Anda di halaman 1dari 12

MODUL IDENTIFIKASI BATUAN BEKU

Matakuliah

: Ilmu Kebumian

Prodi

: Pendidikan IPA FMIPA UM

Identifikasi batuan merupakan suatu kegiatan membuat deskripsi tentang

suatu batuan tertentu. Setelah identifikasi dilakukan, maka kita dapat dengan jelas memberi nama batuan tersebut. Sifat fisika dan kimia yang umum dikenal dalam mengidentifikasi batuan biasanya dibagi dalam 4 kategori sifat, yaitu :

A. Warna

B. Tekstur

C. Struktur

D. Komposisi mineral pembentuk batuan

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma, baik di bawah permukaan (intrusif) maupun di atas permukaan(ekstrusif). Ciri khas batuan beku adalah kenampakannya yang kristalin, yaitu memiliki unit-unit kristal yang

kecil yang saling mengikat satu sama lain.

A. WARNA

Warna batuan beku biasanya representasi dari mineral pembentuk batuan beku itu sendiri. Mineral-mineral tersebut biasanyadibedakan menjadi dua kelompok, yakni: berwarna cerah (bersifat asam/felsic) dan berwarna gelap (bersifat basa/mafic). Beberapa ciri warna pada mineral yang penting pada batuan beku:

- kwarsa : berwarna putih jernih, putih susu dan tidak memiliki belahan.

- mika : apabila berwarna putih diberi nama muskovit, bila berwarna hitamdiberi nama biotit, keduanya dicirikan adanya belahan seperti lembaran-lembaran.

- feldspar : apabila berwarna merah dagingdiberi nama ortoklas (bidang belah tegak lurus/ 90°), bila berwarna putih abu-abu diberi nama plagioklas(belahan kristal kembar).

- olivin : hijau(butiran/granular), atau biasanya berwarna kuning kehijauan seperti gula pasir.

- piroksen : hijau kehitamanberbentuk prismatik pendek.

- amfibol : hitam mengkilatberbentuk prismatik panjang

- sedikit oksida besi : kuning- coklat kemerahan

B. TEKSTUR

Tekstur merupakan kenampakan batuan berkaitan dengan ukuran, bentuk, dan susunan butir mineral dalam batuan. Tekstur batuan dapat dijadikan petunjuk tentang proses (genesa) yang terjadi pada waktu lampau sehingga menghasilkan batuan tersebut. Tekstur umum yang sering dijumpai pada batuan beku:

1.

Faneritik : bila butiran-butiran mineral dapat dilihat dengan mata telanjang. Bila faneritik dengan ukuran yang seragam, maka

disebut faneritik granular.

2. Afanitik : bila butiran-butiran mineral sangat halus sehingga tidak

dilihat dengan mata telanjang.

dapat

3. Porfiritik : bila mineral butiran yang besar (fenokris-nya) dikelilingi mineralmineral yang berukuran butir lebih kecil (massa dasar-nya).

4. Glassy (gelas) : bila batuan beku tersusun oleh gelas/kaca.

5. Fragmental : bila batuan beku terdiri dari fragmen (bagian-bagian) batuan beku hasil erupsi gunungapi.

Fenokris

(faneritik)

batuan beku hasil erupsi gunungapi. Fenokris (faneritik) Massa dasar (afanitik) Gelas Vulkanik (Si.Al.Ca.Na.K.Mg.F

Massa dasar

(afanitik)

Gelas Vulkanik (Si.Al.Ca.Na.K.Mg.F

Riolit
Riolit

Kuarsa (SiO 2 )

K-Felspar

Plagioklas (NaAlSi 3 O 8 -

C. STRUKTUR

Struktur

adalah

kenampakan

hubungan

antar

bagian

batuan

yang

berbeda.

Macam-macam struktur yang terdapat pada batuan beku:

1. Masif : bila batuan tersebut pejal, tanpa retakan maupun lubang gas

2. Jointing : bila batuan tampak memiliki retakan

3. Vesikular : bila batuan tersebut memiliki lubang-lubang gas

4. Aliran : bila batuan tersebut memiliki kesan orientasi sejajar seperti aliran/sisipan, baik oleh kristal maupun lubang gas

5. Amigdaloidal : bila batuan tersebut memiliki lubang-lubang gas yang terisi oleh mineral-mineral sekunder yang terbentuk setelah pembekuan magma

D. KOMPOSISI MINERAL PEMBENTUK BATUAN Mineral-mineral yang terdapat pada batuan beku, antara lain : kwarsa, mika, feldspar,olivin, piroksen. Mineral-mineral yang terdapat pada batuan metamorf, antara lain : kwarsa, mika, feldspar, karbonat,mineral lempung.

LEMBAR KERJA IDENTIFIKASI BATUAN

Nama Mahasiswa

:

Kelas/Off

:

Hari/Tanggal

:

Dosen Pembina

:

No.

Warna

Sifat Batuan

Tekstur

Struktur

Komposisi

Nama

Mineral

Batuan

1.

           

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

SAMPEL BATUAN YANG DIIDENTIFIKASI SEBAGAI BERIKUT (15 SAMPEL):

1.

SAMPEL BATUAN YANG DIIDENTIFIKASI SEBAGAI BERIKUT (15 SAMPEL): 1.

2.

2. 3.

3.

2. 3.

4.

4. 5.

5.

4. 5.

6.

6. 7.

7.

6. 7.

8.

8. 9.

9.

8. 9.

10.

10. 11.

11.

10. 11.

12.

12. 13.

13.

12. 13.

14.

14. 15.

15.

14. 15.