Anda di halaman 1dari 2

MENTAL HARUS JUARA

Islam adalah agama yang menganjurkan umatnya agar memiliki mentalitas yang tinggi
dalam menjalani kehidupan. Inilah barometer karakter Muslim sejati, sebagai tolok ukur tinggi-
rendah kehormatan dan kedudukan hamba di sisi Allah. Dan sifat demikianlah yang mendorong
kita agar bersikap sungguh-sungguh dalam mengerjakan kebaikan dan berjiwa besar dalam
menyikapi segala hal yang terjadi, di samping memotivasi diri untuk meraih kesempurnaan, juga
menggugah jiwa untuk menjauhi setiap hal yang hina dan rendah. Oleh karena itu setiap santri
harus diajarkan dan ditanamkan 3 Sikap Mental Juara berikut:
1. Berani Bertindak
Setiap orang tentu memiliki tujuan yang hendak dicapai. Apakah itu untuk meraih pekerjaan
tertentu, menciptakan sebuah alat, atau menulis sebuah buku. Namun sehebat apapun tujuan
yang hendak dicapai, secanggih apapun strategi yang dipersiapkan, semuanya tidak akan berguna
tanpa tindakan. Ya, sebuah tindakan akan menentukan apakah Anda berhasil atau tidak. Sebuah
tindakan akan menguji apakah strategi yang Anda pakai sudah tepat atau tidak. Namun
sayangnya, banyak orang hanya berhenti dengan sebuah cita-cita dan strategi saja. Ingat tanpa
tindakan, tidak ada yang terjadi. Jadi, setelah Anda merumuskan tujuan dan merancang strategi,
selanjutnya kerjakan.

Beranilah bertindak.

TAKE ACTION to make it happen.

2. Menyikapi Kegagalan
Setiap tindakan akan membawa konsekuensi: berhasil atau gagal. Dengan bertindak maka Anda
membuka peluang 50% berhasil dan 50% gagal. Sedangkan jika Anda menunda-nunda dan tidak
melakukan apapun, sebenarnya Anda kehilangan kesempatan 50% untuk berhasil. Jadi jangan
takut gagal. Thomas Alfa Edison gagal ribuan kali sebelum berhasil menemukan filamen lampu
pijar.

Sikapi kegagalan dengan bijak. Ambil hikmah dari setiap kegagalan dan jadikan masukan
untuk menentukan tindakan dan strategi Anda selanjutnya.

3. Menyikapi Keadaan
Pekerjaan paling gampang adalah mencari kesalahan dari pihak lain. Sayangnya, ini pula yang
sering dilakukan banyak orang. Ketika target tidak tercapai, kita menyalahkan atasan yang tidak
memberi dukungan, rekan kerja yang tidak kooperatif. Ketika hari hujan, kita menyalahkan
pakaian yang basah dan jalanan yang macet.

Dunia dipenuhi oleh berbagai kejadian yang bisa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Dan
ada begitu banyak kejadian yang tidak bisa kita atur keadaannya. Berita baiknya, kita bisa
memilih respon apa yang ingin kita berikan. Respon inilah yang akhirnya menentukan hasil.
Bukan keadaan atau situasi yang ada di sekitar kita. Jika Anda menanggapinya dengan kesal dan
kecewa, maka hari indah menjadi muram. Sebaliknya jika kita menyikapi dengan positif, melihat
kesempatan di balik situasi sulit, maka kita bisa mengubah setiap hari jadi menyenangkan.

Hidup akan lebih sehat, jiwa dan raga.

Demikian tiga pelajaran yang ingin saya bagi buat Anda.

Mulai sekarang, jangan tunda untuk bertindak ketika Anda harus melakukannya.

Jangan takut gagal karena gagal merupakan langkah awal keberhasilan.

Pilih sikap dan respon yang positif terhadap apapun yang terjadi di sekitar Anda.

Niscaya Anda dapat menjalani peristiwa apapun dengan kebaikan.