Anda di halaman 1dari 4

HERPES ZOOSTER

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/6
PUSKESMAS Dr.HERMANSYAH,MM
BALONG NIP.19681004 200212 1 004
1. Pengertian Herpes zooster adalah infeksi kulit dan mukosa yang disebabkan oleh
virus varisela-zoster. Infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi
setelah infeksi primer.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan terapi infeksi herpes zoster di
Puskesmas Balong.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Balong Nomor : 188.4/ /405.09.20/SK/2015
tentang.............
4. Referensi Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter
Fasyankes Primer.

5. Prosedur/ 1. Petugas menanyakan keluhan yang dirasakan oleh pasien


Langkah- 2. Petugas mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien
langkah 3. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien dimulai dengan
pemeriksaan kepala/leher, dada, perut dan ekstrimitas.
Sekelompok vesikel dengan dasar eritem yang terletak
unilateral sepanjang distribusi saraf spinal atau kranial.
4. Pemeriksaan penunjang: pemeriksaan mikroskopis dengan
menemukan sel Tzanck yaitu sel datia berinti banyak
5. Penegakan diagnosis herpes zooster
6. Penatalaksanaan:
a. Terapi suportif dilakukan dengan menghindari gesekan kulit
yang mengakibatkan pecahnya vesikel, pemberian nutrisi TKTP,
dan istirahat dan mencegah kontak dengan orang lain.
b. Gejala prodromal diatasi sesuai dengan indikasi. Aspirin
dihindari oleh karena dapat menyebabkan Reyes syndrome.
Topikal : Stadium vesikel : bedak salisil 2% atau bedak kocok
kalamin agar vesikel tidak pecah. Apabila erosif, diberikan
kompres terbuka, apabila terjadi ulserasi, dapat
dipertimbangkan pemberian salep antibiotik.
c. Pengobatan antivirus oral, antara lain dengan: Asiklovir: dewasa
5 x 800 mg/hari, anak-anak 4 x 20 mg/kgBB (dosis maksimal
800 mg). Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan efektif
diberikan pada 24 jam pertama setelah timbul lesi.
7. Konseling dan edukasi:
a. Edukasi tentang perjalanan penyakit Herpes Zoster.
b. Edukasi bahwa lesi biasanya membaik dalam 2-3 minggu pada
individu imunokompeten.
c. Edukasi mengenai seringnya komplikasi neuralgia pasca-
herpetik.
8. Petugas merujuk jika:
a. Penyakit tidak sembuh pada 7-10 hari setelah terapi.
b. Terjadi pada pasien bayi, anak dan geriatri (imunokompromais).
c. Terjadi komplikasi.
d. Terdapat penyakit penyerta yang menggunakan multifarmaka
6.Diagram Alir
Mulai

Anamnesa & Pemeriksaan fisik (TTV, Kepala/leher, dada, perut, ekstrimitas)

Pemeriksaan penunjang: sel datia berinti banyak

k salisil 2% agar vesikel tidak pecah. Apabila erosif, diberikan kompres terbuka, apabila terjadi ulserasi, dapat dipertimbang
oral, antara lain dengan:
00 mg/hari, anak-anak 4 x 20 mg/kgBB (dosis maksimal 800 mg). Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan efektif diberikan

Tidak

Membaik
Rujuk ke RS

Monitoring dan evaluasi

Selesai
7.Unit Terkait Unit layanan UGD
Unit layanan poli umum
Unit layanan KIA
Apotek

8. Rekaman Historis Perubahan

N Isi Perubahan
Yang diubah Tgl. Mulai Diberlakukan
o