Anda di halaman 1dari 8

NAMA : SIGIT ISHARYADI

NIM : F1D214026

PRODI : TEKNIK GEOLOGI

Pengertian Peta secara umum dan Kartografi

Pengertian peta secara umum adalah gambaran dari permukaan bumi yang
digambar pada bidang datar, yang diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi
simbol sebagai penjelas. Sudahkah Anda memahami pengertian dari peta tersebut?
Mudah bukan? Beberapa ahli mendefinisikan peta dengan berbagai pengertian,
namun pada hakikatnya semua mempunyai inti dan maksud yang sama. Berikut
beberapa pengertian peta dari para ahli.

a. Menurut ICA (International Cartographic Association)

Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang


dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-
benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan
diperkecil/diskalakan.

b. Menurut Aryono Prihandito (1988)

Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar


pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.

c. Menurut Soetarjo Soerjosumarmo

Peta adalah lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan bumi
yang diperkecil denagn perbandingan ukuran yang disebut skala atau kadar. Peta
adalah gambaran permukaan bumi dua dimensi dalam bidang datar yang mempunyai
koordinat dan diskalakan.
d. Menurut Erwin Raisz (1948)

Peta adalah gambaran konvensional dari ketampakan muka bumi yang


diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang
datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas. Gambaran konvesional adalah
gambaran yang sudah umum dan sudah diatur dengan aturan tertentu yang diakui
umum.

e. Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


(Bakosurtanal 2005)

Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi


lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan
keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

Peta Rupabumi: Peta yang didalamnya menggambarkan tentang informasi


kebumian, seperti jenis penggunaan lahan yang digambarkan dalam simbol piktorial,
abstrak dan asosiasi.

Dengan menggunakan peta, kita dapat mengetahui segala hal yang berada di
permukaan bumi, seperti letak suatu wilayah, jarak antarkota, lokasi pegunungan,
sungai, danau, lahan persawahan, jalan raya, bandara, dan sebagainya. Ketampakan
yang digambar pada peta dapat dibagi menjadi dua yaitu ketampakan alami dan
ketampakan buatan manusia (budaya).

Berbagai macam definisi atau pengertian peta dari berbagai sumber, diantaranya yaitu
:

1. Peta merupakan penyajian grafis bentuk ruang dan hubungan keruangan


antara berbagai perwujudan yang diwakili (Kals, 1983).
2. Peta merupakan bidang datar dan obyek yang digambarkan pada peta
umumnya terletak pada permukaan bumi, sehingga digunakan skala dan
sistem proyeksi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.

3. Peta adalah alat penting dalam perencanaan lingkungan. Sedikitnya ada tiga
alasan sebagai berikut:

o peta sebagai penyimpanan data

o peta sebagai alat analisis

o peta dapat menyampaikan informasi kepada pengguna (users).

o Peta adalah penggambaran dua dimensi pada bidang datar keseluruhan


atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan dengan
perbandingan atau skala tertentu.

Penyajian informasi Pada Peta:

Informasi tentang permukaan bumi begitu banyak (misalnya; vegetasi, sungai,


jalan, pemukiman, topografi/bentuk lapangan), sehingga tidak mungkin disajikan
seluruhnya sesuai bentuk dan ukuran aslinya dalam selembar peta yang mempunyai
keterbatasan ruang dan ukuran. Oleh karenanya, informasi tersebut digambarkan
dalam bentuk simbol-simbol (sehingga peta sering disebut bahasa simbol).

a. Simbol

Simbol dapat berupa simbol titik, simbol garis dan simbol luasan/area. Simbol titik
secara kualitatif dapat berupa titik tinggi, base kamp atau pemukiman, sedangkan
secara kuantitatif dapat berupa titik triangulasi (primer, sekunder, tersier), atau kota
(ibukota provinsi, kabupaten, kecamatan). Simbol garis, secara kualitatif dapat berupa
sungai, jalan, batas, garis kontour, dan secara kuantitatif dapat berupa jalan (induk,
cabang) atau sungai dan anak sungai. Sedangkan simbol luasan/area secara kualitatif
dapat berupa hutan, kebun atau rawa, dan secara kuantitatif dapat berupa hutan (rapat,
sedang, jarang). Simbol sering dikombinasikan dengan warna, notasi dan arsir.

b. Letak geografis

Suatu titik, tempat atau wilayah dipermukaan bumi dapat diketahui letak atau
posisinya (disebut posisi geografis atau sering disebut letak astronomis) yang
dinyatakan dengan koordinat geografis. Sebagai contoh, secara astronomis Indonesia
terletak di antara 6 08 LU 11 15 LS dan 94 45 BT 141 05 BT

Koordinat geografis ditentukan oleh perpotongan dua garis lengkung bumi


yaitu garis bujur / meridian / longitude dengan garis lintang / paralel / latitude.
Satuan koordinat geografis adalah derajat (), menit () dan detik (). Satu derajat
sama dengan 60 menit dan satu menit sama dengan 60 detik. Meridian 0 atau
meridian pertama (prime meridian) dimulai dari kutub Utara sampai ke kutub Selatan
melalui Greenwich Observatory-London-Inggris. Sedangkan paralel 0 adalah
Ekuator / katulistiwa. Dari meridian 0 kearah timur (-180) disebut Bujur Timur dan
kearah Barat (+180) disebut Bujur Barat. Dari Ekuator kearah Utara (0 90)
disebut Lintang Utara dan kearah Selatan (0 -90) disebut Lintang Selatan. Untuk
koordinat bidang datar/proyeksi, digunakan sistim koordinat Cartesian (koordinat
planar) dengan satuan ukuran metrik (m).

c. Proyeksi peta

Karena permukaan bumi merupakan bidang lengkung (speroid), maka untuk


dapat menggambarkan atau memindahkan lintang/bujur pada lengkungan muka bumi
ke dalam bentuk bidang datar digunakan cara proyeksi tertentu. Proyeksi tertentu
adalah sesuai dengan suatu aturan dalam menggambarkan posisi di permukaan bumi
ke bidang datar dengan menggunakan rumus-rumus matematika. Bentuk bumi yang
di proyeksikan ke bidang datar,

d. Skala peta
Karena peta merupakan wujud abstrak permukaan bumi pada bidang datar
dalam ukuran yang lebih kecil, maka dalam penyajiannya digunakan perbandingan
tertentu yang disebut skala. Jadi, skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik
di peta dan jarak antara dua titik yang sama di lapangan. Contoh: Pada peta berskala
1:50.000, jarak 1 cm di peta sama dengan jarak 500 m dilapangan. Dalam kaitannya
dengan informasi yang disajikan pada peta, maka skala peta menggambarkan juga
tingkat ketelitian dan detail suatu informasi. Penulisan skala yang sering dan lazim
dalam perpetaan, disamping ditulis pecahan (numerical scale) adalah
ditulis/dinyatakan dengan grafik (graphical scale).

Unsur-unsur peta

Unsur-unsur kelengkapan peta antara lain sebagai berikut:

Judul Peta, Judul peta harus mencerminkan isi peta. Isi peta berupa isohyet,
tentu judul petanya menjadi "Peta Distribusi Curah Hujan", dan sebagainya.
Garis Tepi Peta, Tujuannya adalah untuk memudahkan penunjukan lembar
peta dari sekian banyak lembar peta dan untuk memudahkan penunjukan letak
sebuah titik di atas lembar peta.

Skala Peta, Ukuran peta dalam hubungannya dengan bumi disebut dengan
skala, biasanya dinyatakan dengan pecahan atau rasio/perbandingan.

Mata Angin, Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta.
Arah utara lazimnya mengarah pada bagian atas peta.

Garis Astronomis

Simbol Peta

Warna Peta

Legenda Legenda adalah penjelasan simbol-simbol yang terdapat dalam peta.


Gunanya agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi peta.
Sumber Peta

Tahun Pembuatan

Inset

Lettering dan Jenis Hurufnya

Proyeksi Peta

Klasifikasi/Jenis-jenis Peta

Berdasarkan data dan informasi yang ditonjolkan ada 2 (dua) macam atau 2
(dua) kategori / jenis peta, yaitu : Peta Dasar dan Peta Tematik

Peta dasar:

Peta dasar adalah peta yang menunjukkan obyek-obyek dipermukaan bumi


pada posisi yang sebenarnya, yang digunakan sebagai dasar bagi kegiatan-kegiatan
yang berhubungan dengan data dan informasi yang berreferensi geografis (misalnya
untuk pembuatan peta-peta tematik). Peta dasar bisa dibuat berdasarkan atas
pengukuran langsung di lapangan, pengukuran fotogrametris dan penafsiran potret
udara, atau dengan analisa citra penginderaan jauh lain seperti citra satelit atau radar.
Peta dasar dipakai untuk dasar pembuatan peta-peta tematik.

Unsur-unsur yang disajikan pada peta dasar adalah : unsur hypsografi/relief


(garis kontour, titik tinggi, gunung, lembah dll.); unsur hydrologi (sungai, danau,
laut); unsur vegetasi (hutan, belukar, kebun sawah); unsur buatan (jalan, pemukiman,
pelabuhan).

Di Indonesia dikenal antara lain peta topografi atau biasa disingkat peta TOP
(dibuat oleh Jawatan Topografi AD/Dinas Topografi AD, tahun 1970-an) dan peta
Rupa Bumi Indonesia atau biasa disingkat peta RBI (dibuat oleh BAKOSURTANAL
pada 1982). Informasi pada Peta topografi dititikberatkan pada unsur-unsur alam asli
(sungai, kota/desa, garis kontour, titik tinggi). Sedangkan pada Peta Rupa Bumi
Indonesia, disamping informasi yang ada pada peta topografi, juga dicantumkan
informasi tentang penutupan lahan (antara lain sawah, perkebunan, hutan). Selain itu
terdapat peta yang biasa digunakan sebagai peta dasar, yaitu peta Joint Operation
Graphic atau biasa disingkat peta JOG adalah jenis peta topografi yang dibuat oleh
Inggris dan hanya satu skala, yaitu 1 : 250.000.

Peta tematik:

Peta tematik adalah peta yang menyajikan informasi tentang suatu tema atau
maksud tertentu, dalam kaitannya dengan unsur topografi yang spesifik sesuai tema
peta. Detail topografi pada peta tematik diambil dari peta dasar. Tema peta dapat
diketahui dari judul petanya, sehingga dengan membaca judul peta dapat diketahui
tema atau informasi pokok apa yang tersaji dalam peta tersebut.

Suatu peta dapat terdiri dari satu tema (peta analisis), misalnya peta tanah, peta
geologi, peta kelas lereng; atau dapat terdiri dari dua tema atau lebih yang
mempunyai kaitan atau relevansi (peta multi-tema), misalnya peta areal HPH yang
berisi informasi tentang batas areal HPH, nama HPH serta batas-batas fungsi hutan.
Peta sintesis adalah peta hasil perpaduan beberapa peta tematik, yang setelah
diadakan skoring berubah menjadi peta dengan tema baru, misalnya peta TGHK yang
merupakan perpaduan dari peta tanah, peta kelas lereng dan peta curah hujan.

Klasifikasi Peta berdasarkan skala, ada 5 (lima) macam, yaitu :

1. Peta Kadaster, skala 1 : 100 s/d 1 : 5.000 biasa dipakai menggambar peta-peta
tanah dan peta dalam sertifikat tanah;
2. Peta Skala Besar, skala 1 : 5.000 s/d 1 : 250.000 biasa untuk menggambar
wilayah yang relatif sempit seperti kelurahan, kecamatan dan seterusnya;

3. Peta Skala Sedang, skala 1 : 250.000 s/d 1 : 500.000 biasa untuk


menggambar wilayah yang agak luas seperti wilayah propinsi dan seterusnya;
4. Peta Skala Kecil, skala 1 : 500.000 s/d 1 : 1.000.000 biasa untuk
menggambar wilayah yang cukup luas seperti wilayah negara dan seterusnya;

5. Peta Skala Lebih Kecil, skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000 biasa untuk
menggambar kelompok negara atau benua dan dunia.

Penggolongan berdasarkan isi dan fungsinya:

1. Peta umum (General Map) yaitumpeta yang memuat kenampakan kenampkan


umum (lebih dari satu jenis ) memuat kenampakan fisis lamiah da
kenampakan budaya. Peta ini lebih berfungsi sebagai orintasi.
2. Peta tematik yaitu peta yang memuat satu jenis kenampakan saja peta tertentu
baik kenampakan fisis maupun kenampakan budaya.

3. Peta kart yaitu peta yang di desain untuk keperluan navigasi, nautical,