Anda di halaman 1dari 55

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan suatu kegiatan pengembangan serta

perbaikkan terhadap sebuah sistem yang sedang berjalan. Pada tahap ini dilakukan

upaya untuk memperbaiki sistem ataupun membangun dan menghasilkan sistem

yang baru dan mengatasi berbagai permasalahan yang telah terjadi pada sistem

yang lama. Sistem informasi yang dirancang diharapkan menjadi solusi alternatif

baru yang konsumen kemudahan terhadap penjualan pada Anya laundry.

Tahapan ini berisikan tentang penggambaran Diagram Konteks (Context

Diagram), DFD (Data Flow Diagram), Kamus Data (Data Dictionary), ERD

(Entity Relational Diagram), dan Normalisasi yang berorientasi pada proses dan

dari sistem informasi yang akan penulis usulkan.

4.1.1 Tujuan Perancangan Sistem

Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, penulis akan merancang suatu

aplikasi sistem informasi yang merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk

memperbaiki dan mengembangkan sistem di anya laundry. Tujuan utama

perancangan sistem adalah untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem dengan

gambaran yang jelas dan perancangan yang tepat.


4.1.2 Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan

Aplikasi sistem informasi yang akan dibangun oleh penulis adalah aplikasi

sistem informasi berbasis website yang mengelola jasa laundry yang dimana

pemrosesan data akan lebih cepat, efektif dan efisien. Aplikasi sistem informasi

ini dapat digunakan oleh konsumen dan admin yang memiliki hak akses dalam

penggunaanya.

Tabel 4.1. Arsitektur Perangkat Lunak


Kategori Pengguna Tugas Hak Akses
Admin Mengelola Website 1. Menambah dan menghapus

data pegawai.
2. Menambah, edit dan hapus

data barang.
3. Menambah, edit dan hapus

data paket.
4. Menambah, edit dan hapus

data lokasi.
5. Menambah, edit dan hapus

data member.
6. Memproses data pembelian.
7. Memproses data laundry

nonmember.
8. Memproses data laundry

member.
9. Mencetak laporan laundry

member dan nonmember.


Konsumen User 1. Dapat melakukan daftar

member.
2. Dapat melakukan laundry

member maupun nonmember.


3. Dapat menggunakan fasilitas

cek data laundry.

4.1.3 Perancangan Prosedur yang diusulkan

Pada tahapan perancangan ini akan dibuat Diagram Konteks, Data Flow

Diagram, Kamus Data, Normalisasi, Relasi Tabel, Entity Relationship Diagram,

Struktur File, dan Kodifikasi. Proses yang dirancang diuraikan menjadi beberapa

bagian yang dapat membentuk sistem tersebut menjadi satu kesatuan komponen.

4.1.3.1 Diagram Konteks

Diagram konteks ini merupakan diagram tentang alur sistem yang

diusulkan beserta penjelasannya akan dijabarkan dalam gambar sebagai berikut


Gambar 4.1. Diagram konteks yang diusulkan

4.1.3.2 Data Flow Diagram

Data flow diagram atau DFD merupakan diagram yang menggambarkan

aliran data dari suatu sistem. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang

berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk

penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan

oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.


4.1.3.2.1 DFD Level 1

Gambar 4.2. DFD level 1 yang diusulkan

4.1.3.2.2 DFD Level 2

1. DFD Level 2 proses 1.0

Gambar 4.3. DFD level 2 proses 1.0 yang diusulkan


2. DFD Level 2 proses 2.0

Gambar 4.4. DFD level 2 proses 2.0 yang diusulkan


3. DFD Level 2 proses 3.0

Gambar 4.5. DFD level 2 proses 3.0 yang diusulkan

4. DFD Level 2 proses 4.0


Gambar 4.6. DFD level 2 proses 4.0 yang diusulkan
5. DFD Level 2 proses 5.0

Gambar 4.7. DFD level 2 proses 5.0 yang diusulkan

6. DFD Level 2 proses 6.0


Gambar 4.8. DFD level 2 proses 6.0 yang diusulkan

4.1.3.3 Kamus Data

1. Nama arus : Data member


Alias : Data member
Arus Data : Proses 1.0 , proses 1.1, proses 1.2
Struktur Data : Id_member, id_lokasi, nama, telepon,
alamat, password
2. Nama arus : Data pegawai
Alias : Data pegawai
Arus Data : Proses 2.0 , proses 2.1 , proses 2.2
Struktur Data : Id_pegawai, nama, username, password
3. Nama arus : Data paket
Alias : Data paket
Arus Data : Proses 3.0 ,proses 3.4
Struktur Data : Id_paket, nama_paket, harga_paket
4. Nama arus : Data lokasi
Alias : Datalokasi
Arus Data : Proses 3.0 , proses 3.3
Struktur Data : Id_lokasi, nama_lokasi, ongkos
5. Nama arus : Data barang
Alias : Databarang
Arus Data : Proses 3.0, proses 3.2
Struktur Data : Kode_barang, nama_barang, jumlah
6. Nama arus : Data pegawai
Alias : Datapegawai
Arus Data : Proses 3.0, proses 3.1
Struktur Data : Id_pegawai, nama, username, password
7. Nama arus : Data pembelian
Alias : Datapembelian
Arus Data : Proses 4.0, proses 4.1, proses 4.2
Struktur Data : Kode_beli, tanggal, id_pegawai, total,
kode_barang, jumlah, subtotal
8. Nama arus : Data laundry
Alias : Data laundry
Arus Data : Proses 5.0, proses 5.1, proses 5.2
Struktur Data : No_transaksi, tgl_transaksi, id_member,
id_pegawai, id_paket, berat, total_bayar,
keterangan, nama, alamat, status_laundry,
status_pembayaran, berat, No_transaksi,
tgl_transaksi, telepon, id_pegawai, id_lokasi,
id_paket, total_bayar, keterangan,
status_laundry, status_pembayaran
9. Nama arus : Data laundry member
Alias : Data laundry member
Arus Data : Proses 5.0, proses 5.3
Struktur Data : No_transaksi, tgl_transaksi, id_member,
id_pegawai, id_paket, berat, total_bayar,
keterangan, status_laundry,
status_pembayaran
10. Nama arus : Data laundry nonmember
Alias : Data laundry nonmember
Arus Data : Proses 5.0, proses 5.4
Struktur Data : No_transaksi*, tgl_transaksi, nama, telepon,
alamat, id_pegawai, id_lokasi, id_paket,
berat, total_bayar, keterangan,
status_laundry, status_pembayaran

4.1.4 Perancangan Basis Data

Perancangan Basis Data adalah proses untuk menentukan isi dan

pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem

dandata yang diharapkan dapat mewakili seluruh kebutuhan penggunanya. yang

berupa suatu penyampaian informasi yang lengkap dengan jenis record yang

mempunyai spesifikasi yang sama.


4.1.4.1 Normalisasi

Normalisasi adalah proses penyusunan tabel-tabel yang tidak redudansi

(double), yang dapat menyebabkan anomali pada saat operasi manipulasi data,

seperti tambah, ubah dan hapus.


1. Bentuk tidak normal (Un-normal)

Bentuk ini merupakan semua kumpulan data yang akan di record, tidak

ada keharusan mengikuti format tertentu, dapat saja tidak lengkap atau

terduplikasi datanya. Berikut ini bentuk data tidak normal :

Id_member, id_lokasi, nama, telepon, alamat, password, Id_pegawai, nama,

username, password, Id_paket, nama_paket, harga_paket, Id_lokasi, nama_lokasi,

ongkos, Kode_barang, nama_barang, jumlah, Id_pegawai, nama, username,

password, Kode_beli, tanggal, id_pegawai, total, kode_barang, jumlah, subtotal,

No_transaksi, tgl_transaksi, id_member, id_pegawai, id_paket, berat, total_bayar,

keterangan, nama, alamat, status_laundry, status_pembayaran, berat,

No_transaksi, tgl_transaksi, telepon, id_pegawai, id_lokasi, id_paket, total_bayar,

keterangan, status_laundry, status_pembayaran, No_transaksi, tgl_transaksi,

id_member, id_pegawai, id_paket, berat, total_bayar, keterangan, status_laundry,

status_pembayaran, No_transaksi*,tgl_transaksi,nama, telepon, alamat,

id_pegawai, id_lokasi, id_paket, berat, total_bayar, keterangan, status_laundry,

status_pembayaran.

2. Bentuk normal 1 (1-NF)


Bentuk normal tahap kedua terpenuhi jika normalisasi tahap pertama

terpenuhi dan semua atribut tidak termasuk dalam kunci primer secara utuh.

Bentuk 1 dari sistem informasi ini adalah sebagai berikut :

Id_member, id_lokasi, nama, telepon, alamat, password, Id_pegawai, username,

Id_paket, nama_paket, harga_paket, nama_lokasi, ongkos, Kode_barang,

nama_barang, jumlah, Id_pegawai, username, Kode_beli, tanggal, total, , subtotal,

No_transaksi, tgl_transaksi, berat, total_bayar, keterangan, status_laundry,

status_pembayaran, berat, telepon.

3. Bentuk normal 2 (2_NF)

Relasi dikatakan memenuhi kaidah normal tingkat kedua jika memenuhi

kaidah 1-NF dan atribut bukan kunci harus bergantung pada atribut kunci. Pada

bentuk normal tingkat kedua, semua atribut bukan kunci harus tergantung total

pada semua atribut kunci, karena pada pembuatan bentuk normal kedua harus

ditentukan dulu atribut kuncinya. Bentuk normal 2 sistem informasi ini adalah

sebagai berikut:

Barang = Kode_barang*, nama_barang, jumlah


Laundry_member = No_transaksi*, tgl_transaksi, berat, total_bayar,

keterangan, status_laundry, status_pembayaran


Laundry_nonmember No_transaksi*, tgl_transaksi, nama, telepon, alamat,

= berat, total_bayar, keterangan, status_laundry,

status_pembayaran
Lokasi = Id_lokasi*, nama_lokasi, ongkos
Member = Id_member*, nama, telepon, alamat, password
Paket = Id_paket*, nama_paket, harga_paket
pegawai = Id_pegawai*, nama, username, password
pembelian = Kode_beli*, tanggal, total

4. Bentuk normal 3 (3_NF)


Pada tahap ini, dilakukan penentuan relasi antar tabel, sehingga akan

ditemukan adanya field kunci sekunder pada tabel-tabel tertentu.

Barang = Kode_barang*, nama_barang, jumlah


Laundry_member = No_transaksi*, tgl_transaksi, id_member**,

id_pegawai**, id_paket**, berat, total_bayar,

keterangan, status_laundry, status_pembayaran


Laundry_nonmember No_transaksi*, tgl_transaksi, nama, telepon, alamat,

= id_pegawai**, id_lokasi**, id_paket**, berat,

total_bayar, keterangan, status_laundry,

status_pembayaran
Lokasi = Id_lokasi*, nama_lokasi, ongkos
Member = Id_member*, id_lokasi**, nama, telepon, alamat,

password
Paket = Id_paket*, nama_paket, harga_paket
pegawai = Id_pegawai*, nama, username, password
pembelian = Kode_beli*, tanggal, id_pegawai**, total

5. Bentuk BCNF

Barang = Kode_barang*, nama_barang, jumlah


Laundry_member = No_transaksi*, tgl_transaksi, id_member**,

id_pegawai**, id_paket**, berat, total_bayar,

keterangan, status_laundry, status_pembayaran


Laundry_nonmember No_transaksi*, tgl_transaksi, nama, telepon, alamat,

= id_pegawai**, id_lokasi**, id_paket**, berat,

total_bayar, keterangan, status_laundry,


status_pembayaran
Lokasi = Id_lokasi*, nama_lokasi, ongkos
Member = Id_member*, id_lokasi**, nama, telepon, alamat,

password
Paket = Id_paket*, nama_paket, harga_paket
pegawai = Id_pegawai*, nama, username, password
pembelian = Kode_beli*, tanggal, id_pegawai**, total

D_pembelian = Kode_beli**, kode_barang**, jumlah, subtotal

4.1.4.2 Relasi Tabel

Relasi tabel adalah penggambaran hubungan antar tabel-tabel yang ada

dalamsistem pengolahan data yang berfungsi untuk mengakses data dan item

sehingga database tersebut mudah dimodifikasi. Adapun bentuk relasi antar tabel

dari sistem informasi yang diusulkan adalah sebagai berikut :


Gambar 4.11 Relasi Tabel

4.1.4.3 Entity Relationship Diagram

Entity Reationship Diagram (ERD) adalah suatu model untuk menjelaskan

hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang

mempunyai hubungan antar relasi. Hubungan antar file direlasikan dengan kunci

relasi (Relational Key) yang merupakan kunci utama dari masing-masing file.

Untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol seperti, atribut

dan relasi Entity Relationship Diagram. Pada sistem informasi anya laundry ini

digambarkan sebagai berikut :


Gambar 4.12 Entity Relation Diagram

4.1.4.4 Struktur File

Struktur file yang akan digunakan didalam perancangan sistem informasi

ini akan menentukan struktur fisik databaseyang menunjukan struktur dari

elemen-elemen yang menyatakan panjang data dan file datanya. Pengembangan

struktur fileyang akan diuraikan adalah sebagai berikut :

1. File barang
a. Nama file : barang
b. Primary key : kode_barang
c. Jumlah field : 3
d. Keterangan : Tabel berisikan data barang

Tabel 4.2 Tabel Struktur file barang

Field Type Null Default Keterangan

Kode_barang Varchar(10) No None Primary key

Nama_barang Varchar(35) No None


jumlah Int(11) No None

2. File detail pembelian


a. Nama file : detail pembelian
b. Primary key : -
c. Jumlah field : 4
d. Keterangan : Tabel berisikan data detail pembelian

Tabel 4.2 Tabel Struktur file detail pembelian

Field Type Null Default Keterangan


Kode_beli Varchar(15) No None
Kode_barang Varchar(15) No None Foreignkey,ref
barang(kode_barang)
Jumlah Int(11) No None
subtotal Int(11) No None

3. File laundry member


a. Nama file : laundry member
b. Primary key : no_transaksi
c. Jumlah field : 10
d. Keterangan : Tabel berisikan data laundry member

Tabel 4.2 Tabel Struktur file laundry member

Field Type Null Default Keterangan


No_transaksi Varchar(15) No None Primary key
Tgl_transaksi date No None
Id_member Varchar(15) No None Foreignkey,ref
member(id_member)
Id_pegawai Varchar(15) No None Foreignkey,ref
pegawai(id_pegawai)
Id_paket Varchar(15) No None Foreignkey,ref
paket(id_paket)
Berat Int(11) No None
Total_bayar Int(11) No None
Keterangan text No None
Status_laundry Varchar(15) No None
Status_pembayara Varchar(15) No None

4. File laundry nonmember


a. Nama file : laundry nonmember
b. Primary key : no_transaksi
c. Jumlah field : 13
d. Keterangan : Tabel berisikan data laundry nonmember

Tabel 4.2 Tabel Struktur file laundry nonmember

Field Type Null Default Keterangan


No_transaksi Varchar(15) No None Primary key
Tgl_transaksi date No None
Nama Varchar(35) No None
Telepon Varchar(15) No None
alamat text No None
Id_pegawai Varchar(15) No None Foreignkey,ref
pegawai(id_pegawai)
Id_lokasi Varchar(15) No None Foreignkey,ref
lokasi(id_lokasi)
Id_paket Varchar(15) No None Foreignkey,ref
paket(id_paket)
Berat Int(11) No None
Total_bayar Int(11) No None
Keterangan text No None
Status_laundry Varchar(15) No None
Status_pembayara Varchar(15) No None

5. File lokasi
a. Nama file : lokasi
b. Primary key : id_lokasi
c. Jumlah field : 3
d. Keterangan : Tabel berisikan data lokasi

Tabel 4.2 Tabel Struktur file lokasi


Field Type Null Default Keterangan

Id_lokasi Varchar(15) No None Primary key

Nama_lokasi Varchar(45) No None

ongkos Int(11) No None

6. File member
a. Nama file : member
b. Primary key : id_member
c. Jumlah field : 6
d. Keterangan : Tabel berisikan data member

Tabel 4.2 Tabel Struktur file member

Field Type Null Default Keterangan


Id_member Varchar(15) No None Primary key
Id_lokasi Varchar(15) No None Foreignkey,ref
lokasi(id_lokasi)
Nama Varchar(35) No None
Telepon Varchar(15) No None
Alamat text No None
password Varchar(30) No None
7. File paket
a. Nama file : paket
b. Primary key : id_paket
c. Jumlah field : 3
d. Keterangan : Tabel berisikan data paket

Tabel 4.2 Tabel Struktur file paket

Field Type Null Default Keterangan

Id_paket Varchar(11) No None Primary key

Nama_paket Varchar(25) No None


Harga_paket Int(11) No None

8. File pegawai
a. Nama file : pegawai
b. Primary key : id_pegawai
c. Jumlah field : 4
d. Keterangan : Tabel berisikan data pegawai

Tabel 4.2 Tabel Struktur file pegawai

Field Type Null Default Keterangan


Id_pegawai Varchar(15) No None Primary key
Nama Varchar(35) No None
Username Varchar(35) No None
password Varchar(35) No None

9. File pembelian
a. Nama file : pembelian
b. Primary key : kode_beli
c. Jumlah field : 4
d. Keterangan : Tabel berisikan data pembelian

Tabel 4.2 Tabel Struktur file pembelian

Field Type Null Default Keterangan


Kode_beli Varchar(15) No None Primary key
Tanggal date No None
Id_pegawai Varchar(15) No None Foreignkey,ref
pegawai(id_pegawai)
total Int(11) No None

4.1.3.4 Kodifikasi

Kodifikasi atau sistem pengkodean digunakan sebagai alat bantu

pengolahan data yang dapat mempermudah dalam memasukan dan pencarian


data. Selain itu kode dapat dibentuk dari kumpulan huruf, angka dan karakter

khusus. Adapun beberapa pengkodean yang digunakan dalam pembuatan sistem

ini,antara lain sebagai berikut:

1. ID pegawai
P001

Merupakan no pegawai
Menunjukan singkatan kata pegawai
2. ID barang
BRG01

Merupakan no barang
Menunjukan singkatan kata barang
3. ID Paket
PL01

Merupakan no paket
Menunjukan singkatan kata paket laundry
4. Kode barang
M001

Merupakan no member
Menunjukan singkatan kata member

5. Kode pembelian
PB1505001
Menunjukan no pembelian
Merupakan waktu pembayaran berupa tanggal bulan
Menunjukan singkatan kata pembelian
6. No transaksi laundry nonmember
TL00001

Merupakan no transaksi
Menunjukan singkatan kata Transaksi laundry
7. No transaksi laundry member
TLM00001

Merupakan no transaksi
Menunjukan singkatan kata Transaksi laundry member

4.2 Perancangan Antar Muka

Perancangan antarmuka merupakan perancangan yang menjelaskan

seluruh perancangan yang berkaitan dengan antarmuka sistem. Adapun yang akan

dibahas yaitu struktur menu, perancangan input dan perancangan output.

4.2.1 Struktur Menu

Struktur menu menjelaskan bentuk rancangan menu dari software yang akan

dibuat. Berikut ini adalah rancangan struktur menu dimana ada sturktur menu admin

dan member :

Gambar 4.13 Struktur Menu user/member


Gambar 4.13 Struktur Menu admin

4.2.2 Perancangan Input

Perancangan input merupakan suatu sarana untuk memasukan data yang

dibutuhkan dalam pemrosesan yang nantinya akan menghasilkan output. Input

yang dimaksud disini adalah input data yang langsung dihubungkan ke proses

komputer melalui entry dengan keyboard. Adapun perancangan input tersebut

adalah :

1. Perancangan Form Login admin

Perancangan form login admin dimaksudkan sebagai keamanan awal

untuk halaman admin. Sehingga halaman admin hanya akan bisa diakses oleh

user yang memiliki ijin saja.


Gambar 4.15PerancanganForm login admin

2. PerancanganFormData Barang

Perancangan data barang adalah form untuk menginputkan data master barang

yang terdapat di anya laundry.

Gambar 4.15Perancangan FormData Barang


3. PerancanganFormData Pegawai

Perancangan data pegawai merupakan form untuk menginput dan

membuat data user untuk admin sehingga terdapat kolom username dan password

didalamnya.

Gambar 4.15Perancangan FormData Pegawai

4. PerancanganFormData Paket

Perancangan Data paket merupakan form untuk menginputkan data paket

apa saja yang tersedia di anya laundry seperti paket cuci setrika atau cuci kering.
Gambar 4.15Perancangan FormData Paket

5. PerancanganFormData Lokasi

Perancangan Data lokasi merupakan form untuk menginputkan data lokasi

yang nantinya digunakan untuk menghitung biaya ongkos antar jemput laundry.

Gambar 4.15Perancangan FormData Lokasi

6. PerancanganFormData Member

Perancangan Data member merupakan form untuk menginputkan data

member laundry sehingga lebih mudah dalam melakukan transaksi.


Gambar 4.15Perancangan FormData Member

7. PerancanganFormData Pembelian

Perancangan Data pembelian merupakan form untuk menginputkan data

pembelian barang yang telah dilakukan guna dijadikan data yang disimpan di

database.
Gambar 4.15Perancangan FormData Pembelian

8. PerancanganFormTransaksi Laundry Non Member

Perancangan Data transaksi laundry non member merupakan form untuk

menginputkan data keterangan transaksi laundry non member seperti berat laundy

maupun detail barang yang dilaundry.

Gambar 4.15Perancangan FormTransaksi Laundry Non Member


9. PerancanganFormTransaksi Laundry Member

Pada perancangan form transaksi laundry member ini sebenarnya sama

fungsinya seperti form transaksi laundry non member.

Gambar 4.15Perancangan FormTransaksi Laundry Member

10. PerancanganFormLaporan

Perancangan form laporan merupakan form yang digunakan untuk

mencetak laporan yang ada di anya laundry.


Gambar 4.15Perancangan FormLaporan

11. PerancanganForm Login member

Perancangan form login member merupakan form yang digunakan oleh

konsumen untuk menginputkan username dan password mereka sebagai member

anya laundry.

Gambar 4.15PerancanganForm Login member

12. PerancanganForm Input Laundry Non Member

Perancangan form input laundry non member merupakan form untuk

menginputkan data laundry yang akan dilakukan namun hanya sebagai konsumen

biasa atau non member.


Gambar 4.15Perancangan FormInput Laundry Non Member

13. PerancanganForm Input Laundry Member

Perancangan form input laundry member merupakan form untuk

menginputkan data laundry yang akan dilakukan oleh member laundry.

Gambar 4.15Perancangan Form Input Laundry Member

14. PerancanganFormCek Laundry

Perancangan form cek laundry ialah untuk konsumen yang ingin melihat

status cuciannya apakah sudah selesai atau belum beserta biayanya.


Gambar 4.15Perancangan FormCek Laundry

4.2.3 Perancangan output

perancangan output atau keluaran yaitu suatu informasi yang di hasilkan

oleh sistem berupa informasi baru dari hasil proses masukan yang di terima oleh

sistem informasi. Berikut adalah perancangan output pada Sistem Informasi anya

laundry.

1. Perancangan Output Laundry member

Perancangan output laundry member merupakan perancangan untuk

laporan laundry yang dilakukan oleh member.


Gambar 4.15Perancangan Output Laundry member

2. PerancanganOutputLaundry Non Member

Perancangan output laundry non member merupakan perancangan untuk

laporan laundry yang dilakukan oleh non member.

Gambar 4.15Perancangan OutputLaundry Non Member


3. PerancanganOutputFaktur Laundry

Perancangan output faktur laundry merupakan output yang nantinya

diberikan kepada konsumen yang sudah melakukan laundry.

Gambar 4.15Perancangan OutputFaktur Laundry

4.3 Perancangan Arsitektur Jaringan

Perancangan arsitektur jaringan di anya laundry menggunakan media

online dengan website, karena dengan internet bisa mencakup jaringan yang

sangat luas. Berikut ini adalah gambar arsitektur jaringan yang diterapkan pada

anya laundry
Gambar 4.29 Arsitektur jaringan

4.4 Pengujian

Pengujian sistem merupakan suatu proses yang bertujuan untuk

menemukan kesalahan maupun kekurangan pada perangkat lunak yang diuji.

Pengujian bermaksud untuk mengetahui perangkat lunak yang dibuat sudah

memenuhi kriteria yang sesuai dengan tujuan perancangan perangkat lunak

tersebut.

Pengujian perangkat lunak ini menggunakan pengujian black box.

Pengujian black box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak.

4.4.1 Rencana Pengujian

Pengujian perangkat lunak sistem informasi pada anya laundry ini

menggunakan data uji berupa data input dari pengguna perangkat lunak yang telah

dibuat. Berikut rencana pengujian yang dilakukan.

Tabel 4.17.Rencana Pengujian

Kelas Tingkat Jenis


Pengujian
Pengujian Pengujian Pengujian
Login Login Admin Integrasi Blackbox
Loginmember Integrasi Blackbox
Pengisian data daftar Integrasi Blackbox

member
Pengujian
Pengisian data barang Integrasi Blackbox
Pengisian data pegawai Integrasi Blackbox
pengisian data
Pengisian laporan Integrasi Blackbox

laundry
Input proses data Integrasi Blackbox
Proses edit data Integrasi Blackbox
Verifikasi proses
Proses simpan data Integrasi Blackbox
Proses hapus data Integrasi Blackbox

4.4.2 Kasus dan Hasil Pengujian

Pengujian login terbagi 2 yaitu loginuser atau memberdan login admin.

Adapun tabel pengujian dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.18 Tabel Pengujian Login admin

Kasus dan hasil uji login admin (Data normal)

Data masukan Yang Pengamatan Kesimpulan

diharapkan

Login berhasil Login berhasil


Username : dewi [X] Diterima
dan muncul dan muncul
Password : dewi [ ] Ditolak
tampilan tampilan
Lalu tekan enter
halaman admin halaman admin
Kasus dan hasil uji login admin (Data salah)

Login gagal dan Login gagal dan


Username:- [X]
muncul alert muncul alert
Diterima
Password: 1fg
username dan username dan
Lalu tekan enter
password anda password anda [ ] Ditolak

salah salah

Tabel 4.19 Tabel Pengujian Login member

Kasus dan hasil uji login member (Data normal)

Data masukan Yang Pengamatan Kesimpulan

diharapkan

Tampilan login Tampilan login


Username : M004 [X] Diterima
berhasil berhasil
Password : 123456 [ ] Ditolak
Lalu tekan enter

Kasus dan hasil uji login member (Data salah)


Login gagal dan Login gagal dan
Username:12334 [X]
muncul alert muncul alert
Diterima
Password: a
username dan username dan
Lalu tekan enter
password anda password anda [ ] Ditolak

salah salah

Tabel 4.20. Pengujian daftarmember

Kasus dan hasil uji daftar member (Data normal)

Data masukan Yang Pengamatan Kesimpulan

diharapkan
Tampilan daftar Tampilan daftar
ID member : M005 [X] Diterima
member berhasil member berhasil
nama: kiki [ ] Ditolak
telepon :

085773057286
lokasi : sekeloa
alamat : Jl DU
password : 123456
Lalu tekan daftar

Kasus dan hasil uji daftar member (Data salah)


Tampilan daftar Tampilan daftar
ID member : M005 [X]
nama: gagal karena ada gagal karena ada
telepon : Diterima
lokasi : sekeloa kolom yang tidak kolom yang tidak
alamat : Jl DU
password : diisi diisi [ ] Ditolak
Lalu tekan daftar

Tabel 4.21. Pengujian Proses Simpan data barang

Kasus dan hasil simpan data barang (Data normal)

Data masukan Yang diharapkan Pengamatan Kesimpulan


Tampilan data Tampilan data
ID barang : [X] Diterima
tersimpan tersimpan
BRG03
[ ] Ditolak

Nama barang :

pemutih pakaian
Jumlah : 50
Lalu tekan enter

Kasus dan hasil uji simpan data barang (Data salah)


Tampilan please Tampilan please
ID barang : [X]
fill out this field fill out this field
BRG03 Diterima

Nama barang : [ ] Ditolak


pemutih pakaian
Jumlah : 50
Lalu tekan enter
4.4.3 Kesimpulan Hasil Pengujian

Berdasarkan hasil pengujian dengan uji sampel seperti diatas, dapat ditarik

kesimpulan bahwa sistem informasi anya laundry yang berupa perangkat lunak ini

terbebas dari kesalahan sintaks dan mengeluarkan hasil sesuai harapan penulis.

4.5 Implementasi

Tahap implementasi merupakan tahap pengimplementasian perangkat

lunak, yang merupakan tahap lanjutan dari kegiatan perancangan sistem. Tahap ini

merupakan tahap dimana sistem siap untuk dioperasikan, yang terdiri dari

penjelesan mengenai lingkungan implementasi, dan implementasi program.

4.5.1 Implementasi Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang digunakan dalam membangun sistem ini sebagai

mana tabel di bawah.

Tabel 4.16 Tabel Implementasi Perangkat Lunak

1 Sistem Operasi Microsoft Windows 7 Ultimate 32-bit

2 Bahasa pemrograman PHP 5.3.8

3 Data base MySQL 3.4.5

4 Webbrowser Mozila firework 38.0.1

5 Code Editor Adobe Dreamweaver CS5

6 Web server XAMPP 1.7.7

4.5.2 Implementasi Perangkat Keras

Impelemntasi perangkat keras dibutuhkan agar system dapat digunakan

dengan baik. Adapun perangkat keras yang diperlukan dalam system ini sebagai

berikut :
1. Komputer Server
a. Kecepatan processor Minimal 2,00 GHz
b. RAM 2 GB
c. Kapasistas Harddisk 160 GB atau lebih
d. Keyboard, monitor, mouse, printer
2. Komputer Client
a. Kecepatan processor Minimal 2,00 GHz atau setara
b. RAM 1 GB
c. Harddisk 80 GB atau lebih
d. Keyboard, monitor, mouse, printer
3. Perangkat Jaringan
a. Kabel UTP cat 5 dan konektor RJ45
b. Modem
c. Hub / switch 5 port

4.5.3 Implementasi Basis Data (Sintaks SQL)

Implementasi basis data dilakukan dengan menggunakan MySQL.

Implementasi basis datanya adalah sebagai berikut :

1. Barang
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `barang` (
`kode_barang` varchar(10) NOT NULL,
`nama_barang` varchar(35) NOT NULL,
`jumlah` int(11) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`kode_barang`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
2. D_pembelian
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `d_pembelian` (
`kode_beli` varchar(15) NOT NULL,
`kode_barang` varchar(15) NOT NULL,
`jumlah` int(11) NOT NULL,
`subtotal` int(11) NOT NULL
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
3. Laundry_member
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `laundry_member` (
`no_transaksi` varchar(15) NOT NULL,
`tgl_transaksi` date NOT NULL,
`id_member` varchar(15) NOT NULL,
`id_pegawai` varchar(15) NOT NULL,
`id_paket` varchar(15) NOT NULL,
`berat` int(11) NOT NULL,
`total_bayar` int(11) NOT NULL,
`keterangan` text NOT NULL,
`status_laundry` varchar(15) NOT NULL,
`status_pembayaran` varchar(15) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`no_transaksi`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
4. Laundry_nonmember
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `laundry_nonmember` (
`no_transaksi` varchar(15) NOT NULL,
`tgl_transaksi` date NOT NULL,
`nama` varchar(35) NOT NULL,
`telepon` varchar(15) NOT NULL,
`alamat` text NOT NULL,
`id_pegawai` varchar(15) NOT NULL,
`id_lokasi` varchar(15) NOT NULL,
`id_paket` varchar(15) NOT NULL,
`berat` int(11) NOT NULL,
`total_bayar` int(11) NOT NULL,
`keterangan` text NOT NULL,
`status_laundry` varchar(15) NOT NULL,
`status_pembayaran` varchar(15) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`no_transaksi`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
5. Lokasi
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `lokasi` (
`id_lokasi` varchar(15) NOT NULL,
`nama_lokasi` varchar(45) NOT NULL,
`ongkos` int(11) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`id_lokasi`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
6. Member
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `member` (
`id_member` varchar(15) NOT NULL,
`id_lokasi` varchar(15) NOT NULL,
`nama` varchar(35) NOT NULL,
`telepon` varchar(15) NOT NULL,
`alamat` text NOT NULL,
`password` varchar(30) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`id_member`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
7. Paket
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `paket` (
`id_paket` varchar(11) NOT NULL,
`nama_paket` varchar(25) NOT NULL,
`harga_paket` int(11) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`id_paket`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
8. Pegawai
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `pegawai` (
`id_pegawai` varchar(15) NOT NULL,
`nama` varchar(35) NOT NULL,
`username` varchar(35) NOT NULL,
`password` varchar(35) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`id_pegawai`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
9. Pembelian
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `pembelian` (
`kode_beli` varchar(15) NOT NULL,
`tanggal` date NOT NULL,
`id_pegawai` varchar(15) NOT NULL,
`total` int(11) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`kode_beli`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;

4.5.4 Implementasi Antar Muka

Antarmuka pemakai (User Interface) merupakan mekanisme komunikasi

antara pengguna dengan sistem. Antarmuka pemakai dapat menerima informasi

dari pengguna dan memberikan informasi kepada pengguna untuk membantu

mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi yang

diinginkan.

4.5.5 Implementasi Instalasi Program

Berikut ini merupakan implementasi instalasi program tentang bagaimana

carainstalasi program pendukung agar system informasi anya laundry yang

berbasis web dapat digunakan. Langkah-langkanya adalah sebagai berikut :

1. Tampilam pertama dari XAMPP Setup Wizard ketika mengklik instaler


Gambar 4.30 Tampilan awal saat instalasi

2. Kemudian akan tampil halaman direktori penginstalan program

Gambar 4.31 Tampilan saat memilih direktori

3. Konfigurasi pilihan pada aplikasi XAMPP


Gambar 4.32 Tampilan saat mulai instalasi

4. Klik menu start kemudian pilih XAMPP Control Panel

5. Kemudian klik start pada Apache dan MySql.

Gambar 4.33 Tampilan Xampp control panel

6. Kemudian buka browser, lalu ketika alamat http://localhost/anyalaundry/

untuk membuka web anya laundry dengan localhost.


4.5.6 Penggunaan Program

Pada pembahasan ini akan dijelaskan cara singkat penggunaan program pada

system informasi anya laundry sebagai berikut :

1. Form login Admin

Admin yang memiliki hak akses ke halaman khusus admin memiliki

username dan password menginputkan username dan password tersebut ke form

ini lalu klik login.

Gambar 4.35 Tampilan login Admin

2. Formdata barang

Saat akan menginputkan data barang maka inputkan data barang ke dalam

form data barang dengan benar lalu klik tombol simpan maka data akan otomatis

tersimpan ke database.
Gambar 4.35 Tampilan Menu data barang

3. Form data lokasi

Saat akan menginputkan data lokasi maka inputkan data lokasi ke dalam

form data lokasi dengan benar lalu klik tombol simpan maka data lokasi akan

otomatis tersimpan ke database.

Gambar 4.35 Tampilan Menu data lokasi


4. Form datapaket

Saat akan menginputkan data paket maka inputkan data paket ke dalam

form data paket dengan benar lalu klik tombol simpan maka data akan otomatis

tersimpan ke database.

Gambar 4.35 Tampilan Menu datapaket

5. Form data pegawai

Saat akan menginputkan data pegawai maka inputkan data pegawai ke

dalam form data pegawai dengan benar lalu klik tombol simpan maka data akan

otomatis tersimpan ke database.

Gambar 4.35 Tampilan Menu data pegawai


6. Form data member

Saat akan menginputkan data member baru maka inputkan data member

ke dalam form data member dengan benar lalu klik tombol simpan maka data

akan otomatis tersimpan ke database guna keperluan proses berikutnya.

Gambar 4.35 Tampilan Menu data member

7. Form transaksi laundry non member

Form ini digunakan saat ada konsumen non member yang menginputkan

data laundry pada halaman user, dan tugas admin menginputkan detail barang

laundry yang diterima seperti berat dan keterangan barangnya lalu klik tombol

simpan data.
Gambar 4.35 Tampilan Menu transaksi laundry non member

8. Form transaksi laundry member

Form ini digunakan saat ada konsumen yang merupakan member yang

menginputkan data laundry pada halaman user, dan tugas admin menginputkan

detail barang laundry yang diterima seperti berat dan keterangan barangnya lalu

klik tombol simpan data.

Gambar 4.35 Tampilan Menu transaksi laundry member


9. Form data pembelian

Saat akan menginputkan data pembelian maka inputkan data pembelian ke

dalam form data pembelian dengan benar lalu klik tombol tambah agar masuk ke

dalam list pembelian jika sudah lalu klik simpan transaksi pembelian.

Gambar 4.35 Tampilan Menu data pembelian

10. Form laporan

Admin diharuskan menginput periode laporan yang diinginkan lalu klik

tombol tampilkan.

Gambar 4.35 Tampilan Menu laporan


11. Form pendaftaran member

Konsumen yang ingin menjadi member harus mengisi form ini secara

lengkap dan benar lalu klik simpan dan jangan lupa id member dan passwordnya

digunakan untuk login.

Gambar 4.35 Tampilan pendaftaran member

12. Form login member

User yang telah melakukan pendaftaran member menginputkan username

dan password lalu klik login.


Gambar 4.35 Tampilan Menu login member

13. Form input laundry member

Member yang akan melakukan laundry menginputkan data laundry pada

halaman ini lalu klik tombol simpan.

Gambar 4.35 Tampilan input laundry member


14. Form input laundry non member

Bagi konsumen non member yang akan melakukan laundry menginputkan

data laundrynya pada halaman ini lalu klik tombol simpan.

Gambar 4.35 Tampilan input laundry non member

15. Form cek laundry

Konsumen yang ingin melihat status laundry hanya tinggal menginputkan

kode transaksi ke dalam kolom isian lalu klik tombol cek maka detail data laundy

akan muncul di bawah halaman.

Gambar 4.35 Tampilan Menu cek laundry


16. Cetak faktur laundry

Output faktur laundry diberikan oleh pihak laundry kepada konsumen yang

telah menggunakan jasa laundry sebagai tanda bukti.

Gambar 4.35 Tampilan Cetak faktur laundry

17. Cetak laporan laundry member

Output ini merupakan hasil yang didapatkan setelah sebelumnya admin

menginputkan data periode laporan laundry member yang diinginkan.

Gambar 4.35 Tampilan Cetak laporan laundry member


18. Cetak laporan laundry non member

Output ini merupakan hasil yang didapatkan setelah sebelumnya admin

menginputkan data periode laporan laundry non member yang diinginkan.

Gambar 4.35 Tampilan Cetak laporan laundry non member