Anda di halaman 1dari 12

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian
Kata kardiomiopati (secara harfiah, penyakit otot jantung) dapat
diterapkan ke hampir semua penyakit jantung, tetapi berdasarkan perjanjian,
kata ini digunakan untuk menjelaskan penyakit jantung yang terjadi akibat
kelainan primer di miokardium (Robbins et al, 2007). Kardiomiopati dapat
diartikan sebagai penyakit pada otot jantung yang tidak diketahui
penyebabnya. Salah satu definisi menyatakan kardiomiopati primer adalah
penyakit pada otot jantung yang tidak diketahui penyebabnya dimana tidak
didapati adanya penyakit jantung bawaan (PJB), hipertensi, kelainan katup
didapat, kelainan arteri koroner, infeksi atau penyakit sistemik. Gejala klinis
yang didapat bisa berupa gagal jantung kongestif, nyeri dada, dispnea,
aritmia, atau mati mendadak (Siregar, 2005).

Kardiomiopati adalah salah satu penyakit miokardium yang


menyerang otot jantung ( miokard ) dan penyebabnya tidak di ketahui. Akan
tetapi, hampir pada setiap penyakit, miokardium jantung dapat berubah
secara berangsur-angsur. Begitu juga pada penyakit jantung bawaan atau
yang di dapat bias menyebabkan terjadinya hipertrofi otot jantung. Berbagai
keadaan ekstrakardial, misalnya: anemia tirotoksikosis, beri-beri, infeksi dan
berbagai penyakit sistemik seperti lupus eritematosus diseminata, dan
periarteritis nodosa dapat mempengaruhi miokard. ( Muttaqin, 2009 )
Menurut Goodwin, berdasarkan kelainan pathofisiologinya, terbagi
atas terbagi atas kardiomiopati kongestif/dilatasi, kardiomiopati hipertrofik ,
dan kardiomiopati restriktif. (Mansjoer, et.al 2000).

1. Kardiomiopati dilatasi/kongsetif
Penyakit miokard yang ditandai dengan dilatasi ruangan-ruangan jantung
dan gagal jantung kongestif akibat berkurangnya fungsi pompa sistolik
secara progresif serta meningkatkan volume akhir diastolic dan sistolik.

2. Kardiomiopati hypertrofi
Suatu penyakit dimana terjadi hypertrofi septum interventrikular secara
berlebihan aliran darah keluar dari ventrikel kiri terhambat.

3. Kardiomiopati restriktif
Suatu penyakit dimana terjadi kelainan komposisi miokardium sehingga
menjadi lebih kaku sehingga pengisian kapiler kiri terganggu, mengurangi
curah jantung, dan meningkatkan tekanan pengisian ventrikel kiri.
B. Etiologi

Sebagian besar penyebab kardiomiopati tidak diketahui ada beberapa


sebab yang diketahui antara lain: infeksi berbagai mikroorganisme toksik
seperti etanol: metabolic misalnya pada buruknya gizi dan dapat pula
diturunkan. (Muttaqin, 2009).

Goodwin dalam Mansjoer, et.al 2000, membagi etiologi berdasarkan


klasifikasi kardiomiopati yaitu sebagai berikut:

1. Kardiomiopati dilatasi/kongsetif: etiologinya sebagian besar tidak


diketahui, namun mungkin berhubungan dengan virus, penggunaan
alcohol yang berlebihan,penyakit metabolic,kelainan gen dan sebagainya.
2. Kardiomiopati hypertrofi : Penyebabnya tidak diketahui namun sebagian
diturunkan secara autosom dominan.
3. Kardiomiopati restriktif : etiologinya penyakit-penyakit yang
menginfiltrasi miokardium, seperti amiloidosis hemokromatisis,
sarkoidosis, dan sebagainya.

C. Patofisiologi
Miopati merupakan penyakit otot. Kardiomiopati merupakan
sekelompokpenyakit yang mempengaruhi struktur dan fungsi
miokardium.Kardiomiopati digolongkan berdasar patologi, fisiologi dan
tanda klinisnya.
Penyakit ini dikelompokkan menjadi (1) kardiomiopati dilasi atau
kardiomiopatikongestif; (2) kardiomiopati hipertrofik; (3) kardiomiopati
restriktif. Tanpamemperhatikan kategori dan penyebabnya, penyakit ini
dapat mengakibatkangagal jantung berat dan bahkan kematian.
1. Kardiomiopati dilasi atau kongistif adalah bentuk kardiomiopati yang
palingsering terjadi. Ditandai dengan adanya dilasi atau pembesaran
rongga ventrikelbersama dengan penipisan dinding otot, pembesaran
atrium kiri, dan stasis darah dalam ventrikel. Pada pemeriksaan
mikroskopis otot memperlihatkan berkurangnya jumlah elemen kontraktil
serat otot. Komsumsi alkohol yang berlebihan sering berakibat berakibat
kardiomiopati jenis ini.
2. Kardiomiopati hipertrofi jarang terjadi. Pada kardiomiopati hipertrofi,
massa otot jantung bertambah berat, terutama sepanjang septum. Terjadi
peningkatan ukuran septum yang dapat menghambat aliran darah dari
atrium ke ventrikel; selanjutnya, kategori ini dibagi menjadi obstruktif
dan nonobstruktif.
3. Kardiomiopati restritif adalah jenis terakhir dan kategori paling sering
terjadi. Bentuk ini ditandai dengan gangguan regangan ventrikel dan
tentu saja volumenya. Kardiomiopati restriktif dapat dihubungkan dengan
amiloidosis (dimana amiloid, suatu protein, tertimbun dalam sel) dan
penyakit infiltrasi lain. Tanpa memperhatikan perbedaannya masing-
masing, fisiologi kardiomiopati merupakan urutan kejadian yang
progresif yang diakhiri dengan terjadinya gangguan pemompaan
ventrikel kiri. Karena volume sekuncup makin lama makin berkurang,
maka terjadi stimulasi saraf simpatis, mengakibatkan peningkatan
tahanan vaskuler sistemik. Seperti patofisiologi pada gagal jantung
dengan berbagai penyebab, ventrikel kiri akan membesar untuk
mengakomodasi kebutuhan yang kemudian juga akan mengalami
kegagalan. Kegagalan ventrikel kanan biasanya juga menyertai proses
ini.

E. Manifestasi klinis
Gejala klinis yang menonjol adalah gagal jantung kongestif, yang
timbul secara bertahap pada sebagian besar pasien. Beberapa pasien yang
mengalami dilatasi ventrikel kiri dalam beberapa bulan bahkan sampai
beberapa tahun sebelum timbul gejala. Pada beberapa kasus sering
ditemukan gejala nyeri dada tidak khas, sedangkan nyeri dada yang tipikal
kardiak tidak lazim ditemukan. Bila terdapat keluhan nyeri dada yang
tipikal, dipikirkan kemungkinan terdapat penyakit jantung iskemia secara
bersamaan. Akibat dari aritmia dan emboli sistemik kejadian sinkop cukup
sering ditemukan. Pada penyakit yang telah lanjut dapat pula ditemukan
keluhan nyeri dada akibat sekunder dari emboli paru dan nyeri abdomen
akibat hepatomegali kongestif (Nasution, 2009).
1. Kardiomiopati Dilatasi
Gejala klinis yang menonjol adalah gagal jantung kongestif,
terutama yang kiri, berupa sesak nafas saat bekerja, lelah, lemas, dapat
disertai tanda-tanda emboli sistemik atau paru serta aritmia , orthopnea,
dispnea proksimal nokturnal, edema perifer, paltipasi berlangsung secara
perlahan pada sebagian besar pasien.
2. Kardiomiopati Restrikstif
Pada umumnya penderita mengalami kelemahan, sesak nafas,
edema, asites serta hepatomegali disertai nyeri.Tekanan vena jugularis
meningkat dan dapat lebih meningkat dengan inspirasi (tanda
kusmaul).Bunyi jantung terdengar jauh dari biasanya serta ditemukan
tanda-tanda gejala penyakit sistemik seperti amiloidosis, hemokromatis.

3. Kardiomiopati Hipertrofik
a. Kardiomiopati Hipertrofik simptomatik
Keluhan yang paling sering adalah dispnea, sebagian besar
karena kekakuan dinding ventrikel kiri yang meningkat dan yang
mengganggu pengisian ventrikel dan mengakibatkan tekanan diastolik
ventrikel kiri dan atrium kiri meningkat. Gejala lainnya meliputi:
angia pektoris, kelelahan dan sinkop.
b. Kardiomiopati HipertrofikAsimtomatik
Tidak ada tanda dan gejala dan dapat menyebabkan kematian
tiba-tiba, sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa muda dan
dapat terjadi selama atau setelah beraktivitas.

F. Komplikasi
a. Fibrilasi atrial dengan trombus
b. Endokarditis infektif.
c. Gagal jantung kongestif.

G. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Dilatasi Restriktif Hipertrofi


Rontgen Pemeriksaan jantung Ringan. Ringan sampai sedang
sedang-besar (kar- Hipertensi vena terutama pembesaran
diomegali) terutama pul-monal. atrium kiri.
ventrikel kiri
Hipertensi vena pul-
monal.
EKG Kelainan ST-T Voltase rendah. Kelainan ST-T, hiper-
Sinus takikardia Defek konduksi trofi ventrikel kiri, Q
Aritmia atrial dan abnormal.
ventrikel.
Echokardio- Hipertrofi septal-
Penebalan dinding Hipetrofi septum asi-
gram asimetrik dilatasi
ventrikel kiri metris (ASH)
dalam dan disfungsi sistolik normal. Gerakan katup mitral
ventrikel kiri. ke muka saat sistolik
(SAM)
Radio nuklir Dilatasi dan dis- Fungsi sistolik nor- Fungsi sistolik kuat
fungsi ventrikel kiri mal (RVG) (RVG, ASH, (RVG
(RVG) Infiltrasi otot jan- atau T1)) ventrikel kiri
tung ingeal atau normal.

Kateterisasi Dilatasi dan dis- Fungsi sistolik nor- Fungsi sistolik


fungsi ventrikel kiri. mal atau peningka- Obstr. Saluran / aliran
Elevasi tekanan ven- tan tekanan pengi- ventrikel kiri.
trikel kanan dan kiri. sian kanan dan Elevasi tekanan ven-
Curang jantung me- kiri. trikel kanan dan kiri.
nurun.

H. Penatalaksanaan
a. Medis
1) Kardiomiopati dilatasi
a. Obat-obatan
b. Diuretik
c. Digitalis
d. Vasodilator
e. Kartikosteroid
f. Anti aritmika
g. Anti koagulan
h. Transplantasi jantung
2) Kardiomiopati Restriktif
a. Obat-obatan
b. Anti aritmia
c. Kortikosteroid
d. Imunosupresif.
e. Pemasangan alat pacu jantung
3) Kardiomiopati Hipertrofi
a. Obat-obatan
b. Amiodarum
c. Kalsiumantagonis, seperti verapamil & nifedipin
d. Disopiramid
e. Digitalis diuretik nitrat dan penyekat beta adrenergik
f. Operasi miotomi atau miektomi

b. Keperawatan
1. Pencegahan primer
Anjurkan klien untuk mengurangi konsumsi alkohol.
Cegah proses infeksi
Monitor terjadinya hipertensi sistemik
Monitor keadaan wanita selama masa kehamilan
2. Pencegahan sekunder
Monitor tanda awal dari gagal jantung kongestif.
Evaluasi klien dengan disritmia.
3. Pencegahan tersier.
Perhatikan petunjuk spesifik pemakaian obat
Pertimbangkan untuk dilakukan transplantasi jantung
Evaluasi pemberian terapi antikoagulasi untuk mengurangi embolisme
sistemik.

I. Diagnosa Keperawatan
Ketidakefektifan pertukasan gas b.d Gangguan difusi O2 dan CO2
Ketidakefektifan pola nafas b.d Gangguan ekspansi paru
Kelebihan volume cairan b.d Edem Perifer
Nutrisi kurang dari kebutuhan b.d Mual
Intoleransi aktifitas b.d Penurunan Cardiac output
Resiko kerusakan integritas kulit b.d Edem perifer

J. Intervensi
Diagnosa NOC NIC
Ketidak efektifan pola - Respiratory status : Airway
nafas ventilation Managemen :
Definisi : Inspirasi dan - Respiratory status : - Posisikan pasien
ekspirasi yang tidak Airway patensy untuk
- Vital sign status
member ventilasi memaksimalkan
Batasan Kriteria hasil :
ventilasi
karakteristik : - Mendemonstrasikan - Lakuakan
- Perubahan
batuk efektif dan Fisioterapi dada
kedalaman
suara bersih, tidak jika perlu
pernafasan - Monitor respirasi
ada sianosis dan
- Penurunan tekanan
dan O2
dypsneu
ekspirasi - Monitor TD, F,
- Menunjukan jalan
- Pernafasan cuping
RR, T
nafas yang paten,
hidung - Monitor suara paru
- Dipneu irama nafas dalam
rentang normal, dan
tidak ada suara nafas
abnormal.
- Mampu
mengidentifikasikan
dan mencegah factor
yang dapat
menghambat jalan
nafas.
-
Ganguan pertukaran Respiratory status : Gas Airway Management
- Posisikan pasien
gas exchange
Definisi : merasa Respiratory status : untuk
kurang senang, lega, ventilation memaksimalkan
Vital sign status
dan sempurna dalam ventilasi
Kriteria hasil :
- Lakuakan
dimensi fisik, - Mendemonstrasikan
Fisioterapi dada
psikospiritual, dan peningkatan
jika perlu
social. ventilation dan
- Monitor respirasi
Batasan
oksigenasi yang
dan O2
karakteristik :
adekuat
- Ansietas
- Menunjukan jalan
- Gangguan pola tidur
- Ketidakmampuan nafas yang paten,
untuk rileks irama nafas dalam
- Melaporkan merasa
rentang normal, dan
dingin atau panas
tidak ada suara nafas
- Melaporkan
abnormal.
perasaan tidak
- Tanda-tanda vital
nyaman
dalam rentang normal
Kelebihan volume - Electrolit and acid Fluid management :
- pertahankan
cairan base balance
Definisi : Peningkatan - Fluid balance catatan intake dan
- Hydration
retensi cairan isotonic output yang akurat
Batasan Kriteria Hasil : - monitor status
karakteristik : - Bunyi nafas bersih, nutrisi
- Gangguan elektrolit - kolaborasi dokter
tidak ada
- Ansietas
jika tanda cairan
- Perubahan pola dyspneu/ortopneu
- Terbebas dari berlebih memburuk
nafas kelelahan, kecemasan
- Efusi fleura
dan kebingungan
- Gelisah
- Menjelaskan
indicator kelebihan
cairan

Ketidak seimbangan Nutritional status : food Nutritional


nutrisi kurang dari and fluid intake Management
Nutritional status : - Anjurkan pasien
kebutuhan
Definisi: Asupan nutrisi nutrient intake untuk
Weight control
tidak cukup untuk meningkatkan
Kriteria hasil :
memenuhi kebutuhan - Adanya peningkatan intake
- Anjurkan pasien
tubuh berat badan
Batasan - Tidak ada tanda-tanda untuk
karakteristik : malnutrisi meningkatkan
- Nyeri abdomen - Tidak terjadi
protein dan vitamin
- BB 20% atau lebih
penurunan berat
C
di bawah BB ideal
badan - Anjurkan makanan
- Kurang makan
- Penurunan berat tinggi serat untuk
badan mencegah
konstipasi
Intoleransi Aktifitas - Energy conservation Activity Therapy
Definisi : ketidak - Activity toleran - Bantu pasien untuk
- Self care : ADLs
cukupan energy, memilih aktivitas
Kriteria hasil :
psikologis atau yang sesuai untuk
- Mampu melakukan
psiologis untuk pasien
aktivitas sehari-hari - Bantu pasien untuk
melanjutkan aktifitas
- TTV dalam rentang
membuat jadwal
sehari-hari
normal
Batasan latihan di waktu
- Sirkulasi status baik
karakteristik : luang
- Respon TD - Monitor respon
abnormal terhadap fisik, emosi, social
aktifitas dan spiritual
- Dipsneu setelah
beraktifitas
- Menyatakan merasa
lemah
Kerusakan Integritas Tissue integrity : skin Pressure Management
kulit and mucous membranes - Anjurkan pakai
Definisi: Hemodyalis akses pakaian yang
Perubahan/gangguan Kriteria hasil : longgar
- Monitor kulit akan
epidermis atau dermis - Integritas kulit yang
adanya kemerahan
Batasan karakteristik baik
- Mobilitas pasien
- Tidak ada luka/lesi
- Kerusakan lapisan
pada kulit
kulit ( dermis )
- Perfusi jaringan baik
- Gangguan
permukaan kulit
( Epidermis
- Invasi struktur tubuh