Anda di halaman 1dari 29

Kesehatan olah raga

Manfaat olahraga bagi kesehatan


manusia jelas sangat banyak dan bisa
dirasakan oleh setiap orang. Tak bisa
dipungkiri bahwa olahraga menjadi salah
satu gaya hidup yang wajib dilakukan
setiap orang untuk bisa membuat
tubuhnya tetap sehat dan bugar. Sebagai
sebuah kegiatan yang bisa melemaskan
otot-otot tubuh, olahraga dinilai sangat
penting bagi semua orang. Tak peduli itu
orang dewasa ataupun anak-anak, jika tak
pernah berolahraga pasti akan merasakan
dampat negatifnya. Olahraga dianjurkan
untuk semua orang, baik yang sehat,
sedang menjalankan diet, bahkan bagi
orang yang kurang sehat pun terkadang
disarankan untuk berolahraga karena
faktanya olahraga mampu
mengembalikan kesehatan tubuh dan
mampu membakar lemak jahat yang
tertimbun di dalam tubuh.
Intip Apa Saja Manfaat
Olahraga Bagi Kesehatan
Manusia
Kita ketahui bersama bahwa kegiatan
berolahraga ini sangat menyehatkan
tubuh, apalagi jika dilakukan secara rutin.
Akan tetapi, di zaman modern yang
aktivitasnya serba padat ini banyak sekali
orang yang enggan untuk berolahraga
dengan berbagai alasan. Biasanya
mereka beralasan kalau mereka tidak
punya waktu, sudah lelah bekerja, tidak
biasa berolahraga, dan sebagainya.
Padahal sebenarnya 30 menit saja Anda
luangkan waktu untuk berolahraga, hal
tersebut sudah berkontribusi besar bagi
kesehatan tubuh Anda.

Nah, selain dikatakan bisa menjaga


kesehatan tubuh, banyak juga yang
mengatakan ahwa olahraga bisa
membuat seseorang menjadi lebih cerdas
dan mengurangi level stres seseorang.
Benarkah demikian? Ternyata benar,
selain bermanfaat secara jasmani,
ternyata ada juga efek psikologi yang
dirasakan oleh orang yang berolahraga.
Untuk tahu lebih lengkap mengenai
manfaat berolahraga, berikut ini adalah
ulasan singkat mengenai manfaat
olahraga bagi kesehatan jasmani dan
rohani.

1. Menambah Kebugaran dan


Energi Tubuh
Salah satu manfaat olahraga bagi
kesehatan manusia yang utama adalah
mampu meningkatkan kebugaran dan
energi tubuh. Olahraga secara teratur
meskipun hanya 30 menit per hari akan
mampu meningkatkan kebugaran tubuh
secara berarti. Memiliki kebugaran tubuh
yang baik akan membuat kita tidak mudah
lelah dalam melakukan aktivitas sehari-
hari. Dalam bekerja atau belajar akan
mampu berkonsentrasi dalam jangka
waktu lama dan tidak akan mudah lelah.
2. Meningkatkan Imunitas dan
Mencegah Sakit
Bagi Anda yang tidak pernah berolahraga,
merugilah Anda. Berolahraga akan
meningkatkan imunitas tubuh dalam
menghadapi serangan-serangan penyakit,
salah satunya karena mampu
meningkatkan jumlah oksigen yang
masuk ke dalam tubuh. Meningkatnya
jumlah oksigen dapat meminimalisir efek
radikal bebas yang ada di dalam tubuh
karena oksigen merupakan anti-oksidan.
Radikal bebas yang mampu merusak
susunan protein dalam tubuh terbukti
dapat memicu kanker yang sukar diobati
dan ada banyak macamnya. Selain itu
radikal bebas dapat memicu penyakit-
penyakit berbahaya lainnya.

Berolahraga juga mampu memperlancar


peredaran darah dan membakar timbunan
lemak dalam tubuh, yang tentunya dapat
mengurangi resiko penyakit berbahaya
seperti jantung, hipertensi, dan stroke.
Diabetes, osteoporosis atau pelapukan
tulang juga dapat diminimalisir dengan
olahraga. Penyakit ringan semacam flu
dan batuk dapat dicegah karena imunitas
tubuh yang meningkat.

3. Meningkatkan Mood atau


Suasana Hati
Ini dia manfaat olahraga bagi kesehatan
jiwa, meskipun Anda hanya
melakukannya selama 30 menit per hari,
namun kegiatan tersebut dinilai akan
mengubah rasa hari Anda sejak pagi
sampai malam hari Anda menutup mata.
Saat Anda berolahraga, ada senyawa
kimia bernama endorphin yang lepas ke
dalam darah dan hal tersebut membuat
Anda lebih segar dan enerjik sepanjang
hari. Bahkan senyawa kimia tersebut juga
bisa membuat otak Anda lebih rileks.
4. Mampu Mencairkan Stres dan
Dapat Memberi Hiburan
Manfaat olahraga lainnya bagi kesehatan
jiwa yaitu mampu menurunkan tingkatan
stres yang sedang dimiliki seseorang.
Meskipun hanya melakukan gerakan-
gerakan kecil, namun diketahui bahwa
olahraga juga bisa memberikan efek
relaksasi yang mampu menimbulkan
dampak positif bagi siapapun yang
melakukannya. Terlebih lagi jika olahraga
dilakukan di luar tempat tinggal atau
tempat kerja kita, mungkin di lapangan,
gym, GOR, atau lainnya, maka itu akan
memberi hiburan tersendiri karena
dengan berubahnya susana akan
menghilangkan kejenuhan. Ajaklah
seseorang untuk menemani anda
berolahraga supaya lebih menyenangkan.
Selain itu efek psikologi lain yang bisa
Anda rasakan adalah meningkatnya rasa
bahagia, rasa marah yang berkurang dan
bahkan mampu meningkatkan hubungan
dengan orang di sekitar Anda.
5. Meningkatkan Kapasitas Otak
Seperti yang sudah dibahas di paragraf
sebelumnya, ada fakta yang menyebutkan
bahwa salah satu manfaat olahraga bagi
kesehatan manusia adalah mampu
meningkatkan kapasitas otak. Faktanya
memang berolahraga bisa meningkatkan
energi di dalam tubuh dan menambah
jumlah serotonin di dalam otak. Serotonin
sendiri adalah salah satu hormon di otak
yang fungsinya sebagai modulator
kapasitas kerja otak yang mengatur
kestabilan emosi seseorang, pemahaman
akan suatu hal dan juga napsu makan.

6. Banyak Waktu yang Tersedia


Keuntungan lain dari berolahraga adalah
Anda tidak perlu kesulitan mencari waktu
yang tepat untuk berolahraga. Pada
dasarnya untuk mendapatkan manfaat
olahraga bagi kesehatan jasmani dan
rohani, Anda bisa memanfaatkan waktu
luang dan tempat apapun. Anda bahkan
tidak perlu menggunakan peralatan
olahraga seperti sepatu dan sebagainya.
Anda bisa melakukannya setelah bangun
tidur, sambil mendengarkan musik, saat
istirahat kerja, dan sebagainya.

7. Olahraga Mendekatkan Jalinan


Komunikasi
Manfaat yang mungkin tidak Anda sadari
bisa didapatkan dengan berolahraga
adalah Anda bisa lebih dekat dengan
orang lain. Saat hubungan Anda dan
keluarga sedikit renggang, ajaklah mereka
berolahraga bersama. Rasakan
kebersamaan dengan keluarga dan hal
tersebut jelas terasa sangat
menyenangkan. Selain itu Anda juga bisa
bertemu dengan teman-teman baru yang
mungkin memiliki hobi olahraga yang
sama. Anda bisa lebih mendekatkan diri
kepada teman-teman satu tim saat
bermain futsal, basket, dan sebagainya.
Dan itulah manfaat olahraga bagi
kesehatan manusia terutama kesehatan
mental dan jiwa.
8. Melatih Jantung Agar Lebih Baik
Manfaat olahraga bagi kesehatan
manusia yang lain adalah mampu melatih
jantung Anda agar menjadi lebih kuat.
Sebagai salah satu organ tubuh yang
sangat penting dalam kehidupan manusia,
jantung bisa bekerja lebih efektif dan
mampu mengurangi plak yang ada dalam
pembuluh darah yang bisa menghambat
pembuluh darah tersebut. Fakta inilah
yang membuat olahraga sangat baik
untuk jantung agar bisa memompa darah
secara lebih maksimal.

Manfaat Olahraga Bagi


Kesehatan Jasmani dan
Rohani
Seperti yang sedari tadi sudah kita bahas
bahwa olahraga tidak hanya baik untuk
kesehatan tubuh saja. Tetapi olahraga
juga cukup berkontribusi penting untuk
kesehatan rohani atau jiwa kita. Sekarang
silahkan Anda coba sendiri efek positif
olahraga bagi kesehatan jiwa dan mental
Anda. Misalkan saja Anda sedang
melakukan program diet, kemudian Anda
melengkapi program diet Anda tersebut
dengan berolahraga secara rutin. Nah,
hasil yang akan Anda dapatkan bukan
hanya tubuh Anda menjadi lebih
proporsional. Tetapi di jiwa Anda pun
merasakan efek bahagia dan senang
karena tubuh Anda sudah lebih
proporsional. Mental Anda pun semakin
kuat karena Anda sudah semakin percaya
diri dengan tampilan Anda yang sudah
semakin sempurna. Itu adalah satu efek
domino yang sebenarnya Anda rasakan
secara tidak langsung.
Tb, kusta dan frambusia

Wasor Kusta Kabupaten Kayong Utara ;


M.Trisno Yuwono, SKM

Mulai kemarin (9/7), Dinas Kesehatan (Dinkes)


KKU memulai intensifikasi kusta, Tb paru, dan
frambusia (penyakit kulit bahaya) tahun 2012
di sepuluh desa dari lima kecamatan. Ini
bagian dari program pemberantasan penyakit
menular.

Untuk Kecamatan Sukadana di Desa Riam


Berasap Jaya, Pangkalan Buton, Pampang
Harapan. Di Kecamatan Teluk Batang,
intensifikasi dilaksanakan di Desa Teluk Batang
Selatan, Teluk Batang Utara, Banyu Abang,
Padu Banjar. Di Kecamatan Seponti,
dilaksanakan di Desa Sungai Sepeti.
Kecamatan Pulau Maya di Desa Dusun Besar
dan Dusun Kecil.

Program pemberantasan penyakit (P2) kusta di


Dinkes KKU dari tahun 2009-2011 sudah
banyak melakukan kegiatan. Seperti
penemuan penderita kusta antara lain
penemuan penderita kusta secara aktif
maupun pasif.
Pembinaan dan pengobatan penderita kusta
selama 6-12 bulan. Pemeriksaan laboratorim
(skinmaer). Pemeriksaan rutin dalam
pencegahan reaksi kusta dan obat kusta.
Konfirmasi diagnosis kusta oleh Wakil
Supervisor (Wasor) Kusta KKU. Monitoring
pencegahan cacat prevention of disability
(POD), pencegahan cacat, dan pemeriksaan
fisik secara rutin. Survei kontak anak sekolah.
Penyuluhan terhadap masyarakat dan peran
serta masyarakat tentang penyakit kusta
dengan leprosy elimination champagne (LEC).

Pemeriksaan rutin secara pasif ke penderita


kusta yang telah menyelesaikan pengobatan
selama 2-5 tahun. Pelatihan dokter dan
pengelola kusta puskesmas. Pelatihan Wasor
kusta kabupaten. Pencatatan, pelaporan, dan
manajemen logistik.

Pada umumnya penderita kusta merasa


rendah diri. Merasa tekanan batin. Takut
terhadap penyakitnya dan terjadinya
kecacatan. Takut menghadapi keluarga dan
masyarakat karena sikap penerimaan mereka
kurang wajar.
Segan berobat karena malu, apatis, karena
kecacatan tidak dapat mandiri sehingga beban
bagi orang lain, seperti jadi pengemis,
gelandangan.

Masalah terhadap keluarga seperti menjadi


panik. Berubah mencari pertolongan termasuk
dukun dan pengobatan tradisional. Keluarga
merasa takut diasingkan oleh masyarakat di
sekitarnya. Berusaha menyembunyikan
penderita agar tidak diketahui masyarakat di
sekitarnya. Mengasingkan penderita dari
keluarga karena takut ketularan.

Pada umumnya masyarakat mengenal kusta


dari tradisi kebudayaan dan agama. Sehingga
pendapat tentang kusta merupakan penyakit
sangat menular, tidak dapat diobati, penyakit
keturunan, kutukan Tuhan, nasjid, dan
menyebabkan kecacatan. Masyarakat
mendorong agar penderita dan keluarganya
diasingkan.

Penanggulangan penyakit kusta telah banyak


didengar di mana-mana. Maksudnya
mengembalikan penderita kusta menjadi
manusia yang berguna, mandiri, produktif, dan
percaya diri.
Metode penanggulangan ini terdiri dari metode
pemberantasan dan pengobatan, rehabilitasi.
Terdiri dari rehabilitasi medis, sosial, karya,
dan pemasyarakatan yang merupakan tujuan
akhir dari rehabilitasi. Di mana penderita dan
masyarakat membaur sehingga tidak ada
kelompok sendiri. Ketiga metode itu
merupakan suatu sistem saling berkaitan dan
tidak dapat dipisahkan.
BERFOTO BERSAMA: Kepala Dinas Kesehatan Rama Sebayang bersama Asisten II
Setda Ismail dan staf ahli Kemenkes-RI dr Ade Irma serta staf Dinas Kesehatan
Kalbar, pada acara Advokasi Kusta dan Frambusia di Sukadana, belum lama ini.
M SURIMIK UNTUK PONTIANAK POST
SUKADANA Sekitar 46 tenaga kesehatan dari tujuh puskemas di Kabupaten
Kayong Utara akan mulai melakukan intensifikasi kusta dan frambusia atau
penyakit kulit karena virus. Kegiatan ini serentak dilaksanakan di sepuluh desa
yang diduga memiliki banyak penderita kusta dan frambusia, hari ini (9/7).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kayong Utara, Rama Sebayang,
menerangkan bahwa tenaga kesehatan yang mengikuti intensifikasi tersebut
merupakan tenaga terampil dan terdidik.
Alasannya, menurut Rama, para tenaga tersebut telah mengikuti kegiatan
Sosialisasi dan Advokasi Lepra (Kusta) serta Tb Paru, 27 28 Juni silam di Balai
Praja Sukadana. Dalam intensifikasi ini diharapkan para tenaga kesehatan dapat
bekerja maksimal. Supaya penyakit menular berbahaya dapat lekas
ditanggulangi, pintanya, beberapa hari lalu.
Dia tak menampik ketika seseorang yang merasakan dirinya menderita kusta,
akan mengalami trauma kejiwaan atau psikis. Sebagai akibat dari trauma psikis
ini pada penderita, antara lain mereka akan dengan segera mencari pertolongan
pengobatan. Kemudian ada juga yang mengulur-ulur waktu karena
ketidaktahuan atau malu, bahwa dia atau kelurganya menderita kusta. Ada juga
yang menyembunyikan atau mengasingkan diri dari masyarakat sekelilingnya,
termasuk keluarganya. Dikarenakan berbagai masalah pada akhirnya penderita
bersikap masa bodoh terhadap penyakitnya, ungkap Rama.
Sebelumnya, Wakil Supervisor (Wasor) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten
Kayong Utara, M Trisno Yuwono, mengungkapkan bahwa kegiatan
intensifikasinya akan dimulai pada 9 Juli. Direncanakan akan dilaksanakan di
sepuluh desa di lima kecamatan yang ada kasus kusta sampai selesai. Jadi kerja
intensifikasi lepra tidak akan selesai kalau belum menyisir semua penderita,
ungkapnya.
Diungkapkan dia bahwa sepuluh desa tersebut berada di Desa Riam Berasap
Jaya, Pangkalan Buton, dan Pampang Harapan yang kesemuanya berada
Kecamatan Sukadana, kemudian Teluk Batang Selatan, Teluk Batang Utara,
Banyu Abang, Padu Banjar (Teluk Batang), Sungai Sepeti (Seponti), Dusun Besar,
dan Dusun Kecil (Pulau Maya).
Ia mengupas dalam kurun waktu sepanjang 2009 2011 di Kabupaten Kayong
Utara ditemukan sebanyak 32 penderita. Target nasional harus di bawah 1 per-
10 ribu penduduk. KKU 1,26 per-10 ribu penduduk. Kita masih berada di bawah
target nasional, jelasnya. Sedangkan untuk pemeriksaan frambusia atau
penyakit menyerang kulit, akan menggunakan RDT (rapid diagnostic test/tes
diagnosa cepat) pada anak usia di bawah 15 tahun (U-15). Kalau sudah
ditemukan langsung diobati di tempat pada saat kegiatan intensifikasi,
ucapnya.
Kusta Bisa Disembuhkan
Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Ditjen PP dan PL
Kemenkes RI, M Subuh, menegaskan bahwa penyakit kusta atau lepra dapat
disembuhkan.Jangan kucilkan penderita kusta atau lepra, karena penyakit ini
bisa disembuhkan, ungkap mantan Direktur RSUD Soedarso Pontianak ini, saat
bertandang ke Sukadana beberapa waktu lalu. Diterangkan mantan kepala Dinas
Kesehatan Provinsi Kalbar tersebut, ada tiga isu terbesar anggapan masyarakat
mengenai kusta. Tiga anggapan dimaksud yakni menimbulkan rasa malu,
menimbulkan masalah dalam memperoleh jodoh, dan menyebabkan sulit dapat
pekerjaan.
Tantangan yang lain, kita harus mencapai target global yang sudah
dicanangkan oleh WHO (organisasi kesehatan dunia, Red), menurunkan angka
cacat tingkat 2 per-100 ribu penduduk, sebesar 35 persen di tahun 2015 dari
data tahun 2010, tegasnya. Proporsi kasus MB atau kusta basah, sambungnya,
merupakan indikator untuk menggambarkan tingginya sumber penularan di
masyarakat. Indonesia termasuk etnis dengan proporsi MB tinggi dibanding
negara lain seperti India, Nepal dan Banglades antara 40 60.
Situasi ini membuat beban penyakit kusta di Indonesia lebih besar dalam
penularan dan penatalaksanaan kasus. Proporsi cacat tingkat dua, indikator
untuk menilai kinerja petugas dalam penemuan kasus. Sedangkan proporsi anak
merupakan indikator tingkat penularan kusta di masyarakat. Pencapaian kedua
indikator tersebut masih di atas target indikator program, yaitu sebesar 5
persen, paparnya.
Selama sebelas tahun terakhir, lanjut salah satu atlet bridge Kalbar ini, kedua
indikator meskipun fluktuatif serta relatif menunjukkan peningkatan. Proporsi
cacat tingkat dua pada tahun 2011 sebesar 10,1 persen atau sebanyak 2.025
kasus. Angka ini, menurut dia, lebih tinggi bila dibandingkan pada tahun 2000
yakni sebesar 8,38 persen atau 1.231 kasus. Proporsi anak tahun 2011
mencapai 12,2 persen atau 2.452 kasus, juga lebih tinggi dibandingkan tahun
2000 sebesar 10,2 persen atau 1.499 kasus, ucapnya.
Sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kayong Utara yakin bakal
dapat menurunkan pederita kusta di enam kecamatan di kabupaten ini. Namun
untuk mewujudkan itu, peran aktif berbagai pihak tentunya sangat diharapkan.
Berdasarkan data yang mereka miliki, penderita kusta atau lepra yang
teregristrasi dari tahun 2009 hingga 2011 adalah sebanyak 32 penderita. Jumlah
itu terpapar dalam temuan mereka pada 2009 sebanyak 6 kasus atau penderita,
kemudian tahun 2010 (14 penderita), serta 2011 mencapai (12 penderita).
Angka prevelansi tahun 2009 sebesar 0,61 per-10 penduduk, tahun 2010
sebesar 1,41 persen, dan 2011 sebesar 1,26 per-10 ribu penduduk. Sedangkan
target nasional harusnya 1 persen saja tiap per-10 ribu penduduk, ungkap Rama
Sebayang, kepala Dinkes Kabupaten Kayong Utara. Di era desentralisasi saat ini,
diingatkan Rama bahwa pembangunan kesehatan merupakan tanggungjawab
bersama, antara pemerintah dan masyarakat. Itu, menurut dia, menjadi satu
kesatuan secara berkesinambungan.
Hingga saat ini tak ada vaksinasi untuk penyakit kusta. Hasil penelitian, kuman
kusta yang masih utuh, bentuknya lebih besar kemungkinan menimbulkan
penularan dibandingkan yang tidak utuh. Faktor pengobatan sangat penting
untuk menghancurkan kusta, sehingga penularan dapat dicegah, tutur Rama. Ia
menganjurkan kepada para penderita untuk berobat secara rutin dan teratur.
Pengobatan ke penderita kusta, menurut dia, merupakan salah satu cara
pemutusan mata rantai penularan. Kuman kusta di luar tubuh manusia,
dijelaskan dia, dapat dapat hidup selama 24 48 jam hingga tujuh hari. Ini,
diingatkan dia, tergantung dari suhu dan cuaca di luar tubuh manusia itu.
Makin panas cuaca, makin cepatlah kuman kusta mati. Jadi, dalam hal ini,
pentingnya sinar matahari masuk ke dalam rumah dan hindarkan terjadinya
tempat-tempat lembab, pesannya. Dijelaskan dia, ada beberapa obat yang
dapat menyembuhkan penyakit kusta. Akan tetapi kita tidak dapat
menyembuhkan penyakit-penyakit kusta, kecuali masyarakat mengetahui ada
obat penyembuh kusta dan datang ke puskesmas untuk diobati, jelasnya
kembali.
Dia memastikan bahwa telah tersedia obat yang dapat menyembuhkan kusta.
Sekurang-kurangnya 80 persen dari semua orang, tidak mungkin terkena kusta.
Enam dari tujuh kusta tidaklah menular ke orang lain. Kasus-kasus menular tidak
akan menular, setelah diobati enam bulan atau lebih secara teratur. Diagnosa
dan pengobatan dini dapat mencegah sebagain besar cacat fisik, tegasnya.
(mik)

Komentar
Dua Kasus Kusta Ditemukan di RBJ
Filed under: KUSTA DAN FRAMBUSIA Tinggalkan komentar
Jumat, 20 Juli 2012 , 10:24:00
Dua Kasus Kusta Ditemukan di RBJ

TERSERANG KUSTA: Seorang pasien kusta ditemukan di Desa Riam Berasap Jaya,
Kecamatan Sukadana. foto Mik/Pontianak Post
SUKADANAIntensifikasi di desa Riam Berasap Jaya (RBJ) kecamatan Sukadana
sejak Senin (16/7) sampai kemarin, berhasil ditemukan dua kasus kusta.
Sedangkan intensifikasi frambusia (borok super besar) masih negatif. Petugas
dari Puskesmas Siduk memeriksa lebih dari seratus warga desa RBJ. Kulit warga
diperiksa kulit dan darahnya untuk menemukan dugaan kasus kusta.
Temuan kasus kusta menghinggapi orang yang sudah tua, bukan kanak-kanak.
Sebelumnya berhasil ditemukan 17 penderita kusta, termasuk di dalamnya dua
menyerang anak kecil. Ditambah dengan temuan di Desa RBJ, totalnya mencapai
19 penderita kusta. Sedangkan kasus frambusia di KKU, masih ditemukan satu
kasus. Intensifikasi kusta dan frambusia di KKU di tahun 2012 ini masih berjalan.
Jadi ada kemungkinan penambahan jumlah penderita kusta dan frambusia,
ungkap M Trisno Yuwono MKM, Wakil Supervisor (Wasor) Dinas Kesehatan
(Dinkes) KKU, kemarin (18/7). (mik)

Empat Tujuan Olahraga Untuk Kesehatan


*Peningkatan
*pencegahan
*Pengobatan
*Pemulihan
Munculnya istilah ,olah raga kesehatan, ialah
untuk membedakannya dengan olah raga
profesional.
Olah raga profesional, sebagaimana profesi-
profesi lainnya, merupakan salah satu
pekerjaan yang mempunyai kode etik
tersendiri dan menghasilkan uang bagi
olahragawan tersebut.
Untuk menjadi olahragawan profesional
seseorang harus belajar dan berlatih sejak
kecil sebagaimana mempelajari kemampuan-
kemampuan lainnya,olah raga kesehatan
bertujuan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan
*Peningkatan
Meskipun orang itu bebas penyakit belum
tentu orang iti sehat,dengan mengukur
beban latihan yang di berikan pada
seseorang,maka kebugaran dapat di
klasifikasi menjadi sangat kurang,latihan
fisik yang teratur dan terukur di sertai gizi
yang cukup akan meningkatkan kebugaran
seseorang.kebugaran ini di tandai olah daya
tahan jantung,otot,kelenturan
tubuh,komposisi tubuh,kecepatan
gerak,kelincahan,denyut nadi.latihan slalu di
monetor[periksa]agar tidak melebihi denyut
yang di perbolehkan antara72-87% dari
denyut yang maksimal.
*Pencegahan
Olahraga dapat mencegah dampak negatif
dari hopokenisia[kurang
gerak],memperlambat proses
penuaan,memperlancar proses kelahiran
pada wanita kehamilan.
*Pengobatan
Membantu proses penyambuhan pada
penyakit jantung,kencing
manis,rematik,asma,kropos
tulang,dll.peredaran darah orang yang
berolahraga lebih lancar,sehingga racun yang
menumpuk di tubuh cepat di keluarkan.
*Pemulihan
Penyandang cacat,kerusakan otak,tuna
rungu,epilepsi dll membutuhkan olahraga
yang sesuai dengan keadaan yang di
penderita,apabila penyandang cacat ini tidak
melakukan olahraga maka cacatnya akan
bertambah karena terjadi kekurangan
gerak,otak menjadi lemah sehingga mudah
timbul penyakit-
penyakit,jantung,ginjal,saluran darah,dll
selain itu olahraga bagi penyandang cacat
juga sangat di perlukan untuk
menghilangkan anggapan masyarakat bahwa
mereka tidak mampu berbuat apa-apa.

Frambusia

merupakan penyakit kulit


infeksi sistemik menahun
yang disebabkan
oleh Treponema
portenue. Pateklebih
sering menyerang orang-
orang di daerah tropis.
Kurangnya kebersihan
dan musim hujan dapat
mempercepat
penyebaran penyakit ini.
Populasi yang padat
seperti sekolah, asrama,
dan pasar memudahkan
penyebaran penyakit ini.

Penyakit patek ini


disertai beberapa gejala.
Penyakit ini dibagi dalam
tiga stadium
perkembangan. Setiap
stadium
mempunyai gejala-
gejala yang berbeda.
Stadium I : Dimulai
dengan adanya tonjolan
padat di permukaan kulit
yang selanjutnya
menjadi banyak
berkelompok. Biasanya
mengeluarkan serum
berwarna kuning cokelat
yang melekat pada
tonjolan tersebut. Serum
ini lama kelamaan
mengering di
permukaan kulit.
Tonjolan yang ditutupi
oleh cairan yang sudah
mengering tersebut
disebut induk patek.
Kelenjar getah bening
membesar, penderita
panas dingin, dan sakit
keras. Stadium I ini
menyerang daerah
tungkai bawah.
Stadium II : Setelah
beberapa bulan, induk
patek hilang sendiri.
Selanjutnya timbul lagi
tonjolan padat yang
hampir sama dengan
induk patek, tetapi lebih
kecil dan tersebar di
seluruh tubuh.
Permukaan tonjolan-
tonjolan ini ditutupi oleh
cairan yang sudah
mengering berwarna
kuning kecokelatan yang
disebut anak patek.
Stadium II ini
menyerang seluruh
tubuh, sesudahnya
menetap di lipatan-
lipatan sekitar lubang
hidung dan anus.
Stadium III : Stadium
ini disebut stadium
perusak karena
menyerang kulit, tulang,
dan sendi. Stadium III
menyerang tulang-
tulang panjang dan
tulang rawan hidung.

Pengobatan Patek ( Frambusia )

Pengobatan dapat
dilakukan dengan
penyuntikan antibiotika
penisillin, misal : benzatin
penisillin dosis tunggal
2,4 juta Intra
muskular.Pada anak-anak
diberikan setengah dosis
dewasa. Jika tidak tahan
penisillin dapat
diberikan eritromisin 20-
50 mg/kg BB selama 2-4
minggu.

Pencegahan dapat
dilakukan dengan selalu
menjaga kebersihan
lingkungan dan badan,
terutama kulit. Jagalah
kebersihan lingkungan
terutama pada waktu
hujan, karena penyakit ini
lebih mudah menular
pada saat musim hujan.