Anda di halaman 1dari 29
Pemeriksaan Muskuloskeletal Skillslab FKIK UMY 2016 dr. Meiky Fredianto, Sp.OT
Pemeriksaan
Muskuloskeletal
Skillslab FKIK UMY
2016
dr. Meiky Fredianto, Sp.OT

Kerangka Penegakkan Diagnosis

Pasien Datang

1.Tentukan Kasus Muskuloskeletal/tidak? Cinta dirimu (Congenital, Infeksi/ Inflamasi, Neoplasma, Trauma, Degeneratif, Metabolik)

2.Trauma/Non Trauma :

! Emergency ! Non Emergency

3.Emergency (IGD)

!

Konsep Prosedur ATLS (Advanced Trauma Life Support)

ATLS Procedure

! Primary Survey (Life Threatening)

!A-B-C-D-E

" Resusitasi " Aman # no life threatening

! Secondary Survey (Limb Threatening)

!Anamnesis !Px. Fisik !Px. Penunjang !Diagnosis dan DD !Penatalaksanaan

Anamnesis

 

!

Keluhan Utama

!

RPS:

!Mechanism of Injury (MOI)

!Status Fungsional (Kehilangan Fungsional, ex: sebelumnya tidak bisa jalan karena stroke) !Pengobatan !Associated Injury (review sistem) !Luka

!

5 W + 1 H

!OPQRST (Onset,Provocation/palliation,Quality of Pain,Region & Radiation,Severity,Time)

!AMPLE !Others symptoms

RPD

RPK

RPSos

Px. Fisik

! KU (Keadaan Umum)

! GCS (Glasgow Comma Scale) E4V5M6

! Status Gizi

! VS (Vital Sign) : TD, N, R, t, dan VAS (Visual Analogue Scale)

Px. Generalis

! Head to Toe ! Yang berhubungan dengan kasus trauma

! Look ! Feel ! Move ! Special Test

Px. Lokalis

Look

! = Inspeksi

! Cara Berjalan (Gait Cycle)

! Deformitas (perubahan bentuk): angulasi, rotasi, shortening/ lengthening

! Swollen/edema/hematom/scar

! Atrofi, lump

! Warna kulit

! Luka: Deskripsikan Luka

1.Jenis Luka (VL, VE, dll) 2.Lokasi (ditentukan dari prominen tubuh) 3.Dimensi (PxLxD) 4.Tepi (Reguler/ireguler) 5.Dasar (soft tissue/bone/tendon) 6.Kontaminasi 7.Perdarahan Aktif

Feel

! Nyeri Tekan/ tenderness # lokasi ! ! Neurovascular Disturbance

!Neuro :

!Motorik # Myotom !Sensorik # Dermatom !Autonom !Reflex

!Vascular: Raba hangat, palpasi nadi, CRT (Capillary Refill Time), tusuk jarum

! Crepitation ! Teraba massa ?

Move

!

Aktif

 

!

Minta pasien untuk bergerak tanpa kita bantu

!

Active movement juga digunakan untuk menilai kekuatan otot.

!

Pasif

 

! Pemeriksa membantu menggerakan sendi sesuai bidang anatominya. ! Catat apakah ada perbedaan jarak antara gerakan aktif dan pasif. ! Aktif

!

Apakah ada gerak aktif dan pasif yang terbatas? Causa?central, peripheral nerve, muscle, bone, joint?

!

Harus tahu gerakan normal dari tiap sendi

!

Ex: Elbow : extension, flexion, supination, pronation

!

Menggunakan goniometer

!

Bandingkan dengan sisi lain yang normal/tidak dikeluhkan

Special Test

! Pemeriksaan khusus pada bagian tubuh tertentu ! Cedera Meniscus # video

! Tenderness pada meniscal line ! Mc Muray test ! Apley grinding test

! Cedera ACL

! Anterior Drawer Test ! Lachman test ! Pivot test

! Cedera PCL

! Posterior Drawer Test ! Posterior sag sign

Pemeriksaan penunjang

1.

Laboratory

2.

X-ray examination

-

Rule of twoTwo views

 

-

Two joints

-

Two limbs

-

Two injuries

-

Two occasions

3.

Additional imaging techniques :

$ Ct scan $ MRI $ Ultrasound

identity The patient Clinical details: patient’s history & clinical findings Generalized change The soft tissue
identity
The patient
Clinical details: patient’s history & clinical
findings
Generalized change
The soft tissue
Localized change
Shape, size, contour
Thicker or thinner
The bone
Shorter or longer
Abnormally curved or angled
Joint spaces
The joints
shape
Alignment? Correct/ displaced/ angled
Radiographic
interpretation

Diagnosis dan DD

1.

Apakah benar ada fraktur?

2.

Close vs Open

3.

Dimana lokasinya?

4.

Jenis/tipe fraktur dan kedudukan fragmennya

5.

Bagaimana struktur tulang: biasa? Patologik?

6.

Bila dekat persendian atau sendi:

-

Adakah dislokasi?

-

Fraktur epifisis?

-

Pelebaran celah sendi karena efusi ke dalam rongga sendi?

Management

! Non operatif

! Farmakologik

! Tx cairan

Tx diit

!

! Tx causatif ! Tx symptomatis ! Tx suportif

! Non farmakologik

! PRICE (protection, rest, iced, compression, elevation) ! Immobilisasi

! Operatif

! Open reduksi ! Close reduksi

! Rehabilitasi

Imobilisasi Skillslab FKIK UMY 2016 dr. Meiky Fredianto, Sp.OT
Imobilisasi
Skillslab FKIK UMY
2016
dr. Meiky Fredianto, Sp.OT

Prinsip

! Mengunci 2 sendi di proximal dan distal supaya sendi tidak bergerak/sendi terkunci

! Cedera pada tulang, kunci 2 sendi (proximal – distal)

! Cedera pada sendi (tulang bagian proximal dan distal)

! Harus tahu gerakan sendi yang cedera, sehingga bisa memposisikan alat imobilisasi untuk mencegah pergerakan dan dikunci.

! Pilih alat imobilisasi yang sesuai:

! Wooden Splint, POP (Plaster of Paris), Splint – fiber, pneumatic cast, collar neck (rigid), figure of 8, mitella, armsling, korset [LSO (LumboSacral Orthosis) & TLSO (ThoracoLumboSacral Orthosis)], Skin Traction

Tujuan

! Untuk mengurangi nyeri ! Untuk menghindari kerusakan jaringan sekitar ! Untuk mengontrol perdarahan ! Untuk mempermudah transportasi

Jenis Patologi untuk pilihan Terapi

1.Leher : Collar Neck untuk menghindari gerakan cervical

2.Shoulder/clavicula : figure of 8 dan atau armsling/mitella. Ex Fr. Clavicula with displacement/undisplacement.

3.Shoulder Joint: arm sling/ mitella, U – Slab

4.Humerus: wooden splint, armsling/mitella, U – slab, arm to chest bandage

5.Elbow: extension # wooden; flexion # armsling/ mitella; pop

6.Antebrachii: wooden, POP (backslab) # untuk yang bisa flexion, arm sling / mitella

7.Wrist: wooden, elastic bandage, pop

8.Fingers: buddy-tapping (dibatasi kasa), wooden splint, alumunium splint

9.Pelvic: Pelvic wrap, pelvic sling

10.Femur: skin traction untuk melawan otot paha (quadriceps & harmstring), pop, wooden (media atau distal #)

11.Genu: wooden, POP

12.Cruris: Wooden, POP

13.Ankle: wooden, POP

14.Metatarsal: pop

15.Foot Fingers: buddy-tapping

Additional

! Lapisan slab Upper limb 12-14 lapisan

! Lapisan slab lower limb 14-16 lapisan

! Lapisan padding 2-3 lapisan

! Ukuran elastic/POP anak 3inch, upper 4inch, lower 6inch

! Lower limb fracture cenderung exorotation

! Skin traction: sisi medial lebih ke margo anterior tibia, tetapi tidak melebihi margo. Sisi lateral lebih ke posterior. Beban traksi 1/7 BB pasien

! Ujung plaster skin traction di distal fracture site.

! Exorotation yang diperbolehkan 15 0

! Jika perlu casting dan ada luka, perlu dibuat window.