Anda di halaman 1dari 21

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya manusia adalah mahluk yang cerdas karena dari semua
mahluk ciptaanNya manusia lah yang memiliki akal guna berpikir. Terbukti
dengan adanya pembuktian sejarah pada zaman dahulu manusia mencari
makanan dengan berburu., menulis di batu ataupun tembok adalah bukti bahwa
Manusia adalah mahkluk yang memiliki potensi yang terus berkembang..
Potensi yang dimiliki ini terus di asah dan di kembangkan hingga akhirnya
manusia mampu mengubah perkembangan zaman dari tradisional hingga
zaman yang modern.
Manusia terus berpikir dan mennghasilkan segala Sesuatu dari apa yang
telah ia pikirkan sebelumnya. Pada zaman dahulu orang menulis hanya di batu
ataupun dedaunan namun sekarang manusia telah menulis di kertas dengan
tinta pulpen. Ini membuktikan bahwa manusia yang berpikir menghasilan
pengetahuan yang terus berkembang sepanjang hidup manusia itu sendiri.
Hingga akhirnya sering berjalannya waktu manusia mendapatkan
pengetahuan dari pengalaman terdahulu yang terus di kembangkan. Hinggga
akhirnya dari pengalaman pengalaman terdahulu ini mampu menjadi sesuatu
yang baru dalam hidup manusia. Namun dalam mendapatkan pengetahuan
tidak hanya kita dapatkan dari pengalaman saja namun juga di dapatkan dari
proses pendidikan.
Pada zaman sekarang, setiap orang terus berlomba dalam jenjang
pendidikan yang lebih tinggi. Di zaman modern ini semakin sulit mencari
pekerjaan jika hanya lulusan sekolah menengah bahkan S1 sekalipun masih
sibuk dalam mencari pekerjaan. Banyak yang mengatakan semakin tinggi
pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi pula ilmu pengetahuan yang
mereka miliki. Dengan adanya pendidikan dapat memudahkan anak dalam
memahami ilmu pengetahuan secara jelas dan rinci serta bertahap.
1.2 Rumusan Masalah

1
1. Apa itu pendidikan dan ilmu pengetahuan?
2. Apa saja syarat syarat ilmu pengetahuan?
3. Apa yang di maksud ilmu normatif, teoritis, dan praktis?
4. Apa saja cabang cabang dan ilmu bantu pendidikan?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Perbedaan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
2. Menjelaskan syarat syarat ilmu pengetahuan.
3. Menjelaskan maksud ilmu normatif, teoritis, dan praktis.
4. Menjelaskan cabang cabang dan ilmu bantu pendidikan

BAB 2
PEMBAHASAN

2
2.1 PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
Menurut George F.Kneller kata teori mempunyai 2 makna sentral yaitu (1) teori
dapat menunjuk suatu hipotesis yang telah diverifikasi dengan observasi atau
eksperimen, memandang teori dalam artian ini teori pendidikan pengembangan.
(2) teori dapat merupakan sinonim umum untuk pemikiran sistematik,
memandang teori ini pendidikan telah menghasilkan banyak teori.
Menurut Ernest E.Bayles teori pendidikan tidak hanya berkenan dengan apa
yang ada tapi juga apa yang seharusnya ada. D.H Hirst berpendapat bahwa
fungsi utama dari teori pendidikan adalah untuk membimbing praktek
pendidikan. Pengertian ilmu pendidikan menurut para ahli :
M.J. Langeveld, ilmu yang bukan saja menelaah objeknya untuk
mengetahui tapi juga mempelajari betapa hendaknya bertindak.
S. Brojonegoro, ilmu pendidikan yaitu teori pendidikan, perenungan
tentang pendidikan, dalam arti luas ilmu pendidikan yaitu ilmu
pengetahuan yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam praktek
pendidikan.
Carter V. Good, suatu bangunan yang sistematis mengenai aspek-
aspek kuantitatif, objektif dan proses belajar, menggunakan instrument
secara seksama dalam mengajukan hipotesis-hipotesis pendidikan
untuk diuji dan pengalaman seringkali dalam eksperimental.
Imam Barnadib, ilmu yang membicarkan masalah-masalah umum
pendidikan secara menyeluruh dan abstrak. Ilmu pendidikan bercorak
teoritis dan bersifat praktis.
Driyarkara, pemikiran ilmiah yang bersifat kritis, metodis, dan sistematis
tentang realitas yang disebut pendidikan.

Ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan dimulaikan dengan


meletakkan ilmu pendidikan dalam sistematika ilmu pengetahuan. Menurut
sistemnya, ilmu pengetahuan dibedakan sebagai berikut :
1. Ilmu-ilmu Murni : berdiri sendiri lepas dari pada ilmu pengalaman
(empiris). Contoh; Matematika
2. Ilmu-Ilmu Pengalaman (Empiris) : diperoleh berdasarkan

3
pengalaman. Jadi objeknya adalah gejala-gejala kehidupan, baik yang
Nampak ataupun yang tidak Nampak.
Ilmu pendidikan termasuk ilmu pengetahuan empiris yang diangkat
dari pengalaman pendidikan, kemudian disusun secara teoritis untuk
digunakan secara praktis. Dengan menempatkan kedudukan ilmu
pendidikan di dalam sistematika ilmu pengetahuan.
Sistematika dibedakan menjadi 3 bagian yaitu:
1. Pendidikan sebagai gejala manusiawi,
dapat dianalisis yaitu adanya komponen pendidikan yang saling
berinteraksi dalam suatu rangkaian keseluruhan untuk mencapai tujuan.
Komponen pendidikan itu adalah : (a) tujuan pendidikan, (b) peserta
didik, (c) pendidik, (d) isi pendidikan, (e) metode pendidikan, (f) alat
pendidikan, (g) lingkungan pendidikan.
2. Pendidikan sebagai upaya sadar,
untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia. Menurut
Noeng Muhadjir sistematika ini bertolak dari fungsi pendidikan, yaitu : (a)
menumbuhkan kreatifitas peserta didik, (b) menjaga lestarinya nilai
insani dan nilai ilahi, (c) menyiapkan tenaga produktif.
3. Pendidikan sebagai gejala manusiawi.
Menurut Mochtar Buchori ilmu pendidikan mempunyai 3 dimensi : (1)
dimensi lingkungan pendidikan, (2) dimensi jenis-jenis persoalan
pendidikan, (3) dimensi waktu dan ruang.

A. Pengertian Ilmu Pengetahuan


Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki,
menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi
kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan
rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi
lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum
sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat

4
secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang
ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia
berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu
pengetahuan adalah produk dari istemologepi.
Contoh:

Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke


dalam hal yang bahani (materiil saja). Ilmu-ilmu alam menjawab
pertanyaan tentang berapa jarak matahari.

Ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup


pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang
konkret. Ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi
perawat.

B. Pengertian ilmu pengetahuan menurut para Ahli:


a) Helmy A. Kotto bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu proses
pembentukan (konstruksi) pengetahuan yang terus menerus sampai
dapat menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

b) Dadang Ahmad S., merumuskan bahwa pengertian ilmu pengetahuan


adalah suatu proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan yang terus
menerus hingga dapat menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu
sendiri.

c) Mappadjantji Amien, merumuskan bahwa ilmu pengetahuan adalah


sesuatu yang berawal dari pengetahuan, bersumber dari wahyu, hati
dan semesta yang memiliki paradigma, objek pengamatan, metode, dan
media komunikasi membentuk sains baru dengan tujuan untuk
memahami semesta untuk memanfaatkannya dan menemukenali diri
untuk menggali potensi fitrawi guna mengenal Allah.

d) Syahruddin Kasim, menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah


pancaran hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah Sang Pencipta
yang berasal dari proses interaksi fenomena fitrawi melalui dimensi hati,
akal, nafsu yang rasional, empirik dan hakiki dalam menjelaskan

5
hasanah alam semesta demi untuk menyempurnakan tanggung jawab
kekhalifaan.

e) Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag, dalam bukunya The fabric of
society, bahwa ilmu memiliki kriteria empiris, rasional, umum, kumulatif
dan keempatnya serentak terpenuhi.

f) Ashley Montagu dalam bukunya the cultured man,memberikan


pengertian ilmu pengetahuan sebagai pengetahuan yang disusun dalam
satu sistem yang berasal dari pengalaman, studi dan percobaan yang
telah dilakukan dipakai untuk menentukan hakikat prinsip tentang hak
yang sedang dipelajari.

g) V. Afayanev, dalam bukunya Marxist Philosophy menyatakan


bahwa pengertian ilmu pengetahuan adalah pengetahuan manusia
tentang alam, masyarakat, dan pikiran. V.Afayanev mencerminkan alam
dalam hukum-hukum, konsep, dan kategori-kategori yang tepat dan
benarnya dapat diuji dengan pengalaman praktis,

C. Fungsi Ilmu Pengetahuan:

:1. Ilmu pengetahuan itu menjelaskan (explaining, Describing)


Fungsi ilmu pengetahuan dalam menjelaskan memiliki 4 bentuk yaitu a.
Deduktif, yaitu ilmu harus dapat menjelaskan sesuatu berdasarkan premis
pangkal ilir yang telah ditetapkan sebelumnya b) Probabilistik, Ilmu
pengetahuan dapat menjelaskan berdasarkan pola pikir induktif dari sejumlah
kasus yang jelas, sehingga hanya dapat memberi kepastian (tidak mutlak) yang
bersifat kemungkinan besar atau hampir pasti. c) Fungsional, ilmu pengetahuan
dapat menjelaskan letak suatu komponen dalam suatu sistem secara
menyeluruh, d) Genetik, ilmu pengetahuan dapat menjelaskan suatu faktor
berdasarkan gejala-gejala yang sudah sering terjadi sebelumnya.
2. Meramalkan (prediction)
Ilmu pengetahuan harus dapat menjelaskan faktor sebab akibat suatu

6
peristiwa atau kejadian, misalnya apa yang akan terjadi jika harga naik.
3. Mengendalikan (controlling)
Fungsi Ilmu pengetahuan dalam mengendalikan harus dapat
mengendalikan gejala alam berdasarkan suatu teori misalnya bagaimana
mengendalikan kurs rupiah dan harga.

D. syarat-syarat ilmu pengetahuan:

Logis atau masuk akal


Sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan yang diakui kebenarann

Objektif
Harus sesuai dengan objek yang dikaji dan didukung oleh fakta empiris

Metodik
Pengetahuan diperoleh dengan cara cara tertentu yang teratur,
dirancang, diamati dan terkontrol. Adapun metode-metode nya sebagai
berikut:

1. Metode normative, berkenaan dengan konsep manusiawi yang


diidealkan yang ingin dicapai.
2. Metode eksplanatori, berkenaan dengan pertanyaan kondisi, dan
kekauatan apa yang membuat suatu proses pendidikan berhasil.
3. Metode teknologis, berkenaan dengan bagaimana melakukannya
dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.
4. Metode deskriptif, fenomenologis mencoba menguraikan kenyataan-
kenyataan pendidikan dan lalu mengklasifikasikannya.
5. Metode hermeneutis, untuk memahami kenyataan pendidikan yang
konkrit dan historis untuk menjelaskan makna dan struktur dan kegiatan
pendidikan.

7
6. Metode analisis kritis, menganalisis secara kritis tentang istilah,
pernyataan, konsep, dan teori yang ada dalam pendidikan.

Sistematik
berarti bahwa pengetahuan tersebut disusun dalam satu sistem yang
satu dengan lainnya saling berkaitan dan saling menjelaskan sehingga
merupakan satu kesatuan yang utuh.

Berlaku umum atau universal


pengetahuan berlaku untuk siapa saja dan dimana saja atau disebut
universal, yaitu dengan tata cara dan variabel eksperimentasi yang lama,
akan diperoleh hasil yang sama atau konsisten.

Kumulatif berkembang dan tentatif


Khasanah ilmu pengetahuan selalu bertambah dengan hadirnya ilmu
pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan yang terbukti salah harus diganti
dengan pengetahuan yang benar (sifatnya tentatif).
Sekian ulasan tentang pengertian ilmu pengetahuan, fungsi dan syarat
ilmu pengetahuan.

E. Perbedaan Pendidikan Dan Pengetahuan


Sebelum kita tinjau lebih lanjut apa yang di maksud dengan
pendidikan,terlebih dahulu perlu kiranya di terangkan dua istilah yang hampir
sama bentuknya, yaitu paedagogie artinya pendidikan dan paedagojeg
artinya ilmu pendidikan.
Paedagojeg atau ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang
menyelidiki, merenungkan tentang gejala- gejala perbuatan mendidik.
Paedagogik berasal dari kata yunani paedagogia yang berarti pergaulan
dengan anak-anak. paedagogos ialah seorang pelayan atau bujang pada pada
zaman Yunani kuno yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak-anak

8
ke dan dari sekolah. Juga di rumahnya, anak-anak tersebut selalu dalam
pengawasan dan penjagaan dari para paedagogos itu. Jadi, nyatalah bahwa
pendidikan anak-anak Yunani Kuno sebagian besar di serahkan kepada para
paedagogos itu.
Paedagogos berasal dari kata paedos (anak) dan agoge (saya
membimbing, memimpin). Perkataan paedagogos yang mulanya berarti rendah
(pelayan, bujang), sekarang di pakai untuk pekerjaan yang mulia. Paedagogos
(pendidik atau ahli didik) ialah seseorang yang tugasnya membimbing anak
dalam pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiri.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan yang berarti
education adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau
kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan
pelatihan. Sedangkan pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui
berkenaan dengan hal (mata pelajaran)
Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan
kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya. Sedangkan
pengetahuan adalah objek dari pada manusia melakukan proses pendidikan
itu sendiri.

Mengapa manusia perlu di didik karena pada dasarnya manusia terlahir


dalam keadaaan tidak mengetaui apa-apa. Menurut Dasar Biologis Bahwa
manusia dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya serta tidak dilengkapi dengan
insting yang sempurna untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi lingkungan,
perlu masa belajar yang panjang dan awal pendidikan terjadi setelah anak
manusia mencapai penyesuaian jasman
Implikasinya anak manusia harus menerima bantuan, perlindungan dan
perawatan, dan diperlukan pendidikan kembali atau redukasi. Dasar Sosio
Antropologis Bahwa peradaban tidak terjadi dengan sendirinya dan masyarakat
menginginkan kehidupan yang berada. Implikasinya pendidikan memerlukan
personalisasi peranan sosial budaya dalam rangka transmisi budaya,

9
internalisasi budaya untuk transformasi dari organisme biologis ke organism
yang berbudaya

2.2 SYARAT-SYARAT BERDIRINYA ILMU PENGETAHUAN


Pendidikan merupakan sebagian dari kehidupan masyarakat dan juga
sebagai dinamisator masyarakat itu sendiri. Memang kita semua mengatahui
betapa sektor pendidikan selalu terbelakang dalam berbagai sektor
pembangunan lainnya, bukan saja karena sektor itu lebih dilihat sebagi sektor
konsumtif, juga karena by definition pendidikan adalah penjaga status quo
masyarakat itu sendiri. Bayangkan betapa runyamnya kehidupan ini apabila
tidak ada dasar pijakan dan tidak ada bintang penunjuk jalan.
Dibawah ini akan kami kemukakan syarat syarat ilmu pengetahuan
yang ada pada umumnya seta persetujuan antara para ahli ilmu pengetahuan
sebagai berikut:
a.) Syarat pertama ialah ilmu itu harus ada objeknya, tiap-tiap ilmu
pengetahuan harus ada objek tertentu. Objek itu dapat sesuatu yang berwujud,
misalnya psikologi kimia dan ada pula sesuatu yang tidak berwujud (seesuatu
yang abstrak) misalnya ilmu pengetahuan. Adapun objek ilmu pengetahuan
adalah objek material dan formal. Objek matrial adalah bahan yang menjadi
sasaran suatu ilmu pengetahuan sedangkan objek formal adalah sudut
pembahasan suatu ilmu pengetahuan, misal:

ilmu jiwa dan ilmu manusia yang dua macam ilmu pengetahuan itu mempunyai
objek material sama (manusia), akan tetapi objek formalnya berbeda. Oleh
karena itu objek material ilmu pengetahuan dapat sama sedang objek
formalnya berbeda.

b.) Syarat kedua ialah ilmu itu disusun secara sistematis. Ilmu harus disusun
secara teratur sehingga bagian-bagiannnya tidak bertentangan satu sama lain,
tetapi merupakan satu kesatuan yang lengkap.

c.) Syarat ketiga yaitu ilmu harus memiliki metodologi tetentu. Syarat ketiga ini
sebenarnya erat sekali hubungannya dengan syarat kedua sebab teratur

10
tidaknya dari hasil penyelidikan tergantung kepada cara-cara mengaturnya,
yang mana hal ini termasuk lapangan/ bagian metodologi.

Persyaratan Pokok
Suatu ilmu harus mempunyai objek tertentu
Suatu ilmu pengetahuan harus menggunakan metode-metode yang
sesuai
Suatu ilmu pengetahuan harus menggunakan sitematika tertentu
Persyaratan Tambahan
Suatu ilmu pengetahuan harus mempunyai dinamika: Ilmu pengetahuan
harus tumbuh dan berkembang untuk mempunyai kesempurnaan

Suatu ilmu pengetahuan harus praktis: Berkaitan dengan aplikasi ilmu


dalam praktik pendidikan
Suatu ilmu pengetahuan harus diabdikan untuk kesejahteraan umat
manusia
Setelah kita tahu apa yang menjadi persyaratan suatu ilmu pengetahuan,
tentunya kita mengetahui bahwa ilmu pendidikan telah memenuhi persyaratan-
persyaratan tersebut. Ilmu pendidikan mempunyai objek, metode dan
sistematika. Tidak hanya itu, ilmu pendidikan juga telah memenuhi persyaratan
tambahan lainnya, seperti praktis, dinamika dan tentunya diabdikan untuk
kesejahteraan umat manusia.

2.3 ILMU PENDIDIKAN NORMATIF, TEORITIS dan PRAKTIS


a.) Ilmu Pendidikan Normatif
Ilmu pendidikan itu selalu berurusan dengan soal siapakah manusia itu.
Pembahasan mengenai siapakah manusia itu biasanya termasuk bidang
filsafat, yaitu filsafat antropologi. Pandangan filsafat tentang manusia sangat
besar pengaruhnya terhadap konsep serta praktik-praktik pendidikan. Karena
pandangan filsafat itu menentukan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh
seorang pendidik atau suatu bangsa yang melakukan pendidikan.
Nilai yang dijunjung tinggi ini dijadikan norma untuk menentukan ciri-ciri
manusia yang ingin dicapai melalui praktik pendidikan. Nilai-nilai tidak diperoleh

11
hanya dari praktik dan pengalaman mendidik, tetapi secara normatif bersumber
dari norma masyarakat, norma filsafat dan pandangan hidup, malah dari
keyakinan keagamaan yang dianut oleh seseorang

b.) Ilmu Pendidikan Teoritis


pada ilmu pendidikan teoritis ini lebih mengutamakan pada pembahasan
mengenai pendidikan itu sendiri serta tujuan dari pendidikan. Ilmu pendidikan
teoritis menyoal masalah-masalah teori pendidikan.

1. Apakah pendidikan itu?


Pendidikan adalah bimbingan yang di ajarkan agar hidup ini lebih
terarah. Seperti yang telah di bahas sebelumnya. Yang di terangkan dalam dua
istilah paedagogiek artinya adalah ilmu pendidikan dan paedagogie artinya
adalah pendidikan. Paedagogos yang berasal dari kata paedos (anak) ddan
agoge (saya membimbing, memimpin) perkataan paedagogos yang mulanya
rendah sekarang di pakai untuk pekerjaan yang mulia. Paedagoog (pendidik
atau ahli didik) ialah seorang yang tugasnya membimbing anak dalam
pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiri.

2. Tujuan pendidikan
pendidikan sudah ada sejak dahulu bahkan pada masa penjajahan. Bila
di ingat kembali dahulu VOC ada pula membangun sedikit sekolah sekolah
yang di peruntukan untuk bumiputra di beberapa kota peniagaan. Hal ini sudah
sangat menjelaskan bahwa pendidikan sangatlah penting bagi semua orang.
Dengan pendidikan akan lebih meningkatkan mutu kehidupan dan kebudayaan
rakyat pada umumnya. Dalam pembahasan sebelumnya sudah dikatakan
bahwa pendidikan ialah pimpinan orang dewasa terhadap anak dalam
perkembangannya kearah kedewasaan. Jadi dapat di simpulkan bahwa tujuan
umum dari pendidikan ialah membawa anak pada kedewasaannya, yang berarti
bahwa ia harus dapat menentukan diri sendiri dan bertanggung jawab atas
seluruh keputusannya.

3. Kewibawaan dalam pendidikan


Gezag berasal dari kata zaggen yang berarti berkata. Siapa yang
perkataannnya mempunyai kekuatan mengikat terhadap orang lain, berarti

12
mempunyai kewibawaan atau gezag terhadap orang lain. Gezag atau
kewibawaan itu ada pada orang dewasa, terutama pada orang tua. Dapat kita
katakana bahwa kewibawaan yang ada pada orang tua (ayah dan ibu) itu
adalah asli. Orang tua atau keluarga mendapat hak untuk mendidik anak-
anaknya suatu hak yang tidak dapat di cabut karena terikat pada kewajiban.

c) Ilmu Pendidikan Praktis


Pada ilmu pendidikan praktis lebih membahas pada proses pendidikan
itu sendiri. Ruang lingkup dan juga proses pendidikan. Ilmu pendidikan praktis
berkaitan dengan aplikasi ilmu dalam praktik pendidikan.

1. Pendidikan dalam lingkungan keluarga


Pada zaman dahulu pendidikan yang di berikan orang tua kepada
anaknya lebih menutamakan pada kelanjutan adat istiadat yang mereka
terima dari nenek moyang yang merupakan tradisi. Namun sekarang ini sudah
banyak sekolah- sekolah yang berdiri yang siap mengajarkan anak-anak dalam
pendidikan. Yang harus kita ingat adalah tidak semua anak sedari kecilnya
sudah menjadi tanggung jawab sekolah. Telah dikatakan bahwa kewajiban
sekolah adalah membantu keluarga dalam mendidik anak-anak.
Pendidikaan dalam lingkungan keluarga dinyatakan oleh banyak ahli didik dari
zaman yang terlampau salah satunya Comenius (1592 - 1670) seorang ahli
didaktik yang terbesar, ia menegaskan bahwa tingkatan permulaan bagi
pendidikan anak-anak dilakukan di dalam keluarga yang di sebut scola-materna
(sekolah ibu).

2. Kesukaran dalam pendidikan


Pekerjaan mendidik bukanlah hal yang mudah. Hasil dari pekerjaan
mendidik tidak hanya di tentukan oleh kehendak si pendidik sendiri, tetapi juga
di tentukan oleh banyak factor mengingat hal hal itu sudah tidak asing lagi jika
di dalam dunia pendidikan terdapat banyak sekali kesukaran yang di sebabkan
oleh keadaan ataupun pembawaan anak itu sendiri maupun oleh lingkungan
dan atau oleh si pendidik itu sendiri. Beberapa kesukaran yang di maksud
adalah sebagai berikut :
a. Keras hati dan keras kepala
b. Anak yang manja
c. Perasaan takut pada anak

13
d. Dusta anak

3. Pendidikan dalam lingkungan sekolah


Lingkungan sekolah di sebut juga sebagai lingkungan pendidikan yang
kedua. Sekolah didirikan oleh masyarakat atau negara untuk membantu
memenuhi kebutuhan keluarga yang sudah tidak mampu lagi memberi bekal
persiapan hidup bagi anak-anaknya. Maka dari itulah masyarakat atau Negara
mendirikan sekolah-sekolah.

4. Guru sebagai pendidik


Pekerjaan guru itu berat namun luhur dan mulia. Tugas guru tidak hanya
mengajar tetapi juga mendidik maka untuk melakukan tugas itu tidak
sembarang orang dapat melakukannya. Syarat sebagai guru yang baik dalam
undang undang no 12 tahun 1954 tentang dasar-dasar pendidikan dan
pengajaran di sekolah untuk seluruh Indonesia pada pasal 15 dinyatakan
tentang guru sebagai berikut :
a.) Berijazah
b.) Sehat jasmani dan rohani
c.) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
d.) Bertanggung jawab dan berjiwa nasional

Sikap dan sifat guru yang baik :


a.) Adil
b.) Percaya dan suka kepada muridnya
c.) Sabar dan rela berkorban
d.) Berwibawa
e.) Penggembira
f.) Bersikap baik terhadap orang lain
g.) Menguasai mata pelajaran yang di ajarkan
h.) Berpengetahuan luas

5. Segi pendidikan
Dengaan mengetahui perbedaan perbedaan atau macam macam
pendidikan itu, dapat kiranya menjadi pedoman bagi para guru untuk tidak

14
memberatakan atau mnekankan salah satu segi saja, melainkan berusaha
mengembangkan semua segi pendidikan tersebut.
Adapun pembagian segi-segi atau macam macam pendidikan itu ialah
sebagai berikut :
a. Pendidikan jasmani
b. Pendidikan rohani
c. Alat pendidikan
Di dalam ilmu pendidikan, usaha-usaha atau perbuatan perbuatan si
pendidik yang di tunjukan untuk melaksanakan tugas mendidik itu di sebut juga
alat-alat pendidikan. Perlu kiranya di jelaskan disini bahwa penggunaan alat
pendidikan itu tidak hanya soal teknis, melainkan mempunyai sangkut paut
yang erat sekali dengan pribadi yang menggunakan alat tersebut.
2.4 CABANG CABANG dan ILMU BANTU PENDIDIKAN
Menurut Langeveld (1952) mengklasifikasikan cabang ilmu pendidikan sebagai
berikut:
1. Ilmu pendidikan Teoritis
2. Ilmu pendidikan sistematis
3. Sejarah pendidikan
4. Ilmu perbandingan pendidikan
5. Ilmu pendidikan praktis
a. Metodik
b. Pendidikan keluarga
c. Pendidikan keagamaan

Ilmu bantu yang diperlukan dalam ilmu pendidikan antara lain:


1. Ilmu-ilmu biologi,
misalnya ; Embriologi, Anatomi, Fisiologi, dan lain sebagainya.
2. Ilmu jiwa,
misalnya; Ilmu Jiwa Umum, Ilmu Jiwa Perkembangan, Ilmu Jiwa Sosial
3. Ilmu-ilmu sosial,
misalnya; Sosial, Ekonomi, Hukum, dan lain sebagainya

15
Adapun ilmu bantu dalam pendidikan adalah ilmu ilmu yang dijadikan landasan
untuk membantu proses pendidikan yang merupakan strategi, cara berpikir atau
model berpikir dalam masalah pendidikan, ilmu-ilmu itu adalah:

a) Filsafat
Ilmu filsafat ini dapat memberi inspira bagi para pendidikan untuk
melaksanakan ide tertentu dalam pendidikan. Melalui filsafat tentang
pendidikan, filososf memamparkan idenya bagaimana pendidikan itu, kemana
diarahkan pendidikan itu, siapa saja yang patut menerima pendidikan itu dan
bagaimana cara mendidik serta peran didik. Pendidikan menurut filsafat ini
bertujuan mengembangkan kesadaran individu, memberi kesempatan untuk
bebas memilih etika, mendorong pengetahuan diri sendiri,
bertanggung jawab sendiri dan mengembangkan komitmen diri, peserta didik
perlu mendapatkan pengalaman sesuai dengan perbedaan-perbedaan
individual mereka, guru harus bersifat demokratis dengan tehnik mengajar tidak
langsung.

b) Agama
Pendidikan agama disekolah bertujuan untuk membina dan
menyempurnakan pertumbuhan dan kepribadian anak didik, pendidikan agama
disekolah meliputi dua aspek yang penting:
Aspek pembentukkan (yang ditunjukkan kepada jiwa)
Tugas guru adalah menyadarkan anak didik tentang adanya Tuhan, melatih
anak didik untuk melakukan ibadah, membiasakan anak didik untuk bersopan
santun dan berakhlak yang mulia.
Aspek Pengajaran Agama (ditunjukkan kepada fikiran)
Tugas guru adalah menunjukkan apa yang disuruh dan apa yang dilarang
sesuai dengan ajaran agama. Jadi pendidikan agama tidak boleh lepas dari
pengajaran agama, artinya pengetahuan, pemahaman, norma-norma,
kewajiban-kewajiban, dan hukum-hukum yang berlaku.

c) Psikologi

16
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala/ proses-
proses yang ada dijiwa manusia, jiwa adalah roh dalam keadaan
mengendalikan jasmani yang dapat dipengaruhi oleh alam sekitar, psikologi
pendidikan perlu dipelajari oleh setiap calon guru karena dengan mempelajari
psikologi anak dan remaja ia akan mendaptkan bantuan yang sangat berharga
dalam mengembangkan tugasnya selaku pendidik.
Peran guru adalah membantu para siswa mengubah tingkah lakunya sesuai
dengan arah proses perubahan yang diinginkan, dalam hal ini terdapat faktor
utama yakni perubahan tingkah laku dan kriteria (arah yang diinginkan secara
khusus) yang dirumuskan dalam tujuan pendidikan.
Pengajaran disesuaikan dengan perkembangan anak, karena jiwa anak
dinamis dan aktif mak apelajaran harus dapat menyalurkan dinamika mereka
dalam bentuk belajar lewat kegiatan-kegiatan tertentu, psikologi belajar adalah
perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil pengamatan (bukan
hasil perkembangan, pengaruh obat atau kecelakaan) dan bisa
melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu
mengkomunikasikannya kepada orang lain. Kesiapan belajar yang bersifat
efektif dan kognitif perlu diperhatikan oleh pendidik agar materi yang dipelajari
anak-anak dapat dipahami dan diinternalisasi dengan baik kesiapan afeksi
harus dikembangkan dengan model pengembangan motivasi, sedangkan
kesiapan kognisi dipelajari dari perkembangan seorang anak didik.

d) Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia
dengan kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. Pendidikan yang
diinginkan oleh mayarakat ialah proses pendidikan yang bisa memperhatikan
dan meningkatkan keselarasan hidup dalam pergaulan manusia untuk
mewujudkan cita-cita, pendidikan sangat membutuhkan bantuan sosiologi,
konsep teori sosiologi memberi petunjuk petunjuk kepada guru-guru tentang
bagaimana seharusnya mereka membina para siswa agar mereka bisa memiliki
kebiasaan hidup yang harmonis, bersahabat dan akrab sesama teman.

17
para guru dan pendidik lainnya akan menerapkan konsep sosiologi dilembaga
pendidikan masing-masing, dalam aspek sosiologi ini, sekolah harus dapat
menggantikan peranan sosialisasi keluarga, sebab banyak ibu-ibu yang banyak
berkerja, anak-anak perlu diberi kesempatan belajar sambil bergaul dan
berkerja.

e) Antropologi
Antropologi berasal dari bahasa Yunani"antrphos" yang berarti manusia
dan "logos" yang berarti ilmu, jadi antropologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang manusia sebagai makhluk bermasyarakat, sedangkan
antropologi pendidikan adalah sebuah kajian sistematik, tidak hanya mengenal
praktik pendidikan dalam perspektif budaya tetapi juga dengan asumsi yang
dipakai antropologi terhadap pendidikan dan asumsi yang dicerminkan oleh
praktik-praktik pendidikan.
Pendidikan dapat diperoleh melalui lembaga formal, non formal dan informal,
penyampaian kebudayaan melalui lembaga informal tersebut dilakukan
semenjak kecil dilingkungan keluarga, dalam masyarakat pendidikan memiliki
fungsi yang besar dalam memahami kebudayaan sebagai satu keseluruhan.
Kebudayaan terus berubah sejalan dengan perkembangan zaman, percepatan
perkembangan ilmu dan tehnologi serta perkembangan kepandaian manusia,
pendidikan adalah suatu proses membuat orang kemasukkan budaya,
membuat orang berperilaku mengikuti budaya yang memasuki dirinya, jadi
kebudayaan menyangkut seluruh cara hidup dan kehidupan manusia yang
diciptakan oleh manusia ikut mempengaruhi pendidikan atau perkembangan
anak, dan sebaliknya pendidikan juga bisa mengubah kebudayaan.

f) Sejarah
Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian
atau kegiatan yang dapt didasari oleh konsep-konsep tertentu, sejarah dalam
pendidikan merupakan motivasi yang kuat sebagai faktor penggerak dalam diri
manusia dalam hal ini nilai-nilai masa lampau yang telah teruji oleh zaman,
adapun fungsi sejarah adalah mengabdikan pengalaman-pengalaman

18
masyarakat diwaktu yang lampau yang menjadi bahan pertimbangan bagi
masyarakat dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
Perkembangan manusia adalah sama dengan perkembangan alam, mulai dari
kuncup menjadi mekar, sehingga tugas pendidik adalah mengontrol
pertumbuhan anak agar menuju kearah yang benar sebagai anak manusia baik
dan juga harus mengetahui tingkatan-tingkatan perkembangan mental anak
dengan baik, maka perlu mempelajari perkembangan mental jenis manusia
dalam sejarah kehidupan.

g) Ekonomi
Dalam dunia pendidikan faktor ekonomi bukan sebagai pemegang peran
yang utama melainkan sebagai pemeran yang cukup menentukan
keberhasilan pendidikan, sebab ekonomi merupakan salah satu dari bagian
sumber pendidikan yang membuat anak mampu mengembangkan afeksi,
kognisi dan keterampilan.
Dengan demikian ekonomi pendidikan yang berfungsi sebagai materi pelajaran
dalam masalah ekonomi kehidupan manusia seperti diketahui anak-anak jika
dewasa kelak kehidupannya tidak akan lepas adri kegiatan ekonomi,
sebagaimana disebutkan diatas ekonomi cukup menentukkan keberhasilan
pendidikan, sebab dengan ekonomi yang memadai:
Prasarana, sarana, media, alat belajar, dan kebutuhan lainnya
terpenuhi
Proses belajar mengajar bisa dilaksanakan dengan baik dan intensif
Motivasi dan kegairahan kerja personalia pendidikan meningkat
mereka siap pula untuk meningkatkan profesi.

Adapun fungsi ekonomi pendidikan adalah:


Untuk menunjang kelancaran proses pendidikan
Bahan pelajaran untuk membentuk manusia ekonomi (memiliki etos
kerja dan prokduktif).

h) Hukum

19
Hukum berarti melandasi atau mendasariatau titik tolak, landasan hukum
dapat diartikan peraturan tertentu sebagai tempat berpijak atau titik tolak dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, dalam hal ini kegiatan pendidikan,
tetapi tidak semua kegiatan pendidikan dilandasi oleh aturan-aturan, cukup
banyak pendidikan yang dilandasi oleh aturan lain seperti aturan kurikulum,
aturan cara mengajar, cara membuat persiapan, apalagi bila dikaitkan dengan
mengajar atau seni mendidik sangat banyak kegiatan pendidikan yang
dikembangkan sendiri oleh para pendidik, kegiatan pendidik yang dilandasi oleh
hukum antara lain adalah calon siswa SD tidak harus lulusan TK, masyarakat
harus membantu pembiayaan pendidikan adanya kerjasama antara masyarakat
dan sekolah.

BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan yang kami buat dapat disimpulkan bahwa:
Pendidikan adalah proses mengubah diri menjadi lebih baik dan dewasa
dalam segala urusan dan tanggung jawab melalui pengajaran dan
pelatihan. Sedangkan pengetahuan adalah segala sesuatu yang di
ketahui dan terus di pelajari serta di kembangkan.
Syaratsyarat berdirinya ilmu pengetahuan adalah ilmu tersebut harus
memiliki objek yang jelas, bersifat sistematis dan metodologi tertentu.
Ilmu berrsifat normatif maksudnya yaitu bersumber dari norma
pandangan hidup, bersifat teoritis maksudnya yaitu membahas teori
pendidikan itu sendiri dan bersifat praktis yaitu membahas aplikasi
praktik pendidikan.
Cabang ilmu pendidikan yaitu Ilmu pendidikan Teoritis , Ilmu pendidikan
sistematis, Sejarah pendidikan, Ilmu perbandingan pendidikan, Ilmu
pendidikan praktis. Sedangkaan ilmu bantu pendidikan yaitu Ilmu-ilmu
biologi, Ilmu jiwa, Ilmu-ilmu sosial

20
3.2 SARAN
Dalam pelaksanaannya kami menyarankan kepada seluruh pihak untuk
Lebih memperhatikan aspek-aspek maupun syarat dalam melaksanakan suatu
pendidikan, Harus memperhatikan cara melaksanakan suatu pendidikan seperti
memperhatikan praktek, tujuan dari pendidikan itu sendiri dan memperhatikan
psikologisnya sebagai ilmu bantu dalam menyampaikan pendidikan

DAFTAR PUSTAKA

Diakses pada 9 oktober 2016:


Purwanto, Ngalim .2007. ILMU PENDIDIKAN TEORITIS DAN
PRAKTIS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Mustaqim. Dkk. 2010. PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Jakarta : PT. Rineka
Cipta
Danim, Sudarman. 2010. PENGANTAR KEPENDIDIKAN. Bandung :
Alfabeta
http://www.pendidikanekonomi.com/2013/03/pandangan-pendidikan-
tentang-manusia.html

21