusahaan komersil Blue Lagoon didirikan untuk
mengelola pemandian air panas dan juga menjual produk-produk spa
hasil dari endapan di Blue Lagoon. Kalau kalian berminat
mengunjungi Blue Lagoon harus merogoh kocek yang agak lumayan,
karena tiket masuknya per 2015 yang lalu adalah sekitar satu juta rupiah.

2. Penyejuk dan Penghangat Ruangan


7

Satu lagi pemanfaatan langsung dari panas bumi adalah sebagai


penyejuk/ penghangat ruangan. Di negara-negara dengan temperatur
yang ekstrim seperti negara yang memiliki 4 musim, masalah temperatur
ruangan menjadi salah satu permsalahan utama. Umumnya di negara-
negara tersebut konsumsi listrik untuk air conditioner atau penghangat
ruangan akan sangat besar karena pemakaian yang kontinu. Pemanfaatan
langsung panas bumi (geothermal) dapat menjadi solusi alternatif
pengendali temperatur ruangan pada negara-negara 4 musim.

Sumber: shipleyenergi.com
Prinsip kerja dari sistem tersebut adalah dengan cara menyamakan
temperatur ruangan-ruangan dengan temperatur tanah (bumi). Jadi
temperatur ruangan/ rumah pada saat musim dingin akan tetap hangat,
dan begitu pula sebaliknya pada musim panas maka temperatur ruangan
akan tetap sejuk.
8

Sumber: time.com

Berikut merupakan proses menyejukan/ menghangatkan ruangan dengan


panas bumi (geothermal):

a. Proses instalasinya dimulai dengan memasang pipa sistem tertutup di


bawah tanah di kedalaman 2-6 meter. Pipa tersebut mengalirkan
fluida yang akan berfungsi sebagai refrigerant, memiliki kandungan
kimia yang aman di alam sebagai antisipasi bila pipa bocor.
b. Proses transfer panas dari fluida refrigerant dengan fluida yang
bersikulasi dalam sistem di dalam rumah.
c. Kompresor yang dapat meningkatkan tekanan dan berpengaruh
terhadap peningkatan temperatur.
d. Pada sistem ini, sebagian transfer panas dapat dimanfaatkan untuk
memanaskan air untuk keperluan seperti mandi dll.
e. Pengganti proses untuk menghangatkan atau menyejukan.
f. Valve yang berfungsi sebagai penurun tekanan, untuk menjaga agar
energi dalam sistem tetap besar.
9

3. Proses Memasak / Pasteurisasi dan Pengeringan


Bila sempat bermain ke kawah domas di Tangkuban Perahu, kalian akan
melihat penjual telur yang menawarkan untuk merebus telur di salah satu
mata air kawah domas yang memiliki temperatur mendidih (boiling).
Pemanfaatan langsung untuk proses memasak dapat pula digunakan
untuk skala pabrik, bayangkan apabila sebuah pabrik tidak perlu
mengeluarkan biaya bahan bakar untuk proses memasak.

Sumber: panduanwisata.id
Atau juga dapat digunakan untuk proses pasteurisasi susu yang banyak
terdapat di daerah Bandung Utara, hanya memasukan susu dalam waktu
15 detik pada temperatur 72 oC. Manfaat panas bumi akan sangat besar
bagi masyarakat sekitar dan tentu saja bisa menurunkan biaya-biaya
bahan bakar dalam proses memasak. Tentu saja lebih banyak proses
memasak yang bisa didapatkan dengan memanfaatkan temperatur mata
air yang tinggi tersebut.
Selain memasak, dengan memanfaatkan fumarole kering, kita juga dapat
membuat proses pengeringan bahan makanan maupun yang lainnya.
Fumarol dapat memiliki temperatur sampai dengan 100 oC, dengan
fumarol kering yang dibutuhkan hanya chamber untuk proses
pengeringan. Pengeringan kopra, bawang agar tidak cepat busuk dan
lainnya, tidak lagi memerlukan waktu yang lama menunggu matahari.
10

4. Proses Pelelehan Salju


Di negara yang terdapat musim dingin, salju menjadi salah satu masalah
utamanya. Timbunan salju dapat menutup jalan dan membuat jalan
sangat licin. Ada beberapa proses dalam menanggulangi salju, salah
satunya dengan mobil pengeruk salju. Tetapi mobil pengeruk salju tidak
dapat membersihkan salju secara terus menerus karena salju akan
menumpuk kembali.

Kiri sumber: minimalisti.com Kanan sumber: cobe.boisestate.edu

Panas bumi (geothermal) dapat menjadi solusinya. Melalui proses yang


sama dengan penyejuk ruangan, proses pelelehan salju dapat dilakukan
dengan memasang pipa pada jalanan. Proses pelelehan salju akan terus
kontinu karena temperatur jalanan yang sama dengan temperatur bumi,
yang secara relatif akan lebih tinggi dibandingkan temparatur udara pada
saat bersalju.
Mungkin hal ini bisa diterapkan di Indonesia, bukan sebagai peleleh salju
tetapi penyejuk jalanan seperti di Jakarta. Bayangkan jika temperatur
jalanan yang panas bisa menjadi sejuk tentunya perjalanan akan menjadi
11

lebih nyaman dan energi dari panasnya jalanan bisa dikonversi menjadi
pemanas air di lingkungan sekitar jalanan.

5. Menempatkan panas untuk bekerja


Maksudnya adalah sumber air panas geothermal dekat permukaan, air
panas itu dapat langsung dipipakan ke tempat yang membutuhkan panas.
Ini adalah salah satu cara geothermal digunakan untuk air panas,
menghangatkan rumah, untuk menghangatkan rumah kaca dan bahkan
mencairkan salju di jalan. Bahkan di tempat dimana penyimpanan panas
bumi tidak mudah diakses, pompa pemanas tanah dapat membahwa
kehangatan ke permukaan dan kedalam gedung. Cara ini bekerja dimana
saja karena temparatur di bawah tanah tetap konstan selama tahunan.
Sistem yang sama dapat digunakan untuk menghangatkan gedung di
musim dingin dan mendinginkan gedung di musim panas.

6. Pemanfaatan Secara Langsung Di Sektor Pertanian


Energi panas bumi dapat digunakan secara langsung (teknologi
sederhana) untuk proses pengeringan terhadap hasil pertanian,
perkebunan dan perikanan dengan proses yang tidak terlalu sulit. Air
panas yang berasal dari mata air panas atau sumur produksi panas bumi
pada suhu yang cukup tinggi dialirkan melalui suatu heat exchanger, yang
kemudian memanaskan ruangan pengering yang dibuat khusus untuk
pengeringan hasil pertanian.

7. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi


Berdasarkan data kementerian ESDM, potensi panas bumi di dunia yang
bisa dimanfaatkan untuk sumber listrik mencapai 113 Giga Watt (GW),
dimana 40%-nya dimiliki oleh Indonesia, yaitu sebesar 28 GW. Akan
12

tetapi enenrgi panas bumi yang dimanfaatkan di Indonesia baru hanya


4% dari total yang tersedia.
Pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkit listrik secara garis
besar dilakukan dengan cara melihat resource dari panas bumi tersebut.
Apabila suatu daerah memiliki panas bumi yang mengeluarkan uap air
(steam), maka steam tersebut langsung dapat digunakan. Steam tersebut
secara langsung diarahkan menuju turbin pembangkit listrik untuk
menghasilkan energi listrik. Setelah selesai steam tersebut diarahkan
menuju kondenser sehingga steam tersebut terkondensasi menjadi air.
Air ini selanjutnya di recycle untuk menjadi uap lagi secara alami. Namun,
bila panas bumi itu penghasil air panas (hot water), maka air panas
tersebut harus di ubah terlebih dahulu menjadi uap air (steam). Proses
perubahan ini membutuhkan peralatan yang disebut dengan heat
exchanger, dimana air panas ini dialirkan menuju heat exchanger
sehingga terbentuk uap air.
Pembangkit yang digunakan untuk meng-konversi
fluida geothermal menjadi tenaga listrik secara umum mempunyai
komponen yang sama dengan power plants lain yang bukan berbasis
geothermal, yaitu terdiri dari generator, turbin sebagai penggerak
generator, heat exchanger, chiller, pompa, dan sebagainya. Saat ini
terdapat tiga teknologi panas bumi yang digunakan untuk mengkonversi
panas bumi menjadi energi listrik, yaitu :
a. Dry Steam Power Plants
Pembangkit tipe ini adalah yang pertama kali ada. Pada tipe ini
uap panas (steam) langsung diarahkan ke turbin dan mengaktifkan
generator untuk bekerja menghasilkan listrik. Sisa panas yang
datang dari production well dialirkan kembali ke
dalam reservoirmelalui injection well. Pembangkit tipe tertua ini
per-tama kali digunakan di Lardarello, Italia, pada 1904 dimana
13

saat ini masih berfungsi dengan baik. Di Amerika Serikat pun dry
steam power masih digunakan seperti yang ada di Geysers,
California Utara.
b. Flash Steam Power Plants
Panas bumi yang berupa fluida misalnya air panas alam
(hot spring) di atas suhu 1750oC dapat digunakan sebagai sumber
pembangkit Flash Steam Power Plants. Fluida panas tersebut
dialirkan kedalam tangki flash yang tekanannya lebih rendah
sehingga terjadi uap panas secara cepat. Uap panas yang disebut
dengan flash inilah yang menggerakkan turbin untuk
mengaktifkan generator yang kemudian menghasilkan listrik. Sisa
panas yang tidak terpakai masuk kembali ke reservoir
melalui injection well. Contoh dari Flash Steam Power
Plants adalah Cal-Energy Navy I flash geothermal power plants di
Coso Geothermal field, California, USA.
c. Binary Cycle Power Plants (BCPP)
Binary Cycle Power Plants menggunakan teknologi yang berbeda
dengan kedua teknologi sebelumnya yaitu dry steam dan flash
steam. Pada BCPP air panas atau uap panas yang berasal dari
sumur produksi (production well) tidak pernah menyentuh turbin.
Air panas bumi digunakan untuk memanaskan apa yang disebut
dengan working fluid pada heat exchanger. Working
fluid kemudian menjadi panas dan menghasilkan uap
berupa flash. Uap yang dihasilkan di heat exchanger tadi lalu
dialirkan untuk memutar turbin dan selanjutnya menggerakkan
generator untuk menghasilkan sumber daya listrik. Uap panas
yang dihasilkan di heat exchanger inilah yang disebut
sebagai secondary (binary) fluid. Binary Cycle Power Plants ini
sebetulnya merupakan sistem tertutup. Jadi tidak ada yang
14

dilepas ke atmosfer. Keunggulan dari BCPP ialah dapat


dioperasikan pada suhu rendah yaitu 90-1750C. Contoh
penerapan teknologi tipe BCPP ini ada di Mammoth Pacific
Binary Geo-thermal Power Plants di Casa Diablo geothermal field,
USA.
BAB III

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan beberapa


hal sebagai berikut:
1. Energi panas bumi adalah energi yang secara alami sudah terdapat di
alam yang berupa panas yang terdapat dan terbentuk di dalam kerak
bumi.
2. Panas bumi atau geothermal merupakan salah satu sumber energy
yang dapat diperbaharui dan berkelanjutan (renewable and
sustainable).
3. Panas bumi adalah sumber energy yang terbentuk secara alami di
bawah permukaan bumi yang berasal dari pemanasan batuan dan air
bersama unsur-unsur lain yang dikandung Panas bumi yang tersimpan
di dalam kerak bumi.
4. Energi panas bumi dapat berupa hidrothermal, Hot dry
rocks, Geopressured dan magma
5. Manfaat energi panas bumi diantaranya dapat menghasilkan energy
listrik, pemandian, pariwisata, memasak dan pengeringan, pertanian,
serta pelelehan salju.

15