Anda di halaman 1dari 202

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

BUKU PANDUAN AKADEMIK

TAHUN AKADEMIK 2015/2016

PERHATIAN

Setiap Mahasiswa diharuskan secara mandiri membaca dan memahami isi buku Panduan Akademik ini dengan seksama termasuk memahami tentang alur pengambilan mata kuliah, evaluasi tiap semester/tiap tahun, ujian tengah/akhir semester, tanpa harus diberikan peringatan oleh pihak Program Studi.

Panduan Akademik Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia

Jl. Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta 55584

Telp

: (0274)895920 ekstensi 3021 & 3022

Faksimili

: (0274) 896439

Email

: farmasi.fmipa@uii.ac.id

Website

: http://pharmacy.uii.ac.id

ii

BUKU PANDUAN AKADEMIK

SAMBUTAN DEKAN FMIPA

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Alhamdulillah Buku Panduan Akademik 2014/2015 dapat diterbitkan sesuai dengan waktunya. Buku ini merupakan hasil penyempurnaan dari buku sebelumnya. Buku ini dimaksudkan sebagai panduan bagi mahasiswa selama studi di Program Studi Farmasi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII). Buku ini berisi informasi yang berkaitan dengan Program Studi Farmasi.

Panduan ini ditujukan kepada mahasiswa baru agar dapat memahami sejarah, nilai dasar, visi dan misi serta tujuan universitas demikian juga dengan jurusan termasuk struktur organisasi, tenaga edukatif, tenaga kependidikan, struktur kurikulum, dan silabus. Informasi-informasi akademik berkaitan dengan Proses Administrasi Akademik meliputi persiapan perkuliahan, proses perkuliahan dan ujian, cuti dan peraturan DO (Drop Out) perlu diperhatikan dengan seksama.

Pimpinan fakultas mengucapkan selamat bergabung di Fakultas MIPA UII dengan harapan mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh mahasiswa Fakultas MIPA.

Billahi taufiq walhidayah,

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Yogyakarta, 1 September 2015

Dekan,

Wassalamu’alaikum Wr Wb. Yogyakarta, 1 September 2015 Dekan, Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. BUKU PANDUAN AKADEMIK iii

Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D.

BUKU PANDUAN AKADEMIK

iii

iv

BUKU PANDUAN AKADEMIK

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.

Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia saat ini sedang menjalankan kurikulum 2012. Proses perubahan dari kurikulum 2007 menjadi kurikulum 2012 dilakukan secara lebih terencana dan tersistem dengan baik. Kurikulum 2012 disusun berdasarkan masukan dari pakar bidang kefarmasian, organisasi profesi (IAI), asosiasi perguruan tinggi (APTFI), dosen, alumni, mahasiswa, dan stakeholder. Kurikulum ini didesain untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi Standar Kompetensi Farmasi dari IAI dan APTFI.

Kemampuan seorang farmasis untuk menjalankan praktek kefarmasian semakin terbuka lebar karena International Pharmaceutical Federation (FIP) telah menetapkan 9 elemen praktek kefarmasian yang meliputi:

1. Academic pharmacy (Farmasi Kependidikan)

2. Clinical biology (Biologi Klinis)

3. Community pharmacy (Farmasi Komunitas)

4. Hospital pharmacy (Farmasi Klinis)

5. Industrial pharmacy (Farmasi Industri)

6. Laboratories and medicines control (Laboratorium dan Pengendalian Obat)

7. Military and emergency pharmacy (Farmasi Penanganan Kedaruratan)

8. Pharmacy information (Informasi Farmasi)

9. Social and administrative pharmacy (Farmasi Sosial dan Birokrasi)

Oleh karena itu Program Studi Farmasi UII telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyusun kurikulum 2012 dengan sistem dan pola pembelajaran farmasi yang bersifat evidence based, dengan penanaman nilai-nilai leadership dan entrepreneurship dari lulusan agar dapat bersaing secara global.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Yogyakarta, 1 September 2015

Ketua Program Studi

wr.wb. Yogyakarta, 1 September 2015 Ketua Program Studi Pinus Jumaryatno, M. Phil., Ph.D., Apt. BUKU PANDUAN

Pinus Jumaryatno, M. Phil., Ph.D., Apt.

BUKU PANDUAN AKADEMIK

v

vi

BUKU PANDUAN AKADEMIK

DAFTAR ISI

SAMBUTAN DEKAN FMIPA

iii

KATA PENGANTAR

v

DAFTAR ISI

vii

STRUKTUR ORGANISASI FAKULTAS MIPA UII

ix

STRUKTUR ORGANISASI PROGRAM STUDI FARMASI FMIPA UII

x

BAB I.

PENDAHULUAN

1

B. Visi

3

C. Misi

3

D. Nilai Dasar

3

E. Tujuan Pendidikan

3

F. Makna Lambang UII

4

G. Hymne UII

5

BAB II.

PROGRAM STUDI FARMASI UII

7

A. Sejarah Singkat Pendirian Program Studi Farmasi

7

B. Visi

9

C. Misi

9

D. Tujuan

9

E. Sasaran Mutu

9

F. Perkembangan Dunia Farmasi Secara Global dan Nasional

10

G. Staf Pengajar

11

BAB III.

SARANA DAN PRASARANA

13

A. Fasilitas Laboratorium

13

B. Pusat Studi dan Pengembangan Keunggulan Prodi

17

BAB IV.

PROSES ADMINISTRASI AKADEMIK

21

A. Registrasi Mahasiswa

21

B. Rencana Akademik Semester (RAS)

21

C. Dosen Pembimbing Akademik (DPA)

23

D. Cuti Akademik

23

E. Prosedur Cuti Akademik

24

BUKU PANDUAN AKADEMIK

vii

F.

Non Aktif

24

 

G. Aktif Kembali

24

H. Evaluasi Keberhasilan Studi

25

I. Prosedur Drop Out

26

J. Passing Out Mahasiswa

27

BAB V.

PELAKSANAAN SISTEM KREDIT SEMESTER

31

A. Ketentuan Umum Sistem Kredit Semester

31

B. Perkuliahan dan Praktikum

32

C. Ujian

32

D. Tugas Akhir

34

E. Yudisium Tutup Teori

36

F. Ujian Tugas Akhir

37

G. Yudisium Akhir Studi

38

BAB VI.

KURIKULUM PROGRAM STUDI FARMASI

39

A. Kompetensi Lulusan

39

B. Kurikulum 2012

43

BAB VII. SILABI MATA KULIAH

51

viii

BUKU PANDUAN AKADEMIK

Kepala Divisi KeuanganKepala

STRUKTUR ORGANISASI FAKULTAS MIPA UII UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Kepala Divisi UmumKepala

Ketua Program Pendidikan Ketua Program Studi Profesi Apoteker Profesi Apoteker
Ketua Program Pendidikan
Ketua Program Studi
Profesi Apoteker
Profesi Apoteker

Ketua Program Studi Farmasi

Ketua Program DIII

Analis Kimia

PENGENDALI SISTEM MUTU FAKULTAS (PSMF)
PENGENDALI SISTEM MUTU FAKULTAS
(PSMF)
DEKAN
DEKAN
Kepala Laboratorium Kepala Laboratorium Kepala Laboratorium Kima Farmasi Teknologi Farmasi Kepala Laboratorium
Kepala Laboratorium
Kepala Laboratorium
Kepala Laboratorium
Kima Farmasi
Teknologi Farmasi
Kepala Laboratorium
Kepala Laboratorium
Farmakologi & Farmakoterapi
Farmasetika
Koordinator Laboratorium Farmasi
Koordinator Laboratorium
Farmasi
Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi
Kepala Divisi Sistem Informasi
dan Teknologi Informasi

Divisi Akademik

WAKIL DEKAN
WAKIL DEKAN
Ketua Prodi Ketua Program Studi D3 Analis Kimia Farmasi
Ketua Prodi
Ketua Program Studi
D3 Analis Kimia
Farmasi

Ketua Program Studi Ilmu Kimia

Ketua Prodi

Ilmu Kimia

Koordinator Laboratorium Ilmu Kimia
Koordinator Laboratorium
Ilmu Kimia
Koordinator Laboratorium Statistika
Koordinator Laboratorium
Statistika

Kepala Laboratorium

Kepala Laboratorium

Pendidikan Kimia

Riset Kimia

SENAT
SENAT
Ketua Prodi Ketua Program Studi Statistika Statistika
Ketua Prodi
Ketua Program Studi
Statistika
Statistika
Kepala Laboratorium Statistika Bisnis & Sosial Kepala Laboratorium Statistika Industri
Kepala Laboratorium
Statistika Bisnis & Sosial
Kepala Laboratorium
Statistika Industri

BUKU PANDUAN AKADEMIK

Bisnis & Sosial Kepala Laboratorium Statistika Industri BUKU PANDUAN AKADEMIK : Garis Konsultasi Keterangan : ix

: Garis Konsultasi

Keterangan :

ix

STRUKTUR ORGANISASI PROGRAM STUDI FARMASI FMIPA UII

Ketua Program Studi Farmasi Pinus Jumaryatno, M.Phil., Ph.D., Apt. Sekretaris Program Studi Farmasi Rochmy Istikharah,
Ketua Program Studi Farmasi
Pinus Jumaryatno, M.Phil., Ph.D., Apt.
Sekretaris Program Studi Farmasi
Rochmy Istikharah, M.Sc., Apt.
Koordinator Kepala Laboratorium Farmasi
Oktavia Indrati, S.Farm., M.Sc., Apt
Kepala Laboratorium Biologi Farmasi
Asih Triastuti, SF., M.Pharm., Apt.
Kepala Laboratorium Teknologi Farmasi
Bambang Hernawan N, S.Farm., M.Sc., Apt
Kepala Laboratorium Farmakologi
Endang Sulistyowati N , M.Sc.,Apt
Kepala Laboratorium Farmasetika
Dra. Suparmi, M.Si., Apt
Kepala Laboratorium Kimia Farmasi
Ari Wibowo, S.Farm., M.Sc., Apt
Kepala Laboratorium Mikrobiologi
Hady Anshory T, S.Si., M.Sc., Apt.
Staf Administrasi
Olla Nina Karona, S.IP
Staf Administrasi Laboratorium
Latifah Nur Hidayati, S.P.

x

BUKU PANDUAN AKADEMIK

BAB

I

PENDAHULUAN

A. SEJARAH SINGKAT UII

BAB I PENDAHULUAN A. SEJARAH SINGKAT UII Pada tahun 1945, sidang umum Masjoemi (Majelis Sjoero Moeslimin

Pada tahun 1945, sidang umum Masjoemi (Majelis Sjoero Moeslimin Indonesia) dilaksanakan. Pertemuan itu dihadiri oleh beberapa tokoh politik terkemuka masa itu termasuk diantaranya Dr. Mohammad Hatta (Wakil Presiden Pertama Indonesia), Mohammad Natsir, Mr. Mohamad Roem, dan KH. Wahid Hasjim. Salah satu keputusan dari pertemuan ini adalah pembentukan Sekolah Tinggi Islam (STI) oleh tokoh-tokoh terkemuka tersebut. STI kemudian didirikan pada tanggal 8 Juli 1945 bertepatan dengan 27 Rajab 1364 H dan berkembang menjadi sebuah universitas yang disebut Universitas Islam Indonesia (UII) sejak tanggal 3 November 1947 untuk menegakkan wahyu ilahi sebagai sumber inspirasi ilmu pengetahuan dan kebenaran mutlak, yang merupakan rahmatan lil’alamin, rahmat bagi umat manusia serta alam semesta, guna mendukung dan menjujung tinggi cita-cita luhur dan suci bangsa Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sejalan dengan spirit perumusan pembukaan UUD 1945.

PENDAHULUAN

1

Awalnya, UII memiliki empat fakultas: Fakultas Agama, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan, dan Fakultas Ekonomi, yang

Awalnya, UII memiliki empat fakultas: Fakultas Agama, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan, dan Fakultas Ekonomi, yang mulai beroperasi pada Juni 1948. Sekitar tujuh bulan kemudian, UII terpaksa ditutup akibat agresi militer Belanda. Banyak siswa dan dosen bergabung dengan tentara Indonesia untuk mengusir Belanda. Pada awal 1950-an, tak lama setelah perang, UII harus memindahkan aktivitas perkualiahan di beberapa tempat di kota Yogyakarta, bahkan sempat menggunakan Kraton Yogyakarta dan rumah dosen sebagai ruang kelas.

Sejak awal 1990-an sampai saat ini, UII telah mengembangkan kampus terpadu yang terletak di Kabupaten Sleman, di bagian utara Provinsi DI Yogyakarta. Sebagian besar fakultas UII telah berlokasi di lahan seluas 25 hektar ini. Sampai dengan semester ganjil 2012/2013, UII memiliki delapan fakultas dengan lima program Diploma Tiga (D 3), 22 Program Sarjana, tiga Program Profesi, delapan Program Magister, dan tiga Program Doktor serta lembaga- lembaga pendukung.

Dalam pemeringkatan 4 International College and Universities (4ICU) , menempatkan Universitas Islam Indonesia sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) peringkat pertama di Kopertis Wilayah V dan peringkat ke-2 PTS secara nasional.

Universitas Islam Indonesia sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, dalam sejarah perkembangannya telah turut mengawal perjalanan bangsa melalui kontribusi dalam upaya penyemaian peserta didik berkepribadian

2

BUKU PANDUAN AKADEMIK

unggul sesuai dengan dasar keimanan dan kebenaran ilmiah bersifat universal dan objektif. Oleh karena itu, Universitas Islam Indonesia berketetapan untuk selalu berupaya secara kreatif dan inovatif menciptkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni, sesuai tuntutan peradaban manusia yang berpedoman pada prinsip-prinsip syariat Islam.

B. VISI

Visi Universitas Islam Indonesia adalah terwujudnya Univesitas Islam Indonesia sebagai rahmatan lil’alamin, memiliki komitmen pada kesempurnaan keunggulan dan Risalah Islamiyah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan dakwah setingkat Universitas yang berkualitas di negara- negara maju.

C. MISI

Misi Universitas Islam Indonesia adalah menegakkan Wahyu Ilahi dan Sunnah Nabi sebagai sumber kebenaran abadi yang membawa rahmat bagi alam semesta melalui pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan, teknologi, budaya sastra dan seni yang berjiwa Islami, dalam rangka membentuk cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang bertakwa, berakhlak mulia, berilmu amaliah dan beramal ilmiah, yang memiliki keunggulan dalam keislaman, keilmuan, kepemimpinan, keahlian, kemandirian dan profesionalisme.

D. NILAI DASAR

Nilai dasar Universitas Islam Indonesia adalah kepaduan nilai pengabdian (ibadah) dan nilai keunggulan (excellency) yang dijadikan landasan utama dalam membangun visi dan misi Universitas Islam Indonesia.

E. TUJUAN PENDIDIKAN

1. Membentuk cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, menguasai ilmu keislaman dan mampu menerapkan nilai-nilai Islami serta berdaya saing tinggi,

2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya sastra dan seni yang berjiwa Islam,

3. Turut serta membangun masyarakat dan Negara Republik Indonesia yang adil dan makmur serta mendapat ridho Allah SWT,

4. Mendalami, mengembangkan, dan menyebarluaskan pemahaman ajaran agama Islam untuk dipahami, dihayati dan diamalkan oleh warga universitas dan masyarakat.

PENDAHULUAN

3

F. MAKNA LAMBANG UII

F. MAKNA LAMBANG UII Lambang UII terdiri dari 3 warna, yaitu : 1. Warna biru berarti

Lambang UII terdiri dari 3 warna, yaitu :

1. Warna biru berarti ketegasan, atau kewibawaan. Maksudnya kewibawaan UII dalam menelurkan sarjana-sarjana Islam yang bijaksana.

2. Warna kuning hiasan emas artinya harapan dan lambang dari pendidikan. Maksudnya, UII akan menelurkan sarjana-sarjana harapan bangsa yang kelak dapat melangsungkan dan terus menyebarkan ilmu pengetahuan lewat pendidikan Islam.

3. Warna putih artinya ketulusan, kejujuran dan ketekunan. Maksudnya sarjana-sarjana yang ditelurkan UII adalah sarjana yang jujur, setia kepada negara dan bangsanya serta tekun dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan ajaran dan cita-cita Islam.

Adapun arti lambang Universitas Islam Indonesia itu sendiri yakni :

1. Bentuk perisai artinya ketahanan dan pertahanan.

2. Maksudnya, UII akan mempertahankan namanya sebagai salah satu universitas yang sanggup menelurkan sarjana sesuai dengan tujuan UII.

3. Bentuk di tengah distilir menjadi kubah masjid.

4. Maksudnya adalah lambang kebudayaan Indonesia sesuai dengan ajaran Islam.

5. Bunga yang mempunyai lima mahkota bisa diartikan sebagai Pancasila, yang dapat diartikan pula sebagai rukun Islam.

6. Putik sari di atas bunga.

7. Artinya, lambang perguruan tinggi dengan empat tujuan dasar (Catur Dharma Perguruan Tinggi).

8. Mata trisula yang berbentuk pena artinya pendidikan.

9. Pada kelopak daun tengah adalah stiliran dari buku maksudnya Kitab Suci Al-Qur’an.

10. Pada kelopak daun yang paling bawah ada dua penyangga.

11. Maksudnya adalah dua kalimah syahadat. Jadi, lambang ditengah secara keseluruhannya berarti tujuan UII yang berdasarkan ajaran Islam dan berdasarkan Pancasila. Sedangkan, bentuk limas kapal sebagai pintu masjid dibawah kelopak dimaksudkan sebagai warna budaya Islam.

4

BUKU PANDUAN AKADEMIK

G. HYMNE UII

G. HYMNE UII PENDAHULUAN 5

PENDAHULUAN

5

6

BUKU PANDUAN AKADEMIK

BAB

II

PROGRAM STUDI FARMASI UII

A. SEJARAH SINGKAT PENDIRIAN PROGRAM STUDI FARMASI

UII A. SEJARAH SINGKAT PENDIRIAN PROGRAM STUDI FARMASI Program Studi Farmasi merupakan salah satu prodi di

Program Studi Farmasi merupakan salah satu prodi di lingkungan Fakultas MIPA UII. Fakultas MIPA UII mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 1995/1996 untuk jurusan Statistika, program studi Statistika. Dibukanya Fakultas MIPA merupakan tuntutan dan permintaan dari masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan dalam bidang sains di kampus UII. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa di Indonesia masih kekurangan tenaga kerja dari sarjana Sains (MIPA), yang berarti bahwa jumlah permintaan sarjana MIPA lebih besar dari lulusan yang dihasilkan.

PROGRAM STUDI FARMASI UII

7

Pada tahun kedua, berdasarkan Surat Keputusan dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 196/DIKTI/Kep./1996 tertanggal 20 Juni 1996, Fakultas MIPA memperoleh status Terdaftar untuk jurusan Statistika, program studi Statistika dan status Terdaftar untuk jurusan Ilmu Kimia, program studi Ilmu Kimia. Dengan demikian, mulai tahun ajaran 1996/1997, jurusan yang ada di Fakultas MIPA adalah Jurusan Statistika ditambah satu jurusan lagi yaitu Jurusan Ilmu Kimia. Dalam rangka pengkayaan jurusan/program studi, mulai tahun ajaran 1998/1999 Fakultas MIPA membuka jurusan/program studi baru yaitu Jurusan Farmasi dan mulai tahun akademik 2002/2003 telah dibuka program Pendidikan Profesi Apoteker.

2002/2003 telah dibuka program Pendidikan Profesi Apoteker. Sebagai universitas yang yang telah berpengalaman dan

Sebagai universitas yang yang telah berpengalaman dan didukung oleh sistem manajemen yang sudah stabil, Program Studi (Prodi) Farmasi tumbuh dan berkembang untuk mengantisipasi tingginya peminat dan masih terbukanya peluang alumni untuk bekerja di lapangan pekerjaan kefarmasian. Selain memiliki Program Sarjana Farmasi, Program Studi Farmasi UII juga telah memiliki Program Pendidikan Profesi Apoteker yang merupakan Program Profesi 1 tahun setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi. Saat ini Prodi Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker telah mendapatkan akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi. Selain itu, untuk meningkatkan daya saing maka prodi Farmasi telah melakukan berbagai perubahan dan inovasi serta standarisasi untuk penjaminan mutu sehingga prodi Farmasi berhasil mendapatkan berbagai sertifikat (ISO 9001 dari TUV/Rheinland, dan sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional)

8

BUKU PANDUAN AKADEMIK

B. VISI

Visi Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia yaitu terwujudnya Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia yang rahmatan lil’alamin dan berkomitmen terhadap kesempurnaan risalah islamiyah dan keunggulan dalam ilmu kefarmasian yang setara dengan program studi farmasi yang berkualitas dinegara maju.

C. MISI

Misi Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia adalah:

1. Mendidik, melatih dan membina calon sarjana farmasi yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah berdasar iman dan taqwa kepada Allah SWT dan mampu berkompetisi dipasar global

2. Memberikan kontribusi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kefarmasian dan kesehatan di tingkat nasional maupun internasional

3. Berperan aktif dalam pengembangan pelayanan kefarmasian sesuai kompetensi di tingkat nasional maupun internasional.

D. TUJUAN

Tujuan program studi Farmasi Universitas Islam Indonesia adalah menyelenggarakan pendidikan saintifik dan profesional untuk menghasilkan farmasis yang islami dan berkualitas bagi peningkatan pelayanan kefarmasian dan kreatif dalam menciptakan lapangan kerja kefarmasian, dan mampu berkompetisi di pasar global.

E. SASARAN MUTU

Sasaran mutu Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia yaitu:

1.

Lulusan bekerja dalam enam bulan pertama minimal 90%.

2.

Tepat waktu studi minimal 90%.

3.

Nilai Kinerja Dosen dalam aspek pedagogik, sosial dan profesional dosen dengan nilai baik minimal 90%.

4.

Capaian kompetensi ke-UII-an lulusan yang meliputi keislaman, kebangsaan, kewirausahaan, Bahasa Inggris dengan nilai baik, minimal 90%.

5.

Lulusan dengan IPK ≥ 3 minimal 50 %

6.

Dosen dengan kualifikasi Doktor minimal 50 %

7.

Dosen memiliki jabatan akdemik minimal 90%

8.

Jumlah publikasi karya ilmiah nasional minimal 50 %

9.

Rasio matakuliah yang menerapkan SCL minimal 25 %

PROGRAM STUDI FARMASI UII

9

10.

Program studi S1 terakreditasi internasional minimal 4%.

11. Jumlah dosen dengan publikasi karya ilmiah internasional minimal 5%

12. Jumlah dosen asing minimal 1%.

13. Jumlah mahasiswa baru berasal dari luar negeri minimal 1%.

F.

PERKEMBANGAN

GLOBAL DAN NASIONAL

DUNIA

FARMASI

SECARA

Tuntutan farmasis secara global saat ini adalah kemampuan seorang farmasis untuk menjalankan praktek kefarmasian (advance pharmacy practice) secara profesional dalam berbagai bidang. International Pharmaceutical Federation (FIP) telah menetapkan 9 elemen praktek kefarmasian yang merupakan tempat pengabdian profesi seorang farmasis, meliputi:

1. Academic pharmacy (farmasi kependidikan)

2. Clinical biology (biologi klinis)

3. Community pharmacy (farmasi komunitas)

4. Hospital pharmacy (farmasi klinis)

5. Industrial pharmacy (farmasi industri)

6. Laboratories and medicines control (laboratorium dan pengendalian obat)

7. Military and emergency pharmacy (farmasi penanganan kedaruratan)

8. Pharmacy information (informasi farmasi)

9. Social and administrative pharmacy (farmasi social dan birokrasi)

Praktek kefarmasian secara global saat ini tidak lagi bermakna sempit sebatas pada community dan hospital pharmacy saja. Hal ini sesuai dengan tuntutan farmasis secara nasional di Indonesia. Lapangan kerja farmasis saat ini memang menjadi lebih luas, namun tetap dalam domain farmasis sebagai bagian dari tenaga kesehatan sebagaimana tersebut dalam PP Nomor 51 tahun 2009 tentang pekerjaan tenaga kefarmasian.

Orientasi atau falsafah pekerjaan kefarmasian dalam tahun belakangan ini lebih berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, pelayanan farmasi (klinik) yang murah sehingga terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Tujuan pelayanan kefarmasian, seperti yang tercantum dalam Kep. Menkes. No.1197/Menkes/SK/X/2004, adalah:

1. Melangsungkan pelayanan farmasi yang optimal baik dalam keadaan biasa maupun dalam keadaan gawat darurat, sesuai dengan keadaan pasien maupun fasilitas yang tersedia.

2. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan profesional berdasarkan prosedur kefarmasian dan etik profesi.

3. Melaksanakan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) mengenai obat.

10

BUKU PANDUAN AKADEMIK

4.

Menjalankan pengawasan obat berdasarkan aturan-aturan yang berlaku.

5. Melakukan dan memberi pelayanan bermutu melalui analisa, telaah dan evaluasi pelayanan.

6. Mengawasi dan memberi pelayanan bermutu melalui analisa, telaah dan evalusi pelayanan.

7. Mengadakan penelitian di bidang farmasi dan peningkatan metode.

Tenaga kefarmasian sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peranan penting karena terkait langsung dengan pemberian pelayanan kefarmasian pada masyarakat. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kefarmasian, telah terjadi pergeseran orientasi pelayanan kefarmasian dari pengelolaan obat sebagai komoditi kepada pelayanan yang komprehensif (pharmaceutical care) dalam pengertian tidak saja sebagai pengelola obat namun dalam pengertian yang lebih luas mencakup pelaksanaan pemberian informasi untuk mendukung penggunaan obat yang benar dan rasional, monitoring penggunaan obat untuk mengetahui tujuan akhir, serta kemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan (medication error).

Sejalan dengan tuntutan peran farmasis di bidang kesehatan, terjadi pergeseran trend keilmuan kefarmasian farmasi yang semula berorientasi pada produk (drug oriented) menjadi berorientasi pada pasien (patient oriented). Bidang farmasi terus berkembang pesat dan perkembangan ilmu kefarmasian telah dapat menempati bidang pekerjaan yang makin luas. Apotek, rumah sakit, lembaga pemerintahan, perguruan tinggi, lembaga penelitian, laboratorium pengujian mutu, laboratorium klinis, laboratorium forensik, berbagai jenis industri meliputi industri obat, kosmetik, jamu, obat herbal, fitofarmaka, nutraseutikal, health food, obat veteriner, industri vaksin, lembaga informasi obat serta badan asuransi kesehatan adalah tempat-tempat untuk farmasis melaksanakan pengabdian profesi kefarmasian.

PROGRAM STUDI FARMASI UII

11

G. STAF PENGAJAR

Berikut ini adalah daftar staf pengajar di Program Studi Farmasi UII hingga

2014/2015:

1)

Farida Hayati, Dr., S.Si., M.Si., Apt.

2)

Pinus Jumaryatno, S.Si., M.Phil., Ph.D., Apt.

3)

Annisa Fitria, S.Farm., M.Sc., Apt.

4)

Arba Pramundita Ramadani, S.Farm., M.Sc., Apt.

5)

Ari Wibowo, S.Farm., M.Sc., Apt.

6)

Aris Perdana Kusuma, S.Farm., M.Sc., Apt.

7)

Asih Triastuti, SF., M.Pharm., Apt.

8)

Bambang Hernawan Nugroho, S.Farm., M.Sc., Apt.

9)

Dimas Adhi Pradana, S.Farm., M.Sc., Apt.

10) Dian Medisa, M.Sc., Apt.

11)

12) Dwi Pudjaningsih, Dra., MMR., Apt. 13) Endang Sulistiyowati Ningsih, S.Farm., M.Sc., Apt.

14) Fithria Dyah Ayu Suryanegara, S.Farm., M.Sc., Apt. 15) Hady Anshory T, S.Si., M.Sc., Apt. 16) Lutfi Chabib, S.Farm., M.Sc., Apt. 17) M. Hatta Prabowo, SF., M.Si., Apt. 18) Mutiara Herawati, M.Sc., Apt. 19) Ndaru Setyaningrum, M.Sc., Apt. 20) Oktavia Indrati, S.Farm.,M.Sc., Apt. 21) Okti Ratna Mafruhah, S.Farm., M.Sc., Apt. 22) Rochmy Istikharah, S.Farm., M.Sc., Apt. 23) Saepudin, S.Si., M.Si., Apt. 24) Siti Zahliyatul Munawiroh, SF., Apt. 25) Suci Hanifah, SF., M.Si., Apt. 26) Suparmi, Dra., M.Si., Apt. 27) Vitarani Dwi Ananda Ningrum, S.Si., M.Si., Apt. 28) Yandi Syukri, S.Si., M.Si., Apt. 29) Chynthia Pradiftha Sari, S.Farm., M.Sc., Apt. 30) Tri Ratna Setianingrum, S.Farm., Apt. 31) Yosi Febrianti, S.Farm., M.Sc., Apt. 32) Yulianto, S.Farm., Apt.

Diesty Anita Nugraheni, M.Sc., Apt.

12

BUKU PANDUAN AKADEMIK

BAB

III

SARANA DAN PRASARANA

A. FASILITAS LABORATORIUM

Fasilitas laboratorium sangat diperlukan untuk menunjuang kegiatan akademik mahasiswa maupun pada proses penyelesaian tugas akhir. Mahasiswa perlu untuk mencermati aturan penelitian, prosedur penggunaan lab, aturan- aturan maupun pengumuman-pengumuman yang berkaitan praktikum melalui situs: www.pharmacy.uii.ac.id. Berikut ini adalah data laboratorium yang ada di Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia:

Koordinator Kepala Laboratorium: Oktavia Indrati, M.Sc., Apt.

1. Laboratorium Biologi Farmasi

Kalab

: Asih Triastuti, M.Pharm., Apt.

Laboran

: Riyanto, A.Md Yon Haryanto, S.TP.

Praktikum yang diselenggarakan:

a. Praktikum Botani-Farmakognosi

b. Praktikum Kimia Bahan Alam

Fasilitas Laboratorium :

a. Spray Dryer (Buchi B290),

b. TLC Scanner 3 Camag,

c. Freeze Dryer,

d. Linomat Camag,

e. Rotary Evaporator, Oven, Timbangan Analitik Digital, Lemari Pengering Simplisia, Destilator, Waterbath, Lemari Asam, Berbagai Alat Ekstraksi, Mikroskop.

Pengering Simplisia, Destilator, Waterbath, Lemari Asam, Berbagai Alat Ekstraksi, Mikroskop. SARANA DAN PRASARANA 1 3

SARANA DAN PRASARANA

13

2.

Laboratorium Farmasetika

Kalab

:

Dra. Suparmi, M.Si., Apt

Laboran

: Putri Novitasari, S.Farm.

Praktikum yang diselenggarakan:

a. Praktikum Farmasi Fisik

b. Praktikum Farmasi Praktis 1

c. Praktikum Farmasi Praktis 3

Fasilitas Laboratorium :

a. Waterbath with Shaker,

b. Biomedical Freezer,

c. Tensiometer Cincin Du Nuoy,

d. Shieve Shaker, Timbangan Manual dan Digital, Apotek Simulasi

Shieve Shaker, Timbangan Manual dan Digital, Apotek Simulasi 3. Laboratorium Farmakologi Kalab Laboran Praktikum yang

3. Laboratorium Farmakologi

Kalab

Laboran

Praktikum yang diselenggarakan:

a. Praktikum Farmakologi

b. Praktikum Farmakokinetika

Fasilitas Laboratorium :

a. Hot Plate,

b. Pletismometer,

c. Rotarod, Sentrifuge,

d. PC Integrated Mikroscope Olympus CX 41,

e. Spektrofotometer,

f. Vorteks, Autoclave, Timbangan Analitik Digital, Ruang Komputer.

: Endang Sulistiyowati N, S.Farm., M.Sc., Apt.

: Sumarna

: Endang Sulistiyowati N, S.Farm., M.Sc., Apt. : Sumarna 4. Laboratorium Mini Teaching Hospital Kalab :

4. Laboratorium Mini Teaching Hospital

Kalab

: Okti Ratna Mafruhah, M.Sc., Apt.

Laboran

: Nuraini Yulianwati, S.Farm., Apt.

14

Praktikum yang diselenggarakan:

a. Praktikum Farmasi Praktis 1

b. Praktikum Farmasi Praktis 3

Fasilitas Laboratorium :

a. Perlengkapan sesuai standar Rumah Sakit

b. Perlengkapan sesuai standar Apotek

c. Pelayanan Informasi Obat

d. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

sesuai standar Apotek c. Pelayanan Informasi Obat d. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit BUKU PANDUAN AKADEMIK

BUKU PANDUAN AKADEMIK

5.

Laboratorium Kimia Farmasi

Kalab

Laboran

: Ari Wibowo, S.Farm., M.Sc., Apt.

: Kuswandi Yuliana Safitri, A.Md.

S.Farm., M.Sc., Apt. : Kuswandi Yuliana Safitri, A.Md. Praktikum yang diselenggarakan: a. Praktikum Kimia Farmasi

Praktikum yang diselenggarakan:

a. Praktikum Kimia Farmasi Dasar

b. Praktikum Kimia Organik

c. Praktikum Analisis Fisikokimia

d. Praktikum Biokimia Klinik

Fasilitas Laboratorium :

a. Spectrofotometer Shimadzu U18,

b. Karl Fischer V-30,

c. Refraktometer Abbe,

d. pH meter, Timbangan Analitik Digital

6. Laboratorium Pengujian Obat Makanan dan Kosmetik Kalab : M. Hatta Prabowo, M.Si., Apt.

Laboran

Praktikum yang diselenggarakan:

: Bibit Cahya Karunia, S.Si.

Praktikum Analisis Fisikokimia

Fasilitas Laboratorium :

HPLC Water e2695 (detector UV/ Vis 2489 & Fluoresence 2475)

Water e2695 (detector UV/ Vis 2489 & Fluoresence 2475) 7. Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Kalab : Hady

7. Laboratorium Mikrobiologi Farmasi

Kalab

: Hady Anshory T, S.Si., M.Sc., Apt.

Laboran

: Nangim Khasanah, A. Md.

Praktikum yang diselenggarakan:

a. Praktikum Mikrobiologi Parasitologi,

b. Praktikum Biologi Molekuler

Fasilitas Laboratorium :

a. Laminar Air Flow,

b. ELISA Reader,

c. Incubator,

d. Anaerobic Jar, Oven, Autoclave, Timbangan Analitik Digital

b. ELISA Reader, c. Incubator, d. Anaerobic Jar, Oven, Autoclave, Timbangan Analitik Digital SARANA DAN PRASARANA

SARANA DAN PRASARANA

15

8.

Laboratorium Teknologi Farmasi

Kalab

: Bambang Hernawan Nugroho, M.Sc., Apt.

Laboran

: Hartanto

16

Praktikum yang diselenggarakan:

a. Praktikum Desain Bentuk Sediaan Obat 1

b. Praktikum Desain Bentuk Sediaan Obat 2

c. Praktikum Teknologi Sterilisasi dan Aseptik

Fasilitas Laboratorium :

a. Mesin Blister,

b. Dissolution Tester,

c. Disintegration tester Zt 502,

d. Hardness tester,

e. Abrasion & Friability Tester,

f. Viskometer Brookfield,

g. Spektrofotometer Hitachi U 2810,

h. Oven, Autoclave, Timbangan Analitik Digital, Climatic Chamber, Moisture Content Analyzer, PC Integrated Microscope.

Timbangan Analitik Digital, Climatic Chamber, Moisture Content Analyzer, PC Integrated Microscope. BUKU PANDUAN AKADEMIK

BUKU PANDUAN AKADEMIK

B. PUSAT STUDI DAN PENGEMBANGAN KEUNGGULAN PRODI

Prodi

Farmasi

memiliki

keunggulan Prodi yaitu :

beberapa

pusat

studi

dan

pengembangan

1. Pusat Informasi Obat (PIO)

PIO (Pusat Informasi Obat) farmasi UII, merupakan organisasi yang bergerak di bidang kesehatan terutama obat-obatan. Berdiri dengan latar belakang permasalahan dalam penggunaan obat serta mendesaknya kebutuhan informasi penggunaan obat yang bersifat akurat, tidak bias, up to date, dan komplit, kompetisi jurusan farmasi di dunia pendidikan tinggi, sebagai salah satu penunjang untuk mendidik calon farmasis yang handal dalam praktek farmasi klinis dan komunitas merupakan faktor pendorong lahirnya PIO farmasi UII. Dengan misi tersebut bisa memperluas peran farmasis di komunitas dengan penyediaan informasi obat baik secara pasif maupun aktif dan dalam rangka upaya promosi pengobatan rasional PIO yang sedang melangkahkan kakinya di masyarakat secara umum.Secara resmi PIO UII telah dibuka (Grand Opening) pada tanggal 16 Maret 2005, bertempat di Auditorium FTSP, pada pukul 10.00, Dan dibuka oleh Pembantu Rektor III (Ir. Bachnas, M.Sc). Pada hari tersebut juga dilaksanakan Stadium General dengan Tema “MEDICATION ERROR” dengan pembicara Prof. dr. Iwan Dwi Prahasto. Dalam hal ini PIO UII sudah resmi melebarkan sayapnya untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan pelayanan informasi obat ke semua kalangan.

PIO UII merupakan pusat studi yang menjadi unggulan Farmasi UII yang terdiri dari 5 divisi, yaitu Media dan Informasi (MEDIASI), Jaringan dan Komunikasi (JARKASI) yang kini menjadi PR (Public Relation), Observasi dan Pengembangan (OBSBANG) yang kini menjadi R n D (resource and development) , Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT), dan Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (P2M). Banyak kegiatan yang sudah berjalan sejak awal berdiri hingga sekarang, seperti penyuluhan kesehatan serta pengobatan gratis. Selain itu PIO UII aktif ikut serta dalam acara – acara yang berkaitan dengan bidang kesehatan seperti seminar kesehatan maupun kegiatan lain seperti PIO on The Road “Peringatan Hari Kesehatan Nasional” dan PIO’s Corner.

kegiatan lain seperti PIO on The Road “Peringatan Hari Kesehatan Nasional” dan PIO’s Corner. SARANA DAN

SARANA DAN PRASARANA

17

Untuk menambah pengetahuan anggota PIO, divisi DIKLAT mengadakan prgram kerja budaya konseling dan Jelajah Jurnal, serta pelatihan internal. Kegiatan yang sekarang terus berjalan yaitu siaran di radio UNISI 104,5 FM secara rutin setiap selasa jam 15.00. Acara tersebut bertemakan OBAT KU OBAT KITA. Pada acara tersebut para pendengar bebas bertanya mengenai hal yang berkaitan dengan kesehatan serta obat-obatan melalui telpon maupun SMS, dengan narasumber tetap yaitu Yulianto, S.Farm, Apt., yang lebih dikenal dengan nama Sukir yang merupakan salah seorang apoteker muda lulusan UII yang merupakan dosen Farmasi UII yang aktif di organisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Yogyakarta dan sekarang menjabat sebagai Direktur PIO.PIO merupakan organisasi dibidang Pelayanan Informasi Obat yang strukturalnya berada dibawah Jurusan Farmasi dengan seorang dosen sebagai direktur PIO.

2. Pusat Studi Obat Herbal (PSOH)

Pusat Studi Obat Herbal (PSOH) merupakan pusat studi yang berada di Prodi Farmasi FMIPA Universitas Islam Indonesia yang berfokus pada tanaman obat herbal.

Tujuan dari pusat studi ini adalah:

a. Memberdayakan proses bela- jar mengajar civitas akademika Farmasi UII, yang sifat ope- rasionalnya secara berkesinam- bungan dapat dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa, dosen, peneliti maupun masyarakat umum yang berminat demi kemajuan dan perkembangan dunia pengobatan, khususnya

demi kemajuan dan perkembangan dunia pengobatan, khususnya di bidang pengobatan alamiah menggunakan tanaman/obat
demi kemajuan dan perkembangan dunia pengobatan, khususnya di bidang pengobatan alamiah menggunakan tanaman/obat

di bidang pengobatan alamiah

menggunakan tanaman/obat tradisional

b. Sebagai sarana dalam pengembangan dan pemanfaatan tanaman obat

di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan dakwah

islamiyah melalui pusat Penelitian Obat Herbal.

18

BUKU PANDUAN AKADEMIK

3.

Mini Teaching Hospital (MTH)

Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia dalam rangka mendidik calon Apoteker agar memiliki kompetensi yang telah ditetapkan, mendirikan “Mini Teaching Hospital”. Mini Teaching Hospital (MTH) merupakan media pembelajaran yang bukan saja mendidik dalam ranah kognitif bidang farmasi klinik, tetapi juga membangun kompetensi afektif dan psikomotorik yang hingga saat ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi farmasi se-Indonesia yang memiliki sarana pembelajaran farmasi klinik yang lengkap sesuai dengan standar kompetensi nasional. Berbagai fasilitas yang tersedia di Mini Teaching Hospital UII ini meliputi ketersediaan SIM pengelolaan perbekalan farmasi yang dibangun dan dikembangkan oleh dosen program studi farmasi untuk mendukung bukan saja pada tingkat pengetahuan, afektif tetapi juga dididik untuk dapat mempraktekkan fasilitas SIM yang ada (ranah psikomotorik). Selain itu, terdapat ruang pelayanan informasi obat yang didukung dengan perangkat teknologi informasi dan akses sumber literatur yang memadai. Fasilitas lain yang tersedia seperti 5 ruang rawat inap yang meliputi 3 kelas, ruang monitoring kadar obat dalam darah, ruang penyiapan pencampuran sediaan parenteral dan sediaan intravena, ruang penyiapan sediaan sitostatika, ruang konseling baik yang ditujukan untuk pasien lokal maupun pasien internasional, diharapkan dapat membangun kompetensi Apoteker lulusan program studi farmasi yang dapat berkompetisi secara global.

program studi farmasi yang dapat berkompetisi secara global. 4. Laboratorium Pengujian Obat, Makanan dan

4.

Laboratorium

Pengujian

Obat,

Makanan

dan

Kosmetik

(LPOMK)

Akreditasi laboratorium merupakan salah satu cara yang paling baik untuk menjamin mutu dan keakuratan data hasil uji dan meningkatkan percaya diri para praktisi laboratorium. Akreditasi laboratorium memberi- kan beberapa jaminan teknik dan kompetensi suatu laboratorium

Akreditasi laboratorium memberi- kan beberapa jaminan teknik dan kompetensi suatu laboratorium SARANA DAN PRASARANA 1 9

SARANA DAN PRASARANA

19

untuk melakukan pengujian suatu produk sesuai dengan standar. ISO (International Organization for Standardisation) mendefinisikan akreditasi sebagai pengakuan formal terhadap suatu laboratorium penguji yang mempunyai kompetensi untuk melakukan pengujian tertentu atau pengujian yang khusus. Dalam hal ini akreditasi laboratorium berarti bahwa laboratorium tersebut mampu dalam melakukan pengujian dengan metode dan prosedur pengujian tertentu dengan benar dan akurat. Sehingga akreditasi memberikan jaminan kemampuan laboratorium hanya pada kemampuan pengujian dalam lingkup yang diakreditasi.

LPOMK – UII mempunyai komitmen yang kuat untuk pengembangan laboratorium agar dapat mencapai kredibilitas secara nasional maupun internasional dengan menonjolkan kekuatannya antara lain adalah peralatan laboratorium yang cukup baik, tempat pengujian yang representatif, sumberdaya manusia yang memadai, Universitas Islam Indonesia yang komitmen terhadap mutu dan kualitas terbukti diperolehnya ISO 9001 : 2008, jaringan universitas Islam Indonesia yang luas dan UII merintis menjadi world class university.

LPOMK – UII mempunyai peluang yang sangat besar terutama dari aspek potensi pelangan dimana masih sedikitnya laboraorium Pengujian yang menerapkan SNI untiuk makanan dan minuman, tumbuhnya pasar makanan dan minuman, tingginya tuntutan masyarakat terkait dengan kemanan suatu produk makanan dan minuman dan peluang pemasaran yang makin terbukan di ASEAN dan China.

Maka untuk mempercepat proses pengembangan maka LPOMK – UII mengikuti program hibah labotarorium sains tahun 2012. LPOMK – UII perlu untuk pengembangan sistem jaminan mutu dalam program-program sertifikasi. Maka adalah sangatlah relevan dan menjadi tuntutan bahwa laboratorium penguji sudah harus mulai memperbaiki manajemen melalui akreditasi dan harmonisasi dengan mitrabisnis bila ingin tetap bertahan dalam menghadapi arus globalisasi.

20

BUKU PANDUAN AKADEMIK

BAB

IV

PROSES ADMINISTRASI AKADEMIK

A. REGISTRASI MAHASISWA

Setiap awal semester, mahasiswa yang akan aktif mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lain wajib mendaftarkan diri/registrasi, dengan prosedur sebagai berikut:

1. Mahasiswa aktif, membayar SPP angsuran I (satu) untuk registasi semester ganjil dan SPP angsuran III (tiga) untuk registrasi semester genap.

2. Mahasiswa yang aktif kembali dari cuti akademik:

a. Mengurus surat izin aktif kembali dari fakultas

b. Membayar SPP angsuran I (satu) untuk registrasi semester ganjil, dan SPP angsuran III (tiga) untuk registrasi semester genap.

3. Meng-up date data diri mahasiswa melalui Unisys UII.

B. RENCANA AKADEMIK SEMESTER (RAS)

Mahasiswa yang telah melakukan registrasi wajib mengajukan rencana kegiatan akademik, termasuk mahasiswa yang hanya/sedang mengerjakan Tugas akhir. Pengajuan rencana kegiatan akademik dilakukan mahasiswa secara langsung dengan memasukkan mata kuliah yang akan diambil ke dalam Rencana Akademik Semester (RAS) melalui komputer.

Jumlah SKS yang dapat diambil berkisar 12-24 SKS, tergantung prestasi akademik mahasiswa dan ketentuan lain berkaitan dengan mata kuliah tertentu. Adapun masa pengisian RAS ditetapkan oleh Universitas/Fakultas dan tercantum dalam Kalender Akademik.

Ketentuan dan tata cara pengisian RAS sebagai berikut :

1. Mahasiswa baru (semester pertama)

a. Telah melakukan registrasi.

b. Pengisian RAS dilakukan operator Fakultas

PROSES ADMINISTRASI AKADEMIK

21

2.

Mahasiswa semester dua ke atas

a. Telah melakukan registrasi.

b. Memenuhi semua persyaratan untuk dapat mengisi RAS.

c. Sebelum key-in, mahasiswa dianjurkan berkonsultasi dengan DPA

d. Memenuhi jadual pengisian RAS yang ditetapkan.

e. Mengisi secara langsung ke komputer mata kuliah yang diambil sesuai jatah SKS, dan meminta print out isian RAS kepada operator Fakultas/ Jurusan/Prodi setelah setelah mengisi RAS.

f. Perubahan isian RAS, baik perubahan mata kuliah maupun kelas, hanya dapat dilakukan pada masa revisi RAS yang ditetapkan.

g. Pengisian RAS dapat dilakukan melalui website UII (www.uii.ac.id)

3. Jumlah SKS/mata kuliah yang dapat diambil

a. Bagi Mahasiswa Baru (semester pertama) jumlah SKS yang dapat diambil ditentukan sesuai paket mata kuliah semester I masing-masing Jurusan/Prodi, antara 18-22 SKS.

b. Bagi Mahasiswa Lama (aktif), jumlah SKS yang dapat diambil didasarkan pada matrik gabungan IP semester sebelumnya dan IP Kumulatif.

c. Bagi mahasiswa yang aktif kembali :

1)

Bagi mahasiswa yang mempunyai ijin cuti akademik, jatah SKS

2)

didasarkan pada jatah semester terakhir sebelum cuti. Bagi mahasiswa yang tidak mempunyai ijin cuti akademik, jatah SKS maksimum 12 SKS.

4. Bagi yang mengambil KKN

a. Mahasiswa yang mengambil KKN Reguler 1, tidak boleh mengambil mata kuliah pada semester regular.

b. Mahasiswa yang mengambil KKN Regular 2, hanya diperbolehkan mengambil maksimum 3 mata kuliah dan tidak boleh mengambil Praktikum.

c. Mahasiswa yang mengambil KKN Ekstensi atau KKN Tematik diperbolehkan mengambil mata kuliah sesuai dengan jatah SKS termasuk SKS KKN maksimum 16 SKS.

d. Ketentuan lain terkait dengan KKN mengikuti aturan dari DPPM

(Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UII.

5. Bagi yang mengambil Tugas akhir Ketentuan dan Prosedur dapat dilihat pada Buku Panduan Tugas akhir Program Studi Farmasi

22

BUKU PANDUAN AKADEMIK

Mahasiswa yang telah dinyatakan tutup teori hanya diperbolehkan mengambil mata kuliah KKN atauTugas akhir.

PENTING

1. Mahasiswa yang tidak melakukan pengisian RAS pada masa pengisian RAS dapat melakukan pengisian RAS pada masa revisi RAS dengan denda 3 SKS

2. Mahasiswa yang tidak mengisi RAS walaupun telah melakukan registrasi/ pembayaran angsuran SPP disarankan untuk mengajukan cuti akademik dan uang pembayaran SPP angsuran I atau III dikembalikan

C. DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK (DPA)

Bagi mahasiswa yang memerlukan konsultasi mata kuliah yang akan diambil atau masalah-masalah lain yang berkaitan dengan akademik, Program Studi menyediakan Dosen Pembimbing Akademik (DPA). Tujuan penyediaan DPA adalah untuk membantu/mengarahkan mahasiswa dalam memilih mata kuliah, pemilihan konsentrasi studi, serta masalah akademik lainnya. Mahasiswa wajib berkonsultasi dengan DPA sebelum key-in RAS.

D. CUTI AKADEMIK

Mahasiswa cuti akademik adalah mahasiswa yang tidak terdaftar pada semester atas ijin Rektor dengan ketentuan:

1. Mahasiswa yang akan cuti akademik hanya diperbolehkan bagi mahasiswa yang telah aktif menempuh 2 (dua) semester pada tahun pertama.

2. Cuti akademik di berikan per semester dan lamanya maksimum 4 (empat) semester baik berturut-turut maupun tidak berturut-turut.

3. Mahasiswa yang mengambil cuti akademik dibebaskan dari uang SPP dan apabila mahasiswa bersangkutan aktif kembali wajib membayar uang administrasi dan dapat mengambil sks sesuai dengan IPS terakhir.

4. Prosedur cuti akademik dan prosedur aktif kembali ditetapkan dengan peraturan Rektor.

5. Mahasiswa yang cuti tanpa ijin dikenakan uang SPP tetap selama non aktif yang harus dibayar pada saat akan aktif kembali dan hanya dapat mengambil 12 (dua belas) sks.

PROSES ADMINISTRASI AKADEMIK

23

E. PROSEDUR CUTI AKADEMIK

1. Mahasiswa yang akan cuti akademik harus mengajukan ijin cuti akademik dan mengisi formulir yang telah disediakan oleh Fakultas dengan melampirkan:

a. Surat permohonan ijin cuti akademik yang telah ditandatangani oleh Dekan.

b. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa.

c. Surat Keterangan Bebas Perpustakaan (Pusat dan Fakultas).

d. Fotokopi kuitansi pembayaran angsuran uang kuliah terakhir pada

tahun akademi yang bersangkutan.

e. Kuitansi pembayaran uang administrasi cuti akademik dari Bank (asli)

f. KHS kumulatif (academic record) yang telah ditandatangani DPA dan ketua program studi.

2. Mahasiswa dapat mengambil Surat ijin Cuti Akademik yang telah ditandatangi oleh wakil Rektor I paling lambat 2 hari setelah permohonan cuti di ajukan.

3. Perpanjangan cuti akademik harus menyertakan kembali surat permohonan cuti dari Fakultas.

4. Jadual pengajuan cuti akademik dapat dilihat pada kalender akademik

F. NON AKTIF

Mahasiswa non aktif adalah yang tidak melakukan registrasi.

Masiswa non aktif tidak berhak :

1. Mengikuti proses belajar mengajar

2. Mengikuti kegiatan ke mahasiswaan

3. Mendapat pelayanan akademik

mahasiswa yang cuti tanpa ijin dan/ atau

G. AKTIF KEMBALI

Prosedur permohonan aktif kembali adalah sebagai berikut :

1. Permohonan ijin aktif kembali diajukan sesuai jadual heregistasi yang tercantum dalam kalender akademik.

2. Mahasiswa yang akan aktif kembali dari cuti akademik harus mengajukan surat permohonan aktif kembali melalui Direktorat Akademik (DA) dengan mengisi formulir yang disediakan di DA dan dilampiri Surat ijin Cuti Akademik yang asli yang ditandatangani oleh Wakil Rektor I.

3. Surat ijin aktif kembali dapat diambil oleh mahasiswa yang bersangkutan 3 (tiga) hari setelah permohonan aktif kembali diajukan.

24

BUKU PANDUAN AKADEMIK

H. EVALUASI KEBERHASILAN STUDI

Pada setiap akhir semester dilakukan evaluasi terhadap semua kegiatan akademik mahasiswa untuk menilai kelayakan mahasiswa untuk dapat melanjutkan studi atau menyelesaikan studi pada program studi yang bersangkutan. Mahasiswa yang dinilai tidak layak melanjutkan studi berdasarkan data akademik dinyatakan putus kuliah/drop out(DO).

Evaluasi studi dilakukan dalam 3 (tiga) tahapan yaitu :

1. Evaluasi studi akhir semester

Evaluasi studi akhir semester adalah evaluasi untuk mengetahui perkembangan prestasi akademik mahasiswa pada setiap semester.

2. Evaluasi studi empat semester pertama

a. Evaluasi studi 4 (empat) semester pertama adalah evaluasi prestasi akademik mahasiswa selama 4 (empat) semester pertama sebagai dasar untuk menentukan boleh tidaknya mahasiswa melanjutkan studi.

b. Mahasiswa program strata satu (S-1) dinyatakan drop out apabila dalam 4 (empat) semester pertama tidak memenuhi jumlah maksimal SKS terbaik (30 sks) dengan minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,00 (dua koma nol nol).

3. Evaluasi batas akhir waktu studi

Evaluasi batas akhir waktu studi adalah evaluasi prestasi akademik pada batas maksimum masa studi 7 tahun (14 semester ).

PROSES ADMINISTRASI AKADEMIK

25

I.

PROSEDUR DROP OUT

1. Pada setiap akhir semester Program Studi harus mengidentifikasi mahasiswa yang terkena drop out.

2. Mahasiswa yang teridentifikasi terkena drop out tersebut di atas diberikan peringatan (warning) pertama dan kedua oleh Program Studi dan disampaikan kepada mahasiswa serta orang tua.

3. Mahasiswa yang telah memenuhi 3 (tiga) semester pertama tetap teridentifikasi drop out, oleh Program studi diberikan surat peringatan terancam drop out 4 (empat) semester.

4. Mahasiswa yang dalam 4 (empat) semester pertama tidak dapat mengumpulkan jumlah IPK dan jumlah minimal SKS yang ditempuh sesuai Tahapan Evaluasi Drop Out pada point 3, maka atas persetujuan Senat Fakultas diusulkan ke Rektor untuk dinyatakan sebagai mahasiswa drop out.

5. Rektor menerbitkan Surat Keputusan bagi mahasiswa yang terkena drop out

6. Mahasiswa memiliki masa maksimum studi selama 14 (empat belas) semester, tidak termasuk non aktif dengan ijin Wakil Rektor I (cuti akademik).

26

BUKU PANDUAN AKADEMIK

PENTING

1. Bagi mahasiswa non aktif dengan ijin Rektor atau tanpa ijin dinyatakan DO apabila melebihi 2 (dua) tahun akademi.

2. Cara menghitung tenggang waktu non aktif adalah keseluruhan masa non aktif yang diambil baik secara terpisah-pisah maupun secara berturut- turut.

3. Perhitungan masa studi ditentukan sebagai berikut :

- Nonaktif dengan ijin Rektor tidak diperhitungkan sebagai mahasiswa aktif;

- Nonaktif tanpa ijin Rektor diperhitungkan sebagai mahasiswa aktif.

J. PASSING OUT MAHASISWA

Mahasiswa Passing Out adalah mahasiswa yang tidak dapat melanjutkan studi karena non aktif selama 4 (empat) semester berturut-turut, atau mahasiswa baru yang telah membayar herregistrasi dan membayar angsuran I (pertama, selanjutnya tidak aktif selama 2 (dua) semester pada tahun I (pertama).

Prosedur Passing Out

1. Passing Out dilaksanakan atas dasar Senat Fakultas kepada Rektor.

2. Rektor menerbitkan Surat Keputusan bagi mahasiswa yang terkena passing out.

PROSES ADMINISTRASI AKADEMIK

27

PROSEDUR PENANGANAN MAHASISWA DROP OUT PRODI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA (SK Dekan No 32/Dek/60-SK-Dek/Div.Au/XII/2010)

1. Drop Out 4 Semester

Identifikasi Mahasiswa:

IPK< 2.00 pada semester 1

Identifikasi Mahasiswa:

IPK< 2.00 pada semester 2

1 Identifikasi Mahasiswa: IPK< 2.00 pada semester 2 Peringatan I kepada mahasiswa dan orang tua Peringatan

Peringatan I kepada mahasiswa dan orang tua

pada semester 2 Peringatan I kepada mahasiswa dan orang tua Peringatan II kepada mahasiswa dan orang

Peringatan II kepada mahasiswa dan orang tua

dan orang tua Peringatan II kepada mahasiswa dan orang tua Pembimbingan intensif dengan DPA: Upaya penyelesaian:

Pembimbingan intensif dengan DPA:

Upaya penyelesaian: - Tutorial - Semester khusus TIDAK BERHASIL: Identifikasi mahasiswa terancam DO IPK <
Upaya penyelesaian:
- Tutorial
- Semester khusus
TIDAK BERHASIL:
Identifikasi mahasiswa terancam DO
IPK < 2.00 pada semester 3

BERHASIL

Pemberitahuan status TERANCAM DO kepada mahasiswa dan orang tua

status TERANCAM DO kepada mahasiswa dan orang tua Pembimbingan intensif dengan DPA: Upaya penyelesaian:

Pembimbingan intensif dengan DPA:

Upaya penyelesaian:

-Tutorial

-Semester khusus

DPA: Upaya penyelesaian: -Tutorial -Semester khusus TIDAK BERHASIL: Identifikasi mahasiswa terancam DO IPK

TIDAK BERHASIL:

Identifikasi mahasiswa terancam DO IPK < 2.00 pada semester 4

mahasiswa terancam DO IPK < 2.00 pada semester 4 Proses PENETAPAN mahasiswa DO -Senat -Rektor 28

Proses PENETAPAN mahasiswa DO -Senat -Rektor

28

BUKU PANDUAN AKADEMIK

PROSEDUR PENANGANAN MAHASISWA DROP OUT PRODI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA (SK)

2. Drop Out Masa Studi

Identifikasi Mahasiswa:

Masa Studi 11 semester*

Identifikasi Mahasiswa:

Masa Studi 12 semester*

semester* Identifikasi Mahasiswa: Masa Studi 12 semester* Peringatan I kepada mahasiswa dan orang tua Peringatan II

Peringatan I kepada mahasiswa dan orang tua

12 semester* Peringatan I kepada mahasiswa dan orang tua Peringatan II kepada mahasiswa dan orang tua

Peringatan II kepada mahasiswa dan orang tua

dan orang tua Peringatan II kepada mahasiswa dan orang tua Pembimbingan intensif dengan DPA: Upaya penyelesaian:

Pembimbingan intensif dengan DPA:

Upaya penyelesaian: - Tutorial - Semester khusus TIDAK BERHASIL: Identifikasi mahasiswa terancam DO Masa studi
Upaya penyelesaian:
- Tutorial
- Semester khusus
TIDAK BERHASIL:
Identifikasi mahasiswa terancam DO
Masa studi 13 semester

BERHASIL

Pemberitahuan status TERANCAM DO kepada mahasiswa dan orang tua

status TERANCAM DO kepada mahasiswa dan orang tua Pembimbingan intensif dengan DPA: Upaya penyelesaian:

Pembimbingan intensif dengan DPA:

Upaya penyelesaian:

-Tutorial

-Semester khusus

DPA: Upaya penyelesaian: -Tutorial -Semester khusus TIDAK BERHASIL: Identifikasi mahasiswa terancam DO Masa

TIDAK BERHASIL:

Identifikasi mahasiswa terancam DO Masa studi 14 semester

Identifikasi mahasiswa terancam DO Masa studi 14 semester Proses PENETAPAN mahasiswa DO -Senat -Rektor PROSES

Proses PENETAPAN mahasiswa DO -Senat -Rektor

PROSES ADMINISTRASI AKADEMIK

29

PROSEDUR PENANGANAN MAHASISWA PASSING OUT PRODI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA (SK)

Identifikasi Mahasiswa Passing out:

- Non aktif selama 3 (tiga) semester berturut-turut

- Mahasiswa baru telah heregistrasi dan membayar angsuran I, namun

selanjutnya tidak aktif selama 1 (satu) semester pada tahun pertama, atau;

- Mahasiswa baru telah heregistrasi dan membayar angsuran I, selanjutnya tidak aktif selama 2 semester pada tahun pertama

selanjutnya tidak aktif selama 2 semester pada tahun pertama Klarifikasi kepada mahasiswa dan orang tua melalui

Klarifikasi kepada mahasiswa dan orang tua melalui surat dan telepon

kepada mahasiswa dan orang tua melalui surat dan telepon TIDAK MELANJUTKAN STUDI Melanjutkan Studi: PO Pembimbingan

TIDAK MELANJUTKAN STUDI

Melanjutkan Studi: PO
Melanjutkan Studi:
PO

Pembimbingan intensif

dengan DPA:

Upaya Penyelesaian;

KEBIJAKAN TERKAIT DENGAN Drop Out/Passing Out

1. Setiap akhir semester Program Studi harus mengidentifikasi mahasiswa yang terkena drop out.

2. Bagi mahasiswa non aktif dengan izin Rektor atau tanpa izin dinyatakan Drop Out apabila melebihi 2 (dua) tahun akademi.

3. Cara menghitung tenggang waktu non aktif adalah keseluruhan masa non aktif yag diambil baik secara terpisah-pisah maupun secara berturut-turut.

4. Perhitungan masa studi ditentukan sebagai berikut:

a. Non aktif dengan izin Rektor tidak diperhitungkan sebagai mahasiswa aktif.

b. Non aktif tanpa izin Rektor diperhitungkan sebagai mahasiswa aktif.

5. Mahasiswa yang akan mengikuti remedial harus sudah pernah menempuh mata kuliah dan atau praktikum yang diajukan untuk remedial.

6. Mahasiswa yang mengambil mata praktikum untuk remedial harus melengkapi semua materi praktikum yang dilaksanakan

30

BUKU PANDUAN AKADEMIK

BAB

V

PELAKSANAAN SISTEM KREDIT SEMESTER

A. KETENTUAN UMUM SISTEM KREDIT SEMESTER

1. Sistem penyelenggaraan proses belajar mengajar pada program strata satu (S1) menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) berdasarkan :

a. UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

b. PP No 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi

c. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

2. Dalam Sistem Kredit Semester mahasiswa diberikan kebebasan untuk menyusun rencana studi dengan memperhatikan mata kuliah yang ditawarkan, mata kuliah prasyarat dan indeks prestasi.

3. Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan Satuan Kredit Semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program atas dasar satuan semester yang setara dengan 14-16 minggu kerja.

4. Kredit adalah satuan yang menyatakan beban suatu mata kuliah secara

kuantitatif.

5. Satu (1) sks perkuliahan mahasiswa setara dengan lima puluh (50) menit aktivitas tatap muka di perkuliahan, lima puluh (50) menit belajar mandiri, dan lima puluh (50) menit kegiatan akademik terstruktur, misalnya dalam bentuk mengerjakan tugas atau menyelesaikan soal-soal.

6. Satu (1) sks praktikum mahasiswa setara dengan 2 x 50 menit

7. Beban studi mahasiswa hingga lulus total adalah 147 sks. Pada semester pertama beban studi mahasiswa ditentukan secara paket. Selanjutnya,

PELAKSANAAN SISTEM KREDIT SEMESTER

31

beban studi mahasiswa ditentukan berdasarkan kemampuan mahasiswa yang ditunjukkan oleh tercapainya nilai minimal pada mata kuliah

prasyarat.

8. Penyelenggaraan pendidikan dengan Sistem Kredit Semester bertujuan :

a. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat- singkatnya.

b. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengambil

mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan.

9. Beban studi mahasiswa hingga lulus total adalah 147 sks yang terbagi manjadi 8 semester termasuk di dalamnya mata kuliah kurikulum inti, kurikulum pendukung, maupun pilihan.

10. Proses penyelenggaraan kuliah, ujian, registrasi, maupun masa libur dapat dilihat melalui kalender akademik.

11. Jalur pengambilan mata kuliah pada tiap semester dapat dilihat pada alur pengambilan mata kuliah.

B. PERKULIAHAN DAN PRAKTIKUM

1. Kuliah dan praktikum setiap semester diselenggarakan 14 sampai dengan 16 minggu, termasuk di dalamnya kegiatan ujian dan evaluasi.

2. Lamanya penyelenggaraan kuliah 50 menit per satu sks per minggu.

3. Lamanya penyelenggaraan praktikum adalah 2x50 menit per satu sks per minggu.

4. Setiap Program Studi dapat menyelenggarakan praktikum atau kegiatan lain sesuai dengan kebutuhan Program Studi.

5. Setiap mahasiswa wajib mengikuti kegiatan kuliah dan kegiatan terjadual minimal 75% serta praktikum 100% dari kegiatan yang dilaksanakan.

6. Setiap mahasiswa wajib mengikuti seluruh aturan perkuliahan dan praktikum yang berlaku di Universitas Islam Indonesia maupun aturan yang telah disepakati bersama antara dosen dan mahasiswa.

C. UJIAN

1. Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS)

Ujian adalah bagian dari sistem pendidikan dan merupakan sarana untuk mengevaluasi kemajuan dan kemampuan mahasiswa menyerap ilmu pengetahuan yang dinyatakan dengan indeks prestasi (IP). Pengukuran IP dilakukan pada tiap akhir semester yang disebut IP semester, sedangkan IP kumulatif adalah IP mahasiswa pada kurun waktu tertentu, mulai dari mahasiswa terdaftar untuk pertama kali di UII sampai dengan semester akhir yang ditempuh.

32

BUKU PANDUAN AKADEMIK

Ujian (selain ujian Seminar Tugas akhir, Pendadaran, KKN, dan Praktikum) dilaksanakan dalam bentuk ujian tulis

Ujian (selain ujian Seminar Tugas akhir, Pendadaran, KKN, dan Praktikum) dilaksanakan dalam bentuk ujian tulis terjadual yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Selain itu, komponen evaluasi dapat ditambah dengan tugas, yaitu penulisan karya ilmiah, seminar, ujian lisan, tugas terstruktur/melekat, penyelesaian soal, laporan, dan tugas lain yang dilaksanakan sebelum UAS.

2. Penilaian hasil belajar

Terhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan penilaian secara berkala yang dapat berbentuk ujian, pelaksanaan tugas dan pengamatan.

a. Ujian diselenggarakan melalui ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS), ujian tugas akhir dan atau ujian tugas akhir. Ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) adalah penilaian hasil belajar yang terstruktur yang diselenggarakan secara terjadual pada pertengahan dan akhir semester.

b. Untuk dapat mengikuti UTS dan UAS, mahasiswa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1)

Membayar SPP angsuran II untuk semester ganjil dan angsuran IV

2)

untuk semester genap. Mengambil kartu ujian di bagian administrasi akademik masing-

3)

masing fakultas. Mengesahkan kartu ujian di bagian administrasi akademik masing-

masing fakultas dengan menunjukan bukti pembayaran SPP.

c. Pelaksanaan tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa dapat berupa laporan membaca buku, evaluasi kasus, komentar atas suatu artikel/ berita, membuat makalah atau bentuk kegiatan lainya yang ditentukan oleh dosen.

d. Pelaksanaan tugas setiap matakuliah diberikan oleh dosen minimal 2 (dua) kali dalam satu semester.

e. Pengamatan adalah pengamatan yang dilakukan oleh dosen terhadap kehadiran kuliah dan keaktifan mahasiswa dalam proses belajar mengajar.

PELAKSANAAN SISTEM KREDIT SEMESTER

33

f. Kartu Hasil Studi (KHS) merupakan dokumen akademik yang menginformasikan seluruh hasil rekaman kegiatan proses belajar mahasiswa pada semester tertentu yang mencakup jumlah mata kuliah yang diambil, jumlah sks, nilai mata kuliah, dan indeks prestasi.

g. Selama mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) maupun Ujian Akhir Semester (UAS) mahasiswa diwajibkan untuk mencermati dan mentaati aturan-aturan yang berlaku termasuk di antaranya datang 10 menit sebelum ujian, membawa kartu tanda peserta, dan dilarang melakukan tindakan curang (cheating).

h. Penilaian hasil belajar dinyatakan dalam bentuk huruf yang masing-masing memiliki harkat sebagai berikut:

A

= 4,00

B

= 3,00

C

= 2,00

D = 1,00

A-

= 3,75

B-

= 2,75

C-

= 1,75

E = 0

A/B

= 3,50

B/C

= 2,50

C/D

= 1,50

 

B+

= 3,25

C+

= 2,25

D+

= 1,25

 

i. Kriteria Nilai akhir adalah sebagai berikut:

A

80.00

- 100

C+

62.50

– 64.99

A-

77.50

– 79.99

C

60.00

– 62.49

A/B

75.00

– 77.49

C-

55.00

– 55.99

B+

72.50

– 74.99

C/D

50.00

– 54.99

B

70.00

– 72.49

D+

45.00

– 49.99

B-

67.50

– 69.99

D

40.00

– 44.99

B/C

65.00

– 67.49

E

< 40.00

D. TUGAS AKHIR

Tugas akhir merupakan karya tulis ilmiah yang dikerjakan oleh mahasiswa menjelang akhir studinya yang terdiri dari seminar dan tugas akhir. Tugas akhir mahasiswa dapat berupa hasil penelitian baik itu di laboratorium maupun di lapangan (etnomedisin, apotek, puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain). Panduan dan aturan pelaksanaan tugas akhir dapat dilihat di SIM TA (Sistem Informasi Manajemen Tugas Akhir) dan Buku Panduan Tugas Akhir. Di bawah ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas akhir.

1.

Persyaratan Akademik pelaksanaan tugas akhir:

a. Telah menempuh mata kuliah prasyarat tugas akhir dan memenuhi minimal jumlah sks yang sudah ditempuh.

b. Mencantumkan Seminar atau Tugas akhir dalam RAS.

2.

Prosedur dan ketentuan pelaksanaan tugas akhir:

a. Mengisi formulir pengajuan judul tugas akhir.

b. Menyerahkan bukti pembayaran biaya bimbingan tugas akhir.

34

BUKU PANDUAN AKADEMIK

3.

Dosen pembimbing pelaksanaan tugas akhir ditentukan oleh prodi atau dapat dipilih langsung oleh mahasiswa pada saat pengisian RAS dan SIM TA, sesuai dengan peraturan prodi.

4. Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan tugas akhir dalam waktu 6 (enam) bulan/satu semester terhitung sejak pelaksanaan ujian seminar harus mengajukan perpanjangan tugas akhir dengan persetujuan Dosen Pembimbing Tugas akhir.

5. Apabila perpanjangan waktu tugas akhir mendapat persetujuan dari prodi, mahasiswa wajib membayar biaya perpanjangan tugas akhir dan atau mendaftarkan kembali pada bagian adminitsrasi akademik fakultas.

6. Jika sampai dengan 12 bulan terhitung sejak pelaksanaan ujian seminar, mahasiswa tidak mengikuti ujian pendadaran, tugas akhir mahasiswa tersebut dinyatakan kadaluarsa dan gugur. Mahasiswa tersebut wajib menyusun kembali tugas akhir yang baru, dengan prosedur pendaftaran semula.

7. Mahasiswa dilarang melakukan tindakan plagiarisme pada pelaksanaan tugas akhir.

Tugas akhir wajib dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan. Mata kuliah yang mendukung pelaksanaan tugas akhir:

1. Bahasa Indonesia dan Metodologi Penelitian (Semester 6) Bahasa Indonesia dan Metodologi Penelitian membekali mahasiswa tentang dasar-dasar penulisan dan bahasa Indonesia yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan serta metode penelitian. Mahasiswa wajib sudah menempuh Statistika Farmasi dengan nilai minimal D dan telah menempuh mata kuliah lebih dari atau sama dengan sembilan puluh sks (≥ 90 sks).

2. Seminar (Semester 7) Tidak ada perkuliahan di Seminar. Pertama, mahasiswa wajib mengajukan judul tugas akhir dan pembimbing. Kemudian setelah disetujui, mahasiswa wajib mempresentasikan proposal tugas akhirnya di hadapan pembimbing dan penguji proposal secara terbuka. Untuk dapat mengambil Seminar, mahasiswa wajib sudah menempuh Bahasa Indonesia dan Metodologi Penelitian dengan nilai minimal D, lebih dari atau sama dengan seratus sepuluh sks (≥ 110 sks) dan indeks prestasi kumulatif lebih dari atau sama dengan 2,5 (IPK ≥ 2,5).

3. Tugas akhir (Semester 8)

telah

Tugas

akhir

hanya

dapat

diambil

oleh

mahasiswa

yang

melaksanakan tutup teori dan menempuh Seminar dengan nilai minimal C.

4. Peraturan lebih detail tentang Tugas akhir terdapat di Buku Panduan Tugas Akhir.

PELAKSANAAN SISTEM KREDIT SEMESTER

35

E. YUDISIUM TUTUP TEORI

Kelulusan dalam yudisium tutup teori merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi bagi seorang mahasiswa yang akan melaksanakan ujian pendadaran tugas akhir. Seorang mahasiswa dinyatakan lulus dalam yudisium tutup teori apabila telah memenuhi ketentuan sebagai berikut :

1.

Telah menyelesaikan semua beban studi sejumlah 140 SKS tidak termasukTugas akhir dan KKN

2.

IPK ≥ 2,50

3.

Lulus ONDI, LKID, BTAQ yang dibuktikan dengan KHS

4.

Lulus dengan nilai minimal C untuk semua Mata Kuliah Universitas

5.

Lulus dengan nilai minimal C untuk semua Mata Praktikum

6.

Lulus dengan nilai minimal C untuk MataKuliah Kompetensi yaitu:

a. Farmasi Praktis 1

b. Farmasi Praktis 2

c. Farmasi Praktis 3

d. Farmakologi

e. Farmakokinetika Dasar

f. Konsep Terapi

g. Farmakoterapi Sistem Syaraf

h. Farmakoterapi Penyakit Kardiovaskuler dan Renal

i. Farmakoterapi Penyakit Sistem Pernafasan dan Pencernaan

j. Farmakologi Klinik Obat Khusus

k. Farmakoterapi Penyakit Endokrin dan Hormon

l. Farmakoterapi Penyakit Infeksi dan Malignansi

7.

Nilai D tidak lebih dari 5 (lima) mata kuliah

8.

Tidak ada nilai E

36

BUKU PANDUAN AKADEMIK

F. UJIAN TUGAS AKHIR

Mahasiswa harus menempuh ujian tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Adapun persyaratan untuk melaksanakan ujian tugas akhir adalah sebagai berikut:

1. Lulus Yudisium Tutup Teori

2. Mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan berkas yang diperlukan

3. Mengumpulkan naskah tugas akhir (4 eksemplar) yang telah disahkan oleh Dosen PembimbingTugas akhir

4. Lulus Certificate of English Proficiency Test (CEPT) yang diselenggarakan CILACS UII yang dibuktikan dengan sertifikat CEPT. Skor minimal untuk lulus adalah 422 / TOEFL minimal 425. Sertifikat CEPT berlaku selama 1 tahun.

5. Mengumpulkan pasfoto berwarna terbaru dengan background biru UII dengan ketentuan:

a. Ukuran 3x4 dan 4x6 masing-masing 4 lembar.

b. Untuk putra memakai Pakaian Sipil Lengkap (memakai jas), rambut tidak boleh gondrong.

c. Untuk putri wajib memakai jilbab dengan busana nasional/busana muslim, kain kebaya tidak memperlihatkan aurat, tidak tipis/ transparan.

6. Salinan STTB/Ijazah SMA yang telah dilegalisir (4 lembar)

7. Salinan Akte Kelahiran yang telah dilegalisir (4 lembar)

8. Bukti slip pembayaran

9. Kartu Konsultasi tugas akhir (minimal 10 kali konsultasi)

10. Kartu seminar proposal (minimal 10 kali mengikuti seminar).

PELAKSANAAN SISTEM KREDIT SEMESTER

37

G. YUDISIUM AKHIR STUDI

Untuk melaksanakan yudisium akhir studi, mahasiswa wajib menyerahkan beberapa dokumen berikut ini:

1. Formulir permohonan yang telah diisi lengkap yang sudah ditandatangani Dekan dan Dosen Pengampu.

2. Surat tanda bukti penyerahan tugas akhir dalam bentuk hard cover (1) yang telah ditanda tangani oleh seluruh penguji dan disahkan oleh Dekan

3. 1 lembar fotokopi nilai Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan nilai minimal C (harap diperhatikan bahwa IPK mahasiswa termasuk Tugas akhir dan KKN harus ≥ 2,50 )

4. Surat tanda bukti bebas pinjaman buku dari Perpustakaan Pusat.

5. Surat tanda bukti bebas laboratorium di dalam dan di luar UII.

6. Surat tanda bukti bebas administrasi keuangan Fakultas

7. Kartu Hasil Studi (KHS) lengkap yang diteliti dan disetujui DPA dan Ketua Program Studi

8. Bukti penyerahan tugas akhir dalam bentuk CD ke perpustakaan pusat dalam bentuk file PDF dan MS-Word.

9. Makalah tugas akhir

10. Surat keterangan selesai revisi tugas akhir

11. Salinan cover tugas akhir (1 lembar) dan intisari/abstrak yang dilengkapi judul tugas akhir dan telah ditandatangani oleh salah satu dosen pembimbing tugas akhir.

12. Bukti pembayaran sumbangan ke perpustakaan.

13. Bukti penyerahan tugas akhir 1 eksemplar ke Perpustakaan Pusat.

38

BUKU PANDUAN AKADEMIK

BAB

VI

KURIKULUM PROGRAM STUDI FARMASI

A. KOMPETENSI LULUSAN

Globalisasi dan kemajuan teknologi serta perubahan paradigma farmasi menyebabkan terjadinya pergeseran tuntutan farmasis dari product/ drug oriented menjadi patient oriented. Selain itu, hasil evaluasi kurikulum sebelumnya melalui analisis SWOT dan evaluasi langsung dari mahasiswa, alumni, stakeholder dan pakar kefarmasian mendukung perubahan kurikulum yang akan dilaksanakan oleh Prodi Farmasi.

Kompetensi lulusan Sarjana Farmasi Prodi Farmasi UII disusun dan ditetapkan berdasarkan:

1. Undang Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

2. Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian.

3. Surat Keputusan Majelis Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Kompetensi lulusan, kurikulum inti dan kisi-kisi materi kuliah dan praktikum program sarjana farmasi .

4. Buku Standar Kompetensi Apoteker Indonesia yang disusun oleh Ikatan Apoteker Indonesia

5. Visi, misi, tujuan dan rencana strategis Prodi Farmasi UII.

6. Evaluasi kurikulum 2007 terhadap mahasiswa, staf, alumni, dosen tetap, dosen tidak tetap, stakeholder dan praktisi Farmasi.

KURIKULUM PROGRAM STUDI FARMASI

39

Kompetensi Lulusan Sarjana Farmasi Program Studi Farmasi:

No

Kompetensi

Domain Kompetensi

Kognitif

Afektif

Ketrampilan

A. Kompetensi Utama (40 – 80%)

 

1

Mampu melaksanakan praktik kefarmasian secara professional dan etis

 

✓ ✓

2

Mampu melakukan dispensing sediaan farmasi dan alat kesehatan dari asesmen resep/pasien sampai penyiapan dan penyerahannya

 

✓ ✓

3

Mampu mengelola sediaan farmasi dan alat kesehatan mulai dari seleksi, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, penarikan, pemusnahan beserta infrastrukturnya

 

✓ ✓

4

Mampu menerapkan prinsip-prinsip farmakoterapi, dan melakukan monitoring pengobatan, serta menyelesaikan masalah terkait obat dan perbekalan farmasi

 

✓ ✓

5

Mampu mengelola dan memberikan informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan kepada masyarakat, pasien, maupun tenaga kesehatan lain berbasis bukti

 

✓ ✓

6

Mampu memformulasi dan memproduksi sediaan farmasi dan alkes sesuai standar

 

✓ ✓

7

Mampu menilai kualitas dan melakukan pemeriksaan bahan maupun produk jadi farmasi

 

✓ ✓

8

Mampu melakukan penyusunan kebijakan obat nasional beserta pengawasan dan pengelolaan obat secara nasional

 

✓ ✓

9

Mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan preventif dan promosi kesehatan

 

✓ ✓

40

BUKU PANDUAN AKADEMIK

No

Kompetensi

Domain Kompetensi

Kognitif

Afektif

Ketrampilan

10

Memiliki kemampuan organisasi dan mampu membangun hubungan interpersonal dalam praktik kefarmasian

11

Mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kefarmasian

12

Mampu mempertanggungjawabkan karya dan tindakan dalam mempraktekkan ilmu kefarmasian secara etika dan moral berlandaskan risalah islamiyah

B. Kompetensi Pendukung (20-40%)

 

1

Mampu menciptakan lapangan pekerjaan bidang kefarmasian

2

Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan bagi profesi kesehatan lainnya

3

Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/bahan terapeutik atau eksipien baru yg lebih baik /aktif

4

Mampu berpartisipasi dalam pe- milihan, penilaian & pengembangan suatu sediaan farmasi, serta analisa kualitas produk-produk baru farmasi (radiofarmasi, produk bioteknologi, dll)

5

Mampu melakukan manajemen keuangan terkait obat dan perbekalan farmasi

6

Mampu mengelola Sumber Daya Manusia dengan baik

7

Mampu mengelola dan menerapkan SIM untuk pengelolaan obat dan perbekalan farmasi

KURIKULUM PROGRAM STUDI FARMASI

41

No

 

Kompetensi

Domain Kompetensi

Kognitif

Afektif

Ketrampilan

8

Mampu

menerapkan

sistem

     

akuntansi

untuk

mendukung

pekerjaan kefarmasian

9

Mampu menanggulangi keracunan

10

Mampu melaksanakan fungsi Manajemen Kualitas laboratorium klinik

11

Mampu

melakukan

dan

     

mengendalikan

proses

produksi

obat

12

Mampu

melakukan

pengemasan

produk

13

Mampu

melakukan

pengawasan

produk obat

14

Mampu menetapkan stabilitas dan kondisi penyimpanan produk obat

15

Mampu melakukan registrasi obat jadi

16

Mampu menilai spesifikasi material dalam produksi obat beserta metode analisisnya

C. Kompetensi Lain-Lain

 

1

Mampu menerapkan fitoterapi yang berbasis bukti (evidence-based phytotherapy)

2

Mampu memahami farmasi forensik

3

Mampu mengelola limbah farmasi

4

Mampu memahami prinsip-prinsip nutrisi dan nutrisi untuk terapi

5

Mampu

melakukan

elusidasi

struktur

6

Mampu mengembangkan formulasi kosmetika, aplikasi, dan analisisnya

42

BUKU PANDUAN AKADEMIK

B. KURIKULUM 2012

1.

Pengelompokan

Beban Satuan Kredit Semester (SKS) kurikulum tahun 2012 Program Studi Farmasi (strata-1) Universitas Islam Indonesia yang harus ditempuh oleh mahasiswa yaitu 147 (seratus empat puluh tujuh) (SKS) selama 8 (delapan) semester, terdiri dari 137 SKS mata kuliah wajib, terdiri dari 91 SKS mata kuliah kurikulum inti (62%) dan 46 SKS mata kuliah kurikulum institusional (31%) serta10 sks mata kuliah pilihan (7%).

Matakuliah tersebut dikelompokkan ke dalam lima rumpun matakuliah yaitu:

a. Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)

b. Kelompok Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK)

c. Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB)

d. Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB)

e. Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)

2. Pengkodean

Matakuliah pada kurikulum Prodi Farmasi diberi kode matakuliah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pada Prosedur Sistem Mutu untuk Identifikasi dan Mampu Telusur Produk (PM-UII-08) yang terdiri dari 8 digit dengan ketentuan sebagai berikut:

1

2

3

4

5

6

7

8

a. Digit 1, 2, 3

: kode Prodi Farmasi

b. Digit 4

: jenis matakuliah

1)

1

: Matakuliah kurikulum inti

2)

2

: matakuliah kurikulum institusional

c. Digit 5

: kelompok matakuliah

1)

1 : MPK

4: MPB

2)

2: MKK

5: MBB

3)

3: MKB

d. Untuk matakuliah wajib:

Digit 6

:

semester

Digit 7,8

: nomor matakuliah yang diurutkan berdasarkan posisinya dalam struktur kurikulum

e. Untuk matakuliah pilihan:

Digit 6

: diberi kode 0

Digit 7

: kelompok minat pilihan

Digit 8

: nomor matakuliah yang diurutkan berdasarkan posisinya dalam kelompok minat

KURIKULUM PROGRAM STUDI FARMASI

43

3.

Pengambilan Mata Kuliah dan Mata Kuliah Prasyarat

Mata kuliah kurikulum tahun 2012 terdiri dari mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan yang terdistribusi dalam 8 semester. Sedangkan Mata kuliah pilihan dikelompokkan dalam 5 minat yaitu Farmasi Klinik dan Komunitas, Farmasi Industri, Farmasi Sains, Farmasi Bahan Alam, dan Farmasi Pemerintahan.

Daftar Mata Kuliah Wajib per Semester

Semester 1

 

Kode

   

Kel.

 

Kode MK

No

MK

Mata Kuliah (MK)

SKS

MK

MK Prasyarat

Prasyarat

 

1 61311101

Bahasa Inggris

2

MPK

-

-

 

2 10000511

Pendidikan Pancasila

2

MPK

-

-

 

3 10000611

Pendidikan Kewarganegaraan

2

MPK

-

-

 

4 10000711

Aqidah

2

MPK

-

-

 

5 61324102

Ilmu Kesehatan Masyarakat

2

MPB

-

-

 

6 61312103

Kimia Farmasi Dasar

2

MKK

-

-

 

7 61322104

Prakt. Kimia Farmasi Dasar

1

MKK

-

-

 

8 61312105

Kimia Organik 1

2

MKK

-

-

 

9 61312106

Biologi Sel

2

MKK

-

-

 

10 61313107

Farmasi Praktis 1

2

MKB

-

-

Jumlah SKS

 

19

     

Semester 2

 
       

Kel.

 

Kode MK

No

Kode MK

Mata Kuliah (MK)

SKS

MK

MK Prasyarat

Prasyarat

1

10001011

Pemikiran dan Peradaban Islam

2

MPK

-

 

2

10001641

Kewirausahaan

2

MKB

-

 

3

10000811

Ibadah dan Akhlak

2

MPK

Aqidah ≥ D

10000711

4

61312208

Analisis Farmasi

2

MKK

Kimia Farmasi Dasar

61312103

5

61312209

Prakt. Analisis Farmasi

1

MKK

Kimia Farmasi Dasar

61312103

6

61312210

Kimia Organik 2

2

MKK

Kimia Organik

61312105

7

61312211

Botani Farmasi

2

MKK

Biologi Sel

61312106

8

61313212

Farmasi Fisik 1

2

MKB

Kimia Farmasi Dasar

61312103

9

61312213

Fisiologi Manusia

4

MKK

-

 

10

61313214

Prakt. Farmasi Praktis 1

1

MKB

Farmasi Praktis 1

61313107

Jumlah SKS

 

20

     

44

BUKU PANDUAN AKADEMIK

Semester 3

 

Kode

   

Kel.

 

Kode MK

No

MK

Mata Kuliah (MK)

SKS

MK

MK Prasyarat

Prasyarat

 

1 61312315

Statistika Farmasi

2

MKK

-

 
 

2 61313316

Analisis Fisikokimia 1

2

MKB

Analisis Farmasi

61312208

 

3 61312317

Biokimia

3

MKK

Biologi Sel

61312106

 

4 61312318

Prakt. Kimia Organik

1

MKK

Kimia Organik 2

61312210

 

5 61313319

Farmakognosi

2

MKB

Botani Farmasi

61312211

 

6 61312320

Prakt. Botani-Farmakognosi

1

MKK

Botani Farmasi

61312211

 

7 61313321

Farmasi Fisik 2

2

MKB

Farmasi Fisik 1

61313212

 

8 61313322

Prakt. Farmasi Fisik

1

MKB

Farmasi Fisik 1

61313212

 

9 61313323

Farmakologi

4

MKB

Fisiologi

61312213

 

10 61312324

Patologi

2

MKK

Fisiologi

61312213

Jumlah SKS

 

20

     

Semester 4

 
 

Kode

   

Kel.

 

Kode MK

No

MK

Mata Kuliah (MK)

SKS

MK

MK Prasyarat

Prasyarat

 

1 10000911

Studi Kepemimpinan dalam Islam

2

MPK

-

 
 

2 61313425

Analisis Fisikokimia 2

2

MKB

Analisis Fisikokimia 1

61314316

 

3 61313426

Prakt.Analisis Fisikokimia

1

MKB

Analisis Fisikokimia 1

61314316

 

4 61322427

Kimia Klinik & Diagnostik Molekuler

2

MKK

Biokimia

61312317

 

5 61312428

Prakt. Biokimia Klinik

1

MKK

Biokimia

61312317

 

6 61312429

Mikrobiologi-Parasitologi

3

MKK

Biokimia

61312317

 

7 61313430

Desain Bentuk Sediaan Obat 1

2

MKB

Farmasi Fisik 2

61313321

 

8 61313431

Prakt.Desain Bentuk Sediaan Obat1

1

MKB

Farmasi Fisik 2

61313321

 

9 61313432

Prakt. Farmakologi

1

MKB

Farmakologi

61313323

 

10 61313433

Farmakokinetika dasar

2

MKB

Farmakologi

61313323

 

11 61313434

Konsep Terapi

2

MKB

Farmakologi

61313323

 

12 61313435

Farmasi Praktis 2

2

MKB

Farmasi Praktis 1

61313107

Jumlah SKS

 

21

     

KURIKULUM PROGRAM STUDI FARMASI

45

Semester 5

       

Kel.

 

Kode MK

No

Kode MK

Mata Kuliah (MK)

SKS

MK

MK Prasyarat

Prasyarat

1

61313536

Kimia Medisinal

3

MKB

Kimia Organik 2≥ D dan pernah mengambil Farmakologi

61312210

2

61313537

Kimia Bahan Alam

3

MKB

Farmakognosi

61313319

3

61312538

Prakt. Mikrobiologi-Parasitologi

1

MKK

Mikrobiologi-Parasitologi

61312429

4

61322539

Biologi Molekuler

2

MKK

Mikrobiologi-Parasitologi

61312429

5

61313540

Desain Bentuk Sediaan Obat 2

2

MKB

Farmasi Fisik 2

61313321

6

61313541

Prakt. Desain Bentuk Sediaan Obat 2