Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN SEMENTARA

PRAKTIKUM TEKNIK BIOPROSES

IDENTITAS PRAKTIKAN
Nama : Elsi Rosmalisa Pratama Putri
NIM : 03031381419112
Shift/Kelompok : Senin Siang/1

I. JUDUL PERCOBAAN : Morfologi Sel

II. TUJUAN PERCOBAAN


1. Mengenal berbagai macam bentuk sel-sel mikroorganisme.
2. Dapat mengenal bagian-bagian dari mikroskop dan mengetahui fungsinya.
3. Melakukan pewarnaan untuk mengetahui morfologi bakteri.

III. DASAR TEORI

III.1.Morfologi Bakteri dan Sel


Dalam dunia biologi dan ekologi, organisme (bahasa Yunani: organon yang
berarti alat) merupakan suatu kumpulan dari molekul-molekul yang saling
mempengaruhi dan sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat
hidup. Istilah organisme kompleks ini mengacu pada organisme yang memiliki
lebih dari satu sel. Dalam morfologi sel, sel berasal dari kata latin cella yang
berarti ruangan kecil. Sehingga sel dapat diartikan sebagai suatu unit atau satuan
zat terkecil dari makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan sendiri.
Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan
dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk
bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan
dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari
seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik
fungsi gramatik maupun fungsi semantik. Kata morfologi berasal dari kata
morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa Yunani morphe yang
digabungkan dengan logos. Morphe berarti bentuk dan logos berarti ilmu. Bunyi
yang terdapat diantara morphedan logos ialah bunyi yang biasa muncul diantara
dua kata yang digabungkan. Jadi, berdasarkan makna unsur-unsur
pembentukannya itu, kata morfologi berarti ilmu tentang bentuk. Dalam kaitannya

1
2

dengan kebahasaan, yang dipelajari dalam morfologi ialah bentuk kata. Selain itu,
perubahan bentuk kata dan makna yang muncul serta perubahan kelas kata yang
disebabkan perubahan bentuk kata itu, juga menjadi objek pembicaraan dalam
morfologi. Dengan kata lain, secara struktural objek pembicaraan dalam
morfologi adalah morfem pada tingkat terendah dan kata pada tingkat tertinggi.
Itulah sebabnya, dikatakan bahwa morfologi adalah ilmu yang mempelajari seluk
beluk kata (struktur kata) serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata
terhadap makna dan kelas kata.
Tubuh makhluk hidup tersusun atas sel-sel dan baru dapat berfungsi jika sel-
sel penyusunnya berfungsi. Oleh karena itulah, sel disebut juga sebagai satuan
fungsi makhluk hidup. Selain itu, sel mengandung materi genetik yang
merupakan penentu sifat-sifat makhluk hidup. Melalui materi genetik sifat-sifat
makhluk hidup yang diwariskan kepada keturunannya. Dalam ilmu biologiSel itu
mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi
kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel. Kebanyakan
makhluk hidup itu tersusun atas sel tunggal, atau disebut dengan organisme
uniseluler, misalnya bakteri dan ameba. Makhluk hidup lainnya, termasuk
tumbuhan, hewan, dan manusia, merupakan organisme multiseluler yang terdiri
dari banyak tipe sel. terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.Bakteri
berasal dari bahasa latin yaitu bacterium yang berarti jamak. Bakteri ini
merupakan kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel . Selain itu
Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil
(mikroskopik). Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi,
terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Setelah ditemukannya mikroskop
yaitu ilmu mempelajari mikroorganisme terutama bakteri (bakteriologi) mulai
berkembang.
Morfologi bakteri meliputi bentuk bakteri,ukuran sel bakteri,dan struktur sel.
Pada umumnya berdasarkan variasi bentuknya bakteri dibagi menjadi tiga
golongan besar yaitu: Kokus (coccus), basil, spiral.Kokus (coccus) merupakan
bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai
3

berikut: Mikrococcus merupakan bakteri yang berbentuk kecil dan tunggal,


diplococcus merupakan bakteri yang berbentuk berganda dua-dua, tetracoccus
merupakan bakteri yang berbentuk bergandengan empat dan membentuk sebuah
bujur sangkar, sarcina merupakan bakteri yang berbentuk bergerombol
membentuk kubus, staphylococcus merupakan bakteri yang berbentuk
bergerombol, dan streptococcus merupakan bakteri yang berbentuk bergandengan
membentuk rantai. Basil (Bacillus) merupakan kelompok bakteri yang berbentuk
batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut: Diplobacillus
merupakan bakteri yang berbentuk bergandengan dua-dua, dan streptobacillus
merupakan bakteri yang berbentuk bergandengan membentuk rantai-rantai.
Spiral (Spirilum) merupakan bakteri yang berbentuk lengkung dan
mempunyai variasi sebagai berikut: Vibrio merupakan bakteri yang berbentuk
lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma), spiral merupakan bakteri
yang berbentuk lengkung lebih dari setengah lingkaran, dan spirochete merupakan
bakteri yang berbentuk lengkung membentuk struktur yang fleksibel.Bakteri
memilki ukuran yang sangat kecil dan bervariasi. Adapun variasi ukuran bakteri
sebagai berikut : 1,0-5,0 x 0,5-1,0 m, dengan diameter 0,6-3,5 m . Pengamatan
bakteri tentunya memerlukan penggunaan mikroskop. Bakteri diamati dengan
mikroskop pada pembesaran maksimum (100 x).Adapun struktur sel secara
lengkap dapat diamati dengan menggunakan mikroskop electron . Di Struktursel
bakteri dapat dibagi atas tiga bagian utama yaitu: Dinding sel, bagian internal
berupa protoplasma yang mengandung membran sel, inclusion body, mesosom,
ribosom, nukleoid (DNA), dan bagian eksternal berupa kapsul, flagella, dan pili.
Dinding sel bakteri sangat tipis dan elastis. Dinding sel bakteri terbentuk dari
peptidoglikan yang merupakan polimer unik yang hanya dimiliki oleh golongan
bakteri. Selain itu dinding sel berfungsi untuk memberi bentuk sel, memberi
perlindungan dari lingkungan luar dan mengatur pertukaran zat-zat dari luar dan
ke dalam sel.
Teknik pewarnaan gram berfungsi untuk menunjukkan perbedaan yang
mendasar dalam organisasi struktur dindin-dinding sel bakteri (cell anvelope).
Bakteri gram positif memiliki dinding sel relatif tebal, terdiri dari berlapis-lapis
4

polymer peptidoglycan (disebut juga murein). Tebalnya dinding sel menahan


lolosnya komplek crystal violet-iodine ketika dicuci dengan alkohol atau aseton.
Bakteri gram negatif ini memiliki dinding sel berupa lapisan tipis peptidoglycan,
lapisan tipis ini diselubungi oleh lapisan-lapisan tipis outer membrane yang terdiri
dari lipopolysaccharide (LPS). Daerah antara peptidoglycan dan lapisan LPS
disebut periplasmic space (hanya ditemui pada gram negatif). Adapun
periplasmic space merupakan zona berisi cairan atau gel yang mengandung
berbagai enzymes dan nutrient-carrier proteins. Dimana protoplasma merupakan
semua material yang terdapat didalam dinding sel. Selain itu ada beberapa
membran sel yang terdapat dibagian dalam dinding sel yang tersusun bilayer, dan
mengandung berbagai protein yaitu: Enzim untuk suatu reaksi, pori untuk proses
difusi, reseptor untuk transpor, mengenal, komunikasi, dan juga penempelan itu.
Sitoplasma merupakan cairan sel yang terdapat didalam plasma membran.
Terdiri dari 80% air, ribosom, berbagai enzim, koenzim, senyawa organik
(protein, lemak, karbohidrat), senyawa anorganik.Ribosom merupakan organel sel
yang berfungsi sebagai pabrik protein. Mesosom merupakan invaginasi dari
plasma membran, dalam bentuk vesikel, tubule, atau lamela . Nucleoid merupakan
material genetik bakteri atau kromosom bakteri atau DNA, berbentuk circular
(melingkar), membawa sifat yang mengatur viabilitas bakteri. Plasmid merupakan
material genetik non esensial, ekstra kromosom, berbentuk melingkar tetapi
ukuran lebih kecil dari DNA, membawa sifat-sifat tambahan ketahanan terhadap
(antibiotik, ultra violet, patogenisitas, produksi bakteriosin), akan tetapi tidak
membawa sifat untuk viabilitas sel. Plasmid dapat berpindah antar bakteri, atau
dari bakteri ke sel tanaman inang (contoh pada Agrobacterium tumefaciens).
Flagela merupakan bagian eksternal dari sel bakteri . Flagela Berfungsi sebagai
alat gerak, struktur utamanya adalah protein yang disebut flagellin, fleksibel,
memiliki ukuran diameter 10-15 m, dengan panjang 10-20m . Berdasarkan
tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan,
yaitu: Atrik itu merupakan bakteri yang tidak mempunyai flagel, dan juga
monotrik merupakan bakteri yang mempunyai satu flagel pada salah satu
5

ujungnya, lofotrik merupakan bakteri yang mempunyai sejumlah flagel pada salah
satu ujungnya, amfitrik merupakan bakteri yang mempunyai satu flagel pada
kedua ujungnya, peritrik merupakan bakteri yang mempunyai flagel pada seluruh
permukaan tubuhnya. Pili atau Fimbriae dimana merupakan bagian eksternal dari
bakteri yang berguna untuk menempel pada permukaan (adhesin) substrat . Pili
ada yang khusus digunakan untuk konjugasi, disebut pili sex. DNA bakteri dapat
ditransfer dari satu sel bakteri ke sel bakteri lain selama proses konjugasi . Kapsul
atau envelope merupakan bagian ekternal bakteri.
Adapun Kapsul merupakan selubung sel bakteri berupa Extracellular Poly
Sacharide (EPS). Berupa kapsul yang bila melekat erat pada dinding sel itu dan
berupa lendir dengan struktur atau bentuknya yang longgar. EPS Berfungsi
sebagai pelindung sel dari kekeringan dan dapat berupa serangan mikroorganisme
lain, alat untuk melekat pada permukaan, berperan dalam penyerapan ion selektif,
dan dalam interaksi inang-patogen.Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau
berkembang biak secara aseksual, yang berarti secara vegetatif (tak kawin) dengan
membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri merupakan pembelahan biner yaitu
setiap sel membelah menjadi dua. Selama proses pembelahan, material genetik
juga dapat menduplikasi diri dan dapat membelah menjadi dua, dan
mendistribusikan dirinya sendiri pada dua sel baru . Bakteri membelah diri dalam
waktu yang sangat singkat. Pada kondisi yang sangat menguntungkan
berduplikasi setiap 20 menit. Dimana diantara sel-sel berikut terdapat banyak
perbedaan dalam ukuran, bentuk dan juga struktur dalam. Dimana hampir setiap
sel ini mengandung sedikitnya satu nukleus. Selain itu nukleus sel dapat hidup
,namun biasanya sukar untuk dilihat di bawah mikroskop. Inti sel merupakan
organel yang ada pada sel eukariotik.

III.2. Jenis-Jenis Bakteri


Jenis-jenis bakteri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu
Berdasarkan cara memperoleh makanannya, berdasarkan sumber oksigen dan
berdasarkan kebutuhan oksigen. Bakteri yang diklasifikaikan berdasarkan cara
6

memperoleh makanannya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu


diantaranya bakteri heterotrof dan bakteri autotrof. Bakteri heterotrof merupakan
bakteri yang hidup dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari
lingkungannya karenatidak dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkan.
Zat organik dapat diperoleh dari sisa-sisa organisme lain. Bakteri yang
mendapatkan zat organik dari sampah, kotoran, bangkai, dan juga sisa makanan
kita sebut sebagai bakteri saprofit. Bakteri ini menguraikan zat organik dalam
makanan menjadi zat anorganik yaitu CO2, H2O, energi dan mineral. Bakteri
autotrof merupakan bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat
anorganik yang ada. Dari sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof (auto
berarti sendiri, trophein berarti makanan) dibedakan menjadi dua golongan yaitu:
Bakteri fotoautrotofmerupakan bakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai energi
untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis.
Adapun contoh bakteri ini adalah: Bakteri hijau, bakteri ungu . Sedangkan bakteri
kemoautrotof merupakan bakteri yang menggunakan energi kimia yang
diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks
menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen . Contoh bakteri ini
adalah Nitrosomonas. Nitrosomonas ini dapat memecah NH3 menjadi NH2, air
dan juga energi. Selain itu Bakteri yang dikelompokan berdasarkan sumber
oksigen dapat meliputi jenis bakteri aerob maupun juga bakteri anaerob.
Bakteri itu dikelompokan sebagai berikut:Bakteri aerob merupakan bakteri
yang menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misalnya:
Nitrosococcus, Nitrosomonas, dan Nitrobacter.Bakteri anaerobitu merupakan
bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya.
Misalnya: Streptococcus lactis.Selanjutnya bakteri juga dapat dikalisifikasikan
berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen. Penggunaan oksigen oleh bakteri ini
sebagai habitat hidupnya. Berbeda dengan klasifikasi bakteri sebelumnya
berdasarkan dengan sumber oksigen untuk respirasi. bakteri dikelompokkan lagi
menjadi:Bakteri aerob obligat merupakan bakteri yang hanya dapat hidup dalam
suasana mengandung oksigen. Akan tetapi bakteri akan mati jika tidak ada
oksigen. Contohnya Nitrobacter dan Hydrogenomonas.Bakteri anaerob obligat
7

merupakan bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa adanya oksigen.
ContohnyaClostridium tetani.Adapun Bakteri anaerob fakulatif merupakan
bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa adanya oksigen. Adapun contoh
bakteri yaitu Escherichia coli, kemudian Salmonella thypose, dan juga Shigella.

III.3.Teori-Teori Mengenai Sel


Robert Hooke adalah seorang polymath Inggris yang memainkan peranan
penting dalam revolusi ilmiah, melalui kerja eksperimen dan teoretis . Robert
Hooke dilahirkan di Freshwater di Pulau Wight, Hooke menerima pendidikan
awal di Sekolah Westminster. Pada 1653, Hooke mendapatkan tempat di Christ
Church, Oxford. Di sana Robert Hooke bertemu dengan Robert Boyle, dan
mendapat pekerjaan sebagai asistennya . Pada tahun 1665 yaitu pada umur 30
tahun, Robert Hooke mengamati sayatan gabus dari batang quercus suber
menggunakan mikroskop. Robert Hooke menemukan adanya ruang-ruang kosong
yang dibatasi dinding tebal dalam pengamatannya . Robert Hooke menyebut ruang
ruang kosong tersebut dengan istilah cellulae artinya sel - sel yang ditemukan .
Robert Hooke merupakan sel-sel gabus yang telah mati . Sejak penemuan itu,
beberapa ilmuwan berlomba untuk mengetahui lebih banyak tentang sel . Teori Sel
Antony van Leeuwenhoek pada tahun 16321723. Antony van Leeuwenhoek
atau Antonie Philips van Leeuwenhoek adalah ilmuwan Belanda yang berasal dari
Delft.
Antony van Leeuwenhoek adalah seorang Bapak Biologi, dan dianggap
sebagai mikrobiologi pertama. Selain itu Antony van Leeuwenhoek terkenal atas
pengembangan mikroskop dan kontrubusinya terhadap didirikannya mikrobiologi .
Leeuwenhoek merancang sebuah mikroskop kecil berlensa tunggal. Mikroskop itu
digunakan untuk mengamati air rendaman jerami. Antony van Leeuwenhoek
menemukan organisme yang bergerak-gerak di dalam air, yang kemudian disebut
bakteri. Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang menemukan
sel hidup. Teori Sel Robert Brown pada tahun 1773-1858 . Robert brown 21
Desember 177310 Juni 1858 adalah botanis Robert Brown, mengamati adanya
8

titik buram yang selalu ada pada sel telur, sel polen atau serbuk sari, sel dari
jaringan anggrek yang sedang tumbuh.Brown mengamati struktur sel pada suatu
jaringan tanaman anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel
yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus . Berdasarkan analisanya
diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu
sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi dalam sel. Teori
Sel Matthias Schleiden tahun 1804-1881.Schleiden mengadakan penelitian
terhadap tumbuhan. Setelah mengamati pada tumbuhan, Schleiden menemukan
bahwa banyak sel yang tumbuh pada tumbuhan. Akhirnya Schleiden
menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Selain itu
Schleiden berpendapat bahwa nukleus atau inti sel dan perkembangan sel itu
sangat erat hubungannya satu sama lain.
Berdasarkan hasil penelitiannya, Schleiden menyimpulkan bahwa masing-
masing sel tanaman mengarah ke suatu kehidupan ganda, satu tergantung pada
kehidupannya sendiri dan yang lain sebagai bagian integral tanaman .Teori Sel
Theodor Schwann pada tahun (1810-1882). Schwann adalah seorang ahli fisiologi
dan ahli zoologi Jerman. Selain itu banyak kontribusi untuk biologi mencakup
pengembangan teori sel, penemuan sel Schwann dalam sistem saraf perifer,
penemuan dan studi pepsin, penemuan sifat organik ragi, dan juga penemuan
metabolisme panjang. Ternyata dalam pengamatannya tersebut Theodor Schwann
melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel.
Selanjutnya Theodor Schwanndapat menyimpulkan bahwa satuan terkecil
dari tubuh hewan adalah sel. Dimana dari penelitian tersebut Theodor
Schwanndapat menyimpulkan bahwa sel itu merupakan satuan unit terkecil dari
penyusunan pada suatu makhluk hidup. Teori Sel Max Schultze pada tahun (1825-
1874). Schultze lahir di Freiburg di Breisgau (Baden). Max Schultze belajar
kedokteran di Greifswald dan Berlin, dan diangkat sebagai profesor luar biasa di
Halle pada 1854 dan lima tahun kemudian profesor biasa anatomi dan histologi
dan direktur Institut Anatomi di Bonn. Max Schultze meninggal di Bonn pada 16
Januari 1874. Dia adalah kakak dari dokter kandungan Bernhard Sigmund
9

Schultze (1827-1919).Schultze menegaskan bahwa protoplasma itu merupakan


dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma bukan hanya bagian struktural sel, akan
tetapi jugamerupakan bagian terpenting dalam sel sebagai tempat untuk
berlangsung reaksi-reaksi kimia kehidupan.Protoplasma juga merupakan tempat
terjadinya proses hidup. Teori Sel Rudolf Virchow pada tahun (18211902).
Virchow adalah seorang dokter, patologis, sejarahwan, ahli biologi, dan politikus
Jerman.Virchow mempelajari ilmu kedokteran di Berlin pada akademi militer
Prussia. Virchow lulus pada tahun 1843 dan setelah itu dia menjadi profesor pada
tahun 1847. Virchow kembali ke Berlin pada 1856. Rudolf Virchow adalah
orang pertama yang mengenal leukemia dan amat dikenal dengan hukumnya:
Omnis cellula e cellula setiap sel berasal dari sel lainnya yang Rudolf
Virchowdikemukakan pada 1855. Beberapa Hukum ini berdasarkan penemuannya
bahwa bukan seluruh organisme, melainkan beberapa kelompok sel tertentu yang
dalam keadaan tak sehat.
Selain itu Rudolf Virchow mengemukakan bahwa sel dapat dikatakan
bahwasatuan unit pertumbuhan terkecil makhluk hidup. Adapun itu sel sebagai
penyusun terkecil makhluk hidup selain itu dapat menjalankan suatu fungsi
kehidupan dan juga dapat mengalami pertumbuhan.Akan tetapi sel ini dapat
mengalami perpanjangan ukuran maupun perbesaran dalam volume pada sel.Teori
Sel Johanes Purkinye pada tahun (17871869). Johanes Purkinye adalah seorang
ahli anatomi dan ahli faal (fisiologi) berkebangsaan Ceko. Johanes dilahirkan di
Libochovice, Bohemia. Pada 1819 Johanes Purkinye selesai mengenyam
pendidikan kedokteran di Universitas Praha. Di universitas ini kelak Johanes
Purkinye ditunjuk menjadi profesor ilmu faal setelah menyelesaikan disertasi
doktoralnya. Penemuannya yang sangat terkenal adalah sel Purkinje, sebuah sel
saraf besar yang memiliki banyak cabang dendrit. Sel ini dapat ditemukan di otak
kecil. Selain itu Johanes Purkinye adalah orang pertama yang mengajukan istilah
protoplasma untuk menamai bahan embrional sel telur .Teori Sel Felix Dujardin
yaitu ahli biologi Perancis lahir di Tours. Felix Dujardin diingat untuk penelitian
10

tentang protozoa dan invertebrata lainnya . Pada tahun 1840 Felix Dujardin
diangkat sebagai profesor geologi dan mineralogi di Universitas Toulouse, dan
selama tahun berikutnya adalah seorang profesor zoologi dan botani di Rennes .
Mengenai latar belakang pendidikan. Dujardin dikenal karena karyanya dengan
kehidupan binatang mikroskopis, dan pada tahun 1834 mengusulkan bahwa
kelompok baru organisme bersel satu disebut Rhizopoda yang mana berarti akar
kaki. Lalu kemudian nama tersebut diubah menjadi Protozoa.
Dalam Foraminifera, ternyata dia menemukan sebuah kehidupan formless
substansi yang dinamakannya "sarcode"; yang kemudian diganti oleh protoplasma
oleh Hugo von Mohl, protoplasma itulah yang dia anggap bagian terpenting dalam
sel. Teori Sel Henri Dutrochet pada tahun (1776-1847). Pada 1802 Henri
Dutrochet mulai studi kedokteran di Paris, dan Henri Dutrochet kemudian

ditunjuk dokter kepala rumah sakit di Burgos . Henri Dutrochetmembuat


hubungan antara sel-sel tumbuhan dan sel hewan eksplisit, dan Henri Dutrochet
mengusulkan bahwa sel bukan hanya unit struktural tetapi juga fisiologis . Henri
Dutrochet juga mengemukakan. Seluruh jaringan pada organik itu adalah sel
berbentuk bulat kecil yang disatukan oleh kekuatan adesif yang kekuatannya
dalam bentuk sedarhana.

III.4. Siklus Sel


Siklus sel adalah fungsi sel berupa proses duplikasi secara akurat untuk
menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak. Proses ini berlangsung
terus-menerus dan berulang (siklik). Siklus sel yang berlangsung secara continue

dan berulang disebut proliferasi. Keberhasilan sebuah proliferasi membutuhkan

transisi dan teratur dari satu fase siklus sel menuju fase berikutnya . Pertumbuhan
dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk
tetap bertahan hidup. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi
waktu pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah
ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang menentukan
11

diferensiasinya. Adapun fase pada siklus sel yaitu, Fase S (sintesis) merupakan

fase terjadinya replikasi DNA. Fase M (mitosis) merupakan fase terjadinya

pembelahan sel baik pembelahan biner atau pembentukan tunas . Fase G (gap)
merupakan fase pertumbuhan bagi sel yang meliputi tiga fase yaitu, Fase G0, sel
yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak
melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung
pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan dapat
diartikan bahwa beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan akhirnya
akan mati.
Jenjang reaksi yang terjadi pada siklus sel, sangat mirip dengan
relasi substrat-produk dari sebuah lintasan metabolik. Produk dari sebuah jenjang
reaksi akan berfungsi sebagai substrat pada jenjang berikutnya, demikian pula
dengan laju reaksi jenjang yang pertama akan menjadi batas maksimal laju reaksi
pada jenjang berikutnya. Transisi antara jenjang reaksi ditentukan oleh lintasan
pengendali ekstrinsik dan intrinsik yang terdiri dari beberapa cekpoin, sebagai
konfirmasi selesainya reaksi pada suatu jenjang sebelum jenjang berikutnya
dimulai. Kedua lintasan kendali dapat memiliki cekpoin yang sama. Lintasan
kendali instrinsik akan menentukan setiap tahap berjalan sebagaimana mestinya .
Fasa S, G2 dan M pada sel mamalia dikendalikan oleh lintasan ini, sehingga
waktu yang diperlukan untuk fase tersebut, tidak jauh bervariasi antara satu sel
dengan sel lain. Lintasan kendali ekstrinsik akan berfungsi sebagai respon
terhadap kondisi di luar sel.
Siklus sel memiliki dua fase utama, interfase dan mitosis . Mitosis adalah
proses di mana satu sel membelah menjadi dua. Interfase adalah waktu di mana
persiapan mitosis dibuat. Interfase sendiri terdiri dari tiga fase - fase G1, fase S,
dan fase G2 bersama dengan fase khusus yang disebut G0 . G1 adalah ketika sel
membuat lebih banyak ribosom dan protein, sehingga dapat tumbuh dengan
ukuran yang tepat. fase S ketika menyalin DNA-nya, protein yang mempaket
12

DNA, dan lebih banyak bahan membran sel. Fase G2 adalah ketika organel
membagi, dan fase terakhir sebelum mitosis dimulai . G0 adalah fase khusus yang
tepat sebelum G1.
Sebuah sel yang masuk G0 umumnya matang menjadi salah satu yang
memiliki fungsi khusus, dan tidak akan lagi kembali memasuki siklus sel . fase S,
atau fase sintesis. Waktu di mana menyalin sel DNA dalam persiapan untuk
mitosis. Karena DNA tidak ada dengan sendirinya dalam inti tetapi dikemas oleh
protein, kemasan protein baru juga harus dibuat untuk membungkus DNA yang
disalin. Protein paket ini disebut histon. Produksi protein histon dan penyalinan
DNA terkait erat satu sama lainnya. Menghentikan satu proses akan berhenti yang
lain. Fase S juga merupakan waktu ketika sel menghasilkan lebih banyak
fosfolipid. Fosfolipid adalah molekul yang membentuk membran sel dan
membran organel sel.
13

IV. ALAT DAN BAHAN

4.1. Alat
1. Mikroskop
2. Api Bunsen
3. Tabung reaksi
4. Jarum Ose
5. Pipet tetes
6. Pinset
7. Pisau cutter tajam

4.2. Bahan
1. Aquadest
2. Serat Kapas
3. Methylen Blue
4. Daun
5. Minyak Emersi
6. Roti (segar dan rusak)
7. Air comberan
8. Tempe (segar dan rusak)
9. Bawang merah (segar dan rusak )
10. Kentang (segar dan rusak)
11. lendir makanan basi
14

V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Simple Staining (Pewarnaan Sederhana)
a) Bersihkan kaca objek dengan alcohol 95%.
b) Siapkan setetes air comberan atau lendir makanan basi yang akan
diwarnai.
c) Ambil 1 atau 2 ose biarkan dan letakkan di tengah-tengah gelas objek.
d) Dengan menggunakan ujung jarum ose, sebarkan biarkan hingga melebar
dan diperoleh apusan tipis berdiameter 1-2 cm.
e) Lakukan fiksasi dengan mengangin-anginkan atau dengan melewatkannya
di atas nyala api bunsen hingga apusan tampak kering dan transparan.
f) Teteskan Methylen Blue ke atas kaca objek tadi.
g) Semprotkan sedikit aquadest.
h) Keringkan hati-hati dengan tissue (jangan sampai terkena apusan).
i) Amati dengan mikroskop dengan variasi perbesaran dan bantuan minyak
emersi.
j) Gambar bentuk sel yang terlihat.
2. Pengamatan sel bawang merah
a) Bersihkan kaca objek.
b) Iris tipis helaian bawang merah.
c) Ambil dengan pinset dan letakan dikaca objek.
d) Tetesi aquadest.
e) Amati dibawah mikroskop dengan variasi perbesaran.
f) Gambar bentuk sel yang terlihat.
3. Pengamatan untuk roti dan daging (segar dan rusak)
a) Bersihkan kaca objek.
b) Ambil sedikit preparat yang segar.
c) Tetesi dengan aquadest.
d) Amati dibawah mikroskop dengan variasi perbesaran.
e) Lakukan hal yang sama untuk preparat dengan bahan yang rusak.
f) Bandingkan hasilnya.

g) Gambar bentuk sel yang terlihat.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2015. Tahap Interfase Dalam Siklus Sel. (Online) http://


artikeltop.xyz/tahap-interfase-dalam-siklus-sel.html . (Diakses pada
tanggal 2 Februari 2017).
15

Collins, C. H. dan Lyne, M. P. 1985. Microbiological Methods. British:


Butterworths.
Dahlan, Hatta. 2012. Penuntun Praktikum Teknologi Bioproses. Indralaya: Labor
atorium Teknologi Bioproses Jurusan Teknik Kimia Universitas
Sriwijaya.
Prentis, Steve. 1990. Bioteknologi Suatu Revolusi Industri yang Baru. Jakarta:
Erlangga.
Volk dan Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar I. Jakarta: Erlangga.

https://artikelbermutu.com/2015/08/pengertian-struktur-dan-fungsi-dan-organel-
sel.html
16

http://www.softilmu.com/2015/12/Pengertian-Fungsi-Macam-Macam-Jenis-
Organel-sel-adalah.html

http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-morfologi-dalam-
biologi/