Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MANAJEMEN SURVEI DAN PEMETAAN “Definisi Manajemen Survei Dan Pemetaan”

DAN PEMETAAN “Definisi Manajemen Survei Dan Pemetaan” Oleh: Izhad Miftachurrozaq (3513 100 073) Dosen: Khomsin,

Oleh:

Izhad Miftachurrozaq (3513 100 073)

Dosen:

Khomsin, ST, MT

JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

2017

Definisi Manajemen Survei Dan Pemetaan

Manajemen Survei dan Pemetaan jika dibagi menjadi 3 kata yaitu manajemen, survei, dan pemetaan memeliki arti atau definisi masing-masing sebagai berikut:

Manajemen : proses kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan beberapa unsur manajemen untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Survei : ilmu, seni dan teknologi untuk menentukan posisi relatif, titik di atas, atau di bawah permukaan bumi. Dalam arti yang lebih umum, survei dapat diartikan sebuah disiplin ilmu yang meliputi semua metode untuk mengukur dan mengumpulkan informasi tentang fisik bumi dan lingkungan, pengolahan informasi, dan menyebarluaskan berbagai produk yang dihasilkan untuk berbagai kebutuhan.

Pemetaan : proses pengukuran, perhitungan dan penggambaran permukaan bumi (terminologi geodesi) dengan menggunakan cara dan atau metode tertentu sehingga didapatkan hasil berupa softcopy maupun hardcopy peta yang berbentuk vektor maupun raster.

Maka secara garis besar Manajemen Survei dan Pemetaan / Manajemen Proyek memiliki definisi suatu proses perencanaan, pengaturan, dan pengendalian dari segala sesuatu dalam suatu pekerjaan / proyek dalam bidang survei pemetaan (pengukuran, perhitungan, pengolahan, dan penyajian) menggunakan metode-metode yang efektif dari segi waktu dan biaya untuk mencapai suatu tujuan yang ditentukan serta menghasilkan suatu produk yaitu berupa peta.

Fungsi dasar manajemen survei dan pemetaan atau manajemem proyek terdiri dari pengelolaan-pengelolaan lingkup kerja, waktu, biaya, dan mutu. Aspek-aspek tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan suatu proyek. Dengan adanya manajemen proyek maka akan terlihat batasan mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek baik langsung maupun tidak lagsung, sehingga tidak akan terjadi adanya tugas dan tanggung jawab yang dilakukan secara bersamaan (overlapping ).

Apabila fungsi-fungsi manajemen proyek dapat direalisasikan dengan jelas dan terstruktur, maka tujuan sebuah proyek akan mudah terwujud, antara lain:

a) Tepat waktu

b) Tepat kualitas

c) Tepat kuantitas

d) Biaya sesuai dengan rencana

e) Tidak adanya gejolak sosial masyarakat sekitar

f) Tercapainya K3 (Kesehatan dan keselamatan kerja) dengan baik