Anda di halaman 1dari 15

Proses Produksi Budidaya Tanaman Semusim

Persiapan

Media Tanam
Media tanam dipersiapkan untuk tahap pembibitan dan pertumbuhan tanaman sayur

dan buah dewasa. Media yang digunakan adalah busa, pasir hitam dan campuran arang

sekam. Media busa digunakan sebagai media untuk sayur-sayuran hidroponik

(kailan,pathsay,sawi daging, romain, sawi hijau, sawi daging dan sawi putih). Media busa

dipotong menjadi kotak persegi dengan delapan bagian untuk tempat benih sayuran. Setelah

itu media busa direndam dengan air bersih agar benih sayuran memiliki makanan untuk

tumbuh. Bagian selanjutnya, yaitu benih sayuran diletakkan ke media busa, lalu diletakkan

kedalam lemari penyimpanan selama 1 minggu. Benih sayuran yang telah tumbuh menjadi

bibit dipindahkan ke ruang greenhouse penyimpanan bibit. Salah satu bibit tanaman yang

tumbuh di media busa dapat dilihat pada Gambar 24.

Pada jenis buah tomat beef, tomat cherry dan paprika ditanam di media arang sekam

yang sudah bercampur dengan pasir hitam yang sudah direndam. Kemudian arang sekam dan

pasir hitam tadi dimasukkan kedalam tempat seperti wadah plastik yang sudah ada lubang-

lubangnya. Setelah itu arang sekam dan pasir dicetak didalam wadah tadi, kemudian

dilubangi dengan lubangnya sekitar 0,5 cm. Didalam wadah itulah bibit tomat beef, tomat

cheerry, dan paprika akan dimasukkan. Tapi sebelum memasukkan benih-benih tadi, benih

yang ingin dimasukkan ke dalam lubang terlebih dahulu di rendam di dalam ZPT (zat

percepat pertumbuhan). Setelah itu baru disimpan ke dalam ruangan yang tertutup sampai

tumbuh tunas. Untuk proses pembibitan, kompos diayak untuk memisahkan media berukuran

halus dan kasar. Kompos halus tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tray khusus

pembibitan. Media yang diisikan ke dalam tray tidak boleh terlalu padat. Jika media terlalu
padat, maka pertumbuhan bibit akan terganggu.
Kompos dibuat dari sampah tumbuhan atau potongan rumput yang berasal dari dalam

kompleks perusahaan. Bahan kompos ditutup plastik terpal selama sekitar sebulan hingga

didapatkan sampah yang telah terurai menjadi kompos. Sekam yang digunakan untuk bahan

dasar pembuatan arang sekam dibeli dari luar perusahaan. Sekam dibakar dalam tungku

dengan cerobong asap di atasnya. Sebelum sekam terbakar menjadi hitam, pembakaran

dihentikan. Jika sekam terlanjur terbakar hingga hitam, maka akan didapatkan hasil yang

sedikit, karena sebagian besar sekam menjadi abu. Media arang sekam untuk jenis buah

tomat beef, paprika, dan strawbery dapat dilihat pada Gambar 25.

Pengisian Polybag
Polybag yang digunakan untuk penanaman mempunyai diameter 30 cm. Dalam

pengisian polybag yang perlu diperhatikan adalah kepadatan media. Salah satu cara untuk

mendapatkan kepadatan media yang sesuai adalah dengan menghentak-hentakkan media

yang telah diisikan. Jika media yang diisikan terlalu padat, maka akan mengganggu

perkembangan dan aerasi juga akan terhambat. Polybag sebelum digunakan harus di lubangi

terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar air sisa penyiraman tidak berkumpul dalam

polybag.

Persemaian

Persemaian benih dilakukan di tray khusus untuk penyemaian. Benih tomat, paprika,

kangkung, dan strawberry ditanam dalam media semai yang telah digali sedalam 2-5 cm.

Persemaian ini ditempatkan di lokasi yang teduh dengan intensitas cahaya yang tidak terlalu

tinggi. Lokasi teduh digunakan untuk mempertahankan kelembaban media semai dan

menghindari suhu udara yang terlalu tinggi. Net digunakan untuk meneduhkan dan

mengurangi intensitas cahaya. Dalam mempertahankan kelembaban media semai digunakan

kertas untuk menutupi tray. Kemudian kertas tersebut disemprot dengan air bersih
menggunakan hand sprayer. Kelembaban kertas dan media semai tersebut diperiksa setiap

hari. Jika media semai kurang lembab, maka media semai perlu disemprot dengan air lagi.

Kelembaban media semai yang kurang akan memperlambat pertumbuhan bibit, sehingga

mempengaruhi jadwal tanam.

Persiapan Tanam

Sebelum penanaman perlu dilakukan pembersihan greenhouse dari tanaman yang

mengganggu (gulma). Greenhouse dan jaringan irigasi dicuci agar bersih dan bebas dari

kuman-kuman yang dapat menyerang tanaman. Pestisida pratanam perlu diberikan untuk

memberantas hama dan penyakit yang mungkin ada pada media tanam. Bak air media tanam

sayuran hidroponik juga selalu dibersihkan sebelum di tanami kembali. Bak tanam

hidroponik dibersihkan, dikuras air yg lama digunakan, dan diganti dengan air bersih yang

mengalir dengan pompa air. Proses pembersihan pada greenhouse untuk sayuran dan buah

hidroponik dapat dilihat pada Gambar 26.

Persiapan lain sebelum tanam adalah pengaturan polybag. Polybag diatur dengan

jarak 40 cm antar lajur dan 1 m antar baris. Pengaturan jarak dimaksudkan agar daun tidak

saling menutupi, sehingga sinar matahari dapat diterima oleh daun secara merata. Polybag

diletakkan diatas bedengan yang telah ditutupi oleh mulsa plastik perak. Hal ini dimaksudkan

agar polybag tidak bersentuhan langsung dengan tanah, sehingga mengurangi resiko

gangguan gulma dan hama yang berasal dari tanah.

Penanaman

Kemudian masuk ke tahap penanaman sayur hidroponik. Bibit sayuran

(kailan,pathsay,sawi daging, romain, sawi hijau, sawi putih) diambil dari ruang greenhouse

dengan menggunakan wadah/tray, kemudian dipindahkan ke greenhouse dengan


menggunakan gerobak. Sebelumnya, telah disiapkan media tanam bibit berupa stereofoam

putih yang telah dicuci dan disikat hingga bersih. Untuk satu stereofoam memiliki 48 lubang

tanam yang akan diisi dengan bibit-bibit sayuran hidroponik. Kemudian pada tahap

penanaman, bibit dengan media busa diambil dan ditanam kedalam lubang stereofoam

dengan menggunakan pinset. Pinset digunakan berfungsi untuk tidak merusak bibit saat

ditanam dan membuat bibit menjadi berdiri tegak (Gambar 27).


Pada penanaman sayuran dan buah hidroponik dengan menggunakan media arang

sekam dan kompos, penanaman dilakukan setelah bibit siap dengan tinggi sekitar 6 7 cm

dan sudah mempunyai daun 5 - 7 lembar. Sebelum dipindahkan, bibit yang akan ditanam

perlu diseleksi. Salah satu tujuan seleksi bibit adalah mendapatkan tanaman yang seragam.

Semua bibit yang disemai diusahakan untuk akan ditanam, kecuali bibit yang terserang

penyakit. Bibit yang pertumbuhannya baik dan sehat dibawa ke lokasi penanaman dan

diurutkan dari bibit yang terbaik hingga bibit yang kurang baik. Jika terdapat sisa bibit, maka

akan digunakan cadangan bila ada tanaman yang terserang penyakit.


Media dalam polybag digali seukuran media yang ada ditray. Setiap polybag diisi

dengan dua bibit yang mempunyai tinggi hampir sama. Hal ini agar pertumbuhannya

seimbang dan untuk mempermudah dalam pembuatan tali ajir. Sebelum dibawa kelokasi

budidaya, tanaman ditempatkan di lokasi yang mempunyai keadaan yang hampir sama

dengan lokasi tersebut. Tujuannya agar tanaman dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan

tumbuh.

Pemeliharaan

Pemberian Air dan Nutrisi


Pemeliharaan untuk sayuran hidroponik dengan menggunakan media air. Air pada bak

tanam dilakukan dengan cara sirkulasi menggunakan pompa air bertenaga listrik selama 24

jam (perawatan selama 6 jam). Air bersih dialirkan dari sumur bor buatan perusahaan dan

masuk ke penampungan air di bawah tanah yang dicor dengan beton. Kemudian nutrisi
diberikan ke sayuran hidroponik (Gambar 28) dengan cara memasukkan campuran nutrisi

yang dibuat sebanyak 1 ember ke dalam penampungan air. Pompa air akan menyedot dan

mengalirkan air dan nutrisi tersebut melalui pipa pipa yang dipasang ke bak media air.

Sirkulasi air berguna untuk membuat sayuran tetap tumbuh dan berkembang dan menjaga

kandungan oksigen pada air.

Untuk media tanam arang sekam dan kompos, air dan nutrisi diberikan dalam bentuk

larutan nutrisi menggunakan sistem irigasi tetes (drip) irrigation (Gambar 29). Jumlah larutan

nutrisi yang diberikan pada tanaman tergantung pada usia dan ukuran tanaman. Semakin

besar tanaman, jumlah larutan nutrisi yang diberikan semakin banyak. Keadaan cuaca juga

berpengaruh pada jumlah pemberian nutrisi. Jika suhu dalam greenhouse semakin tinggi,

maka evapotranspirasi meningkat, sehingga meningkatkan kebutuhan air dan nutrisi untuk

tanaman.

Sepeti halnya dengan tanaman lain, air merupakan faktor utama dalam pertumbuhan

tanaman. Tanaman yang tidak mendapat cukup air akan mengalami gangguan dalam menjaga

tekanan turgor. Kurangnya pemenuhan kebutuhan air juga mengakibatkan perkembangan

tanaman paprika akan terhambat dan bunga-bunga serta calon buah dapat berguguran.

Keadaan ini dapat mengakibatkan kegagalan panen. Penyiraman dengan menggunakan air

bersih diberikan sekali sehari, yaitu pada pagi hari. Ini ditujukan agar kelembaban media

dapat terjaga sekaligus untuk menghemat penggunaan nutrisi. Banyaknya air yang

disiramkan harus cukup untuk membasahi semua media. Lama penyiraman sekitar 2-3 menit.
Tanaman mendapatkan zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan

perkembangan dari larutan nutrisi yang diberikan. Nutrisi dibuat dengan melarutkan pupuk

yang mengandung unsur-unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Larutan tersebut

dipisahkan dalam dua bak utama. Pemisahan ini perlu dilakukan karena terdapat unsur-unsur

dalam kedua larutan tersebut yang bila disatukan akan terjadi penggumpalan (endapan).

Larutan nutrisi dalam bak utama ini sangat pekat, sehingga sebelum siap diberikan pada
tanaman perlu diencerkan dengan air. Larutan tersebut dituangkan ke dalam bak larutan

nutrisi yang telah diisi dengan air perbandingan tertentu. Larutan nutrisi tersebut nanti akan

dihisap dengan pompa listrik untuk disiramkan pada tanaman.

Pemasangan Ajir
Tanaman paprika dan tomat umumnya tidak mampu menopang tubuhnya sendiri saat

tanaman sudah berukuran besar, sehingga perlu dilakukan pengajiran. Tujuan pengajiran

adalah menopang tanaman agar dapat berdiri tegak sesuai lajur bedengan yang telah

direncanakan. Pengajiran mulai dilakukan saat tanaman berumur 4 minggu setelah tanam.

Ajir tersebut berupa tali yang dililitkan pada batang atau cabang tanaman. Ujung tali

diikatkan pada kawat yang sengaja dipasang melintang di atas baris tanaman. Satu tali ajir

digunakan untuk satu batang tanaman. Biasanya dalam satu tanaman dibuat mempunyai dua

batang utama yang dipasang ajir. Tali ajir yang mengikat batang tanaman ini biasanya

dirapikan pada saat pemangkasan tanaman, sehingga setiap tali ajir dililitkan mencapai ujung

tanaman paprika.

Pemangkasan
Pemangkasan dimaksudkan untuk memperbaiki sirkulasi udara sekitar tanaman dan

membantu mengurangi serangan penyakit. Pemangkasan juga untuk menghindari

evapotranspirasi yang tinggi dan memanfaatkan hasil fotosintesis untuk pertumbuhan bunga

dan buah secara optimal. Dalam budidaya paprika dan tomat ada 3 jenis pemangkasan, yaitu

pemangkasan daun, pemangkasan cabang dan tunas, dan pemangkasan bunga.


a. Pemangkasan Cabang dan Tunas
Pemangkasan cabang dan tunas sangat penting untuk memperbesar batang utama,

memacu pertumbuhan batang, dan memacu pertumbuhan buah. Oleh karena itu,

pemangkasan ini dilakukan sedini mungkin. Cabang dan tunas yang tumbuh diketiak daun

dikurangi. Cabang yang terdapat di ujung hanya dipelihara 2-3 cabang. Pemangkasan

tunas dan cabang biasanya dilakukan sampai bunga yang dipelihara mampu tumbuh dan

berkembang.
b. Pemangkasan Daun
Pemangkasan daun digunakan untuk mengatur kelembaban dan sirkulasi udara agar

berjalan lancar. Daun mulai dari pangkal batang hingga percabangan pertama perlu

dibuang untuk mengurangi evaporasi dan mengoptimalkan penyaluran nutrisi.

Pemangkasan daun dilakukan hanya pada daun muda yang mengalami serangan penyakit.

c. Pemangkasan Bunga
Pemangkasan bunga bertujuan untuk mendapatkan buah yang berkualitas unggul,

baik bentuk maupun ukuran. Pemangkasan bunga juga dilakukan agar pertumbuhan

vegetatif tanaman terus berlangsung dan tidak berhenti oleh munculnya bunga atau

membiarkan bunga menjadi buah, sehingga produksi buah dapat berlangsung lebih lama.
d. Pembersihan
Lantai di greenhouse sering kali basah oleh larutan nutrisi sisa pada saat

penyiraman, khususnya pada greenhouse sayuran tomat, strawberry dan paprika. Larutan

nutrisi yang tergenang di lantai akan menjadi media tumbuh organisme lain seperti gulma,

lumut, dan jamur. Hal tersebut akan mengurangi kebersihan dan kerapian di lingkungan

dalam greenhouse. Gulma yang semakin banyak akan mengganggu tanaman. Lumut yang

tumbuh juga dapat membuat lantai menjadi kotor, sehingga menghambat pekerjaan

perawatan tanaman. Pembersihan secara rutin perlu dilakukan untuk menjaga keamanan,

kesehatan dan kenyamanan pekerja. Pembersihan rutin dilakukan seminggu sekali. Dalam

pembersihan dipakai sabun cuci atau detergen sebagai pembersih dengan alat yang

digunakan adalah sikat dan pipa untuk menyemprot air buangan.


e. Pengendalian Hama dan Penyakit
Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan produksi sayuran dan buah

adalah pengendalian hama dan penyakit. Hama dan penyakit dapat menyerang bagian

tanaman yang dihasilkan. Bahkan sebagian penyakit dapat membunuh tanaman sayur dan

buah dalam waktu singkat serta mempunyai sifat menular ke tanaman yang lain.

Pertumbuhan hama dan penyakit juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti suhu

udara, kelembaban udara, dan keberhasilan pengendalian hama dan penyakit itu sendiri.
Dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman diperlukan keseriusan dan kerja
keras. Usaha-usaha untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman meliputi antara lain

penggunaan mulsa plastik warna perak. Pada bedengan dipasang mulsa plastik hitam

perak. Pemasangan mulsa warna perak ditujukan untuk menghalangi hama trips

menyerang tanaman paprika dan strwaberry. Mulsa plastik tersebut akan menghalangi trips

mencapai tanah pada saat akan berkembang menjadi pupa.

Panen

Pada pemanenan sayur-sayuran dan buah hidroponik,sayuran hidroponik

(kailan,pathsay,sawi daging, romain, sawi hijau, sawi putih) sudah dapat di panen pada umur

1 bulan terhitung mulai dari penanaman. Namun dengan dilakukan jadwal perencanaan

penanaman pada setiap greenhouse, sayuran hidroponik dapat dipanen 1 minggu sekali untuk

beberapa greenhouse. Adapun untuk buah strawberry siap panen setelah berumur 8 bulan

terhitung dari penanaman. Untuk buah strawberry biasanya dapat dipanen 2 kali dalam 1

minggu.

Pascapanen

Penanganan pascapanen yang penting adalah sortasi dan grading (pengelompokkan kelas),

pengemasan dan penyimpanan.


Sortasi dan Grading
Sayuran dan buah hidroponik yang telah dipetik, dikumpulkan dalam kotak atau

plastik. Setelah buah dicuci bersih, buah dilap sambil disortir. Untuk sayur-sayuran

hidroponik langsung dikemas dengan plastik kemasan berlogo perusahaan yang diberi lubang

kecil. Sortasi dilakukan untuk mengelompokkan buah berdasarkan kualitasnya, sehingga

sesuai dengan sasaran pemasarannya. Buah dan sayur yang telah dipilih dan memenuhi

kriteria kualitas tertentu dipersiapkan untuk dipasarkan.


Pengepakan atau Pengemasan
Proses pengepakan dilakukan setelah buah disortasi dan dilakukan grading.
Pengepakan berhubungan erat dengan pengangkutan. Hal yang perlu diperhatikan dalam

pengepakan adalah wadah yang digunakan, cara menyusun buah, jumlah tumpukan yang

masih di bawah batas kerusakan buah, dan kapasitas wadah. Kerusakan dalam wadah dapat

terjadi saat pengangkutan dan pengiriman, transpirasi yang tidak lancar dan aerasi yang

kurang. Keadaan tersebuat dapat membuat buah pecah, lecet, berjamur, dan busuk. Buah dan

sayuran yang akan dipasarkan ke swalayan memiliki pengemasan yang berbeda-beda.

Biasanya untuk buah-buahan diletakkan diatas baki yang terbuat dari streoform, lalu ditutup

dengan plastik polietilen yang rapat. Namun untuk buah tomat cherry dan strawberry

digunakan kemasan plastik yang sebelumnya telah ditimbang beratnya sesuai pesanan pasar

swayalan. Kemudian sebagian sayur-sayuran dan buah hidroponik yang tidak dikirim ke

pasar swalayan karena tidak memenuhi kriteria tertentu oleh pasar swalayan akan dijual di

outlet perusahaan dan sebagai oleh-oleh untuk wisatawan. Kegiatan pascapanen untuk buah

dan sayuran pada PT. Kusuma Satria Agrobio Taniperkasa dapat dilihat pada Gambar 30 dan

31.

Penyimpanan
Buah dan sayur disimpan dalam pendingin dengan tujuan untuk menghambat proses

pematangan buah dan menghambat proses respirasi pada buah. Tujuan utama proses

penyimpanan adalah untuk mempertahankan kualitas buah, sehingga dapat dipasarkan pada

waktu yang tepat.

Alur Distribusi

Alur distribusi produk buah dan sayur segar dari PT.Kusuma Satria Agrobio

Taniperkasa, pengiriman buah dan sayur hidroponik memiliki beberapa rangkaian proses

yang dilakukan hingga produk buah dan sayur sampai ketangan konsumen. Sebelum para

konsumen melakukan permintaan pemesanan produk buah dan sayur, divisi budidaya

tanaman semusim telah melakukan kegiatan penanaman buah dan sayur hidroponik. Divisi
budidaya tanaman semusim melakukan perencanaan jadwal penanaman dengan

menggunakan data permintaan trading bulan sebelumnya, sehingga manajemen budidaya

tanaman semusim dapat memperkirakan kebutuhan produksi buah dan sayur selama satu

bulan ke depan. Pada jenis produk sayuran dapat dipanen setelah berusia 1 bulan. Adapun

pada buah-buahan, rata-rata dipanen 2 kali dalam seminggu setelah tanaman berkisar umur 8

bulan.

Alur distribusi produk buah dan sayur terdiri dari pertama adalah pihak konsumen

(supermarket) melakukan pre-order kepada pihak manajemen trading untuk melakukan

pembelian sehari sebelumnya melalui via telepon dan e-mail Biasanya batas waktu pre-order

sehari sebelum hingga batas jam 12 siang. Kemudian pihak manajemen kantor trading

menghubungi kantor Budidaya Tanaman Semusim (BTS) melalui telepon untuk melakukan

pemesanan buah dan sayur hidroponik sesuai jumlah permintaan yang diinginkan pihak

konsumen (supermarket).

Pada kantor Tanaman Budidaya Semusin (Greenhouse) dilakukan persiapan produk

mulai dari pemanenan, pasca panen (pembersihan, penyortiran, penggolongan ukuran,warna,

berat, dan pengemasan). Setelah produk buah sayur siap, barang dikirim ke gudang trading

untuk dilakukan persiapan pengiriman. Persiapan pengiriman berupa pengecekan ulang

berapa jumlah barang yang diminta, pengontrolan produk buah dan sayur yang telah

memenuhi syarat dan ketentuan dari pihak supermarket. Dalam hal ini pengontrolan produk

mulai dari berat, ukuran, warna, dan kualitas, serta ada tidaknya kerusakan atau cacat pada

produk serta dilakukan pengemasan. Setelah produk buah dan sayur memenuhi syarat,

produk dimasukkan ke dalam box atau tray untuk melindunngi produk selama pengiriman

dan diberikan identitas produk. Setelah produk memiliki surat jalan yang diberikan oleh

kantor Trading, produk buah dan sayur dikirim menggunakan mobil box atau truck box
menuju supermarket yang melakukan pemesanan ke PT. Kusuma Satria.

Pada distribusi buah dan sayur dari PT. Kusuma Satria, biasanya jadwal pengiriman

dilakukan selama 5 kali dalam seminggu dengan tujuan Malang, Kediri, Surabaya, dan

Provinsi Bali. Untuk tujuan Malang, Kediri, dan Surabaya ditempuh dalam hitungan jam

hingga mobil pengiriman sampai ketujuan. Namun, untuk wilayah seperti Bali, memerlukan

waktu kurang lebih 2-3 hari hingga sampai ke tujuan. Untuk lebih jelasnya, alur distribusi

produk buah dan sayur segar PT. Kusuma Satria Agrobio Taniperkasa dapat diilustrasikan

pada Gambar 33.

Berdasarkan alur distribusi produk buah dan sayur segar yang terjadi di PT. Kusuma

Satria Agrobio Taniperkasa, maka untuk dapat menerapkan produksi Just in tme, perusahaan

harus melakukan beberapa cara, yaitu : 1. memperhatikan konsep persediaan nol ; 2.

memperhatikan waktu tunggu produksi ; 3. mengurangi biaya persiapan mesin ; dan 4.

eliminasi aktivitas yang tidak diperlukan.

Grafik produksi merupakan gambaran realisasi produksi buah dan sayur hidroponik

pada divisi budidaya tanaman semusim selama tiap bulannya untuk setiap jenis buah dan

sayur yang dihasilkan. Adapaun jenis buah dan sayur yang dihasilkan oleh divisi budidaya

tanaman semusim, yaitu sawi hijau, kangkung, sawi daging, sawi putih, paprika merah,

patshay (kubis cina), baby kailand, tomat cherry, tomat beef, paprika hijau, paprika kuning,

dan strawberry.

Adapun grafik untuk trading, yaitu total jumlah buah dan sayur hidroponik yang

diterima divisi trading selama tiap bulannya dari divisi budidaya tanaman semusim untuk

memenuhi permintaan supermarket. Adapun grafik untuk supermarket yaitu realisasi

penjualan pihak trading ke supermarket. Nilai ini merupakan total buah dan sayur hidroponik
yang terserap ke pasar supermarket selama periode tiap bulannya.

Contoh kasus untuk produksi buah dan sayur di PT. Kusuma Satria Agrobio

Taniperkasa, dengan melakukan penerapan just in time dapat dilihat berdasarkan jenis produk

buah dan sayur yang dihasilkan.

Sawi Hijau

Pada Gambar 34, dapat dilihat ada peningkatan produksi pada bulan Februari,

Agustus, dan November pada tahun 2015, namun tidak sepenuhnya terserap ke supermarket.

Adapun pada bulan Maret 2015, terjadi tren peningkatan permintaan dari supermarket,

namun produksi sawi hijau sedang menurun. Pada kondisi ini pihak budidaya tanaman

semusim tetap memenuhi permintaan dari trading sesuai jumlah produksi yang dapat

dihasilkan. Adapun untuk memenuhi permintaan supermarket, pihak trading melakukan kerja

sama dengan mitra petani perusahaan.

Kangkung

Pada grafik (Gambar 35), dapat dilihat jumlah produksi kangkung tidak terserap

sepenuhnya ke supermarket. Hal ini dapat dipengaruhi karena permintaan konsumen dari

supermarket sedang lesu. Pada bulan Juni 2015, terlihat produksi kangkung yang sangat

tinggi dibandingkan jumlah produksi pada bulan sebelumnya, namun permintaan

supermarket sedang menurun. Pada kondisi ini, perusahaan akan menjual kembali sayuran ke

pasar tradisional untuk produk yang tidak terserap ke supermarket.

Sawi Daging

Pada sawi daging (Gambar 36), pada bulan Maret, Agustus, November tahun 2015

dan bulan Mei 2016, terjadi tren peningkatan produksi. Namun, hal ini tidak diimbangi
dengan penjualan ke supermarket karena pasar modern atau supermarket sedang mengalami

penurunan permintaan. Untuk mengurangi kerugiaan, perusahaan menjual produk ke pasar-

pasar tradisional.

Sawi Putih

Pada Gambar 37, dapat dilihat pada bulan Maret, Agustus, dan September 2015,

mengalami peningkatan produksi Sawi Putih. Namun untuk permintaan sawi putih dari

supermarket, tidak ada megalami tren peningkatan pada setiap bulannya.

Paprika Merah, Hijau, Kuning

Pada paprika merah (Gambar 38) terjadi peningkatan produksi lebih tinggi dari bulan

lainnya pada bulan Maret 2015. Namun penjualan ke pasar supermarket, hanya terserap

sebagiannya saja. Adapun pada bulan Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November,

dan Desember pada tahun 2015, merupakan masa penanaman paprika. Selain itu, paprika

hijau (Gambar 39), selama bulan Juni sampai dengan Desember 2015, merupakan bulan

terendah permintaan untuk paprika hijau. Hal ini bisa dipengaruhi perilaku konsumen,

misalnya pada bulan Juni-Juli 2015 merupakan bulan puasa, sehingga adanya kegiatan

berpuasa dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk membeli produk sehingga

permintaan menurun. Hal ini juga terlihat pada paprika kuning (Gambar 40), pada bulan Juni

hingga Desember 2015, tidak ada permintaan dari supermarket. Selain itu, dilihat pada

Gambar 40 khususnya pada grafik produksi paprika kuning belum mengalami masa tanaman

untuk dipanen. Sehingga, tidak ada paprika kuning untuk dikirim ke supermarket.

Pathsay (Kubis Cina)

Pada jenis sayuran Pathsay, berdasarkan Gambar 41 dapat dilihat pada bulan Agustus
dan September tahun 2015 mengalami peningkatan produksi dibandingkan pada bulan-bulan

lainnya. Namun pada bulan tersebut, penjualan pathsay ke supermarket hanya berkisar antara

+ 135 kg pada setiap bulannya. Kondisi serupa juga terjadi dengan bulan-bulan lain pada

tahun 2015 dan 2016. Permintaan dari pasar supermarket selalu memiliki nilai yang rendah

bila dibandingkan dengan jumlah produksi pathsay yang dihasilkan perbulannya.

Kailan

Pada jenis sayur kailan, berdasarkan Gambar 42 dapat dilihat jumlah produksi pada

bulan Februari dan November tahun 2015 mengalami peningkatan produksi bila

dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Namun, untuk permintaan sayur kailan dari

supermarket tiap bulannya selalu mengalami permintaan lebih rendah bila dibandingkan

jumlah produksi sayur kailan yang dihasilkan.

Tomat Cherry

Pada Tomat Cherry, berdasarkan Gambar 41, produksi dan jumlah permintaan rata-

rata selalu mengalami pertemuan garis. Hal ini dapat diartikan bahwa penjualan produk

tomat cherry selalu terserap ke pasar supermarket. Dari beberapa supermarket yang

melakukan permintaan produk, supermarket untuk wilayah Provinsi Bali merupakan

konsumen yang sering mengalami permintaan produk tomat cherry.

Tomat Beef

Pada produk tomat beef, berdasarkan Gambar 42 rata-rata jumlah produksi tomat beef yang

dihasilkan terserap ke pasar supermarket. Namun pada bulan Mei hingga Oktober 2015

merupakan jumlah produksi terendah dari bulan lainnya karena pada bulan-bulan tersebut,

buah tomat beef masih mengalami masa penanaman, sehingga pemenuhan untuk ke pasar
supermarket, juga mengalami nilai yang rendah.

Strawberry

Pada Gambar 43 untuk produk buah strawberry, jumlah nilai produksi buah strawberry yang

dihasilkan tidak sepenuhnya terserap ke pasar supermarket. Hal ini tentu dapat mengurangi

pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan melakukan penjualan ke pasar

tradisional atau pun untuk pemenuhan ke konsumen hotel yang dimiliki perusahaan, untuk

buah strawberry yang tidak terjual ke pasar supermarket