Anda di halaman 1dari 15

PERSEPSI ORANGTUA TERHADAP KEAMANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DI SD GAMBIRANOM SLEMAN

Karya Tulis Ilmiah

untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memenuhi Derajat Sarjana Kedokteran

Program Studi Pendidikan Dokter

PERSEPSI ORANGTUA TERHADAP KEAMANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DI SD GAMBIRANOM SLEMAN Karya Tulis Ilmiah untuk Memenuhi

Oleh:

SINDY PUSPITA MIKAWATI

11711126

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA

2015

PERSEPSI ORANGTUA TERHADAP KEAMANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DI SD GAMBIRANOM SLEMAN

Sindy Puspita Mikawati 1 , Titik Kuntari 2

  • 1 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

  • 2 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

INTISARI Latar Belakang Masalah : Dari hasil survai BPOM DIY ke TK dan SD di wilayah Sleman DIY, ditemukan panganan jajanan yang menggunakan bahan tambahan makanan yang tidak diizinkan. Terbukti banyak kejadian anak mengalami keracunan atau diare setelah mengkonsumsi makanan jajanan. Berdasarkan kasus keracunan jajanan yang banyak terjadi pada anak sekolah tidak lepas dari peran orangtua dalam membentuk pola jajan. Anak tidak akan jajan sembarangan apabila di rumah disiapkan makanan jajanan yang sehat sehingga anak akan terbiasa untuk makan makanan jajanan yang sehat. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui bagaimana persepsi orangtua terhadap keamanan jajanan anak sekolah di SD Gambiranom Sleman. Metode Penelitian : penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan dilakukan dengan pendekatan studi kasus (case study). Subyek yang diteliti adalah orangtua dari anak yang bersekolah di SD Gambiranom Sleman. Pengambilan subyek dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah narasumber yang ikut dalam penelitian ini adalah 6 orangtua siswa SD Gambiranom Sleman dan 1 Kepala Sekolah SD Gambiranom Sleman. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Pada penelitian ini digunakan cara triangulasi dalam pengujian data yaitu triangulasi metodologis. Hasil : narasumber penelitian ini berpendapat bahwa makanan jajanan yang aman adalah makanan jajanan yang tidak mengandung bahan tambahan berbahaya seperti pengawet dan pemanis buatan. Orangtua merasa khawatir terhadap kebiasaan jajan anak dan kebersihan makanan jajanan sehingga orangtua dan pihak sekolah melakukan berbagai upaya untuk menjaga keamanan jajanan. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian persepsi orangtua terhadap keamanan jajanan anak sekolah di SD Gambiranom Sleman sudah cukup baik.

Kata Kunci : Persepsi Orangtua, Makanan Jajanan, Keamanan Jajanan

PARENTS’ PERCEPTION TO THE SAFETY OF STUDENTS’ SNACKS IN GAMBIRANOM SLEMAN ELEMENTARY SCHOOL

Sindy Puspita Mikawati 1 , Titik Kuntari 2 1 Students of Faculty of Medicine, IslamicUniversity of Indonesia

  • 2 Department of Public Health Sciences, Faculty of Medicine, IslamicUniversity of Indonesia

ABSTRACT Background of the study: From the survey result of BPOM (National Agency of Drug and Food Control) Sleman DIY, it was found that there are snacks that use the unpermitted food additives. It is proven by many cases of children got poisoned and diarrhea right after they consume certain snacks. Based on those poisoning cases occurred the school students, it cannot be separated from the role of parents in shaping their children’s pattern of spending pocket money. Children will not buy snacks randomly if their parents prepare the healthy meal snacks from home, so they will also be accustomed to eat healthy snacks. Objective of the study: to find out how the perception of parents towards the safety of snacks in Gambiranom Sleman Elementary School students. Methods: This study is a qualitative research and done by case study approach (casestudy). The subjects are parents of the children attending Gambiranom Sleman Elementary School. The intake of subjects used the purposive sampling method. The quantity of interviewees in this research is 6 parents of the Gambiranom Sleman elementary school students and a headmaster of the related school. The collection of data used in-depth interviews (indepth interview) and observation. The technic of data analysis that the writer uses in this research is qualitative data analysis. In this research, the writer also uses triangulation as the data examination which is called methodology of triangulation. Results: The interviewees of this research found that the safe snacks are those that do not contain harmful additives, such as preservatives and synthetic sweeteners. Parents think as they worry about their children snacks-buying habit, so both sides of parents and school do some efforts to keep the safety of their children snacks. Conclusion: Based on this research, parents perception towards the safety of snacks in Gambiranom Sleman Elementary School is good enough. Keywords: Parents’ Perception, Snacks, Snacks Safety

PENDAHULUAN

Pada masa pertumbuhan terutama anak-anak sangat membutuhkan makanan

yang bergizi dan makanan dalam jumlah cukup untuk kebutuhan tubuhnya. Kebanyakan

anak-anak akan memilih makanan sesuai dengan selera mereka. Selera makan anak-

anak tergantung pada karakteristik anak, faktor lingkungan dan karakteristik makanan. 1

Dari hasil survai BPOM DIY ke TK dan SD di wilayah DIY, ditemukan

panganan jajanan yang menggunakan bahan tambahan makanan yang tidak diizinkan

seperti rhodamine B, mathanil yellow dan boraks pada 91 sampel TK dan 64 sampel

SD. 2

Keamanan makanan jajanan anak sekolah juga belum terjamin sehat dan bergizi

serta aman untuk dikonsumsi. Terbukti banyak kejadian anak mengalami keracunan atau

diare setelah mengkonsumsi makanan jajanan. 3

Menurut WHO keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian mencapi

2,2 juta orang dan paling banyak terjadi pada anak-anak. 4 Di Sleman juga banyak terjadi

kasus keracunan pada anak setelah jajan makanan saat istirahat. Salah satunya terjadi di

SD Muhammadiyah 4 Pesangonan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean. Sekitar 21

siswa mengeluhkan tenggorokan terasa panas setelah mengkonsumsi permen sitrun

spray yang dibeli pada pedagang penjual jajanan saat jam istirahat. 5

Berdasarkan kasus keracunan jajanan yang banyak terjadi pada anak sekolah

tidak lepas dari peran orangtua dalam membentuk pola jajan. Anak tidak akan jajan

sembarangan apabila di rumah disiapkan makanan jajanan yang sehat sehingga anak

akan terbiasa untuk makan makanan jajanan yang sehat dan keinginan untuk membeli

makanan yang dijual di pinggir jalan atau makanan yang belum terjamin kebersihannya

akan hilang. 6

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mempelajari

secara intensif tentang persepsi orangtua terhadap keamanan jajanan anak sekolah di SD

Gambiranom Sleman dengan pendekatan studi kasus dengan metode wawancara

mendalam (in depth interview).

Subjek dalam penelitian ini adalah orangtua siswa di SD Gambiranom Sleman

yang disebut dengan narasumber. Pemilihan narasumber dalam penelitian ini dilakukan

secara purposive sampling yaitu adalah teknik pengambilan sumber data dengan

pertimbangan tertentu. Jumlah narasumber yang ikut dalam penelitian ini adalah 7 orang

terdiri dari 6 orangtua siswa SD Gambiranom Sleman dan 1 Kepala Sekolah SD

Gambiranom Sleman.

Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument) yang

berfungsi menetapkan tabel penelitian, memilih informan sebagai sumber data,

melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menafsirkan data dan membuat

kesimpulan atas temuannya. Selain itu instrumen lain adalah buku catatan, tape

recorder, camera.

Uji keabsahan data pada penelitian kualitafif meliputi credibility (validitas

internal) dengan cara triangulasi, transverbility (validitas ekternal), dependability

(reliabilitas) dan conformability (objektifitas).

Metode Analisis Data

Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data

kualitatif dengan mengikuti konsep pengambilan data secara interaktif dan berlangsung

secara terus menerus pada setiap tahapan penelitian sampai tuntas dan datanya sampai

jenuh. Pada penelitian ini digunakan cara triangulasi dalam pengujian data yaitu

triangulasi metodologis yang menggunakan metode ganda untuk mengkaji masalah

seperti wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Transkrip wawancara, catatan

lapangan, dan bahan – bahan lain dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman

terhadap bahan – bahan tersebut agar dapat diinterpretasikan temuannya kepada orang

lain.

HASIL

SD Gambiranom Sleman adalah salah satu SD negeri yang terletak di Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman. Sekolah ini beralamat di jalan

gambiranom Condongcatur Depok Sleman. Wawancara mendalam dilakukan peneliti

pada bulan Agustus - September dan didapatkan 7 orang responden atau narasumber

yang terdiri dari 6 orangtua anak yang bersekolah di SD Gambiranom Sleman dan 1

Kepala Sekolah SD Gambiranom Sleman dengan latar belakang pendidikan, pekerjaan

dan sosial ekonomi berbeda. Saat istirahat terlihat banyak penjual makanan jajanan yang

ada di sekitar SD Gambiranom Sleman dengan berbagai jenis makanan dan minuman

yang di jualnya. Makanan jajanan yang di jual para pedagang di sekitar SD

Gambiranom Sleman merupakan makanan hasil olahan rumahan yang bisa langsung di

makan. Selain itu, di SD Gambiranom Sleman juga terdapat kantin kecil yang menjual

makanan bersifat mengenyangkan dan sehat.

4.3. Persepsi Orangtua Terhadap Keamanan Jajanan Anak Sekolah

4.3.1.

Persepsi Orangtua Terhadap Jajanan Anak Sekolah Secara Umum

Keseluruhan data informasi yang didapat mengenai persepsi orangtua terhadap

jajanan anak sekolah secara umum, kebanyakan orangtua tidak menyukai makanan

jajanan yang dijual didepan sekolah SD Gambiranom Sleman karena menurut

narasumber makanan jajanan yang ada belum terjamin keamanannya dan

kebersihannya. Seperti yang diungkapkan narasumber :

“Oh enggak, tidak mbak. Karena apa ya, pasti pedagang itu kan bikin makanan

supaya enak iya kan? Pasti ada bumbu-bumbunya yang bikin enak …” (R4,

177-180)

  • 4.3.2. Persepsi Orangtua Terhadap Keamanan Jajanan Anak Sekolah

Dari hasil wawancara didapatkan hasil persepsi orangtua terhadap keamanan

jajanan anak sekolah, bahwa makanan jajanan yang aman aadalah makanan yang tidak

menggunakan bahan tambahan berbahaya seperti boraks, formalin dan pemanis buatan.

“Menurut saya makanan yang alami mbak, tidak pakai pengawet yang alami

misalnya yang hanya tahan satu hari atau yang tidak memakai pewarna buatan

…” (R2, 131-134)

Selain kandungan makanan,, narasumber juga menyebutkan makanan jajanan

yang aman adalah makanan yang terjaga kebersihannya. Kebersihan makanan jajanan di

nilai dari peralatan yang digunakan, perilaku pedagang dan lingkungan tempat

berjualan. Seperti yang diungkapkan narasumber seperti berikut :

“ Ya nomor satu kebersihan, iya. Nomor satu makanannya itu harusbersih dulu

…” (R2, 142-143)

Dari hasil analisis didapatkan bahwa orangtua anak yang bersekolah di SD

Gambiranom Sleman merasa khawatir melihat kebiasaan jajan anak. Kebiasaan jajan

anak ini muncul akibat melihat teman-temannya yang jajan sehingga timbul keinginan

untuk membeli makanan jajanan.

Selain itu, kekhawatiran narasumber terhadap makanan jajanan disebabkan

kekhawatiran terhadap kebersihan makanan jajanan yang dijual di sekitar SD

Gambiranom Sleman. Seperti pernyataan narasumber yang disampaiakan kepada

peneliti yang melihat perilaku pedagang penjual makanan jajanan di SD Gambiranom

Sleman yang tidak menjaga kebersihan.

“ … Terus kalau cowok pada merokok yang jualan itu terus pada jualin coba.

Coba kalau pipis kalau cowok gimana gak pakai air to, kalau kayak cewek kan

nyari kamar mandi, kalau cowok misal e di sawah atau dimana gitu kita kan gak

tau mbak habis kayak gitu kena pipisnya jualin …” (R6, 245-251)

Dari informasi yang disampaikan narasumber, kekhawatiran narasumber

terhadap keamanan jajanan juga disebabkan banyaknya kejadian di lingkungan sekitar

maupun di masyarakat akibat makanan jajanan yang banyak terjadi pada anak usia

sekolah. Selain itu kejadian ini juga pernah dialami anak narasumber sendiri. Seperti

yang sebutkan narasumber sebagai berikut :

...

disentri amoeba itu lho seminggu itu, jadi sampe anak e ngosek-ngosek itu

kan saking sakitnya ada darahnya itu …” (R6, 111-116)

4.3.4. Upaya Orangtua Menjaga Keamanan Jajanan Anak

Narasumber menyebutkan upaya orangtua untuk menjaga keamanan jajanan

anak sekolah adalah membawakan anak bekal ke sekolah berupa makan atau minuman.

“ Ya tak bawain bekal nasi sama minum dari rumah.” (R3, 148-149)

Upaya lain yang dilakukan narasumber untuk menjaga keamanan jajanan anak

sekolah yaitu selalu melakukan crosscheck ke anak mengenai jajanan yang dibelinya

saat di sekolah. Seperti yang diuangkapkan narasumber sebagai berikut :

“ Selalu nanya, “tadi jajan apa aja? Uangnya habis gak?” saya bilang gitu.”

(R4, 156-157)

Selain itu,narasumber menyebutkan upaya lain adalah membiasakan anak untuk

sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

“…pagi itu mesti harus sarapan …” (R4, 109-110)

4.3.5. Upaya Sekolah Menjaga Keamanan Jajanan Anak

Saat anak berada di sekolah, keamanan dan kesehatan anak menjadi

tanggungjawab guru dan sekolah. Sehingga selain orangtua, sekolah juga mempunyai

kebijakan untuk menjaga keamanan jajanan.

Berdasarkan informasi yang didapat SD Gambiranom Sleman memiliki kantin

untuk sarana anak-anak muridnya jajan. Di kantin sebagian besar makanan yang di jual

adalah makanan yang bersifat mengenyangka serta sehat. Selain itu, sekolah membatasi

pedagang yang berjualan di SD Gambiranom Sleman yaitu pedagang harus mempunyai

ijin dari pihak terkait yang mengatakan bahwa makanan yang dijual itu aman. Seperti

diuangkapkan oleh narasumber sebagai berikut :

“ Ya itu yang ada labelnya, kalau gak ada kan gak berani.” (R7, 104)

PEMBAHASAN

4.3. Persepsi Orangtua Terhadap Keamanan Jajanan Anak Sekolah

4.3.1. Persepsi Orangtua Terhadap Jajanan Anak Sekolah Secara Umum

lingkungan sekolah banyak terlihat pedagang penjual makanan jajanan. Pernyataan

narasumber terkait makanan jajanan secara umum menyatakan bahawa narasumber

tidak menyukai pedagang makanan jajanan anak karena menurut narasumber banyak

pedagang yang akan melakukan tindakan apapun untuk membuat dagangannya laku.

4.3.2. Persepsi Orangtua Terhadap Keamanan Jajanan Anak Sekolah

Persepsi narasumber saat ini terhadap keamanan jajanan anak sekolah diperoleh

dari pengamatan narasumber terhadap perilaku pedagang makanan jajanan yang ada di

sekitar SD Gambiranom Sleman maupun melihat melalui bebagai macam media sosial

yang disimpulkan menjadi persepsi masing-masing orang itu sendiri. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa persepsi orangtua terhadap keamanan jajanan anak sekolah masih

tergolong baik. Pernyataan narasumber terkait persepsi keamanan jajanan anak sekolah

didukung hasil penelitian oleh Fitri (2007) yang menyebutkan orangtua mengetahui

jenis bahan tambahan makanan berbahaya terutama jenis bahan kimia berbahaya untuk

makanan dan mengetahui pengaruh yang akan ditimbulkan akibat pengkonsumsian

bahan kimia berbahaya tersebut. 7

Kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan erat hubungannya dengan

kesehatan. Makanan yang bersih adalah makanan yang sehat dan tidak akan

menimbulkan penyakit. Pernyataan narasumber terkait kebersihan makanan jajanan

didukung dengan hasil penelitian Rahmawati (2014) yang menyebutkan kebersihan

dipengaruhi oleh standar proses produksi makanan jajanan meliputi perilaku penjual

makanan, produksi makanan jajanan yang baik dari pengolahan, penyajian sampai

penyimpanan. 8

4.3.3. Kekhawatiran Orangtua Terhadap Makanan Jajanan

Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pedagang atau

pengrajin makanan ditempat penjualan atau makanan dan minuman yang disajikan

sebagai makanan siap saji untuk dijual bagi umum. Makanan jajanan ini tidak dapat

dipisahkan dari kehidupan masyarakat karena mudah didapat dan harganya murah,

tetapi makanan jajanan juga beresiko terhadap kesehatan. Hal ini disebutkan dalam teori

Saparianto & Hidayati, 2006 kebersihan berpengaruh pada kesehatan disebabkan karena

penanganan yang tidak higienis sehingga menjadi peluang bagi mikroba untuk tumbuh

dan berkembang. Seperti banyaknya kejadian yang beredar di masyarakat maupun di

televisi anak keracunan akibat makanan jajanan. Bahkan anak narasumber sendiri

sudah mengalami kejadian akibat makanan jajanan. Hal ini yang menyebabkan

kekhawatiran terhadap makanan jajanan. 9

4.3.4. Upaya Orangtua Menjaga Keamanan Jajanan Anak

Orangtua akan melakukan apapun untuk keamanan dan kesehatan anaknya. Oleh

karena itu orangtua akan berusaha dengan berbaga macam upaya untuk menjaga

keamanan makanan. Upaya yang palig sering dilakukan orangtua adalah dengan

membawakan bekal anak ke sekolah. Anak yang membawa bekal ke sekolah akan lebih

terjamin keamanan makanannya karena makanan yang dibawa anak adalah hasil olahan

rumah dan terjaim kebersihan maupun keamanannya.

Selain itu upaya lain yang dilakukan adalah dengan melakukan crosscheck ke

anak sehingga orangtua secara tidak langsung memantau kebiasaan jajan anak dan

makanan yang di konsumsi anak.

Pernyataan narasumber terkait sarapan ini didukung dengan teori Damayanti

(2011) yang menyatakan dengan sarapan anak akan lebih mudah berkonsentrasi saat

pelajaran. Selain itu, dengan membiasakan sarapan akan mencegah anak membeli

4.3.5. Upaya Sekolah Menjaga Keamanan Jajanan Anak

Pernyataan narasumber terkait kantin untuk menjaga keamanan makanan jajanan

anak di sekolah didukung dengan teori dari Kemenkes RI, 2011 yang menyebutkan

fungsi kantin sekolah adalah menyediakan makanan yang memiliki kandungan gizi baik

dan terjaga kebersihannya baik peralatan makan maupun perilaku penjual makanan di

kantin tersebut. 11 Hal ini juga disebutkan dalam penelitian Hamida dan Mutalazimah

(2012) menjelaskan bahwa makanan jajanan yang dijual di kantin adalah makanan dan

minuman kemasan serta makanan matang seperti nasi bungkus, es kucir dan anek

gorengan. 4

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi narasumber terhadap

keamanan jajanan anak sekolah cukup baik. Hal ini berdasarkan persepsi narasumber

yang menyebutkan makanan jajanan yang aman adalah makanan yang tidak

menggunakan bahan tambahan makanan seperti, pengawet dan pemanis buatan serta

makanan jajanan yang terjaga kebersihannya. Terdapat kekhawatiran orangtua terhadap

keamanan makanan jajanan anak sekolah. Orangtua dan pihak sekolah melakukan

berbagai macam upaya untuk menjaga keamanan jajanan.

Saran

Bagi masyarakat khususnya orangtua yang ingin mengetahui keamanan jajanan

dapat memperbanyak informasi bisa dengan membaca buku, membaca artikel atau

mengikuti penyuluhan makanan sehat agar dapat membedakan dan mengetahui

makanan yang benar-benar aman untuk dikonsumsi

Bagi pemerintah khususnya pihak yang berwenang dalam promosi kesehatan

dan penyuluhan di masyarakat, ini akan menjadi refrensi bagi pemerintah untuk

melakukan pembinaan kepada semua pedagang asongan yang ada dan semua pedagang

diharapkan mempunyai ijin atau surat yang menyatakan makanan yang dijual aman

untuk di konsumsi karena masih ada pedagang asongan yang tidak memiliki ijin atau

surat tetapi sudah menjajakan dagangannya.

DAFTAR PUSTAKA

  • 1 Nuraini, H. 2007. Memilih & Membuat Jajanan Anak yang Sehat & Halal.

  • 2 Pemerintah

Kabupaten

Sleman.

2015.

Pemkab

Himbau

Pedagang

Jajanan Anak

Sekolah

Untuk

Utamakan

Keamanan

Makanan.

Dari

:

sekolah-untuk-utamakan-keamanan-makanan.slm diakses pada tanggal 15 Maret

2015.

3

Tribun

Jogja.

2013.

Sepuluh

Siswa

SD

Keracunan

Usai

Jajan.

Dari

:

http//www.jogja.tribunnews.com. Diakses tanggal 10 Mei 2015.

  • 4 Hamida, K., Mutalazimah, Z, Siti. Penyuluhan Gizi Dengan Media Komik Untuk

Meningkatkan Pengetahuan Tentang Keamanan Makanan Jajanan. Jurnal

Kesehatan Masyarakat. Volume 1. 2012 : 67-73.

5

Tribun

Jogja.

2013.

Puluhan

Bocah

Keracunan

Permen

Sitrun.

Dari

:

sitrun. Diakses tanggal 5 Juni 2015.

  • 6 Aprillia, A, B. 2011. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Makanan Jajanan

Pada Anak Sekolah. (Artikel Penelitian). FKUNDIP.

  • 7 Fitri, Rina, Nuzulia. 2007. Persepsi Orang Tua dan Guru Terhadap Keamanan Pangan

Jajanan Anak Sekolah Dasar Di Kota Bogor. Skripsi. Ilmu dan Teknologi Pangan.

Fakultas Teknologi Pertanian. Institusi Pertanian Bogor.

  • 8 Rahmawati, Dian Wuri. 2014. Pengetahuan Perawat Sekolah Terkait Jajanan Sehat Di

Sekolah Dasar Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Skrpsi. Ilmu Keperawatan.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah

Yogyakarta.

  • 9 Saparianto,Cahyo., Hidayati, Diana. 2006. Bahan Tambahan Pangan. Yogyakarta :

Kanisius.

10 Damayanti, D. 2002. Makanan Anak

Usia Sekolah Tips Memberi Makan Anak Usia

Sekolah. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.