Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA SEJAK ORDE

LAMA, ORDE BARU DAN REFORMASI

03.47 PKN No comments

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah..................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Demokrasi ............................................................................... 3
2.2. Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama......................................... 5
2.3. Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Baru........................................... 8
2.4. Demokrasi di Indonesia Era Reformasi..................................................... 9

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan .............................................................................................. 11
3.2. Saran ........................................................................................................ 11

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 12


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Negara Kestuan Republik Indonesia merupakan negara yang terdiri dari belasan ribu
pulau,negara yang kaya akan sumber daya dan budaya,negara dengan penduduk terpadat ke-3
di dunia,negara yang makmur, aman dan tentram,negara yang merupakan tanah air kita yang
selalu kita cintai dan banggakan dimanapun kita berada,karena kita adalah putra putri
Indonesia.
Bangsa Indonesia dengan segala keanekaragamanya merupakn suatu ciri khas yang
tidak dimiliki oleh negara lain.Kita memiliki idologi dan dasar hukum yang sama,tujuan yang
sama dan jiwa yang sama,semuanya terkandung dalam Pancasila dan Pembukaan UUD
1945.Semua yang kita yakini dan kita laksanakan semata mata agar sesuai dengan kehidupan
berbangsa dan bernegara yang baik.
Dalam dasar negara juga tercantun kedaulatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,yang kita amalkan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara sebagai dewan perwakilan,perwakilan inilah yang merupakan
jembatan penghubung antara penguasa dan asal dari kekuasaan itu sendiri yaitu rakyat.Dalam
pemerintahan Indoesia rakyat adalah aspek terpenting dalam kekusaan karena sistem
pemerintahan Indonesia yang berlaku saat ini merupakan Demokrasi.
Dengan dibuatnya makalah ini sebagai penilaian untuk UKD III sekaligus dapat
menuangkan pengetahuan tentang apa itu demokrasi dan bagaimana pelaksaanaan demokrasi
di Indonesia dengan mengkaji tentang Pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak masa Orde
Lama,Orde Baru dan Orde Reformasi.

1.2 Rumusan Masalah


Untuk menghidari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalah ini, maka penulis
membatasi masalah-masalah yang akan di bahas diantaranya:
1. Apakah arti dari demokrasi?
2. Bagaimana pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama?
3. Bagaimana pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Baru?
4. Bagaimana pelaksanaan demokrasi pada masa Reformasi?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 .Pengertian Demokrasi


Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan
pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui
perwakilan (demokrasi perwakilan).
Istilah demokrasi berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena Kuno pada
abad ke-5 SM. Kata demokrasi berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat dan
kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan
rakyat. Istilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk
pemerintahan, yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan
orang banyak (rakyat). Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburgnya mendefinisikan
demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Hal ini berarti
kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak,
kesempatan, dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. Melalui
demokrasi, keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak.(Moh.Mahfud MD.2000:9)
Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu
negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengn kekuasaan negara
yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran
rakyat.Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika
fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata
tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut
pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.
Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan
demokrasi perwakilan. Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana
setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka
memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi. Sedangkan dalam
demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melaui pemilihan umum untuk
menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.
Perkembangan demokrasi di mulai dari demokrasi langsung, demokrasi kuno, yang
mulai timbul dan berkembang sejak jaman yunani kuno sampai pada perkembangannya
mencapai demokrasi tidak langsung, demokrasi perwakilan atau demokrtasi modern. Ini
terjadi sekitar abad ke XVII dan abad XVIII, maka dalam hal ini akan erat hubungannya
dengan ajaran-ajaran para sarjana hukum alam. Terutama ajaran Montesquieu, yaitu ajaran
tentang pemisahan kekuasaan yang kemudian terkenal dengan nama Trias Politica.Ajaran
inilah yang menentukan tipe dari demokrasi modern. Dan ajaran Rosseau yaitu ajaran
kedaulatan rakyat yang justru tidak dapat dipisahkan dengan demokrasi. Namun dalam
perkembangannya ke depan, konsep demokrasi demikian mengalami berbagai perubahan-
perubahan sesuai perkembangan pengetahuan.
Pada pelaksanaanya demokrasi hanya dipandang sebatas melaksanakan pesta
demokrasi atau yang sering kita sebut sebagai pemilihan umum,padahal demokrasi bermakna
luas,bukan hanya sebatas hak untuk memilih tanpa dipengaruhi atau dengan paksaan
siapapun.Esensi demokrasi begitu dalam dan erat kaitanya dengan rakyat sebagai pemegang
kekuasaan yang sebenarnya.
Demokrasi merupakan cara yang dipilih Indonesia untuk menjalankan
pemerintahanya sebaik mungkin,tujuanya supaya dalam pemerintahan juga terdapat
kepentingan rakyat yang diwakilkan kepada wakil rakyat yang disampaikan kepada para
pemimpin yang telah kita pilih supaya kehidupan bangsa tidak condong kepeda kalangan
tertentu tetapi mewakili seluruh kepentin gan rakyat Indonesia demi kesejahteraan bersama.
Pelaksanaan demokrasi saat ini sudah dikatakan cukup baik dalam hal transparansi
pemerintahan,walaupun banyak indikasi kecurangan dalam pemilu hal ini tentu menjadi
sebuah langkah awal bahwa rakyat semakin tahu dan peduli akan peranya di dalam
pemerintahan,kemakmuran dan kesejahteraan rakyat tentu saja menjadi tujuan utama negara
yang menganut pemeritahan demokrasi.

2.2. Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama


Pada masa orde lama ada dua pelaksanaan
1. Masa demokrasi leberal
2. Masa demokrasi terpimpin

1. Masa demokrasi liberal


Demokrasi yang dipakai adalah demokrasi parlementer atau demokrasi liberal. Demokrasi
pada masa itu telah dinilai gagal dalam menjamin stabilitas politik. Ketegangan politik
demokrasi liberal atau parlementer disebabkan hal-hal sebagai berikut
1 Dominanya politik aliran maksudnya partai politik yang sangat mementingkan kelompok atau
alirannya sendiri dari pada mengutamakan kepentingan bangsa
2. Landasan sosial ekonomi rakyat yang masih rendah
3. Tidka mampunya para anggota konstituante bersidang dalam mennetukan dasar negara.

Presiden sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang berisi 3 keputusan yaitu:
1) Menetapkan pembubaran konstituante
2) Menetapkan UUD 1945 berlaku kembali sebagai konstitusi negara dan tidak
berlakunya UUDS 1950
3) Pembentukan MPRS dan DPRS

Dengan turunnya dekrit presiden berakhirlan masa demokrasi parlementer atau demokrasi
liberal(www.wikibooks.org)
Pada massa ini kekuatan demokrasi belum tampak karena demokrasi dan
pemerintahan masih berpusat pada bangsawan dan kaum terpelajar,sehingga rakyat
kebanyakan tidak mengerti apa itu demokrasi,mengingat usia kemerdekaan Indonesia yang
masih muda saat itu dan keadaan sosial politik yang belum stabil setelah penggantian
konstitusi,maka tak ayal banyak rakyat Indonesia yang terutama berada di bawah garis
kemiskinan lebih memikirkan kelangsungan hidupnya daaripada harus memikirkan tentang
demokrasi dan pemerintahan.

2. Masa demokrasi terpimpin


Menurut Ketepan MPRS no. XVIII/MPRS /1965 demokrasi trepimpin adalah
kerakyatan yang dipimpn oleh hikmat kebijaksamaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
Demokrasi terpimpin merupakan kebalikan dari demokrasi liberal dalam kenyataanya
demokrasi yang dijalankan Presiden Soekarno menyimpang dari prinsip-prinsip negara
demokrasi.
Penyimpanyan tersebut antara lain:
1. Kaburnya sistem kepartaian dan lemahnya peranan partai politik
2. Peranan parlemen yang lemah
3. Jaminan hak-hak dasar warga negara masih lemah
4. Terjadinya sentralisasi kekuasaan pada hubungan antara pusat dan daerah
5. Terbatasnya kebebasan pers sehingga banyak media masa yang tidak dijinkan terbit.
Bahkan pada masa ini untuk para pemain politik. Demokrasi hanyalah sebuah
kendaraan. Layaknya mobil, demokrasi merupakan sarana mereka untuk maju sebagai
pemimpin politik. Sarana untuk mengeksploitasi simpati rakyat untuk memperoleh suara
sebanyak-banyaknya. Kita hidup di negara dimana untuk menjadi politikus, bukanlah otak
dan hati yang diperlukan, namun uang dan darah. Kita hidup di negara dimana kampanye
politik bukanlah sebuah sarana debat namun sebuah konser dangdut. Kita hidup di demokrasi
dimana perwakilan kita hanya dapat meluluskan tujuh dari target lima-puluh pekerjaan
mereka. Demokrasi, pada akhirnya, menjadi sebuah sarana baik yang dimanfaatkan oleh
pemain politik. Ini bukan salah mereka. Ini juga bukan salah sistem demokrasi ini. Namun,
ini adalah celah demokrasi, karena kebanyakan pemilih di Indonesia bukanlah dari kaum
yang berpendidikan tinggi. Ini adalah fakta yang kita harus akui. Dan ini adalah celah yang
dimanfaatkan dengan baik oleh pemain politik.
Akhirnya dari demokrasi terpimpin memuncak dengan adanya pemberontakan G 30 S
/ PKI pada tanggal 30 September 1965. Demokrasi terpimpin berakhir karena kegagalan
presiden Soekarno dalam mempertahankan keseimbangan antara kekuatan yang ada yaitu
PKI dan militer yang sama-sama berpengaruh. PKI ingin membentuk angkatan kelima
sedangkan militer tidak menyetujuinya.Entah terjadi konspirasi atau memeng begini
adanya,Akhir dari demokrasi terpimpin ditandai dengan dikeluarkannya surat perintah 11
Maret 1966 dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto untuk mengatasi keadaan.11
Maret 1966 Adalah hari bersejarah dikeluarkanya Supersemar,walaupun sampai saat ini kita
tidaak tahu menahu tentang kenyataan dimana bukti tertulis itu berada saat ini,negara hanya
menyatakan raib atas keadaan ini.
Pada era orde lama (1955-1961), situasi negara Indonesia diwarnai oleh berbagai
macam kemelut ditngkat elit pemerintahan sendiri. Situasi kacau (chaos) dan persaingan
diantara elit politik dan militer akhirnya memuncak pada peristiwa pembenuhan 6 jenderal
pada 1 Oktober 1965 yang kemudian diikuti dengan dengan krisi politik dan kekacauan
sosial.Peristiwa yang sangat memilukan bangsa ini,Pada ahirnya rakyat menjadi tidak percaya
dengan pemerintahan,walaupun sesungguhnya bukan rakyat yang meminta Ir.Soekarno
mundur dari jabatanya sebagai presiden. Pada massa ini persoalan hak asasi manusia tidak
memperoleh perhatian berarti, bahkan cenderung semakin jauh dari harapan.dengan adanya
peristiwa 1965 yang menimbulkan banyak korban nyawa yang tak bersalah dari berbagai
kalangan sampai pada peristiwa 1966 yang mengukir sejarah baru Indonesia dengan
diterbitkanya Supersemar.Berikut adalah unsur-unsur yang diperlukan dalam penegakan
demokrasi :

Unsur-unsur Penegakan Dremokrasi


1. Negara hukum
2. Masyarakat madani
3. Infrastruktur politik (parpol, kelompok gerakan, kelompok kepentingan, kelompok penekan)
4. Pers yang bebas dan bertanggung jawab

Ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer


1. Kekuasaan legislatif lebih kuat dari pada kekuatan ekspekutif
2. Meteri-menteri (kabinet) harus mempertanggungjawabkan tindakan kepada DPR
3. Program kebijaksanaan kabinet harus disesuaikan dengan tujuan politik sebagian anggota
parlemen.

Dengan sistem parlementer terutama pada point ketiga tentu saja demokrasi hanya lah sebuah
impian rakyat karena jelas pemerintahan berada di tangan penguasa politik terutama yang
memiliki kekuatan mayoritas dalam kabinet.

2.3. Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Baru

Pemerintahan Orde Lama berakhir setelah keluar Surat Perintah Sebelas Maret
1966 yang dikuatkan dengan Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966. Sebagai pengganti masa
Orde Lama, maka muncul pemerintahan Orde Baru dengan dukungan kekuatan TNI-AD
sebagai kekuatan utama.
Pelaksanaan demokrasi masa Orde Baru ditandai perbedaan, yaitu dilaksanakan
pemilihan umum dengan asas langsung, umum, bebas, dan rahasia lebih dari lima kali untuk
memilih anggota DPRD tingkat I, DPRD tingkat II, dan DPRD. Pemilihan tersebut
kemudian membentuk MPR yang bertugas menetapkan GBHN dan memilih Presiden dan
Wakil Presiden.(Kacung maridjan,2010:64)
Dari hasil pemilu 1971 sampai pemilu 1997, pucuk pemerintahan tidak pernah
mengalami pergantian, hanya pejabat setingkat menteri yang silih berganti.Pucuk kekuasaan
tidak pernah digantikan orang lain,Soeharto menjabat 32 tahun karena pada massa itu belum
dikenal adanya pembatasan kekuasaan presiden tentang periode jabatan.
Namun terjadi kemajuan pesat di bidang pembangun secara fisik dengan bantuan
dari negara asing yang memberikan pinjaman lunak. Oleh karena besarnya pinjaman yang
menjadi beban pemerintah, bersamaan dengan krisis ekonomi maka pemerintahan menjadi
goyah.Kita melepaskan PT.Freeport dengan sisitem pembagian saham,dan lebih parahnya
lagi mayoritas atau hampir bisa dikatakan seluruh keuntungan PT.Frepoort mengalir ke
devisa Amerika sebagai negara kreditur kita. Selain itu, dalam pelaksanaan penyelenggaraan
pemerintahan negara pada rezim orde baru kurang kosekuen dalam pelaksanaan Pancasila
dan UUD 1945. Tanggal 21 Mei 1998 presiden resmi mengundurkan diri.
Kekuasaan Orde Baru sampai tahun 1998 dalam ketatanegaraan Indonesia tidak
mengamalkan nilai-nilai demokrasi. Praktik kenegaraan Orde Baru dijangkiti korupsi, kolusi,
dan nepotisme.
Dengan demikian dapaat dikatakan bahwa demokrasi pada masa orde baru hanya
sekedar formalitas belaka,toh pada ahirnya rezim yang berkuasa akan tetap menekan kita
untuk memilihnya kembali menjadi penguasa di negeri ini,

2.4. Demokrasi di Indonesia Era Reformasi


Gerakan reformasi membawa perubahan-perubahan dalam bidang politik dan
usaha penegakkan kedaulatan rakyat, serta meningkatkan peran serta masyarakat dan
mengurangi dominasi pemerintah dalam kehidupan politik.Dengan pengangkatan BJ Habibie
sebagai presiden baru berubah juga pola otoriter penguasa yang selama 32 tahun kita rasakan
ketika massa pemerintahan Soeharto.(Soehino,2010:108)
Pelaksanaan demokrasi pada masa reformasi pada dasarnya adalah demokrasi
dengan mendasarkan pada UUD 1945 yang telah diamandemen oleh MPR. Dengan
penyempurnaan pelaksanaannya, meningkatkan peran lembaga-lembaga negara dengan
menegakkan fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan
kekuasaan, (check and balance system ) yang jelas antar lembaga-lembaga eksekutif,
legislative, dan yudikatif dan yang lebih jelas tidak ada kekuasaan berlebih pada salah satu
lembaga, seperti berikut :
1. Presiden dan wakil Presiden dipilih dengan masa jabatan 5 tahun dan dapat dipilih kembali
satu kali jabatan yang sama.
2. DPA dihapuskan
3. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu.
Demokrasi Indonesia saat ini telah dimulai dengan hasil pemilu. Nuansa demokrasi sangat
terasa dalam era reformasi ini, terutama dalam hal penegakkan HAM dan usaha recovery
ekonomi dan kemandirian bangsa.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Negara Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang berusaha untuk
membangun system politik demorkasi sejak menyatakan kemerdekaan dan kedaulatannya
pada tahun 1945, dan kemerdekaan Negara Indonesia, berbagai hal berkenaan dengan
hubungan Negara, masyarakat telah di atur dalam UUD 1945.

3.2 Saran
Setelah selesainya makalah ini, disana sini banyak kekurangan dari benarnya. Maka
kami selaku penyusun makalah ini berharap kritik dan sarannya yang sifatnya membangun.
Karena kami selaku penyusun masih dalam tahap belajar. Atas saran-saranya kami
mengucapkan terima kasih dan semoga makalah iniberguna bagi penyusun dan pembacanya.

DAFTAR PUSTAKA

Anwary S.Dr. Bunga Rampai Amanat Rkyat Jilid I, Jakarta, Penerbit Institute of socio
economics and political studies, 2001.

Arifin Rahman, Sistem Politik Indonesia Dalam Prespektif Struktural dan Fungsional
Surabaya, SIC. 1998.

http://yusila94.blogspot.co.id/2013/01/pelaksanaan-demokrasi-