Anda di halaman 1dari 4

HIPERTENSI ESSENSIAL

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/6
PUSKESMAS Dr.HERMANSYAH,MM
BALONG NIP.19681004 200212 1 004
1. Pengertian Hipertensi essensial merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan
darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau diastolik 90 mmHg.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan penyakit hipertensi essensial di
Puskesmas Balong.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Balong Nomor : 188.4/ /405.09.20/SK/2015
tentang.............
4. Referensi Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter di
Fasyankes Primer.
5. Prosedur/ 1. Anamnesa keluhan pasien.
Langkah- 2. Mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien
langkah 3. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi: tekanan
darah, nadi , pernafasan. Pemeriksaan kepala/leher, dada, perut , dan
ekstrimitas.
4. Petugas menegakkan diagnosis hipertensi essensial.
5. Pemberian terapi :
a. Hipertensi tanpa compelling indication
1) Hipertensi stage-1 :diuretik (HCT 12.5-50 mg/hari, furosemid 2x20-
80 mg/hari), atau pemberian penghambat ACE (captopril 2x25-
100mg/hari ), penghambat kalsium (diltiazem extended release
1x180-420 mg/hari), amlodipin 1x2,5-10 mg/hari atau kombinasi
2) Hipertensi stage-2: kombinasi 2 obat kombinasi antara diuretik
dg ACE inhibitor, atau Betablocker, atau Calcium Channel Blocker.
3) Bila target terapi tidak tercapai setelah observasi selama 2 minggu,
dapat diberikan kombinasi 2 obat, biasanya golongan diuretik,
tiazid dan penghambat ACE atau penyekat reseptor beta atau
penghambat kalsium.
4) Pemilihan anti hipertensi didasarkan ada tidaknya kontraindikasi
dari masing-masing antihipertensi diatas.Sebaiknya pilih obat
hipertensi yang diminum sekali sehari atau maksimum 2 kali
sehari.
b. Hipertensi dg compelling indication
terapi yang dianjurkan tertuang dalam tabel berikut:
5. Konseling dan Edukasi
Edukasi individu dan keluarga tentang pola hidup sehat untuk
mencegah dan mengontrol hipertensi seperti:
Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan lemak (Dietary
Approaches To Stop Hypertension).
Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal.
Gaya hidup aktif/olah raga teratur.
Stop merokok.
Membatasi konsumsi alkohol (bagi yang minum).
6. Petugas merujuk ke RS bila memenuhi kriteria:
Hipertensi dengan komplikasi.
Resistensi hipertensi.
Krisis hipertensi (hipertensi emergensi dan urgensi).
7. Petugas melakukan pencatatan dan pelaporan dalam rekam
medis/kartu status.
8. Petugas mempersilahkan pasien mengambil obat di apotek.
6.Diagram Alir
Mulai

Anamnesa dan pemeriksaan fisik Kartu status

Penegakan diagnosis hipertensi essensial

Modifikasi gaya hidup

tekanan darah tidak tercapai < 140/90mmHg, atau <130/80 mmHg pada pasien DM, penyakit ginjal kronik, memiliki 3 f

Obat-obatan inisial

Tanpa Indikasi khusus Dg Indikasi khusus


Mulai

Stage I Stage II Obat2an untukKartu status


indikasi khusus tsb +
Diuretik, tiazid, Kombinasi
dapat juga2ACE,
obatBB,
: diuretik
CCB dg ACE inh, BB atau
/kombinasi
Antihipertensi(diuretik, CCB
ACE inh, BB, CCB ) sesuai kebutuhan
Anamnesa & Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang untuk skrining: DL, faal hati

Target tekanan
Penegakan diagnosis: darah belum
pendarahan tercapai
saluran cerna bagian bawah

Optimalkan dosis/tambahkan obat anti HT lain, peritmbangkan konsul dokter spesialis


Pemberian terapi:

Puasa dan Perbaikan


Konseling hemodinamik
dan edukasi
Pasang Nasogastric tube
Penatalaksanaan sesuai
Pencatatan dan penyebab
Pelaporan Kartuperdarahan
status
Pemberian ferrosulfat 325 mg tiga kali sehari
Apotek resep

selesai
Rujuk rumah sakit Form rujukan

Selesai
Lembar observasi rujukan
7.Unit Terkait Loket
Unit layanan IGD
Unit layanan Poli umum
Unit layanan poli KIA
Apotek

8. Rekaman Historis Perubahan

N Isi Perubahan
Yang diubah Tgl. Mulai Diberlakukan
o