Anda di halaman 1dari 2

SOAL POST TEST PELATIHAN PPGD

FK UNDIP- RS ROEMANI SEMARANG


27-29 MARET 2006 Nama : ..........................
Tanda tangan : ..........................

1. Perbedaan pasien anak dibandingkan dewasa dalam upaya PPGD, kecuali :


A. Jalan napas bawah diameter lebih kecil, tulang rawan sedikit.
B. Pernapasan terutama ditopang oleh otot intrinsik pernapasan.
C. Kebutuhan oksigen untuk metabolik lebih tinggi dibanding dewasa.
D. Tulang penyusun rangka dada lebih banyak mengandung tulang rawan.
E. Lidah relatif lebih besar, epiglotis lebih sempit dan kaku.
2. Pernyataan yng berkaitan dengan pneumothoraks tension, kecuali :
A. Ditandai dengan sesak napas, hipotensi, distensi vena leher.
B. Pergerakan dada yang sakit menurun, suara napas menurun, hipersonor.
C. Terjadi akibat komplikasi fraktur tulang belakang thoraks.
D. Terapi definitif dengan torakosentesis di SIC 2 mid klavikula.
E. Dapat terjadi akibat komplikasi napas bantu pada kerusakan pleura viseral.
3. Hal yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk resusitasi dan sirkulasi, kecuali :
A. Adrenalin 1 mg iv akan merangsang reseptor adrenergik.
B. Atropin diberikan pada asistol yang tidak berespons terhadap adrenalin.
C. Atropin akan meningkatkan tonus vagal.
D. Lidokain dapat memperbaiki gangguan irama jantung seperti VT/VF.
E. Dopamin dosis inotropik dapat merangsang efek alfa dan beta adrenergik.
4. Pada kasus syok hipovolemik yang dapat dilakukan adalah, kecuali :
A. Berikan oksigen min 6 L/menit masker.
B. Elevasi tungkai setinggi 30-45 derajat.
C. Pasang IV kateter no 16 satu atau lebih pada vena superfisial.
D. Segera berikan transfusi darah.
E. Monitoring efektivitas resusitasi : menilai perfusi perifer, produksi urine.
5. Penggunaan nasofaringeal tube tidak diperbolehkan pada :
A. Fraktur maksilofasial
B. Fraktur angulus mandibula.
C. Fraktur dasar otak anterior.
D. Diffuse axonal injury
E. Fraktur os nasal.
6. Penurunan kesadaran cepat dan drastis yang terjadi pada cedera kepala, kecuali :
A. Perdarahan epidural
B. Berasal dari pecahnya arteri di ruang epidural.
C. Lateralisasi berupa pupil anisokor dilatasi daerah cedera.
D. Pembebasan jalan napas dengan krikotiroidotomi nedle.
E. Hipertensi.
7. Tanda ventilasi inadekuat, kecuali :
A. Penggunaan otot napas tambahan
B. Suara redup atau timpani pada perkusi dada.
C. Hilangnya suara napas.
D. PaCO2 kurang dari 45 mmHg.
E. Nyeri dada.
8. RJPO dilakukan pada kasus dibawah ini, kecuali :
A. Henti jantung mendadak.
B. Henti napas akibat hematotoraks masif.
C. Gagal napas akibat penyakit ginjal kronik.
D. Pneumothoraks masif
E. Gagal napas akibat perdarahan masif.
9. Pernyataan yang benar pada penanganan problem jalan napas, kecuali :
A. Dapat terjadi di RS atau lingkungan.
B. Dasar lidah menjadi penyebab sumbatan jalan napas yang tersering.
C. Ditandai dengan snoring, gargling, retraksi dada.
D. Ekstensi kepala mutlak dilakukan pada semua kasus untuk
membebaskan jalan napas.
E. Ganjal kepala tidak diperbolehkan pada penderita tidak sadar.
10.Faktor pendukung keberhasilan transport penderita gawat darurat, kecuali :
A. Akses cepat ke pusat pelayanan kesehatan.
B. Komunikasi.
C. Stabilisasi penderita.
D. Respons time yang singkat.
E. Ekstraksi secara benar.
11.Pada korban musibah massal dengan tenaga penolong terbatas, mana
korban yang ditolong paling dulu :
A. Korban tidak sadar, jejas di dada, muka dan kepala luas.
B. Korban luka bakar di wajah, tubuh depan, ujung jari sianosis.
C. Korban luka robek di lengan, dapat berjalan ke arah
penolong.
D. Korban fraktur femur terbuka, napas cepat, mulai apatis.
E. Korban cedera kepala, tidak sadar, trauma ganda dengan
banyak perdarahan.
12. Kasus : Korban seorang laki-laki jatuh dari motor kecepatan tinggi tergeletak
di jalan, tanpa helm pengaman, luka daerah wajah, fraktur maksilofasial, jejas
di dada kanan, tidak sadar, snoring, nadi cepat > 108x/menit, napas cepat
dangkal.
Upaya yang harus dilakukan pertama kali ?
F. Mengeluarkan lendir atau darah dari mulut.
G. Memasang pipa orofaring/ nasofaring dengan segera.
H. Memberikan oksigen 6L/menit masker.
I. Ekstensi kepala untuk membebaskan jalan napas.
J. Melakukan intubasi endotrakheal.
K. Memberi bantuan napas mulut ke mulut.
L. Krikotiroidotomi.
M. Meminta pertolongan kepada orang terdekat.
13. Pembebasan jalan napas definitif yang mungkin anda lakukan di rumah
sakit?
14. Apabila upaya no 5 tidak berhasil, sedangkan perdarahan makin banyak di
rongga mulut apa yang akan anda lakukan ?
15. Tindakan yang tidak boleh dilakukan adalah ?