Anda di halaman 1dari 13

4

UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN

Usaha kesehatan lingkungan merupakan salah satu dari enam usaha dasar
kesehatan masyarakat. Usaha ini merupakan usaha yang perlu didukung oleh ahli
rekayasa secara umum dan secara khusus oleh ahli rekayasa lingkungan.

Upaya Kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan


yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap
orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Lingkungan sehat
mencakup lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan
fasilitas umum. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara,
pengamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan,
pengendalian vektor penyakit, dan penyehatan atau pengamanan lainnya.

Tujuan program: mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui
pengembangan sistem kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan
berwawasan kesehatan.

Program Kesehatan Lingkungan, antara lain :

1. Penyediaan sarana air bersih


Kualitas
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER /IV/2010
Persyaratan fisik: ditinjau dari segi kesehatan dan estetika
Persyaratan kimia: tidak mengandung zat yang membahayakan
kesehatan manusia atau makhluk hidup lainnya, pertumbuhan
tanaman, fungsi industri dan tidak menimbulkankerusakan pada
instalasi SPAM sendiri.

Persyaratan bakteriologis : ditentukan jumlah batasan untuk bakteri


coli dan bakteri lainnya.
Radioaktif
Kuantitas
5

Penyediaan air minum harus dapat memenuhi setiap segi kehidupan


masyarakat dan tersedia dalam jumlah yang cukup.
Kontinuitas
Penyediaan air bersih disalurkan secara terus menerus maupun untuk
jam-jam
tertentu.
Kehandalan sistem penyediaan air minum (reability).
Kemudahan harga dan tempat.
2. Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan
Pengawasan Institusi Pendidikan
Kondisi kesehatan lingkungan pada sekolah dititikberatkan
pada aspek hygiene, sarana sanitasi di sekolah yang erat
kaitannya dengan kondisi fisik bangunan sekolah.
Kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan
lingkungan di sekolah adalah :
Pengendalian faktor risiko lingkungan di sekolah
Pembinaan kesehatan lingkungan di sekolah dan
Pondok Pesantren
Sosialisasi dan advokasi Kepmenkes 1429/2006 tentang
pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan di
Sekolah
Penilaian lomba sekolah sehat

Pada kenyataannya pemeliharaan fisik bangunan sekolah


dan pondok pesantren merupakan permasalahan yang dihadapi
hampir seluruh Kabupaten/Kota yang mengakibatkan
menurunnya kondisi kesehatan lingkungan di sekolah, sehingga
perlunya kebijakan dan dukungan dana dari pemerintah
Kabupaten/Kota dalam pemeliharaan fisik bangunan sekolah.
Meningkatkan kerjasama dengan Departemen Agama, dalam
menciptakan pesantren sehat melalui penyusunan pedoman
pesantren sehat dan lomba pesantren sehat, serta meningkatkan
6

pemberdayaan Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah


(TPUKS) melalui pelatihan-pelatihan.

Rumah Sehat
Kegiatan yang dilakukan: menyusun persyaratan kualitas udara
di dalam rumah serta menyusun petunjuk pelaksanaan
monitoring kualitas udara di dalam rumah.
Pengawasan Tempat-tempat Umum
Pengawasan tempat-tempat umum perlu dilakukan karena
tempat berkumpulnya manusia, yang bisa menjadi sumber
penularan berbagai penyakit. Aspek yang dinilai antara lain:
Kondisi bangunan meliputi langit-langit, dinding,
lantai, ventilasi, pencahayaan, dll.
Sarana sanitasi meliputi sarana air bersih, sarana
pembuangan kotoran, sarana pembuagan air limbah,
dan sarana pembuangan sampah.
Tempat-tempat Umum yang diperiksa oleh Petugas
sanitarian yang ada di Puskesmas maupun di Dinas
Kabupaten / Kota antara lain : salon, hotel, pasar,
terminal, bioskop, kolam renang/ pemandian umum,
sarana pelayanan kesehatan, tempat rekreasi, dan
tempat umum lainnya.
3. Pengendalian dampak risiko pencemaran lingkungan
Faktor risiko lingkungan dan perilaku masyarakat merupakan satu kesatuan
yang memiliki hubungan timbal balik yang berpengaruh terhadap gangguan
kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan. Kualitas lingkungan pada
rencana kegiatan pembangunan perlu dikaji secara cermat dan mendalam,
sehingga potensi besarnya risiko terhadap kesehatan dapat ditanggulangi.
AMDAL / ADKL
Kajian aspek kesehatan masyarakat perlu dikaji secara cermat
dan mendalam, dengan metode pendekatan analisis dampak
kesehatan lingkungan (ADKL) dan metode epidemiologi.
7

Pengendalian Pencemaran Udara


Saat ini penurunan kualitas udara terutama di kota-kota besar
telah menjadi masalah yang membutuhkan penanganan serius
mengingat sudah pada tingkat yang dapat mengganggu
kesehatan masyarakat. Penurunan kualitas udara terjadi karena
emisi yang masuk ke udara ambien melebihi daya dukung
lingkungan. Lingkungan tidak mampu menetralisir pencemaran
yang terjadi.
Pemantauan berbagai parameter kualitas udara ambien di kota-
kota besar seperti debu (partikulat), sulfur dioksida (SO2),
oksida nitrogen (NOx), dan karbon monoksida (CO) hasilnya
cukup memprihatinkan. Salah satu upaya Pemerintah
mengatasi meningkatnya pencemaran udara dari sumber
bergerak adalah menghapus bensin bertimbal (Pb) sejak Juli
2006. Harapannya konsentrasi Pb di udara ambien akan turun.
Isu pencemaran udara selama hampir lebih dari dua dekade
serta banyaknya upaya-upaya yang dilakukan untuk
mengendalikan pencemaran udara dalam skala lokal, nasional,
maupun internasional, telah memunculkan kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya udara bersih bagi kehidupan.
Direktorat Penyehatan Lingkungan telah melakukan sosialisasi
UAQI kepada beberapa daerah dalam rangka pengendalian
dampak pencemaran udara.
8

2.1 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga


2.1.1 Defenisi
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mempraktekkan
perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan
di masyarakat.
Semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sendiri untuk menolong
diri sendiri, keluarga dan masyarakat untuk menjaga, melindungi dan
meningkatkan kesehatan.

2.1.2 Indikator PHBS Dalam Rumah Tangga


9

Rumah tangga ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah rumah
tangga yang melakukan 10 indikator PHBS di rumah tangga yaitu: persalinan
ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi ASI eksklusif, menimbang bayi dan
balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih
dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik dirumah sekali
seminggu, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap
hari dan tidak merokok didalam rumah.
A. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan adalah persalinan yang ditolong
tenaga kesehatan yaitu bidan, dokter dan paramedik lainnya. Persalinan
ditolong oleh tenaga kesehatan diharapkan dapat menurunkan angka kematian
ibu dan bayi.
B. Memberi ASI Eksklusif
ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai sekitar
6 bulan. Selama itu bayi tidak diharapkan mendapat tambahan cairan lain
seperti susu formula, air jeruk, air teh, madu, air putih. Pada pemberian ASI
eksklusif bayi juga tidak diberikan makanan tambahan seperti biskuit, bubur
susu, tim dan sebagainya. WHO menyatakan bahwa ASI eksklusif selama 6
bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik.
Berikut beberapa manfaat ASI:
a. Manfaat ASI untuk ibu
Menyusui secara murni (eksklusif) dapat membantu menjarangkan
kehamilan.8 Ditemukan rata-rata jarak kelahiran ibu yang menyusui
adalah 24 bulan, sedangkan yang tidak menyusui 11 bulan. Hormon
yang mempertahankan laktasi bekerja menekan hormon ovulasi,
sehingga dapat menunda kembalinya kesuburan. ibu yang sering hamil
kecuali menjadi beban ibu sendiri, juga merupakan resiko tersendiri
bagi ibu untuk mendapatkan penyakit seperti anemia, resiko kesakitan
dan kematian akibat persalinan.
10

b. Manfaat ASI untuk keluarga


ASI tidak perlu dibeli sehingga dana yang digunakan untuk membeli
susu formula dapat digunakan untuk keperluan lain. Kecuali itu,
penghematan juga disebabkan karena bayi yang mendapat ASI lebih
jarang sakit sehingga mengurangi biaya berobat.
c. Manfaat ASI untuk Negara
Yaitu mengurangi subsidi untuk rumah sakit. Subsidi untuk rumah
sakit berkurang, karena rawat gabung akan memperpendek lama rawat
ibu dan bayi, mengurangi komplikasi persalinan dan infeksi
nosokomial serta mengurangi biaya yang diperlukan untuk perawatan
anak sakit, anak yang mendapat ASI lebih jarang dirawat dirumah
sakit dibandingkan anak yang diberikan susu formula.

d. Manfaat ASI untuk bayi


Berikut beberapa manfaat ASI untuk bayi yaitu:
1. ASI sebagai nutrisi dan merupakan sumber gizi yang sangat ideal
dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan
kebutuhan pertumbuhan bayi.
2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi yang baru lahir secara
alamiah mendapat immunoglobulin dari ibunya melalui plasenta.
Namun, kadar zat ini akan cepat sekali menurun segera setelah
bayi lahir. Pada saat kadar zat kekebalan bawaan menurun,
sedangkan yang dibentuk oleh badan bayi belum mencukupi maka
akan terjadi kesenjangan zat kekebalan pada bayi. Kesenjangan
akan hilang atau berkurang apabila bayi diberi ASI, Karena ASI
adalah cairan yang mengandung zat kekebalan yang akan
11

melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus,


parasit dan jamur.
3. ASI eksklusif meningkatkan kecerdasan
Memberikan ASI secara eksklusif sampai bayi berusia enam bulan
akan menjamin tercapainya pengembangan potensi kecerdasan
anak secara optimal.
4. ASI eksklusif meningkatkan jaringan kasih sayang yaitu bayi yang
sering berada dalam dekapan ibu karena menyusu akan merasakan
kasih sayang ibunya.
C. Menimbang bayi dan balita setiap bulan
Penimbangan bayi dan balita setiap bulan dimaksudkan untuk memantau
pertumbuhan bayi dan balita tersebut setiap bulan. Penimbangan ini
dilaksanakan di posyando (pos pelayanan terpadu) mulai usia 1 bulan hingga
5 tahun. Setelah dilakukan penimbangan, catat hasilnya dibuku KMS (Kartu
Menuju Sehat).

D. Menggunakan air bersih


Air adalah sangat penting bagi kehidupan manusia. Manusia akan lebih cepat
meninggal karena kekurangan air dari pada kekurangan makanan. Dalam
tubuh manusia itu sebagian besar terdiri dari air. Tubuh orang dewasa, sekitar
55-60% berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65%, dan untuk
bayi sekitar 80%.
Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum,
masak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Menurut perhitungan WHO di
Negara-negara maju setiap orang memerlukan air antara 60-120 liter per hari.
Sedangkan di Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia setiap orang
memerlukan air antara 30-60 liter per hari.
Di antara kegunaan-kegunaan air tersebut yang sangat penting adalah
kebutuhan untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum air harus
12

mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit


bagi manusia.
Menurut Notoatmodjo, agar air minum tidak menyebabkan penyakit, maka air
tersebut hendaknya diusahakan memenuhi persyaratan yaitu sebagai berikut:
1. Syarat fisik yaitu persyaratan air untuk minum yang sehat adalah
bening (tidak berwarna), tidak berasa, suhu dibawah suhu udara
diluarnya.
2. Syarat bakteriologis yaitu air minum yang sehat harus bebas dari
segala bakteri.
3. Syarat kimia yaitu air minum yang sehat harus mengandung zat-zat
tertentu dalam jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan
salah satu zat kimia dalam air akan menyebabkan gangguan fisiologis
dalam manusia.
E. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
Mencuci tangan di air mengalir dan memakai sabun dapat menghilangkan
berbagai macam kuman dan kotoran yang menempel di tangan sehingga
tangan bersih dan bebas kuman. Cucilah tangan setiap kali sebelum makan
dan sebelum melakukan aktifitas yang menggunakan tangan, seperti
memegang uang dan hewan, setelah buang air besar, sebelum memegang
makanan maupun sebelum menyusui bayi.
Waktu untuk mencuci tangan pakai sabun yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Sebelum makan dan menyuapi anak.
2. Sebelum menyiapkan makanan.
3. Setelah membuang air besar.
4. Setelah menceboki bayi/anak.
5. Setelah memegang unggas/hewan.
6. Sebelum menyusui bayi.
7. Setelah batuk/bersin dan membersihkan hidung.
8. Setelah membersihkan sampah.
13

9. Setelah bermain ditanah/lantai (terutama bagi anak-anak).

Ada beberapa manfaat yang diperoleh setelah seseorang melakukan cuci


tangan pakai sabun, yaitu antara lain:
1. Membunuh kuman penyakit yang ada ditangan.
2. Mencegah penularan penyakit, seperti disentri, flu burung, flu babi,
typhus dan lain-lain.
3. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.

Berikut beberapa cara mencuci tangan yang benar yaitu:


1. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun
seperlunya.
2. Gosok tangan setidaknya selama 15-20 detik.
3. Bersihkan bagian pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari
dan kuku.
4. Basuh tangan sampai bersih dengan air yang mengalir.
5. Keringkan dengan handuk bersih atau alat pengering lain.
F. Menggunakan jamban sehat
Jamban sehat adalah fasilitas buang air besar yang aman dan nyaman
di gunakan yang dapat mencegah pencemaran badan air, mencegah kontak
antara manusia dan tinja, mencegah hinggapnya lalat atau serangga lain di
tinja, mencegah bau tidak sedap, serta konstruksi dudukan (slab) yang baik,
aman dan mudah dibersihkan.
Jamban sehat terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan
leher angsa atau tanpa leher angsa yang dilengkapi dengan unit penampungan
kotoran dan air untuk membersihkannya.
14

Suatu jamban sehat jika memenuhi persyaratan berikut:


1. Tidak mengotori permukaan tanah disekeliling jamban tersebut.
2. Tidak mengotori air permukaan disekitarnya.
3. Tidak mengotori air tanah disekitarnya.
4. Tidak terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa, dan binatang-
binatang lainnya.
5. Tidak menimbulkan bau.
6. Mudah digunakan dan dipelihara.
7. Sederhana desainnya.
8. Murah.
9. Dapat diterima oleh pemakainya.
Agar persyaratan persyaratan diatas dapat dipenuhi, maka perlu
diperhatikan:
1. Jamban harus tertutup.
2. Bangunan jamban mempunyai lantai yang kuat.
3. Ditempatkan pada lokasi yang tidak mengganggu pandangan, tidak
menimbulkan bau.
4. Sedapat mungkin disediakan alat pembersih seperti air atau kertas
pembersih.
G. Memberantas jentik dirumah sekali seminggu
Lakukan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) dilingkungan rumah tangga. PJB
adalah pemeriksaan tempat berkembangbiakan nyamuk yang didalam rumah,
seperti bak mandi, WC, vas bunga, tatakan kulkas, dan diluar rumah seperti
talang air dan lain-lain yang dilakukan secara teratur setiap minggu. Selain itu,
juga lakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3 M plus (Menguras
Menutup dan Mengubur plus Menghindari gigitan nyamuk).
Gerakan 3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat
pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yaitu :
1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak
mandi, tatakan kulkas, tatakan pot dan lain-lain.
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak
mandi, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air
hujan.
15

3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat


menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang
dibuang sembarangan.

Plus menghindari gigitan nyamuk, yaitu :


1. Menggunakan kelambu ketika tidur.
2. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.
3. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar.
H. Makan buah dan sayur setiap hari
Konsumsi sayur dan buah sangat dianjurkan karna banyak mengandung
berbagai macam vitamin, serat dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
Sayur dan buah-buahan merupakan sumber makanan yang mengandung gizi
lengkap dan sehat. Semua sayur bagus dimakan, terutama sayuran yang
berwarna (hijau tua, kuning, oranye) seperti bayam, kangkung, daun katuk,
wortel, selada hijau atau daun singkong. Semua buah bagus untuk dimakan,
terutama yang berwarna (merah, kuning) seperti mangga, pepaya, pisang.
I. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
Aktivitas fisik, baik berupa olah raga maupun kegiatan lain yang
mengeluarkan tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik,
mental, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar
sepanjang hari. Semua anggota keluarga sebaiknya melakukan aktivitas fisik
minimal 30 menit setiap hari. Jenis aktivitas fisik yang dapat dilakukan bisa
berupa kegiatan sehari-hari yakni berjalan kaki, berkebun, mencuci pakaian,
dan lain-lainnya, atau berupa olah raga yakni lari ringan, push up, bermain
bola, berenang, senam, bermain tenis, yoga, fitness dan lain-lain.
J. Tidak merokok didalam rumah
16

Satu puntung rokok yang dihisap, akan dikeluarkan lebih dari 4.000 bahan
kimia berbahaya, diantaranya adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida
(CO). Jika ada anggota keluarga yang merokok (perokok aktif), terlebih
didalam rumah, maka asap yang dihasilkan dari rokok tersebut tidak hanya
berbahaya bagi perokok itu sendiri, melainkan juga orang-orang disekitarnya
(perokok pasif) yang tentu saja berefek buruk bagi kesehatan. Rumah sebagai
tempat berlindung bagi keluarga, termasuk dari asap rokok. Oleh karena itu,
perokok pasif harus menyuarakan haknya untuk bebas dari kumpulan asap
rokok.

2.1.3 Manfaat Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di Rumah Tangga


Manfaat rumah tangga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat
(PHBS), yaitu :
1. Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
2. Anak tumbuh sehat dan cerdas.
3. Anggota keluarga giat bekerja.
4. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi
keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan
keluarga.
5. Meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga.